cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
TINJAUAN HOSPITALITY DESIGN PADA PUBLIC OPEN SPACE DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Taman Madukoro) Setiawan, Moch Fathoni; Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6889

Abstract

Public open space is part of the city in the form of outer space is used for activities of daily city dwellers. City park is one of the existing public open space in a city. In 2014, the government returned to a park Semarang Madukoro to perform maintenance on the trees and plants that are there. And like a city park that can fulfill its role as a public open space, it should also be noted the feasibility and design for user friendliness or term is a hospitality design. Hospitality design is the design with the principles of feasibility and comfort so as to create a design that is friendly to users. Feasibility and comfort is needed in a public facility. This research is a case study, the steps taken is to collect information and data on each state and the activities that occur in the Madukoro Park. The focus of the case study is to examine the physical condition of the environment in the Madukoro Park. From the results of observations made in the field, it was found that the physical condition Madukoro Park neighborhood in general in good condition, but based on the results of the analysis, there are still some shortcomings in both design, standards compliance and support facilities that did not exist.Ruang terbuka publik merupakan bagian dari kota yang berupa ruang luar digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada pada suatu kota. Pada tahun 2014, pemerintah Kota Semarang kembali memfungsikan taman madukoro dengan melakukan perawatan pada pohon dan tanaman yang ada disana. Dan layaknya sebuah taman kota yang dapat memenuhi perannya sebagai ruang terbuka publik, maka perlu juga diperhatikan tingkat kelayakan dan keramahan disainnya bagi para pengguna atau istilahnya adalah hospitality design. Hospitality design merupakan desain dengan prinsip-prinsip kelayakan dan kenyamanan sehingga dapat menciptakan desain yang ramah terhadap penggunanya. Kelayakan dan kenyamanan sangat diperlukan dalam sebuah fasilitas publik. Penelitian ini termasuk jenis studi kasus, maka langkah yang  ditempuh adalah mengumpulkan informasi dan data pada setiap keadaan dan aktifitas yang terjadi di Taman Madukoro tersebut. Fokus kasus pada penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan di Taman Madukoro. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan,  ditemukan bahwa kondisi fisik lingkungan Taman Madukoro secara umum dalam keadaan baik, Namun berdasarkan hasil analisa, masih terdapat beberapa kekurangan baik dalam desain, kesesuaian dengan standar maupun fasilitas penunjang yang belum ada.
IDENTIFIKASI KAWASAN PENDUKUNG PERKEMBANGAN KOTA KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA Pigawati, Bitta; Permana, Saldy Ekasila
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i2.1614

Abstract

The increasing function of Kalinyamatan from a sub ordinate district to a definite district growth significantly whereas land supply in the area are limited. Therefore, it is necessarily to be identified which area are available to support the definite function of the   district (Kalinyamatan). The main objective of the reseach is to identify which area are suitable to support the district function based on physical factors determinant. Quantitative method is used, there are factor analysis and AHP. Based on Dirjen OTDA criteria, it   can be identified 3 alternatives area to support Kalinyamatan function, Bamyuputih Village (I), Pendosowalan Village (II) and Manyar Gading Village. Differently, by using AHP it is identified that Manyar Gading Village is the most suitable area instead of 3   villages as Dirjen OTDA has proposed.Keywords: identification, support area, district growthPeningkatan fungsi dan peran Kalinyamatan dari Kecamatan Pembantu menjadi Kecamatan Kota secara definitif berkembang dengan cepat. sementara ketersediaan lahan kota sangat terbatas maka perlu diketahui kawasan mana yang nantinya akan mampu  mendukung perkembangan kota tsb. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kawasan yang diperkirakan mampu mendukung perkembangan fungsi kota berdasarkan faktor penentu perkembangannya secara fisik. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis faktor dan AHP. Berdasarkan kajian kriteria wilayah pengembangan (dirjen Otonomi Daerah) dapat diidentifikasi adanya tiga alternatif kawasan yang mampu mendukung perkembangan fungsi Kota Kalinyamatan yaitu Desa Banyuputih (I) Desa  Pendosowalan (II) dan Desa Manyar Gading (III) setelah dilakukan analisis lebih lanjut dengan metode AHP dapat diketahui kawasan yang mampu mendukung perkembangan fisik Kota Kalinyamatan adalah Desa Manyar Gading.Kata Kunci: identifikasi, kawasan pendukung, perkembangan kecamatan
ANALISIS KESEDIAAN MASYARAKAT UNTUK MEMBAYAR (Willingness to Pay) BIAYA PENGADAAN AIR BERSIH (PDAM) DI KOTA PEKANBARU Sandhyavitri, Ari; Putri, Nessa Riana; Fauzi, Manyuk; Sitikno, Sigit
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i2.7475

Abstract

This paper investigated how much the public's willingness to pay (WTP) for the cost of public water supply services (PDAM) in Pekanbaru City. This research also projected how much urban water demand of this city for period of 2014-2032. This study divided samples into two categories, namely (i) middle and high income society, and (ii) low income one. These categories were based on the type of house ownership, and the percentage of low income family in this city This research obtained two main factors affected to the WTP for public water services (Y), such as; (i) the number of family members (X1), and (ii) the amount of family income (X2). The equation formula of Y = -677.816 + 12934.502 X1 + 0.012 X2. The average public’s willingness to connect to PDAM for the middle and high income society was 62.13% and for the lower class was 44.44%.There was a trend that the middle and high incomes society’s water demand was relatively higher than that the lower one.  The amount of water tariffs for middle and high income class society was at the average of Rp.6.615 / m3, and Rp.4.971/m3 for the lower income one. This tariff was higher than the average tariff in 2014 (Rp. 3,300 / m3). The water supply capacity in 2014 was estimated to 620 l/sec, and it was projected that water demand in 2032 will increase to 3,946 l/sec (three folds). Tulisan ini meneliti berapa besar keinginan masyarakat untuk membayar biaya pelayanan pengadaan air bersih (PDAM) di Kota Pekanbaru dan membuat proyeksi kebutuhan air bersih Kota Pekanbaru 2014-2032. Sampel calon pelanggan air bersih dalam penelitian ini dibagi atas dua kategori, yaitu (i) masyarakat kelas menengah keatas, dan (ii) kelas menengah kebawah. Penelitian ini mengidentifikasi dua faktor utama yang mepengaruhi keinginan masyarakat menengah ke atas membayar pelayanan air bersih PDAM (Y), yaitu; (i) jumlah anggota keluarga (X1), dan (ii) besarnya pendapatan keluarga (X2), dengan formula Y= -677,816 + 12934,502 X1 + 0,012 X2. Keinginan untuk menyambung pada masyarakat menengah keatas sebesar 62,13% dan di kelas menengah kebawah adalah 44,44%. Besarnya tarif air bersih yang diinginkan masyarakat menengah keatas Rp.6.615/m3 dan Rp.4.971/m3 untuk kelas menengah kebawah.Tarif ini lebih tinggi dari rata-rata tarif PDAM pada tahun 2014 yaitu Rp. 3.300/m3.Kapasitas pasokan PDAM air pada tahun 2014 adalah 620 l/detik, namun diproyeksikan kebutuhan air bersih meningkat menjadi 3.946 ll / detik untuk tahun 2032.
MODEL STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SEDERHANA DI DAERAH RAWAN LONGSOR – GUNUNGPATI SEMARANG Indarto, Himawan; Cahyo A., Hanggoro Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6785

Abstract

Every rainy season, residents in some residential locations prone to landslides in Gunungpati District of Semarang always concerned about the condition of their home and village roads are constantly shifting due to soil mass movement on the slopes. The movement of soil and foundation of the house that is not followed by the movement of the structure of the building houses on them, have very often result in damage to homes. For that we need a technical solution to ease the burden on the citizens. Technical solutions that will be in the form of a study of the system structure is simple house in accordance with the environmental conditions that are prone to landslides. In principle, the concept of making a safe home building structures to ground movement is to seek and make the whole elements of the foundation of the house and sloop, frame building (beams and columns), as well as the construction of the roof of the house, into a coherent whole and can not be separated on occurs when the ground motion (rigid body movement). The application of this concept, among others, is to create a connection that is strong enough and stiff among the various elements of the house, as well as the selection and implementation of appropriate material. The building houses designed using the principle of non-engineered construction and use of cheap materials and readily available, so that development can be done by local people without involving experts. With the existence of this study is expected to be made to the design of the structural model building simple houses to be built in areas prone to landslides. Setiap musim penghujan, warga di beberapa lokasi pemukiman rawan longsor Kecamatan Gunungpati Semarang selalu khawatir akan kondisi rumah dan jalan kampung mereka yang selalu bergeser akibat gerakan massa tanah pada lereng. Pergerakan tanah dan pondasi rumah yang tidak diikuti dengan pergerakan struktur bangunan rumah diatasnya, sudah sangat sering mengakibatkan terjadinya kerusakan pada rumah warga. Untuk itu perlu adanya solusi teknis untuk meringankan beban warga. Solusi teknis yang akan dilakukan berupa penelitian terhadap sistem struktur bangunan rumah sederhana yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang rawan longsor. Pada prinsipnya, konsep membuat struktur bangunan rumah yang aman terhadap pergerakan tanah adalah dengan mengupayakan dan membuat seluruh elemen-elemen rumah yaitu pondasi dan sloof, rangka bangunan (balok dan kolom), serta konstruksi atap rumah, menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak lepas pada saat terjadi gerakan tanah (rigid body movement). Penerapan dari konsep ini antara lain adalah dengan cara membuat sambungan yang cukup kuat dan kaku diantara berbagai elemen rumah tersebut, serta pemilihan material dan pelaksanaan yang tepat. Bangunan rumah dirancang dengan menggunakan prinsip non-engineered construction dan menggunakan material-material yang murah serta mudah didapatkan, sehingga pembangunannya dapat dilakukan sendiri oleh warga setempat tanpa melibatkan tenaga ahli. Dengan adanya kajian ini diharapkan dapat dibuat rancangan model struktur untuk bangunan rumah sederhana yang akan dibangun di daerah rawan longsor.
PERUBAHAN SPASIAL DAN SOSIAL-BUDAYA SEBAGAI DAMPAK MEGAURBAN DI DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.1346

Abstract

Abstract:    The  research  of  spatial  and  socio-cultural  changes  as megaurban  impacts  in  urban fringe  area  of  Semarang  has  several  aims:  (1)  to  discover  and  examine  what  factors  cause megaurban process,  (2)  to  find a mechanism or process megaurban place, and  (3)  to  study  the effects of the process (especially spatial, socio-cultural, economics and demography. The  location  of  this  study  is  the  outskirts  of  Semarang.  The  city  was  chosen  because  it  has  a strategic  role.  This  research  will  be  approached  in  an  integrated  paradigm  is  naturalistic  or phenomenology.  This  approach  does  not  mean  denying  the  positivistic  paradigm,  but  instead attempt  to  "complement  each  other."  In  the  understanding  of  positivism,  its main  approach  is  a quantitative method with  key words  such as: hypothesis,  test  the  sample,  population,  deduction, theorem,  generalization,  and  so  on,  whereas  in  a  more  naturalistic  approach  leaning  towards qualitative analysis method. The research concluded that the development of Semarang as a major city in the fields of industry, commerce, services and education have an  impact on suburban areas.  Influence are:  (1) Aspects of demography:  there  is  livelihoods suburbs change  from agriculture  to non-agriculture,  (2) sociocultural  aspects:  acculturation  occurred  between  the  settlers  and  natives  suburbs,  (3)  physical aspects  of  spatial  :  land  conversion  occurs  suburbs,  from  agricultural  land  into  residential  land, trade and industry. Keywords: megaurban, Semarang city, the suburbs, social culture   Abstrak: Penelitian  tentang perubahan spasial dan sosial-budaya sebagai dampak megaurban di daerah pinggiran Kota Semarang memiliki  tujuan:  (1) menemukan dan mengkaji  faktor-faktor apa yang menyebabkan  terjadinya proses megaurban;  (2) menemukan mekanisme kerja atau proses megaurban  berlangsung;  dan  (3)  mengkaji  dampak  yang  timbul  dari  proses  tersebut  (terutama spasial, sosial-budaya, ekonomi dan kependudukan. Lokasi penelitian ini adalah daerah pinggiran Kota Semarang. Kota ini dipilih karena memiliki peran yang  strategis.  Penelitian  ini  akan  didekati  dengan  paradigma  terpadu  secara  naturalistik  atau fenomenologi.  Pendekatan  ini  bukan  berarti  mengingkari  paradigma  positivistik,  namun  justru upaya untuk ”saling melengkapi”. Dalam paham positivisme, pendekatan utamanya adalah metode kuantitatif  dengan  kata-kata  kunci  seperti:  hipotesis,  uji  sampel,  populasi,  deduksi,  dalil, generalisasi,  dan  sebagainya,  sedangkan  dalam  pendekatan  naturalistik  lebih  condong  ke  arah metode analisis kualitatif Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Perkembangan Kota Semarang sebagai kota besar di bidang industri, perdagangan,  jasa dan pendidikan memiliki pengaruh  terhadap daerah-daerah pinggiran kota.  Pengaruh  tersebut  adalah:  (1)  Aspek  kependudukan:  terjadi  pergeseran  mata  pencarian penduduk daerah pinggiran kota dari pertanian ke non pertanian;  (2) aspek sosial budaya:  terjadi akulturasi budaya antara para pendatang dan penduduk asli daerah pinggiran kota; (3) aspek fisik spasial:  terjadi  alih  fungsi  lahan  daerah  pinggiran  kota,  dari  lahan  pertanian  menjadi  lahan permukiman, perdagangan dan industri. Kata Kunci: megaurban, kota semarang, daerah pinggiran kota, sosial budaya
TIPOLOGI PERUBAHAN FUNGSI LAHAN BANGUNAN DI PERKOTAAN STUDI KASUS PERKEMBANGAN BANGUNAN KOMERSIAL PENGGAL JALAN MONJALI – JALAN ABU BAKAR ALI YOGYAKARTA Mulyandari, Hestin
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v16i2.7223

Abstract

Yogyakarta City area and agglomeration region bordering Sleman Yogyakarta city in the last three years are rapid-rapid growth occurs commercial buildings such as hotels, apartments, shops, cafes, shopping centers, and others, which urged residential or vacant land. This study uses research methods - exploratory study with literature searches and policies related to land-use commercial buildings along the river; distribution of land use survey of commercial buildings in the piece of Monjali Road - Road Abu Bakar Ali, which intersect with the riverbanks Code, which became part of the rear of the large buildings. The study area is the observed distribution of the growth of commercial buildings around the Code River, which is divided into three zones: the northern zone (Prof. Ir. KRMT Wreksodiningrat bridge - Sardjito bridge) as many 9 points, the middle zone (Sardjito bridge - Amarta bridge) as many 10 points, and southern zone (Amarta bridge - Juminahan bridge) as many 9 points. Further analysis of the typology of changes in the function of open land and settlements into another function that is analyzed in three stages (2003, 2010, 2013), with some sampling. Typology of land use change affect the change in shape of the building blocks into a single block as edges or field block or vice versa. Conclusions and suggestions from the results of this study is the principle of development of the area by land use change should be environmentally and humanism with the existing settlements, because the effect on water conservation issues, hence the need for the legality of the planning and construction of the facility, in order not to damage the environment and has harmony with the character of existing neighborhoods.Daerah Kotamadya Yogyakarta dan Aglomerasi Kabupaten Sleman yang berbatasan dengan Kotamadya Yogyakarta dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sedang pesat-pesatnya terjadi pertumbuhan bangunan komersial seperti hotel, apartemen, ruko, kafe, pusat perbelanjaan, dan lain-lain, yang mendesak permukiman dan/ atau lahan kosong. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian - eksploratif dengan penelusuran studi literatur dan kebijakan terkait dengan  pemanfaatan lahan bangunan komersial di bantaran sungai; survey sebaran pemanfaatan lahan bangunan komersial pada penggal Jalan monjali – Jalan Abu Bakar Ali, yang bersinggungan dengan bantaran sungai Code, yang menjadi bagian belakang bangunan-bangunan besar tersebut.Wilayah penelitian yang diamati adalah sebaran pertumbuhan bangunan komersial di sekitar Sungai Code, yang dibagi menjadi 3 zona: zona utara (jembatan Prof. Ir.KRMT Wreksodiningrat – jembatan Sardjito) 9 titik, zona tengah (jembatan Sardjito – jembatan Amarta) 10 titik, dan zona selatan (jembatan Amarta – jembatan Juminahan) 9 titik. Selanjutnya dilakukan analisa tipologi perubahan fungsi lahan terbuka/permukiman menjadi fungsi lain yang dianalisa dalam tiga tahap (2003, 2010, 2013), dengan beberapa sampling pada tiga zona tersebut. Tipologi perubahan fungsi lahan mempengaruhi perubahan bentuk bangunan dari Blok Tunggal menjadi blok sebagai Tepi atau Blok Medan maupun sebaliknya. Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini adalah prinsip pengembangan kawasan dengan perubahan fungsi lahan harus berwawasan lingkungan dan humanis dengan permukiman yang sudah ada, karena berpengaruh pada masalah konservasi air, oleh karena itu perlunya legalitas perencanaan dan pembangunan fasilitas, agar tidak merusak kelestarian lingkungan serta memiliki harmoni dengan karakter lingkungan yang ada.
ANALISA GRADASI AGREGAT CAMPURAN PASIR PANTAI DAN PASIR LOKAL SEBAGAI BAHAN BETON KEDAP AIR DAN BETON NORMAL Suroso, Hery
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7091

Abstract

The use of beach sand as concrete material has not been done in Indonesia, it is necessary to further research. The problem is how the material properties, characteristics of the mix aggregate and aggregate characteristics as a watertight concrete and normal concrete. Types of experimental studies. Variable is the ratio of Sand Beach, Local Sand and gravel. Methods of data collection using the method of measurement or test the experimental design. Methods of analysis by means of data processing test results.From the research, all the material properties used as a safe aggregate concrete. Characteristics of beach sand grains are refined, somewhat coarse grained Local Sand and gravel aggregate grain Pudak Umbrella maximum 20mm. For normal concrete, the comparison of mixed sand beach Tegal, Kali Gung and Gravel Pudak Umbrella 10%: 30%: 60%. Pemalang beach sand, and gravel Pudak Kali Gung Umbrella 10%: 30%: 60%, Sand Beach Rod, and the Pebbles Pudak Kaliboyo Umbrella 10%: 15%: 70%. Jepara beach sand, and gravel Pudak Muntilan Umbrella 7%: 26%: 67%. Apex beach sand, and gravel Pudak Cepu umbrella not the comparison that go into default. For concrete waterproof concrete assuming weight 2300 kg, fas 0.4, 10% sand beach Tegal: 20% Kali Gung: 70% Gravel Umbrellas Pudak 206.72 kg minimum weight of cement, 10% sand beach Pemalang: 30% Kali Gung: 60% Gravel umbrellas Pudak 219.67 kg, 1% Sand Beach Rod: 30% Kaliboyo: 69% Gravel umbrellas Pudak 202.14 kg, 7% Sand Beach Jepara: 26% Muntilan: 67% Gravel umbrellas Pudak 235.38 kg, 10% sand Apex Beach: 20% Cepu: 70% Gravel umbrellas Pudak 176.81 kg. From the results of the study concluded that beach sand can be used as normal concrete and concrete watertight, but gradation need to be tested repeatedly in order to obtain gradation into a predefined limit.Penggunaan Pasir Pantai sebagai bahan beton belum banyak dilakukan di Indonesia, untuk itu perlu penelitian lebih lanjut. Permasalahannya adalah bagaimanakah sifat-sifat material, karakteristik agregat campuran dan karakteristik agregat sebagai bahan beton kedap air dan beton normal. Jenis penelitian eksperimen. Variabelnya adalah perbandingan Pasir Pantai, Pasir Lokal dan kerikil. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengukuran atau tes pada rancangan eksperimen. Metode analisis dengan cara pengolahan data hasil pengujian.Dari hasil penelitian, sifat-sifat material semua agregat aman dipakai sebagai bahan beton. Karakteristik Pasir Pantai butirannya terlalu halus, Pasir Lokal berbutir agak kasar dan kerikil Pudak Payung butir agregatnya maksimal 20mm. Untuk beton normal, diperoleh perbandingan campuran Pasir Pantai Tegal, Kali Gung dan Kerikil Pudak Payung 10%:30%:60%. Pasir Pantai Pemalang, Kali Gung dan Kerikil Pudak Payung 10%:30%:60%, Pasir Pantai Batang, Kaliboyo dan Kerikil Pudak Payung 10%:15%:70%. Pasir Pantai Jepara,Muntilan dan Kerikil Pudak Payung 7%:26%:67%. Pasir Pantai Rembang, Cepu dan Kerikil Pudak payung tidak diperoleh perbandingan yang masuk ke dalam standar. Untuk beton kedap air dengan asumsi berat beton 2300 kg, fas 0,4, 10% Pasir Pantai Tegal:20%Kali Gung:70%Kerikil Pudak Payung berat semen minimal 206,72kg, 10% Pasir Pantai Pemalang:30% Kali Gung:60%Kerikil Pudak Payung 219,67kg, 1% Pasir Pantai Batang:30% Kaliboyo:69% Kerikil Pudak Payung 202,14kg, 7% Pasir Pantai Jepara:26%Muntilan:67% Kerikil Pudak Payung 235,38kg, 10% Pasir Pantai Rembang:20% Cepu:70% Kerikil Pudak Payung 176,81kg. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pasir pantai dapat digunakan sebagai bahan beton normal dan beton kedap air, namun gradasinya perlu diuji secara berulang agar didapatkan gradasi yang masuk kedalam batas yang sudah ditetapkan.
STUDI PERENCANAAN PENATAAN KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BREBES Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6956

Abstract

The physical meaning of Brebes Square has decline todays. It is happen because the square elevation is almost same as the elevation of streets arround it, the increasing number of street hawkers and the less arrangement of utilities. For that reasons, the Brebes Square planning and arranging study is needed. The planning methods using continuation, togetherness, conflict minimalization and sustainability basic approachs. The programs are arrangement inside, including increase the elevation up to 75 cm from the streets arround it, create the water absorbtion and drainage, change the pedestrian ways, rearrangement the lamp nodes, increase the plants, arrangement the street hawkers, removing the main flag mast, relocation the statue, to mislay the gate, and increase the utilities. The arrangement outside including increase the elevation of pedestrian ways up to 25 cm from the streets arround it, increase the plants, change the pedestrian ways, increase the utilities and excuse from the advertisement board.Alun-alun Kota Brebes saat ini mengalami kemunduran makna fisiknya, disebabkan ketinggian alun-alun hampir sama dengan jalan disekelilingnya, banyaknya pedagang kaki lima dan kurang tertatanya sarana prasarana yang ada. Untuk itu diperlukan studi perencanaan penataan kawasan Alun-alun Kota Brebes. Metode perencanaan menggunakan pendekatan asas pelestarian, kebersamaan, minimalisasi konflik dan keberlanjutan. Program penataan kawasan alun-alun Kota Brebes meliputi penataan dalam alun-alun yang terdiri dari peninggikan alun-alun menjadi 75 cm dari jalan sekelilingnya, membuat resapan air dan drainase, mengganti trotoar, penataan kembali titik lampu, penambah tanaman, menata pedagang kaki lima, pemindahan tiang bendera utama, merelokasi patung, menghilangkan gerbang alun-alun dan menambah sarana prasarana; penataan luar alun-alun terdiri dari peninggian pedestrian menjadi 25 cm dari jalan sekelilingnya, menambah tanaman, mengganti trotoar, menambah sarana prasarana dan bebas dari papan reklame
Strategi Pengembangan Yogyakarta Menuju Kota Metropolitan Hariyono, Paulus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20153

Abstract

Abstract: The Globalization of economy and informational technology has positioned the city of Yogyakarta to be swept within the current globalization. The phenomenon is felt stronger when Yogyakarta is crowned as the city of tourism, education, culture, and history. The effect of the twenty-first century's globalization area is marked with the urbanization power of centrifugal strength, which overthrows itself to the outer area of the heart of Yogyakarta City. This effect gestures the need of making an expansion to the city area, although land is limited. To solve this problem, an innovative strategy of building an urban agglomeration for Yogyakarta as a metropolitan city is devised.                       ·  Abstrak: Globalisasi ekonomi dan teknologi informasi mendudukkan Kota Yogyakarta ikut dilanda arus globalisasi. Pengaruh ini semakin kuat dengan predikat Yogyakarta sebagai kota pariwisata, pendidikan, budaya, dan bersejarah. Gejala globalisasi pada abad ke-21 ini ditandai dengan kekuatan urbanisasi yang menyerupai gaya sentrifugal yang melanting keluar pusat kota. Gejala ini mengisyaratkan perlunya perluasan kota. Sementara itu lahan Kota Yogyakarta sangat terbatas. Untuk mengatasi problematika ini, dilakukan terobosan inovatif dengan merancang Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta sebagai kota metropolitan. 
KORELASI ANTARA CBR, PI DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG Purnomo, Mego
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i1.1336

Abstract

Abstract: In a practical planning sometimes does not need to do a soil test as a whole. Therefore requires  an  approach  from  the  soil  properties.  To  obtain  an  approach  tersebutperlu  holding  of repeated experiments in the laboratory, so it can be described in a graphical form of the elationship between naturesifaat  land. From garfik  if one of  the  factors  / characteristics are known  then  the other properties can be determined. This study used clay from  the site Pucang  Ivoire (Semarang), Jalan  PedurunganGenuk  (Semarang),  Karangawen  (Demak),  Hut  (Purwodadi),  Godong (Purwodadi).  And  conducted  research  in  soil  mechanics  laboratory.  From  the  research  results obtained by  the  relationship between CBR and PI  is PI = 137.866.792 CBR and PI = 90.796  to 4.574 CBR, CBR at an angle with the shear angle in the ground: Ф = 18.379 + 1.155 CBR and 1.71 Ф = 10.496 + CBR , CBR connection and cohesion, namely: CBR C = 0.165 0.279 and C = 0.174 CBR 0.5996, and PI relationship with the land gesr angle Ф = 49.9160.4 PI Keywords: Plastic Index, California Bearing Ratio, Strength Scroll, Clay Soil   Abstrak: Dalam suatu perencanaan praktis kadang tidak perlu melakukan percobaan tanah secara keseluruhan. Oleh karena itu membutuhkan suatu pendekatan dari sifat,sifat tanah tersebut. Untuk memperoleh  suatu  pendekatan  tersebutperlu  diadakannya  percobaan  yang  berulang,ulang  di laboratorium, sehingga dapat digambarkan dalam suatu bentuk grafis hubungan antara sifat,sifaat tanah tersebut. Dari garfik tersebut jika salah satu faktor /sifat diketahui maka dapat ditentukan sifat yang  lain.  Penelitian  ini  menggunakan  tanah  lempung  dari  lokasi  Pucang  Gading  (Semarang), Jalan  Pedurungan,Genuk  (Semarang),  Karangawen  (Demak),  Gubuk  (Purwodadi),  Godong (Purwodadi).  Dan  penelitian  dilakukan  di  laboratorium  mekanika  tanah.  Dari  hasil  penelitian diperoleh  hubungan  antara  CBR  dan  PI  yaitu  PI  =  137,86  –  6,792CBR  dan  PI  =90,796  – 4,574CBR, CBR dengan sudut dengan sudut geser  tanah dalam yaitu  : Ф = 18,379 + 1,155CBR dan Ф=10,496 + 1,71CBR, hubungan   CBR dan kohesi yaitu  : C = 0,165 CBR – 0,279 dan C = 0,174CBR – 0,5996, dan Hubungan PI dengan sudut gesr tanah dalam Ф = 49,916 – 0,4PI Kata kunci: Plastik Indek, California Bearing Ratio, Kuat Geser, Tanah Lempung

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue