cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Tipe Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Geometri Analitik Berdasar Newman’s Error Analysis (NEA)
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i2.2872

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh pola penyelesaian soal pada saat mahasiswa duduk di bangku sekolah. Hasil pengamatan menujukkan bahwa masih terdapat mahasiswa yang tidak malakukan tindakan apapun terhadap soal pembuktian, meskipun hanya  pada tahapan understand the problem. NEA merupakan kerangka kerja dengan  prosedur diagnostik sederhana, yang meliputi (1) decoding, (2) comprehension, (3) transformation, (4) process skill, dan (5) encoding. Metode diagnostik  yang dikembangkan Newman ini digunakan  untuk mengidentifikasi kategori  kesalahan terhadap jawaban dari sebuah tes uraian.  Sehingga bagaimana deskripsi jenis kesalahan mahasiswa dalam  menyelesaikan soal-soal pembuktian pada mata kuliah Geometri Analitik berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA), dan apa saja penyebab kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pembuktian, khususnya pada mata kuliah  Geometri Analitik, menarik untuk dibahas dalam tulisan ini.
Pengembangan Soal Matematika Mirip TIMSS Yang Memuat Nilai Karakter
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i2.17970

Abstract

Menanamkan nilai karakter pada soal matematika menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan utama pendidikan nasional yaitu membentuk siswa yang berkarakter. Penanaman nilai karakter melalui soal matematika mirip TIMSS diharapkan mampu menjadi sarana untuk menghadirkan soal matematika yang memiliki nuansa karakter dan membiasakan siswa  agar dapat menyelesaikan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah design research tipe formative evaluation yang bertujuan untuk menghasilkan soal mirip TIMSS yang memuat nilai-nilai karakter. Hasil yang diperoleh peneliti adalah sebanyak 17 soal matematika mirip TIMSS yang memuat nilai karakter religius, kerja keras, jujur, atau disiplin.Instill character values in math problems be one way to achieve the main goal of national education is to produce good students in character. Instilling character values through math problems seem TIMSS expected to be a means to present mathematical problems that have a character nuance and familiarize students to be able to solve mathematical problems in daily life. The type of this research is design research (formative evaluation)  to produce a problems similar to TIMSS that contains character values. The results obtained by the researchers were as many as 17 math problems similar to TIMSS which contained the value of religious character, hard work, honesty, or disciplineKeywords: mathematics problems, TIMSS, character value.
Penerapan Model Pembelajaran Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.5009

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang diukur pada studi PISA. Namun berdasarkan hasil studi PISA, kemampuan komunikasi matematis siswa Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dengan siswa yang memperoleh  pembelajaran konvensional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri Pagedangan, Tangerang. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen tes berupa soal uraian kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen berbentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik inferensial dengan melakukan uji-t. Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS 16.0 dan Microsoft Excel 2013 penelitian menemukan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh  pembelajaran konvensional.Mathematics communication ability is one of the skills that was measure in PISA. Based on the results of the PISA, mathematics communication ability Indonesian students is still low. The pupose this research is to see if there is an increase in mathematics communication ability students acquire learning using learning model Think-Pair-Share (TPS) with students who obtain the conventional learning. The sample in this research is grade  MTs Negeri Pagedangan, Tangerang. In collecting the data, researchers use test instruments in the form of a question of mathematical communication ability essay test. This research using quantitative methods with quasi experimental design shaped Nonequivalent Control Group Design. Data analysis technique used is statistical techniques inferensial by doing the test-t. Based on data analysis using Microsoft Excel and SPSS 16.0 2013 this research found that increasing mathematical communication ability students acquire learning using learning model Think-Pair-Share (TPS) better than the students who obtain the conventional learning.
Proses Berpikir Induktif dan Deduktif dalam Mempelajari Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v1i2.1494

Abstract

Salah satu ciri utama dalam mempelajari matematika adalah menerapkan penalaran deduktif yaitukebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaransebelumnya, sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan matematika bersifat konsisten. Namundemikian, pembelajaran matematika dengan fokus pada pemahaman konsep dapat diawali denganpendekatan induktif melalui pengalaman khusus yang dialami siswa. Dalam pembelajaranmatematika, pola pikir induktif dapat digunakan untuk memahami definisi, pengertian, dan aturanmatematika. Kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan menyajikan beberapa contoh atau faktayang teramati, membuat daftar sifat-sifat yang muncul, memperkirakan hasil yang mungkin, dankemudian siswa dengan menggunakan pola pikir induktif diarahkan menyusun suatu generalisasi.Selanjutnya, jika memungkinkan siswa diminta membuktikan generalisasi yang diperoleh tersebutsecara deduktif.Kata kunci: Pembelajaran matematika, pola pikir induktif, pola pikir deduktif.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Materi Berdasarkan Kesulitan Belajar Mahasiswa Papua pada Perkuliahan Aljabar Linear dan Penumbuhan Karakter Percaya Diri
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i2.14326

Abstract

Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan pemahaman materi mahasiswa Papua berdasarkan hambatan belajar yang ditemukan, bagaimana kemampuan pemahaman materi mahasiswa berdasarkan indikatornya, dan bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa Papua berdasarkan hambatan belajar yang ditemukan. Subyek dalam penelitian ini 6 mahasiswa Papua STKIP Surya Tangerang pada Mata Kuliah Aljabar Linear tahun ajaran 2016/2017 semester I. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen kunci dibantu dengan instrumen tes kemampuan pemahaman materi dan angket percaya diri dengan modifikasi the test of self confidence dari Peter Lauster. Hasil dari penelitian ini adalah cara meningkatkan kemampuan pemahaman materi mahasiswa Papua adalah dengan: 1) mengadakan review materi prasyarat mata kuliah Aljabar Linear, 2) penggunaan modul kuliah cetak, 3) pemberian tugas setiap akhir pertemuan, 4) mengadakan diskusi secara lisan antara mahasiswa dengan dosen dan mahasiswa dengan teman sebaya, dan 5) mengadakan diskusi dengan dosen di luar jam kuliah, sehingga mahasiswa memiliki persentase peningkatan skor kurang lebih 17,14%..The aim of this study was to find out how to improve the material understanding ability of Papuan students based on their learning obstacles, how about students' material understanding ability based on their indicators, and how to foster the self confidence of Papuan students based on learning obstacles. The subjects in this study were 6 Papuan students STKIP Surya Tangerang in Linear Algebra Course on Academic Year 2016/2017 semester. It employed qualitative method with the researcher as a key instrument assisted with the material undertsanding test and a self confidence questionnaire that modified from Peter Lauster's self confidence questionnaire. The results of this study were the ways to improve the material understanding ability of Papuan students by: 1) conducting a review of material preconditions for Linear Algebra Course, 2) using printed lecture modules, 3) giving assignments at the end of each meeting, 4) hold discussions between students and lecturer also students with peers at class, and 5) hold discussions with lecturer outside the class, so the percentage increase in student scores is around 17.14%.
Penerapan Interactive Multimedia Berbasis Kurikulum 2013 Ditinjau dari Kecerdasan Intrapersonal Siswa Pada Pembelajaran Matematika SD
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4683

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) apakah penggunaan interactive multimedia pada pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional? (2) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa-siswa yang mempunyai kecerdasan intrapersonal tinggi, sedang, dan rendah? (3) apakah terdapat interaksi antara pembelajaran matematika dan kecerdasan intrapersonal siswa terhadap prestasi belajar matematika? Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri kecamatan Kota Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2014/2015. Pemilihan sampel dengan cara cluster random sampling, diperoleh siswa kelas V SD 1 Muhammadiyah sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD 1 Gondangmanis sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan interactive multimedia berbasis kurikulum 2013, sedangkan kelas kontrol diajar dengan pembelajaran konvensional. Data diperoleh dengan metode angket untuk mengamati kecerdasan intrapersonal siswa dan metode tes untuk menentukan prestasi belajar matematika siswa yang kemudian dianalisis dengan analisis variansi dua jalan 2 x 3. Hasil penelitian adalah (1) Pembelajaran matematika menggunakan interactive multimedia berbasis kurikulum 2013 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada dengan pembelajaran konvensional, (2) Kecerdasan intrapersonal yang lebih tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada kecerdasan intrapersonal yang lebih rendah, dan (3) Perbedaan prestasi dari masing-masing pembelajaran matematika konsisten pada masing-masing tingkat kecerdasan intrapersonal dan perbedaan prestasi belajar dari masing-masing tingkat kecerdasan intrapersonal konsisten pada masing-masing pembelajaran matematika.The purpose of this research was to determine: (1) whether the use of interactive multimedia based curriculum in 2013 mathematics learning resulted mathematics achievement in a better than conventional learning? (2) Which gives mathematics learning achievement better, between students who have intrapersonal intelligence high, medium, and low? (3) whether there is an interaction between mathematics and intrapersonal students' mathematics achievement? The population in this research were students of class V Elementary School Kudus City District school year 2014/2015. Selection of sample by random cluster sampling, obtained by fifth grade students of SD 1 Muhammadiyah as an experimental class and fifth grade students of SD 1 Gondangmanis as the control class. Experimental class taught using interactive multimedia-based curriculum in 2013, while the control class was taught by conventional learning. Data obtained by the questionnaire method to observe the students' intrapersonal intelligence and the test method to determine the learning achievement of the students then analyzed with two-way analysis of variance 2 x 3. The results of the study are (1) Learning math using interactive multimedia-based curriculum in 2013 resulted in the achievement of learning mathematics better than with conventional learning, (2) Intelligence intrapersonal higher yield learning achievement better than intrapersonal intelligence are lower, and (3) The difference in the achievement of each learning of mathematics is consistent at each level of intrapersonal intelligence and differences in learning achievement of each level of intrapersonal intelligence consistently on each of the learning of mathematics.
Keefektifan Strategi Pembelajaran React Pada Kemampuan Siswa Kelas VII Aspek Komunikasi Matematis
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3282

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui pembelajaran dengan strategi REACT efektif ter-hadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode pengumpulan data dilakukan de-ngan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil uji proporsi menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen pada aspek kemampuan komunikasi matematis telah men-capai ketuntasan klasikal, mencapai lebih dari 80 % yaitu sebesar 96,7%. Dilihat dari nilai rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen  adalah 83,61 sedangkan kelas kontrol adalah 73,79 dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa kon-trol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran REACT efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa materi segiempat kelas VII SMP Negeri 1 Gembong. Kata kunci:      keefektifan, kemampuan komunikasi matematis, Relating Experiencing Applying Cooperating Transferring (REACT)  AbstractThe purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of REACT learning strategy approach to mathematic communication ability of students. Methods of data collection is done by the method of documentation, testing, and observation. The test results showed that the proportion of student learning outcomes in the experimental class with the aspects of mathematic communication ability has reached the classical completeness, reached more than 80% is equal to 96.7%. Judging from the value of the average test learners' ability to mathematic communication experimental class was 83.61 while the control class is 73.79 it can be concluded that the mathematic communication skills of learners experimental classes are better than mathematic communication abilities of learners control class. The results showed that the application of REACT learning strategy approach effective to mathematic communication abilities of students of class VII quadrilateral material in SMP Negeri 1 Gembong. Keywords:         effectivenes, mathematic communication ability, Relating Experiencing Applying Cooperating Transferring (REACT).
Pemahaman Siswa SMP terhadap Konsep Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) Ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.10259

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan pemahaman siswa SMP terhadap konsep persamaan linear satu variabel (PLSV) ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek perempuan dan subjek laki-laki mempunyai perbedaan dalam membuat pernyataan tentang ciri-ciri PLSV dan membangun menggunakan model sebab-akibat dari suatu sistem (PLSV). Perbedaan muncul karena subjek perempuan hanya dapat menyebutkan sebagian ciri-ciri PLSV, sedangkan subjek laki-laki melakukan kesalahan dalam menjelaskan akibat yang dihasilkan dari operasi hitung pada suatu PLSV dengan suatu konstanta. Sedangkan dalam menyajikan PLSV ke dalam representasi yang beragam, memberikan contoh PLSV yang berbeda, mengelompokan beberapa kalimat matematika ke dalam contoh dan bukan contoh PLSV, menyimpulkan PLSV dengan alasan logis, serta menyebutkan kesamaan dan perbedaan PLSV dan bukan PLSV kedua subjek tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.This research is a type of qualitative research that aims to describe students' understanding of Junior High School on the concept of linear equations of one variable (PLSV) in terms of gender differences. The results showed that female subjects and male subjects are different in making statements about PLSV characteristics and constructing using cause-and-effect models of a system (PLSV). The differences between female subjects and male subjects as follows: mention some of the features of the PLSV, whereas the male subject makes a mistake in explaining the result of the counting operation on a PLSV constantly. Whereas in presenting the PLSV into multiple representations, giving different examples of PLSV, grouping several mathematical sentences into samples rather than examples of PLSV, summarizing PLSV with logical reasons, and mentioning the similarities and differences between PLSV and not PLSV the two subjects didn’t perform significant differences.
Desain Pembelajaran Bangun Datar Menggunakan Fable “Dog Catches Cat” And Puzzle Tangram Di Kelas II SD
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i1.2879

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pengenalan dan pengelompokkan bangun datar melalui fable “dog catches cat”, puzzle tangram, dan kreasi origami. Metode yang digunakan adalah design research terdiri dari tiga tahap, yaitu: preliminary, design experiment (pilot experiment dan teaching experiment), dan analysis retrospective.  Penelitian ini mengembangkan hasil pembelajaran tentang bangun datar melalui serangkaian aktivitas, prosedur, dan strategi bagi siswa dalam menemukan kemampuan berpikir kreatif melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) melalui konteks tangram melalui fable “dog catches cat”. Puzzle tangram, dan kreasi origami menjadi starting point materi pengenalan dan pengelompokkan bangun datar. Hasil dari penelitian ini berupa learning trajectory pada masing-masing aktivitas yaitu: 1) Aktivitas 1, siswa mengenal berbagai bentuk bangun datar melalui penggunaan fable. 2) Aktivitas 2, siswa mampu menyebutkan dan mengelompokkan berbagai bangun datar melalui puzzle tangram. 3) Aktivitas 3, membentuk dan mengelompokkan bangun datar dan terbentuk suatu kreasi baru berupa kucing, anjing, dan lainnya.The purpose of this research is to develop mathematical creative thinking abilities and grouping students in the introduction of a flat wake through the fable “dog catches paint " , tangram puzzles, and origami creations. The method used is the research design consists of three stages: preliminary, design of experiments (pilot experiments and teaching experiments), and a retrospective analysis. This study develops learning outcomes on a flat wake through a series of activities, procedures, and strategies for students in finding creative thinking abilities through Realistic Mathematics Education Approach Indonesia (PMRI) through tangram context through fable “dog catches the paint “. Tangram puzzles, and origami creations become the starting point and the introduction of grouping material flat wake. The results of this research are learning trajectories for each activity are: 1) Activity 1, students recognize the various forms of flat wake through the use of fable. 2) Activity 2, students can name and classify a variety of flat wake through the tangram puzzle. 3) Activity 3, forming and categorizing flat wake and formed a new creation in the form of cats, dogs, and other.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Interaktif Berbasis Powerpoint pada Materi Kerucut
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i2.16814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint pada materi kerucut yang valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah modifikasi model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, yaitu pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Hasil analisa kevalidan menunjukkan bahwa media memenuhi kriteria valid dengan rata-rata skor 3,32. Hasil analisis kepraktisan menunjukkan bahwa media dinyatakan praktis dengan kriteria rata-rata skor hasil observasi kegiatan pembelajaran 3,83 dan skor hasil angket siswa 3,43. Berdasarkan hasil analisis tersebut, media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint dapat dinyatakan valid dan praktis.This study aims to develop powerpoint-based interactive learning media on the material of cone. The development model used is the modification of 4D model developed by Thiagarajan, that is defining, designing, and developing. The results of the validity analysis showed that the media fulfill the valid criteria in average score of 3.32. The results of practical analysis showed that the media was practical in average score of observation result of learning activity 3.83 and score of student questionnaire result 3,43. Based on the results of the analysis, powerpoint-based interactive learning media was valid and practical.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue