cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Penggunaan Media Software GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Kelas VIII
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i1.5014

Abstract

Rendahnya kemampuan representasi matematis siswa menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar matematika siswa. Hal ini diperkuat dengan hasil laporan TIMSS dan PISA yang menunjukkan rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia. Untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan representasi matematis digunakan suatu media pembelajaran matematika. Salah satu media pembelajaran matematika yang dapat merepresentasikan model matematika adalah software GeoGebra. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah software GeoGebra dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada materi SPLDV. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.2 SMP Islamic Village tahun ajaran 2015/2016 semester II sebanyak 29 orang dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian untuk mengukur kemaampuan representasi matematis. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif jenis pra eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Analisis data penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media software GeoGebra dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada materi sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Peningkatan yang diperoleh berada pada kategori sedang sebesar 0,651.Low ability students 'mathematical representation became one of the causes of low achievement of students' mathematics learning. This was reinforced by the results of the TIMSS and PISA report which indicates a low ability students' mathematical Indonesia. To help students improve mathematical representation, it needs to use a medium of learning mathematics. One math learning media that can represent mathematical models were software GeoGebra. Therefore, this study aims to determine whether the software GeoGebra can improve students' mathematical representation at SPLDV material. The sample in this study were students VIII.2 SMP Islamic Village second half of the 2015/2016 school year a total of 29 people with purposive sampling. The research instrument is a test to measure ability description mathematical representation. The method in this research is quantitative method the type of pre experiment with one group pretest-posttest design. Analysis of experimental data was using non-parametric test of Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that the use of GeoGebra software media can improve students' mathematical representation of the material system of linear equations of two variables (SPLDV). Increased obtained in middle category amounted to 0.651
Meminimalisir Hambatan Belajar Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Suatu Tautologi Pada Mata Kuliah Analisis Real I dengan Memberdayakan Penalaran yang Berasaskan Prinsip Reductio Ad Absurdum
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v2i1.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menekan seminimal mungkin hambatan belajar yang dialamioleh sebagian besar mahasiswa terutama dalam menyelesaikan soal -soal pembuktian suatutautologi. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkanfrekuensi pengerjaan soal pembuktian suatu tautologi dengan berasaskan penalaran reductioad absurdum yang senantiasa bertolak dari sebuah pengandaian bahwa yang benar adalahingkaran dari tautologi , namun pada akhirnya pengandaian itu harus dicabut, karena , denganberangkat dari sebuah asumsi yang mengingkari kebenaran suatu tautologi, ternyatamemunculkan sebuah kontradiksi . Pada dasarnya penalaran yang berasaskan reductio adabsurdum adalah sebuah alternatif untuk mencapai akhir bukti kebenaran suatutautologi yang tertuang baik dalam bentuk implikasi maupun bi-implikasi melalui bukti taklangsung. Ketika seseorang tak dapat secara langsung memberdayakan hipotesis yangdipunyai untuk mencapai akhir bukti bahwa pernyataan “ jika x bersifat P maka x bersifat Q”merupakan suatu tautologi , ia masih punya kesempatan untuk membuktikan kebenaran daripernyataan “ jika x bersifat P maka x bersifat Q” apabila ia berhasil menunjukkan bahwapernyataan “ada x yang bersifat P tetapi x tidak bersifat Q” merupakan suatu kontradiksi.Dari hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa pembelajaran Analisis Real 1 yangdisertai tindakan berupa pemberdayaan penalaran berasaskan prinsip reductio ad absurdum,berhasil menekan hambatan belajar mahasiswa dalam mengerjakan dengan benar soal-soalpembuktian suatu tautologi, yang ditengarai adanya peningkatan ketajaman berfikirmahasiswa dalam menyusun premis-premis dengan logika yang benar untuk mencapai akhirsuatu bukti yang absah, meskipun baru sebatas kenaikan jumlah mahasiswa berkemampuanakademik cukup dari yang semula memperoleh nilai D pada Angkatan 97 meningkatmencapai nilai C pada Angkatan 98, dan penurunan jumlah mahasiswa berkemampuanakademik sedang dari yang semula memperoleh nilai E pada Angkatan 97 meningkatmencapai nilai D dan bahkan ada yang mencapai nilai C pada Angkatan 98. Kata Kunci : Tautologi, reductio ad absurdum, kontradiksi, implikasi, bi-implikasi
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis PMRI Materi Jajargenjang
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.14367

Abstract

Multimedia interaktif pada dasarnya memiliki unsur media gambar, audio, video, dan animasi yang dapat mendukung gaya belajar peserta didik. Penelitian ini mengembangkan multimedia interaktif untuk materi luas dan keliling jajargenjang berbasis PMRI di kelas VII Sekolah Menengah Pertama guna mendorong peserta didik dapat menemukan konsep matematika. Penelitian dilaksanakan di SMPN 10 Palembang dengan menggunakan metode penelitian yaitu model pengembangan Alessi dan Trollip. Uji alpha dilakukan untuk menguji validitas multimedia interaktif,  menurut penilaian tiga ahli yaitu ahli media, ahli materi dan ahli desain, multimedia interaktif materi luas dan keliling jajargenjang berbasis PMRI ini dinyatakan valid dan layak diujicobakan. Pada tahap uji beta, berdasarkan hasil angket dari peserta didik bahwa kepraktisan multimedia interaktif berbasis PMRI sangat tinggi. Demikian juga untuk efek potensialnya yang terlihat dari hasil uji coba lapangan yang menunjukkan bahwa penggunaan konteks kaca pada gedung dapat merangsang peserta didik mengembangkan pengetahuan mereka tentang konsep luas dan keliling jajargenjang. Semua strategi  yang mereka temukan, didiskusikan sehingga akhirnya menunjukkan hasil kontribusinya untuk selanjutnya digunakan untuk membantu peserta didik dalam menemukan konsep luas dan keliling jajargenjang.In principle interactive multimedia consist of picture, audio, video and animation who able to support thestudent in learning. This research develop interactive multimedia area and perimeter of paralellogram PMRI based at level VII Junior High School aim to encourage student find the mathematic concept. Research conducted at SMPN 10 Palembang using development model Alessi and Trollip. Alpha test was conducted to examine the validity of interactive multimedia, based on reviews from the three professionals expert of media, material and design, interactive multimedia area and perimeter of paralellogram PMRI based are valid and feasible to be tested. On Beta test stage, based on questionnare of students simplicity of interactive multimedia PMRI based is high. Effect potential present of the field test result that shown utilization of context of glass building able to stimulate students developing knowledge of area and perimeter of paralellogram. Find all strategies, discussion, then result is contribute to helping students to find the concept of area and perimeter of paralellogram.
Studi Perbedaan Keefektifan Pembelajaran LC-5E dan CIRC Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4452

Abstract

membandingkan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe LC-5E (Learning Cycle 5E) dan tipe CIRC(Cooperative Integrated Reading and Composition) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Ungaran. Sampel diambil secara cluster random sampling. Data akhir mengenai kemampuan pemecahan masalah diambil menggunakan metode tes. Teknik analisis data menggunakan uji proporsi, uji Anava dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan kelas yang dikenai perlakuan pembelajaran LC-5Edan CIRCmencapai ketuntasan belajar. Dari uji Anava diketahui bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan. Selanjutnya dilakukan uji lanjut LSDmenunjukkan Kelompok Eksperimen 1 paling baik. Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran LC-5Elebih efektif dibandingkan tipe CIRC terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Saran yang dapat direkomendasikan adalah pembelajaran LC-5E dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. The purpose of this research was tocomparethe effectiveness of cooperative learning models type LC-5E (Learning Cycle 5E) and type CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) toward students’ mathematic problem solving ability. The population of this research was students grade X of SMA Negeri 2 Ungaran.The samples were taken by cluster random sampling. The final data about students’ problem solving ability were taken used test method. Data were analysed used propotion test, ANOVA test, and LSD test. The result shown that classes that given LC-5E and CIRC learning models achieved mastery learning. From ANOVA test known that the averages are different significantly.From LSD test is known that the experiment group was the best. The conclusions from this research are LC-5E is more effective than CIRC learning model toward students’ problem solving ability. The suggestion is LC-5E model can be used as an alternative to develope stundents’ problem solving ability.
Analisis Proses dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Matematika Melalui Tugas Open-Ended
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i2.2616

Abstract

Berpikir kreatif merupakan masalah penting dalam belajar matematika. Banyak guru di sekolah dasar atau menengah masih kurang memperhatikan kemampuan ini. Dengan mengetahui kemampuan dan proses berpikir kreatif siswa guru memperolah wawasan yang luas tentang potensi dan bakat yang dimiliki siswa-siswinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berpikir kreatif dan kemampuan siswa melalui tugas open-ended. Siswa yang akan dianalisis proses berpikir kreatifnya dikategorikan sebagai: a) siswa berkemampuan berpikir kreatif tinggi; b) siswa berkemampuan berpikir kreatif sedang; dan c) siswa berkemampuan berpikir kreatif rendah. Kemampuan berpikir kreatif menekankan pada aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan keterincian, sementara proses berpikir kreatif meliputi tahap: 1) mengetahui adanya masalah, kesenjangan informasi, unsur yang hilang, 2) memahami masalah, 3) membuat dugaan dan merumuskan hipotesis, 4) menguji hipotesis dan evaluasi; 5) mengkomunikasikan ide. Beberapa hal yang penulis lakukan pada saat penelitian adalah: merancang kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran open-ended untuk membiasakan siswa dengan soal open-ended; memberikan tes kemampuan berpikir kreatif menggunakan soal open-ended; menentukan subyek penelitian sebagai wakil dari masing-masing kategori; melakukan wawancara mendalam untuk membuat triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah berupa pola berpikir kreatif siswa kategori tinggi sebanyak 20% dari jumlah siswa, sedang  sebanyak 33,33%, dan rendah sebanyak 46,67%.Creative thinking is an important problem in learning mathematics. Many teachers in primary or secondary schools still pay little attention to this ability. By knowing the abilities and creative thinking processes of students, teachers obtain broad insights about the potential and talents of their students. This study aims to analyze the process of creative thinking and students' abilities through open-ended assignments. Students who will be analyzed their creative thinking processes are categorized as: a) students with high creative thinking abilities; b) students who are able to think creatively; and c) students with low creative thinking ability. The ability to think creatively emphasizes the aspects of fluency, flexibility, authenticity, and detail, while the creative thinking process includes the stages: 1) knowing that there are problems, information gaps, missing elements, 2) understanding the problem, 3) making guesses and formulating hypotheses, 4) test hypotheses and evaluations; 5) communicating ideas. Some things that the writer did at the time of the study were: designing learning activities through open-ended learning to familiarize students with open-ended questions; provide tests of creative thinking skills using open-ended questions; determine the research subjects as representatives of each category; conduct in-depth interviews to make data triangulation. The results of this study are in the form of creative thinking patterns of high category students by 20% of the number of students, moderate by 33.33%, and low by 46.67%.
Pengembangan Bahan Ajar Transformasi Geometri Berorientasi pada Kemampuan Bepikir Kritis Peserta Didik
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i1.18493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar transformasi geometri yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti tahapan RD (Brog Gall, 1989). Ujicoba lapangan dilakukan pada siswa kelas XI SMA Fransiskus Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019, dengan XI-A1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-A3 sebagai kelas kontrol. Perbedaan perlakuan dari kedua kelas adalah penggunaan bahan ajar transformasi geometri. Pengumpulan data menggunakan lembar validasi untuk menentukan validitas bahan ajar, angket respon siswa dan praktisi untuk menentukan tingkat kepraktisan dan instrumen tes kemampuan berpikir ktitis siswa untuk menentukan kefektifan bahan ajar setelah pembelajaran yang kemudian dianalisis dengan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar tranformasi geometri yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif.This research was aimed to develop a geometry transformation learning material that is oriented to students' critical thinking ability. This research was an development research that followed RD stages (Brog Hall, 1989)  until the main field test. The field-testing was conducted on grade XI students of SMA Fransiskus Bandar Lampung academic year 2018/2019 where XI-A1 was chosen as the experiment class and XI-A3 as the control class. The difference in treatment between these two classes was in the using of the geometry transformation learning material. Data were collected using the validation sheet to determine the validity level, the students' response questionnaire to determine the practicality level, and the students' critical thinking ability test instrument to determine the effectivity of the learning material after the learning process. Afterwards, data were analyzed by the difference in mean test. It can be concluded from the research result that the developed geometry transformation learning material was valid, practical, and effective.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Filsafat Matematika melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Strategi Berbasis Kompetensi dan Konservasi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Filsafat Matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi berbasis kompetensi dan konservasi. Perangkat dikembangkan menggunakan model 4-D yang dicetuskan oleh Thiagarajan, Semmel, Semmel. Dari segi validitas, silabus yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 86.11, SAP yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 89.58, kontrak perkuliahan yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 86.81, lembar kerja mahasiswa yang dikembangkan memperoleh skor kevalidan 86.81. Sementara dari segi kepraktisan, hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan skor 91.00, serta respon positif mahasiswa terhadap semua aspek berada di atas 50%. Dari segi keefektifan, diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata hasil tes pertama dan kedua meningkat dari 84.43 menjadi 94.49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Filsafat Matematika yang dikembangkan bersifat valid, praktis, dan efektif.This research aims to develop a learning tools of Philosophy of Mathematics through STAD cooperative learning with the competency-based and conservation-based strategies. We develop the learning tools using 4-D models developed by Thiagarajan, Semmel, Semmel. In terms of validity, the syllabus obtain a score of validity 86.11, lesson plan obtain a score of validity 89.58, lectures contract obtain a score of validity 86.81, and student worksheets obtain a score of validity 86.81. In terms of practicality, observation of feasibility study get a score of 91.00, and we get more then 50% of positive response for all aspects in a questionnaire filled out by students. In terms of effectiveness, the average value of the first and the second test results increase of 84.43 into 94.49. These results suggest that the learning tools developed are valid, practical, and effective.
Pengembangan Bahan Ajar Pengajaran Mikro Matematika Kelas SBI
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v1i1.217

Abstract

This research aims at producing printed teaching materials for micro teaching program which can be used as one of learning resources for students of international standard school  in  Math Department. The main activity in this research is developing teaching material which is designed to support the achievement of teaching curricular i.e the students are capable of teaching math in international program. This covers two stages- exploration and developing draft model. In the first stage, the researchers performed related literatures reviews and collected varied information related to the problems faced by the students/ teachers in conducting teaching activities in international program. Based on the data gathered, the draft model was developed. Results of the research show that the English competence of the students in math department needs to be enhanced. Courses related to micro teaching program for international school should be rigorously planned, syllabus and its implementation in teaching learning process needs to be revised. In the micro teaching program for international standard school, students have to practice activities dealing with planning classroom management, using media, and developing lesson plan in English. The provision of teaching and learning resources for micro teaching program of  international standard school in math department is far from sufficient level and needs improvement. Teaching materials developed cover how to start the lessons, structure the lesson, use learning aids/media, use textbooks, respond to students’ performance, and administer the exams. Developing varieties of teaching materials and their periodical revision are badly needed. Key words : English competence, micro teaching, teaching materials.
Improvement Students’ Spatial Ability and Self Confidence Through Inquiry Learning With Geogebra at SMA Negeri 19 Medan
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.9675

Abstract

This study aims to find out the difference of spatial ability and self confidence students improvement who were taught through inquiry learning model with GeoGebra (ILMG) and inquiry learning model without GeoGebra (ILMWG). The population of the study was the students at SMAN 19 Medan. The sample was the tenth grade students who randomly selected. Experimental 1 class were taught by ILMG and experimental 2 class were taught by ILMWG. The instruments of this study were spatial ability test and self confidence scale. The data were analyzed with the analysis of variance and Mann-Whitney analysis. In general, The results of the study shows that the improvement of students’ spatial ability and self confidence who were taught through ILMG higher than ILMWG.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan peningkatan kemampuan keruangan dan percaya diri siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan GeoGebra (MPIG) dan model pembelajaran inkuiri tanpa berbantuan GeoGebra (MPITG). Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 19 Medan. Sampelnya adalah siswa kelas X yang dipilih secara acak. Kelas eksperimen 1 diajar dengan menggunakan MPIG dan kelas eksperimen 2 diajar dengan menggunakan MPITG. Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan keruangan dan skala percaya diri. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan keruangan dan percaya diri siswa yang diajar melalui MPIG lebih tinggi daripada melalui MPITG.
Identifikasi Tahap Berpikir Kritis Siswa Menggunakan PBL dalam Tugas Pengajuan Masalah Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.4544

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan tahap berpikir kritis siswa yang dikenai pembelajaran PBL dalam tugas pengajuan masalah. Prosedur pengumpulan datanya yaitu (1) validasi, (2) pembelajaran PBL, (3) tes TPM, (4) analisis tes TPM, (5) wawancara berbasis tugas, dan (6) catatan lapangan. Penelitian ini akhirnya menghasilkan identifikasi tahap berpikir kritis sebagai berikut. Pada tahap klarifikasi, untuk kelompok kritis, cukup kritis, dan kurang kritis, siswa mampu mengidentifikasi masalah secara utuh dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menambahkan informasi. Pada tahap asesmen, untuk kelompok kritis mampu memunculkan pertanyaan dan ide penyelesaian yang berasal dari diri sendiri. Pada tahap penyimpulan, pada kelompok tidak kritis, siswa belum mampu bernalar untuk penambahan informasi yang relevan. Pada tahap strate-gi/taktik, untuk kelompok tidak kritis, siswa belum dapat memunculkan strategi, sedangkan pada kelompok yang lain, siswa menjadikan pertanyaan awal sebagai acuan untuk mengga-li pertanyaan selanjutnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman guru dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan siswa dalam berpikir kritis.The purpose of this research is description of student’s critical thinking stage whith PBL in problem posing activities. The procedure of data collection are (1) validation, (2) PBL learning, (3) TPM test, (4) analysis of TPM test, (5) interview based on the test, and (6) field notes. This research finally leads to the identification of critical thinking stage as follows. In clarification stage, for the critical group, critical enough, and less critical, students were able to identify the problem as a whole and use their knowledge to add information. In assessment stage, for the critical group, student were able to make questions and solution ideas by theirself. In the inference stage, the not critical group, student have not be able to make a reasoning for the the addition of relevant information. In the strategies stage, for the not critical group, student have not be able to make a strategy that can be used. While in the other group, the students create the initial inquiries as a reference to find and explore the question further. The results of the research can be used by teachers as a guide in identifying weaknesses and strengths in students critical thinking. 

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue