cover
Contact Name
-
Contact Email
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Bringin Raya No. 15, Karanganyar, Ngaliyan, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
ISSN : 20872666     EISSN : 2580690     DOI : https://doi.org/10.15294/kreatif
Core Subject : Education,
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan yang diterbitkan secara berkala 6 bulanan.
Articles 263 Documents
PICTURE-ASSISSTED SHORT STORY WRITING SKILL FOR GRADE IX D STUDENTS IN SMP NEGERI 1 JUMO
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v9i2.25406

Abstract

Grade IX D students in SMP Negeri 1 Jumo, Temanggung Regency got unsatisfying average score for Indonesian class, particularly short story writing lesson. The purpose of this Classroom Action Research is to find how much the impact of picture stimulus is when it is used in the short story writing skill learning on grade IX D students in SMP Negeri 1 Jumo. The population of this study was grade IX D students in SMP Negeri 1 Jumo, Temanggung Regency in semester II during 2017/2018 school year. Approximately 31 students became subjects for this study, by applying picture as teaching tool in the Indonesian learning particularly short story writing lesson. The procedure that I took during the investigation was the study I conducted onto the students during the learning process of short story writing. The study was conducted through two cycles comprising four stages, i.e.: planning, implementation, observation, and reflection. The data were collected through the students’ test results before and after applying picture-stimulus. This study was conducted through discussion and task-giving methods by asking the students to write the short story based on the picture. The study shows that the grade IX students’ skill changed in terms of writing the short stories. The grade IX students were less enthusiastic before applying picture-stimulus; only 22 (67.75%) students met the minimum mastery point. After applying picture-stimulus in the learning of short story writing, the grade IX students turned more enthusiastic, more active, thus 29 (90.63%) students met minimum mastery point.  The number of the students fulfilling the criteria improved around 21.87 % or about 7 students
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MODEL DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA SD DI KOTA SEMARANG
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i2.16500

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan bahan ajar tematik terpadu model Discovery Learning berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS). Bahan ajar yang dikembangkan menggabungkan teks dan gambar gambar yang kontekstual dengan model Discovery Learning  sehingga pesan yang disampaikan lebih nyata, mudah dipahami dan menggiring siswa mampu menyelesaikan masalah, berfikir kritis dan kreatif.  Penelitian menggunakan metode penelitian Research and Development (RD). Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli materi  dan ahli evaluasi.  Uji coba kelompok kecil dilakukan di kelas IV SDN 01 Ngaliyan Semarang dengan jumlah 15 siswa, sedangkan uji coba pemakaian dilakukan di kelas IV SDN Ngaliyan 03 dengan jumlah 32 siswa. Data diambil dari tanggapan siswa dan guru tentang bahan ajar yang telah dikembangkan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen One Group Pretest Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan; (1) bahan ajar yang dikembangkan berkarakteristik Discovery Learning yang terdiri sintaks stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data, mengola data, verifikasi dan menarik kesimpulan; (2) bahan ajar tematik terpadu model Discovery  Learning dinyatakan valid,didapatkan persentase kriteria kelayakan validator 88% dan 90%. ; (3) bahan ajar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa, hal tersebut didasarkan pada uji t dan diperoleh signifikansi 0.000 0.05. Uji gain sebesar 0,595 dengan kriteria sedang; (4) Persentase respon siswa dan guru terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Persentase respon guru  95% (sangat positif) dan persentase respon siswa secara klasikal 91% (sangat positif).Simpulan penelitian, bahan ajar yang dikembangkan berkarakteristik Discovery  Learning, bahan ajar valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Saran yang disampaikan; bahan ajar yang dikembangkan dapat dijadikan bahan ajar alternatif dalam pembelajaran, karena penerapan Discovery Learning dapat memperkuat pendekatan saintifik
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v7i1.9369

Abstract

This study aims to know the effectiveness of learning group investigation model for learning result of IPS (Social Sciences) in grade V at SDN Gugus Melati in Semarang. This research is a kind of quasi experimental research. The technique of sample collection use cluster random sampling technique. The subject of research is grade V SDN Kalipancur 2 as control class with 45 students and Grade V SDN Purwoyoso 4 as experiment class with 39 students. The data collection techniques in research are observation, documentation and test. Data shows student’s learning outcome that posttest average experiment class lager than control class. Posttest mean of the experiment group is 82,18 and posttest mean of the control class is 70,11. Test result-t showing value thitung (6,458) ttabel (1,980) means that students learning result use Group Investigation model is large than direct instruction learning model.The conclusion of this research is Group Investigation model more effective than direct instruction learning model.
PENGUATAN KETERAMPILAN PENYUSUNAN SOAL ONLINE BERBASIS HOTS DENGAN APLIKASI GOOGLE FORM BAGI GURU-GURU SD DI KOTA SEMARANG
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v11i2.26336

Abstract

Hasil studi pendahuluan menunjukan bapak ibu guru di Gugus Srikandi Kecamatan Semarang Barat belum memahami dengan baik teknik membuat instrumen soal HOTS, sementara kebijakan terkait dengan soal HOTS sudah di instruksikan dalam implementasi Kurikulum 2013. Dengan demikian guru memerlukan pengetahuan dan keterampilan tersebut untuk lebih meningkatkan kualitas evaluasi hasil pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat kepada guru-guru di gugus Srikandi Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang  adalah (1) meningkatkan pemahaman guru Sekolah Dasar (SD ) tentang konsep penyusunan soal HOTS, (2) meningkatkan keterampilan guru SD untuk menyusun RPP berorientasi HOTS dan; (3) mengembangkan soal online berbasis HOTS dengan aplikasi google form. Metode pelaksanaan  mengacu kepada analisis situasi program-program yang disepakati bersama dengan Kelompok Kerja Gugus Srikandi Kec Semarang Barat adalah  ceramah, diskusi, demonstrasi dalam workshop daring penyusunan soal HOTS. Hasil pengabdian masyarakat peserta terampil menyusun soal HOTS, terampil menyusun RPP berorientasi HOTS dan terampil membuat soal online berbasis HOTS dengan menggunakan aplikasi google form. Hal itu terlihat dari 38 peserta nilai pretest rata-rata nilai 57 setelah mengikuti workshop daring nilai pos-test naik menjadi 81.  Selain itu dihasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP berorientasi HOTS, soal HOTS dan soal online berbasis HOTS menggunakan aplikasi googleform. Luarannya berupa artikel di proceeding nasional, artikel ilmiah pada media cetak/elektronik, dan buku panduan keterampilan penyusunan soal HOTS bagi guru-guru SD ber-ISBN.
PENINGKATAN KUALITAS DISKUSI MELALUI RUBRIK (IMPROVING DISCUSSING QUALITY BY RUBRIC)
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v1i2.1683

Abstract

Discussing was a popular method in PGSD departement because this method wais cheap and easy. It was always used in Bahasa Indonesia lecturing. The quality of discussing was low because less participans. The quality of discussing was improved by classroom action research. The result of the research was the quality could be improved by using the opened rubric. According to the research, was suggested to use the open rubric. Key Words: discussing, rubric
ERA DIGITAL? “PENDIDIKAN SENI MUSIK BERBASIS BUDAYA” SEBAGAI SEBUAH INOVASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v11i1.25959

Abstract

Digitalisasi kebudayaan merupakan suatu konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pengelolaan, pendokumentasian, penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan. Lingkup pengembangan digitalisasi kebudayaan mencakup unsur-unsur kebudayaan, yakni sistem religi, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi, dan sistem peralatan hidup atau teknologi. Pembelajaran seni musik berbasis budaya harus mampu memberikan pengalaman apresiatif dan kreatif dan diharapkan dapat berkonstribusi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik dimasa yang akan datang. Untuk mencapai harapan tersebut diperlukan usaha-usaha yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan strategi atau model-model pembelajaran sesuai dengan karakteristik yang dimiliki. Pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan berbasis teknologi informasi atau digitalisasi merupakan hal yang sangat penting untuk dibangkitkan kembali dalam rangka pelestarian, pemeliharaan dan pengembangan nilai-nilai budaya sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa Indonesia.
PENGAMATAN TERHADAP SIKAP SISWA, KEBIASAAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PKN KELAS V
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i2.16491

Abstract

Sikap dan kebiasaan belajar merupakan faktor yang mempengaruhi belajar siswa. Sikap siswa cenderung pasif dan belajar pada saat akan ulangan. Hal tersebut menyebabkan  hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian untuk menjelaskan sikap siswa dalam mata pelajaran PKn, kebiasaan belajar kelas V, sikap siswa dan kebiasaan belajar dalam mempengaruhi optimalisasi hasil belajar PKn. Metode penelitian adalah kualitatif. Jenis penelitian yaitu etnografi. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis tema. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan sikap siswa kelas V SDN Plalangan 04 Semarang yaitu menyenangi pelajaran PKn, memperhatikan penjelasan dari guru, dan berpartisipasi aktif. Kebiasaan belajar siswa kelas V meliputi belajar teratur pada malam hari, literasi selama 15 menit, menyiapkan alat tulis, membuat catatan dan mengerjakan tugas dengan baik. Hasil belajar PKn yaitu 11 siswa mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal dan 20 siswa mendapat nilai dibawah KKM. Sikap menyenangi terhadap mata pelajaran mendorong siswa membiasakan diri dalam belajar. Kebiasaan belajar membuat siswa memahami materi yang dipelajari. Hal ini dapat berpengaruh pada hasil belajar PKn. Guru harus memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa dalam belajar untuk mencapai hasil yang optimal.
HUBUNGAN PEMBERIAN PENGUATAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PKN KELAS III
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v10i2.23606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian penguatan dan kemandirian belajar dengan hasil belajar PKn kelas III SDN Gugus Ahmad Yani Boja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berjeniskorelasi. Jumlah populasi adalah 206 siswa dan diambil sampel sebanyak 125 siswa dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, dan dokumentasi. Uji persyaratan analisismenggunakan uji normalitas dan linearitas. Kemudian dilanjutkan analisis korelasi sederhana dan analisis korelasi ganda Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat hubungan pemberian penguatan dan kemandirian belajardengan hasil belajar PKn ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,610. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian penguatan dan kemandirian belajar dengan hasil belajarPKn siswa kelas III SDN Gugus Ahmad Yani Boja, maka saran yang diberikan adalah dalam pembelajaran PKn perlu diupayakan pemberian penguatan dan kemandirian belajar.
DEVELOPING GUIDEBOOK OF ASKING QUESTIONS BASED ON THE TEXT CONTENTS FOR THE THIRD GRADE STUDENTS
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i1.16481

Abstract

Permasalahan yang dihadapi siswa di kelas III-B SDN Tambakaji 05, Kota Semarang adalah siswa kurang minat dalam materi mengajukan pertanyaan dari isi teks yang didasarkan pada hasil belajar yang rendah. Pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum adanya buku panduan mengenai materi tertentu. Peneliti mengembangkan buku panduan untuk mengajukan pertanyaan dari isi teks pada siswa kelas III SD. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku panduan serta mengetahui kelayakan dan keefektifan produk buku panduan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development yang dikembangkan oleh Borg dan Gall yang tahapan penelitian disesuaikan dengan kebutuhan menjadi 7 tahap. Kelas III-B jumlah 24 siswa dijadikan kelas uji keefektifan produk. Hasil penelitian ini menunjukkan buku panduan dikembangakan sesuai angket kebutuhan siswa dan guru; hasil penilaian buku panduan dari ahli materi diperoleh persentase 80% dengan kategori layak digunakan, penilaian ahli media 84,37% dengan kategori layak digunakan; dan buku panduan yang telah dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia, hasil analisis N-gain menunjukkan nilai N-gain diperoleh sebesar 0,72 dengan kategori tinggi. Simpulan penelitian ini adalah berdasarkan validasi ahli materi dan media, buku panduan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN HARJOWINANGUN 01, TERSONO BATANG (Improving Social Science Achievement through Make A Match Cooperative Learning Model at Students of Year IV Ha
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v1i1.1674

Abstract

Social science achievement on diversity of ethnic and culture at semester I academic year 2010/2011 was still low. They got average score 61.10 out of 15 students, 7 male and 8 female students. Based on their avhievement, only 7 students had achieved passing grade score (6.5), whereas the average score should have been 6.5. This was because the teacher often applied explanation method during the process of teaching and learning on social science for students of year IV, and he/she had not used innovative learning model so that the students felt bored. To overcome this problem, the researcher tried to apply Make A Match Cooperative Learning Model. The subject of the research were the students of year IV, consisting of 15 students. This was a classroom action research with 3 cycles, and each cycle consisted of planning, acting, observing and  reflecting. The instruments used in this research were test items, observation sheet, interview, and documentation. The results of the research were (1) teacher’s activity at the first cycle was 66% with good qualification, second cycle was 79.54% with good qualification, and at the third cycle was 93.18% with very good qualification. The next result were (2) students’ activity at the first cycle was 60.44% with fair qualification, second cycle was 79.33% with good qualification, and third cycle was 85.77% with very good qualification. Almost all students had achieved passing grade score (6.5) at each cycle significantly and they had obtain completeness of study achievement.   At the first cycle, the average score was 67.73 with good qualification, second cycle was 73.20 with good qualification, and at the third cycle was 82.06 with good qualification. It is suggested that all the teacher conduct teaching and learning process using Make A Match Cooperative Learning Model for other lessons. It is also important to do the further research. Keywords: improving, social science achievement, make a match cooperative learning model.