cover
Contact Name
-
Contact Email
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Bringin Raya No. 15, Karanganyar, Ngaliyan, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
ISSN : 20872666     EISSN : 2580690     DOI : https://doi.org/10.15294/kreatif
Core Subject : Education,
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan yang diterbitkan secara berkala 6 bulanan.
Articles 263 Documents
DEVELOPING GUIDEBOOK OF WRITING INSTRUCTIONAL TEXTS BY USING DRAWING CARDS FOR FOURTH GRADE STUDENTS
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i1.16489

Abstract

The objectives of this study were to develop a guidebook of writing instructional texts by using drawing cards, describe media and materials experts' judgements against the guidebook prototype, and describe the effectiveness of the guidebook in limited tryout to the students of IV-A class, State Elementary School (SDN) Tambakaji 05, Semarang City. This study employed research and development (RD) design with seven steps. The data were collected through need questionnaires and validation sheet questionnaires. Further, the results of this study were: (1) there were found three needs of teachers and students, namely, (a) The appearance of the guidebook with the criteria of rectangular shape, small size or A5, between 20-40 pages of book thickness, white-colored paper, having pictures and illustrations, colored drawings and illustrations, and full color book covers, (b) match with basic competencies and instructional themes; (c) standardized language use and various sentences; (d) chronological material presentation in presenting learning objectives, materials, interesting book design, exercises, and the balance amount of evaluation exercises with the materials; (2) there found very valid category in experts' judgement steps, namely 93.05%; (3) the same category was also found in the limited tryout to the students of IV-A class, SDN Tambakaji 05, Semarang City whose average was 85.41. From these findings, it can be concluded that the guidebook of writing instructional texts by using drawing cards is feasible and effective to use in learning process and can improve the fourth grade students' learning achievement.
PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENCERITAKAN KEMBALI
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v10i2.23605

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam aspek keterampilan berbicara yang disebabkan karena keterbatasan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dengandemikian, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media boneka tangan untuk kelas II SDN Purwoyoso 04 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian perkembangan (RD) berdasarkan teoriSugiyono yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian menjadi delapan tahan pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan media boneka tangan, 2) menguji kelayakan media boneka tangan, dan 3)menguji keefektifan media boneka tangan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut. Hasil uji kelayakan yang dilakukan validator materi mendapat rata-rata persentase 87,5% dengan kriteria sangat layakdan ahli media mendapat rata-rata persentase 96,67% dengan kriteria sangat layak. Uji keefektifan skala terbatas media boneka tangan pada siswa kelas II SDN Purwoyoso 04 menghasilkan rata-rata nilai sebelum (pretest) adalah41 dan rata-rata nilai sesudah (posttest) adalah 78. Media boneka tangan efektif digunakan pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menceritakan kembali dilihat dari uji perbedaan rata-rata belajar dengan thitung sebesar3,791 dan ttabel 2,021. Data penghitungan N-gain sebesar 0,43. Simpulan hasil penelitian ini yaitu media boneka tangan layak dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia materi menceritakan kembali.Oleh sebab itu peneliti menyarankan agar guru mengembangkan media pembelajaran bahasa Indonesia yang bervariasi agar pemahaman dan keterampilan berbahasa Indonesia siswa dapat meningkat.
MAKING OF AUDIOVISUAL MEDIA MAKING IN LEARNING IN BASIC SCHOOL
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i1.16480

Abstract

Media audiovisual lebih menarik dibandingkan hanya menggunakan media audio saja ataupun media visual saja. Jika media pembelajaran yang digunakan oleh guru menarik, maka siswa akan lebih termotivasi untuk memperhatikan pembelajaran. Tulisan ini mengungkap bagaimana guru Sekolah Dasar Gugus Patimura Kecamatan  Bringin membuat media audiovisual dalam pembelajarannya. Ada 19 guru yang dijadikan objek dalam tulisan ini. Dari observasi awal yang dilakukan pada19 guru tersebut hanya ada 2 yang cukup mahir menggunakan komputer. Penulis melakukan pendampingan dalam pembuatan media audiovisual pada kesembilan belas guru tersebut. Hasil dari kegiatan ini dihasilkan 3 media audiovisual yang cukup layak diugunakan dalam pembelajaran. Adanya kegiatan lanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan media pembelajaran
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN I MARIBAYA KARANGANYAR PURBALINGGA (Improving the Quality of Teaching Science through Inquiry Approch at the Students of Year IV Maribaya 1 State Primary School, Kar
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v1i1.1673

Abstract

Based on earlier observation on 19 July 2010, it found that the quality of science teaching and learning process at Maribaya 1 state primary school was still low. As a result, the students were less active, and they did not respond to science lesson. The teacher was not active enough in teaching and as the impact of all, students’ science achievement was still not good. The subject of the research were all the students of year IV, Maribaya 1 state primary school, Karanganyar Purbalingga. This was a classroom action research with three cycles, and each cycle consisted of planning, acting, observing and reflecting. The results of the reserach were that the quality of science teaching and learning process improved. The results in details were as follows: (1) during the research process students’ activity improved significantly. At the first cycle the degree of students’ activity was 42.30%, fair qualification; the second cycle was 58.01%, fair qualification; and at the third one was 66.10%, high qualification. The next result was that teacher’s skills in teaching improved. At the first cycle, the teacher got score 27 with good qualification (B), and at the next cycle was 31 with high qualification (A). At the third it improved to be 36, with high qualification (A). The other result of the research were that 71% out of the students responded, 96% students felt happy, 77% students could do presentation, and 81% students looked enthusiastic in learning science. The students got passing grade points 60 at average (33%), at the second cycle, their average point became 6.8 (60%), and at the third one was 71 point at average (75%). Based on the research, it could be concluded that teaching and learning science using inquiry approach could improve students’ activity, teacher’s teaching skills, students; responses, and students’ achievement. Keywords: Science teaching quality, inquiry approach
INOVASI PEMBELAJARAN MELALUI PENGEMBANGAN WEBLOG BERBASIS ICT DENGAN PENDEKATAN CRITICAL THINKING PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v9i2.25410

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan inovasi pembelajaran dengan mengembangkan media weblog yang berbasis Information and Communication Technologies (ICT) dengan pendekatan critical thinking pada mata kuliah Pendidkan Kewarganegaraan. Pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai pendukung dalam mengembangkan media. Weblog sebagai sarana media pembelajaran yang digunakan peneliti dalam inovasi pembelajaran PKn di Perguruan Tinggi.Tempat penelitian yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Subyek penelitiannya yaitu mahasiswa yang mengambil mata kuliah PKn. Penelitian ini berupa penelitian pendidikan dengan pendekatan pengembangan. Hasil penelitian yaitu studi pendahuluan dengan pendekatan kualitatif memetakan capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, dan kemampuan yang diharapkan dalam mata kuliah PKn kemudian memilih salah satu pokok bahasan yang dapat dikembangkan dengan menggunakan media weblog berbasis pendekatan critical thinking. Setelah pokok bahasan ditentukan, kemudian peneliti merancang dan mengembangkan media weblog berbasis pendekatan critical thinking yang akan digunakan dalam perkuliahan. Sebelum diujikan, dilakukan validasi oleh validator yang kompeten di bidangnya. Masukan terkait dengan rancangan media diperbaiki dan kemudian media pembelajaran tersebut diujikan pada kelas treatment. Pengembangan yang dilakukan menunjukkan rancangan media pembelajaran layak untuk dikembangkan dengan melihat uji kelayakan melalui angket validator yang menunjukkan rata-rata 91,57% dalam penilaian produk dengan dilihat dari tiga kriteria dan sepuluh indikator sehingga produk tersebut masuk dalam kategori kelayakan tinggi. Selain itu, dilihat dari peningkatan kefeektifan penggunaan inovasi media pembelajaran yang dikembangkan, peningkatan terjadi dari 54, 58% menjadi 89,79 % sehingga secara sederhana dapat dilihat terjadi signifikansi peningkatan 35,21%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran weblog berbasis pendekatan critical thinking tersebut efektif untuk dikembangkan dan digunakan sebagai pendukung dalam pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
KEEFEKTIFAN MODEL WRITING WORKSHOP BERBANTUAN AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v9i1.16504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji keefektifan model pembelajaran Writing Workshop berbantuan Media Audio Visual terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V (2) Menguji keefektifan model writing workshop berbantuan media audio visual terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis narasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sukorejo 02, dan siswa kelas V SDN Karanganyar 02 Kota Semarang. Penentuan sampel digunakan teknik “Randomized Group Assignment”. Hasil penelitian menunjukkan 1) Dengan mengontrol variabel inteligensi dan pengetahuan awal, model pembelajaran Writing Workshop berbantuan Media Audio Visual lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas V SD, dimana F hitung (Fo) = 4,608 dan F probabilitas (Fp) = 0,017.; (2) Dengan mengontrol variabel inteligensi dan pengetahuan awal, model pembelajaran Writing Workshop berbantuan Media Audio Visual lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD, dimana F hitung (Fo) = 6,865 dan F probabilitas (Fp) = 0,003.
TYPOLOGY OF EXPRESSION DRAWING WORKS IN SDN 02 WONOTIRTO KECAMATAN BULU KABUPATEN TEMANGGUNG
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v7i2.9373

Abstract

The steps to make sense of the typology of expression drawing works of the children can be initiated by interpreting the characters of the lines, colors, shapes, and the themes or the concept of mind visualized onto certain medium. The characters can be interpreted based on psychological concepts of colors, lines, and shapes so that we can find out the typology of the child’s work. Typology of children’s works based on the types and characters of artworks is closely correlated to the skills and the creativity of a child. The observation on the children’s works were made comprehensively, not only on the end-results, but also including implementation process undertaken gradually, in planned way, and continuously to acquire the illustration of the progress of the students’ learning process. Observation on the expression drawing was aimed at finding out the children’s interests, talents, and skill to respond to the social environment. The observation was made deeply in order to find out the emotional degree and motor skill they have, the children’s interest in colors and shapes, as well as the factors influencing the creation of the expression drawing. The research was made deeply in order to find out the emotional degree and motor skill of the children, their interests in colors and shapes, as well as the factors influencing the expression drawing creation. The research was made by qualitative method through the heuristic approach on the whole population of SDN 02 Wonotirto including the teachers and the students. The study acquired several findings, i.e. students’ expression drawing resulted in SDN 02 Wonotirto manifested into three typologies including haptic, visual, and mixed types and the visual one dominated. Concept of children expression drawing creation was dominated more by external factors acquired from the teachers, students, the social environments and television. The children’s creativity inhibitor is that their ability to respond was limited to the direct responses to the themes around them and they tent to imitate them.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK BERBASIS CIRCUIT TRAINING TERHADAP KEBUGARAN JASMANI
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v11i2.29315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran atletik berbasis circuit trainingterhadap kebugaran jasmani siswa kelas IV SDN Gugus Merpati Kecamatan Jepara. Jenis penelitian iniadalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan quasi experimental dan bentuknonequivalent kontrol group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN GugusMerpati. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, dimana siswa kelas IV SDNPanggang 6 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SDN Panggang 9 sebagai kelas kontrol.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Sedangkan teknik analisis data dengan ujinormalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji N-gain. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kesamaan dua rata-rata dari kelas eksperimen dan kelas kontrol ditolak sehinggadidapatkan rata-rata kebugaran jasmani kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dan N-gainkelas eksperimen (0,5672) kelas kontrol (0,4167). Simpulan dalam penelitian ini adalah modelpembelajaran atletik berbasis circuit training lebih efektif dibandingkan model pembelajaran taktisberbasis permainan terhadap kebugaran jasmani siswa kelas IV SDN Gugus Merpati Kecamatan Jepara.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 6, No 1 (2016): Kreatif Februari 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v6i1.25214

Abstract

The purpose of research was to improve the instructional quality of IPA (Natural Sciences) learning through Problem-based Learning (PBL) model by using audio-visual media for fifth graders of SDN Tambakaji 05 Semarang. This research design was classroom action research consisted of three cycles with four stages, namely: planning, implementing, observating, and reflection. The collecting data used test, observation, documentation, and field notes. The data were analyze using quantitative and qualitative descriptive analyze. The result showed that: (1) the teacher’s skill in the cycle I gained score 17 (good), 19 in the cycle II (very good), 22 in the cycle III (very good) ; (2) the score of students activity in the cycle I was 12.76 (good), 14.53 in the cycle II (good), 17.53 in the cycle III (good); 3) then, the learning outcome was 48.78 % in the cycle I, 68.29 % in the cycle II, and 82.93 % in the cycle III. Therefore, it can be concluded that PBL model with audio-visual media can improve the quality of natural sciences.
PENGEMBANGAN KAPASITAS MANUSIA DALAM PROFESIONALISASI GURU SEKOLAH DASAR DI INDONESIA
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i2.16495

Abstract

Ciri kompetensi individu pada abad 21 adalah kemampuan olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa serta olah raga. Olah pikir menghasilkan kompetensi individu yang memiliki keunggulan akademis sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat. Olah hati menghasilkan kompetensi Individu yang memiliki kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa.  Olah rasa dan karsa menghasilkan kompetensi individu yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan. Olah raga menghasilkan kompetensi individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga negara. Kemampuan-kemampuan tersebut akan menghasilkan keterampilan individu. Jenis Keterampilan individu  pada abad 21 meliputi keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving skills), keterampilan untuk bekerjasama  (collaboration skills), kemampuan untuk berkreativitas (creativities skills), dan kemampuan untuk berkomunikasi (commnication skills). Kompetensi tersebut hanya mampu dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Pada dasarnya pendidikan adalah pembudayaan nilai-nilai luhur yang dimulai dari pembiasaan menuju karakter. Pada dasarnya kualitas kompetensi guru sekolah dasar di Indonesia tidak akan otomatis menetap sepanjang hayat sekalipun oleh guru profesional atau guru telah memiliki sertifikat pendidik. Indonesia adalah negara berkembang, perkembangan tersebut akan mewarnai perjalanan kualitas kompetensi guru sekolah dasar di  Indonesia. Pergantian kurikulum sebagai tindak lanjut dari evaluasi dan refleksi pelaksanaan kurikulum telah menjadi keniscayaan. Pada tahun 2018 di sekolah dasar Indonesia  diberlakukannya kurikulum nasional tahun 2013 yang bernuansa penguatan pendidikan karakter dan  kecakapan literasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills/HOTS). Kondisi tersebut mengarahkan kepada profesionalisasi atau pembinaan profesi guru. Hal yang dilakukan adalah upaya yang terorganisir untuk memenuhi kriteria profesi yang ideal dan bila telah mencapai tingkatan profesi yang sudah mapan dilanjutkan dengan penyempurnaan keterampilan secara terus menerus, serta pengetahuan dari pelaksanaannya. Karena itu konsep profesionalisasi dapat disamakan dengan pembinaan profesi (professional development).