cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 46, No 2 (2017): September 2017" : 14 Documents clear
Pengaruh Pembelajaran Model Think Talk Write Materi Ekosistem terhadap Hasil Belajar Siswa Kusniana, Kusniana; Kartijono, Nugroho Edi; Rahayuningsih, Margareta
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11348

Abstract

Pembelajaran biologi SMA N 1 Magelang masih berpusat pada guru, hal ini sesuai dengan jawaban angket siswa yaitu 100% siswa mengatakan pembelajaran mengunakan metode ceramah. Pembelajaran belum menekankan pada proses  pemecahan masalah, siswa banyak belajar hafalan dan kesulitan dalam membangun sendiri pengetahuan yang diperoleh, sehingga hal ini dimungkinkan berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar. Sekolah memiliki lahan yang sempit sehingga tidak mendukung digunakan sebagai sumber belajar materi Ekosistem. Pembelajaran model TTW materi ekosistem diterapkan pada penelitian ini untuk mengatasi hal tersebut diatas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembelajaran model Think Talk Write materi ekosistem terhadap hasil belajar siswa SMA N 1 Magelang. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Magelang, kelas X semester genap tahun 2015/2016, dengan pola Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X MIA SMA N 1 Magelang  yang terdiri dari 6 kelas. Sampel terdiri dari kelas  X MIA 5 (kelas eksperimen) dan X MIA 1 (kelas kontrol), yang ditentukan secara purposive sampling. Data penelitian meliputi nilai posttest siswa, ketuntasan klasikal, aktivitas belajar siswa, tanggapan siswa, dan guru terhadap pembelajaran model TTW materi Ekosistem yang diterapkan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai posttest siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (uji t). Ketuntasan klasikal siswa kelas eksperimen mencapai 100% (28 siswa). Sebagian besar aktivitas siswa kelas eksperimen dalam kategori tinggi 71% (20 siswa). Siswa dan guru memberikan tanggapan baik terhadap pembelajaran Model TTW yang diterapkan. Disimpulkan bahwa desain pembelajaran model TTW yang diterapkan berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA N 1 MagelangSMA N 1 Magelang learning process centered on the teacher which is in line with the students' answers to questionnaires that 100% of students said learning method, Learning has not emphasized the problem-solving process, many students rote learning and the difficulties in building their own knowledge acquired, so it is possible to affect the poor learning outcomes. The purpose of this study was to determine the learning outcomes of students in the learning material is applied using a model ecosystem Think Talk Write. This research was conducted in SMA N 1 Magelang, X class the second semester of 2015/2016, the True Experimental Design with patterns Posttest-Only Control Design. The study population all over MIA class X SMA N 1 Magelang which consists of 6 classes. The sample consisted of class X MIA 5 (experimental group) and X MIA 1 (control class), which is determined by purposive sampling. The research data covers grades posttest student, classical completeness, student learning activities students' responses to the TTW models, and teacher responses to the learning material TTW Ecosystem models are applied. Analysis of the data showed that the value posttest experimental class students is higher than the control group (t test), while the classical completeness experimental class students reaching 100% (28 students). Most of the activity of the experimental class students in the high category 71% (20 students). Students and teachers give good feedback to the learning model applied TTW. Overall the data we can conclude that the instructional design models applied TTW positive effect on learning outcomes of students of class X SMA N 1 Magelang.
Pengembangan Asesmen Autentik Berbasis Proyek untuk Mengukur Hasil Belajar Siswa Kelas VII pada Tema Panas Safaroh, Rose; Dewi, Novi Ratna
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11349

Abstract

Penggunaan tes prestasi belajar sebagai alat utama untuk menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran kurang sesuai diterapkan dalam pembelajaran berbasis proyek. Kurikulum 2013 menganjurkan penggunaan asesmen autentik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan asesmen autentik berbasis proyek pada tema panas, mengetahui kualitas serta hasil belajar siswa yang diukur menggunakan asesmen autentik. Desain penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D). Data yang diperoleh pada penelitian ini berupa hasil validasi pakar, tanggapan siswa dan guru, serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian berupa asesmen autentik berbasis proyek yang dikembangkan berdasarkan konsep five dimensional framework for authentic assessment. Asesmen autentik berbasis proyek yang dikembangkan mendapat kriteria sangat baik dari pakar bahasa, materi dan evaluasi. Koefisien reliabilitas yang diperoleh dalam uji skala besar untuk instrumen penilaian diri, penilaian teman, penilaian proyek, penilaian sikap, dan tes pilihan ganda adalah 0,855; 0,561; 0,870; 0,697; dan 0,601. Penilaian hasil belajar menggunakan asesmen autentik berbasis proyek berupa semua siswa menunjukkan kompetensi sikap yang ingin diukur, sebanyak 83,67% siswa telah tuntas pada kompetensi kognitif, dan semua siswa tuntas pada kompetensi psikomotorik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, asesmen autentik berbasis proyek yang dikembangkan berdasarkan five dimensional framework for authentic assessment layak digunakan pada tema panas kelas VII SMP dan dapat mengukur kompetensi afektif, kognitif dan psikomotorik siswa.An achievement test used as main tool, for deciding whether or not learning purposes are complete, is not well-suited on project-based learning. Curriculum 2013 encourage for using authentic assessment in learning process. The purposes of this study are to develop authentic assessment based on project, its quality and student’s holistic learning achievement on the theme of heat that measured by it. The research design applied in this research is a Research and Development (R&D). The research data are consist of validity product by experts, students and teachers response, and student’s study result. The result of this research is authentic assessment based on project that are developed by five dimensional framework for authentic assessment. The result showed that authentic assessment based on project have a very good quality in language, content material, and evaluation aspect. Coefficient reliability in large scale phase for self-assessment, peer-assessment, project-assessment, attitude assessment, and multiple choices is 0.855, 0.561, 0.870, 0.697, and 0.601. In implementation phase, all of students show some attitudes, 83.67% of students exceled at cognitive competency, and all of students exceled at skills that are measured. Based on those data, it can be concluded that authentic assessment based on project in the theme of heat that had been developed is well-applied for and capable of measuring afective, cognitive, and psychomotor aspects of 7th grade junior high school.
Peningkatan Kompetensi Guru SD dalam Perancangan RPP dengan Pendekatan Saintifik Melalui Workshop Sutono, Edi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.13392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman teoretis/konseptual guru SD Kelas Rendah di Kecamatan Mijen Semarang dalam pembuatan RPP dengan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013 revisi 2016 sebelum dan sesudah pelaksanaan workshop dan meningkatkan Kompetensi Guru dalam perancangan RPP dengan Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 sebelum dan sesudah workshop tersebut. Subjek penelitian adalah guru kelas rendah Sekolah Dasar se-Dabin III Kecamatan Mijen. Adapun sampel penelitian dilakukan dengan teknik random sampling, dengan cara undian dan didapat 21 guru. Data berupa hasil tes teoritis dan perencangan RPP yang telah dibuat guru. Dari RPP tersebut dinilai aspek-aspek format RPP, kelengkapan komponen, bahasa, kesesuaian perumusan Komptensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator pencapaiannya, ketepatan dan kedalaman isi RPP yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Data penelitian diambil dengan teknik observasi, kuesioner, wawancara terstruktur, dan hasil unjuk kinerja guru dalam merancang RPP. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif persentase untuk mendapatkan rata-rata hasil tes dan kinerja guru dalam merancang RPP sebelum dan sesudah worshop. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa workshop tersebut dapat meningkatkan pemahaman teoretis/konseptual terhadap pengetahuan komponen-komponen RPP sebesar 9,85, % serta meningkatkan kompetensi guru dalam perancangan RPP berbasis pada pendekatan saintifik Kurikulum 2013 sebesar 8,50%.The purposes of this research were finding theoretical understanding of elementary school teachers at UPTD Mijen Semarang in making RPP with scientific approach of Curriculum 2013 revised 2016 before and after workshop and theirs competence in making RPP based on Curriculum 2013 before and after the workshop. The subjects were low grade teachers of Elementary School. The research subject was conducted by random sampling technique, by lottery and got 21 teachers. Data were the result of theoretical test and teachers’ performance in designing of RPP that they have made. It was assessed aspects of the format, completeness of components, language, the suitability of the formulation of core competency, basic competency, and indicators of achievement, accuracy and depth of RPP content which includes preliminary, core, and final activities. The data were taken with several techniques: direct observation, questionnaire, structured interview, and teacher performance in designing RPP. Data analysis technique were descriptive percentage for getting the average of test result and teachers’ performance in designing of RPP before and after workshop. Based on the results, it could be concluded that workshop could improve teachers’ theoretical understanding of RPP components of 9.85%, and teachers’ competence in designing of RPP of 8.50%.
Pengembangan Alat Evaluasi Literasi Sains untuk Mengukur Kemampuan Literasi Sains Siswa Bertema Perpindahan Kalor dalam Kehidupan Fu’adah, Hanif; Rusilowati, Ani; Hartono, Hartono
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11350

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen evaluasi berbasis literasi sains yang teruji validitas, reliabilitas, dan karakteristiknya untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains siswa. Kategori kemampuan literasi sains meliputi sains sebagai batang tubuh pengetahuan, sains sebagai cara berpikir, sains sebagai cara menyelidiki, dan interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Batang. Uji validitas dilakukan dengan validitas isi, kriteria, dan validasi ahli. Uji reliabilitas dilakukan dengan mencari harga koefisien reliabilitas r. Uji karakteristik dilakukan dengan menentukan taraf kesukaran dan daya pembeda. Profil kemampuan literasi sains ditentukan dengan mengukur penguasaan literasi sains siswa. Hasil uji reliabilitas yang diperoleh yaitu harga r pada uji coba awal dan akhir berturut- turut 0,68 dan 0,85. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan memenuhi validitas isi, kriteria, dan validasi ahli dengan kriteria valid, sangat valid, dan sangat valid. Karakteristik instrumen evaluasi yang dikembangkan menunjukkan bahwa instrumen mempunyai proporsi taraf kesukaran yaitu 5% soal mudah, 85% soal sedang, dan 10% soal sukar. Hasil analisis daya pembeda selanjutnya dipadukan dengan taraf keusukaran dan didapatkan 20 butir soal dengan kualitas baik yang dapat digunakan. Profil kemampuan literasi sains menunjukkan bahwa penguasaan literasi sains masih rendah yaitu di bawah 60% untuk semua kategori.
Pengembangan Chemistry Adventure Sheets Berorientasi Chemo-Entrepreneurship Terintegrasi Pendidikan Karakter Triawan, Singgih Ade; Supardi, Kasmadi Imam; Wijayati, Nanik
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan dari pengembangan Chemistry Adventure Sheets (CAS). CAS merupakan salah satu bentuk lembar kerja siswa yang mengaitkan materi dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah Chemo-Entrepreneurship(CEP) terintegrasi pendidikan karakter, sehingga dapat membantu pelaksanaan Kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R n D dengan model yang dimodifikasi dari 4-D menurut Thiagarajan dan Semmel terdiri dari Define, Design, dan Develop. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) CAS “sangat layak” digunakan berdasarkan hasil penilaian pakar yang meliputi aspek bahan ajar, aspek desain, aspek materi, aspek bahasa,aspek karakter religius, dan aspek CEP. (2) CAS “efektif” digunakan dalam pembelajaran Kimia dengan pencapaian ketuntasan klasikal 78,57 % untuk aspek kognitif, ketuntasan klasikal 100 % untuk aspek psikomotorik, rata-rata skor aspek afektif adalah 70,61 dengan kriteria “membudaya”, rata-rata skor minat berwirausaha 101,07 dengan kriteria “tinggi”, tanggapan guru dan siswa “sangat efektif”.This study aims to determine the feasibility and effectiveness of development Chemistry Adventure Sheets (CAS). CAS is one form of worksheets students who associate the material with events in everyday life. The approach used is Chemo-Entrepreneurship (CEP) integrated character education, so as to assist the implementation of Curriculum 2013. The method used in this research is the R n D with a modified model of the 4-D according to Thiagarajan and Semmel consists of Define, Design, and develop. Based on the results obtained: (1) CAS "very decent" used by the results of expert assessment covering the aspects of teaching materials, design aspects, material aspects, language aspects, aspects of religious character, and aspects of the CEP. (2) CAS "effective" is used in teaching chemistry with classical completeness achievement of 78.57% for cognitive, classical completeness 100% for psychomotor aspect, the average score was 70.61 affective aspect with the criteria of "entrenched", the average scores interest in entrepreneurship 101.07 with the criteria of "high", the responses of teachers and students "very effective". 
Profil Kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Calon Guru Biologi Sukaesih, Sri; Ridlo, Saiful; Saptono, Sigit
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11026

Abstract

Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan kompetensi spesifik guru yang merupakan paduan antara pengetahuan konten dan pedagogik yang berkembang seiring waktu dan pengalaman. Melalui pembelajaran, PCK calon guru dapat dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil kemampuan PCK calon guru Biologi FMIPA UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan PCK calon guru biologi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Microteaching pada semester genap 2016/2017. Profil PCK calon guru diperoleh dengan menganalisis instrumen CoRe dan PaPeR. Berdasarkan analisis CoRe dan PaPeR menunjukkan hal-hal berikut: Materi yang banyak dipilih untuk microteaching adalah materi kelas XI (58%), materi kelas X (31%), dan materi kelas XII (12%).  Jumlah ide besar untuk mengembangkan materi ajar ada 3 sampai 5. Calon guru biologi sudah baik dalam mengelola waktu mengajar dan sudah baik kemampuannya dalam memilih strategi pembelajaran (85%). Ada 62% calon guru memiliki penguasaan konsep dengan benar, sedangkan 38% memiliki penguasaan konsep yang tidak mendalam, dan ada yang mengarah pada miskonsepsi. Ada 77% calon guru menunjukkan kesulitan dalam mengelola kelas yang efektif. Calon guru belum memanfaatkan media secara maksimal, diantaranya dalam menciptakan interaksi siswa dengan media pembelajaran. Simpulan penelitian ini bahwa kemampuan PCK calon guru Biologi perlu dioptimalkan dalam beberapa aspek konten dan pedagogik.Pedagogical Content Knowledge (PCK) is a kind of spesific competency which is a combination of pedagogical and content knowledge and improved throughout times and experiences. This improvement can be achieved together with the learning process. The purpose of this research was to analyzed the PCK profile of prospective Biology teacher within FMIPA UNNES. The analysis was done descriptively with student of Microteaching course during second semester of 2016/2017 as the research subjects. The profile of the PCK was gained by using CoRe and PaPeR. The evaluation of CoRe and PaPeR showed that the frequently choosen Biology substances for Microteaching are the substances of 11th grade (58%), 10th grade (31%), and 12th grade (12%). The main idea to develop learning material was ranging from 3 to 5. The prospective Biology teacher has already been capable enough in teaching time management and learning strategy selection (85%). There was 62 % prospective teacher with appropriate perceptive among Biology concepts and only 38% with lack or even mistaken concept. 77% prospective teacher was having trouble in effectively handling the class. Most of them has not maximally used media, including in the creation of student and media interaction. It was concluded that the prospective teacher PCK was can be optimized in many aspect of pedadogic and content.
Peningkatan Profesionalisme Guru melalui Pelatihan Inovasi Pembelajaran: Program Rintisan bagi Guru di Kabupaten Semarang Haryono, Haryono; Stanislaus, Sugiyarta; Budiyono, Budiyono; Widhanarto, Ghanis Putra
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.12031

Abstract

Memperkuat kerangka profesionalisasi guru terutama dalam praksis pembelajaran di kelas, diperlukan program pelatihan bagi guru yang relevan dengan kebutuhan dan sekaligus dapat diimplementasikan untuk memberikan dampak langsung pada perolehan belajar siswa. Tujuan dari program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya model profesionalisasi guru dalam praktik pembelajaran di kelas/sekolah guna memperbaiki kualitas perolehan hasil belajar siswa. Metode diterapkan dalam hal ini adalah pendidikan masyarakat (yang dalam hal ini guru di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang) dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembelajaran inovatif. Hasil yang dicapai secara umum adalah guru yang berkualitas dan mampu berinovasi melalui penguatan bidang ilmu. Program pelatihan menjadi upaya dalam memberikan bekal pengetahuan dan wawasan tentang berbagai inovasi pembelajaran baik yang bersifat konsep maupun yang bersifat praktik dalam kerangka meningkatkan profesionalisme guru dan perolehan hasil belajar siswa. Strengthening teacher's professionalism framework especially in classroom teaching praxis, teacher training programs are needed for teachers who are relevant to the needs and can be implemented to have a direct impact on the learning achievement of the students. The purpose of this program of community service activities is the formation of teacher professionalization model in the practice of learning in the classroom / school to improve the quality of student learning outcomes. The method applied in this case is community education (in this case teachers in some sub-districts in Semarang) in an effort to improve knowledge and innovative learning skills. The results achieved are generally qualified teachers and able to innovate through strengthening the field of science. The training program is an effort to provide knowledge and insight into the various innovative learning both conceptual and practical in the framework of improving the professionalism of teachers and the achievement of student learning outcomes.
Pengembangan Chemistry Adventure Sheets Berorientasi Chemo-Entrepreneurship Terintegrasi Pendidikan Karakter Triawan, Singgih Ade; Supardi, Kasmadi Imam; Wijayati, Nanik
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan dari pengembangan Chemistry Adventure Sheets (CAS). CAS merupakan salah satu bentuk lembar kerja siswa yang mengaitkan materi dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah Chemo-Entrepreneurship(CEP) terintegrasi pendidikan karakter, sehingga dapat membantu pelaksanaan Kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R n D dengan model yang dimodifikasi dari 4-D menurut Thiagarajan dan Semmel terdiri dari Define, Design, dan Develop. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) CAS “sangat layak” digunakan berdasarkan hasil penilaian pakar yang meliputi aspek bahan ajar, aspek desain, aspek materi, aspek bahasa,aspek karakter religius, dan aspek CEP. (2) CAS “efektif” digunakan dalam pembelajaran Kimia dengan pencapaian ketuntasan klasikal 78,57 % untuk aspek kognitif, ketuntasan klasikal 100 % untuk aspek psikomotorik, rata-rata skor aspek afektif adalah 70,61 dengan kriteria “membudaya”, rata-rata skor minat berwirausaha 101,07 dengan kriteria “tinggi”, tanggapan guru dan siswa “sangat efektif”.This study aims to determine the feasibility and effectiveness of development Chemistry Adventure Sheets (CAS). CAS is one form of worksheets students who associate the material with events in everyday life. The approach used is Chemo-Entrepreneurship (CEP) integrated character education, so as to assist the implementation of Curriculum 2013. The method used in this research is the R n D with a modified model of the 4-D according to Thiagarajan and Semmel consists of Define, Design, and develop. Based on the results obtained: (1) CAS "very decent" used by the results of expert assessment covering the aspects of teaching materials, design aspects, material aspects, language aspects, aspects of religious character, and aspects of the CEP. (2) CAS "effective" is used in teaching chemistry with classical completeness achievement of 78.57% for cognitive, classical completeness 100% for psychomotor aspect, the average score was 70.61 affective aspect with the criteria of "entrenched", the average scores interest in entrepreneurship 101.07 with the criteria of "high", the responses of teachers and students "very effective". 
Profil Kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Calon Guru Biologi Sukaesih, Sri; Ridlo, Saiful; Saptono, Sigit
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11026

Abstract

Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan kompetensi spesifik guru yang merupakan paduan antara pengetahuan konten dan pedagogik yang berkembang seiring waktu dan pengalaman. Melalui pembelajaran, PCK calon guru dapat dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil kemampuan PCK calon guru Biologi FMIPA UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan PCK calon guru biologi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Microteaching pada semester genap 2016/2017. Profil PCK calon guru diperoleh dengan menganalisis instrumen CoRe dan PaPeR. Berdasarkan analisis CoRe dan PaPeR menunjukkan hal-hal berikut: Materi yang banyak dipilih untuk microteaching adalah materi kelas XI (58%), materi kelas X (31%), dan materi kelas XII (12%).  Jumlah ide besar untuk mengembangkan materi ajar ada 3 sampai 5. Calon guru biologi sudah baik dalam mengelola waktu mengajar dan sudah baik kemampuannya dalam memilih strategi pembelajaran (85%). Ada 62% calon guru memiliki penguasaan konsep dengan benar, sedangkan 38% memiliki penguasaan konsep yang tidak mendalam, dan ada yang mengarah pada miskonsepsi. Ada 77% calon guru menunjukkan kesulitan dalam mengelola kelas yang efektif. Calon guru belum memanfaatkan media secara maksimal, diantaranya dalam menciptakan interaksi siswa dengan media pembelajaran. Simpulan penelitian ini bahwa kemampuan PCK calon guru Biologi perlu dioptimalkan dalam beberapa aspek konten dan pedagogik.Pedagogical Content Knowledge (PCK) is a kind of spesific competency which is a combination of pedagogical and content knowledge and improved throughout times and experiences. This improvement can be achieved together with the learning process. The purpose of this research was to analyzed the PCK profile of prospective Biology teacher within FMIPA UNNES. The analysis was done descriptively with student of Microteaching course during second semester of 2016/2017 as the research subjects. The profile of the PCK was gained by using CoRe and PaPeR. The evaluation of CoRe and PaPeR showed that the frequently choosen Biology substances for Microteaching are the substances of 11th grade (58%), 10th grade (31%), and 12th grade (12%). The main idea to develop learning material was ranging from 3 to 5. The prospective Biology teacher has already been capable enough in teaching time management and learning strategy selection (85%). There was 62 % prospective teacher with appropriate perceptive among Biology concepts and only 38% with lack or even mistaken concept. 77% prospective teacher was having trouble in effectively handling the class. Most of them has not maximally used media, including in the creation of student and media interaction. It was concluded that the prospective teacher PCK was can be optimized in many aspect of pedadogic and content.
Peningkatan Profesionalisme Guru melalui Pelatihan Inovasi Pembelajaran: Program Rintisan bagi Guru di Kabupaten Semarang Haryono, Haryono; Stanislaus, Sugiyarta; Budiyono, Budiyono; Widhanarto, Ghanis Putra
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.12031

Abstract

Memperkuat kerangka profesionalisasi guru terutama dalam praksis pembelajaran di kelas, diperlukan program pelatihan bagi guru yang relevan dengan kebutuhan dan sekaligus dapat diimplementasikan untuk memberikan dampak langsung pada perolehan belajar siswa. Tujuan dari program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya model profesionalisasi guru dalam praktik pembelajaran di kelas/sekolah guna memperbaiki kualitas perolehan hasil belajar siswa. Metode diterapkan dalam hal ini adalah pendidikan masyarakat (yang dalam hal ini guru di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang) dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembelajaran inovatif. Hasil yang dicapai secara umum adalah guru yang berkualitas dan mampu berinovasi melalui penguatan bidang ilmu. Program pelatihan menjadi upaya dalam memberikan bekal pengetahuan dan wawasan tentang berbagai inovasi pembelajaran baik yang bersifat konsep maupun yang bersifat praktik dalam kerangka meningkatkan profesionalisme guru dan perolehan hasil belajar siswa. Strengthening teacher's professionalism framework especially in classroom teaching praxis, teacher training programs are needed for teachers who are relevant to the needs and can be implemented to have a direct impact on the learning achievement of the students. The purpose of this program of community service activities is the formation of teacher professionalization model in the practice of learning in the classroom / school to improve the quality of student learning outcomes. The method applied in this case is community education (in this case teachers in some sub-districts in Semarang) in an effort to improve knowledge and innovative learning skills. The results achieved are generally qualified teachers and able to innovate through strengthening the field of science. The training program is an effort to provide knowledge and insight into the various innovative learning both conceptual and practical in the framework of improving the professionalism of teachers and the achievement of student learning outcomes.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue