cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 48, No 2 (2019): September" : 12 Documents clear
Observasi Pengawas Sekolah terhadap Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kinerja Guru Nurhidayah, Nurhidayah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.19694

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah apakah Model Pembelajaran Problem – Based Learning dapat meningkatkan kemampuan guru yang mengajar di SMA Patra Mandiri 1 Palembang?.Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar melalui Model Pembelajaran Problem – Based Learning di SMA Patra Mandiri 1 Palembang.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah para guru SMA Patra Mandiri 1 Palembang. Data yang diperoleh dari hasil penggalian data lembar observasi pengamatan terhadap para guru SMA Patra Mandiri 1 Palembang.Dari hasil Data yang diperoleh menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Problem – Based Learning   memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa SMA Patra Mandiri 1 Palembang dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60.00%), siklus II (85.71%).  ABSTRACTThe problem to be examined in this study is whether the Problem-Based Learning Model can improve the ability of teachers who teach at Patra Mandiri High School 1 Palembang ?. The purpose of this action research is to improve the ability of teachers to teach through Problem-Based Learning in Patra High School. Mandiri 1 Palembang. This study uses action research as much as two cycles. Each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, evaluation and reflection. The target of this study was the teachers of the 1 Patra Mandiri High School in Palembang. Data obtained from the results of extracting observational sheet data on the teachers of the Patra Mandiri 1 High School in Palembang. From the results, the data obtained indicate that the Problem-Based Learning Learning Model has a positive impact on improving Teacher Performance which is marked by increased learning completeness in Patra Mandiri High School students 1 Palembang in each cycle, namely cycle I (60.00%), cycle II (85.71%).
Model-Model Pembelajaran Vokasional 4Cs Pada Sekolah Menegah Kejuruan Iskandar, Ranu; Sudira, Putu
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.18570

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur dari berbagai sumber yang membahas model Pembelajaran vokasional di SMK. Studi literatur ini meneliti model pembelajaran vokasional di SMK dikaitkan dengan 4Cs. Hasil studi menunjukkan bahwa pentingnya analisis model pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang diajarkan. Selain itu, TeFa yang digalakan oleh pemerintah mengahadapi berbagai tantangan sehingga dibutuhkan solusinya. Penelitian berikutnya yang menarik untuk dikembangkan sebagai riset adalah keefektifan masing-masing model pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan 4Cs. Selain itu, model pembelajaran vokasional perlu diintegrasikan dengan model pembelajaran vokasional lainnya. This research is a literature study from various sources that discuss vocational learning models in vocational high schools. This literature study examines the vocational learning model in SMK associated with 4Cs. The results of the study show that the importance of analyzing learning models that are adjusted to the learning objectives based on the basic competencies taught. In addition, TeFa which is promoted by the government faces various challenges so a solution is needed. The next research that is interesting to be developed as research is the effectiveness of each learning model that has been adapted to 4Cs. In addition, vocational learning models need to be integrated with other vocational learning models.
Strategi Pembelajaran PAI pada Autisme dengan Pendekatan Mirror Neuron MZ, Rafika Dwi Rahmah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.19329

Abstract

Seseorang dengan autisme memiliki kesulitan dalam pembelajaran yang melibatkan aktivasi sistem cermin neuron akan tetapi beberapa penelitian mendokumentasikan bahwa seseorang dengan autisme dapat menyelesaikan tugas sosial-emosional yang melibatkan proses deklaratif inferensial. Berawal dari hal tersebut penulis mengkaji keterlibatan antara autisme dan sistem cermin neuron pada pembelajaran PAI sebagai pendekatan, penanganan autisme yang menekankan imitasi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal sehingga dapat membantu dalam mengembangkan pendekatan pedagogik PAI dan pengobatan yang tepat untuk autisme. Artikel ini merupakan literatur review dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dari kajian analisis faktor tersebut penulis menemukan lima aspek yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan sistem cermin neuron yang dapat dikembangkan: (i) meningkatkan perkembangan intelektual dengan berinteraksi sosial, (ii) memotivasi dalam menghadirkan dan memberikan model seperti para nabi dan sahabat, (iii) penggunaan pembelajaran yang fleksibel dan selektif, (iv) mekanisme yang memungkinkan untuk pemetaan implisit dan belajar dari perilaku para nabi dan sahabat serta (v) Seseorang yang berperan sebagai mediator dan pembantu. Dari lima aspek tersebut model pembelajaran yang tepat digunakan adalah Early Start Denver (ESD). 
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatan Hasil Belajar IPA dan Keaktifan Siswa pada Submateri Pengukuran Nursaadah, Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.22739

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA dan keaktifan siswa pada submateri pengukuran. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP 5 Semarang sebanyak 32 siswa. Penelitian dilaksanakan dengan tahapan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi keaktifan, tes pada siklus I dan siklus II, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan membandingkan hasil observasi hasil belajar IPA dan keaktifan siswa pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA pada pre test siklus I (57,19) dan post test siklus I (68,44), pre test siklus II (75,31) dan post test siklus II (82,50). Ada peningkatan keaktifan siswa pada siklus I (71,43%), dan siklus II (76,67 %). Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA dan keaktifan siswa pada submateri pengukuran.The study aims to increase science learning outcomes and student activeness in submateri measurement. The research subjects were 32 students of class VII E SMP 5 Semarang. The research was conducted with pre-cycle cycle, cycle I and cycle II. Data collected by activeness observation, tests conducted in cycle I and cycle II, and documentation Data analysis techniques by comparing the results of activeness observations and learning outcomes in the pre-cycle, cycle I, and cycle II. The results showed that there was an increase in science learning outcomes in pre-test cycle I (50.94) and post test cycle I (68.44), pre test cycle II (73.09) and post test cycle II (82.19). There was an increase in student activiteness in cycle I (57.48%), and cycle II (65.67%).  The implementation of Problem Based Learning model can increace science learning outcomes and student activeness in submateri measurement. Keywords:
Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Penguasaan Kosakata dalam Materi Narative Text Menggunakan Model Discovery Learning dengan Teknik Talking Stick Mulyani, Sri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.22949

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didikmelalui Model Discovery Learning. Berdasarkan minat dan hasil belajar peserta didik kelas IX F SMP 5 Semarang dalam mata pelajaran Bahasa Inggris sub- memberi dan meminta informasi terkait Teks Naratif dalampenguasaan kosakata ditemukan bahwaminat dan hasil belajar peserta didik masih sangat rendah.  Rata – rata minat belajar sangat kurang dan hasil belajar masih sangat rendah atau masih dibawah KKM. Penelitian ini menggunakan model Discovery Learning.  Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 32 orang peserta didik kelas IX F SMP 5 Semarang.Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan test.Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif persentase.     Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkanminat dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris sub-memberi dan meminta informasi terkait Teks Naratif dalam penguasaan kosakata di SMP 5 Semarang.Minat belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Minat belajar pada siklus I adalah 20,31% meningkat menjadi 35,40%, peningkatan minat belajar signifikan dengan nilai KKM yang diharapkan. Sedangkan untuk hasil belajar juga mengalami peningkatan yangsignifikan,dari siklus I ke siklus II . Hasil belajar peserta didik pada siklus I adalah 76,25% meningkat menjadi 83,44%. The purpose of this study is to increase students’ interest and learning outcomes through the Discovery Learning Model. Based on the interests and learning outcomes of students of class IX F of SMP 5 Semarang in English sub-giving and asking for information related to Narrative Texts in vocabulary mastery, it was found that students’ interest and learning outcomes are still very low. The average interest in learning is very lacking and learning outcomes are still very low or still under the KKM (Minimal Completeness Criteria). This research uses  the Discovery Learning model. The procedure of this research includes planning, action, observation, and reflection. This study uses two cycles with four meetings. The research subjects consisted of 32 students of class IX F of SMP 5 Semarang. Research data were collected using observation sheets and tests. Data were analyzed using descriptive percentages. Based on the results of the study it can be concluded that the Discovery Learning Learning Model can increase the interest and learning outcomes of students in English subject sub-giving and asking for information related to Narrative Texts in vocabulary mastery in SMP 5 Semarang. Students learning interest from cycle I to cycle II. Learning interest in the first cycle was 20.31% increased to 35.40%, a significant increase in learning interest with the expected KKM value. As for learning outcomes also experienced a significant increase, from cycle I to cycle II. Students learning outcomes in the first cycle was 76.25% increased to 83.44%.
Collaborative Process for Evaluating Education Technology In School Widhanarto, Ghanis Putra; Sukirman, Sukirman; Prihatin, Titi; Sulistio, Basuki; Iriyanti, Novita Trisna
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.22993

Abstract

The purpose of this study is to uncover a collaborative process of educational technology in schools, they call evaluating, decision making, and applying. Through qualitative methods revealed how evaluative processes can include interdisciplinary stakeholders, and then to explore the process of applying technology in school in the context of teaching and learning in real terms on subjects. The research design begins with the identification of learning activities, the development of evaluation criteria that maps the objectives of learning activities and the needs of policy makers, and the interventions of educational technology activities in the teaching and learning process. The results of the study are identified evaluation methods that involve collaborating interdisciplinary stakeholders on teacher teaching abilities for the purpose of exposing several divergent perspectives and views. The implication for academics who need pedagogical is the exposure of patterns and completeness of administrative support.
Strategi Pembelajaran PAI pada Autisme dengan Pendekatan Mirror Neuron
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.19329

Abstract

Seseorang dengan autisme memiliki kesulitan dalam pembelajaran yang melibatkan aktivasi sistem cermin neuron akan tetapi beberapa penelitian mendokumentasikan bahwa seseorang dengan autisme dapat menyelesaikan tugas sosial-emosional yang melibatkan proses deklaratif inferensial. Berawal dari hal tersebut penulis mengkaji keterlibatan antara autisme dan sistem cermin neuron pada pembelajaran PAI sebagai pendekatan, penanganan autisme yang menekankan imitasi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal sehingga dapat membantu dalam mengembangkan pendekatan pedagogik PAI dan pengobatan yang tepat untuk autisme. Artikel ini merupakan literatur review dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dari kajian analisis faktor tersebut penulis menemukan lima aspek yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan sistem cermin neuron yang dapat dikembangkan: (i) meningkatkan perkembangan intelektual dengan berinteraksi sosial, (ii) memotivasi dalam menghadirkan dan memberikan model seperti para nabi dan sahabat, (iii) penggunaan pembelajaran yang fleksibel dan selektif, (iv) mekanisme yang memungkinkan untuk pemetaan implisit dan belajar dari perilaku para nabi dan sahabat serta (v) Seseorang yang berperan sebagai mediator dan pembantu. Dari lima aspek tersebut model pembelajaran yang tepat digunakan adalah Early Start Denver (ESD). 
Observasi Pengawas Sekolah terhadap Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.19694

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah apakah Model Pembelajaran Problem – Based Learning dapat meningkatkan kemampuan guru yang mengajar di SMA Patra Mandiri 1 Palembang?.Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar melalui Model Pembelajaran Problem – Based Learning di SMA Patra Mandiri 1 Palembang.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah para guru SMA Patra Mandiri 1 Palembang. Data yang diperoleh dari hasil penggalian data lembar observasi pengamatan terhadap para guru SMA Patra Mandiri 1 Palembang.Dari hasil Data yang diperoleh menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Problem – Based Learning   memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa SMA Patra Mandiri 1 Palembang dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60.00%), siklus II (85.71%).  ABSTRACTThe problem to be examined in this study is whether the Problem-Based Learning Model can improve the ability of teachers who teach at Patra Mandiri High School 1 Palembang ?. The purpose of this action research is to improve the ability of teachers to teach through Problem-Based Learning in Patra High School. Mandiri 1 Palembang. This study uses action research as much as two cycles. Each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, evaluation and reflection. The target of this study was the teachers of the 1 Patra Mandiri High School in Palembang. Data obtained from the results of extracting observational sheet data on the teachers of the Patra Mandiri 1 High School in Palembang. From the results, the data obtained indicate that the Problem-Based Learning Learning Model has a positive impact on improving Teacher Performance which is marked by increased learning completeness in Patra Mandiri High School students 1 Palembang in each cycle, namely cycle I (60.00%), cycle II (85.71%).
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatan Hasil Belajar IPA dan Keaktifan Siswa pada Submateri Pengukuran
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.22739

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA dan keaktifan siswa pada submateri pengukuran. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP 5 Semarang sebanyak 32 siswa. Penelitian dilaksanakan dengan tahapan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi keaktifan, tes pada siklus I dan siklus II, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan membandingkan hasil observasi hasil belajar IPA dan keaktifan siswa pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA pada pre test siklus I (57,19) dan post test siklus I (68,44), pre test siklus II (75,31) dan post test siklus II (82,50). Ada peningkatan keaktifan siswa pada siklus I (71,43%), dan siklus II (76,67 %). Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA dan keaktifan siswa pada submateri pengukuran.The study aims to increase science learning outcomes and student activeness in submateri measurement. The research subjects were 32 students of class VII E SMP 5 Semarang. The research was conducted with pre-cycle cycle, cycle I and cycle II. Data collected by activeness observation, tests conducted in cycle I and cycle II, and documentation Data analysis techniques by comparing the results of activeness observations and learning outcomes in the pre-cycle, cycle I, and cycle II. The results showed that there was an increase in science learning outcomes in pre-test cycle I (50.94) and post test cycle I (68.44), pre test cycle II (73.09) and post test cycle II (82.19). There was an increase in student activiteness in cycle I (57.48%), and cycle II (65.67%).  The implementation of Problem Based Learning model can increace science learning outcomes and student activeness in submateri measurement. Keywords:
Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Penguasaan Kosakata dalam Materi Narative Text Menggunakan Model Discovery Learning dengan Teknik Talking Stick
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i2.22949

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didikmelalui Model Discovery Learning. Berdasarkan minat dan hasil belajar peserta didik kelas IX F SMP 5 Semarang dalam mata pelajaran Bahasa Inggris sub- memberi dan meminta informasi terkait Teks Naratif dalampenguasaan kosakata ditemukan bahwaminat dan hasil belajar peserta didik masih sangat rendah.  Rata – rata minat belajar sangat kurang dan hasil belajar masih sangat rendah atau masih dibawah KKM. Penelitian ini menggunakan model Discovery Learning.  Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 32 orang peserta didik kelas IX F SMP 5 Semarang.Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan test.Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif persentase.     Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkanminat dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris sub-memberi dan meminta informasi terkait Teks Naratif dalam penguasaan kosakata di SMP 5 Semarang.Minat belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Minat belajar pada siklus I adalah 20,31% meningkat menjadi 35,40%, peningkatan minat belajar signifikan dengan nilai KKM yang diharapkan. Sedangkan untuk hasil belajar juga mengalami peningkatan yangsignifikan,dari siklus I ke siklus II . Hasil belajar peserta didik pada siklus I adalah 76,25% meningkat menjadi 83,44%. The purpose of this study is to increase students’ interest and learning outcomes through the Discovery Learning Model. Based on the interests and learning outcomes of students of class IX F of SMP 5 Semarang in English sub-giving and asking for information related to Narrative Texts in vocabulary mastery, it was found that students’ interest and learning outcomes are still very low. The average interest in learning is very lacking and learning outcomes are still very low or still under the KKM (Minimal Completeness Criteria). This research uses  the Discovery Learning model. The procedure of this research includes planning, action, observation, and reflection. This study uses two cycles with four meetings. The research subjects consisted of 32 students of class IX F of SMP 5 Semarang. Research data were collected using observation sheets and tests. Data were analyzed using descriptive percentages. Based on the results of the study it can be concluded that the Discovery Learning Learning Model can increase the interest and learning outcomes of students in English subject sub-giving and asking for information related to Narrative Texts in vocabulary mastery in SMP 5 Semarang. Students learning interest from cycle I to cycle II. Learning interest in the first cycle was 20.31% increased to 35.40%, a significant increase in learning interest with the expected KKM value. As for learning outcomes also experienced a significant increase, from cycle I to cycle II. Students learning outcomes in the first cycle was 76.25% increased to 83.44%.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue