cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
ANALISIS GAYA BAHASA WACANA DI ASAHI.COM
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa wacana dalam surat kabar online asahi.com. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis data kalimat dan kata berbentuk tulisan dari asahi shinbun online. Penelitian ini menemukan bahwa bahasa yang digunakan oleh surat kabar online asahi.com lebih mengutamakan efesiensi penulisan yang tertuang dalam penggunaan gaya bahasa elipsis. Pelesapan terjadi pada unsur partikel no、unsur kata kerjasuru、dan kopula da. Meskipun terjadi pelesapan, hal itu tidak mempengaruhi atau mengaburkan makna informasi dan opini yang disampaikan kepada pembaca. Selain itu munculnya gaya bahasa eufemisme lewat media huruf katakana dan kata yang mengandung arti idiom, untuk melukiskan opini atau informasi yang dianggap kurang baik. Meskipun demikian tidak ada standar yang jelas mengenai penggunaan kedua gaya bahasa ini sehingga berakibat pada penggunaan bahasa Jepang yang midare (tidak teratur). This research aimed to find out the use of figurative language of discourse on the online newspaper asahi.com. It used qualitative method for analysing data. The data were sentences and words in a form of writings from asahi shinbun online. The result of the research was the language used by the online newspaper, asahi.com, prioritize more on writing efficiency filled on elliptical style. A vanishing language occured on no、particle, suru、verb element, and da copula. However, it did not influence and blur out significances of information and opinion uttered to the reader. Besides that, euphemism appeared through media of katakana letters and idiomatic words in order to illustrate less good opinion and information. As a result, there was no clear standard about the use of those two figures of speech, and it caused the use of midare (irregular) Japanese language. 
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK TUNA RUNGU SEKALIGUS TUNA WICARA PADA USIA 6 TAHUN (STUDI KASUS ROSMAWATI)
Lingua Vol 16, No 2 (2020): July 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak tuna rungu sekaligus tuna wicara pada usia 6 tahun. Data penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil observasi langsung tuturan anak tuna rungu sekaligus mengalami tuna wicara. Sumber data penelitian ini berasal dari seorang anak bernama Rosma berasal dari Desa Padang Luar, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode cakap dan metode simak. Hasil dalam penelitian ini yaitu pemerolehan bahasa anak tuna rungu sekaligus tuna wicara berbeda jauh dengan anak normatif. Pemerolehan berbahasa anak tuna rungu sekaligus menderita tuna wicara, khususnya aspek berbicara terjadi sangat lambat sehingga memerlukan waktu yang lama agar dapat menggunakan bahasa yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Anak anak tuna rungu sekaligus menderita tuna wicara lebih menguasai huruf vokal dibandingkan konsonan.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bahasa Jepang, tanpa menyebutkan keterangan waktu pun, dapatdiketahui kapan peristiwa itu terjadi melalui perubahan kata kerja yangmengikuti kalimat tersebut. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilahmilahantara kata kerja bentuk –ta, –te atau –masu yang dicocokkan denganalur cerita dan tema dalam sebuah karangan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengemukakan permasalahan yaitu kesalahan apa saja(penggunaan kala dan aspek) yang terdapat dalam sebuah karangan, serta apapenyebab terjadinya kesalahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kesalahan apa saja (penggunaan kala dan aspek) yang terdapatdalam sebuah karangan, serta apa penyebab terjadinya kesalahan tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitianadalah mahasiswa Jurusan BSA Program Studi D3 Bahasa Jepang. Sampel yangdigunakan adalah total sampling yaitu seluruh mahasiswa D3 Bahasa Jepangsemester 5. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa hasilkarangan yang bertema Tanoshii Ichinichi, Daigaku Seikatsu dan Watashi noKuni no Kyooiku. Langkah analisis data yaitu mengumpulkan hasil karangan,mengidentifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, mengklasifikasi kesalahan,dan mengevaluasi kesalahan. Melalui penelitian ini diketahui bahwa kesalahankala dan aspek pada sebuah karangan khususnya pada tema Tanoshii Ichinichi,Daigaku Seikatsu dan Watashi no Kuni no Kyooiku terdapat pada kata kerja,kata sifat dan kata benda. Kesalahan tersebut dikarenakan kekurangpahamantentang penggunaan kala dan aspek yaitu penggunaan kata kerja, kata sifatdan kata bentuk lampau, sekarang dan akan datang, dalam menulis sebuahkarangan tidak memperhatikan makna dan maksud alur cerita, tidakmemperhatikan tema dan situasi yang berhubungan dengan tema sehingga isikarangan tidak sesuai, misalnya; tema yang menceritakan pengalaman berartikata kerja, kata sifat dan kata benda yang umumnya digunakan adalah bentuklampau. Jenis aspek yang menjadi kesalahan yaitu aspek abituatif adalah aspekyang menggambarkan perbuatan yang menjadi kebiasaan, aspek inkoatifadalah aspek yang menggambarkan perbuatan mulai, aspek inkompletif adalahaspek yang menggambarkan perbuatan yang belum selesai dan aspekkompletif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan selesai.Kata Kunci: kala, aspek inkoatif, aspek abituatif, inkompletif, aspek kompletif
POLA TUTURAN PERCAKAPAN DALAM TEKS DRAMA ANGGUN NAN TONGGA KARYA WISRAN HADI
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedudukan dialog karena dialog merupakan bagian utama dalam drama. Oleh sebab itu, unsur-unsur yang membentuk sebuah dialog tersebut perlu diperhatikan karena baik atau tidaknya kualitas sebuah drama ditentukan oleh dialog. Sebagai bentuk kesusasteraan, tidak ada alasan bagi kita, baik praktisi, peneliti, ataupun penikmat drama untuk tidak mempelajari dan menganalisis teks drama sepanjang kita tidak melupakan bahwa tulisan tersebut untuk dipentaskan. Berdasarkan temuan penelitian didapatkan empat simpulan. Pertama, pola tuturan yang terdapat pada teks drama ANT karya Wisran Hadi, selain adanya pola pematuhan prinsip kerja sama partisipan juga adanya pelanggaran prinsip kerja sama partisipan. Kedua, dalam penggalan pasangan percakapan, penggalan meminta penjelasan paling banyak digunakan karena antartokoh selalu menuntut adanya suatu aksi yang dibalas dengan reaksi. Ketiga, dari sifat rangkaian tuturan, selain ketiga jenis sifat rangkaian tuturan yang ada, ditemukan pola rangkaian percakapan berkelanjutan. Keempat, dari segi pola kesempatan berbicara, selain pola gilir diatur, ditemukan pola giliran otomatis, dan giliran direbut. Hal tersebut memperlihatkan bahwa teks ANT ini memiliki kekuatan sebagai sebuah teks.The research was motivated by the importance of the position of dialogue because dialogue is a principal part in the drama. Therefore, the elements that make a dialogue needs to be considered as good or bad qualities of a play is determined by the dialogue. As a form of literature, there is no reason for us, both practitioners, researchers, or connoisseurs of drama not to study and analyze the text of the drama as long as we do not forget that writing is to be staged. Based on the findings of the study found four conclusions. First, the speech contained on the text of ANT play by Wisran Hadi, besides the observance of the principles of cooperation of participants is also a violation of the principles of cooperation participants. Second, in a couple snippets of conversations, snippets of the most widely used demand an explanation because between figures always requires an action that met with the reaction. Third, the nature of the speech series, in addition to the three types of speech that is the nature of the series, the series pattern found continue conversation. Fourth, in terms of turn taking, in addition to the pattern of cultivation is set, turn patterns are found automatically, and turn seized. It shows that the text of ANT has its own strengths as a text.
Performa Komunikasi Politik dalam Tuturan Persuasive Surya Paloh
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the form of political communication performance in Surya Paloh's persuasive speech. The purpose of this study is to describe the forms of persuasive speech Surya Paloh. This research is a qualitative descriptive study that is the object of this research is a form of political communication performance in Surya Paloh's persuasive speech. Data is obtained by using the refer, record and record method. The findings of persuasive speech in Surya Paloh's speech obtained five classifications namely, assertive speech amounting to 24 data, directive numbered 30, commissive numbered 5, expressive amounted to 6, and declarative amounted to 9. So the performance of political communication in Surya Paloh's persuasive speech is more often used is a directive form of speech. Penelitian ini membahas tentang bentuk performa komunikasi politik dalam tuturan persuasif Surya Paloh. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai bentuk-bentuk tuturan persuasif Surya Paloh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menjadi objek penelitian ini adalah bentuk performa komunikasi politik dalam tuturan persuasif Surya Paloh. Data diperoleh  dengan menggunakan metode simak, rekam dan catat. Hasil temuan bentuk tuturan persuasif dalam tuturan Surya Paloh diperoleh lima klasifikasi  yaitu, tuturan asertif berjumlah 24 data, direktif berjumlah 30, komisif berjumlah 5, ekspresif berjumlah 6, dan deklaratif berjumlah 9. Jadi  performa komunikasi politik dalam tuturan persuasif Surya Paloh  yang lebih sering digunakan adalah bentuk tuturan direktif.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS DENGAN MEDIA KARTU PANTUN
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menulis pantun siswa kelas VII F SMP Negeri 24 Semarang belum berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil tes keterampilan dan observasi sikap siswa yang masih rendah. Model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dengan media kartu pantun dipilih sebagai solusi mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, peningkatan keterampilan, dan perubahan sikap siswa dalam pembelajaran menulis pantun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu tes dan nontes. Hasil penelitian proses belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dengan media kartu pantun. Hasil tes keterampilan siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 78,25 menjadi 85,83 dengan persentase ketuntasan 100%. Peningkatan perubahan perilaku siswa menjadi positif terlihat lebih antusias, aktif, bertanggung jawab, dan percaya diri.Learning to write poem in class VII F of SMPN 24 Semarang had not run well. This was proved by the result of skill and observation of student attitudes which were still low. Learning model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) with a media card poem was chosen as a solution to overcome these problem. This study aims to describe the process, improving skills and cahnfe attitudes of students in learning to write poem. This study uses a clas room action reserch design through two cycles, the first cycle and the second cycle. Earch cycle includes planning, action, observation and refletion. The instruments used are test and non test. The result of research and learning process of students has increased after treated by using model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) with poem card media. The result of the skills test of students has increased from an average of 78,25 into 85,83 with tehe percetage of completeness 100%. The improvement of student begavior changes to positive, looks more enthusiastic, active, responsible and confident.
DEIKSIS NUMERAL DALAM WACANA JUAL BELI
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini deiksis yang dikenal hanya meliputi deiksis orang, deiksis ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis social. Sampai saat ini belum diadakan penelusuran terhadap deiksis numeral. Misalnya kata-kata tujuh lima yang dinyatakan sebagai harga itu maksudnya bias (a) Rp 7.500,00, (b) Rp 75.000,00, (c) Rp 750,00, (d) Rp 7,5 juta, (e) Rp 75 juta atau (f) Rp 750 juta tergantung  pada konteksnya, dalam hal ini sesustau yang diperjualbelikan, pelaksana jual beli, dan waktu transaksi. Dari hasil penelitian ditemukan wujud dan factor penyebab terbentuknya deiksis numeral dalam wacana jual beli. Dilihat dari jumlah bilangan pengacunya, deiksis numeral dapat  berwujud deiksis numeral satuan, deiksis numeral puluhan, dan deiksis numeral ratusan. Adapun berdasarkan jenis acuannya, deiksis numeral meliputi deiksis numeral harga dan deiksis numeral ukuran. Sementara itu, factor-faktor penyebab terbantuknya deiksis numeral adalah factor kejelasan kontsks (latar tuturan, tujuan tuturan, dan lain-lain), serta factor kesantunan. Up to present, we only know personal deixis, spatial  deixis, temporal deixis, discourse deixis,  and social deixis. There was no study on numerical deixis. For example, the expression of seventy-five as a  price could be interpreted as (a) Rp7.500, 00, (b) Rp75.000, 00, (c) Rp750.000,00, (d) Rp7.500,000,00, (e ) 75.000.000,00 , or (f) Rp750.000.000,00.  It depends on its context, such as goods, sellers, buyers, and  time of the transaction.  The research findings reveal the forms and the reasons for  forming the numeral deixis in the discourse of trading. From the number of  digits of reference, the numeral deixis can be in the form  of the numeral deixis of  unit, the numeral deixis of tens, and the numeral deixis of  hundreds. Based on kinds of the references,  the numeral deixis  include  the numeral  deixis of price and the numeral deixis of size. The clarity of the contexts determines the numeral deixis including background of the speakers, the receivers, the purposes, and more importanly, the politeness.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS KARYA ILMIAH DENGAN MODEL BERBASIS MASALAH BERDASARKAN TINGKAT BERPIKIR KREATIF PADA PESERTA DIDIK KELAS XI
Lingua Vol 16, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis karya ilmiah perlu dimiliki peserta didik agar dapat menuangkan ide dalam bentuk tulisan berdasarkan metode serta bahasa ragam ilmiah. Pembelajaran cocok dilakukan dengan model pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan tingkat berpikir kreatif peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan pembelajaran menulis karya ilmiah dengan model berbasis masalah berdasarkan tingkat berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan untuk menguji sampel menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Analisis data akhir menggunakan uji paired sample t-tes. Semua uji tersebut menggunakan uji program SPSS 25. Simpulan hasil penelitian ini adalah penerapan model berbasis masalah efektif digunakan dalam pembelajaran menulis karya tulis ilmiah berdasarkan tingkat berpikir kreatif pada peserta didik kelas XI. Pembelajaran menulis karya ilmiah menggunakan model berbasis masalah lebih efektif dilakukan pada peserta didik dengan tingkat berpikir tinggi dibanding pada peserta didik dengan tingkat berpikir sedang, dan tingkat berpikir rendah. Manfaat penelitian ini adalah untuk memperkaya pengembangan penelitian di bidang pendidikan dan untuk menambah pengetahuan menulis karya ilmiah di lembaga-lembaga pendidikan.
REGISTER PENGAMEN: STUDI PEMAKAIAN BAHASA KELOMPOK PROFESI DI SURAKARTA
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui register pengamen kelompok profesi di Surakarta danmemaparkan pola interaksi verbal atau karakteristik pemakaian bahasa yang digunakan para pengamendalam kegiatan mengamen dan berkomunikasi sehari-hari. Landasan teori penelitian ini mengacu padasejumlah teori dalam sosiolinguistik, yaitu seputar bahasa dan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptifkualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data percakapan sehari-hari. Sumber data adalah informandan peristiwa atau aktivitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah criterion-based selectiondan teknik internal sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi di lapangan danwawancara mendalam. Teknik-teknik yang diterapkan dalam observasi langsung adalah teknik sadap, tekniksimak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Wawancara mendalamdilakukan dengan cara wawancara individual, wawancara dengan informan inti, dan wawancara kelompok.Analisis data ini bersifat kontekstual dengan model analisis interaktif yaitu dengan menggunakan langkahlangkahreduksi data, sajian data dan verifikasi. Kesimpulannya bahwa pengamen memiliki bahasa khas /register yang tidak dimiliki masyarakat lain. Pola interaksi verbal (baik komunikasi yang sifatnya internal,eksternal maupun campuran) dapat berwujud bahasa campuran Jawa – Indonesia ragam nonformal.Kata kunci: register, pola interaksi verba, karakteristik pemakaian bahasa.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS SURAT PRIBADI UNTUK KEPENTINGAN RESMI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN M4 (MAKE A MATCH-MIND MAP) DAN MODEL PEMBELAJARAN MM-TTW (MAKE A MATCH-THINK TALK WRITE) DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII SMP
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menulis surat pribadi untuk kepentingan resmi menggunakan model M4, model MM-TTW, dan mengetahui model yang lebih efektif dalam pembelajaran menulis surat pribadi untuk kepentingan resmi. Penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design, populasi kelas VII SMP Negeri 4 Magelang, sampel VII E dan VII F. Hasil penelitian (1) model M4 efektif digunakan dalam pembelajaran menulis surat pribadi untuk kepentingan resmi, dibuktikan dengan Sig. (2-tailed) 0,000 0,05, artinya terdapat perbedaan yang dignifikan antara pretest dan posttest model M4, (2) model MM-TTW efektif digunakan dalam pembelajaran menulis surat pribadi untuk kepentingan resmi, dibuktikan dengan Sig. (2-tailed) 0,000 0,05, artinya terdapat perbedaan yang dignifikan antara pretest dan posttest model MM-TTW, dan (3) ada perbedaan yang signifkan antara posttest model M4 dan MM-TTW, dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0,029 0,05, sehingga disimpulkan bahwa model M4 lebih efektif digunakan dalam pembelajaran daripada model MM-TTW.This study aims to determine the effectiveness of writing personal letter for official purposes study using the m4 model, the mm-TTW model, and to know which model is more effective in writing personal letter of official purposes study. This research uses nonequivalent control group design, the population is class VII of SMP Negeri 4 Magelang, the samples are class VII E and VII F. The results of this research are (1) m4 model is effective in writing personal letter of official purposes study is evidenced by Sig. (2-tailed) 0,000 0,05, which means there is a significant difference beetween the pretest and posttest of M4 model, (2) MM-TTW model is effective in writing personal letter of official purposes study is evidenced by Sig. (2-tailed) 0,000 0,05, which means there is a significant difference beetween the pretest and posttest of mm-TTW model, and (3) there is a significant difference between the posttest of m4 model and MM-TTW model is evidenced by Sig. (2-tailed) = 0,029 0,05, so it can be concluded that the m4 model is more effective in writing personal letter of official purposes study than the MM-TTW model.