cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN PENGGUNAAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS V SDN TLOGOSARI KULON 05 SEMARANG
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan penggunaan ejaan dalam karangan narasi siswa kelas V SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian adalah menganalisis kemampuan penggunaan ejaan dalam karangan narasi siswa kelas V SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang yang meliputi penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca dalam karangan narasi siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Sampel yang diteliti berupa karangan narasi siswa sebanyak 22 karangan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penggunaan ejaan siswa termasuk dalam kriteria baik karena tingkat persentase kesalahan penggunaan ejaan siswa mencapai 0% - 21,94%. Kemampuan penggunaan huruf kapital termasuk dalam kriteria baik karena tingkat persentase kesalahan mencapai 21,94%, kemampuan penulisan kata termasuk kriteria sangat baik karena tingkat persentase kesalahan mencapai 5,49%, dan kemampuan penggunaan tanda baca termasuk dalam kriteria sangat baik karena tingkat persentase kesalahan mencapai 11,19%. The problem of this research is how is the spelling competence in the narrative text of 5th grade students in SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang. The purpose of this research is unveiling the analysis of students’ grammatical spelling competence in the narrative text material of 5th grade students in SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang, including the capital characters, words’ spelling, and punctuation marks in their narrative text. The approach of this research was using descriptive qualitative, with collecting words and pictures instead of numbers. Besides, all collected data become the important keys of the research. The samples taken in this research were 22 texts.The result of this research was the understanding of spelling from the students was good since the degree of misspelling percentages was on the range of 0% - 21,94%. The competence of using capital characters of the students was good in the percentage of mistakes in 21,94%, the students’ words spelling was also good in the percentage of 5,49% mistakes, and the competence of students in using proper punctuation was also good in the degree of mistakes of 11,19%.
POLA SINONIMI DALAM BAHASA INDONESIA (Kajian Linguistik atas Satuan Lingual yang Maknanya Kurang Lebih Sama)
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan pola sinonimi dalam bahasa Indonesia, menentukan wujud sinonimi dalam bahasa Indonesia, dan menerapkan analisis biner dalam satuan lingual yang bersinonim dalam bahasa Indonesia. Pada tahap penyediaan data, peneliti menerapkan metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, kemudian dilanjutkan dengan teknik rekam dan catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode padan. Adapun subjenis metode padan yang dipakai adalah metode padan subjenis referensial. Hasil penelitian ini adalah sinonim dalam bahasa Indonesia mempunyai pola kata = kata, kata = frasa, dan frasa = frasa. Adapun wujud sinonimi dalam bahasa Indonesia berupa sinonim antarkata, sinonim kata dengan frasa, dan sinonim antarfrasa. Setiap kata atau unsur lingual lainnya terdiri atas satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur lingual tersebut. Dengan demikian, setiap satuan lingual memiliki komponen makna sendiri-sendiri. Perbedaan makna dalam setiap satuan lingual yang bersinonim dapat dilakukan dengan analisis biner. This study aims to determine synonymous pattern and the form of synonymy in Bahasa Indonesia and to apply binary analysis of synonymous linguistic unit in Bahasa Indonesia. The data sources are Bahasa Indonesia’s sentences and discourses which are applied to make written communication. At the stage of providing the data, the researcher applies metode simak (listening method). The basic technique used is teknik sadap (tapping method), then continued by teknik rekam (taped technique) and teknik catat (written technique). Method of analysis used is metode padan  (matched method). Its sub-type of this method used here is referential. The result of this study shows that synonym in Bahasa Indonesia has patterns, such as word = word, word = phrase, and phrase = phrase. The forms of synonymy in Bahasa Indonesia are synonym among words, between word and phrase, and among phrases. Each word or other lingual elements consist of one or some elements that form meaning of the word or lingual elements concurrently. Thus, each lingual unit has its own meaning component. The different meaning of each lingual unit which is synonymous can be done by binary analysis.
TINDAK TUTUR DIREKTIF DOSEN DENGAN TENAGA ADMINISTRASI: ANCANGAN SOSIOPRAGMATIK BERPERSPEKTIF JENDER
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems studied were how the realization of the election code TTD conducted by lecturers and administrative staff within the Faculty of Languages and Arts, State University of Semarang, both men and women against partners and why he said so? And ii) how the realization of politeness TTD conducted by lecturers and administrative staff in the Faculty of Languages and Arts, State University of Semarang, both men and women against partners and why he said so? Method of providing data used is the method of conversation with the basic technique of tapping techniques, and advanced techniques refer to techniques involved in the form of conversation, namely listening and participating in discussions and technical note. The methods of data analysis are a method of frontier, sub-method socio-pragmatic with descriptive-analytic-interpretive techniques. Method of presentation is informal methods and the implementation of such informal methods it is also the use of informal techniques. The results of this study is firstly, in general, the realization of the use of TTD code, either by the dean / assistant dean (male and female), head of the administrative faculty, head subsections, lecturer (male and female), as well as administration staff (male and female) be a code (language) Indonesia, either formal or not formal, and a small portion of mixed code (Indonesian, French, English, Java, and also a non-standard sentence structure.) Secondly, the TTD is one direction, namely from superiors to subordinates, from the senior to junior, from the old to the young. Thirdly, speaking in terms of politeness, dean / assistant dean of men in the rule tends to use direct speech acts, politeness marked either please or not. This case also occurs in administrative staffs officials. In contrast, assistant dean of women tends to use indirect speech acts. Fourthly, both heads and lecturers subsections women tend to use double TTD expressed directly or indirectly. It thus does not occur in male professors who are more likely had a direct TTD. TTD is a direct manifestation of the violation of the principle of politeness, wisdom sub-maxim, whereas indirect TTD is a manifestation of adherence to the principles of politeness, wisdom sub-maxim. Keywords: directive speech acts, actual use of code, politeness
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI BERTEMA ORANG TERCINTA MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATORI DENGAN MEDIA BURSA KATA PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 9 PURWOKERTO
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis puisi siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto masih rendah dan perlu ditingkatkan. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh belum mencapai batas nilai kriteria ketuntasan minimal, yaitu 75. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor baik dari siswa maupun guru. Penelitian ini membahas proses, hasil keterampilan, serta perubahan perilaku dalam pembelajaran menulis puisi bertema orang tercinta menggunakan metode partisipatori dengan media bursa kata pada siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses, keterampilan menulis puisi,   orang tercinta menggunakan metode partisipatori dengan media bursa kata pada siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas siklus I dan siklus II. Setiap siklus memiliki empat tahapan kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode partisipatori dengan media bursa kata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi. Proses pembelajaran mengalami peningkatan perhatian, keantusiasan, dan keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran. Keterampilan menulis puisi siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto mengalami peningkatan. nilai rata-rata prasiklus ke siklus I sebesar 16,18% dengan nilai rata-rata sebesar 78,68. Peningkatan nilai rata-rata siklus I ke siklus II sebesar 6% dengan nilai rata-rata sebesar 84,68 dalam kategori baik. Tingkah laku siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi mengalami perubahan menuju ke arah lebih baik, bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran, berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan terlihat berkonsentrasi dalam menulis puisi.            The poetry writing skills of students of class VII C SMP 9 Purwokerto is still low and needs to be improved. The mean of score which is derived in the class have not reached yet the criteria minimum score, namely 75. This is caused by several factors, both of students and teachers. This study discusses the process, the result of skill, as well as behavioral changes in learning to write poetry themed participatoryloved ones using the media exchange words in class VII C SMP 9 Purwokerto. This study aims to determine the increase process, poetry writing skills, and behavioral changes in learning to write poetry themed loved ones using participatory methods with media exchanges words in grade of VII C SMP 9 Purwokerto. This research is a classroom action research (PTK) which consists of the first cycle and the second cycle. Each cycle has four phases of activities, including planning, action, observation, and reflection. The results showed that the method of participatory media words exchanges and improves the students skill in writing poetry. The learning process improved attention, enthusiasm and the activeness of students while attending the learning. The poetry writing skills of students of grades VII C SMP 9 Purwokerto improved well. It can be seen from the result ofprasiklus to the first cycle or 16.18% or 78.68. The increasinge of the first cycle to the second cycle of 6% or a total of 84.68 in both categories. The behavior of students in learning to write poetry following the change towards a better, join well in  the learning, play an active role in the learning process, and looks to concentrate on writing poetry.
EMOSI ADAM DALAM NOVEL FANTASI HANTU GAME ONLINE KARYA FAKHRI VIOLINIST: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis emosi adam dan bagaimana cara mengendalikan emosi, khususnya bagi anak. dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dan metode deskriptif kualitatif. Analisis data penelitian dengan cara mengklasifikasi macam-macam emosi dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan orang tua, Adam maupun lingkungan sekitar untuk mengotrol emosi Adam, dalam novel fantasi Hantu Game Online. Hasil penelitian ini adalah (1) jenisjenis emosi yang dialami Adam dalam novel Hantu Game Online karya Fakhri Violinist ada enam emosi di antaranya adalah emosi gembira, marah, jijik, takut, kaget, dan kesedihan dan (2) upaya yang dilakukan tokoh utama dalam menghadapi emosi dalam novel fantasi Hantu Game Online karya Fakhri Violinist meliputi tiga upaya, yaitu orang tua mengontrol emosi anak, anak mengendalikan emosi diri dan peran lingkungan sekitar membantu proses perkembangan emosi.Purpose of this study was to determine the types of Adam’s emotions and how to control emotions, especially for children. This study use the psychological of literary approach and descriptive qualitative method. Analysis of experimental data by means of classifying the various emotions of Adam and describing the efforts of Adam’s parents and the environment to control the emotions of Adam, in fantasy novel Hantu Game Online. The results of this study are (1) six emotions of Adams in fantasy novel Hantu Game Online by Fakhri Violinist which is happiness, disgust, afraid, surprise, and sadness. (2) the 3 efforts of Adam’s parents and the environment to control the emotions of Adam which is parents control children emotions, children self control, and the role of surrounding environment to support the development of emotions
ASPEK BUDAYA PADA MINWA SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JEPANG (Sebuah Kajian Antropologi Sastra)
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek budaya masyarakat Jepang yangtercermin dalam dongeng Jepang (minwa) yang berjudul Tanishi Chooja (TC) melaluipenelitian antropologi sastra. Langkah analisis antropologi sastra ditetapkan sebagaiberikut: (1) Peneliti menentukan terlebih dahulu karya mana yang banyak menampilkanaspek-aspek etnogra!is (2) Meneliti pemikiran, gagasan, falsafah, dan premis-premismasyarakat yang tercermin dalam karya sastra (3) Memperhatikan struktur cerita (4)Menganalisis simbol-simbol ritual serta hal-hal tradisi yang mewarnai masyarakat dalamsastra itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem mata pencaharian masyarakatJepang kuno adalah bertani, sistem kemasyarakatannya feodal dan mengenal pajakpertanahan. Sistem religinya percaya pada dewa-dewa yang dipercaya menguasai segalayang ada di bumi misalnya dewa air. Wujud kebudayaan sistem religi ini diwujudkan dalambentuk matsuri atau festifal yang diselenggarakan untuk menghormati dan menyembahdewa-dewa. Wujud kebudayaan !isiknya adalah tempat pemujaan dewa-dewa kamidana(altar) dan jinja (kuil). This research aimed to analyze cultural aspect of Japanese society reflected on Japanesetale (minwa) entitled Tanishi Chooja (TC) through literary anthropological research. Stepsof literary anthropological analysis were set as follows: (1) researcher determinedpreviously which literary works had perform ethnographical aspects; (2) researcherinvestigated thought, idea, philosophical value, and society's premises reflected on literaryworks; (3) researcher noticed structure of the story; (4) researcher analyzed ritualsymbols and traditions colouring the society in the literary works. Result of the researchshowed that old Japanese livelihood system was farming, feudal social system, and land taxacknowledgement. Their religious system believed to gods that were believed masteringall aspects on earth, like god of water. Their religious system was manifested in a form ofmatsuri or festivals held for respecting and worshiping gods. Their physical culturemanifestation was places for gods' glorification such as kamidana (altar) and jinja(temple).
OPTIMALISASI WEB INTERNET SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI MAHASISWA PRODI PBSJ SEMESTER VIII FBS UNNES
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sebaran kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Jawa, mata kuliahMenulis Karya Ilmiah termasuk pada kelompok mata kuliah Keahlian Berkaryayang diletakkan pada semester genap. Penempatan mata kuliah pada semesterakhir ini dengan maksud dapat menjadikan akumulasi mata kuliah padasemester-semester sebelumnya. Pada perkuliahan sering ditemukan kendalayakni kurangnya referen yang diperoleh mahasiswa. Akibatnya nilai ataukemampuan pemahaman karya ilmiah ini rendah. Oleh karena itu diperlukanmedia yang mampu mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah mediaweb internet. Permasalahan yang diangkat yaitu (1) Bagaimana peningkatanpemahaman Karya ilmiah mahasiswa semester VIII prodi PBSJ setelah mengikutikuliah menulis karya ilmiah melalui media web internet? (2) Bagaimanaperubahan sikap dan perilaku mahasiswa semester VIII prodi PBSI setelahmengikuti kuliah Karya ilmiah melalui media web internet. Tujuan yang ingindicapai yaitu (1) Mendiskripsikan peningkatan pemahaman Karya ilmiahmahasiswa semester VIII prodi PBSJ setelah mengikuti kuliah melalui media webinternet (2) Mendiskripsikan perubahan sikap dan perilaku mahasiswa semesterVIII prodi PBSJ setelah mengikuti kuliah menulis Karya ilmiah melalui media webinternet. Disain penelitian ini adalah tindakan kelas dengan dua siklus. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah tes dan Non tes yang berupaobservasi dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semesterVIII prodi PBSJ. Hasil penelitian prasiklus dibandingkan dengan siklus I, dan hasilpenelitian siklus I dibandingkan dengan siklus II untuk mengetahui peningkatankemampuan dan perubahan perilaku belajar mahasiswa. Hasil uji tee tesmenunjukkan bahwa dengan media web internet dapat meningkatkankemampuan siswa dalam pemahaman karya ilmiah dengan signifikan. Hasil,observasi dan wawancara menunjukan bahwa dengan media web internetmahasiswa menjadi lebih tertarik serta mudah menikmati dan memahami karyailmiahdengan sesungguhnya. Peneliti menyarankan agar dalam perkuliahanmenulis karya ilmiah hendaknya menggunakan web internet untuk mewujudkankegiatan pembelajaran yang lebih variatif dan bermakna bagi mahasiswa.Kata kunci: web internet, media, karya ilmiah.
POLA KOMUNIKASI BAHASA MELAYU DI LINGKUNGAN AKADEMIK (Pada Mahasiswa di UIN Sunan Syarif Kasim Riau)
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terbentuknya bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, bila dirunut dari sejarah perkembangan bahasa Melayu, dan penggunaan fonologi pada pola komunikasi mahasiswa di UIN Sultan Syarif Kasim, Riau. Penelitian ini termasuk jenis field Research. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui: beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa kesatuan karena bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (Lingua Franca) di Nusantara. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa Melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus). Suku Jawa, Suku Sunda dan suku-suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. Sedangkan penggunaan fonologi pada pola komunikasi mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim, Riau dijumpai pemakaian kata-kata, seperti: haghi, kite, belaja, ape, ngaja, macam, biase je, beghape, masok, tak salah, tinggal, due, tetules, biase dhe, abes, nak, kemane, tak de, ghumah, aje, keje, mintak, dan temanke, eh, siape, kampon, mbahas, nantik, entah, tanye, die, oh ye, libor, semalam, kemane, tegolek-golek, ghumah, ndak, timbul, dan pulak. Kata-kata di atas, berpadanan dengan bahasa Indonesia dengan: (1) hari, (2) kita, (3) belajar, (4) apa, (5) mengajar, (6) seperti, (7) biasa saja, (8) berapa, (9) masuk, (10) tidak salah, (11) hanya/tersisa, (12) dua, (13) tertulis, (14) biasanya, (15) sesudah/habis, (16) ingin, (17) kemana, (18) nggak ada/tidak ada, (19) ada, (20) kerja, (21) ingin/mau/berkeinginan, (22) ditemani. (23) hei, (24) siapa, (25) mereka/rombongan/ kelompok mereka, (26) membahas, (27) nanti, (28) tidak tau, (29) tanya, (30) saja, (31) dia, (32) oh iya, (33) libur, (34) kemarin, (35) kemana, (36) berbaring-baring/bermalas-malasan, (37) rumah, (38) nggak/tidak, (39) muncul/kelihatan, (40) pula.
KOHESI LEKSIKAL DAN KOHESI GRAMATIKAL DALAM KARYA ILMIAH SISWA SMA SEKOTA SEMARANG
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam karya ilmiah siswa SMA Kota Semarang banyak ditemukan kohesi leksikal dan gramatikal yang tidaktepat di antaranya sinonim, antonim, hiponim, kolokasi, repetisi tidak pada tempatnya, kalimat rancu, susunanpola kalimat tidak teratur, dan penggunaan konjungsi tidak tepat. Atas dasar kasus tersebut, diduga dalam halpenggunaan kedua sarana tersebut, siswa belum memahami manfaat dan cara penggunaan sarana kohesileksikal dan gramatikal dengan tepat. Dengan kata lain, bekal menulis karya ilmiah kurang dan tidak termotivasidalam menulis karya ilmiah. Data penelitian ini bersumber pada wacana karya ilmiah siswa SMA kota Semarangyang berjumlah 12 wacana. Wujud data berupa penggalan teks karya ilmiah siswa SMA Kota Semarang yangdiduga mengandung pemakaian kohesi leksikal dan kohesi gramatikal yang tidak tepat dan tepat meliputikohesi antarklausa, antarkalimat, antarparagraf, dan antarbagian. Pengumpulan data dilakukan dengan tekniktelaah penggunaan bahasa dan teknik lanjutan yang berupa teknik catat. Analisis data digunakan metodedeskriptif dan metode normatif. Hasil riset menunjukkan bahwa wujud kohesi leksikal yang terjadi pada semuatataran satuan wacana baik yang tepat dan tidak tepat adalah repetisi sedangkan wujud kohesi gramatikaladalah penyebutan kata yang menjadi fokus. Selain itu, ditemukan bahwa frekuensi pemakaian kohesi leksikallebih baik daripada pemakaian kohesi gramatikal yakni 424 (80 %). Hal ini disebabkan oleh penguasaankosakata lebih mudah daripada penguasaan tata bahasa. Penguasaan tata bahasa cenderung terikat aturantaat asas sedangkan penguasaan kosakata bersifat manasuka dan tidak terikat oleh aturan apapun.Kata kunci: kohesi leksikal, kohesi gramatikal, frekuensi, dan karya ilmiah.
KAJIAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA BERBASIS KECAKAPAN HIDUP
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah “bagaimanakah penerapan model pendidikan kecakapan hidup di dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia?” Masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut: (1) bagaimana struktur materi keterampilan berbahasa, (2) bagaimana keberadaan materi-materi kecakapan hidup dalam buku teks Bahasa Indonesia, dan (3) aspek-aspek kecakapan hidup apa sajakah yang penting dikembangkan bagi para siswa dalam kepentingannya dengan keperluan hidup dan dunia kerja yang akan mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi, angket, wawancara, dan pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum SMA dan SMK sudah concern pada pengembangan kecakapan hidup, terutama untuk kecakapan berkomunikasi. Setiap kompetensi dasarnya berorientasi pada kecakapan itu: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keadaan seperti itu dapat dipahami mengingat kedua konsep dasar pengembangan kedua kurikulum tersebut berupa pendekatan komunikatif, yakni pendekatan yang berorientasi pada pengembangan kecakapan berkomunikasi siswa.The problem in this research is “how the application of the life skills education model in Indonesia language textbooks?” The problem can be specified as follows: (1)how is the material structure of language skills, (2) how the presence of matter on life skills in Indonesia language textbooks, and (3) what are some aspects of life skills which is important to be developed by students in importance with the necessaries of life and the working world they will face. This study uses content analysis, questionnaires, interviews, and product development techniques. The results showed that the high school and vocational curriculum has been concerned about the development of life skills, especially communication skills. Each competency is essentially oriented on listening, speaking, reading, and writing skills. Such circumstances can be understood considering the two basic concepts of curriculum development are in the form a communicative approach, which is approach that oriented to the communication skills development of the students.