cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
IDENTIFIKASI TEKS BERGENRE CERITA BERMUATAN NILAI KONSERVASI
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai konservasi harus diidentifikasi ke dalam tataran konkret dan operasional untuk mendukung pencapaian visi UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai konservasi dalam berbagai teks bergenre cerita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan, tahap analisis kebutuhan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya: (1) nilai konservasi dalam cerita terdiri atas delapan nilai konservasi sesuai dengan indikatornya, dan (2) cerita-cerita yang terpilih memiliki kelayakan sebagai bahan buku pengayaan kepribadian karena memuat nilai konservasi yang sesuai dengan indikatornya.Conservative value need to be identified into concrete and operational level to support the fulfiltment of UNNES vision as a University with conservative inshight and international reputation. The aims of this research is to identify the concervative values from verying text with story genre . This research use development researchdesign, needs analysis phase. Data collection method used is decoment collection method. Data were analyzed by using qualitative descriptive technique. The result of the research found: (a) conservative value in the stories consist of eight conservative value in accordance with the indicator , and (b) the stories selected is feasible as material books for personality enrichment because it contains conservative values in accordance with the indicator.
PENGEMBANGAN BUKU POP UP TIGA DIMENSI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengembangan media pembelajaran buku pop up dalam menulis puisi siswa SDN Negeri 1 Grabag, SDN Negeri 1 Secang, dan SDN Negeri 2 Secang. Pengembangan ini merupakan jenis Research and Development (RD) yang terdiri atas lima tahap, yaitu survey pendahuluan, awal pengembangan prototipe, validasi desain, desain produk, dan perbaikan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pengembangan Research and Development (RD) dapat mengetahui kebutuhan pengembangan buku pop up tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD, mengetahui prinsip pengembangan pop up tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD, mengetahui prototipe mengenai produk pengembangan pop up  tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD, dan perbaikan produk buku pop up tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD. Simpulan penelitian pengembangan yang dilakukan peneliti adalah menciptakan suatu media pembelajaran yang inovatif dan kreatif serta karakter media pembelajaran dapat menciptakan suasana yang imajinatif dan partisipatif bagi siswa.The purpose of this study is to recognize the development of learning media which is “pop up” book in writing poeetry for students of SDN 1 Grabag, SDN 1 Secang, and SDN 2 Secang. This development is classified into Research and Development (RD) which is done through five stages, they are introductory survey, prototype development, design validation, product design, and design improvement. The result of this studi shows that Research and Development (RD) can explain the necessity of developing 3D pop up bookas a learning media in writing poetry, can also explain the principles of developing 3D pop up book as a learning media in writing poetry and show the prototype about 3D pop up development product as a learning media in writing poetry. The conclusion of this study is creating an interesting and creative media and learning material characters could make an imaginative seeting and could rise the students participation.
REGISTER PENGASUHAN BAYI DI KEC. BANYUMANIK KOTA SEMARANG DAN DI KEC. ROWOSARI KAB. KENDAL: TELAAH ETNOLINGUISTIKREGISTER PENGASUHAN BAYI DI KEC. BANYUMANIK KOTA SEMARANG DAN DI KEC. ROWOSARI KAB. KENDAL: TELAAH ETNOLINGUISTIK
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a slight different in the language use of baby parenting in Semarang Municipality and Kendal Regency.In this research the forms of baby parenting register in Semarang Municipality and Kendal Regency aredescribed and classified and the cultural background of the baby parenting register use in both second levelregions is outlined as well.The approach of the current study consists of two, namely theoretical and methodological approaches.Theoretically, the approach used in this research is the one of ethnolinguistics. In methodological terms,however, it is qualitative descriptive. The research data takes the form of all baby parenting registers inSemarang Municipality and Kendal Regency. The source of the research data is the utterance of mothersparenting their baby existing in both regions. The data collection is performed using conversation method with abasic technique in the form of captivate technique. Additionally, introspective method is also used. The data isanalyzed using qualitative method. The analyzed data is presented descriptively.From the obtained data, it is found that the baby parenting registers in Semarang Municipality and KendalRegency have quite varied forms. Those forms can be classified on the basis of (1) lingual unit, (2) lexiconsource, (3) need framing, and (4) actor.The cultural background of this baby parenting register use is the situational factor taking the form of thelocal social culture. This social culture can be seen in the form of the tradition developing in the baby parenting,since the age of 1 day, 7/9/11/13 days, selapan (35 days), until 1 year old developed in those two second levelregions.In addition, another issue supporting the formation of the baby parenting register is the difference in point ofview towards an event taken place around the language users in utterance event, between those in SemarangMunicipality and Kendal Regency.From the available conclusion, it is recommended for language researchers and followers of Copenhagenschool, i.e. a school of thought which, in addition to attempting to comprehend a language pattern, try tocomprehend any socio-cultural fields in general (in the context of the language) to perform research on registerin other fields. The policy makers in childhood education field are expected to be able to use it as supplementalinformation in making a policy concerning the early childhood education since seeing the lexicons related to thebaby parenting enables one to discover the working description of baby parenting.Keywords: register, baby parenting, and ethnolinguistics.
INOVASI PENGAJARAN MATA KULIAH APPRÉCIATION LITTÉRAIRE DENGAN MODEL ADVANCE ORGANIZER
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran bahasa dan sastra di semua tingkat pendidikan, utamanya di tingkat pendidikan tinggi, memerlukan sebuah terobosan untuk mencapai hasil yang baik. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah mengajak mahasiswa untuk membaca. Kegiatan membaca, utamanya dalam kegiatan apresiasi sastra, memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain hal yang berkaitan dengan sisi emosi (emotif), sisi imajinasi (imajinatif) dan sisi intelektualitas (intelektual). Ketiga hal di atas merupakan pegangan penting dalam kegiatan apresiasi sastra. Selain tiga hal di atas, keberhasilan pengajaran apresiasi sastra juga memerlukan sebuah metode yang sesuai dan tepat. Advance oganiser sebagai sebuah metode yang termaktub dalam uraian yang disampaikan oleh Joyce, dkk., (2009:7-41) merupakan sebuah metode yang tepat untuk diintegrasikan dalam kegiatan pengajaran apresiasi sastra. Mengintegrasikan sebuah model yang tepat dalam sebuah pengajaran merupakan bentuk terobosan yang inovatif sesuai dengan tema besar yang sedang digalakkan oleh Universitas Negeri Semarang sekarang ini, yakni akselarasi inovasi.Learning of language and literature in all education level, especially in varsity level, needs an innovation to achieve the best result. One of the innovations that may be done is encourage the students to read. The reading activity as the part of literature appreciation needs several requisites that should be obeyed. In the literature appreciation the students should understand three things, namely; the thing that relate with emotion, imagination, and intellectual. Those three things are the most important things to hold in literature appreciation. Beside those three things, the success of learning also needs the correct method. Advance organiser is the best method which include in an explanation that has been explained by Joyce, dkk (2009:7-41) this method is the integration method that may be used in learning process of literature appreciation. By integrating a correct model in learning process is the innovation which matches with the big theme that in line with the spirit of Semarang State University.
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA (MELAYU) DALAM SASTRA LISAN MASYARAKAT KOTA TANJUNGPINANG
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat kota Tanjungpinang sesungguhnya memiliki berbagai bentuk sastra lisan, akan tetapi tidak banyak para generasi mudanya mengenal bentuk-bentuk sastra lisan tersebut. Proses pewarisan sastra lisan dari para tetua ke generasi muda tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Semakin sedikitnya orang-orang yang menguasai berbagai bentuk sastra lisan di kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sastra lisan masyarakat kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif, yaitu deskripsi nilai-nilai budaya (Melayu) dalam legenda masyarakat Kota Tanjungpinang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik wawancara, catat, dan dokumen tertulis (jika data dirasakan kurang lengkap). Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis nilai-nilai budaya (Melayu) dalam sastra lisan masyarakat kota Tanjung-pinang.Actually, Tanjungpinang city’s communities have various forms of legends, but not many from the elders to the youngers generation does not run as expected. This is compounded by fewer and fewer people who mastered various forms of oral literature of the city (the death of the poets and humanists senior). Event oral literary criticism is also in line with the sluggishness of writing oral literature itself. Not a lot of the results of oral literary criticism of the community that born from critics of the city. Both criticisms were delivered in the city’s newspapers, scientific journals, and as well as in book form. Oral literature of the communities have been little touched by critics of the city. The aim of research that researcher does is to determine the values of the culture contained in oral literature of the community. The research method that researcher uses in this research is quantitative method. The results obtained are the discovery of some form of legends, myths and fairy tales. Likewise some form of cultural values.
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BUDAYA JEPANG
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah deskripsi tentang peningkatan motivasibelajar budaya Jepang dan bahasa Jepang setelah pembelajaran bahasa Jepang melaluipemanfaatan sumber belajar. Pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar yang sudahmemiliki pengetahuan tentang budaya Jepang dapat termotivasi dalam belajar budayamelalui pembelajaran nihonjijo. Metode yang digunakan adalah metode observasilangsung.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket.Angketdisebarkan kepada mahasiswa semester 1 yang mengikuti mata kuliah nihonjijosejumlah58 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarangangkatan 2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) belajar budaya Jepangmelalui pemanfaatan sumber belajar dapat memotivasi pembelajar bahasa Jepang dalambelajar budaya Jepang, dan (2) dari keempat sumber belajar yang dimanfaatkan ketikapembelajaran nihonjijo, pemanfaatan orang sebagai sumber belajar merupakan sumberbelajar yang menjadi motivasi mahasiswa dalam belajar budaya Jepang paling tinggi. This research aimed to describe the increase of increase of motivation of learningJapanese culture and Japanese language after learning Japanese language through the useof learning source. Students of Basic Japanese language having knowledge about Japaneseculture could be motivated in learning culture through nihonjijo learning. Method ofinvestigation applied in this research was direct observation method. Technique ofcollecting data applied was questionnaire technique. The questionnaire was given to firstsemester students of 2013 batch of Japanese Language Education Study Program ofSemarang State University joining nihonjijo course at the amount to 58 students. Thisresulted that (1) learning Japanese culture through the use of learning source couldmotivate students of Japanese language in learning Japanese culture, and (2) from thosefour learning sources used in learning nihonjijo, the use people as learning sources waslearning source which became the students' motivation in leaning the supreme Japaneseculture.
CITRA PEREMPUAN KUASA DALAM PERSPEKTIF KRITIK SASTRA FEMINIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL-KHALIEQY
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir ini, isu perempuan telah mendapat perhatian, terutama oleh orang-orang yang memandang dan menganggap perempuan diperlakukan tidak adil dalam keluarga dan masyarakat. Kaitannya dengan sastra, permasalahan yang ada tidak terbatas pada keterlibatan perempuan di dalam dunia penciptaan, kritik dan sebagai penikmat saja, tetapi yang tidak kalah penting pula adalah bagaimana sosok perempuan direpresentasikan di dalam sebuah teks sastra; khususnya perbandingan teks yang diciptakan laki-laki dan perempuan. Tulisan ini mencoba melihat bagaimana citra perempuan kuasa dalam novel PBS. Permasalah yang diangkat mencakup manifestasi budaya patriarki terhadap kedudukan peempuan, dominasi dan kekerasan terhadap perempuan, dan citra perempuan kuasa dalam novel PBS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Hasil menunjukkan bahwa; pertama manifestasi budaya patriarki terlihat dalam beberapa hal misalnya dalam tradisi keluarga pesantren yang sepertinya membuat perbedaan antara kedudukan laki-laki dan perempuan; tradisi perjodohan yang tidak memberikan pilihan bagi perempuan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri; tradisi berpendapat yang menafikan peran perempuan karena perempuan dihegemoni untuk bisa nrimo ing pandum. Kedua, perempuan dalam PBS ternyata mengalami dominasi dan kekerasan. Kekerasan itu dimanifestasikan dalam bentuk fisik dan psikis. Tokoh perempuan dalam novel ini, Annisa, mengalami kekerasan fisik dan psikis dari suami dan keluarganya. Perannya benar-benar dimimalisir hanya karena dia seorang perempuan. Ketiga, manifestasi budaya patriarki dan dominasi serta kekerasan yang dialami Annisa tidak menyebabkan ia menjadi perempuan yang lemah dan menerima begitu saja akan nasib yang menimpanya. Annisa mencitrakan perempuan kuasa dengan pencitraannya yang tegas terhadap prinsip, cerdas, kritis, bertanggung jawab, bertekad kuat dan pantang menyerah. Berdasar pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam PBS, sosok Annisa sebagai tokoh utama perempuan mencitrakan sosok perempuan kuasa dilihat dari perlawanan-perlawanan yang diberikan terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan.Kata Kunci: citra kuasa, dominasi, patriarki, pesantren
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM TINDAK TUTUR MELARANG DAN MENGKRITIK PADA TUJUH ETNI
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan kesantunan bertutur dalam melarang dan mengkritik berdasarkan etnis yang meliputi: 1) Mitra lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya dan belum akrab; 2) Mitra tutur sama besar atau sama kedudukannya dan belum akrab; 3) Mitra tutur lebih muda atau lebih rendah kedudukannya dan belum akrab; 4) Mitra tutur orang yang disegani; 5) Mitra tutur lebih tua atau tinggi kedudukannya dan sudah akrab; 6) Mitra tutur sama besar atau sama kedudukannya dan sudah akrab; dan 7) Mitra tutur lebih muda atau lebih rendah dan sudah akrab. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket kepada 100 responden serta teknik analisisnya dilakukan dengan persentase. Dari tujuh konteks kesantunan berbahasa Indonesia dalam tindak tutur melarang didominasi oleh bertutur terus terang tanpa basa basi (TTB) sebanyak 5 strategi bertutur, terus terang dengan basa basi kesantunan positif (TBKP) sebanyak 2 strategi bertutur. Sedangkan pada tindak tutur mengkritik didominasi oleh terus terang dengan basa basi kesantunan positif (TBKP) sebanyak 4 strategi bertutur sedangkan bertutur terus terang tanpa basa basi (TTB) 2 strategi bertutur.
PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA INDAH GEGURITAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 39 SEMARANG
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to explain the difference between the results of reading geguritan by control class and by experimental class using model of explicit instruction in VII grade students at SMPN 39 Semarang. Design of this research is true experimental design using posttest-only control design form. Research data collection techniques including observation, testing, and interviews to students. Data analysis techniques is the description of qualitative and quantitative data, analysis of prerequisite test (homogeneity test), and hypothesis test using IBM SPSS Statistics 20 program.The research results are (1) The average value of the experimental class is 81.25, while the control class the average score was 68.96. Different test results obtained t = -6.639 and sig. (2-tailed) of 0.000, due to different test significance level of less than 0.05, it can be concluded there are significant differences in learning outcomes geguritan reading skills between the experimental class and control class. (2) Learning with the learning model of explicit instruction more effective than learning without the use of model explicit instruction. (3) Learning with the learning model of explicit instruction more fun and easily understood by students rather than learning that is done without the use of model explicit instruction. (4) The behavior of the students in the experimental class is more active, while the control class tend to be passive.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan hasil membaca indah geguritan antara kelas kontrol dengan kelas experimen melalui model explicit instruction siswa kelas VII di SMP Negeri 39 Semarang.Desain penelitian ini adalah true experimental design dengan menggunakan bentuk posttest-only control design.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan wawancara kepada siswa. Teknik analisis data menggunakan deskripsi data kualitatif dan kuantitatif, uji prasyarat analisis (uji homogenitas), dan uji hipotesis (uji-t) menggunakan program IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran explicit instruction dalam membaca indah geguritan siswa kelas VIII SMP Negeri 39 Semarang lebih efektif, baik dari hasil pembelajaran maupun proses pembelajaran, secara rinci dijelaskan sebagai berikut. (1) Nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 81,25, sedangkan kelas kontrol nilai rata-ratanya adalah 68,96. Hasil uji beda diperoleh t = -6,639 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000, karena tingkat signifikasi uji beda kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar keterampilan membaca indah geguritan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. (2) Pembelajaran dengan model pembelajaran explicit instruction lebih efektif untuk pembelajaran membaca indah geguritan daripada pembelajaran yang dilakukan tanpa menggunakan model explicit instruction. (3) Pembelajaran dengan model pembelajaran explicit instruction lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa daripada pembelajaran yang dilakukan tanpa menggunakan model explicit instruction. (4) Perilaku siswa pada kelas eksperimen lebih aktif, sedangkan kelas kontrol cenderung pasif.
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BAHASA JAWA BERBASIS KOMPETENSI DI SMA SE-JAWA TENGAH
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi pembejaran bahasa Jawa adalah terwujudnya keterampilan siswa dalampenggunaan bahasa Jawa secara optimal. Pada konteks ini program pembelajaran bahasaJawa hendaknya diarahkan untuk mencapai sumber daya manusia yang lebih baik. Untukitu perlu disusun desain pengembangan silabus, desain penilaian, dan desain pengelolaanpembelajaran bahasa Jawa di SMA. Desain pengembangan pembelajaran bahasa Jawa diSMA mengacu pada pembelajaran inovatif yang mengarah pada PAIKEM yakniPembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan. Pelaksanaan pembelajaran inidengan memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang disarankan masing-masing unsur dalamproses belajar mengajar. Urgency of teaching Javanese language was to embody student's skill in optimally applyingthe language. In this context, the language teaching program was directed to attain a betterhuman resource. For a matter of that, it needs to be arranged a design of syllabus developing,of evaluation, and of Javanese language teaching management for Senior High Schoolstudent. The design of Javanese language teaching developing in Senior High School referredto innovative teaching directed at PAIKEM which was active, innovative, creative, effective,exciting teaching. Implementation of this teaching was done by maximizing activitiessuggested by each element in teaching and learning processes