cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MENGGUNAKAN STRATEGI LIPIRTUP MELALUI MEDIA REALITY SHOW “MY TRIP MY ADVENTURE”
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerpen dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah menulis cerpen menggunakan strategi Lipirtup melalui media reality show “My Trip My Adventure” pada siswa kelas X-D MA PPKP Darul Ma’la Winong. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen tes dan nontes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 67,5 atau dalam kategori cukup dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 87 atau dalam kategori sangat baik. Pada siklus I dan siklus II meningkat sebesar 14,5 atau 21,5%. Peningkatan menulis cerpen juga diikuti dengan perubahan sikap belajar siswa yang lebih baik selama proses pembelajaran menulis cerpen menggunakan strategi Lipirtup melalui media reality show “My Trip My Adventure”.The purpose of this research is to describe the improvement of writing ability in short story and describe the transition of students attitude after writing in short story by using Lipirtup strategy through reality show “My Trip My Adventure” media at the X-D class of MA PPKP Darul Ma’la Winong. This research is conducted in two cycles, these are cycle I and cycle II. Every cycle includes planning, action, observation an reflection. The instrument of this research are test and non test. The technique of data analysis in this research uses quantitative and qualitative technique. The result of this research shows that the average score in cycle I is 67,5 in sufficient category and in cycle II shows the improvement around 87 in very good category. In cycle I and cycle II shows the improvement around 14,5 or 21, 5%. Improving writing ability in short story is also followed by the transition of students attitude in study that more better in teaching and learning process of writing short sory by using Lipirtup strategy through reality show “My Trip My Adventure” media.
PROFIL PENGENDALIAN MUTU PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2006 DI SMA/MA KOTA SEMARANG
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  mendeskripsikan profil pengendalian mutu pembelajaran mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA/MA negeri  dan swasta di Kota Semarang, terutama berkait dengan aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Subjek  percontoh dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan atau kepala SMA/MA di Kota Semarang di 30 sekolah. Ke-30 sekolah itu dipilih secara variatif, baik negeri maupun swasta. Data penelitian ini diperoleh dengan cara mengumpulkan langsung dari lapangan melalui nontes. Teknik yang digunakan di antaranya angket, kuesioner, pengamatan langsung/lapangan, penilaian dokumen, dan wawancara. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) secara umum profil untuk pengendalian mutu pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia jenjang pendidikan SMA/MA di Kota Semarang berkategori mutu cukup (2,31). Adapun pengendalian mutu tiap-tiap aspek 1) perencanaan pembelajaran berkategori cukup (1,99), sedangkan responden yang belum melaksanakan atau belum ada berbagai hal/proses pengendalian mutunya ada 271 (30,11%); 2) pengendalian mutu pada aspek pelaksanaan pembelajaran berkategori baik (2,52), sedangkan responden yang belum melaksanakan atau belum ada berbagai hal/proses pengendalian mutunya ada 284 (17,75%); dan 3) pengendalian mutu pada aspek evaluasi pengajaran berkategori cukup (2,35), sedangkan responden yang belum melaksanakan atau belum ada berbagai hal/proses pengendalian mutunya ada 107 (16,03%).  This research aims to describe the profile of Indonesian language and literature leaning quality control in public and private senior high school and Islamic school in Semarang city, especially relating to the aspects of lesson planning, lesson implementing, and lesson evaluating. Subject samplings in this research are Indonesian language and literature teachers and/or the principals of public and private senior high school and Islamic school in Semarang of thirty schools. The thirty schools is selected variously, both public and private schools. The research data is acquired by field direct collection through non-test. The techniques applied are questionnaire, direct/field observation, document assessment, and interview. Data analysis, in this research, uses qualitative descriptive analysis method. Result of this research shows that the profile of Indonesian language and literature leaning quality control for public and private senior high school and Islamic school in Semarang is categorized as fair (2,31). The quality control of each aspect depicts that 1) the lesson planning is categorized fair (1,99), whereas respondents which have not done or there have not been various quality control processes are 271 (30,11%); 2) the learning implementing aspect is categorized good (2,52), whereas respondents which have not done or there have not been various quality control processes are 284 (30,11%); and 3) the learning evaluating aspect is categorized fair (2,5%), whereas respondents which have not done or there have not been various quality control processes are 107 (16,03%)
KOMPETENSI GRAMATIKAL DAN KONTEKSTUAL MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS DALAM MENULIS PARAGRAF EKSPOSITORI
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on the competence of grammatical and discourse of English Department students, especially their competence in using correct tense and word order, and in using good coherence-cohesion and unity-completeness. This research aims at gaining a description whether the students have applied both competence well in writing their expository paragraphs. There are two research questions addressed in the study 1) How is the students’ grammatical competence, which is realized in the use of correct grammar and word order,  in their expository paragraphs?; 2) How is the students’ discourse competence, which is realized in the use of good coherence-cohesion and good unity-completeness, in their expository paragraph? The object of the study is the expository paragraphs of Paragraph-based Writing class, English Educational study program, semester 3 in 2009-2010 academic year. There are 32 paragraphs as population, 6 of them were taken randomly as research sample. The procedure of collecting the data was carried out by distributing the intrument of the study in the form of outside-class assignment. Later, the students had to submit their assignments in printed forms. The data were analyzed by using the Azar theory (1989) for the use of tense and word order, and the Boardman-Frydenberg theory (2002) for the use of coherence-cohesion and unity-completeness. Based on the data analysis, it was found out that for the grammatical competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the use of tense. Whereas, for the discourse competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the error in using cohesive devices such as the use of transition signals, pronoun, article, dan demonstrative pronoun. Finally, the pedagogical implication of the study is the students are supposed to fully motivated to be active outside their Writing classes in order to improve their grammatical and discourse competence in writing paragraphs.   Keywords: grammatical competence, discourse competence, tense, word order, coherence, cohesion, unity, completeness
Kritik Sosial Cerpen “Malam Laksmita” Karya S Prasetyo Utomo
Lingua Vol 16, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sastra Indonesia saat ini boleh dikatakan, banyak ditunjang oleh peran media surat kabar, khususnya cipta sastra cerpen. Perkembangan yang terjadi tersebut membawa angin segar terhadap perkembangan  dunia cerpen Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kritik sosial yang terkanKritik Sosial, Cerpendung dalam cerpen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pembacaan hermeneutik. Teknik analisis data dengan cara mendeskripsikan kritik sosial dari aspek agama, ekonomi, budaya, dan  iklim lingkungan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah cerpen “Malam Laksmita” karya S. Prasetyo Utomo mengandung kritik sosial, berupa (1) kritik agama, khususnya Islam, (2) kritik budaya, khususnya Melayu), (3) kritik ekonomi; dan (3) kritik lingkungan. 
PERESTRUKTURAN TEMA TOPIKAL DALAM PENGINDONESIAAN KLAUSA BERBAHASA INGGRIS
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah pokok: Bagaimana perestrukturan Tema Topikal untukmencapai perpadanan fungsional dalam pengindonesiaan teks berbahasa Inggris. Dengan demikian, tujuanpenelitian ini memberikan penjelasan mengenai perestrukturan Tema Topikal di dalam klausa untukmenghasilkan teks sasaran yang berpadanan fungsional dengan teks sumbernya. Penelitian yang dilakukandengan ancangan studi kasus ini diarahkan untuk secara terencana menganalisis teks tertulis yang berbahasaInggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia untuk memperoleh gambaran mengenai perpadananfungsional antara kedua bahasa tersebut. Empat langkah pokok yang ditempuh di dalam menganalisis seluruhdata ialah (1) penyusutan data, (2) displai data, (3) analisis data, dan (4) inferensi. Dengan prosedur itu,penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Tema Topikal direstruktur menggunakan dua cara. Cara pertamaadalah memertahankan pola klausa BSa sehingga dari tindak penerjemahan dihasilkan klausa BSa yang padaumumnya berpola seperti dalam BSu. Cara kedua adalah melalui proses tematisasi, yaitu memosisikan unsurtertentu Rheme pada awal klausa dalam fungsinya sebagai Theme, baik bertanda maupun tak bertanda.Perestrukturan ini pada umumnya dilakukan dengan inversi ataupun permutasi.Kata Kunci: topical theme, permutation, thematization
NEGOSIASI MITOS HUBUNGAN PEREMPUAN DENGAN ALAM DALAM TEKS OPERA BATAK PEREMPUAN DI PINGGIR DANAU KARYA LENA SIMANJUNTAK (TINJAUAN EKOFEMINISME)
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan lahir bukan “sebagai perempuan”, tetapi “menjadi perempuan”. Pernyataan Beauvoir ini mempertegas bahwa sosok perempuan ada karena ‘menjadi’. Sosok perempuan atau ibu yang ideal dari zaman peradaban sampai sekarang selalu mengalami perubahandari yang paling dihargai/dipuja sampai dibenci/dicela. Sastra adalah kaya tiruan yang mampu merefleksikan dan merepresentasikan dunianya. Teks Opera Batak Perempuan di Pinggir Danau karya Lena Simanjuntakmerepresentasikan bagaimana perempuan dimitoskan mempunyai kedekatan dengan alam sampai pada yang mengingkari alam.Namun demikian, ada pandangan yang kontras dalam diri perempuan maupuan antar individu. Bagaimanakah hubungan perempuan dengan alam dimitoskan? Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat dalam dialog yang menggabarkan tematema hubungan perempuan dengan alam. Data diperoleh dengan menggunakan metode simak. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik dialogis kontradiktif, yaitu data yang kontradiksi didialogkan dengan menggunakan kajian ekofeminisme, yang melihat dampak pembanguan bagi kedekatan perempuan dengan alam.Hasil penelitian menunjukka bahwa zaman dan kuasa berandil dalam menciptakan mitos hubungan perempuan dengan alam.Simone de Beavoir stated that women are born not “as a woman”, but “being a woman”. This statement confirmed that women exist because of ‘being’. The ideal figure of a woman or the mother in the present times civilization is always on changing, from the most respected figure/ adoredto become a hated / heckled figure. These figures of women ricely reflected in literary works to record the image of women through their world. Lena Simanjuntak’sOpera Batak Perempuan di Pinggir Danauis one of literary works, which represent how women mythologyzed of which they have a closeness relationshipwith nature or denies nature. Women even portrayed have a contrast views between one another, or they have no the universal view about the nature. The changeof the myth of women relationship with nature is caused of the changing times and the power that surround it. So, this writing will explore how the myth of women relationship with nature negotiated in this literary work. The data of this study is taken from sentences in the dialogue that illustrate the theme of all natural relations with women. Data obtained using methods refer to. The collected data were then analyzed by dialogic contradictory,by using ecofeminism point of view, then decided to be the tools of analysis. They stated that there is a close relationship between the development impact on women closeness to nature.
CIVILIZING ”THE OLD SOUTH” THROUGH MARGARET MITCHELL’SGONE WITH THE WIND
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gone With The Wind (GWTW) (1936) merupakan salah satu novel Amerika yang  merekam pengalaman perbudakan kaum kulit hitam dan perang sipil yang dibayangkan terjadi pada era antebelum Amerika  melalui sudut pandang kulit putih. Dengan memusatkan padakarakter protagonist perempuan kulit putih Selatan, pengarang berupaya untuk memberadapkan kehidupan “Old South” yang memiliki institusi ganjil perbudakan, dan mengutuk perang sipil yang telah memporak-porandakan kehidupan harmonis di Selatan. Inilah yang menjadi isu problematik yang ingin dianalisis dalam tulisan ini. Mengapa novel GWTW berupaya memuliakan kehidupan di Old South pada era sebelum perang sipil Amerika? Dengan perspektif hegemoni, penelitian ini menemukan bahwa novel GWTW merupakan salah satu sarana untuk mempertahankan narasi kolonial putih. Melalui representasi kehidupan harmonis di Selatan yang tampak pada tampilan perempuan dan laki-laki kulit putih yang rupawan, hubungan yang harmonis antara budak kulit hitam dan majikan kulit putih, gender, alam Selatan yang kaya raya, serta stratifikasi sosial menegaskan bahwa kehidupan di Old South pada masa antebelum merupakan gambaran kehidupan yang harmonis. Ini berarti bahwa protes terhadap perbudakan dan munculnya perang sipil merupakan hal yang tidak benar karena hal tersebut hanya memporak-porandakan tatanan kehidupan yang sudah mapan di Old South.berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa novel GWTW merupakan merupakan kelanjutan dari wacana kolonial kulit putih yang muncul di era pasca kolonial (pasca perbudakan) untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Gone With The Wind(GWTW) (1936) is an american novel which recorded the imagined experience of Black slavery and Civil War in the United States of America (pre and post-1865) based on the eye of WhiteSoutherner.Centered upon the SouthernWhite female protagonist character, the author sought to civilize the Old South life in antebellum Americawhich owned the peculiar institution of slavery and condemned the Civil War as it was rumaging the harmonious life in the Old South. The problematic case to be exposed in study is why and how the novel seemed seeks to glorify the life in antebellum Souththat embraced racism in the odd slavery institution? By hegemony perspective, this study found that the effort to civilize the Old Southin this novel is a way to persist the colonial White narration about the slavery institution. Through the depiction of Southern Belle and gentlemen hero, the natural landscape, the harmonious relation between Black slave and White master affirmed the life in the South was harmoniuos and stable. It means that the protes towards the Black enslavement and Civil War became irrelevant. To sum up, the discourse of White colonialisme to legitimate their power as a ruler in society is continued to be constructed in post-colonial discourse, as this novel appeared in the twenty century. 
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang berbagai problematika dalam pembelajaran kemahiran berbahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mendsekripsikan, dan menganalisis problematika pembelajaran kemahiran berbahasa Arab di kelas V semester 2 di MI Ciwahangan Ciamis tahun ajaran 2013/2014. Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas V MI Ciwahangan Ciamis yang berjumlah 17 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu berupa observasi terstruktur, wawancara mendalam, dokumentasi dan melakukan triangulasi untuk mencari keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini yaitu materi ajar bahasa Arab kelas V MI secara garis besar sesuai dengan kurikulum yang digunakan, namun ditinjau dari segi kemampuan belajar siswa, materi terlalu tinggi dan rumit untuk dijangkau siswa. Metode yang cenderung kurang efektif jika ditinjau dari segi perkembangan peserta didik. Media cenderung kurang inovatif dan kreatif jika ditinjau dari segi perkembangan peserta didik. Secara garis besar evaluasi dilakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. This study discusses the various problems in the learning of Arabic language proficiency in Elementary School. The purpose of this study is to identify and analyze the problems of learning Arabic language proficiency in the second semester of grade V of MI Ciwahangan school year 2013/2014. In its implementation, the researchers applied a qualitative approach with descriptive analysis. The sample used is the Grade V of MI Ciwahangan consisting of 17 students. Data collection is conducted by researchers in the form of structured observation, deep interviews, documentation, and triangulation to find out validity of the data obtained. The results of this study show that Arabic teaching materials of grade V of MI broadly correspond to the curriculum applied. However, from students' learning abilities, the materials are too difficult and complicated for students to be reached. If it is seen from the development of learners, the method of teaching tends to be less effective, and the media tend to be less innovative and creative. The evaluation is generally done based on the determined learning objectives.
SIMBOL DAN MAKNA KEBANGSAAN DALAM LIRIK LAGU-LAGU DOLANAN DI JAWA TENGAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang berbhineka tunggal ika sesungguhnya kaya akan budaya dan keseniantradisional di tiap-tiap daerah. Keanekaragaman seni budaya tersebut dapat dilihat dari aspek bahasa, kesenian,dan adat istiadat. Namun ironisnya, generasi muda sebagai penerus budaya tidak begitu banyak yang berminatmelestarikan maupun sekedar mempelajari seni budaya lokal. Bangsa Indonesia, masyarakat Jawa khususnyatidak menyadari bahwa banyak budaya dan kesenian modern terutama yang berasal dari negara asing sangatberpengaruh bagi pola pikir generasi muda. Persoalan ini sangat berkaitan dengan kondisi bangsa Indonesiayang belum juga lepas dari krisis sejak tahun 1997. Generasi muda sebagai penerus pembangunan hendaknyamemiliki rasa bangga dan jiwa kepahlawanan dalam menyikapi suatu masalah. Sikap tersebut dapat dimulaidengan rasa bangga dan mencintai seni budaya. Melalui seni seseorang belajar peka terhadap lingkungannya.Hingga sekarang ini, bangsa Indonesia telah mengalami krisis multidimensi. Berawal dari krisis moneter(ekonomi), krisis politik hingga krisis moral yang semakin menjadikan bangsa Indonesia terpuruk. Persoalantersebutlah yang melatarbelakangi munculnya gagasan penelitian tentang peran lirik lagu dolanan sebagaisalah satu dari seni sastra tradisional di Jawa Tengah dalam mewujudkan semangat persatuan dankebangsaan. Alasan lain karena hingga saat ini lagu dolanan cenderung dianggap sebagai lagu permainansemata. Melalui pendekatan hermeneutik fenomenologi penelitian ini mencoba mengungkap simbol dan maknadalam lirik lagu-lagu dolanan di Jawa Tengah. Simbol dan makna lirik lagu dolanan tersirat dalam pendidikanketuhanan, budi pekerti, dan kehidupan berbangsa dan bertanah air. Implementasi simbol dan maknakebangsaan lagu dolanan dalam pendidikan formal (sekolah) dapat dilakukan melalui pengajaran apresiasisastra pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa. Di dalam pendidikan non formal (keluarga, masyarakat: komunitasseni, sanggar seni, seniman) bentuk implementasi yang ditempuh sebagai upaya sosialisasi, dilakukan denganmengaplikasikan lagu-lagu dolanan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga lagu dolanan bukanlagi dianggap lagu dolanan anak semata, tetapi merupakan seni sastra tradisi milik seluruh masyarakat.Kerjasama yang harmonis antara orang tua, lingkungan, lembaga terkait, dan pemerintah akan berandil amatbesar bagi kelestarian seni budaya daerah yang merupakan sumber aset budaya nasional.Kata-kata kunci : Simbol dan makna, lirik lagu dolanan, pendidikan formal dan non formal
MEMBACA INTENSIF MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DENGAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MELALUI TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR PADA SISWA VII C SMP NEGERI 1 BONANG DEMAK
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif, dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif, dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.