cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PENERAPAN KETERAMPILAN PENGAJARAN READING DI SMA NEGERI MAKASSAR MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF -, Abbas
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh guru bahasaInggris di SMA dalam menerapkan pendekatan komunikatif pada pengajaranketerampilan membaca, khususnya masalah yang berkenaan dengan persepsi guruterhadap materi keterampilan membaca, keterampilan mereka dalam merancang satuanpelajaran dan mengembangkan materi keterampilan membaca, dan kemampuan gurudalam menyajikan materi tersebut di kelas. Penelitian ini menggunakan jenis instrumenangket untuk menjaring data terhadap persepsi guru dalam pengajaran keteramilanmembaca, dokumen ceklis untuk mengidentifikasi keterampilan guru dalam merancangsatuan pelajaran dan pengembangan materi keterampilan membaca, instrumen ceklisuntuk observasi di kelas digunakan untuk mengetahui keterampilan guru dalammenyajikan materi tersebut di kelas.Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru merupakan pengaruh dan faktorpenentu dalam pengajaran bahasa Inggris. Guru bahasa Inggris akan memilikiketerampilan yang baik dalam merancang dan mengembangkan materi keterampilanmembaca, bahkan mereka akan lebih mahir menyajikan materi tersebut apabila merekamemiliki persepsi yang baik terhadap dasar-dasar keterampilan membaca. This research identified the problems faced by SMU English teachers in theimplementation of communicative approach, particularly the problems in relation to theteachers perception on reading skills teaching, their skill in designing their lesson planand developing reading materials, their performance in presenting materials in the class.The data were collected using three kinds of instruments, namely the open-endedquestionnaire to find out the teachers perception on the reading skills, the officialdocument checklist to identify the teachers skill in designing the lesson plan in teachingreading skills, and classroom observation checklist to know the teachers teaching-performance in the class. Finally, result of this research showed that the teachersperception was influential and became determinant factor in English teaching. Theteachers had good skill in designing the lesson plan and developing the Reading skillmaterials and be skillful in presenting materials in the class if they had good perception onthe reading skill principles.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR PUISI DI SD Doyin, Mukh
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar puisi yang sesuai dengantuntutan pembelajaran, baik tuntutan kurikulum, karakteristik siswa, maupunmasyarakat pada umumnya. Untuk menghasilkan produk yang berupa kriteria puisianak-anak sebagai materi ajar di SD dalam penelitian ini digunakan metode Research andDevelopment yang disederhanakan sehingga hanya meliputi tiga tahap utama, yaitu (1)studi pendahuluan, (2) perumusan dan pengembangan produk, dan (3) validasi dandiseminasi produk. Hasil penelitian ini ada dua macam, yaitu kriteria puisi anak-anak danmodel pengembangan materi ajar puisi di SD. Kriteria puisi anak-anak yang diharapkanoleh para guru bisa dilihat dari tiga aspek, yakni tipografi, bahasa, dan isi. Tipografimenyangkut penulisan judul, penulisan nama, penulisan baris, penulisan bait,penggunaan huruf, panjang puisi, dan model penulisan puisi. Bahasa yang digunakanharus indah dan komunikatif. Isi puisi anak-anak harus bermanfaat dan bisa dipahamioleh anak-anak. Pengembangan materi ajar puisi di SD bisa dilakukan dengan dua cara,yaitu melalui penciptaan dan pengalihwahanaan. Penciptaan berarti menciptakan puisiyang sebelumnya tidak ada, sedangkan pengalihwahanaan berarti menciptakan puisi darisesuatu yang sebelumnya telah ada. Pengalihwahanaan ada dua cara, yaitu melaluipenerjemahan dan pengadaptasian This research aimed to develop poetry learning materials which were appropriate withteaching demand such as curriculum demand, students characteristic, and society incommon. To achieve product as criteria of children poetry as learning materials forElementary School students, this research applied simplified Research and Developmentmethod having three major phases, they are (1) introductory study, (2) productformulation and development, and (3) product validation and dissemination. Results ofthis research were two things, namely children poetry criteria and model of developinglearning materials for Elementary School students. The children poetry criteria expectedby teachers could be seen from three aspects, they are typography, language, and contentaspects. Typography aspect was about writing title, name, line, stanza, letters use, poemslength, and model of writing poem. The language used should be attractive andcommunicative. The content of children poem should be useful and understood bychildren. The development of poetry learning materials for Elementary School studentscould be done in two ways, namely through creating and transforming. Creating meant tocreate a poem which was never produced before, and transforming meant to create apoem from the existing previous poems. Transforming could be done through translationand adaptation.
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BUDAYA JEPANG Diner, Lispridona
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah deskripsi tentang peningkatan motivasibelajar budaya Jepang dan bahasa Jepang setelah pembelajaran bahasa Jepang melaluipemanfaatan sumber belajar. Pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar yang sudahmemiliki pengetahuan tentang budaya Jepang dapat termotivasi dalam belajar budayamelalui pembelajaran nihonjijo. Metode yang digunakan adalah metode observasilangsung.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket.Angketdisebarkan kepada mahasiswa semester 1 yang mengikuti mata kuliah nihonjijosejumlah58 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarangangkatan 2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) belajar budaya Jepangmelalui pemanfaatan sumber belajar dapat memotivasi pembelajar bahasa Jepang dalambelajar budaya Jepang, dan (2) dari keempat sumber belajar yang dimanfaatkan ketikapembelajaran nihonjijo, pemanfaatan orang sebagai sumber belajar merupakan sumberbelajar yang menjadi motivasi mahasiswa dalam belajar budaya Jepang paling tinggi. This research aimed to describe the increase of increase of motivation of learningJapanese culture and Japanese language after learning Japanese language through the useof learning source. Students of Basic Japanese language having knowledge about Japaneseculture could be motivated in learning culture through nihonjijo learning. Method ofinvestigation applied in this research was direct observation method. Technique ofcollecting data applied was questionnaire technique. The questionnaire was given to firstsemester students of 2013 batch of Japanese Language Education Study Program ofSemarang State University joining nihonjijo course at the amount to 58 students. Thisresulted that (1) learning Japanese culture through the use of learning source couldmotivate students of Japanese language in learning Japanese culture, and (2) from thosefour learning sources used in learning nihonjijo, the use people as learning sources waslearning source which became the students motivation in leaning the supreme Japaneseculture.
PENDEKATAN KOMUNIKATIF DENGAN ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN KAIWA PADA MAHASISWA SEMESTER V TAHUN 2013/2014 Supriatnaningsih, Rina
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaplikasian pendekatan komunikatifteknik role play berupa pemberian latihan berdialog dengan berbagai peran gunamemperbaiki hasil pembelajaran mata kuliah kaiwa (percakapan) mahasiswa semester Vtahun 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiantindakan kelas. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes. Hasil penelitian yangdicapai adalah sebanyak 56 mahasiswa nilai rata-ratanya mencapai 83. Selain itu, 48(85,71%) mahasiswa memilih role play jenis kedua yakni dialog yang berbeda denganbuku teks. Berdasarkan hasil tersebut, ada peningkatan nilai yang diperoleh dariperkuliahan sebelumnya. Banyaknya mahasiswa memilih tes jenis kedua menunjukkanbahwa pengajaran dengan pendekatan komunikatif dalam pengajaran kaiwa berhasilditerapkan sesuai dengan yang diharapkan. This research aimed to describe application of communicative approach if role playtechnique, which was giving dialog exercise with various roles in order to improvelearning outcome of kaiwa (conversation) course of fifth semester students of 2013/1014academic year. Method applied in this research was action research method. Datacollection was done by test technique. Result of this research showed that there were 56students having average score 83. Besides that, 48 (85,71%) students chose role play typetwo that was constructing different dialogs from the textbook. Based on that finding, therewas increasing score achieved compared to previous lecture. The great numbers ofstudents took test type two showed that learning with communicative approach in kaiwateaching and learning process was successful to be applied in accord with what it wasexpected.
MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DENGAN TEKNIK ADU ARGUMEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA Zulaeha, Ida
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan kebutuhan pengembangan model  investigasi kelompok dengan teknik adu argumen yang dapat  meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru bahasa Indonesia peserta mata kuliah pembelajaran mikro kemudian menghasilkan model perkuliahan pembelajaran mikro yang digunakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru bahasa Indonesia dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran inovatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain research and development. Kebutuhan pengembangan model mencakup   mengimplementasikan tujuan dan karakteristik pembelajaran pada pendidikan menengah, menentukan desain pembelajaran yang tepat, praktik keterampilan dasar mengajar yang kreatif dan inovatif,  praktik mengelola kelas besar dan kecil, praktik menyesuaikan pembelajaran dengan lingkungan siswa dan sekolah, praktik mengelola dan mengatasi berbagai persoalan ketika praktik mengajar, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai kriteria. Sintakmatik model investigasi kelompok dengan teknik adu argumen meliputi pemberian masalah, eksplorasi respon, realisasi respon, diskusi dan analisis proses pembelajaran, dan revisi kegiatan.  This research is conducted to the aim of describing the development needs of the group investigation model with argument argued technique that can improve pedagogical competence of the students of Indonesian teachers candidates in planning and implementing innovative learning.  The research is carried out by applying a research and development design. The model development needs include to implement the objectives and characteristics of learning for secondary education, to determine appropriate instructional design, to practice basic skills in creative and innovative teaching, to practice large and small classes managements, to practice instructional adjustment with student and the school environments, to practice managing and resolving various problems when teaching, and to evaluate learning based on the criteria. Group investigation model syntagmatic with argument argued techniques include giving  problem, exploring response, realizing response, discussing and analyzing the learning process, and revising activities.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT MAHASISWA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Syaifudin, Ahmad; Sulistyaningrum, Septina
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa malu atau kecemasan mahasiswa menjadi kendala utama setiap individu untuk berkomunikasi, termasuk berpendapat. Karena itu, melalui problem based learning (PBL) mahasiswa termotivasi untuk berpikir secara kritis dan analitik sehingga kemampuan berpendapat meningkat. Desain penelitian ini dilaksanakan melalui lesson study (LS) yang terdiri atas tahap plan, do, dan see. Hasil kajian ini dinyatakan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan mengemukakan pendapat, yakni kecemasan (takut) dan kemampuan memahami konsep materi yang rendah. Akan tetapi, melalui model PBL dengan sistem LS, rasa takut mahasiswa dapat dikikis. Pemahaman mahasiswa dalam konsep materi menjadi meningkat. Peningkatan itu diimbangi dengan peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat sebanyak 91% dari jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran.This research aims to motivate students to think critically and analytically, through Problem-based Learning, thus, their ability to give argument increases. It needs to do since the students’ shyness and anxiety becomes major obstacles for each individual both to communicate and to give argument. Research design is done through Lesson Study having three stages; they are plan, do, and see. Result of this investigation shows that there are two factors causing the decrease of students’ ability to give argument. They are their anxiety (fear) and their low ability to understand subject matter concept. But, through Problem-based Learning with Lesson Study system, the students’ fear can be eliminated. The students’ understanding of subject matter concept also increases. This increase is balanced by the increase of students’ ability to give argument up to 95% of a number of students involved in this learning.
PERMAINAN BAHASA PADA HUMOR CAK LONTONG (Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik) Kusno, Ali
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permaian bahasa dalam sosiolinguistik pada prinsipnya untuk bercanda dan menimbulkan efek humor. Pengunaan permainan bahasa pada humor Cak Lontong dalam berbagai kesempatan memiliki  kekhasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permainan bahasa humor Cak Lontong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Permainan bahasa humor Cak Lomtong meliputi: pertama, penggunaan permainan logika/penalaran, yakni menggunakan penalaran Induktif generalisasi, penggunaan analogi yang salah, dan penggunaan silogisme yang salah. Kedua, menciptakan permainan peribahasa, meliputi kreasi dengan substitusi bunyi, kreasi dengan substitusi kata dan frase, kreasi dengan penggantian suku kata, permainan argumen atas sebagian atau seluruh peribahasa, kreasi penambahan kata, kreasi penghilangan dan penambahan, kreasi dengan pembalikkan dan substitusi, kreasi dengan kontaminasi dua peribahasa atau lebih. Ketiga, plesetan bahasa survei dan riset. Keempat,  permainan sinonim dan antonim.  Kelima, menggunakan anekdot. Keenam, menggunakan gaya bahasa berbagai majas di antaranya litotes, ironi, maupun personifikasi. Ketujuh, memainkan logika fakta yang demikian adanya. Kedelapan, memanfaatkan makna denotasi dan konotasi. Kesembilan, permainan kata-kata motivasi.  This research aims to describe Cak Lontong’s humorous language games since he uses them in different chances which have uniqueness. Language game in Sociolinguistics is principally for making jokes and emerging humorous effect. This research applies descriptive qualitative method. Cak Lontong’s humorous language plays include, first, using of logic game, that is using generalization inductive, wrong analogy, and wrong syllogism; second, creating proverb games which include a creation of sound substitution, a creation of word and phrase substitution, a creation of syllable replacement, argument games of a part or a full of proverb, a creation of word addition, a creation of word elimination and addition, a creation of inversion and substitution, a creation of two or more proverb contaminations; third, language slang (plesetan) of survey and research; fourth, synonymous and antonymous games; fifth, using anecdote; sixth, using various figures of speech, such as litotes, irony, or personification; seventh, playing factual logic of what it is; eighth, utilizing denotative and connotative meanings; ninth, motivation word games.  
WACANA “ATURE REDAKSI” DALAM MAJALAH JAYA BAYA (Tinjauan Aspek Gramatikal) Sukoyo, Joko
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi aspek gramatikal pada wacana “Ature Redaksi”dalam majalah Jaya Baya. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data berupa teknik simak dan catat sedangkan penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Hasilnya, aspek gramatikal yang ditemukan meliputi konjungsi, referensi, elipsis dan substutusi. Konjungsi sebanyak 50%,  referensi sebanyak 36,9%, elipsis sebanyak 7,8% dan  substitusi sebanyak 5,3%.The research aims to describe cohesive signifier of grammatical aspect on Jaya Baya magazine’s “Ature Redaksi” discourse. Techniques applied to procedure of data collection are listening (simak) and writing (catat) techniques, whereas procedure of data analysis applied distributional method. Result of this research shows that grammatical aspects found are conjunction, reference, ellipsis, and substitution. Conjunctions are 50%, references are 36,9%, ellipsis is 7,8%, and substitutions are 5,3% of grammatical aspect found. 
STRATEGI INDUCTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GRAMATIKAL MAHASISWA Kirana Dwi Areni, Galuh
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana penerapan metode pembelajaran Inductive Learning dalam suatu kelas Advanced English Grammar pada implikasinya untuk meningkatkan kemampuan gramatikal mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Unnes dan untuk mengetahui adanya perubahan perilaku mahasiswa ketika mempelajari grammar bahasa Inggris. Dalam merealisasikan metode ini, peneliti menggunakan beberapa tehnik kooperatif yang dikemukakan oleh Kagan (1992), seperti numbered head together dan team pair solo. Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 4 yang mengambil kuliah Advanced English Grammar. Hasil dari PTK ini cukup memuaskan. Terdapat peningkatan persentase nilai mahasiswa yang cukup signifikan. Berdasarkan lembar observasi dan angket wawancara, sebagian besar mahasiswa menyatakan kesenangan mereka atas metode pembelajaran inductive learning karena pembelajaran grammar menjadi menyenangkan dan tidak monoton. Hal ini mempengaruhi keaktifan dan perubahan perilaku mereka secara langsung serta meningkatkan kemampuan gramatikal mereka secara tidak langsung.This study focuses on a class action research (CAR) which tried to apply a method of Inductive Learning in a class of Advanced English Grammar to improve the students’ grammatical competence and to find out whether there were students’ behaviour changes in learning English grammar. In realizing this method, the researcher used some cooperative learning techniques proposed by kagan (1992) such as numbered head together and team pair solo.This class action research (CAR) was conducted in two cycles. In each cycle, there were four steps, i.e planning, acting, observing, and reflection. The subjects of the study were the 4th semester students of an Advanced English Grammar class in academic year 2011/2012. Based on the data analysis, the result of this CAR was quiet satisfying. There was an increasing percentage of students’ test scores between cycle 1 and cycle 2. Based on the observation sheets and questioners given to the students, most of them liked Inductive Learning method to be applied in grammar classes because this method is fun and interesting. This attitude directly influenced their activity, motivation, and behavior in grammar classes which indirectly also increased their grammatical competence. 
MODEL PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI BERBASIS TEORI SEMIOTIKA Supriyanto, Teguh
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa calon guru seharusnya memahami dan mampu mengembangkan beberapa model pembelajaran. Dalam pembelajaran sastra semestinyalah model pembelajaran berbasis teori sastra. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan model pembelajaran apresiasi sastra. Karakteristik desain model apresiasi sastra berbasis teori semiotik termasuk di dalamnya sintagmatik, sistem sosial, sistem reaksi, sistem penunjang, tujuan pembelajaran, dan sistem pendamping. Model pembelajaran apresiasi sastra berbasis teori semiotika memiliki tahapan pada lapis bunyi, arti, objek, dunia, dan lapis metafisik. This research aims to describe a development of literary appreciation learning model since teacher candidate students should understand and are able to develop some learning models, and in learning literature, the learning model should be based on literary theory. Characteristics of literary appreciation model desihn are based on semiotic theory including sintagmatics, social system, reaction system, contributory system, learning objectives, accompanying system. Literary appreciation learning model based on semiotic theory has stages on sound layer, meaning, object, world, metaphisical layer.

Page 8 of 59 | Total Record : 590