cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
BENTUK KOMBINASI KAJIAN TEORI DAN LAPANGAN DALAM PENERAPAN MATA KULIAH FOLKLOR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Indiatmoko, B.
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui bentuk kombinasi perkuliahanberbasis teori dengan kuliah kajian lapangan, (2) untuk mengetahuiimplementasi struktur kombinasi perkuliahan berbasis teori dengan kajianlapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptifstruktural kombinatif. Adapun pendekatan penelitian menggunakanpendekatan aplikasi kombinatif. Hasil penelitian adalah perkuliahan bentukkombinasi mata kuliah Folklor pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa danSastra Jawa Unnes dapat dihasilkan kombinasi bentuk perkuliahan yaknikuliah berbasis teori dan sekaligus dilanjutkan kuliah praktik lapangan.Implementasi struktur kombinasi pada tahap pertama dapat dilakukanperkuliahan di kelas dengan memperdalam teori folklor yang disertai dengancontoh. Perkuliahan pada struktur kedua dilakukan di lapangan dalam bentukpraktik melakukan inventarisasi folklor yang ada di masyarakat danmenemukan jenis dan bentuk folklor yang ada di masyarakat. Kuliah diakhiridengan penyerahan laporan dan re
IMPLEMENTASI TACHE PADA MATA KULIAH PRODUCTION ORALE PRÉ ÉLÉMENTAIRE Widayanti, Diah Vitri
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk menerapkan tâchedalam pembelajaran berbicara (Production Orale Pré Élémentaire) di Prodi Sastra Prancis.Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester II angkatan 2009 Prodi SastraPrancis yang harus mengulang mata kuliah tersebut (tidak lulus di semester I).Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Data yang terkumpul dianalisis denganmenggunakan ketuntasan nilai minimal 60. Hasil observasi pada siklus I menunjukkanbahwa 43% mahasiswa mendapat nilai kurang dari 60. Pola belajar mahasiswa perludiperbaiki, sehingga pada siklus II mahasiswa diberi tugas mingguan yang dinilai:menghafalkan konjugasi dan kosakata. Pada akhir siklus II, semua responden telahberhasil mendapatkan nilai di atas 60 This research was classroom action research aiming to apply tâche in teaching Speaking(Production Orale Pré Élémentaire) at French Literature Study Program of Languages andArts Faculty of Semarang State University. Subject of this research was all second semesterstudents of French Literature Study Program 2009 batch which retook that subject (Thestudents failing this subject in first semester). Data collection was conducted by testingtechnique. The collected data were analyzed by using minimum completeness score of 60.Result of observation on cycle I showed that 43% of number of students got score less than 60.Consequently, the pattern of students learning needed to improve. On cycle II, the studentsthus were given weekly scored assignment; they had to memorize conjugation andvocabulary. In the end of cycle II, all students had succeeded to have score up to 60.
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BAHASA JAWA BERBASIS KOMPETENSI DI SMA SE-JAWA TENGAH -, Sukadaryanto
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi pembejaran bahasa Jawa adalah terwujudnya keterampilan siswa dalampenggunaan bahasa Jawa secara optimal. Pada konteks ini program pembelajaran bahasaJawa hendaknya diarahkan untuk mencapai sumber daya manusia yang lebih baik. Untukitu perlu disusun desain pengembangan silabus, desain penilaian, dan desain pengelolaanpembelajaran bahasa Jawa di SMA. Desain pengembangan pembelajaran bahasa Jawa diSMA mengacu pada pembelajaran inovatif yang mengarah pada PAIKEM yakniPembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan. Pelaksanaan pembelajaran inidengan memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang disarankan masing-masing unsur dalamproses belajar mengajar. Urgency of teaching Javanese language was to embody students skill in optimally applyingthe language. In this context, the language teaching program was directed to attain a betterhuman resource. For a matter of that, it needs to be arranged a design of syllabus developing,of evaluation, and of Javanese language teaching management for Senior High Schoolstudent. The design of Javanese language teaching developing in Senior High School referredto innovative teaching directed at PAIKEM which was active, innovative, creative, effective,exciting teaching. Implementation of this teaching was done by maximizing activitiessuggested by each element in teaching and learning processes
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF LISAN BAHASA JAWA SISWA SMP Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa SMP dalam berkomunikasi dengan bahasa Jawa umumnya tidak memperhatikanaspek kesantunan. Kondisi ini terjadi karena pembelajarannya cenderung ke arah bahasatulis. Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan research & development danbersifat multy years, yang dirancang dalam dua tahap penelitian. Tahap pertamamerupakan tahap penyusunan draf model pembelajaran generatif berbasis konteksuntuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan siswa SMP. Hasil penelitian tahappertama ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran komunikasi lisan mendapat porsi yangpaling sedikit karena guru dan siswa mengalami kesulitan. Umumnya siswa mengalamikesulitan berbicara dengan ragam krama karena tidak hafal kosa kata krama dan tidakmengatahui kaidah penggunaan ragam krama. Guru mengalami kesulitan dalammempersiapkan materi ajar, media pembelajaran, dan pemilihan strategi pembelajaran,(2) draf model pembelajaran komunikasi lisan dengan stategi pembelajaran generatifyang dikembangkan dilakukan dengan enam tahap, yaitu tahap eksplorasi, pemfokusan,pengenalan konsep, penerapan berbasis konteks, dan análisis kesalahan berbahasa. Default Paragraph Font;hps;High Students do not pay attention to use politeness. Thiscondition occurs because learning tends toward written language. The study design wasdesigned using research & development in multi-year, which is designed in two step ofresearch. The first step is drafting a generative model of context-based learning to improveoral communication competence of junior high school students. The results of this first phaseare (1) the implementation of learning oral communication had a little portion in class andstudents had some difficulties. Generally, students had difficulty to speak in various registerbecause they dont memorized vocabulary and do not know the use in diverse situation.Teachers had difficulty in preparing teaching materials, instructional media, and theselection of instructional strategies, (2) a draft of oral communication learning modelsusing generative learning strategy is developed in six steps: the exploration, focusing,introduction of the concept, context-based implementation, and errors analysis.
BENTUK DAN JENIS SASTRA LISAN BANYUMASAN -, Rustono; Pristiwati, Rahayu
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk dan jenis sastra lisan Banyumasan perlu diungkap. Hasil wawancara, hasilobservasi, hasil dokumentasi, dan hasil perekaman tentang bentuk sastra dan jenis-jenissastra lisan yang ada di wilayah Banyumas dan sekitarnya merupakan dasar temuan ini.Informan dengan kuali!ikasi pewaris aktif sastra lisan Banyumasan, yaitu tukang cerita,dalang, guru, tokoh masyarakat, dan juru kunci merupakan sumber data tulisan ini.Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Parry dan Tuloli (1990:22) yangmeliputi transkripsi, terjemah, klasi!ikasi, analisis nilai dan aspirasi. Bentuk sastraBanyumasan yang ditemukan meliputi sastra tulis dan sastra lisan. Atas dasar jenisnya,ada dua jenis sastra lisan Banyumasan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu puisidan prosa. Sastra lisan Banyumasan jenis puisi yang ditemukan meliputi pantun, syair,seloka, parikan, geguritan. Sementara itu, sastra lisan Banyumasan jenis prosa yangditemukan mencakupi legenda, mite, peribahasa, pepatah, perumpamaan, pemeo, dankata-kata arif. This study aimed to reveal Banyumas oral literature types and forms. The bases of thisfinding were the result of interview, observation, documentation, and recording about theforms and types of oral literature in Banyumas area and its surroundings. The data sourcewas from informants with the active heirs qualification of Banyumas oral literature suchas story tellers, puppeteers, teachers, community leaders, and caretakers. The techniquesof data analysis were applying techniques of Parry and Tuloli (1990:22) consisting oftranscription, translation, classification, aspiration and value analysis. The forms ofBanyumas literature found were written and oral ones. Based on its types, there were twotypes of Banyumas oral literature found, they were poetry and prose. Poetry types ofBanyumas oral literature were poem, verse, seloka, parikan, geguritan. Meanwhile, prosetypes of Banyumas oral literature were legends, myths, proverbs, sayings, parables,bywords, and sensible words.
REGISTER KHOTBAH JUMAT BERBAHASA JAWA (STUDI KASUS DI MASJID AGENG KABUPATEN KLATEN) Miji Lestari, Prembayun; Dyah Kurnia, Ermi
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diangkat dalam tulisan ini berkaitan dengan register khotbah Jumatberbahasa Jawa khususnya yang dipergunakan para khotib di masjid Ageng, Jatinom,Kabupaten Klaten. Kajian yang dipergunakan yakni sosiolinguistik dengan jenis penelitiandeskriptif kualitatif. Bahasa Jawa dipergunakan oleh khotib sebagai bahasa pengantarmengingat mitra tutur –dalam konteks ini adalah jamaah sholat Jumat- sebagaimasyarakat tutur Jawa. Variasi bahasa lain yang dominan muncul adalah bahasa Arab danserpihan bahasa Indonesia sering dipergunakan khotib dalam penyampaian khotbahnya.Register atau kekhasan bahasa dalam ranah agama yakni khotbah Jumat berbahasa Jawaini selain adanya penggunaan variasi bahasa juga ditemukan adanya ajakan, larangan,perintah dan dominasi ungkapan-ungkapan tradisional Jawa. Karakteristik registerkhotbah Jumat bersifat terang dan jelas, singkat padat, meyakinkan dan standar This study aimed to describe problems related to registers of Javanese language Fridaysermon, especially delivered by the preachers of Ageng Mosque, Jatinom, Klaten Regency.This study applied sociolinguistics with descriptive qualitative research. The preachersdelivered their sermon in Javanese language since the speech-partner, which in thiscontext was Jumat prayers, was society of Javanese language speech. Other dominantvariations of other languages used were Arabic language and cuttings of Indonesianlanguage which were often used by the preachers in delivering their sermon. Thelanguage registers and special characteristic in religion field were the Javanese languageFriday sermon and the existence of applying language variation found in persuasion,prohibition, command, and Javanese dominant traditional expressions as well. Thespecial characteristics of Friday sermon registers were bright and clear, concise,convincing, and standard.
ANALISIS PEMBENTUKAN POLA GRAF PADA KALIMAT BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH Yusuf, Yasin; Nurdiati, Sri; Silalahi, Paruhum
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge graph adalah sebuah pendekatan baru untuk memahami bahasa alami. Metodeini memiliki 9 relasi biner dan 4 relasi frame. Analisis suatu kalimat dengan menggunakanknowledge graph membutuhkan aturan pemotongan kalimat (chunking). Aturan chunkingsudah ada pada struktur kalimat bahasa Inggris dan Cina, tetapi belum ada untuk strukturkalimat bahasa Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk aturan chunkingpada struktur kalimat bahasa Indonesia dan membuat pola graf kalimat bahasaIndonesia.Tahapan penelitian ini adalah dimulai dengan studi literatur awal, pembuatanchunk indicator, pemotongan kalimat (chunking), pembuatan chunk graph, dan diakhiridengan kontruksi sentence graph. Hasil penelitian ini adalah aturan chunking kalimatbahasa Indonesia dengan indicator sebanyak 8, yaitu koma dan titik, kata ganti petunjuk,kata kerja bantu, kata depan, jump, kata-kata logika, jeda nafas, kata sambung. Selain itu,diperoleh pula pola graf kalimat bahasa Indonesia yang sekaligus menunjukkan arti(aspek semantik) dari kalimat yang dianalisis. This research aimed to construct chunking rule on Indonesian language sentencestructure and make pattern of Indonesian language sentence graph. It was done sinceknowledge graph is a new approach to understand natural language. This method has 9(nine) binary relation and 4 (four) frame relation. A sentence analysis using this approachneeds rule of sentence chunking, This research method was started from beginning ofliterary studies, chunk indicator constructing, sentence chunking, chunk graphconstructing, and sentence graph constructing. Result of this research was there was ruleof Indonesian language sentence chunking with 8 (eight) indicators such as periods, fullstops, demonstratives, auxiliary verbs, prepositions, jump, logical words, pauses,conjunctions. Besides that, it had also been achieved pattern of Indonesian languagegraph which gives meaning (semantic aspect) from analyzed sentences at once.
ASPEK BUDAYA PADA MINWA SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JEPANG (Sebuah Kajian Antropologi Sastra) Prasetiani, Dyah
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek budaya masyarakat Jepang yangtercermin dalam dongeng Jepang (minwa) yang berjudul Tanishi Chooja (TC) melaluipenelitian antropologi sastra. Langkah analisis antropologi sastra ditetapkan sebagaiberikut: (1) Peneliti menentukan terlebih dahulu karya mana yang banyak menampilkanaspek-aspek etnogra!is (2) Meneliti pemikiran, gagasan, falsafah, dan premis-premismasyarakat yang tercermin dalam karya sastra (3) Memperhatikan struktur cerita (4)Menganalisis simbol-simbol ritual serta hal-hal tradisi yang mewarnai masyarakat dalamsastra itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem mata pencaharian masyarakatJepang kuno adalah bertani, sistem kemasyarakatannya feodal dan mengenal pajakpertanahan. Sistem religinya percaya pada dewa-dewa yang dipercaya menguasai segalayang ada di bumi misalnya dewa air. Wujud kebudayaan sistem religi ini diwujudkan dalambentuk matsuri atau festifal yang diselenggarakan untuk menghormati dan menyembahdewa-dewa. Wujud kebudayaan !isiknya adalah tempat pemujaan dewa-dewa kamidana(altar) dan jinja (kuil). This research aimed to analyze cultural aspect of Japanese society reflected on Japanesetale (minwa) entitled Tanishi Chooja (TC) through literary anthropological research. Stepsof literary anthropological analysis were set as follows: (1) researcher determinedpreviously which literary works had perform ethnographical aspects; (2) researcherinvestigated thought, idea, philosophical value, and societys premises reflected on literaryworks; (3) researcher noticed structure of the story; (4) researcher analyzed ritualsymbols and traditions colouring the society in the literary works. Result of the researchshowed that old Japanese livelihood system was farming, feudal social system, and land taxacknowledgement. Their religious system believed to gods that were believed masteringall aspects on earth, like god of water. Their religious system was manifested in a form ofmatsuri or festivals held for respecting and worshiping gods. Their physical culturemanifestation was places for gods glorification such as kamidana (altar) and jinja(temple).
NILAI PENDIDIKAN DALAM UPACARA TRADISI HAUL SEMANGKIN DI DESA MAYONG LOR KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA Widagdo, Sungging; Dyah Kurnia, Ermi
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tradisi tentunya memiliki makna, nilai, dan unsur indigenous yang terkandung didalamnya.Haul Semangkin merupakan tradisi asli masyarakat Mayong, Jepara yangmemiliki aneka ragam ritual yakni pentas seni, arak-arakan, tahlil, sesaji, dan wayangan.Ragam dan kekayaan ritual yang ada dalam Haul Semangkin menjadikannya menarikuntuk dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna, fungsi, dan nilai pendidikandari tradisi Haul Semangkin.Data dikumpulkan melalui eksplorasi lapangan denganmetode wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data hasil lapangan disajikanmenggunakan tehnik analisis kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukan adanyamakna, fungsi, dan nilai pendidikan yang khas dari rangkaian ritual yang ada dalam HaulSemangkin.Makna tertuang melalui simbol fisik dan non-fisik yang ada dalam ritual HaulSemangkin. Haul Semangkin memiliki fungsi untuk mewujudkan integritas sosial,perbaikan sosial, perwarisan norma sosial, serta pelestarian budaya dan hiburan. Adatiga nilai pendidikan yang tergali dari tradisi Haul Semangkin yaitu nilai pendidikanketuhanan, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budi pekerti. This study aimed to seek indigenous educational significance, function, and values from HaulSemankin tradition, which was originated from original tradition of Mayong society inJepara having various rituals such as art performances, marches, tahlil, offerings, andpuppet shows. Data were collected through field exploration by methods of interview,observation, and documentation. The field result data were presented by applyingdescriptive qualitative analysis technique. Result of the study showed that there werespecific educational significance, function, and values from series of rituals in HaulSemangkin. The significance was poured into physical and non-physical symbols existing onHaul Semangkin rituals. They had function to actualize social integrity, social improvement,social norm succession, as well as entertaining and cultural preservation. Three educationalvalues sought from this tradition were divine educational values, social educational values,and well-behaved educational values.
MODEL KOLABORATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI PROSA MAHASISWA Haryati Setyaningsih, Nas
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ditemukan fakta bahwapembelajaran apresiasi prosa kurang mendapat respons positif mahasiswa yang antaralain disebabkan cara mengajar dosen yang cenderung bersifat teoretis dan kurangmemberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengapresiasi karya sastra secara intens.Untuk mengatasi hal tersebut digunakan model kolaboratif tipe investigasi kelompok.Penelitian ini menggunakan desain kaji-tindak (action research) melalui dua siklus. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif tipe investigasi kelompok dapatmeningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hal itu ditandai oleh etos belajar mahasiswayang menunjukkan perkembangan sejak siklus I yang berkategori baik dan tetapdipertahankan pada siklus II untuk menciptakan perkuliahan yang kondusif. Kualitas hasilpembelajaran mengalami peningkatan yang signi!ikan. Kualitas respons belajarmahasiswa terhadap pembelajaran juga dalam kategori baik. This research aimed to find out the use of figurative language of discourse on the onlinenewspaper asahi.com. It used qualitative method for analysing data. The data weresentences and words in a form of writings from asahi shinbun online. The result of theresearch was the language used by the online newspaper, asahi.com, prioritize more onwriting efficiency filled on elliptical style. A vanishing language occured on no

Page 7 of 59 | Total Record : 590