cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN MINAT MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNNES Sukoyo, Joko
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kesulitan yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa adalah mengungkapkan ide dan gagasannya dalam bahasa tulis. Padahal keterampilan menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi mahasiswa di samping keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011/2012 dengan mengambil sampel 30 mahasiswa. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah angket minat minat membaca, tes penguasaan kosakata, dan tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif yang signifikan antara penguasaan kosakata mahasiswa dengan kemampuan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,643. 2) ada hubungan positif  yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan menulis eksposisi dengan koefisien korelasi sebesar 0,661. 3) ada hubungan yang positif antara penguasaan kosakata, dan minat membaca secara bersama-sama dengan ketrampilan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi 0,735, dan koefisien determinasi 0,54. One of the difficulties of students in program of Javanese Language and Literature is expressing ideas in writing. Though writing skills is one of language skills very important besides the other skills as listening, speaking and reading. The research was done at the State University of Semarang, in Program of Javanese Language and Literature. The study population was a student of 2011/2012 and the sample is 30 students. Instrument to collecting data was a questionnaire concerning interest in reading, vocabulary test, and test of exposition writing. The results showed that 1) there was a positive relation between vocabulary acquisition and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.643), 2) there was a positive relation between interests in reading and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.661), 3) there was a positive relation between vocabulary, reading interests and exposition writing (correlation coefficient: 0.735 and coefficient of determination: 0.54).
BAHASA ANAK-ANAK JALANAN: RELEVANSINYA DENGAN BUDAYA MULTIKULTURAL MASA KINI (SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Lestari, Prembayun Miji
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengambil obyek anak-anak jalanan di wilayah Klaten, khususnya di wilayah Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah variasi dan karakteristik kebahasaan komunitas anak-anak jalanan jika dikaitkan dengan budaya multikultural masa kini. Data diperoleh dari observasi lngsung, yang diperoleh dari percakapan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik merekam, simat bebas libat cakap, simak libat cakap, teknik merekam dan mencatat. Hasil yang didapatkan adalah ditemukannya ragam bahasa unik pada komunitas anak-anak jalanan, lebih banyak digunakan bahasa Jawa khususnya ngoko lugu yang mengandung pisuhan dan makian. This research taken object street children at Klaten district, especially bus station. The aims this research is to identify what the condition of variation and characteristics language at street children community. The base theories of this  research refer to some sociolinguistics theories, concening language and people/community. Main data collecting by direct  observation, this is from everyday conservation. The data were collected by using techniques of tapping, non participant observation, participant observation, authorized recording and taking notes. The study showed that language of the street children community have unique characteristic, language used more Javanese language especially ngoko lugu which contain ‘pisuhan’ and ‘makian’.
CERITA API DI BUKIT MENOREH KARYA SH MINTARDJA : UPAYA LEGIMITASI KEKUASAAN MATARAM Supriyanto, Teguh
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita silat ADM menceritakan masalah seputar berdirinya dinasti Mataram mulai dari peperangan antara  Pajang dengan Jipang, runtuhnya Pajang, sampai pada berdirinya kerajaan Mataram. Kebanyakan para tokoh ADM dapat ditemukan dalam cerita babad Tanah Jawi. Berdasarkan pada penelitian intertekstual dapat ditemukan bahwa (1) cerita silat ADM ditulis berdasar cerita babad BTJ, (2) cerita silat ADM merupakan cerita babad Mataram modern, (3) cerita silkat ADM berfungsi melegitimasi kekuasaan panembahan Senapati. The silat story ADM tells about story of establishing  Mataram dynasty beginning from Pajang-Jipang confrontation, the falling of Pajang, and establishing of Mataram dynasty. Most of Characters are similarly to Babad story- a Javanese historiography.  Based on intertextuallity research, some elements of the text can be found. There are: (1) the silat story of ADM is composed based on Javanese historiography (BTJ), (2) the silat story of ADM is the modern historiographyof Mataram. (3) the silat story of ADM legitimates of Panembahan Senapati outhority.
NILAI-NILAI MORALITAS DAN BUDAYA ASING DALAM SASTRA ANAK TERJEMAHAN MELALUI PEMAKNAAN SASTRA ANAK OLEH ANAK Irawati, Retno Purnama; Purwani, Neli
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya mengungkap karakteristik karya sastra anak terjemahan yang beredar dan populer di kalangan anak-anak Indonesia, serta kandungan nilai-nilai moralitas dan budaya asing dalam sastra anak terjemahan menurut sudut pandang anak sebagai penikmat sastra anak terjemahan. Nilai-nilai moralitas dan budaya dalam karya sastra anak terjemahan tersebut diyakini akan memperkaya wacana dan pengetahuan anak sebagai penikmat sastra anak terjemahan, sehingga dapat bermanfaat dalam pengembangan karakter anak ke arah yang lebih positif. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif dengan mempergunakan pendekatan resepsi sastra, yang bertumpu pada pada teori efek dari Wolfgang Iser. Adapun, metode pengumpulan data mempergunakan salah satu metode resepsi sastra, yaitu metode eksperimental. Metode eksperimental dalam pendekatan resepsi sastra dilakukan dengan teknik pengajuan daftar pertanyaan atau kuesioner yang telah dipersiapkan. Kuesioner ini diberikan kepada subjek penelitian pada kelompok umur 6-12 tahun yang sudah lancar membaca dan bisa memberikan pendapat dan tanggapan secara tertulis. Teks sastra anak terjemahan terpilih adalah Boneka Pemecah Kacang (The Nutcracker) karya E.T.A.Hoffmann; Hansel dan Gretel karya Grimm Bersaudara; dan Prajurit Timah karya Hans Christian Andersen. This study aims to describe the characteristics of popular translation of children’s literature among Indonesian children, the moral values of foreign cultures in the translation of children’s literature seen by children as reader. Moral values  and culture in children’s literature translation will enrich the discourse and knowledge of the children, so it can be useful in the development of children’s character into a more positive direction. This research is a qualitative study using literary reception approach, which is based on the theory of the effects of Wolfgang Iser. The method of collecting data used one of the methods of literary reception: the experimental method.  It used a list of questions or questionnaires prepared. The questionnaire was given to children of 6-12 years old who are able to read and can give opinions and respond in writing. Literature  chosen were Boneka Pemecah Kacang (The Nutcracker) by ETAHoffmann;  Hansel and Gretel by Grimm, and Tin Soldier by Hans Christian Andersen. Characteristics of children’s literature has good characters and an interesting story. The values of morality and culture are contained in the story:  appreciate toys, respect for elders, love each other.
POTRET INVESTASI PEREMPUAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI ECOFEMINISM NOVEL PRIMADONA KARYA AHMAD MUNIF Qomariyah, U’um
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme untuk melihat kaitan perempuan dengan kearifan lokal, salah satunya terkait dengan budaya itu sendiri. Dari hasil pembahasan dideskripsikan bahwa potret berbasis kearifan lokal yang terdapat dalam novel Primadona karya Ahmad Munif, meliputi; menjadi bagian dari perkumpulan budaya, bekerja maksimal, pemertahanan dalam pelestarian, dan memberikan motivasi. Adapun faktor yang mendorong perempuan berinvestasi diantaranya faktor kelangsungan hidup, faktor kesadaran berkesenian, faktor rasa memiliki, dan faktor rasa menghargai. Saran yang dapat direkomendasikan adalah hendaknya bisa dilakukan penelitian dalam kaitannya dengan investasi yang dilakukan laki-laki dan diterapkan dalam bidang yang lain sehingga kajian menjadi lebih seimbang. Hal ini tentu saja bisa dilihat dari pendekatan yang lain, tidak hanya dari pendekatan ekofeminisme. This study used  an ecofeminism approach to see  the relationships between women and  local wisdom, one  of which   relates with the culture itself.  The study suggests that the portrait based on  the local wisdom   in  Primadona  novel  written by Ahmad Munif  shows the part of cultural society,   working optimally, maintaining conservation, and giving motivation. The  factors that encourage women to invest,  among others,  are  sustainability of life, awareness  of  art activities,  sense of belonging, and respect . This research recommends that the research relating with the investment done by men and  applied in other fields is needed so that the discussion would be balance.  Further, other approaches, in addition to ecofeminism, can be employed in the study.
POLA PENGIKONIKAN DALAM BAHASA INDONESIA Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keikonikan dalam bahasa merupakan fenomena menarik untuk dikaji. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, yakni linguistik masa kini lebih terpancang perhatiannya pada bentuk-bentuk simbolik lingual yang dikatakan bersifat arbitrer, pemahaman terhadap kaidah-kaidah keikonikan mutlak perlu dalam pengkajian bahasa, bahasa Indonesia sangat kaya dengan bentuk-bentuk lingual yang bersifat ikonik itu. Temuan penelitian ini adalah ada 10 pola pengikonikan dalam bahasa Indonesia, yaitu peniruan suara atau bunyi, pernyataan kecil atau terlalu kecil, pernyataan besar atau terlalu besar, pernyataan lebar atau terlalu lebar, pernyataan panjang atau terlalu panjang, pernyataan bulat (dan membesar atau memakan tempat yang lebih besar atau lebih luas), pernyataan tonjolan atau sembulan, pernyataan perubahan, pernyataan keadaan tetap, pernyataan tidak teraturnya tindakan atau kejadian. Iconicity in language is an interesting phenomena to study. This is because of many factors : nowadays linguistics only pay attention to arbitrary lingual symbolic form, it is necessary to understand towards rules of iconis in language study, Indonesia language has many lingual iconic form. The indings of this study are 10 iconicity patterns in Indonesian language, i.e. voice/sound mimicry, statement to stress small or too small object, statement to stress big or too big object, statement to stress large or too large object, changing larger or extend, statement to stress long or too long object, changing longer, statement to stress round (and changing bigger), statement to stress bruise, statement to stress change, statement to stress ixed condition, statement to stress unconsistent of action or event.
KODE DAN KESANTUNAN DALAM RAPAT DINAS BERPERSPEKTIF GENDER DAN JABATAN Joko Santoso, B. Wahyudi
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dikaji adalah (i) bagaimana realisasi bentuk pemilihan kode dalam tindak tutur direktif (TTD) yang dilakukan oleh peserta rapat dinas, baik di tingkat fakultas maupun universitas di lingkungan Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam perspektif jender dan jabatan, (ii) bagaimana realisasi kesantunan TTD yang dilakukan oleh peserta rapat dinas tersebut? Metode penyediaan data berupa metode percakapan dengan teknik dasar sadap, serta teknik lanjutan teknik simak libat cakap, yakni menyimak dan berpartisipasi dalam pembicaraan sambil mencatat. Adapun metode analisis menggunakan metode padan, submetode sosiopragmatis dengan teknik ganti, sisip, dan perluas yang disampaikan secara deskriptif-analitik-interpretatif. Metode penyajian hasil analisis adalah informal. Hasil penelitian ini adalah realisasi penggunaan kode TTD, baik oleh rektor, ketua senat universitas, sekretaris senat universitas, dekan, pembantu dekan, kepala bagian, dan kepala subbagian (laki-laki dan perempuan) berupa kode Indonesia secara dominan, baik baku maupun tidak baku; dan sebagian kecil berupa campur kode (Indonesia tidak baku, Inggris, Jawa (halus dan ngoko), serta Arab. Dari sisi realisasi kesantunan berbahasa, baik pemimpin rapat maupun peserta rapat (laki-laki) cenderung menggunakan tindak tutur langsung, baik berpenanda kesantunan, seperti tolong, harap, mari, dan dipersilakan maupun tidak berpenanda dibandingkan dengan ber-TTD tidak langsung. Sebaliknya, pemimpin atau perserta rapat perempuan cenderung ber-TTD secara tidak langsung dengan modus interogatif. Arah TTD bersifat dua arah, baik dari pemimpin rapat maupun peserta rapat. Namun, kecenderungannya, arah tersebut TTD berasal dari yang memimpin rapat ke yang dipimpin (dari pejabat versus nonpejabat atau dari pejabat yang lebih tinggi ke yang lebih rendah). This study aimed to investigate (i) how the realization of the electoral code in the directive speech acts (TTD) conducted by a formal meeting participants, both at the faculty and university in the State University of Semarang in genre and position perspective, (ii) how the realization of politeness TTD conducted by the formal meeting participants. The data collecting method was conversation with the basic method of “tapping techniques“, advanced techniques of listening, watching, and talking in the conversation by noting. The method of data analysis was padan (matching) method. The submethod applied was sociopragmatic method with changing, inserting, expanding, and paraphrasing techniques, delivered of analytic-descriptive-interpretative writing. The method of presenting results used an informal presentation. The results of this study were: (1) the realization of TTD code, either by rector, chairman of the university senate, secretary of the university senate, dean, assistant dean, head of department, or head of subdivision officials (men and women) used Indonesian code predominantly, either formal or not formal usage, and in small groups, they used the mixed code of informal Indonesian, English, Javanese (smooth and not-smooth ngoko), and Arabic; (2) the realization of linguistic politeness, both meeting leaders and meeting participants (men) tended to use direct speech act, either politeness sign, like tolong, harap, mari, and dipersilakan or not politeness sign compared to using of indirect speech act. On the contrary, the meeting leader or women participant tended to use the indirect speech act with the interrogative mode. The direction of the directive speech act was two-way direction, for both meeting leaders and participants of the meeting. However, apparently, the direction of directive speech act tended to come from the meeting leader to the participants meeting (from official(s) versus non-officials or of higher official(s) to lower one(s)).
ANALISIS STRUKTURAL NASKAH DRAMA BERBAHASA JAWA SADUMUK BATHUK SANYARI BUMI KARYA ARIH NUMBORO Fuadhiyah, Ucik
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur drama Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi berdasarkan teori struktural. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa unsur-unsur yang ada dalam teks drama. Adapun sumber data penelitian ini adalah naskah drama berjudul Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi karya Arih Numboro. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) untuk memperkuat eksistensi dan mendekatkan drama Jawa kepada generasi muda, baik drama tradisional (kentrung, ketoprak dsb) maupun drama modern (teater dan film) diperlukan dukungan dari berbagai pihak, 2) teori struktural dapat menjadi salah satu alternatif cara untuk mengkaji atau menganalisis unsur-unsur yang ada dalam sebuah naskah drama, 3) unsur-unsur yang terdapat dalam naskah drama Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi berdasarkan analisis struktural meliputi: tema, dialog, latar dan setting, tokoh, penokohan, alur atau plot, dan amanat. This research aimed to find out elements of Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi drama based on structural theory. It used qualitative descriptive analysis method. Its data were the elements in drama script. Its data source was drama script of Arih Numboros Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi. Result of this research were 1) to strengthen the existence of and to approach Javanese drama to young generation, either traditional drama (kentrung, ketoprak, etc.) or modern drama (theatre and film), it needed support from many others; 2) structural theory could be an alternative way to study or analyse the drama elements; 3) the elements contained in this drama which were based on structural analysis were theme, dialogue, space and time setting, character, characterization, plot, and authors message
ANALISIS GAYA BAHASA WACANA DI ASAHI.COM Nurhayati, Silvia
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa wacana dalam surat kabar online asahi.com. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis data kalimat dan kata berbentuk tulisan dari asahi shinbun online. Penelitian ini menemukan bahwa bahasa yang digunakan oleh surat kabar online asahi.com lebih mengutamakan efesiensi penulisan yang tertuang dalam penggunaan gaya bahasa elipsis. Pelesapan terjadi pada unsur partikel no、unsur kata kerjasuru、dan kopula da. Meskipun terjadi pelesapan, hal itu tidak mempengaruhi atau mengaburkan makna informasi dan opini yang disampaikan kepada pembaca. Selain itu munculnya gaya bahasa eufemisme lewat media huruf katakana dan kata yang mengandung arti idiom, untuk melukiskan opini atau informasi yang dianggap kurang baik. Meskipun demikian tidak ada standar yang jelas mengenai penggunaan kedua gaya bahasa ini sehingga berakibat pada penggunaan bahasa Jepang yang midare (tidak teratur). This research aimed to find out the use of figurative language of discourse on the online newspaper asahi.com. It used qualitative method for analysing data. The data were sentences and words in a form of writings from asahi shinbun online. The result of the research was the language used by the online newspaper, asahi.com, prioritize more on writing efficiency filled on elliptical style. A vanishing language occured on no、particle, suru、verb element, and da copula. However, it did not influence and blur out significances of information and opinion uttered to the reader. Besides that, euphemism appeared through media of katakana letters and idiomatic words in order to illustrate less good opinion and information. As a result, there was no clear standard about the use of those two figures of speech, and it caused the use of midare (irregular) Japanese language. 
PEMANFAATAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA JAWA TINGKAT SMP Yuwono, Agus
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki lebih dari tiga ratus kelompok etnis yang berbeda-beda dan memiliki identitas kebudayaan yang berbeda-beda. Perbedaan inilah pada sisi negatif bisa melemahkan integritas bangsa, tetapi pada sisi lain pada kelompok etnis tersebut ditemukan nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan utama penelitian ini adalah menemukan model pengembangan materi ajar yang memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal dengan harapkan dapat meningkatan integritas bangsa dan harmoni sosial. Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan Research and. Hasil pengembangan materi ajar bahasa Jawa Tingkat SMP dengan memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal yaitu (1) dengan mempertimbangkan fungsi dan pengertian ungkapan-ungkapan tradisional tersebut maka dapat dideskripsikan 17 nilai-nilai kearifan lokal, (2) materi dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yakni materi wacana, materi berbentuk dialog atau percakapan, materi berbentuk (geguritan) atau puisi dan parikan, dan (3) pengembangan materi yang berupa wacana nilai kearifan lokal terletak pada kalimat utama dan kalimat penjelas. Pengembangan materi yang berupa percakapan, nilai kearifan lokal terletak pada prolog, monolog, dialog, dan epilog. Pengembangan materi bentuk tembang dan geguritan terletak pada gatra masing-masing tembang atau geguritan, serta pengembangan materi bentuk parikan terletak pada sampiran maupun isi. Indonesia has more than three hundred different ethnic groups and different cultural identities. Those differences negatively can decline nation integrity. On the other hand, the local wisdom values were found from them. This research main goal was to ind a model of teaching material developing which employed local wisdom values expected to increase nation integrity and social harmony. This research was designed for applying Research and Development model. The results of Javanese language teaching material developing for Junior High School student which employed local wisdom values were: (1) it was described 17 local wisdom values considering the function and the de inition of traditional expressions; (2) the material can be grouped into three big groups as follows: discourse material, dialog form material, geguritan (poetry) and parikan (aphorism); and (3) the discourse material of local wisdom values was situated at main clause and subordinate clause. The dialog material of local wisdom values were set on the prologue, monolog, dialog, and epilogue. The tembang and geguritan material developing was located on each tembang and geguritan phrases. And, the material developing of parikan was placed on its sampiran and content.

Page 6 of 59 | Total Record : 590