cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017): July 2017" : 10 Documents clear
Perbedaan Tingkat Kesegaran Jasmani Berdasarkan Status Gizi Sepriadi, Sepriadi; Hardiansyah, Sefri; Syampurma, Hilmainur
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.10934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan status gizi. Penelitian yang diteliti tergolong ke dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan perbandingan (komparasi). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang sebanyak 110 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok sampel. Sebelum dibagi terlebih dahulu dilakukan dilakukan dengan mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh). Setelah diukur IMT maka didapatkan 76 orang sampel termasuk kedalam status gizi normal dan 34 orang dalam status gizi tidak normal. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Mei 2017. Data dianalisis dengan uji t independent sampel dengan jumlah sampel beda. Untuk mendapatkan data status gizi dengan mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh), dan Kesegaran jasmani dengan menggunakan tes lari 2400 meter. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan Tingkat Kesegaran Jasmani antara Kelompok Status Gizi Normal dengan Kelompok Status Gizi Tidak Normal. Dimana hal ini dapat terlihat dari thitung = 3.85 > ttabel = 1.66This study aims to see differences in physical fitness based on nutritional status. The research studied is classified into the type of quantitative research with comparative approach. The sample in this research is the students of Faculty of Sport Science of Universitas Negeri Padang as many as 110 people and divided into 2 groups of samples. Before the first split is done by measuring BMI (Body Mass Index). After the BMI was measured, 76 samples were included into normal nutritional status and 34 people in abnormal nutritional status. This research was conducted in April-May 2017. The data were analyzed by independent sample t test with different sample number. To obtain nutritional status data by measuring BMI (Body Mass Index), and Physical fitness using a 2400 meter test run. The result of this research is that there is a significant difference of Physical Freshness Level between Normal Nutrition Group Group and Nutrition Status Group. ttabel = 1.66”>Where this can be seen from thitung = 3.85> ttabel = 1.66.
Pengembangan Prototipe Alat Bantu Latihan Mengayun (Swing Trainer) pada Atlet Woodball Amin, Anas Kholikul; Doewes, Muchsin; Purnama, Sapta Kunta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.8743

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) Menghasilkan desain prototipe alat bantu mengayun agar dapat digunakan dalam latihan mengayun bagi atlet woodball putra tingkat pemula dan lanjutan, (2) Menguji desain alat bantu mengayun dapat efektif digunakan atlet untuk meningkatkan keterampilan gerakan mengayun. Langkah-langkah yang digunakan dalam prosedur pengembangan adalah: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain 2 ahli woodball dan 2 ahli peralatan, (4) Perbaikan Desain, (5) Uji Coba Produk 6 atlet, dan (6) Uji Coba Pemakaian 10 atlet. Produk akhir model alat bantu mengayun“Swing Trainer” yang dapat digunakan untuk latihan gerakan mengayun. Hasil validasi alat dari rubrik penilaian ahli woodball dan ahli peralatan mendapatkan skor 92 (tepat) sedangkan hasil efektivitas model model alat bantu mengayun didapatkan dari hasil penilaian ahli woodball pada uji coba skala kecil dan uji coba skala besar dengan mendapatkan skor rata-rata atlet dapat melakukan keseluruhan gerakan mengayun dan sebanyak 16 atlet menyatakan alat bantu mengayun efektif digunakan untuk latihan gerakan mengayun.The purpose to: (1) to generate a prototype design tools that can be used to swing in swing training for beginner and advanced men's level, (2) to test swing design tools can be effectively used to improve the skills of swing motion. Here are steps of procedure developmet: (1) Potention and problems, (2) Data/information collection, (3) product design, (4) Design validation 2 woodball expert and 2 tools expert, (5) Upgrading design, (6) Product experiment 6 athletes, and (7) Aplication experiment 10 athletes. The result of this research is a product, this final product is a tools swing “swing trainer” which can be used for swing training. The tool’s validation result is obtained from an assessment rubric from woodball expert and tools expert with the score 92 (exact). Meanwhile the efectiveness resulf a tools swing prototype is obtained from an assessment result by woodball expert in small scale experiment and large scale experiment. From those experiments, the average score of athletes can do the whole swing motion and there are 16 athletes clarify that tools swing is an effective tool to be used in swing movement practice.
Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Bola Basket di Kabupaten Magetan Wibowo, Kristianto; Hidayatullah, M. Furqon; Kiyatno, Kiyatno
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.9520

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh bagaimana pentingnya pembinaan prestasi olahraga bagi perkembangan prestasi di suatu daerah. Selain itu pembinaan prestasi juga dapat untuk mengembangkan minat, bakat dan juga potensi-pontensi masyarakat di suatu daerah. Fokus dari penelitian ini adalah pada bagaimana pelaksanaan pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analsisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah, Organisasi, Atlet, Pelatih, Ekstrakurikuler, serta sarana dan prasarana bola basket di kabupaten Magetan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan mengenai pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan termasuk dalam kategori kurang baik. Hal itu karena belum berjalan dengan baik faktor-faktor yang membantu mencapai prestasi olahraga yang tinggi yaitu faktor pemassalan, faktor pembibitan serta faktor pencapaian prestasi sehingga prestasi bola basket di kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 1) Dari segi pembinaan prestasi, kabupaten Magetan dalam kategori kurang baik karena belum adanya pembinaan usia dini serta tidak adanya klub-klub bola basket yang ikut membantu pembinaan prestasi di kabupaten Magetan. 2) Dari segi pemerintah, peran pemerintah diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan dana tetapi juga lebih memperhatikan atletnya. 3) Dari segi organisasi, PERBASI kabupaten Magetan diharapkan lebih fokus dalam hal-hal yang mengakibatkan pembinaan prestasi kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 4) Dari segi pelatih, mayoritas pelatih bola basket di kabupaten Magetan belum mempunyai lisensi pelatih dan belum menerapkan program latihan. 5) Dari segi atlet, atlet bola basket di kabupaten Magetan rata-rata baru mengenal dan latihan saat mereka di SMA, serta belum mempunyai rasa disiplin yang tinggi dalam mengikuti latihan. 6) Dari segi ekstrakurikuler, sekolah-sekolah di kabupaten Magetan belum secara penuh mendukung siswanya dalam ekstrakurikuler bola basket. 7) Dari segi sarana dan prasarana bola basket kabupaten Magetan termasuk dalam kondisi cukup baik karena hampir semua sekolah di kabupaten Magetan mempunyai sarana dan prasarana untuk menunjang untuk latihan bola basket. 8) Hambatan yang mempengaruhi pembinaan prestasi olahraga bola basket adalah tidak adanya pembinaan usia dini atlet bola basket di kabupaten Magetan.The background of this research was how important the coaching of sports achievement for the development of achievement in an area. In addition, performance coaching can also develop interests, talents and also the potentials of society in an area. The focus of this research was on how the implementation of basketball sport achievement coaching in Magetan. This research used qualitative descriptive research method. Data collection techniques used are observation techniques, interviews and documentation. Analysis of data by means of data reduction, data presentation and conclusion. The subjects of this study were Government, Organization, Athlete, Coach, Extracurricular, as well as basketball facilities and infrastructure in Magetan. Based on the results of the research, it can be concluded that the development of basketball sport achievements in Magetan was included in the category of less good. That was because the factors that help achieve high sports achievement had not run well which is the bulking, seeding and achievement factors so that the achievement of basketball in Magetan was not getting better. 1) In terms of performance coaching, Magetan in the category of poor because of the lack of early age coaching and the absence of basketball clubs that helped to improve the achievement in Magetan. 2) In terms of government, the expected role of the government was not only to give funds but also pay more attention to the athletes. 3) From the organizational perspective, PERBASI Magetan was expected to put more focus on things that making the achievement of Magetan Regency achievement did not improve. 4) In terms of coaches, the majority of basketball coaches in Magetan did not have a coach license and had not implemented an exercise program yet. 5) In terms of athletes, basketball athletes in Magetan are newly acquainted and exercised when they are in high school, and did not yet have a high sense of discipline in training. 6) In terms of extracurricular, schools in Magetan had not fully supported their students in basketball extracurricular. 7) In terms of facilities and basketball infrastructure Magetan is in good condition because almost all schools in Magetan have the infrastructure to support for the practice of basketball. 8) The obstacles that affect the development of basketball sport achievement is the absence of early age coaching for basketball’s athletes in Magetan. .
Pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Plus dan Metode Drill terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar pada Kompentensi Dasar Efisiensi penggunaan Tempat Tidur Rumah Sakit Lestari, Tri; Wujoso, Hari; Suryani, Nunuk
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.11134

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode pembelajaran metode ceramah plus dan drill terhadap motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa pada  kompetensi dasar efisiensi penggunaan tempat tidur rumah sakit pada mahasiswa  Prodi D3 RM STIKes Mitra Husada Karanganyar. Rancangan penelitian ini adalah quasi experiment pretest posttest group design. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan paired t-test dan independent t-test. Keseluruhan subjek penelitian adalah 118 mahasiswa. Hasil Penelitian berdasarkan hasil uji Paired Samples Test menunjukkan bahwa semua pasangan variabel pair 1, pair 2, pair 3, pair 4 mempunyai nilai p atau sig = 0,000 (<0,05) maka h0 ditolak . Hal ini berarti terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar  sebelum dan sesudah pemberian metode pembelajaran melalui metode ceramah plus dan metode dril, sehingga metode pembelajaran melalui metode ceramah plus dan metode dril dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar responden. Hasil Uji Independent Samples T Test menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar  mempunyai nilai p atau sig = 0,000 (<0,05), maka Ho ditolak atau motivasi belajar responden melalui metode pembelajaran dengan metode ceramah plus dan  metode  dril benar-benar berbeda. Pada variabel hasil belajar  mempunyai nilai p atau sig = 0,000 (α <0,05), maka Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar melalui metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah plus dan metode dril. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Plus dan Metode Dril terhadap motivasi belajar dan hasil belajar sangat berbeda. Metode dril lebih baik daripada metode ceramah plus.The purpose of this study was to determine the effect of teaching methods and drill plus a lecture on motivation to learn and learning outcomes of students to the basic competence the efficient use of hospital beds in student Prodi D3 RM STIKes Mitra Husada Karanganyar. The study design was quasi experimental group pretest-posttest design. The data is processed and analyzed using paired t-test and independent t-test. Overall the study subjects were 118 students. Results based on the results of Paired Samples Test shows that all variable pair 1, pair 2, 3 pair, 4 pair or sig has a value of p = 0.000 (<0.05) then h0 rejected. This means that there are differences in learning motivation and learning outcomes before and after giving a lecture mode of learning methods and methods plus drill, so the method of learning through lecture method plus and drill method can increase learning motivation and learning outcomes of respondents. Independent Test Results Samples T Test showed that the variables of learning motivation or sig has a value of p = 0.000 (<0.05), then Ho is rejected or motivation to learn the respondent through the method of learning by lecture method plus and drill method is completely different. On learning outcome variable has a value of p or sig = 0.000 (α <0.05), then Ho is rejected. This means that there are differences in learning outcomes through a learning method using plus lecture and drill method. Concluded that there are differences in the effect of Learning Method Lectures Plus and Method Dril toward learning motivation and learning outcomes are very different. Drill method is better than the lecture method plus.
Hubungan Panjang Lengan dan Panjang Tungkai dengan Kemampuan Vertical Jump, Spike Jump Reach dan Block Jump Reach Remaja Putra Nasuka, Nasuka; Priambodo, Erwin Nizar
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.12036

Abstract

Remaja adalah kelompok umur yang  masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan sehingga memungkinkan terjadi perubahan sampai masa dewasa. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara panjang lengan dan panjang tungkai dengan vertical jump, spike jump reach dan block jump reach pada remaja putra.  Survey dilakukan pada 288 remaja putra  berusia 12-16 tahun. Tiap partisipan diukur panjang lengan dan panjang tungkai kemudian dilakukan test vertical jump, spike jump reach dan block jump reach. Hubungan antara panjang lengan dan panjang tungkai dengan vertical jump, spike jump reach dan block jump reach diuji dengan uji korelasi Pearson.  Hasil menunjukkan bahwa panjang lengan berkorelasi dengan vertical jump ( r = 0,162), spike jump reach (r = 0,392)  dan block jump reach (r = 0,322). Panjang tungkai juga  berkorelasi dengan vertical jump ( r = 0,125), spike jump reach (r = 0,466)  dan block jump reach (r =0,464). Dapat disimpulkan bahwa pada remaja putra, panjang lengan dan panjang tungkai berpengaruh lemah terhadap vertical jump, dan berpengaruh sedang spike jump reach dan block jump reach.Adolescent is a period that are still experiencing growth and development to allow changes until adulthood. The aim of this research was to see the relationship between arm length and leg length with vertical jump, spike jump reach and block jump reach in male adolescent. The survey was conducted on 288 young men 12-16 years old. Each participant were measured the length of the arm and the length of the leg and then tested vertical jump, spike jump reach and block jump reach. The relationship between arm length and leg length with vertical jump, spike jump reach and block jump reach were tested by Pearson correlation test. The results showed that arm length correlated with vertical jump (r = 0.162), spike jump reach (r = 0,392) and block jump reach (r = 0,322). Leg length also correlated with vertical jump (r = 0.125), spike jump reach (r = 0,466) and block jump reach (r = 0,464). It can be concluded that in male adolescents, the arm length and leg lengths had weak correlation with the vertical jump, and moderate correlation with the spike jump reach and the block reach reach
Perbedaan Tingkat Kesegaran Jasmani Berdasarkan Status Gizi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.10934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan status gizi. Penelitian yang diteliti tergolong ke dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan perbandingan (komparasi). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang sebanyak 110 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok sampel. Sebelum dibagi terlebih dahulu dilakukan dilakukan dengan mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh). Setelah diukur IMT maka didapatkan 76 orang sampel termasuk kedalam status gizi normal dan 34 orang dalam status gizi tidak normal. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Mei 2017. Data dianalisis dengan uji t independent sampel dengan jumlah sampel beda. Untuk mendapatkan data status gizi dengan mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh), dan Kesegaran jasmani dengan menggunakan tes lari 2400 meter. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan Tingkat Kesegaran Jasmani antara Kelompok Status Gizi Normal dengan Kelompok Status Gizi Tidak Normal. Dimana hal ini dapat terlihat dari thitung = 3.85 ttabel = 1.66This study aims to see differences in physical fitness based on nutritional status. The research studied is classified into the type of quantitative research with comparative approach. The sample in this research is the students of Faculty of Sport Science of Universitas Negeri Padang as many as 110 people and divided into 2 groups of samples. Before the first split is done by measuring BMI (Body Mass Index). After the BMI was measured, 76 samples were included into normal nutritional status and 34 people in abnormal nutritional status. This research was conducted in April-May 2017. The data were analyzed by independent sample t test with different sample number. To obtain nutritional status data by measuring BMI (Body Mass Index), and Physical fitness using a 2400 meter test run. The result of this research is that there is a significant difference of Physical Freshness Level between Normal Nutrition Group Group and Nutrition Status Group. ttabel = 1.66”Where this can be seen from thitung = 3.85 ttabel = 1.66.
Pengembangan Prototipe Alat Bantu Latihan Mengayun (Swing Trainer) pada Atlet Woodball
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.8743

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) Menghasilkan desain prototipe alat bantu mengayun agar dapat digunakan dalam latihan mengayun bagi atlet woodball putra tingkat pemula dan lanjutan, (2) Menguji desain alat bantu mengayun dapat efektif digunakan atlet untuk meningkatkan keterampilan gerakan mengayun. Langkah-langkah yang digunakan dalam prosedur pengembangan adalah: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain 2 ahli woodball dan 2 ahli peralatan, (4) Perbaikan Desain, (5) Uji Coba Produk 6 atlet, dan (6) Uji Coba Pemakaian 10 atlet. Produk akhir model alat bantu mengayun“Swing Trainer” yang dapat digunakan untuk latihan gerakan mengayun. Hasil validasi alat dari rubrik penilaian ahli woodball dan ahli peralatan mendapatkan skor 92 (tepat) sedangkan hasil efektivitas model model alat bantu mengayun didapatkan dari hasil penilaian ahli woodball pada uji coba skala kecil dan uji coba skala besar dengan mendapatkan skor rata-rata atlet dapat melakukan keseluruhan gerakan mengayun dan sebanyak 16 atlet menyatakan alat bantu mengayun efektif digunakan untuk latihan gerakan mengayun.The purpose to: (1) to generate a prototype design tools that can be used to swing in swing training for beginner and advanced men's level, (2) to test swing design tools can be effectively used to improve the skills of swing motion. Here are steps of procedure developmet: (1) Potention and problems, (2) Data/information collection, (3) product design, (4) Design validation 2 woodball expert and 2 tools expert, (5) Upgrading design, (6) Product experiment 6 athletes, and (7) Aplication experiment 10 athletes. The result of this research is a product, this final product is a tools swing “swing trainer” which can be used for swing training. The tool’s validation result is obtained from an assessment rubric from woodball expert and tools expert with the score 92 (exact). Meanwhile the efectiveness resulf a tools swing prototype is obtained from an assessment result by woodball expert in small scale experiment and large scale experiment. From those experiments, the average score of athletes can do the whole swing motion and there are 16 athletes clarify that tools swing is an effective tool to be used in swing movement practice.
Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Bola Basket di Kabupaten Magetan
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.9520

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh bagaimana pentingnya pembinaan prestasi olahraga bagi perkembangan prestasi di suatu daerah. Selain itu pembinaan prestasi juga dapat untuk mengembangkan minat, bakat dan juga potensi-pontensi masyarakat di suatu daerah. Fokus dari penelitian ini adalah pada bagaimana pelaksanaan pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analsisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah, Organisasi, Atlet, Pelatih, Ekstrakurikuler, serta sarana dan prasarana bola basket di kabupaten Magetan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan mengenai pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan termasuk dalam kategori kurang baik. Hal itu karena belum berjalan dengan baik faktor-faktor yang membantu mencapai prestasi olahraga yang tinggi yaitu faktor pemassalan, faktor pembibitan serta faktor pencapaian prestasi sehingga prestasi bola basket di kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 1) Dari segi pembinaan prestasi, kabupaten Magetan dalam kategori kurang baik karena belum adanya pembinaan usia dini serta tidak adanya klub-klub bola basket yang ikut membantu pembinaan prestasi di kabupaten Magetan. 2) Dari segi pemerintah, peran pemerintah diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan dana tetapi juga lebih memperhatikan atletnya. 3) Dari segi organisasi, PERBASI kabupaten Magetan diharapkan lebih fokus dalam hal-hal yang mengakibatkan pembinaan prestasi kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 4) Dari segi pelatih, mayoritas pelatih bola basket di kabupaten Magetan belum mempunyai lisensi pelatih dan belum menerapkan program latihan. 5) Dari segi atlet, atlet bola basket di kabupaten Magetan rata-rata baru mengenal dan latihan saat mereka di SMA, serta belum mempunyai rasa disiplin yang tinggi dalam mengikuti latihan. 6) Dari segi ekstrakurikuler, sekolah-sekolah di kabupaten Magetan belum secara penuh mendukung siswanya dalam ekstrakurikuler bola basket. 7) Dari segi sarana dan prasarana bola basket kabupaten Magetan termasuk dalam kondisi cukup baik karena hampir semua sekolah di kabupaten Magetan mempunyai sarana dan prasarana untuk menunjang untuk latihan bola basket. 8) Hambatan yang mempengaruhi pembinaan prestasi olahraga bola basket adalah tidak adanya pembinaan usia dini atlet bola basket di kabupaten Magetan.The background of this research was how important the coaching of sports achievement for the development of achievement in an area. In addition, performance coaching can also develop interests, talents and also the potentials of society in an area. The focus of this research was on how the implementation of basketball sport achievement coaching in Magetan. This research used qualitative descriptive research method. Data collection techniques used are observation techniques, interviews and documentation. Analysis of data by means of data reduction, data presentation and conclusion. The subjects of this study were Government, Organization, Athlete, Coach, Extracurricular, as well as basketball facilities and infrastructure in Magetan. Based on the results of the research, it can be concluded that the development of basketball sport achievements in Magetan was included in the category of less good. That was because the factors that help achieve high sports achievement had not run well which is the bulking, seeding and achievement factors so that the achievement of basketball in Magetan was not getting better. 1) In terms of performance coaching, Magetan in the category of poor because of the lack of early age coaching and the absence of basketball clubs that helped to improve the achievement in Magetan. 2) In terms of government, the expected role of the government was not only to give funds but also pay more attention to the athletes. 3) From the organizational perspective, PERBASI Magetan was expected to put more focus on things that making the achievement of Magetan Regency achievement did not improve. 4) In terms of coaches, the majority of basketball coaches in Magetan did not have a coach license and had not implemented an exercise program yet. 5) In terms of athletes, basketball athletes in Magetan are newly acquainted and exercised when they are in high school, and did not yet have a high sense of discipline in training. 6) In terms of extracurricular, schools in Magetan had not fully supported their students in basketball extracurricular. 7) In terms of facilities and basketball infrastructure Magetan is in good condition because almost all schools in Magetan have the infrastructure to support for the practice of basketball. 8) The obstacles that affect the development of basketball sport achievement is the absence of early age coaching for basketball’s athletes in Magetan. .
Pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Plus dan Metode Drill terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar pada Kompentensi Dasar Efisiensi penggunaan Tempat Tidur Rumah Sakit
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.11134

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode pembelajaran metode ceramah plus dan drill terhadap motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa pada  kompetensi dasar efisiensi penggunaan tempat tidur rumah sakit pada mahasiswa  Prodi D3 RM STIKes Mitra Husada Karanganyar. Rancangan penelitian ini adalah quasi experiment pretest posttest group design. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan paired t-test dan independent t-test. Keseluruhan subjek penelitian adalah 118 mahasiswa. Hasil Penelitian berdasarkan hasil uji Paired Samples Test menunjukkan bahwa semua pasangan variabel pair 1, pair 2, pair 3, pair 4 mempunyai nilai p atau sig = 0,000 (0,05) maka h0 ditolak . Hal ini berarti terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar  sebelum dan sesudah pemberian metode pembelajaran melalui metode ceramah plus dan metode dril, sehingga metode pembelajaran melalui metode ceramah plus dan metode dril dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar responden. Hasil Uji Independent Samples T Test menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar  mempunyai nilai p atau sig = 0,000 (0,05), maka Ho ditolak atau motivasi belajar responden melalui metode pembelajaran dengan metode ceramah plus dan  metode  dril benar-benar berbeda. Pada variabel hasil belajar  mempunyai nilai p atau sig = 0,000 (α 0,05), maka Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar melalui metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah plus dan metode dril. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Plus dan Metode Dril terhadap motivasi belajar dan hasil belajar sangat berbeda. Metode dril lebih baik daripada metode ceramah plus.The purpose of this study was to determine the effect of teaching methods and drill plus a lecture on motivation to learn and learning outcomes of students to the basic competence the efficient use of hospital beds in student Prodi D3 RM STIKes Mitra Husada Karanganyar. The study design was quasi experimental group pretest-posttest design. The data is processed and analyzed using paired t-test and independent t-test. Overall the study subjects were 118 students. Results based on the results of Paired Samples Test shows that all variable pair 1, pair 2, 3 pair, 4 pair or sig has a value of p = 0.000 (0.05) then h0 rejected. This means that there are differences in learning motivation and learning outcomes before and after giving a lecture mode of learning methods and methods plus drill, so the method of learning through lecture method plus and drill method can increase learning motivation and learning outcomes of respondents. Independent Test Results Samples T Test showed that the variables of learning motivation or sig has a value of p = 0.000 (0.05), then Ho is rejected or motivation to learn the respondent through the method of learning by lecture method plus and drill method is completely different. On learning outcome variable has a value of p or sig = 0.000 (α 0.05), then Ho is rejected. This means that there are differences in learning outcomes through a learning method using plus lecture and drill method. Concluded that there are differences in the effect of Learning Method Lectures Plus and Method Dril toward learning motivation and learning outcomes are very different. Drill method is better than the lecture method plus.
Hubungan Panjang Lengan dan Panjang Tungkai dengan Kemampuan Vertical Jump, Spike Jump Reach dan Block Jump Reach Remaja Putra
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.12036

Abstract

Remaja adalah kelompok umur yang  masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan sehingga memungkinkan terjadi perubahan sampai masa dewasa. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara panjang lengan dan panjang tungkai dengan vertical jump, spike jump reach dan block jump reach pada remaja putra.  Survey dilakukan pada 288 remaja putra  berusia 12-16 tahun. Tiap partisipan diukur panjang lengan dan panjang tungkai kemudian dilakukan test vertical jump, spike jump reach dan block jump reach. Hubungan antara panjang lengan dan panjang tungkai dengan vertical jump, spike jump reach dan block jump reach diuji dengan uji korelasi Pearson.  Hasil menunjukkan bahwa panjang lengan berkorelasi dengan vertical jump ( r = 0,162), spike jump reach (r = 0,392)  dan block jump reach (r = 0,322). Panjang tungkai juga  berkorelasi dengan vertical jump ( r = 0,125), spike jump reach (r = 0,466)  dan block jump reach (r =0,464). Dapat disimpulkan bahwa pada remaja putra, panjang lengan dan panjang tungkai berpengaruh lemah terhadap vertical jump, dan berpengaruh sedang spike jump reach dan block jump reach.Adolescent is a period that are still experiencing growth and development to allow changes until adulthood. The aim of this research was to see the relationship between arm length and leg length with vertical jump, spike jump reach and block jump reach in male adolescent. The survey was conducted on 288 young men 12-16 years old. Each participant were measured the length of the arm and the length of the leg and then tested vertical jump, spike jump reach and block jump reach. The relationship between arm length and leg length with vertical jump, spike jump reach and block jump reach were tested by Pearson correlation test. The results showed that arm length correlated with vertical jump (r = 0.162), spike jump reach (r = 0,392) and block jump reach (r = 0,322). Leg length also correlated with vertical jump (r = 0.125), spike jump reach (r = 0,466) and block jump reach (r = 0,464). It can be concluded that in male adolescents, the arm length and leg lengths had weak correlation with the vertical jump, and moderate correlation with the spike jump reach and the block reach reach

Page 1 of 1 | Total Record : 10