cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
The Importance of Hydration for Soccer Athletes
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18427

Abstract

When playing soccer, the main mechanism for removing heat energy from the body is the evaporation of sweat from the surface of the skin. Although this mechanism is essential in regulating body temperature, this sweating process can often lead to dehydration. Dehydration is the process of losing water in the body and is often explained as a change in body mass during acute exercise. For example, 2% water dehydration is defined as a 2% body mass deficit. Thermoregulation in sweating is the main source of loss of body mass during acute exercise / exercise, but there are other contributing factors, namely loss of water and carbon dioxide through the respiratory tract produced by the substrate oxidation pathway. To get around the state of dehydration soccer players must immediately be rehydrated. Rehydration is an important part of the recovery process, good rehydration must be done both before, and especially after exercising, if the players have a body mass deficit, they must replace it with fluids and electrolytes in preparation for training or the next match.
Kajian Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Meningkatkan Kemampuan Fisik Berenang (Penelitian Eksperimen Pada Mencit Jantan Remaja)
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2032

Abstract

Penurunan aliran darah ke sel jantung, paru, otot rangka akan mengganggu dalam proses metabolisme untuk menyediakan energi yang diperlukan dalam aktifitas. Penurunan ketersediaan ATP berdampak pada penurunan kemampuan otot jantung dan otot skeletal untuk kontraksi. ATP yang menurun menyebabkan penurunan kemampuan fisik seseorang dalam melakukan kegiatan olahraga. Superoksida Dismutase sebagai antioksidan tubuh tidak mampu lagi mengimbangi jumlah radikal bebas yang ditimbulkan oleh metabolisme atau dari polutan lingkungan. Ketidakseimbangan tersebut dapat diatasi dengan antioksidan dari luar tubuh. Rosella merupakan salah satu sumber antioksidan eksogen yang diharapkan dapat mencegah aterosklerosis dan vasokonstriksi serta menyediakan nutrisi yang cukup pada proses metabolisme sel. Tujuan penelitian ini mengkaji perbedaan kemampuan fisik berenang pada tikus yang diberi teh Rosella dengan yang tidak diberi teh Rosella. Desain penelitian  pre-post test control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu teh rosella, variabel terikat yaitu kemampuan fisik berenang. Jumlah total sampel 30 mencit. Kelompok kontrol 15 dan kelompok perlakuan 15. Bahan yang digunakan; mencit usia 1 bulan, BB minimal 10 gr, bunga rosella yang dibuat menjadi minuman teh, pakan jenis BR II. Alat yang digunakan; kandang pemeliharaan hewan coba, timbangan hewan, ember pengukur daya tahan berenang, dan alat pencatat waktu (stop watch). Analisis data menggunakan analisis varian (Anova) untuk menguji perbedaan secara keseluruhan rerata perubahan kemampuan fisik sebelum perlakuan, hari ke 7, hari ke 14, hari ke 21, hari ke 28 perlakuan dan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Data diolah menggunakan alat bantu komputer yaitu program  SPSS for windows version 16.00. Hasil penelitian yaitu pemberian minuman teh rosella pada mencit belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kemampuan fisik berenang sampai pada minggu ke-3 (p value 0,05), tetapi memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan kemampuan fisik mencit setelah diberikan secara kontinyu sampai pada minggu ke-4 (p value = 0,029 0,05). Kelompok mencit tanpa perlakuan teh rosella mengalami penurunan daya tahan fisik berenang setelah minggu ke-empat. Saran dari hasil penelitian yaitu hendaknya minuman teh rosella dapat dijadikan sebagai salah satu minuman untuk meningkatkan kemampuan fisik. Untuk menyempurnakan penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang efek minuman  rosella dengan kajian tingkat molekul dan organela sel. Kata Kunci: metabolisme; antioksidan; teh rosella; kemampuan fisikAbstractDecreased blood flow to the heart cells, lung, skeletal muscle will interfere in the  metabolism process to provide energy required in the activity. Decreased availability of ATP impact the reduction ability of the heart muscle and skeletal muscles to contraction. ATP reduction causes a decrease in a person’s physical abilities in performing sports activities. Superoxide Dismutase as an antioxidant of the body no longer able to compensate the amount of free radicals generated by metabolism or from environmental pollutants. The imbalance can be mitigated by antioxidants from outside the body. Rosella is one source of exogenous antioxidants is expected to prevent atherosclerosis and vasoconstriction as well as providing adequate nutrition in the process of cell metabolism. The purpose of this study examines differences in physical ability to swim in rats fed with tea Rosella with those are not given. The study design pre-post test control group design. The independent variable in this research is rosella tea, the dependent variable is the physical ability to swim. Total sample is 30 mice. The control group are 15 and 15 are treatment groups. Materials used: mice aged 1 month, Body Weight least 10 grams, rosella flowers are made ​​into tea, feed type BR II. The tools used; maintenance animal cages, animal weighing, measuring bucket endurance swimming, and time recording devices (stop watch). Data analysis using analysis of variance (ANOVA) to examine differences in overall rates of change in physical ability before treatment, day 7, day 14, day 21, day 28 between treatment and control groups with treatment groups. Data processed using computer tools that SPSS for windows version 16:00. The results of rosella tea beverage delivery in mice not given a noticeable effect on the physical ability to swim up in week 3 (p value 0.05), but provide a real contribution to improving the physical ability of mice when administered continuously until the week 4th (p value = 0.029 0.05). Group of mice without treatment rosella tea decreased physical endurance to swim after four week. Suggestions from the research results is rosella tea beverages should be used as a beverage to enhance physical abilities. To improve research, need to do further research on the effects of rosella drinks with studies on the molecular level and cell organelles.Keywords: metabolism; antioxidant; rosella tea; physical capabilities
Pengaruh Pendekatan Tradisional dan Pendekatan Pendidikan Gerak dalam Pembelajaran Penjasorkes terhadap Kebugaran Jasmani dan Kemampuan Memecahkan Masalah
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i2.8984

Abstract

Tujuan : (1) Mengetahui perbedaan pengaruhterhadap kesegaran jasmani antara siswa yang diajar dengan pendekatan pendidikan gerak dengan siswa yang diajar dengan pendekatan tradisional serta pengaruhnya kepada kelompok siswa kelas tinggi,kelompok siswa kelas rendah.(2) Mengetahui interaksi pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani terhadap kesegaran jasmanikelompok siswa. (3) Mengetahui yang lebih efektif  memberikan kemajuanpendekatan tradisional atau pendidikan gerak.Penelitian ini eksperimental. Populasinya : siswa SD N 01,02 dan 03 Kemiri.160 sampel yang diambil (purposive sampling).Variabel bebas : Pendekatan tradisional,pendekatan pendidikan gerak. Variabel terikatnya :Kesegaran jasmani, dan memecahkan masalah.Pengumpulan data : Randomized group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan(ANAVA). Simpulan : (1) Ada perbedaan pengaruhkesegaran jasmani siswa diajarpendekatan pendidikan gerak dengan siswa diajar pendidikan tradisional dengan nilai signifikasi 0,0000 adalah 0,05 dari F=1.491 serta perbedaan pengaruhnya kelompok kelas tinggi dan kelompok kelas rendahdengan nilai signifikasi 0,0000 adalah = 0,05 F=1.7773 (3) Ada interaksi pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani terhadap kesegaran jasmani sekelompok siswa .(4) Ada perbedaan pengaruhkemampuan memecahkan masalah antara siswa diajarpendekatan pendidikan gerak dengan siswa diajar pendekatan tradisional.(5) Terdapat interaksi pendekatan pembelajarn pendidikan jasmani terhadap kemampuan memecahkan masalah.Kelompok siswa pendekatan pendidikan gerakunggul dibandingkan pendekatan tradisional probabilitas 0,002 dari Tabel of between subjects effects Fhitung.Purposes: (1) To know the difference of influences towards physical fitness between students who were taught using movement education approach with ones who were taught using traditional approach as well as the impacts on high class student groups, low class student groups. (2) To know the interaction of physical education learning approach towards physical fitness of student groups. (3) To know which one is the most effective advancement traditional approach or movement education. This research is experimental. The population: students of SD N 01,02,03 Kemiri. 160 samples were collected (purposive sampling).  Free variables: traditional approach, movement education approach. Bound variables: physical fitness, and problem solving capabilities. Data collection: randomized group pre-test-post-test designs. Data analysis used (ANAVA). Conclusions: (1) There were different impacts between physical fitness of  students being taught using movement education approach with students being taught using traditional education with significance value 0.000 is 0.05 of F=1.491 as well as differences of impacts on the high class group and low class group with significance value 0.0000 is = 0.05 F=1.7773 (3) There were interactions of physical education learning approach towards the physical fitness of a group of students. (4) There were differences of impacts on the problem solving capabilities between students being taught using movement education approach and students being taught using traditional approach. (5) There were interactions of physical education learning approach towards problem solving capabilities. Movement education approach student group was more advanced than traditional approach probability 0.002 from the Table of between subjects effects Fhitung.
Kajian Manajemen Sport Tracking di Desa Sambangan
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i2.2650

Abstract

The aims of this research is to descrip of sport tracking management and to increase of sport tracking in Sambangan village. The benefit is to get profile scientific information how to increase management and sport tracking in sambangan Village. This research used decriptive, with collecting data used observation technique (to know and take track and location), interviewed (to get information from informan, management people, sadar wisata tanjung mekar member). The result are showed that group of Sadar wisata tanjung mekar in implentation of  sport management there are: 51,92% in Planning, 46,79% in organization, 49,57% in actuating, and 52,56% in evaluation. The totality of implementation management function are 50,21%. That is showed that in implementation of sport tracking un maksimum, so that is need how to increase sport tracking with reorginize with right target and empowering administration and member, the provision facility dan preparing human resaurce to develop.
Pengaruh Metode Latihan dan Koordinasi Mata-Kaki terhadap Ketepatan Tendangan Jarak Jauh
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.17184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan sasaran berubah arah terhadap ketepatan tendangan jarak jauh, untuk mengetahui perbedaan hasil ketepatan tendangan jarak jauh bagi mereka yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, serta untuk mengetahui pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan tendangan jarak jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2, dengan menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 132 orang, sedangkan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis varian (anava) dua jalur pada α = 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan sasaran berubah arah terhadap ketepatan tendangan jarak jauh, ada perbedaan hasil ketepatan tendangan jarak jauh bagi mereka yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, dan  ada pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan tendangan jarak jauh.
Peningkatan Keterampilan dan Aktivitas Belajar Permainan Bola Basket melalui Model Tugas
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2023

Abstract

Peneltian ini merupakan penelitian tindakan kelas dirancang secara sistematis pelaksanaannya pada saat proses belajar berlangsung. Kegiatan diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan dan aktivitas bermain bola basket. Tahapan langkah disusun dalam siklus penelitian. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu:  perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pesrta didik yang mempunyai keterampilan bermain pada kondisi awal tuntas sebanyak 20 anak atau sebesar 74% menjadi meningkat pada siklus II sebanyak 23 anak atau sebesar 85%. Peningkatan keterampilan bermain bola basket dengan menggunakan model tugas besaranya 11%. Sedangkan untuk aktivitas peserta didik yang pada siklus I masuk kategori aktivitas tinggi sebanyak 14 anak anak atau sebesar 52% menjadi meningkat pada siklus II sebanya 22 anak atau sebesar 81%. Peningkatan aktivitas peserta didik menggunakan model tugas  sebesar 29%. Dari hasi penelitian ini disarankan Guru pendidikan jasmani dalam mengajar hendaknya menggunakan model tugas dengan kartu tugasnya,  mengingat dengan kartu tugas peserta didik akan melakukan kegiatan/latihan secara berulang-ulang mengikuti petunjuk kartu tugas sehingga keterampilan dan aktivitas belajar peserta didik akan menjadi meningkat.Kata Kunci: model tugas;  keterampilan bermain; aktivitas belajarAbstractThis Research is classroom action research designed to systematically practice during the learning process takes place. Activities implemented in an effort to improve the skills and activities to play basketball. The phases prepared in cycle research. Each cycle has four stages: planning, action, observation and reflection. In this classroom action research was designed in two cycles. The results showed that the cycle I  students who have the skills to play in the complete initial conditions as many as 20 children by 74% to increases in the second cycle as many as 23 children by 85%. Improved skills to play basketball with the taskmodel by 11%. As for the activities of learners in the cycle I in the category of high activity or as many as 14 children by 52% to increases in cycle II as 22 children by 81%. Increased activity for the student use task models by 29%. From this result of the research the physical education teacher  suggested  the teaching task should use the model with job cards instructions continously,  so the  skills and learning activities students will be increased.Keywords:  task model; playing skills; learning activities
Penggunaan Narkotika dikalangan Olahragawan Malaysia
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalpasti penggunaan narkotika dikalangan atlet mengikut kemahiran, iaitu yang mewakili peringkat Nasional (negara), negeri, daerah dan universiti. Selain itu, ia juga untuk melihat perbezaan penggunaan narkotika dikalangan atlet berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan sampel 111 atlet Malaysia (Negara = 31; Negeri = 35; Daerah = 19; Universitas = 26), yang dipilih secara random semasa pertandingan olahraga antara universitas. Manakala dari segi gender, atlet lelaki adalah 66 dan atlet perempuan adalah 45. Angket Penggunaan Narkotika (Drug Use Questionnaire) digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tahap penggunaan narkotika. Hasil penelitian menunjukkan tujuan utama penggunaan narkotika adalah untuk menang. Selain itu, penggunaan narkotika dikalangan atlet lelaki lebih tinggi daripada perempuan. Hasil penelitian juga menunjukkan narkotika lebih tinggi diguna oleh olahragawan yang mewakili peringkat Nasional (Negara). Ahli-ahli psikologi olahraga harus memainkan peranan penting untuk menggurangkan ketagihan penggunaan narkotika dengan memberi terapi yang berkesan. Pemerintah Malaysia harus melarang olahragawan yang menggunakan narkotika terlibat dalam pertandingan olahraga.
Perbedaan Metode Latihan Piramida Tunggal dan Ganda terhadap Peningkatan Angkatan Klasik Atlet Angkat Besi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 1 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i1.4384

Abstract

results pyramid training methods singles and doubles against classical force increase in weight lifters. The experimental quantitative research examines differences in the results of independent variables and the method of training a single pyramid gandadengan dependent variable classical force increase in weightlifting. The population is female athlete weightlifting PPLP Central Java. A sample of 5 athletes with total sampling technique. data collection using pretest and posttest, methods of data analysis using SPSS program. The results of the data analysis performed by t test showed pretest data is obtained t = 0.745 with a significance value 0.510 0.05, posttest data is obtained t = 0.631 with a significance value 0.573 0.05, an increase of data obtained t = -1.057 with a significance value of 0.368 0.05, which means that the average pretest, posttest, and the increase of the two groups were not significantly different. The conclusions of this study was no significant difference in the improvement of the classical force after getting treatment with a single pyramid laden training methods and double. The methods can be used to practice weightlifting.
Implikasi Pola Kerja Telensefalon dan Korteks Cerebral dalam Pendidikan Jasmani
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.24901

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang pola kerja telensefalon dan korteks cerebral dan implikasinya dalam pendidikan jasmani. Telensefalon berperan berbagai proses, yaitu: penentuan kecerdasan, penentuan kepribadian, menginterpretasi rangsang berbagai indra. Sedangkan Korteks cerebral berperan sebagai pusat integrasi untuk informasi sensorik dan regio pengambil keputusan bagi berbagai jenis output motorik. Dengan demikian korteks cerebral memiliki sumbang asih pada pembelajaran gerak, khususnya dalam pendidikan jasmani. Selain itu perkembangan korteks cerebral juga dapat dibentuk melalui pembelajaran gerak yang tepat.The purpose of this article discusses the work patterns of telencephalon andr brain cortex and their implications in physical education. Telencephalon won various processes, namely: intelligence, personality selection, interpreting the various sensory stimuli. While the Cortex acts as an information center for sensory and requests decisions for various types of motor. Thus the brain cortex has a contribution to the learning of motion, specifically in physical education. In addition, the development of the brain cortex can also be built through the learning of appropriate motion.
Cedera Keseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle Sprains)
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i1.2556

Abstract

Keseleo pergelangan kaki merupakan salah satu cedera akut yang sering dialami para atlet. Sendi pergelangan kaki mudah sekali mengalami cedera karena kurang mampu melawan kekuatan medial, lateral, tekanan dan rotasi. Tidak seperti pada cedera lain yang disebabkan oleh tekanan tingkat rendah yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Cedera akut pada pergelangan kaki disebabkan karena adanya penekanan melakukan gerakan membelok secara tiba-tiba, yang termasuk dalam Cedera Sprain tingkat II. Tingkatan keseleo terdiri dari;1) keseleo tingkat ringan, sering terjadi pada ligament talofibula anterior, yang dapat mengakibatkan retak pada sebagian tulang tertentu, 2) keseleo tingkat sedang, meliput talofibula anterior dan calcaneo fibula ligament dapat memperparah terjadinya kerusakan pada struktur ligament, 3) keseleo tingkat parah, meliputi kedua ligament pada posterior talofibula ligament dapat menimbulkan putus urat otot yang kompleks atau kadang retak atau patah tulang. Perawatan ditentukan oleh tingkatan keseleo, sampai berapa lama sebelum melakukan latihan  tertentu. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi tidak stabil hingga kronis, dan dapat menyebabkan cedera kembali. Untuk menghindari cedera keseleo alangkah baiknya melakukan pencegahan dengan melakukan pemanasan, stretching, latihan penguatan ligament, otot dan tendon yang melintasi sendi, latihan pergelangan kaki, serta melakukan pembebatan pergelangan kaki, pada saat latihan maupun pertandingan.Ankle sprain is one of acute injury that often happened in athletes. Ankle joint is very easy to injury because of less able to resist the power, pressure from rotation, medial and lateral. Unlike the other injuries caused by low-level pressure repeatedly in the long term. Acute ankle injury due to the suppression of movement to turn suddenly, which is included in level II sprain injury. Sprain levels,  consist of: 1) mild sprain, frequently happened in the talofibula anterior ligaments, caused fracture in some particular bone, 2) moderate sprain, happened in talofibula anterior and calcaneo fibula ligament can exacerbates the damage to ligament structure, 3) severe degree sprain, the ligament covering both posterior talofibula ligament caused break up complex tendons or fracture. The treatment is determined by the degree sprain, how long the treatment is done before doing certain exercises. Not appropriate treatment cause ankle in chronic unstable and back to get injury. To avoid sprain injury better to do prevention there are, warming-up, stretching, strengthening exercise  in ligament, muscle and tendon that cross the joint, ankle exercises, than do ankle taping when practice as well as competition.