cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Faktor Timbulnya Cedera Olahraga
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1142

Abstract

Olah raga tidak terlepas dari adanya gerakan yang selanjutnya akan melibatkan berbagai struktur/jaringan pada tubuh manusia, misalnya sendi, otot, meniscus/discus, kapsuloligamenter dan otot. Gerakan terjadi bilamana mobilitas serta elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi terjamin. Semakin mobile suatu persendian mempunyai konsekuensi berupa semakin tidak stabilnya sendi tersebut. Ketidakstabilan suatu sendi akan mengakibatkan struktur sekitarnya mudah cedera apalagi bila elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi tidak memadai. Stabilitas suatu persendian akan dipengaruhi oleh konfigurasi tulang pembentuknya, keadaan kapsuloligamenter, keadaan otot penggerak, tekanan intra artikuler, keadaan discus/meniscus, derajat kebebasan gerak serta pengaruh gaya gravitasi. Kejadian cedera bila tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan cedera yang lebih parah.Kata Kunci: olahraga; cederaThe sport is inseparable from the movement which in turn will involve a variety of structures / tissues in the human body, such as joints, muscles, meniscus / disc, ligament  of capsule, and muscle. The Movement happened how ever when mobility and tissue elasticity and strength and drive standard of joint. The more mobile a joint has the consequence of the increasingly unstable joints. Instability of a joint will result in surrounding structures easily injured, especially if the elasticity and strength of the network and drive joints standard inadequate. The stability of the joints will be influenced by: its constituent bones configuration, capsule of ligament circumstances, the state of muscle force, pressure intra articuler, state disc/meniscus, degrees of freedom of movement and the influence of gravity. Accident injury of sport if not have good treatment that is can make akut injury.Keywords: sport; injury
Pengaruh Latihan terhadap Jumlah Sel Natural Killer (NK) Sebagai Indikator Kekebalan Tubuh Latihan
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7883

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh latihan SKJL 2010 terhadap jumlah sel NK pada lansia. Penelitian eksperimenpre test- post test control group design ini dengan subyek penelitian lansia usia 55-70 tahun di Kota Semarang. Dari 56 orang diteliti 30 orang secara random yang memenuhi kriteria inklusi dan terbagi dalam tiga kelompok, yaitu 10 orang pada kelompok P1 dengan perlakuan latihan 3 hari/minggu, 10 orang kelompok P2 dengan perlakuan latihan 4 hari/minggu dan 10 orang pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan selama 8 minggu dengan metode latihan SKJL. Pengukuran dilakukan sebelum perlakuan terhadap subyek penelitian dengan mengambil darah vena 3 mL, 30 menit setelah melakukan SKJL 2010 untuk menghitung jumlah sel NK. Setelah perlakuan selama 8 minggu, dilakukan pengukuran dengan protokol yang sama untuk mengambil data jumlah sel NK. Terdapat peningkatan jumlah rerata sel NK pada P1 (0,55%), kelompok P2 (1,18%) dan kelompok kontrol (0,33%), tetapi tidak ada perbedaan yang signi kan antara kelompok P1, P2 dan kelompok kontrol, pengaruh SKJL terhadap jumlah sel NK (p= 0,50). Latihan senam kesegaran jasmani lansia (SKJL) dapat meningkatkan jumlah sel NK, tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna antar kelompok dengan latihan 2 hari/minggu, 3 hari/minggu dan 4 hari/minggu terhadap jumlah sel NK pada lansia.
Pengembangan Model Pembelajaran Pukulan Clear Lob Menggunakan Shuttlecock Dilempar
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i1.2551

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana model pembelajaran,, berapa nilai validitas, dan berapa nilai reliabilitas model pembelajaran pukulan clear lob bulutangkis pada mahasiswa Pklo Fik Unnes tahun 2011? Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan model pembelajaran, mengetahui nilai validitas dan nilai reliabilitas model pembelajaran pukulan clear lob bulutangkis pada mahasiswa Pklo Fik Unnes tahun 2011. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium bulutangkis FIK Unnes menggunakan 28 sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan tes. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan pembelajaran pukulan clear lob menggunakan 20 langkah dan memiliki nilai validitas sebesar 0,71 dan nilai reliabilitas sebesar 0.70. Kedua lebih besar dibandingkan dengan r tabel pada N28 t araf kepercayaan 1% sebesar 0,478 dan 5% sebesar 0,374.Problems in this study is how to model learning, what is the validity, reliability and how the value of learning models blow lob clear the student badminton Pklo FIK Unnes in 2011? The purpose of this study was to create a model of learning, knowing the value of the validity and reliability value learning model lob badminton strokes clear at FIK Unnes Pklo students in 2011. The research was conducted in the laboratory using a badminton FIK Unnes 28 samples. The research method used is survey and test. The results showed clear learning development lob shot using 20 steps and has a value of 0.71 and validity reliability value of 0.70. The second is greater than the table in r N28 1% confidence level for 0.478 and 5% of 0.374.
Sumbangan Konsentrasi terhadap Kecepatan Tendangan Pencak Silat
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.11873

Abstract

This study aims to determine the contribution contribution to the speed of pencak silat kick. This research is a correlational research. The sample in this study is the martial arts atlet of Universitas Negeri Padang which amounted to 50 people with sampling random sampling technique. Instrument used in concentration data collection with great concentrations exercise, while the instrument speed kicks with Nurul Shark test. Data analysis technique with product moment correlational formula. Based on the analysis of concentration with kick speed obtained correlation coefficient r = 0.28 at signification level ? = 0,05 and dk = n - 2 obtained rtabel = 0,26. This indicates that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning the hypothesis is accepted is true. Furthermore, to know the contribution of concentration to kicking speed sought through coefficient of determination (r2) = 7.82%.
Kondisi Fisik dan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus di Mts Al Asror )
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1133

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa yang berada di SKBM (Kelengkapan Studi Standar Minimum) untuk kelas 2 hanya hanya 74,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi, kebiasaan sarapan dan prestasi belajar siswa kelas II di Semarang MTs Al Asror Gunungpati. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 65 siswa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi dan kebiasaan sarapan. Univarite dan analisis bivariat dilakukan. Tiga variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar, yaitu: hemoglobin status, status gizi, kebiasaan sarapan. Dalam studi ini, kebugaran fisik tidak memiliki signifikan dengan prestasi belajar. Berdasarkan temuan penelitian, menunjukkan bahwa MTs Al Asror untuk menentukan variabel kesehatan (hemoglobin status, status gizi dan kebiasaan sarapan) dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: kondisi fisik; prestasi belajarAbstract Preliminary study showed that student who were in SKBM (Standard Completeness Minimum Study) for 2nd grade just only 74,3%. The aim of the research is to  know the association between physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits and learning achievement of grade II students in MTS Al Asror Gunungpati Semarang. The design used is cross sectional. Sixty five students were studied. The independent variables in this research are physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habits. Univarite and bivariate analysis were performed. Three variables have significant association with learning achievement, those are: hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits. In this study, physical fitness has no significant with learning achievement. Based on research finding, suggested that MTs Al Asror to determine health variable (hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habit) in order to increase the learning achievement of student.Keywords: physical fitness; learning achievement
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Presepsi Kinestetik terhadap Hasil Pembelajaran Lay Up Shoot Bola Basket
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i2.5231

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran inklusi dan penugasan terhadap hasil pembelajaran layup shoot, persepsi kinestetik tinggi dan rendah terhadap hasil pembelajaran lay up shoot, interaksi antara metode pembelajaran dan persepsi kinestetik terhadap hasil pembelajaran lay up shoot. Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2, sampel berjumlah 60. analisis data menggunakan two way anova. Hasil penelitian: 1) F tabel hitung 4,01 dengan rata-rata nilai pembelajaran inklusi 86,87 83,40 pembelajaran penugasan. 2) F hitung 8,027 F 4,01 dengan rata-rata nilai persepsi kinestetik tinggi 87,23 83,03 persepsi kinestetik rendah.3) Interaksi antara metode pembelajaran danpersepsi kinestetik terhadap hasil lay up shootF hitung 4,856 F 4,01. Kesimpulan: terdapat perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran inklusi dan metode pembelajaran penugasan, 2) terdapat perbedaan pengaruh antara peserta didik dengan persepsi kinestetik tinggi dan rendah, 3) terdapat interaksi yaitu metode pembelajaran inklusi lebih baik dibandingkan metode penugasan terhadap hasil lay up shoot dalam permainan bolabasket
Modal Sosial Masyarakat KONI: Kajian Pelaksanaan Pasal 40 Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 Sistem Keolahragaan Nasional Jawa Tengah
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i2.4379

Abstract

This study focused on the analysis of social capital of Indonesian National Sports Committee (KONI) which is potential to support the implementation of article40 Law No. 3/2005 about the National Sports System through networks and partnerships developed by KONI. By using qualitative method, this study took setting of KONI of Regency/City level in Central Java. To answer  the research questions, we analyzed the factual action done by KONI’s board by using emic analysis and ethic interpretation procedures. The result was analyzed based on the board relation with the structural/public figures, the developed networks, leadership, and achievement which has been accomplished. The conclusions are: (1) The social networks developed by KONI have not been maximized, for instance, KONI has not involved NGOs to fund the sports development; (2) The social capital of KONI including trust, social network, and authority structure have not been maximized, while the shared norms and shared values have been developed well 
Pengembangan Paralayang Ternadi di Kabupaten Kudus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21480

Abstract

Paralayang sejak tahun 1990an sudah berkembang di Jawa Tengah, namun sampai sekarang perkembangannya masih kalah dengan daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengembangan Paralayang Ternadi  sebagai ikon pariwisata udara oleh Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pemetaan pengembangan tempat paralayang sesuai dengan karakteristik alam setempat dan secara umum aktivitas wisata paralayang dapat berkembang dan menjadi lebih baik sesuai standar operasi prosedur serta keamanan penerbangan. Pengkajian potensi pengembangan paralayang ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan terbang, dan airmanship/tingkah laku, serta menjadi daya tarik wisata udara dalam dunia penerbangan paralayang. Tertatanya potensi pengembangan paralayang dan tata kelola paralayang yang lebih terorganisir dengan baik merupakan dampak positif yang ingin dicapai. Penelitian ini bersifat eksploratif dan dilakukan di Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan meliputi pengamatan lapangan, pemetaan, dan tata kelola. Pengamatan lapangan dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung dengan menggunakan media (gambar, rekaman audio/visual) serta didampingi pakar dan melibatkan lembaga yang berkompeten. Pemetaan tempat dilakukan dengan memperhatikan potensi alam yang mendukung (ketinggian, arah angin, kontur tanah, luasan lahan, sumber air, dan lain-lain). Tata kelola diperlukan untuk memastikan kelangsungan pengembangan paralayang secara menyeluruh dalam kurun waktu yang relatif lama.Paragliding since the 1990s has been developing in Central Java, but until now its development is still inferior to the regions of East Java and West Java. The study was conducted to examine the development of Ternadi Paragliding as an icon of air tourism by the Central Java Paragliding Management. This study aims to facilitate the mapping of the development of paragliding sites in accordance with local natural characteristics and in general paragliding tourism activities can develop and become better according to standard operating procedures and flight safety. The assessment of the potential of paragliding development is expected to be able to improve knowledge, flight ability, and airmanship / behavior, as well as being an attraction for air travel in the world of paragliding flights. The organized potential of the development of paragliding governance that is better organized is a positive impact to be achieved. This research is exploratory and conducted in Kudus Regency. This research was carried out in three phases which included field observations, mapping and governance. Field observations are carried out using direct observations using media (images, audio/visual recordings) and accompanied by experts and involving competent institutions. Site mapping is done by taking into account the supporting natural potential (altitude, wind direction, land contour, land area, water source, etc.). Governance is needed to ensure the continued development of paragliding as a whole in a relatively long period of time.
Representasi Aktivitas Fisik pada Pasien Covid-19 Selama Karantina
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 11, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v11i1.31201

Abstract

Pandemic Covid-19 merupakan bentuk dari sebuah bencana yang mempengaruhi tatanan dunia. Para penderita Covid-19 melakukan karantina, dimana pasien melakukan isolasi agar tidak menyebarkan virus. Proses karantina memberikan permasalahan, karena aktivitasnya dibatasi hanya dilingkungan tempat karantina. Maka variable penelitian ini mengambil aktivitas fisik pada paseien Covid-19. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik survey. Penelitian dilakukan pada pasien Covid-19 yang melakukan karantina di Kabupaten Bantul. Sampel yang diambil sebanyak 211 orang yang sudah melakukan karantina selama 7 hari. Teknik sampel menggunakan purposive sampling dari populasi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner Global Physical Activity Qutionnaire (GPA-Q) dengan validitas dan reliabilitas instrumen sebesar 0,48 dan 0,67-0,73 yang disajikan dalam bentuk google form. Hasil dari penelitian menunjukan Aktivitas fisik pasien Covid-19 selama masa karantina ditemukan sebanyak 6 (3%) memiliki aktivitas fisik tinggi; 183 (87%) memiliki aktivitas fisik sedang; dan 22 (10%) memiliki aktivitas fisik rendah. Frekuensi terbanyak pada aktivitas fisik sedang, maka dapat disimpulkan aktivitas fisik pasien Covid-19 selama masa karantina memiliki aktivitas fisik sedang. Kesimpulan dari penelitian ini menjadi gambaran bahwa pasien Covid-19 memiliki aktivitas fisik sedang pada masa karantina.The Covid-19 pandemic is a form of disaster that affects the world order. Covid-19 sufferers are in quarantine, where patients are isolated, so they do not spread the virus. The quarantine process poses problems because its activities are limited only to the quarantine environment. So, this research variable takes physical activity in Covid-19 patients. The method used is quantitative research with survey techniques. The study was conducted on Covid-19 patients who were quarantined in Bantul Regency. The samples taken were 211 people who had quarantined for 7 days. The sampling technique used purposive sampling from the population. The instrument used is the Global Physical Activity Questionnaire (GPA-Q) questionnaire with instrument validity and reliability of 0.48 and 0.67-0.73 which is presented in google form. The results of the study showed that the physical activity of Covid-19 patients during the quarantine period was found to be 6 (3%) having high physical activity; 183 (87%) had moderate physical activity; and 22 (10%) had low physical activity. The highest frequency was in moderate physical activity, so it can be concluded that the physical activity of Covid-19 patients during the quarantine period had moderate physical activity. The conclusion of this study illustrates that Covid-19 patients have moderate physical activity during the quarantine period.
Kontribusi Fisiologi Olahraga Mengatasi Resiko Menuju Prestasi Optimal
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 1 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i1.2659

Abstract

Optimal achievement in sports can be achieved if training quality is to be applied, and embracing the concept of coaching pyramid as the process of achieving goals. Use of science and technology to obtain information about the physiological characteristics of athletes, to serve as guidelines in making the exercise program. Management application of the load must be carried out with due regard to the physiological condition of each athlete, and the application of the burden in training need to stimulate the physiological capabilities of the athlete. Error in applying the load of management practice, will have a negative impact on the physiological condition of the athlete. The pulse rate is high, often feel dizzy, disturbances in digestion and metabolism, an effect caused by overtraining, affect the performance athletes to achieve optimal performance. Overtraining condition occurs due to errors in applying the training program.