cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Modifikasi Pegangan Raket untuk Meningkatkan Kemampuan Teknik Pegangan Bulutangkis Pujianto, Agus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan produk modifikasi pegangan raket untuk meningkatkan kemampuan teknik pegangan dalam permainan bulutangkis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Hasil penelitian diperoleh nilai aspek 1 tentang “selama mengikuti bulutangkis dengan menggunakan media modifikasi pegangan raket, bagaimana perasaanmu?” Respon 84 siswa atau 84% responden merasa senang. Aspek ke 2. “Apakah penggunaan modifikasi sebagai pegangan handuk dengan perekat, apa yang kamu rasakan?” Respon 79 siswa atau 79% dari responden merasa lebih mudah untuk belajar. Pertanyaan ke-3. “Apa pendapatmu tentang tugas selama proses pembelajaran berlangsung?” Respon 83 siswa atau 83% responden merasa mudah, 15 orang atau 15% responden menjawab biasa-biasa saja, dan 2 orang atau 2% dari responden menjawab sulit. Jawaban untuk aspek no-4. “Apa pendapat anda tentang modifikasi dengan perekat sebagai pegangan “respon 86 siswa atau 86% responden menjawab bisa diteruskan. Penggunaan produk pegangan raket bulutangkis memberikan dampak positif pada mahasiswa untuk belajar teknik pegangan raket The purpose of this study was to create a product modifications to improve the ability of the racquet handle grip technique in the game of badminton. The research approach used is the research development. The results obtained by the first aspect of the “For by using the media to follow badminton racquet grip modification, how do you feel?” Student response 84 people or 84% of respondents feel happy. Aspects in point about No. 2. “Does the use of modifications as a towel holder with adhesive grip, you say?” Student response 79 people or 79% of respondents felt it easier to learn. Aspects of the grain questions 3. “What do you think about the commands or tasks during the learning process take place?” Response of 83 students or 83% of respondents found it easy, 15 people or 15% of respondents answered mediocre, and 2 men or 2 % of respondents answered difficult. Aspects in point question no 4. “ What is your opinion about modifications to the adhesive as the grip.” student response 86 people or 86% of respondents answered could be forwarded. Badminton racquet grip products use a positive impact on the students to learn techniques racket grip.
Penggunaan Media VCD pada Senam Lantai Siswa SLTP di Jambi Ali, Muhammad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media merupakan sebuah alat untuk melakukan sesuatu, alat tersebut digunakan untuk mempermudah kerja seseorang dalam melakukan pekerjaannya dalam dunia pendidikan, media termasuk sarana yang  digunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian eksperimen ini dilakukan di ruangan dan lapangan olahraga SLTP N 14 Jambi, pada tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah orang 40 siswa. Dengan perincian adanya tes awal dan tes akhir setelah diberi perlakuan. Hasil nilai pada tes awal adalah sebesar 200 dengan rata-rata 5 point, sedangkan tes akhir adalah sebesar 304 dengan rata- rata 7,6 point. berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang melakukan latihan menggunakan media VCD, dapat meningkatkan nilai atau hasil belajar, ketimbang siswa tidak menggunakan media VCD head stand. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu “Ada peningkatan yang signifikan pada penggunaan media VCD  terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan senam lantai head stand  “ diterima dengan taraf kepercasyaan 95% yang dapat dilihat dari hasil uji- t yaitu t hitung =9,31 dibandingkan dengan ttabel = 1,66. Maka dapat disimpulkan latihan menggunakan media VCD dapat meningkatkan hasil belajar head stand siswa sebesar 2,6 point. maka peneliti menyaran kan pelatihan head stand dibantu dengan menggunakan media VCD.Media is a tool to do something, that is used to facilitate someone’s working in education sector, media including facilities used for teaching and learning process.Experimental study was conducted in a room and sports fields of SLTPN 14 Jambi, in the academic year 2009/2010 with the number of 40 students, with the details of the initial test and final test after they are given treatment. The result of the initial test was at 200 with an average of 5 points, while the final test is at 304 with an average 7.6 point. Based on the results of this study can be concluded that students who exercised by using VCD media, can increase the grade or learning outcomes, rather than students who did not use VCD media head stand. The results of this study indicated that the proposed hypothesis namely “There was a significant increase in the use of VCD media on students’ learning outcomes in the subject head  stand  floor  gymnastics “ was accepted  with degree of trusty 95% which can be seen from the results of the t-test namely   t count = 9.31 compared with the t table = 1.66. The concluded that exercises by using VCD media can improve learning outcomes head stand  of students at 2.6 points. Hence the researcher suggests the training of head stand aided by using VCD media.
Pengembangan Jump Power Meter Sebagai Alat Pengukur Power Tungkai Haryono, Sri; Pribadi, Feddy Setio
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang dan merealisasikan alat pengukur power tungkai yang bernama JPM, mangetahui nilai validitas alat dan reliabilitas alat, dan menciptakan JPM sebagai alat pengukur power tungkai yang handal. Sampel adalah 20 orang mahasiswa PKLO semester 5 (lima) UNNES tahun 2011 yang melakukan tes vertical jump menggunakan papan vertical jump, Jump DF, dan JPM. Penelitian menggunakan metode observasi, metode perencanaan dan perancangan, metode percobaan dan pengujian, dan analisis. Metode analisis dihitung menggunakan rumus korelasi Pearson dengan terlebih dahulu mengubah data mentah menjadi skor-t.Hasil analisis data diperoleh nilai validitas JPM dibandingkan dengan papan vertical jump sebesar 0,730736. Nilai validitas JPM dibandingkan dengan Jump DF diperoleh nilai validitas sebesar 0,70773. Nilai reliabilitas JPM sebesar 0,9186. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa JPM sebagai alat pengukur power tungkai memiliki tingkat validitas yang tinggi dan reliabilitas yang sangat tinggi sehingga dapat diandalkan sebagai alat pengukur power tungkai.The purpose of this research is to design and realize the leg power meter device called JPM, to value the validity and reliability of the device, and create JPM as a reliable leg power meter. The sample is 20 students from the semester 5th PKLO  UNNES 2011 that doing the vertical jump test using measuring board, Jump DF, and JPM. Research using observational methods, methods of planning and design, method of trial and testing, and analysis. The method of analysis was calculated using the Pearson correlation formula by first transform raw data into t-score. The analysis results for the validity of the JPM compared with vertical jump is 0.730736. The validity of the JPM compared with Jump DF is 0.70773. JPM reliability value is 0.9186. It can be concluded that the JPM as leg power device have a high level of validity and are very high level of reliability, so it can be relied upon as a means of measuring the leg power meter.
Pengembangan Model Pembelajaran Pukulan Clear Lob Menggunakan Shuttlecock Dilempar -, Suratman
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana model pembelajaran,, berapa nilai validitas, dan berapa nilai reliabilitas model pembelajaran pukulan clear lob bulutangkis pada mahasiswa Pklo Fik Unnes tahun 2011? Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan model pembelajaran, mengetahui nilai validitas dan nilai reliabilitas model pembelajaran pukulan clear lob bulutangkis pada mahasiswa Pklo Fik Unnes tahun 2011. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium bulutangkis FIK Unnes menggunakan 28 sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan tes. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan pembelajaran pukulan clear lob menggunakan 20 langkah dan memiliki nilai validitas sebesar 0,71 dan nilai reliabilitas sebesar 0.70. Kedua lebih besar dibandingkan dengan r tabel pada N28 t araf kepercayaan 1% sebesar 0,478 dan 5% sebesar 0,374.Problems in this study is how to model learning, what is the validity, reliability and how the value of learning models blow lob clear the student badminton Pklo FIK Unnes in 2011? The purpose of this study was to create a model of learning, knowing the value of the validity and reliability value learning model lob badminton strokes clear at FIK Unnes Pklo students in 2011. The research was conducted in the laboratory using a badminton FIK Unnes 28 samples. The research method used is survey and test. The results showed clear learning development lob shot using 20 steps and has a value of 0.71 and validity reliability value of 0.70. The second is greater than the table in r N28 1% confidence level for 0.478 and 5% of 0.374.
Tingkat Keterampilan Tehnik Dasar Sepakbola LPI SMP 3 Pontianak Tahun 2012 Atiq, Ahmad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan tehnik dasar sepakbola LPI smp 3 pontianak Tahun 2012. Metode penelitian ini yang di gunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data mengunakan tes tehnik dasar sepakbola Short Passed terbaik 7.33 dtk sedang 8.00 dtk dan kurang 8.02 dtk, Dribling ball terbaik 1.30 dtk sedang 2.01 dtk dan kurang 2.30 dtk, Running With the ball terbaik 1.03 dtk sedang 2.28 dtk dan kurang 2.30 dtk, Heading the ball terbaik 6m sedang 5m kurang 4.5m, Shoting at the ball terbaik 55 sedang 40 kurang 30, Thow In terbaik 13 m sedang 11 m kurang 8 m, populasi dalam penelitian ini siswa yang ikut LPI smp 3 pontianak yang berjumlah 20 pemain, pengambilan data melalui tes keterampilan mengunakan metode diskriptif.The study aims to determine the skill level of the basic technique of football LPI smp 3 pontianak 2012. This research method that is used is descriptive method, the test data collection using basic techniques Passed Short best football was 7:33 sec 8:00 sec 8:02 sec and less, Dribling best ball was 1:30 sec 2:01 sec 2:30 sec and less, Running With the best ball 1:03 sec was 2:28 sec 2:30 sec and less, Heading the best ball was 5m 6m 4.5m less, Shoting at the best ball 55 was 40 less 30, Thow in the best 13 m was 11 m less than 8 m, the population in this study students who participated LPI smp 3 pontianak totaling 20 players, data collection through testing skills using descriptive method.
Perkembangan Kapasitas Vital Paru Anak Usia 6-12 Tahun Sudarmada, I Nyoman
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kapasitas vital paru anak usia 6-12 tahun yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah di Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian perkembangan dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian yang digunakan untuk dataran tinggi adalah siswa SD di Kecamatan Kintamani dengan jumlah 282 orang dan untuk dataran rendah adalah siswa SD di Kecamatan Kubu dengan jumlah 492 orang. Kapasitas vital paru diukur dengan spirometer dalam satuan mililiter. Pengukuran kapasitas vital paru dilakukan pada seluruh subyek penelitian untuk masing-masing wilayah penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat perkembangan kapasitas vital paru pada anak usia 6-12 tahun baik yang tinggal di dataran tinggi maupun di dataran rendah di Provinsi Bali. Kecepatan pertumbuhan untuk masing-masing tingkatan umur berbeda-beda untuk kedua wilayah penelitian. Simpulan dari penelitian ini nilai rata-rata kapasitas paru anak yang tinggal di dataran tinggi lebih besar daripada anak yang tinggal di dataran rendah untuk masing-masing tingkatan umur. The purpose of this study was to determine the development of lung vital capacity of children aged 6-12 years who live in the highlands and lowlands in the province of Bali. This research is the developmental research with a cross-sectional approach. The study subjects were used for the highlands are elementary students in the district of Kintamani with a number of 282 people and for the lowlands are elementary students in Kubu district by the number of 492 people. Lung vital capacity was measured with a spirometer in units of milliliters. Measurement of lung vital capacity performed on all subjects for each study area. The data were analyzed descriptive quantitatively. The results show there are development of vital lung capacity in children aged 6-12 years living both in the highlands and in the lowlands in the province of Bali. Growth rate for each age levels are different for both study areas. The conclusion of this study : the average lung capacity of children living in the highlands is greater than children who live in the lowlands for each age level..
Pengaruh Metode Latihan, Bentuk Latihan Kecepatan dan Kelincahan terhadap Prestasi Lari 100 Meter -, Rumini; KS, Soegiyanto; Lumintuarso, Ria; Rahayu, Setya
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan yang sering terjadi pada sprinter terletak pada teknik berlari, yaitu posisi badan pelari rendah dan tubuh terlalu tegak, jangkauan panjang langkah pelari terlalu pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan koordinasi dan kecepatan reaktif (quickness), pengaruh bentuk latihan kontras dan non-kontras, dan kelincahan cepat dan lambat terhadap prestasi lari 100 meter. Penelitian menggunakan desain faktorial 2x2x2. Sampel penelitian terdiri dari 58 sprinter pelajar putra usia 13-17 tahun dari kabupaten Pati dan kendal. Hasil penelitian adalah: terdapat pengaruh yang signifikan antara metode koordinasi dan kecepatan gerak reaktif, terdapat pengaruh yang signifikan antara bentuk latihan kontras dan non kontras, terdapat pengaruh yang siginifikan antara kelompok sampel kelincahan cepat dan lambat terhadap prestasi lari 100 meter. Disarankan kepada pelatih sprint, dapat mengembangkan kecepatan sprint melalui metode latihan kecepatan gerak rektif dengan bentuk latihan non-kontras.Mistake that often occur in the short-distance runners (sprinters) in particular student sprinters lie in the running technique, which are the hips tend to lean forward while running, the stride length is too short. This study aimed to determine the difference between: the effect of coordination and reactive movement speed (quickness) training methods, the contrast and non-contrast running form practice, the influence between fast and slow agility, and the interaction between training methods, form speed training, and agility on the student sprinters’ at 100 meters. This research is an experiment study with 2x2x2 factorial design. The research sample was consisted of 58 sprinters, aged between 13-17 years old from Kendal and Pati. The data were analyzed by Multivariate Analysis of Variane (MANOVA). The results are as follows: There is a significant difference between coordination training methods and reactive movement speed (quickness) against stride frequency, optimal stride length and average stride length, There is a significant difference between the form of contrast exercise and non-contrast exercise, There is a significant difference between fast agility and slow agility, and There is a significant interaction effect between training methods, the form of training and the agility to 100 meters. Based on these results, it is recommended to: the athletic trainers for a short length or sprint, and be able to implement the reactive speed training (quickness) and the form of non-contrast training as one of the alternative method for developing running speed (sprint).
Penurunan Asam Laktat pada Fase Pemulihan Aktif dengan Argocycle selama 5 Menit -, Sugiharto; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar asam laktat sebelum latihan, setelah latihan, laktat setelah pemulihan selama 1 menit. Manfaat yang diharapkan dapat memberikan rekomendasi latihan dan pemulihan yang tepat. Metode eksperimen rancangan the separate pretes-posttest control design digunakan pada peneletian ini. Sampel sebanyak 6 mahasiswa laki-laki yang bersedia dan memenuhi kriteria. Perlakuan berupa pengambilan darah sebelum latihan, latihan argocycle selama 5 menit dengan beban 7 watt,  setelah latihan darah tepi diambil lagi untuk mengetahui kadar asam laktat. Alat yang digunakan Accutrend Plus, Reagen MB Laktat dari Jerman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia (19.83 ± 0.75), tinggi badan (165.83 cm±9.33), berat badan (65.67 kg±5.82), laktat sebelum latihan (3.28 ±mmol/l 1.00), laktat setelah latihan (5.43 mmol/l± 1.75). Ada hubungan yang signifikan antara laktat dan denyut nadi sebelum latihan (p=0.028), laktat dan denyut nadi setelah latihan (p=0.028), denyut nadi sebelum dan setelah latihan (p=0.028), laktat sebelum dan setelah latihan (p=0.028), laktat setelah latihan dan laktat setelah recovery selama 1 menit (p=0.046). Kesimpulannya adalah ada hubungan positif antara laktat dan denyut nadi sebelum latihan dan setelah latihan. Ada hubungan negative antara laktat setelah latihan dan sebelum latihan, denyut nadi setelah latihan dan sebelum latihan, laktat setelah latihan dan laktat setelah recovery selama 1 menit. The aims of this research is to know the different of lactate acid before, after exercise and after 1 minute recovery. The research use to recommendation for exercise to get good recovery. The separate pretes-posttest control design used in this research. The subject is six man that disposed to this research. The experiment are take periphery blood before and after exercise, than after 1 minute recovery. The exercise is 5 minute in argocycle with 7 watt load. The instrument are accutrend plus, Lactat reagen MB made in Germany and lancet. The result show that mean of age (19.83 ± 0.75), height (165.83 cm±9.33), weight (65.67 kg±5.82), lactate before exercise (3.28 ±mmol/l 1.00), lactate  after exercise (5.43 mmol/l± 1.75). There is significant relation between lactate and heart rate before exercise (p=0.028), lactate and heart rate after exercise  (p=0.028), heart rate before and after exercise (p=0.028), lactate before and after exercise (p=0.028), lactate after exercise and after 1 minute recovery (p=0.046). The conclusion is there are positive relation between lactate and heart rate before and after exercise. There are negative relation between lactate before and after exercise, heart rate before and after exercise, lactate after exercise and 1 minute recovery.
Cedera Keseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle Sprains) Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseleo pergelangan kaki merupakan salah satu cedera akut yang sering dialami para atlet. Sendi pergelangan kaki mudah sekali mengalami cedera karena kurang mampu melawan kekuatan medial, lateral, tekanan dan rotasi. Tidak seperti pada cedera lain yang disebabkan oleh tekanan tingkat rendah yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Cedera akut pada pergelangan kaki disebabkan karena adanya penekanan melakukan gerakan membelok secara tiba-tiba, yang termasuk dalam Cedera Sprain tingkat II. Tingkatan keseleo terdiri dari;1) keseleo tingkat ringan, sering terjadi pada ligament talofibula anterior, yang dapat mengakibatkan retak pada sebagian tulang tertentu, 2) keseleo tingkat sedang, meliput talofibula anterior dan calcaneo fibula ligament dapat memperparah terjadinya kerusakan pada struktur ligament, 3) keseleo tingkat parah, meliputi kedua ligament pada posterior talofibula ligament dapat menimbulkan putus urat otot yang kompleks atau kadang retak atau patah tulang. Perawatan ditentukan oleh tingkatan keseleo, sampai berapa lama sebelum melakukan latihan  tertentu. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi tidak stabil hingga kronis, dan dapat menyebabkan cedera kembali. Untuk menghindari cedera keseleo alangkah baiknya melakukan pencegahan dengan melakukan pemanasan, stretching, latihan penguatan ligament, otot dan tendon yang melintasi sendi, latihan pergelangan kaki, serta melakukan pembebatan pergelangan kaki, pada saat latihan maupun pertandingan.Ankle sprain is one of acute injury that often happened in athletes. Ankle joint is very easy to injury because of less able to resist the power, pressure from rotation, medial and lateral. Unlike the other injuries caused by low-level pressure repeatedly in the long term. Acute ankle injury due to the suppression of movement to turn suddenly, which is included in level II sprain injury. Sprain levels,  consist of: 1) mild sprain, frequently happened in the talofibula anterior ligaments, caused fracture in some particular bone, 2) moderate sprain, happened in talofibula anterior and calcaneo fibula ligament can exacerbates the damage to ligament structure, 3) severe degree sprain, the ligament covering both posterior talofibula ligament caused break up complex tendons or fracture. The treatment is determined by the degree sprain, how long the treatment is done before doing certain exercises. Not appropriate treatment cause ankle in chronic unstable and back to get injury. To avoid sprain injury better to do prevention there are, warming-up, stretching, strengthening exercise  in ligament, muscle and tendon that cross the joint, ankle exercises, than do ankle taping when practice as well as competition.
Peranan Pendidikan Jasmani Menghadapi Era Globalisasi -, Margono
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari pendidikan Keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras, dan seimbang. Masalah yang dihadapi saat ini antara lain : masih ditemukan pengajaran penjas secara tradisional, pendidikan jasmani, diajar oleh guru yang bukan berlatar belakang penjas, sarana dan prasarana penjas yang terbatas. Pendidikan Jasmani meiliki perana penting dalam menunujang SDM berkualitas menghadapi era globalisasi.Physical education is part of the Overall education that promotes physical activity and healthy living guidance for the growth and development of the physical, mental, social and emotional harmony, harmony, and balance. Problems faced today are: still found traditional teaching physical education, physical education, taught by teachers who are not background of physical education, infrastructure penjas limited. Physical Education menunujang has particularly important role in the quality of human resources in the era of globalization.

Page 4 of 48 | Total Record : 473