cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG P, Bambang; R, Margareta; Abdullah, M.
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5241

Abstract

Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013) menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil) berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk.Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x 20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang) dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan). Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala
SINTESIS GEOPOLIMER BERBAHAN ABU VULKANIK DENGAN PENAMBAHAN ALUMINIUM HIDROKSIDA SEBAGAI PENGATUR RASIO SILIKA DAN ALUMINA Kusumastuti, Ella
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5563

Abstract

Sintesis geopolimer berbahan abu vulkanik telah berhasil dilakukan dengan penambahan aluminium hidroksida untuk menurunkan rasio SiO / Al 2 O 3 bahan awal. Tingginya rasio SiO 2 /Al 2 O 3 abu vulkanik (SiO =5,55) menyebabkan hanya sedikit monomer silikat dan aluminat yang larut dalam larutan NaOH, sehingga pengerasan berlangsung pada konsentrasi larutan pengaktif NaOH yang tinggi dan kondisi curing 3 hari dan 70°C. Oleh karena itu rasio SiO 2 /Al 2 O bahan awal perlu divariasi dengan penambahan aluminium hidroksida untuk menyelidiki pengaruhnya terhadap pengerasan. Reaktan lain (abu vulkanik, larutan NaOH dan Na silikat) dibuat tetap sehingga didapatkan variasi SiO 2 /Al 2 O 3 3 berkisar 2,5-3,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aluminium hidroksida mempengaruhi kekuatan akhir dan sintesis dapat dilakukan pada suhu ruang. Komposisi dengan kekuatan optimum 45,43 MPa dicapai pada SiO 2 /Al 2 O =3,25, sedangkan kekuatan minimum 23,95 MPa pada SiO 2 /Al 2 O 3 3 =2,50. Analisis fasa mineral dengan XRD dan ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa telah terbentuk fasa amorf aluminosilikat (quartz dan mullite) dengan rantai Si–O–Si dan Si–O–Al serta terdapat mineral gibbsite sebagai sisa dari aluminium hidroksida yang tidak bereaksi. 2 /Al 2 O 3 2
ANALISIS CURE RATE PENDERITA KANKER PAYUDARA BERDASAR PEMODELAN REGRESI COX Dwidayati, Nurkaromah
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5554

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana distribusi lifetime penderita kanker payudara (PKPD) di RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta?, (2) apakah faktor umur, stadium dan treatment mempengaruhi life-time PKPD di RSUP Dr. Sardjito– Yogyakarta?, (3) bagaimana menentukan hazard rate penderita kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito– Yogyakarta? Dan (4) bagaimana menentukan survival rate penderita kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta?. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita kanker payudara yang berobat ke RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah penderita kanker payudara yang berobat ke RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta dari tahun 2004 – 2009. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari studi klinik dan rekam medis penderita kanker payudara yang berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dari tahun 2004 – 2009. Pengkajian dimulai dengan mengkonstruksi model regresi proportional hazard Cox untuk life time PKPD. Berdasar model tersebut dilakukan estimasi parameter tak diketahui dalam model, yang selanjutnya digunakan untuk analisis cure rate PKPD di RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta. Berdasar hasil penelitian ddiperoleh simpulan: (1) life-time penderita kanker payudara (PKPD) di RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta berdistribusi Weibull, (2) faktor umur, stadium dan treatment mempengaruhi life-time PKPD di RSUP Dr. Sardjito– Yogyakarta (3) hazard rate penderita kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito– Yogyakarta dihitung dengan menentukan baseline hazard terlebih dahulu, dan (4) survival rate penderita kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta menentukan baseline survival terlebih dahulu.
IDENTIFIKASI APOPTOSIS DENGAN METODE TUNEL PASCA PEMBERIAN EKSTRAK SAMBILOTO DAN PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME TUMOR Nugrahaningsih, Nugrahaningsih; Yuniastuti, Ari
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5415

Abstract

Apoptosis adalah kematian sel terprogram (programed cell death) yang bertujuan untuk mempertahankan kestabilan populai sel. Kegagalan pengaturan apoptosis dapat menyebabkan sel membelah tanpa terkendali, yang disebut sebagai kanker. Peningkatan apoptosis merupakan suatu upaya yang dikembangkan sebagai terapi kanker. Pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL(Terminal deoxyribonucleotidyl transferase dUTP nick end labeling) dapat memberikan gambaran proses apoptosis pada tingkat sel tunggal sehingga lebih spesifik dan memiliki akurasi tinggi. Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan sebagai anti kanker. Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro menunjukkan pengaruh andrografolid yang diisolasi dari sambiloto terhadap apoptosis sel kanker pada kultur. Hasil tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pengaruhnya bila diberikan secara oral. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak sambiloto terhadap apoptosis dan volume tumor bila diberikan secara oral dan diidentifikasi dengan metode TUNEL. Penelitian dilakukan dengan desain Randomized post test control group. Sebanyak 24 ekor mencit C3H yang telah tumbuh kanker mamma dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing 6 ekor. Diberikan ekstrak sambiloto dengan dosis 5, 10 dan 15 mg per ekor per hari, dan kelompok kontrol. Pemberian ekstrak sambiloto dilakukan secara oral selama 14 hari. Pengukuran volume tumor dilakukan pada hari ke 1, 4, 8, 12 dan 15. Pada hari ke 15 mencit dimatikan dengan menggunakan eter. Jaringan kanker dibuat blok parafin untuk pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan sel apoptosis (p=0,000), dengan dosis terbaik 15 mg/hari. Ada beda yang bermakna pada rerata kelipatan penambahan volume tumor (p=0,049). Hasil uji post hoc menunjukkan bahwa perbedaan terletak antara kelompok kontrol dengan kelompok dosis 10 mg/hr. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto secara oral meningkatkan sel yang mengalami apoptosis dengan pemeriksaan TUNEL namun belum dapat menurunkan volume tumor.
STIMULASI PUBERTAS PUYUH BETINA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS) DALAM PAKAN Christijanti, Wulan; Marianti, Aditya; Kariada, Nana
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5527

Abstract

Abstrak. Biji koro benguk banyak dipergunakankan untuk tambahan pakan ternak seperti babi dan unggas dengan memberikan hasil berupa meningkatnya berat badan dan performan tubuh yang baik. Tercapainya pubertas pada puyuh dapat diamati dari performan tubuh, munculnya suara, bertelur dan secara morfologi adalah dengan melihat perkembangan folikel ovariumnya. Senyawa bioaktif dalam biji koro benguk yang diduga berefek fertilitas adalah alkaloid dan L-Dopa melalui pengaruhnya pada sekresi hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung biji koro benguk untuk stumulasi pubertas puyuh. Sampel penelitian adalah 16 ekor puyuh prapubertas yang terbagi menjadi empat, yaitu kelompok 0 %, 10 %, 20 % dan 40 % tepung biji koro benguk. Tepung yang dicampur pakan diberikan 2 kali sehari selama 30 hari. Data berupa berat ovarium dianalisis dengan anava satu jalan pada taraf uji 5 % dan Beda Nyata Terkecil. Struktur morfologi ovarium dianalisis secara deskriptif dengan mengamati folikelnya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ada pengaruh tepung biji koro benguk pada berat ovarium dengan hasil F hitung 3,60 > dari F tabel 3,49 dan terdapat beda nyata antara kelompok yang mendapatkan 0 % dengan 20 % dan 40 %, namun tidak berbeda antara kelompok 0 dengan 10 % dan 20 % dengan 40 %. Struktur morfologi ovarium menunjukkan bahwa ada kecenderungan bertambahnya folikel yang berkembang dengan semakin banyaknya persentase tepung yang diberikan. Simpulan yang diambil adalah bahwa penambahan tepung biji koro benguk mampu mempercepat pubertas puyuh betina yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata berat ovarium antara kelompok Kontrol dan perlakuan serta gambaran folikel ovarium kelompok perlakuan yang berkembang lebih baik dibanding Kontrol.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI PATI SINGKONG DAN EKSTRAK KEDELAI SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Salamah, Shobirotu; Rachmayanti, Widya Putri; Amelia, Resydina
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5336

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh bahan pengemas plastik adalah dengan pengembangan biodegradable plastic ramah lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan produk kemasan makanan yang dapat diuraikan. Salah satunya adalah memberi antimikroba pada edible film. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya secara fisik dan mekanik menggunakan alat FS/SPAG 01/2650 dan diuji efektifitas antimikrobanya. Didapat kadar air tertinggi pada edible film kontrol yaitu 15,83 %. Densitas dengan penambahan ekstrak kayu manis 1,5% memiliki nilai yang lebih tertinggi yaitu 1,1 gr/ml. Nilai Modulus young atau tingkat elastisitas film tertinggi yaitu pada edible film penambahan ekstrak bawang putih 1% sebesar 2,872 Mpa. Nilai Tensile strength atau nilai kuat tarik suatu film tertinggi yaitu 3,808 N/mm diperoleh pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5% dan Nilai Extention at Maximum atau nilai pemanjangan film tertinggi yaitu 6,880 mm pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5%. Sedangkan pengujian daya hambat terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Diameter zona bening terbesar yaitu pada penambahan ekstrak bawang putih 1,5%.
FABRIKASI STRUKTUR HETERO CDTE/CDS:ZN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING (HOMEMADE) UNTUK APLIKASI SEL SURYA Sugianto, Sugianto; Sunarno, Sunarno
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5577

Abstract

Deposisi film tipis struktur hetero CdTe/CdS:Zn dilakukan dengan metode dc magnetron sputtering (home made) untuk aplikasi sel surya. Struktur hetero yang ditumbuhkan adalah tipe “Superstrate configuration” dengan struktur Ag/p-CdTe/n-CdS:Zn/ITO/glass. Optimasi performa struktur-hetero dilakukan dengan doping Zn pada CdS, variasi daya plasma dan treatment CdCl pada film CdTe. Karakterisasi sifat listrik struktur-hetero menggunakan pengukuran arus-tegangan (I-V). Pengukuran I-V pada kondisi tanpa penyinaran (dark) menunjukkan struktur hetero Ag/CdTe/CdS:Zn/ITO/glass mempunyai karakteristik ideal diode persambungan p-n. Arus saturasi difusi dan arus saturasi rekombinasi pada saat diberikan bias maju besarnya orde 10 2 A. Penambahan doping Zn (5%) pada CdTe telah meningkatkan performa struktur hetero Ag/CdTe/CdS:Zn/ITO/glass. Penumbuhan struktur hetero dengan daya tinggi dan treatmen CdCl telah meningkatkan efesiensi sel surya. Tegangan open circuit (V oc 2 ) dan arus short circuit (I ) yang masih rendah mengindikasikan bahwa hambatan seri (Rs) dari material struktur hetero masih besar. sc -8 – 10 -11
PEMBUATAN DATABASE FISIOKIMIA TEPUNG UMBI – UMBIAN DI INDONESIA SEBAGAI RUJUKAN DIVERSIFIKASI PANGAN Paramita, Octavianti; Mulwinda, Anggraini
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5545

Abstract

Penelitian ini dilakukan seperti alur penelitian yang telah dirancang yaitu untuk tahap awal akan dilakukan pembuatan tepung yang berasal dari umbi – umbian sebanyak 16 jenis dan pada tahap kedua akan dianalisis fisiokimia, yang meliputi analisis proximat yaitu kadar air, kadar abu, kandungan karbohidrat, kandungan protein dan kandungan lemak. Serta uji coba resep kudapan untuk tiap-tiap tepung umbi tersebut. Pada tahap ketiga, data – data tentang fisiokimia tersebut kemudian akan dimasukan kedalam sebuah database. Database ini didesain untuk dapat di akses secara online dengan model pencarian bertipe semantic. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah umbi – umbian merupakan salah satu bahan pangan dari kelompok pangan sumber karbohidrat setelah beras dan jagung. Bentuk olahan umbi berupa tepung dengan kadar karbohidrat yang tinggi memberikan peluang diversifikasi bahan baku pangan olahan sumber karbohidrat, yang dapat diolah menjadi bentuk olahan sesuai karakteristik fisik dan fisiokimia masing – masing tepung. Sehingga semua tepung umbi-umbian yang telah diteliti ini dapat dapat diolah dan dijadikan sebagai pengganti beras serta dapat dikonsumsi setiap hari. Database yang telah dibuat dapat diakses melalui internet untuk mengungkap kandungan fisiokimia pada aneka macam tepung umbi-umbian di Indonesia dengan judul “ Khazanah Umbi Indonesia “.
KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA CHLORELLA SP Widyastuti, Catur Rini; Hartanto, Dhoni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5430

Abstract

Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis dilakukan dengan dua metode yang berbeda, yaitu refluks dengan larutan H 2 SO 2 M dan secara alkali hidrotermal menggunakan larutan NaOH 2M. Reaksi transesterifikasi berlangsung pada suhu 60 o 4 C dengan penambahan katalis padat sebanyak 5% selama 60 menit. Yield biodiesel yang diperoleh dari reaksi menggunakan katalis yang dipreparasi dengan larutan H 2 SO adalah 28,27% dengan densitas 0,684 g/ mL. Sedangkan reaksi dengan katalis yang dipreparasi secara alkali hidrotermal menghasilkan biodiesel sebanyak 23% dengan densitas 0,69 g/mL.
SURVEI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE SELF POTENTIAL UNTUK MENGETAHUI POTENSI PANAS BUMI (STUDI KASUS OBYEK WISATA GUCI, JAWA TENGAH) Vaidila, Nadine; S., Fauziah Peni Rini; Afrari, Indah
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5246

Abstract

Telah dilakukan penelitian menggunakan metode Self Potential (SP) di daerah Obyek Wisata Guci, khususnya di Pancuran 7 (tujuh) pada tanggal 20-25 Juli 2014. Metode SP ini merupakan metode yang pasif, karena pengukurannya dilakukan tanpa menginjeksikan arus listrik lewat permukaan tanah, perbedaan potensial alami tanah diukur melalui dua titik dipermukaan tanah. Pada metode SP ini menggunakan larutan CuSO yang dimasukkan kedalam porous pot dan didalamnya terpasang kawat tembaga untuk memunculkan nilai potensialnya menggunakan digital milivoltmeter. Selanjutnya pengukuran tersebut dilanjutkan ke titik berikutnya dengan jarak 2 meter. Pengukuran ini dilakukan pada 100 titik di kawasan pancuran 7 (tujuh). Pemodelan didapatkan dengan cara akuisisi data menggunakan metode SP kemudian data tersebut diolah menggunakan software Surfer. Data yang didapatkan pada penelitian ini yaitu berupa nilai potensial pada titik pengukuran. Nilai potensial yang tertinggi pada pengukuran ini adalah 47,3 mV dan nilai potensial yang terendah adalah -32,7 mV.

Page 11 of 56 | Total Record : 560


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue