cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Paes Go Sebagai Aplikasi Paes Pengantin Solo Putri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.25617

Abstract

Pembuatan paes pengantin solo putri mempunyai tingkat kesulitan tersendiri bagi perias pemula. Untuk membuat itu diperlukan ketekunan dan ketelitian sehingga mendapatkan hasil yang proporsional dengan bentuk wajah pengantin wanita. Biometrik face recognition dapat membantu perias pemula membuat paes pengantin solo yang proporsional, cepat dan rapi. Makalah ini menjelaskan sistem biometric face recognition dalam membuat paes pengantin solo dengan tujuan mengurangi tingkat kesalahan membuat paes pengantin solo bagi perias pemula. Fitur ini menggunakan smartphone sebagai alatnya. Bentuk paes yang proporsional didapatkan dengan menggabungkan skor pencocokan biometric dari beberapa bentuk wajah yang disesuaikan berdasarkan golden proportion wajah. Dari fitur ini didapatkan ukuran paes yang disarankan untuk masing-masing orang. Ditinjau dari isi materi, kelengkapan komposisi aplikasi, dan kejelasan berada pada kategori baik. Sedangkan jika ditinjau dari aspek penampilan, warna, dan kemudahan pemakaian aplikasi paes go memperoleh kategori sangat baik.
Pembuatan Pewarna Tekstil Ekstrak Pulutan (Urena Lobata L) Untuk Pencelupan Kain Rayon Viskosa
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21504

Abstract

Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna kain, diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan warna sintetis. Pulutan mengandung senyawa  alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tumbuhan yang mengandung tanin dan flavonoid merupakan pigmen tumbuhan penimbul warna yang dapat dijadikan pewarna alam.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketuaan warna dan ketahanan luntur dari zat warna alam pulutan pada kain rayon viskosa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Kain sebelum diwarnai diberi perlakuan pre mordanting menggunakan tawas, kapur tohor dan tunjung dengan konsentrasi 50gr/l. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain dalam waktu 30 menit, kemudian dijemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 15 kali. Hasil pencelupan diuji nilai ketuaan warna dan ketahanan luntur yang dihasilkan.. Hasil uji ketuaan warna nilai tertinggi terdapat pada mordan tunjung, kemudian disusul mordan tawas dan nilai paling rendah adalah mordan kapur tohor. Ketahanan luntur paling baik diperoleh pada penggunaan mordan tunjung dan mordan kapur tohor, ketahanan luntur sedang diperoleh pada penggunaan mordan tawas. Simpulan dari penelitian ini adalah pulutan berpotensi  sebagai pewarna alami dan jenis mordan berpengaruh terhadap hasil pewarnaan.
TEKNIK MENYUSUN DOKUMEN PATEN UNTUK INVENSI DI BIDANG INDUSTRI BOGA, BUSANA DAN KOSMETIKA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6434

Abstract

Bidang Industri boga, busana dan kosmetika merupakan bidang yang potensial untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat dipatenkan.    Untuk dapat mendaftarkan paten atas temuannya, seorang ahli harus dapat menyusun dokumen paten.   Diperlukan pengetahuan dan keahlian spesifik untuk menyusun dokumen paten.  Bagian-bagian dokumen paten yang harus disusun terdiri atas : Judul Invensi, Bidang Teknik Invensi, Latar Belakang Invensi, Uraian Singkat Invensi, Uraian Lengkap Invensi, Klaim dan Abstrak.   Dalam penyusunan Klaim disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli hukum, supaya makna bahasa dari klaim sesuai dengan terminologi yang lazim digunakan dalam penegakan hukum.   Klaim inilah nantinya yand akan menjadi dasar penuntutan di Pengadilan ketika invensi yang dipatenkan ditiru atau diproduksi oleh orang atau Badan yang tidak diizinkan oleh si inventor (penemu).
KANDUNGAN GIZI DAN SIFAT FISIK TEPUNG AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN PANGAN SUMBER SERAT
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i1.6402

Abstract

Asupan serat menjadi semakin diutamakan dalam membuat formulasi produk pangan karena perannya dalam memperlancar pencernaan, tempat berkembang bakteri selama diusus  dan mengurangi ketersediaan kolesterol. Pemanfaatan hasil samping ampas kelapa sebagai bahan substitusi makanan kesehatan selama ini belum banyak terungkap.  Meskipun  ampas  kelapa  merupakan  hasil  samping  pembuatan  santan, namun ampas kelapa merupakan bahan pangan sumber serat. Ampas kelapa berasal dari komoditi hasil samping yang memiliki keunggulan sebagai pendukung kelestarian ketahanan pangan. Hal tersebut ditunjang oleh potensi produksi yang tinggi, proses dan peralatan yang digunakan dalam produksinya sederhana dan murah, memiliki kemampuan untuk diolah menjadi produk-produk yang lebih berkualitas, dapat ditambahkan pada produk-produk roti, resep-resep masakan, dan produk-produk makanan lainnya sebagai makanan kesehatan  sehingga dapat menunjang diversivikasi pangan. Kandungan  gizi tepung ampas kelapa  mengandung karbohidrat dalam jumlah yang lebih rendah yaitu sekitar 33,64125 persen,   dari tepung terigu (73,52 persen). Kandungan protein tepung ampas kelapa relative cukup rendah yaitu 5,78725 persen, daripada tepung terigu (13,51 persen). Kandungan lemak tepung ampas kelapa cukup tinggi dari tepung terigu (38,2377 persen). Kandungan serat kasar tepung ampas kelapa cukup tinggi yaitu    (15,068865) persen, lebih tinggi dari tepung terigu (0,25 persen). Kandungan serat pangan tak larut sangat tinggi yaitu (63,66%), dan (serat pangan larut sangat rendah 4,53% ,Raghavendra et al, 2004). Tepung ampas kelapa merupakan salah satu    tepung sebagai sumber serat pangan dan tepung ampas kelapa mengandung air cukup rendah yaitu 6,9969 persen lebih rendah dari pada tepung terigu (11,31 persen). derajat putih tepung ampas kelapa  lebih putih daripada tepung terigu  dengan bentuk granula bulat dengan kisaran ukuran Ø60-Ø140 µm dan bentuk granula serpihan dengan kisaran ukuran Þ140-300 µm. Konsistensi gel tepung ampas kelapa mempunyai konsistensi gel sangat lemah dan viskositas pasta tepung ampas kelapa rendah, dengan NKA  tepung ampas kelapa sebesar 94,62 % dan NPA sebesar 0.34%
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Mata Kuliah Teknik Buat Kain pada Prodi Pendidikan Tata Busana UNNES
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v10i1.26094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan multimedia pembelajaran pada Prodi Pendidikan Tata Busana Unnes serta mengetahui kelayakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (RD) yang terdiri dari tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Hasil penelitian produk menunjukan adanya kebutuhan multimedia pembelajaran pada Mata Kuliah Teknik Buat Kain. Hasil kelayakan multimedia pembelajaran oleh validator dari aspek materi diperoleh persentase sebesar 90% (sangat layak), dan aspek media sebesar 88% (sangat layak), sedangkan penilaian mahasiswa diperoleh persentase sebesar 88% (sangat layak). Simpulan dari penelitian ini adalah adanya kebutuhan multimedia pembelajaran dikarenakan multimedia pembelajaran mudah dioperasikan dan dapat digunakan untuk belajar secara mandiri. Tingkat kelayakan multimedia pembelajaran oleh dua ahli materi dan dua ahli media diperoleh rata-rata sebesar 89% (sangat layak), kemudian hasil penilaian mahasiswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 88% (sangat layak), sehingga multimedia pembelajaran dinyatakan layak digunkaan dalam pembelajaran Mata Kuliah Teknik Buat Kain. Saran yang dapat diberikan adalah peneliti yang ingin melakukan penelitian serupa disarankan untuk dapat melakukan penelitian hingga menguji keefektifan penggunaan multimedia pembelajaran.
Adaptasi Dongeng “Rusa Tak Percaya Diri” Pada Garnitur Busana Casual Dengan Teknik Sulaman Fantasi
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.23974

Abstract

Busana casual menurut kamus Merriam-Webster (1828) adalah busana yang dirancang untuk digunakan dalam kegiatan informal. Busana casual dengan style Ethno Vibration pada tahun 2020 akan menjadi trend. Ciri khas dari style ini adalah motif susasana alam. Adaptasi style Ethno Vibration dilakukan pada buku dongeng “Rusa Tak Percaya Diri” karya Dini Ayu yang diterapkan sebagai garnitur busana casual dengan menggunaan teknik sulaman Fantasi. Visualisasi alam dengan tokoh rusa dan serigala dalam dongeng tersebut dijadikan sebagai motif garnitur. Tujuan pembuatan produk ini untuk memberikan inovasi pada produk busana casual dengan membuat garnitur menggunakan teknik sulaman Fantasi. Manfaat pembuatan karya ilmiah ini adalah memperkaya konsep dan teori mengenai sulaman Fantasi dan busana casual. Bagi pembaca, karya ilmiah ini bermanfaat untuk menjadi referensi dalam proses mengadaptasi suatu bentuk menjadi sebuah garnitur pada busana. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan tahapan sebagai berikut: penentuan tema atau sumber ide, mengetahui dan mempelajari visualisasi alam dengan tokoh rusa dan serigala dalam dongeng, pembuatan moodboard, pembuatan desain dan pembuatan produk.
Kualitas Organoleptik Roti Manis Subtitusi Tepung Jagung Kuning Dengan Metode Penepungan Berbeda
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19552

Abstract

Pemanfaatan tepung dari bahan pangan lokal utamanya jagung kuning telah banyak diterapkan pada olahan makanan yang sebelumnya berbahan dasar tepung terigu, baik sebagai bahan subtitusi ataupun bahan baku produk. Namun demikian belum banyak dilakukan pada olahan jenis roti terutama pada roti manis. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda yaitu metode penepungan basah dan metode penepungan kering  yang disubtitusikan pada tepung terigu sebanyak 25 prosen dalam pembuatan roti manis. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas organoleptik roti manis subtitusi tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda dilihat dari aspek warna, tekstur, rasa, aroma dan bentuk.  Pengujian menggunakan  panelis tidak terlatih sejumlah 80 orang untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap roti manis  subtitusi tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda. Hasil penelitian secara umum menunjukkan penggunaan tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda tidak berpengaruh terhadap kualitas roti manis .Masyarakat menyukai kedua  roti manis subtitusi tepung jagung kuning dengan metode berbeda untuk aspek rasa dan bentuk.roti manis subtitusi tepung jagung kuning baik dengan metode penepungan basah maupun kering , sedangkan untuk aspek warna dan aroma ,masyarakat lebih suka roti manis subtitusi tepung jagung kuning  metode penepungan kering ,untuk aspek tekstur masyarakat lebih suka roti manis subtitusi tepung jagung metode penepungan basah.
KELAYAKAN HAIR TONIC BERBAHAN DASAR EKSTRAK BUAH APEL DAN MADU UNTUK MELEMBAPKAN KULIT KEPALA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i2.14693

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Validitas hair tonic ekstrak buah apel dan madu; (2) Kelayakan produk hair tonic ekstrak buah apel dan madu untuk melembapkan kulit kepala. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian pre-test and post-test group. Validitas instrumen menggunakan expert judgment. Teknik analisis data uji inderawi dan uji kesukaan menggunakan deskriptif persentase, uji klinis menggunakan uji-t. Hasil penelitian diperoleh bahwa produk hair tonic dinyatakan layak dengan rata-rata validitas produk 75%, uji inderawi 82%, uji kesukaan dengan nilai rata-rata 78%, uji klinis menyatakan bahwa produk hair tonic mempengaruhi tingkat kelembapan dan sensitivitas kulit kepala. Dapat disimpulkan bahwa hair  tonic  ekstrak  buah  apel  dan  madu  layak  digunakan ditinjau dari hasil validitas produk, uji inderawi, dan uji kesukaan. Produk hair tonic sedikit menimbulkan rasa gatal pada beberapa responden.
KELAYAKAN “LATINO” DALAM MEMBUAT PAES PENGANTIN SOLO
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk :  mengetahui kelayakan  latino dalam pembuatan paes pengantin solo putri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, tahap pembuatan desain rancangan alat, uji ahli, revisi rancangan produk. Data yang diperoleh berasal dari tiga orang pakar dibidang tata rias pengantin solo menggunakan lembar validasi dengan jumlah responden sebanyak 13 mahasiswa melalui uji coba welat “Latino”. Analisis data pada penelitian mengggunakan analisis dekriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk “latino” dinyatakan layak  oleh para ahli dan layak digunakan dalam pembuatan paes pengantin solo putri. Hasail penelitian menunjukkan bahwa  produk latino memperoleh rata-rata 81,8 (sangat baik) yang terdiri dari indikator kerapihan 82,1 (sangat rapi), kesesuaian bentuk 82,7 (sangat sesuai) dan kecepatan 80,8 (cepat).
PENGARUH PENGGUNAAN SARI JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) SEBAGAI KOAGULAN DALAM PEMBUATAN TAHU BIJI SAGA (Adenanthera Pavonina Linn)
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6425

Abstract

Tahu adalah produk olahan kedelai proteinnya cukup tinggi, digemari masyarakat dan harganya murah. Biji saga merupakan tanaman polongan, protein30,6 g/100g bdd, harganya lebih murah dibanding harga kedelai. Oleh karena itupeneliti memanfaatkannya sebagai bahan dasar tahu. Tujuan mengetahui  pengaruh penggunaan sari jeruk nipis terhadap kualitas inderawi tahu biji saga ditinjau dariaspek warna, tekstur, aroma dan rasa, mutu kimiawi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan energi, dan kesukaan masyarakat. Obyek penelitian ini adalah biji saga dengan tingkat kematangan tua, merah, diameter 8-11 mm didapat di Juwana, Pati dan sari jeruk nipis dengan tingkat kematangan sedang, warna hijaukekuningan didapat di Sekaran, Gunungpati. Variabel bebas yaitu persentase sari jeruk nipis 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian yaitu adanya pengaruh penggunaan sari jeruk nipis dengan persentase yang berbeda terhadap karakteristik inderawi tahu biji saga ditinjau dari aspek rasa. Sampel terbaik dan disukai masyarakat adalah tahubiji saga dengan penggunaan sari jeruk nipis 5%. Kandungan gizi sampel terbaik yaitu kadar air 70,2 g, kadar abu 1,0 g, protein 13,6 g, lemak 8,4 g, karbohidrat 6,8 g dan energi 145 kkal.