cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Eksplorasi Perintang Warna Alami pada Kualitas Batik Sulistyorini, Urip Wahyuningsih, Rani
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.30746

Abstract

Exploration is important because it has the potential to increase creativity in the use of natural materials that are able to maintain the existence of written batik without reducing the essence of written batik itself. The method used is a literature study. This study aims to describe natural materials that can be used as color barriers, determine the results and quality of batik motifs produced from natural color barriers, and determine the process and results of batik coloring on natural color barriers. The natural ingredients explored are cassava peel and canna starch. The batik motifs produced by the two barriers depend on the drying time, the thickness of the paste application and the applicator used. In the use of natural cassava peel ingredients, the color barrier can block the color well when using a triangular plastic applicator because the quality obtained is good, namely the lines are firm and clear. Meanwhile, when using natural canna starch, the color barrier can block the color well when using the vinegar bottle applicator because the results of the imitation batik motifs produced are neat, even, and firm. The natural ingredients for cassava peel are dylon and wantex dyes, while the canna starch is used for napthol dyes.
PENERAPAN BEADING EMBROIDERY DENGAN KOMBINASI CABOCHON TECHNIQUE SEBAGAI HIASAN PADA EVENING GOWN Sumardani, Pipin Tresna P., Sona
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.28351

Abstract

Evening gown is one type of party dress that is divided according to the time of use, namely late afternoon or late evening. Evening gowns usually have more prominent characteristics than other types of party dress. Both of the model and decoration/garniture. The application of beads as an evening gown decoration is one way to impress a luxurious impression of evening party dress. Beads or in English called "beads" comes from the Middle English bede which means "prayer" (object of Worship). Because at first the beads were associated with occult things in previous religious ceremonies. Beads are usually made of stone, bone, wood, shell, glass, metal, and so on. The technique of stringing beads is known as beading embroidery. Beading embroidery is usually done by stringing beads on fabric using the help of a needle and thread. One of the techniques in making beading embroidery is the Cabochon technique. The term of Cabochon comes from French which means head, this term is often used for gemstones that have been polished so that it has a smooth round shape. In its development, the cabochon is decorated with small beads strung around a large gemstone which is likened to the head or center of this ornament..The study aims to 1) To apply the knowledge obtained from the course milineris accessories and Houte Couture as the basis in making milineris accessoires and garniture on the evening gown. 2) To introduce beading embroidery especially the cabochon technique as one of the alternative for garniture or ornament on the evening gown,and 3) To improve the student’s creativities in making garniture on the evening gown through making beading  embroidery with cabochon technique. This kind of study is experimental study. The method used is the PBL (Project Base Learning) method. Namely learning methods that use projects / activities as a medium by conducting exploration, assessment, interpretation, synthesis, and information to produce various forms of learning outcomes.
Busana Pesta dengan teknik Pattern Magic (The knot dress) dan hiasan Tenun Tapestry Nashikhah, Ma'rifatun Ifa; Inayah, Desy Tri; Widyastuti, Ika Zuli
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.29950

Abstract

Patterns are not only needed in the manufacture of individual fashion but a pattern has grown in all the industrialized worlds, home industry, convection and garment. In japan, pattern magic was present as solutions to a deficiency of the flat pattern. The pattern magic is development from formulation that inspired by the environment. The patterns can be separated from the influence of technology and the around of environment. The results of this study aims to combine a pattern magic and trimmings woven tapestry in evening gown thant given a new element in fashion. Because generally tapestry is used as wall hangings and household. Beside that, lifestyle some people want to be perform different with others. Exploration pattern magic can make an enormous impact and more value, As the fashion industry, it is a new invention that can become global trend in the community. The results of evening gown with pattern magic (the knot dress) and tapestry show that pattern magic on evening gown is eficien because this pattern asamble with dress and doesn’t need another pattern to make hiasan pesta, so pattern of an ornament ribbon not separated with dress pattern
Ekplorasi Motif Tumpal Sarung Betawi pada Busana Pesta dengan Hiasan Teknik Lekapan Payet Sekartinah, Astuti, Sri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.30654

Abstract

Busana pesta adalah busana yang dikenakan untuk menghadiri kesempatan acara pesta. Model busana pesta lebih bervariasi dan lebih rumit. Lekapan payet merupakan teknik menghias kain, busana dan pelengkap busana, menggunakan payet dan manik-manik, dengan jenis, ukuran dan warna yang disesuaikan dengan benda yang dihias. Tujuan pembuatan produk busana pesta dengan motif tumpal Betawi yaitu karena batik adalah salah satu warisan Indonesia yang wajib dilestarikan masyarakat Indonesia terutama kaum remaja sebagai generasi penerus bangsa. Dengan eksplorasi motif tumpal pada pembuatan busana pesta wanita diharapkan  dapat melestarikan dan mempromosikan salah satu batik khas Betawi. Manfaat pemasangan lekapan payet pada busana pesta dengan motif tumpal pada busana pesta dimaksudkan agar busana menjadi lebih indah dan lebih menonjolkan motif yang ada pada batik tersebut. dan busana menjadi lebih terlihat menarik. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu Project Based Learning dengan tahapan: penentuan sumber ide, pembuatan moodboard, pembuatan desain, dan pembuatan produk, pemasangann Teknik lekapan payet pada busana dan finishing.
INOVASI PEMBUATAN PIE SUSU SUBSTITUSI TEPUNG BONGGOL PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATE L.) Hidayah, Meddiati Fajri Putri, Nurul
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.27964

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk pie susu substitusi tepung bonggol pisang kepok pada indikator warna,tekstur, aroma, dan rasa. 2) mengetahui kadar serat pangan pada pie pie susu substitusi tepung bonggol pisang kepok. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu substitusi tepung bonggol pisang kepok dengan persentase yang berbeda yaitu 5%, 10% dan 15%. Metode pengumpulan data menggunakan penelitian uji kesukaan. Desain eksperimen menggunakan metode true eksperiment. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif presentase dan untuk analisis kadar serat pangan menggunakan metode multienzim (AOAC, 1995). Hasil penelitian 1) Tingkat kesukaan masyarakat pada produk pie susu substitusi tepung bonggol pisang kepok pada sampel A yaitu menunjukan kriteria suka 81%, pada sampel B yaitu menunjukan kriteria suka 74%, dan sampel C yaitu menunjukan kriteria suka 72%. 2) kandungan kadar serat pangan pada pie susu substitusi tepung bonggol pisang kepok nilai rerata pada sampel A yaitu 12,60%, pada sampel B yaitu 15,32% dan pada sampel C yaitu 17,12%.Kata Kunci : Pie susu substitusi tepung bonggol pisang kepok, seratABSTRACT: The purposes of this research are 1) to determine the level of society favorite towards the product of milk pie of kepok banana hump flour on the indicator of color,  texture, aroma, and flavor. 2) to determine the level of dietary fiber on the milk pie of kepok banana hump flour. Independent variable in this research is kepok banana hump flour with different percentage that are 5%, 10%, and 15%. Data collecting methode using preference test research. Experiment design using true experiment methode. Analysis methode that used was descriptive percentage analysis and to analyze the level dietary fiber using multienzim methode (AOAC, 1995). The results of research 1) The level of society favorite on the milk pie product of kepok banana hump flour on sample A showed like criteria 81%, on sample 2 showed like criteria 74%, and sample C showed like criteria 72%. 2) Dietary fiber content on milk pie of kepok banana hump flour mean value on sample A that is 12,60%, on sample B that is 15,32% and on sample C that is 17,12%.Keywords: Milk pie of kepok banana hump flour, fiber
Penerapan Embellishment pada Inovasi Busana Etnik Nusa Tenggara Timur dengan Inspirasi Burung Garugiwa Nursyifa, Sarah Rizki; Nurlita, Asri Andarini
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.30047

Abstract

Burung dengan nama latin Pachycephala Nudigula atau burung Garugiwa merupakan satwa endemik yang menghuni kawasan Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ciri khas burung Garugiwa, yaitu memiliki suara yang sangat nyaring, termasuk ke dalam jenis burung cerdas karena mampu menirukan suara dari lingkungan sekitarnya  dan terkenal dengan keragaman kicauannya yang tersusun dari 12 nada yang berbeda. Keunikan burung garugiwa menjadi inspirasi bentuk dan hiasan dekoratif dalam penerapan embellishment pada inovasi busana etnik untuk kesempatan pesta. Embellishment merupakan ornamen untuk menghias permukaan tekstil dengan berbagai macam teknik misalnya: penambahan warna, pola, tekstur atau desain ke kain melalui penggunaan media luar. Salah satu penerapan embellishment yang banyak digunakan adalah lekapan bordir dan payet. Teknik tersebut banyak dipilih sebagai penambah aksen dekoratif terutama pada busana pesta. Busana pesta termasuk ke dalam houte couture, yaitu busana berkualitas tinggi dengan  eksklusivitas pada bahan, desain, dan kriteria pengerjan. Metode yang digunakan yaitu Project Based Learning dengan hasil penelitian terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti: pemilihan bentuk atau motif, ukuran, dan warna agar hasilnya lebih maksimal
Eksistensi Tenun Troso Jepara Di Antara Berdirinya Perusahaan-perusahaan Garmen Anisah, Muh Fakhrihun Na’am, Novia Nur
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.27221

Abstract

Tenun Troso adalah salah satu kekhasan yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara berupa kain yang terbuat dari benang yang ditenun dengan cara memasukkan pakan secara melintang dengan lungsi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui eksistensi tenun Troso Jepara di antara berdirinya perusahaan-perusahaan garmen. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah  pengusaha Troso, perajin tenun Troso, perajin tenun Troso yang keluar dari tenun Troso dan menjadi karyawan garmen dan warga Desa Troso yang bekerja di perusahaan garmen sekitar Desa Troso serta karyawan PT. Hwaseung Indonesia dan PT. Parkland World Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan mendapat responden sebesar 100 responden. Analisis data menggunakan analisis deskripstif presentase menggunakan SPSS versi 20. Hasil menunjukan bahwa rata-rata dari semua indikator menunjukan nilai indeks cukup tinggi yaitu 70.5. Mempunyai nilai mean sebesar 105.12, nilai median 105, nilai mode sebesar 105, nilai variasi sebesar 3.660546, nilai skewness sebesar -0.59337, nilai kurtosis sebesar 0.27886, nilai range sebesar 19. Nilai minimum sebesar 94 dan nilai maksimum 113. Serta nilai sum sebesar 10512.
Studi Kelayakan Tas Laptop Berbahan Enceng Gondok dengan Hiasan Sulam Pita
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan tas laptop berbahan eceng gondok dengan hiasan sulam pita. Metode penelitian adalah penelitian eksperimen , jenis eksperimen dalam penelitian ini adalah penelitian murni, yaitu percobaan pembuatan tas berbahan enceng gondok dengan hiasan sulam pita, dalam percobaan ini membuat tas dengan 4 model yaitu model A, B, C dan D, meggunakan bahan dasar enceng gondok. Variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu kelayakan tas laptop berbahan enceng gondok, variabel ini tidak mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh variabel lain. Metode pengumpulan data dalam peneliti dokumentasi dan observasi dengan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian tas yang diuji kelayakan oleh 39 responden. Hasil analisi uji kelayakan menunjukkan bahwa produk tas secara keseluruhan sangat layak, dengan nilai rata-rata 78.99%-82.26%. Studi kelayakan tersebut, paling tinggi terdapat pada tas model C dengan nilai rata-rata 82.26% kriteria sangat layak, kemudian tas A dengan nilai 80.06%, selanjutnya tas B dengan nilai rata-rata 78.99% dan tas D dengan nilai rata-rata 79.99%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelayakan paling tinggi terdapat pada tas model C dengan nilai persentase sebesar 82.26%, karena bentuknya yang unik, menarik dan kombinasi warnanya yang sesuai.
MEMBANGUN JEJARING KEWIRAUSAHAAN MELALUI KEUNGGULANUSAHA KONVEKSIUNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v4i1.13853

Abstract

Penelitian ini menguji secara empirik dan menganalisis pengaruh jejaring kewirausahaan keunggulan usahakonveksi dan adaptabilitas lingkungan usaha terhadap kinerja pemasaran pada usaha mikro kecil dan menengah konveksi di Jawa Tengah. Berdasarkan research gap hasil penelitian mengenai pengaruh jejaring kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran maka memunculkan proposisi: keunggulan usaha adalahkemampuan perusahaan untuk memberikan nilai lebih dari pada pesaingnya berupa pengembangan kualitas produk, produk yang lebih bervariasi, pelayanan yang lebih baik, menciptakan loyalitas pelanggan, dan menentukan harga jual produk yang kompetitif dengan spirit kerjasama yang saling menguntungkan dan memberi kemanfaatan. Keunggulan usaha berpotensi meningkatkan kinerja pemasaran. Dasar teori yang melandasi antara lain teori modal sosial, tri keunggulan kompetitif, dan pendekatan kapabilitas dinamis dan organisasional. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha mikro kecil dan menengah bidang konveksi di Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 180 responden. Responden adalah pemilik/pengelola usaha konveksi, pengambilan sampel diprioritaskanpada perusahaan yang mempunyai karakteristik masuk didalam program binaan klaster Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Teknis analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) dengan software AMOS versi 18. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa jejaring kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja pemasaran konveksi melalui keunggulan usaha. Jejaring kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja pemasaran.. Hal ini dapat dilihat nilai P value adalah 0,023 dengan kontribusi total pengaruh sebesar 0,542. Saran penelitian ini perlu dibangun dan dikembangkan jejaring kewirausahaan pada usaha mikro kecil dan menengahpada usaha konveksi maupun bidang fashion
KAJIAN TENTANG SIMBOL BATIK SEMEN RAMA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT JAWA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6411

Abstract

Simbol dalam batik merupakan manifestasi dari sesuatu ajaran. Bagi orang Jawa simbol merupakan kunci yang membuka pintu pertemuannya dengan dunia atas. Dengan  berbagai simbol  manusia  berpartisipasi dalam  kehidupan makrokosmos dan melalui kontak ini, mereka merasa mendapatkan ketenteraman dan keselamatan. Dalam hal ini batik sebagai unsur kebudayaan dilihat sebagai sistem simbol, menghubungkan manusia dengan alam semesta dalam arti yang luas. Batik Semen Rama sebagai karya seni secara esensi merupakan ajaran yang ditujukan dan diisyaratkan kepada raja atau pemimpin rakyat, yang disimbolkan dalam ornamennya. Motif dalam batik Semen rama merupakan simbolis yang mempunyai makna ajaran tentang sikap yang ideal yang seharusnya seorang pemimpin.