cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Paes Go Sebagai Aplikasi Paes Pengantin Solo Putri Ihsani, Ade Novi Nurul; Krisnawati, Maria; Agustin, Eny Widya; Septiningsih, Tri; Apriliya, Siska; Lesatari, Citra Eka
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.25617

Abstract

Pembuatan paes pengantin solo putri mempunyai tingkat kesulitan tersendiri bagi perias pemula. Untuk membuat itu diperlukan ketekunan dan ketelitian sehingga mendapatkan hasil yang proporsional dengan bentuk wajah pengantin wanita. Biometrik face recognition dapat membantu perias pemula membuat paes pengantin solo yang proporsional, cepat dan rapi. Makalah ini menjelaskan sistem biometric face recognition dalam membuat paes pengantin solo dengan tujuan mengurangi tingkat kesalahan membuat paes pengantin solo bagi perias pemula. Fitur ini menggunakan smartphone sebagai alatnya. Bentuk paes yang proporsional didapatkan dengan menggabungkan skor pencocokan biometric dari beberapa bentuk wajah yang disesuaikan berdasarkan golden proportion wajah. Dari fitur ini didapatkan ukuran paes yang disarankan untuk masing-masing orang. Ditinjau dari isi materi, kelengkapan komposisi aplikasi, dan kejelasan berada pada kategori baik. Sedangkan jika ditinjau dari aspek penampilan, warna, dan kemudahan pemakaian aplikasi paes go memperoleh kategori sangat baik.
Adaptasi Dongeng “Rusa Tak Percaya Diri” Pada Garnitur Busana Casual Dengan Teknik Sulaman Fantasi Rahmah, Yumeida; Karmila, Mila
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.23974

Abstract

Busana casual menurut kamus Merriam-Webster (1828) adalah busana yang dirancang untuk digunakan dalam kegiatan informal. Busana casual dengan style Ethno Vibration pada tahun 2020 akan menjadi trend. Ciri khas dari style ini adalah motif susasana alam. Adaptasi style Ethno Vibration dilakukan pada buku dongeng “Rusa Tak Percaya Diri” karya Dini Ayu yang diterapkan sebagai garnitur busana casual dengan menggunaan teknik sulaman Fantasi. Visualisasi alam dengan tokoh rusa dan serigala dalam dongeng tersebut dijadikan sebagai motif garnitur. Tujuan pembuatan produk ini untuk memberikan inovasi pada produk busana casual dengan membuat garnitur menggunakan teknik sulaman Fantasi. Manfaat pembuatan karya ilmiah ini adalah memperkaya konsep dan teori mengenai sulaman Fantasi dan busana casual. Bagi pembaca, karya ilmiah ini bermanfaat untuk menjadi referensi dalam proses mengadaptasi suatu bentuk menjadi sebuah garnitur pada busana. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan tahapan sebagai berikut: penentuan tema atau sumber ide, mengetahui dan mempelajari visualisasi alam dengan tokoh rusa dan serigala dalam dongeng, pembuatan moodboard, pembuatan desain dan pembuatan produk.
PENERAPAN TEKNIK PLEATED PADA BUSANA PESTA EVENING GOWN Florencia, Adella
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.24927

Abstract

Pleats adalah sejenis lipitan yang terdapat pada desain busana atau suatu teknik melipat secara bolak balik pada bahan yang kemudian di pressed dengan cara dijahit atau disetrika dengan seksama sampai hasil lipatannya terbentuk secara permanen. Pleats merupakan salah satu teknik yang unik dimana bahan dilipat dan di press sehingga memberi garis yang bersifat permanen, dan merupakan salah satu teknik dalam bidang busana yang akan terus dipakai dan disukai sepanjang zaman. Pada umumnya Pleats biasanya diaplikasikan pada bagian bawah busana seperti rok berlipit atau gaun yang bagian bawahnya berlipit, penggunaan pleats pada busana memberikan kesan anggun dan indah, pleats juga dapat memberi kesan memanjangkan bagian tubuh yang dikenakan Pleats. Pleats menjadi rujukan teknik penerpan busana yang diangkat karena pesona Pleats yang tetap diminati, dan dapat diaplikasikan pada busana pesta, khususnya busana Evening Gown. 
PENGEMBANGAN SOP (STANDART OPERATIONAL PROCEDURE) LABORATORIUM DALAM RANGKA OPTIMALISASI FUNGSI LABORATORIUM PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA UNNES Sholikhah, Roudlotus; Suci, Puji Hujria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.29082

Abstract

The Fashion Design Education Study Program is one of the study programs in the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In learning at the Fashion Design Education Study Program, 70% of learning is practical learning. In the Fashion Design Education Study Program, the researcher found that the laboratory management was still not optimal due to several problems, including the laboratory management which was still manual and not properly organized according to standards. This problem has inspired researchers to develop laboratory management for the Fashion Design Education Study Program in the Home Economic Department, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. It is hoped that the results of this research will produce SOP (standart operational procedure) products that improve the laboratory management of the Fashion Design Education Study Program so that they can develop better and have clear measurement standards. This study used a development research design (Gall and Borg, 1983). This development research procedure consists of 6 stages, namely determining, identifying problems, reviewing various laboratory SOP, developing prototypes, expert reviews and testing SOP prototypes, and revising development products. The results of this research are (1) Several SOP products, including: SOP for the preparation of laboratory use schedules, SOP for the use of laboratory equipment, SOP for the use of laboratory equipment, SOP for borrowing laboratory equipment/ goods/ facilities and infrastructure, SOP for the use of laboratory equipment, SOP for maintenance of laboratory equipment. , SOP for maintenance and repair of Laboratory Equipment, and SOP for monitoring and evaluation of Laboratory; (2) The feasibility of laboratory SOP by laboratory management experts is considered feasible to be tested and used for Laboratory SOP with several suggestions for revisions, with a percentage rate of 78% for the first expert, and 83% for the second expert; and (3) The results of the feasibility of the SOP for the Laboratory of Fashion Design Education Study Program, Home Economic Department, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang, after being tested on laboratory assistants, practical lecturers and students, were assessed that the SOP was very suitable to be used in the Laboratory of the Fashion Design Education Study Program Universitas Negeri Semarang. The percentage level of testing to the laboratory assistant is 93%, practical lecturers 88% and students 95% with no revision respectively.
Development Of Learning Models For Industrial Dressmaking At Fashion Technologi Vocational School Karlina, Nadya; Hasanah, Uswatun; Doriza, Shinta
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.25471

Abstract

The purpose of the research is to develop a project-based independent learning model in Vocational Fashion Technology. The research and development method  uses 10 steps from Borg and Gall. The results of the development Project Based Independent Learning (PBIL) models are accompanied by PBIL learning manuals for educators. The steps of implementing the PBIL model, namely determining the fundamental questions, compiling project planning, preparing a schedule, monitoring students and project progress, analyzing project results and evaluating experience. Learning activities consist of face-to-face, independent learning by Android-based learning media and monitoring by social media. Effectiveness test results indicate , learning by PBIL models, students easier to learn lessons (97%); students helped in solving problems (91%); increase students’ courage to share opinions (85%); support students to work in a team(94%); motivate students to reach achievement (97%); students able to solve post test questions easier than before (97%); motivating students to complete tasks (97%); learning by PBIL model, students is closer to their teacher (97%).
PENERAPAN BAHAN TWEED PADA PEMBUATAN BUSANA READY TO WEAR Krisnayadi, Febbry Dwiyanti; Prihatin, Pipin Tresna
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.28359

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to 1) develop the writer's creativity in making ready to wear fashion using tweed material, and 2) apply the knowledge and skills gained during lectures, especially in fashion design and textile knowledge courses in ready to wear fashion products with using tweed material. The method used is the Project Based Learning (PBL) method. Supported by the study of literature is done by reading material in the form of books, articles and journals, or documents that are relevant to the problem under study. The results of the study are that ready to wear fashion brands have the opportunity to be developed into ready to wear clothing in Indonesia, because fashion processing using tweed material is rarely produced. In its use this tweed material can be used as ready to wear fashion and also used in parties. This ready to wear fashion with tweed material is proposed to target the market for teenage women to adults with age around 19-35 years. Rready to wear fashion by using tweed material can provide innovation to designers and the public in making a fashion product. Keywords: Fashion, Tweed, Ready to Wear Abstrak . Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengembangkan kreativitas penulis dalam pembuatan busana siap pakai dengan menggunakan bahan wol, dan 2) menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya di mata kuliah mode desain busana dan pengetahuan tekstil pada produk busana siap pakai dengan menggunakan bahan tweed. Metode yang digunakan yaitu metode Project Based Learning (PBL). Didukung dengan studi literatur dilakukan dengan membaca materi berupa buku-buku, artikel, dan jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Hasil penelitian yaitu bahwa merek busana siap pakaimemiliki peluang untuk dikembangkan menjadi busana siap pakai di Indonesia, karena pengolahan busana menggunakan bahan tweed masih jarang pakai. Dalam penggunaannya penggunaan bahan tweed ini dapat digunakan sebagai busana siap pakai dan juga digunakan dalam acara pesta. Busana siap pakai dengan bahan tweed yang diajukan di pasar untuk wanita remaja hingga dewasa dengan usia sekitar 19-35 tahun. Busana siap pakai dengan menggunakan bahan tweed dapat memberi inovasi kepada desainer maupun masyarakat dalam pembuatan suatu produk busana. Kata Kunci: Busana, Tweed, Siap Pakai
Substitusi Tepung Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata L.Walp) Pada Produk Cookies Prihapsari, Dyah Nurani Setyaningsih, Farida Ayuni
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.27212

Abstract

Abstract. In this time one of the main ingredients for cookies is wheat flour. To decrease the dependency of wheat flour, it needs to substitute with one of the local ingredient, that is cowpeas. One of the way to improve the use of cowpeas is by changing it into flour so that it is more flexible to use. The goals of this research are to know the level of community preference and to know the content of moisture, protein, and calcium for the cowpea substitution cookies. This research is held in Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. The design experiment that is used for this research is Pretest-Posttest Control Group Design which is classified in True Experimental Design. The data collection method uses subjective assessment to test product cookies and packaging labels, while the thermogravimetric method for water content, the kjeldahl method for protein and the AAS method for calcium content. The method of data analysis on the preference test used percentage descriptive analysis and laboratory tests used chemical analysis. The results of the analysis for the level of preference show that sample A substitution  of the cowpea 30% are very liked by the community with an average total percentage of 84.31%. The results of the content test showed that the more cowpea flour substitutions the lower the water content and the increased protein and calcium content.Keywords: Cowpea cookies, cookies.Abstrak. Selama ini salah satu bahan utama dalam pembuatan cookies adalah tepung terigu. Untuk mengurangi ketergantungan tepung terigu, maka cookies perlu disubstitusi dengan memanfaatkan pangan lokal yaitu kacang tunggak. Untuk meningkatkan manfaat kacang tunggak salah satunya dengan mengubahnya menjadi tepung dengan tujuan lebih fleksibel dalam penggunaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat pada produk cookies substitusi tepung kacang tunggak dan untuk mengetahui kandungan kadar air, protein dan kalsium pada produk cookies substitusi tepung kacang tunggak. Penelitian ini dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. Pada desain eksperimen dalam penelitian ini, yang digunakan Pretest-Posttest Control Grup Design yang tergolong True Eksperimental Design. Metode pengumpulan data menggunakan penilaian subjektif untuk uji kesukaan produk cookies dan label kemasan, sedangkan penilaian objektif dilakukan uji laboratorium dengan metode thermogravimetri pada kandungan kadar air, metode kjeldahl pada kandungan protein dan metode AAS pada kandungan kalsium. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif prosentase untuk tingkat kesukaan, dan analisis secara kimiawi. Hasil analisis tingkat kesukaan produk menunjukkan bahwa sampel A substitusi tepung kacang tunggak 30% sangat disukai oleh masyarakat dengan rerata prosentase total 84.31%. Hasil uji kandungan menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi tepung kacang tunggaknya maka samakin menurun pada kandungan kadar airnya dan semakin meningkat pada kandungan protein dan kalsiumnya.Kata Kunci: Cookies kacang tunggak, cookies.
Analisis Penerimaan dan Kandungan Gizi Wingko dengan Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Handayani, Esteria Priyanti, Ira
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.31448

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui penerimaan aroma, warna, tekstur, dan rasa wingko kelorina, serta mengetahui kandungan protein, lemak, karbohidrat dari produk wingko kelorina yang terpilih. Penelitian ini dilakukan di laboratorium program studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Formulasi wingko kelorina yang digunakan berupa substitusi tepung daun kelor dengan 3 perlakuan yaitu F1= 4 %, F2= 7 % dan F3= 10 %. Uji hedonik melibatkan 35 orang panelis tidak terlatih. Data hasil uji hedonik dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskall-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Data hasil uji kandungan gizi kemudian dibandingkan dengan Acuan Label Gizi (ALG) untuk menentukan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG). Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung daun kelor memberikan pengaruh terhadap penerimaan aroma, warna dan rasa wingko kelorina, tetapi tidak memberikan pengaruh penerimaan tekstur wingko kelorina. Produk yang paling disukai dan dapat diterima yaitu wingko dengan substitusi tepung daun kelor sebanyak 4 %. Wingko kelorina dengan substitusi tepung daun kelor sebanyak 4 % memiliki kandungan protein sebesar 2,2 g, lemak sebesar 4,4 g dan karbohidrat sebesar 19,4 g.
Penerapan Interfacing pada Bagian Off Shoulder Busana Pesta Malam Junia, Rifa Ulida; Prihatin, Pipin Tresna
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.28358

Abstract

Abstract. Party dress is one of the classifications of fashion based on opportunity. Party dress has its own characteristict, namely the type of material used, color, style, and decoration used is very different from the others. Based on the design and use of party dress itself can be divided into various categories based on time of use, one of which is evening dress. Evening dress models have very varied clothing models such as bebe or dresses with off shoulder models. Off shoulder is a neckline that is so wide that it falls onto the upper arm, showing the shoulders and neck. The application of off shoulder is made by adding a coating material (interfacing). Interfacing is a upholstery fabric that is added and placed on the bad part of the fabric by the process of gluing (heating and pressing) as asupport and maintaining the stability of the Bentuk gumpalan, yang berfungsi sebagai pembentuk gumpalan yang lebih kaku, kuat, dan memperkuat bagian tertentu, salah satunya adalah bagian dari garis leher. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari perkuliahan piranti menjahit yaitu penerapan interfacing pada bagian off shoulder pada gaun malam. Selain itu, mengembangkan kreativitas penulis dalam membuat gaun malam dengan menggunakan garis leher off shoulder dengan menggunakan interfacing. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Project Based Learning (PBL), sebuah proyek berdasarkan metode yang dalam kegiatan pemecahan masalah dengan merancang produk, membawa belajar keluar produksi kerja dan mengevaluasi dengan kerja dari produk di urutan            untuk mendapatkan yang produk yang digunakan.     Kata kunci: E Vening dress, interfacing, dari bahu. Abstrak . Busana pesta merupakan salah satu penggolongan busana berdasarkan kesempatan. Busana pesta memiliki identitas yang unik dari jenis bahan yang digunakan, warna, corak, dan hiasan yang digunakan sangat berbeda dari yang lainnya. Berdasarkan desain dan penggunaan busana pesta sendiri dapat dibagi kedalam berbagai macam kategori berdasarkan waktu pemakaiannya, salah satunya busana pesta malam. Model busana pesta malam memiliki model busana yang sangat bervariasi seperti bebe atau gaun dengan model off shoulder . Off shoulder merupakan garis leher yang sangat lebar sehingga terjatuh ke lengan bagian atas bahu dan leher. Penerapan off shoulder dibuat dengan menambahkan bahan pelapis ( interfacing). Interfacing merupakan kain pelapis yang ditambahkan dan ditempatkan pada bagian buruk kain dengan cara merekatkan (memanaskan dan mengepres) sebagai pendukung dan memperkuat keseimbangan bentuk busana, yang berfungsi sebagai pembentuk busana untuk membuat busana lebih kaku, kuat, dan mengokohkan bagian-bagian tertentu salah satunya bagian garis leher lepas bahu . Tujuan dari penyususnan artikel ini adalah untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pengetahuan perkuliahan bajak laut yang menerapkan  interfacing  pada bagian  off shoulder busana pesta malam. Selain ITU, mengembangkan Kreativitas Penulis hearts Pembuatan busana pesta Malam Model Garis Leher dari bahu DENGAN usinginterfacing . Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode Project Based Learning (PBL), metode pembelajaran berbasis proyek yang dalam kegiatan masalah dengan cara merancang produk, melaksanakan pekerjaan produksi dan melaksanakan produk untuk mendapatkan produk yang digunakan. Kata Kunci:  Busana pesta malam, interfacing, off shoulder.
EFEKTIVITAS PELATIHAN HAZARD AND SAFETY UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN UNIT PRODUKSI SALON KECANTIKAN DI ERA NEW NORMAL daniati, Nurulisma Saputri, Sofia
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.31613

Abstract

Unit produksi memiliki peranan yang sangat penting sebagai tempat pelatihan berwirausaha bagi peserta didik. Namun, dengan adanya pandemic covid mengharuskan seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring dan otomatis kegiatan unit produksi terhenti karena belum adanya aturan pelaksanaan unit produksi sesuai protokol kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan hazard and safety salon kecantikan di era new normal sebelum mahasiswa mengelola unit produksi dengan tujuan untuk meningkatkan sikap dan dan tingkat pemahaman mahasiswa dalam pengelolaan unit produksi sesuai dengan protocol kesehatan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-experimental designs dengan rancangan penelitian one group pre test dan post test design. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Dalam penelitian ini terdapat dua perlakuan dengan menggunakan instrumen berupa tes. Tes yang dimaksud adalah Pre-Test yaitu tes yang dilaksanakan sebelum adanya pelatihan dan Post-Test yaitu tes yang dilaksanakan sesudah pelatihan. Perbedaan rerata skor sikap dan pemahaman mahasiswa sebelum dan sesudah pelatihan dihitung menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil penelitian pada indikator penilaian pengetahuan menunjukan hasil signifikansi 0,05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara pengetahuan yang ditunjukan mahasiswa sebelum dan sesudah pelatihan hazard and safety. Pada indikator penilaian sikap hasil siginifikasi 0,05 maka hasil uji paired sample t test menunjukan bahwa pelatihan hazard and safety  dapat meningkatkan sikap mahasiswa dalam melaksanakan unit produksi di era new normal sesuai protokol kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat pemahaman tentang konsep hazard and safety yang baik, akan mendorong sikap positif.