cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Development Of Learning Models For Industrial Dressmaking At Fashion Technologi Vocational School
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.25471

Abstract

The purpose of the research is to develop a project-based independent learning model in Vocational Fashion Technology. The research and development method  uses 10 steps from Borg and Gall. The results of the development Project Based Independent Learning (PBIL) models are accompanied by PBIL learning manuals for educators. The steps of implementing the PBIL model, namely determining the fundamental questions, compiling project planning, preparing a schedule, monitoring students and project progress, analyzing project results and evaluating experience. Learning activities consist of face-to-face, independent learning by Android-based learning media and monitoring by social media. Effectiveness test results indicate , learning by PBIL models, students easier to learn lessons (97%); students helped in solving problems (91%); increase students’ courage to share opinions (85%); support students to work in a team(94%); motivate students to reach achievement (97%); students able to solve post test questions easier than before (97%); motivating students to complete tasks (97%); learning by PBIL model, students is closer to their teacher (97%).
Kelayakan Bulu Mata Palsu Berbahan Dasar Limbah Sabut Kelapa untuk Tata Rias
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19548

Abstract

Kelayakan merupakan kepantasan suatu objek untuk dijadikan sesuatu yang memiliki daya jual, bulu mata palsu yang terbuat dari limbah sabut kelapa dipilih dan diolah agar sesuai dengan standar bulu mata palsu yang ada dipasaran. Hasil dari pembuatan produk bulu mata palsu berbahan dasar limbah sabut kelapa yaitu model bulu mata palsu volume tebal tidak rata dan bulu mata palsu volume tebal zig zag. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas produk bulu mata palsu dari limbah sabut kelapa dan untuk mengetahui kelayakan bulu mata palsu berbahan dasar limbah sabut kelapa dilihat dari segi indrawi dan kesukaan. Metode pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen. Desain penelitian menggunakan desain one-shot case study. Objek penelitian yaitu bulu mata palsu dari limbah sabut kelapa. Tempat penelitian dilaksanakan di Gedung E10 laboratorium pendidikan tata kecantikan. Penelitian ini berlangsung pada Januari-Juni 2018. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan instrumen. Analisis data menggunakan deskriptif presentase.Hasil penelitian berdasarkan analisis data uji indrawi bulu mata palsu volume tebal tidak rata 71,87% dan bulu mata palsu volume tebal zig zag70,31%. Hasil analisis data uji kesukaan yaitu 84,17% untuk bulu mata palsu volume tebal tidak rata dan 92,08% untuk bulu mata palsu volume tebal zig zag. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis data penelitian uji inderawi, bulu mata palsu volume tebal tidak rata memiliki nilai rata-rata presentase lebih tinggi dibandingkan dengan bulu mata palsu volume tebal zig zag, berdasarkan uji kesukaan bulu mata palsu volume tebal zig zag memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan bulu mata palsu volume tebal tidak rata, namun kedua model bulu mata palsu berbahan dasar limbah sabut kelapa dinyatakan layak dari segi inderawi dan segi kesukaan untuk digunakan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN POLA MAKAN SEHAT BAGI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6430

Abstract

Tujuan dari kegiatan penyuluhan diet sehat adalah 1)  santri putri memiliki pengetahuan diet sehat, dan 2) santri putri  memiliki keahlian untuk membangun menu seimbang. Pelaksanaan pelayanan masyarakat adalah penjelasan diet sehat untuk anak perempuan santri di pondok pesantren Balekambang Jepara. Kegiatan ini dilakukan  dengan  tiga  tahap,  yaitu:  1)  persiapan  dengan  aktivitas  izin  dan penyusunan  item  dan  praktek,  2)  pelaksanaan  dua  kali  pertemuan,  dengan penjelasan diet sehat, dan seimbang menu untuk remaja dan praktek, dan 3) monitoring. Orang-orang Target gadis-gadis santri di pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin sebanyak 25 orang. Kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan dalam kategori tinggi, dengan jumlah peserta yang menghadiri 100%, peserta yang menarik dan keseriusan dalam kegiatan berikut yang ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan dan antusias dalam mengikuti penyuluhan dan praktek untuk menu seimbang. Santri perempuan memiliki pengetahuan tentang diet sehat. Berarti nilai pre-test dan post- test meningkat tajam dari 56,7 menjadi 77,2, dan efektivitas 0,46 dalam kategori sedang. Keterampilan dalam membangun menu untuk dirinya sendiri cukup baik, dengan menu struktur 3 kali dan 2 makanan tambahan. Kegiatan ini perlu untuk menindaklanjuti dengan kegiatan kelanjutan terdiri dari 1) pengembangan topik lainnya untuk anak perempuan santri, seperti perhitungan menu gizi yang diperlukan dan 2) memberikan keterampilan untuk mengolah makanan (sayur, lauk, makanan ringan) untuk remaja.
PEMANFAATAN KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DAN PATI SINGKONG (Manihot esculenta) SEBAGAI MASKER PEEL OFF KOMEDO TERBUKA (Blackhead)
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i2.10738

Abstract

Masker peel off komedo dari kulit jeruk dan pati singkong yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari masker terhadap komedo terbuka (blackhead) dengan sampel yang berbeda yaitu PO1 (1:1). PO2 (1:2), PO3 (2:1). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode ekperimen dengan desain penelitian true experimental menggunakan bentuk rancangan posttest only control design. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan angket/koesioner. Berdasarkan hasil uji kesukaan sampel PO3 merupakan sampel yang paling disukai yaitu dengan memiliki rata-rata paling tinggi 3,173 termasuk criteria suka. Hasil uji inderawi sampel PO1 merupakan sampel yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 3,6 termasuk kriteria berkualitas baik. Hasil uji klinis sampel PO1 paling efektif dengan rata-rata 2 termasuk kriteria efektif. Saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat menginovasikan kulit jeruk nipis dan pati singkong dalam bentuk lain untuk mengatasi komedo terbuka (blackhead).
Pengaruh Penambahan Labu Kuning dan Karagenan Terhadap Kualitas Inderawi Fruit Leather Tomat
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penambahan labu kuning dan karagenan terhadap kualitas fruit leather tomat pada indikator warna, tekstur, aroma dan rasa. Selain itu juga untuk mengetahui kandungan Serat, Vitamin C, dan Betakaroten serta tingkat kesukaan masyarakat. Desain eksperimen menggunakan desain eksperimen pola faktorial 2x2. Data dianalisis menggunakan metode analisis faktorial atau analisis varian ganda (two way anova) dan uji lanjut Duncan. Kandungan Serat, Vitamin C, Betakaroten dianalisis dengan uji laboratorium, sedangkan analisis deskriptif prosentase untuk mengetahui tingkat kesukaan masyrakat.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh interaksi penambahan labu kuning dan karagenan terhadap mutu inderawi pada indikator warna, tekstur, aroma, serta tidak ada pengaruh interaksi pada indikator rasa. Penambahan labu kuning secara mandiri berpengaruh terhadap warna, tesktur, aroma, dan rasa. Penambahan karagenan secara mandiri hanya berpengaruh terhadap tekstur.Hasil ujia kimia produk fruit leather A1B1 (Serat 1,89%, Vitamin C 0,76mg, Betakaroten 0,049 mg) A2B1 (Serat 2,07%, Vitamin C 0,74%, Betakaroten 0,0718) A1B2 (Serat 2,03%, Vitamin C 0,74mg, Betakaroten 0,06mg) A2B2 (Serat 2,175%, Vitamin C 0,67mg, Betakaroten 0,08mg) Hasil analisis tingkat kesukaan masyarakat menunjukkan sampel  A1B2 penambahan labu kuning 30% dan karagenan 0,8%   merupakan sampel yang paling disukai oleh masyarakat.
Efektivitas Penggunaan Pola Kombinasi Dalam Pembuatan Busana Pesta Siswa Tata Busana SMK Syafi’i Akrom Pekalongan
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6421

Abstract

Pembuatan  busana  pesta  merupakan  salah  satu  mata  pelajaran program produktif. Pada proses pembuatannya menggunakan pola konstruksi, namun hasilnya kurang memuaskan, belum sesuai dengan disain dan waktu pengerjaan yang realtif lama, jadi dimungkinkan lebih efektif menggunakan pola kombinasi, yaitu pembuatan pola yang dibuat menggunakan sistem konstruksi diatas kertas kemudian model yang rumit dibuat dengan sistem draping yang langsung dikerjakan pada dress form.  Tujuan  penelitian  ini  1)Mengetahui  efektivitas  penggunaan  pola  kombinasi dalam  pembuatan  busana  pesta  siswa  SMK  Syafi’i  Akrom  Pekalongan  dan,2)Mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan pola kombinasi dalam pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom pekalongan. Populasi dalam penelitian ini  adalah siswa kelas XI SMK Syafi’i Akrom Pekalongan sejumlah 39 siswa.   Teknik   pengambilan   sampel   yaitu   dengan   total   sampling.   Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan dokumentasi. Metode analisis  data  menggunakan  deskriptif  persentase.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa   penggunaan   pola   kombinasi   lebih   efektif   jika   dibandingkan   dengan penggunaan pola konstruksi. Hal ini berdasarkan hasil dari praktek siswa pada pembuatan busana pesta yang menggunakan pola kombinasi mencapai   87,40% dalam kategori sangat tinggi, sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan pola konstruksi diperoleh 79,39% dalam kategori tinggi. Simpulan pada penelitian menunjukkan  Penggunaan pola kombinasi  lebih  efektif dibandingkan penggunaan pola konstruksi pada pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan. Besarnya efektivitas penggunaan pola kombinasi dalam kategori sangat tinggi pada pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan, sedangkan pola konstruksi sebagai kontrol termasuk kategori tinggi. Saran, untuk guru praktek diharapkan  menerapkan  pola  kombinasi  pada  pembelajaran  pembuatan  busana pesta, karena dengan menggunakan pola kombinasi hasil busana lebih baik dan waktu lebih efektif. Kekurangan dari pola kombinasi adalah pada saat pembuatan pola draping karena langsung menggunakan bahan utama, jika terjadi kesalahan berdampak langsung pada biaya, maka perlu kecermatan pada siswa dan guru dalam membuat pola kombinasi. Pada penggunaan pola kombinasi dengan model backless sebaiknya pada bagian lipit tengah muka di beri kupnat, sehingga jatuhnya lipit lebih baik.
Kualitas Topi dengan Teknik Kait (Crochet)
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas topi dengan teknik kait (crochet). Metode penelitian adalah penelitian eksperimen, jenis eksperimen dalam penelitian ini adalah murni, yaitu percobaan pembuatan topi dengan teknik kait (crochet), dalam percobaan ini membuat topi dengan 3 model topi yaitu model A, B, dan C menggunakan 3 bahan dasar benang yang berbeda. Variable dalam penelitian ini menggunakan variable tunggal yaitu kualitas topi dengan teknik kait (crochet), variable ini tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi oleh variabel lain. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dokumentasi dan observasi dengan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian topi diuji kualitas oleh 40 responden. Hasil analisis uji kualitas menunjukkan bahwa produk topi secara keseluruhan sangat baik, dengan nilai rata-rata 78.28%-87.34%. Kualitas topi tersebut paling tinggi terdapat pada topi model C dengan nilai rata-rata 87.34% dengan kriteria sangat tinggi, kemudian topi A dengan nilai persentase 83.91%, dan model B dengan nilai rata-rata 78.28%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas topi paling tinggi terdapat pada topi model C dengan nilai persentase sebesar 87.34%, karena memiliki bahan, warna, dan hasil jadi produk yang menarik, dan nyaman pada saat dipakai. Hasil jadi produk yang tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lentur sehingga nyaman pada saat digunakan. Saran dari salah satu produk untuk pembuatan topi sebaiknya diberi bahan tambahan agar hasil jadi topi tidak melangsai. Tantangan bagi peneliti selanjutnya adalah agar menciptakan model topi dengan motif yang lebih bervariasi dengan tiga jenis bahan tersebut.
Perbandingan Penggunaan Media Model Proses Terhadap Hasil Menjahit Busana Safari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15364

Abstract

Busana safari merupakan busana pria dengan desain beragam, memiliki garis hias dan memakai lapisan pada badan. Kerumitan pembuatannya terdapat pada pola dan teknik menjahit dengan semi tailoring. Pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Busana Pria masih kurang baik. Hasil pembuatan busana safari masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan media model proses terhadap hasil menjahit busana safari. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan populasi Busana safari merupakan busana pria dengan desain beragam, memiliki garis hias dan memakai lapisan pada badan. Kerumitan pembuatannya terdapat pada pola dan teknik menjahit dengan semi tailoring. Pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Busana Pria masih kurang baik. Hasil pembuatan busana safari masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan media model proses terhadap hasil menjahit busana safari. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan populasi 46 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 rombel. Pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Rombel 1 digunakan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media model proses dan rombel 2 sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan media model proses. Analisis data mengunakan statistik nonparametrik karena data tidak normal dan tidak homogen. Hasil penelitian kelas kontrol memiliki rata-rata 2,56 dan kelas eksperimen 3,55. Hasil uji Mann-Whitney Test diperoleh nilai sign (0,040) taraf sign (0,05) sehingga Ho ditolak. Simpulan terdapat perbedaan pada kedua kelas dan hasil menjahit yang lebih baik terdapat pada kelas eksperimen yang menggunakan media model proses. Disarankan penelitian lebih lanjut menggabungkan dengan salah satu metode pembelajaran Student Centered Learning atau menggabungkan dengan media lain yang sesuai untuk mata kuliah praktik dan menerapkan kartu kendali.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMPETENSI MENGGAMBAR BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PROPORSI TUBUH MANUSIA PADA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA SMK NEGERI 3 PATI JAWA TENGAH TAHUN DIKLAT 2007/2008
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kurang mampunya siswa dalam menghasilkan desain gambar busana yang proporsional, sehingga mempengaruhi prestasi belajarnya. Bertujuan meningkatkan kompetensi menggambar busana dengan menggunakan media proporsi tubuh manusia dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran   menggambar busana dengan menggunakan media proporsi tubuh manusia. Subyek penelitian siswa kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Pati sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kompetensi menggambar busana siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan media proporsi tubuh manusia mengalami peningkatan. Hasil analisis data dari tes pratindakan, siklus I, sampai siklus II terus meningkat. Hasil tes pratindakan yaitu sebelum tindakan penelitian dilakukan, menunjukkan bahwa rata-rata skor yang dicapai sebesar 53,12%. Pada siklus I rata- rata skor menjadi 64,84%. Pada siklus I ini terjadi peningkatan sebesar 11,72% dari pratindakan. Pada siklus II rata-rata skor meningkat menjadi 74,84% (meningkat sebesar 10,0% dari siklus I), dan telah memenuhi target yang peneliti yaitu 70,0.
Penerapan Seamless Tucks pada Busana Pesta dengan Tema The Gray Hole
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.26010

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pembuatan dan hasil jadi semless tucks pada busana pesta wanita dan pria dengan tema the gray hole. Metode yang digunakan adalah three stage design process (LaBat Sokolowski, 1999), yang terdiri dari 3 tahapan yaitu problem definition research, creative exploration, dan implementation. Dari hasil yang diperoleh, seamless tucks bisa digunakan sebagai detail busana pesta baik untuk wanita maupun pria. Hasil jadi pada busana wanita sesuai dengan konsep perancangan antara lain menggunakan siluet H, penerapan seamless tucks berbentuk lingkaran menyerupai lubang pori-pori pada batu apung diterapkan pada keseluruhan permukaan cape dan menjadi center of interest dari keseluruhan look pada gaun pesta. Hasil jadi pada busana pria sesuai dengan konsep perancangan yaitu menggunakan siluet busana formal yang klasik berupa setelan jas (suit). Penerapan seamless tucks berbentuk lingkaran diterapkan pada kelepak kerah (peak lapel) dan kelepak saku. Hasil jadi busana secara keseluruhan telah memenuhi beberapa kriteria prinsip desain.