cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Legenda Tokoh Jepara sebagai Ide Dasar Penciptaan Motif Batik untuk Mengenal Sejarah dan Kearifan Lokal Jepara
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21564

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat motif batik yang menggunakan sumber ide dari tokoh-tokoh legendaris Jepara yaitu Syekh Maulana Mangun Sejati dan Roro Ayu Mas Semangkin. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya batik ini adalah metode penelitian RD (Sugiyono, 2015: 407), yang menyatakan bahwa pada tahap penelitian ini terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk . Jenis penelitian ini menggunakan pengujian estetika. Visualisasi penciptaan motif batik legendaris Jepara diciptakan dari eksplorasi tokoh-tokoh di Kabupaten Jepara yang terdiri dari dua tokoh legenda Jepara yaitu Roro Ayu Mas Semangkin di Mayong Lor dan Sheikh Maulana Mangun Sejati di desa Bugel. Teknik visualisasi karya ini menggunakan batik tulis dengan tahapan yang terdiri dari molani, nyanting, nyoleti, nemboki, nglorod, dan ngerik. Hasil visualisasi dari karya yang dibuat oleh tiga karya batik dalam bentuk dua dalam bentuk panel berukuran 140 x 86 cm dan satu dalam bentuk kemeja ukuran xl. Yang terdiri dari 1) Legenda Syeh Maulana Mangun Sejati (Asal desa Bugel) 2) Legenda Roro Ayu Mas Semangkin (Perjuangan Perjuangan di Jepara) 3) Legenda Roro Ayu Mas Semangkin (Perjuang Perjuangan di Jepara). Karya ini dideskripsikan berdasarkan tes estetika menggunakan aspek estetika formal, aspek simbolik, aspek proses dan untuk kemeja dan aspek fungsional.
Pengetahuan Keterampilan Dasar Mengajar dalam Menyiapkan Guru Sekolah Menengah Kejuruan
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15368

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengetahuan keterampilan dasar mengajar yang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan praktik Program Pengalaman Lapangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar dalam menyiapkan guru sekolah menengah kejuruan. Kajian dan pembahasan pada penelitian ini menjelaskan tentang kajian literatur yang berkaitan dengan  keterampilan, yang meliputi: (1) keterampilan membuka pelajaran, (2) keterampilan menutup pelajaran, (3) keterampilan menjelaskan, (4) keterampilan bertanya, (5) keterampilan memberi penguatan, (6) keterampilan mengadakan variasi, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, (8) keterampilan mengajar kelompok kecil dan mengajar perseorangan, (9) keterampilan mengelola kelas. Rekomendasi pada penelitian ini ditujukan kepada para calon guru SMK untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya mengenai keterampilan dasar mengajar.
PEMBUATAN PAES PENGANTIN SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROPORSIONAL
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6416

Abstract

Paes merupakan riasan dahi yang berwarna hitam atau hijau. Paes pada tata rias pengantin gaya solo terdiri empat (4) bagian, yaitu gajahan, penitis, pengapit dan godeg. Beberapa bagian paes tersebut memiliki bentuk yang berbeda, gajahan bentuknya seperti ujung telur bebek, penitis bentuknya kuncup bunga kantil, penitis bentuknya ujung telur ayam dan godeg seperti bunga turi. Dewasa ini pembuatan paes dapat dilakukan dengan bermacam-macam teknik, salah satunya dengan menggunakan   teknik   proporsional.   Teknik   proporsional   adalah   teknik   dalam membuat paes yang dibuat dengan bantuan kertas. Kertas tersebut dipotong dengan ukuran 10 X 10 cm dan dilipat menjadi segitiga sama sisi. Kertas tersebut digunakan untuk  mengukur  jari  pengantin  yang  nantinya  akan  digunakan  sebagai  patokan dalam pembuatan paes. Tujuan pembuatan paes dengan teknik proporsional agar mempermudah perias pemula dalam membuat paes. Hasil membuat paes dengan menggunakan teknik modern lebih mudah daripada menggunakan teknik modern karena, patokan yang digunakan adalah dengan menggunakan jari pengantin wanita sendiri.
PENERAPAN TEKNIK PLEATED PADA BUSANA PESTA EVENING GOWN
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.24927

Abstract

Pleats adalah sejenis lipitan yang terdapat pada desain busana atau suatu teknik melipat secara bolak balik pada bahan yang kemudian di pressed dengan cara dijahit atau disetrika dengan seksama sampai hasil lipatannya terbentuk secara permanen. Pleats merupakan salah satu teknik yang unik dimana bahan dilipat dan di press sehingga memberi garis yang bersifat permanen, dan merupakan salah satu teknik dalam bidang busana yang akan terus dipakai dan disukai sepanjang zaman. Pada umumnya Pleats biasanya diaplikasikan pada bagian bawah busana seperti rok berlipit atau gaun yang bagian bawahnya berlipit, penggunaan pleats pada busana memberikan kesan anggun dan indah, pleats juga dapat memberi kesan memanjangkan bagian tubuh yang dikenakan Pleats. Pleats menjadi rujukan teknik penerpan busana yang diangkat karena pesona Pleats yang tetap diminati, dan dapat diaplikasikan pada busana pesta, khususnya busana Evening Gown. 
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PRAKTIK PENGOLAHAN PASTRY DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF (EXPLICIT INSTRUCTION) PADA SISWA KELAS XI PATISERI-1SMK NEGERI 3 PATI TAHUN2014/2015
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v4i1.13849

Abstract

Siswa seringkali mengalami kesulitan belajar, oleh karena itu perlu adanya suatu strategi belajar mengajar yang dapat memecahkan persoalan tersebut. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menghasilkan siswa yang memiliki pemahaman dan penguasaan yang baik, maka dibutuhkan metode pembelajaran yangbaikbagi proses belajar mengajar. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan sebagai sumber utama dalam menyampaikan ilmu dan pengetahuan kepada siswa adalah metode pembelajaran aktif (explicit instruction). Penelitian ini menggunakan desain PTK.Subjek penelitiannya adalah siswa kelasXI Patiseri-1SMK Negeri 3 Pati. Penelitian ini, terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan proses dan pengamatan produk. Data pengamatan proses yang digunakan berupa pedoman pengamatan. Analisis data pengamatan produk dilakukan secara kuantitatif sedangkan analisis data pengamatan proses dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran aktif (explicit instruction) dapat meningkatkan prestasi belajar praktik pengolahan pastry pada siswakelasXI Patiseri-1SMK N 3 Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Hal ini terbukti dari evaluasi siklus I 62,5%siswa mencapai nilai KKM (75) dengan rata-rata skor yang dicapai 75,5, sedangkan siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 100% dengan ratas-rata skor 81,1. Peningkatan pemahaman siswa pada tiap siklus diikuti dengan perubahan tingkah laku siswake arah yang postif. Hal tersebut terlihat pada aktifitas siswa dalam hal spiritual, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, santun, dan percaya diri, sehingga siswa menjadi lebih fokus dan kemampuan berkreasi menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapanmetode pembelajaran aktif (explicit instruction) telah terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaranterutama dalam hal prestasi belajar praktik pengolahanpastrypada siswakelasXIPatiseri-1SMK N3 Pati Tahun Pelajaran 2014/2015.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENGOLAHAN KUE INDONESIA DARI BAHAN PISANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS X PATI SERI SMK NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2009/2010
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6407

Abstract

rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana penerapan model pembelajaran Cooperative  Learning,  meningkatkan  kualitas  pembelajaran pengolahan kue Indonesia bahan dasar pisang, pada siswa kelas X Patiseri SMK 3 Pati. Penelitian ini melalui dua siklus.Hasil Penelitian ini dengan model pembelajaran Coooperative Learning menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran dengan model sebelumnya. Pada siklus I ketuntasan klasikal 93,10% dan siklus II klasikal meningkat  menjadi  100%.  Hal  ini  diketahui  pembelajaran  Cooperative Learning dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi mengolah kue pisang.
Aplikasi Insecta Crochet pada Knee Length Dress
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v10i1.24862

Abstract

Karya tulis ini mengangkat bagaimana mengaplikasikan teknik crochet bentuk serangga pada knee length dress. Pengaplikasian bentuk serangga digunakan untuk menunjukkan bahwa Indonesia dengan kekayaan fauna terutama serangga masih menjadi perhatian sehingga masih relevan diaplikasikan pada busana yang masih diminati oleh banyak wanita. Tujuan penulisan untuk menggali kreativitas terhadap produk busana dengan menyatukan crochet dan busana dress dengan aplikasi crochet bertema insect. Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah Problem based  Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan. Karya tulis ini menghasilkan proses kreatif pembuatan busana wanita berupa knee length dress dengan pengaplikasian insect crochet pada busana tersebut.
PENGEMBANGAN SOP (STANDART OPERATIONAL PROCEDURE) LABORATORIUM DALAM RANGKA OPTIMALISASI FUNGSI LABORATORIUM PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA UNNES
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.29082

Abstract

The Fashion Design Education Study Program is one of the study programs in the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In learning at the Fashion Design Education Study Program, 70% of learning is practical learning. In the Fashion Design Education Study Program, the researcher found that the laboratory management was still not optimal due to several problems, including the laboratory management which was still manual and not properly organized according to standards. This problem has inspired researchers to develop laboratory management for the Fashion Design Education Study Program in the Home Economic Department, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. It is hoped that the results of this research will produce SOP (standart operational procedure) products that improve the laboratory management of the Fashion Design Education Study Program so that they can develop better and have clear measurement standards. This study used a development research design (Gall and Borg, 1983). This development research procedure consists of 6 stages, namely determining, identifying problems, reviewing various laboratory SOP, developing prototypes, expert reviews and testing SOP prototypes, and revising development products. The results of this research are (1) Several SOP products, including: SOP for the preparation of laboratory use schedules, SOP for the use of laboratory equipment, SOP for the use of laboratory equipment, SOP for borrowing laboratory equipment/ goods/ facilities and infrastructure, SOP for the use of laboratory equipment, SOP for maintenance of laboratory equipment. , SOP for maintenance and repair of Laboratory Equipment, and SOP for monitoring and evaluation of Laboratory; (2) The feasibility of laboratory SOP by laboratory management experts is considered feasible to be tested and used for Laboratory SOP with several suggestions for revisions, with a percentage rate of 78% for the first expert, and 83% for the second expert; and (3) The results of the feasibility of the SOP for the Laboratory of Fashion Design Education Study Program, Home Economic Department, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang, after being tested on laboratory assistants, practical lecturers and students, were assessed that the SOP was very suitable to be used in the Laboratory of the Fashion Design Education Study Program Universitas Negeri Semarang. The percentage level of testing to the laboratory assistant is 93%, practical lecturers 88% and students 95% with no revision respectively.
Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Media Audio Visual dengan Media Kliping pada Siswa SMK Ibu Kartini Semarang
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.20540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan hasil belajar media audio visual (video) yang akan digunakan pada pembelajaran, serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar setelah diterapkannya media audio visual (video) dalam mempelajari kompetensi melayani makanan dan minuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan model non equivalent control group design. Desain ini terdapat dua kelompok yang sudah dipilih, kemudian diberikan pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Boga SMK IBU KATINI, sampel yang digunakan adalah kelas XII BOGA 1 dan kelas XII BOGA 2. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan instrumen angket validasi kelayakan alat peraga.. Hasil uji validasi kelayakan media diperoleh hasil sebesar 85,55%, dan hasil uji validasi kelayakan materi diperoleh hasil sebesar 80% atau dapat disimpulkan bahwa media audio visual (video) untuk mata pelajaran melayani makanan dan minuman “layak” digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis pretest dan posttest menerangkan bahwa hasil belajar kompetensi melayani makanan dan minuman mengalami perbedaan. Kelas kontrol dari hasil rata-rata pretest sebesar 39,33 pada posttest meningkat menjadi 66,00 atau mengalami peningkatan sebesar 26,67. Kelas eksperimen dari hasil rata-rata pretest sebesar 39,44 pada posttest meningkat menjadi 74,11 atau mengalami peningkatan sebesar 34,67. Kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata posttest yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji t posttest juga menyimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
PEMANFAATAN DAUN TEMBAKAU UNTUK PEWARNAAN KAIN SUTERA DENGAN MORDAN JERUK NIPIS
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i1.6397

Abstract

Zat warna alam digunakan untuk pewarnaan tekstil, karena lebih murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Salah satu di antaranya adalah daun tembakau (nicotiana tabacum). Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas warna kain sutera yang dicelup dengan konsentrasi mordan jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle). Variasi konsentrasi jeruk nipis 25g/l, 50g/l, 75g/l, dan 100g/l menjadi variabel bebas, kualitas warna kain sutera adalah variabel terikat. Variabel  kontrolnya:  konsentrasi  daun  tembakau  750g/l,  waktu  pencelupan  1  jam, waktu mordanting 30 menit, dan frekuensi pencelupan sebanyak 5 kali. Pengumpulan data dilakukan melalui uji laboratorium. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, artinya kualitas warna kain sutera berbeda secara signifikan pada setiap variasi konsentrasi mordan jeruk nipis. Makin tinggi konsentrasi mordan yang digunakan, ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik, dan warna makin tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun tembakau dapat dipakai sebagai pewarna kain sutera dengan bantuan mordan jeruk nipis, dengan kualitas warna optimum pada pemakaian konsentrasi mordan 100g/l.