cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2015): Juli" : 10 Documents clear
Pengembangan Life Skill Entrepreneurship Siswa di SMAN 1 Maumere Melalui Ekstrakurikuler Kewirausahaan Hari Susilowati; Trisakti Handayani
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11558

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of entrepreneurial extracurricular activities in developing the life skills of entrepreneurship students at SMAN 1 Maumere. This type of research is descriptive qualitative. The place of research was at SMAN 1 Maumere. Research sources were obtained from primary and secondary data. Primary data in the form of recordings from interviews with the Principal, Student Affairs Waka, extracurricular coordinator, teacher extracurricular entrepreneurship coaches, as well as some students involved in these activities. Secondary data in the form of notes, school documents, school profiles, pictures or photographs of activities, and archives relating to the problem under study. Collection techniques used methods of observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data using source triangulation techniques. The results of the study are as follows: 1) the implementation of entrepreneurial extracurricular aims to develop students' interests and talents, 2) find out the factors that become obstacles in the implementation of activities, 3) Solutions to overcome these problems by intensifying all elements involved in the activities, as well as motivating students with various the event of the competition and exhibition of the results of entrepreneurial crafts.Keywords: Extracurricular Entrepreneurship, Entrepreneurship, Life Skills Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untukmenganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan dalam pengembangan life skill entrepreneurship siswa di SMAN 1 Maumere. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitataif. Tempat penelitian dilakukan di SMAN 1 Maumere. Sumber penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil rekaman dari wawancara kepada Kepala Sekolah, Waka bidang Kesiswaan, koordinator ekstrakurikuler, guru pembina ekstrakurikuler kewirausahaan, serta beberapa siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Data Sekunder berupa catatan, dokumen sekolah, profil sekolah, gambar atau foto-foto kegiatan, serta arsip yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, 2) mengetahui faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, 3) Solusi mengatasi masalah tersebut dengan mengintesifkan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan, serta memberikan motivasi siswa dengan berbagai ajang perlombaan dan pameran hasil kerajinan kewirausahaan.Kata kunci: Ekstrakurikuler Kewirausahaan, Life SkillEntrepreneurship
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan Di SMA Muhammadiyah Maumere Undari Aprilia Daniarti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11559

Abstract

Abstract: This research aims to determine the strengthening of character education through religious activities in Muhammadiyah Maumere High School. This research is descriptive qualitative research that aims to determine the implementation of strengthening of character education through religious activities in schools. Data sources of this study were obtained from primary and secondary data sources. Primary data sources were obtained from informants namely schools, deputy heads of students and religious teachers/supervisors of activities. Secondary data sources were obtained from document data in the form of school profiles, which included facilities and infrastructure, education personnel, and school condition data. The techniques used include interviews, observation and document study. Based on the results of the study showed that the implementation of reinforcement through religious activities in Muhammadiyah Maumere High School was carried out routinely with material that was scheduled after the teaching and learning activities and was followed by all students. Barriers faced are lack of participation and discipline of teachers and students and parents who do not provide support. The impact resulting from this activity is a kinship and closeness relationship between teachers and students, as well as the development of several characters other than religion.Keywords: Strengthening character education, Character, Religious activities Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Maumere. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Sumber data penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari informan yaitu sekolah, wakil kepala kesiswaan dan guru agama/pembina kegiatan. Sumber data sekunder diperoleh dari data-data dokumen berupa profil sekolah, yang meliputi sarana dan prasarana, tenaga kependidikan, dan data keadaan sekolah. Teknik yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik Analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan sebuah data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penguatan melalui kegiatan agama di SMA Muhammadiyah Maumere dilakukan dengan secara rutin dengan materi yang terjadwal setelah kegiatan belajar mengajar dan diikuti semua siswa. Hambatan yang dihadapi yakni kurangnya partisipasi dan kedisiplinan guru dan siswa serta orang tua yang kurang memberi dukungan. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini yakni terjadi hubungan kekerabatan dan kedekatan antara guru dan siswa, serta berkembangnya beberapa karakter selain religius.Kata kunci: Penguatan pendidikan karakter, Karakter, Kegiatan keagamaan
Paradigma Pendidikan Masyarakat Muslim Suku Bajo Wuring Kabupaten Sikka Suryadi Suryadi; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11560

Abstract

Abstract: This research aims to find out the educational paradigm of Bajo Wiring ethnic Muslim community in SukkaDistrict. The method used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted in SukkaDistrict in the Bajo Wiring tribe. The subject of this research is the local community. Penguin data from observations, interviews and document studies. To obtain accurate data, researchers conducted source triangulation. The results in this study indicate that there is a paradigm shift in the Bajo Muslim community who initially viewed education as not yet important to be important. Revealed various obstacles faced by the Bajo Wiring Muslim community in the world of education including the custom of the Bajo tribe involving school-age children in fishing at sea and low per capita income in the Bajo Wiring tribe as traditional fishermen resulting in their difficulties in continuing their children's education. The solution that was raised was to overcome economic problems and distance traveled Bajo elbow to the location of the school.Keywords: Education, Paradigms, Bajo Wiring tribes Abstrak: Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui paradigma pendidikan masyarakat Muslim suku Bajo Wuring di Kabupaten Sukka. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sukka pada suku Bajo Wuring. Subjek penelitian ini adalah masyarakat setempat. Pengumh data dari hasil observasi, wawancara serta studi dokumen. Untuk memperoleh data yang akurat peneliti melakukan triangulasi sumber. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan paradigma masyarakat Muslim suku Bajo yang awalnya memandang pendidikan belum penting menjadi penting. Terungkap berbagai kendala yang di hadapi masyarakat Muslim suku Bajo Wuring dalam dunia pendidikan diantaranya adalah kebiasaan suku Bajo melibatkan anak-anak usia sekolah dalam mencari ikan dilaut serta pendapatan perkapita yang rendah dalam suku Bajo Wuring sebagai nelayan tradisional mengakibatkan sulitnya mereka dalam melanjutkan pendidikan anaknya. Solusi yang dimunculkan yakni mengatasi masalah ekonomi serta jarak tempuh permukiman siku Bajo dengan lokasi sekolah.Kata kunci: Pendidikan, Paradigma, Suku Bajo Wuring
Hubungan Perpsepsi Budaya Organisasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Widyaiswara PPPPTK BOE Malang Suprianto Suprianto; Siti Fatimah Soenaryo; Yuni Pantiwati
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11561

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to analyze the relationship between organizational culture perceptions and work motivation on Widyaiswara's performance at the Center for Development and Empowerment of Educators and Educational Personnel in the Field of Automotive and Electronics Malang. This research uses descriptive quantitative correlational research approach. The population in this study were 119 people. Sampling was used cluster random sampling. Data collection techniques using a scale method by distributing questionnaires to respondents. Data analysis was carried out using descriptive analysis and Double Correlation analysis using the SPSS for Windows 17.0 program. The results of the analysis show the magnitude of the variable coefficient of organizational culture perception by 0.332, the coefficient of the variable work motivation by 0.719, the coefficient of multiple correlations (R) of 0.692. While the predictive power of the regression model (R-square) formed in this test is 0.479. These results indicate that the perception of organizational culture and work motivation have contributed to the widyaiswara performance by 47.9%, while the remaining 52.1% is influenced by other variables outside the model.Keywords: Perception of organizational culture, work motivation, Widyaiswara performance Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan persepsi budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja Widyaiswara di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 119 orang. Pengambilan sampel digunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode skala dengan cara membagikan angket kepada responden. Analisis data dilaksanakanmenggunakan analisis deskriptif dan analisis Korelasi Gandamenggunakan program SPSS for Windows 17.0. Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien variabel persepsi budaya organisasi sebesar 0.332, koefisien variabel motivasi kerja sebesar 0.719, koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0.692. Sedangkan daya prediksi dari model regresi (R-square) yang dibentuk dalam pengujian ini sebesar 0.479. Hasil ini mengindikasikan bahwa persepsi budaya organisasi dan motivasi kerja mempunyai kontribusi terhadap kinerja widyaiswarasebesar 47.9%, sedangkan sisanya 52.1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.Kata kunci: Persepsi budaya organisasi, Motivasi kerja, Kinerja Widyaiswar
Optimalisasi Pemanfaatan Laboraturium Fisika Di SMAK Bhaktyarsa Maumere Maria Reneldis Reginaldis Daelsi; Yuni Pantiwati
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11562

Abstract

Abstract: This study aims to determine: 1) How to optimize the use of laboratories at MaakereBhaktyarsa High School?; 2) What are the obstacles in the utilization of BhaktiyadMaumere SMAK Physics laboratory?; 3) What is the solution to overcome the problems encountered in the use of physics laboratories at the MaakereBhaktyarsa High School?. The approach used in this study is qualitative. Data collection methods used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis method uses descriptive qualitative analysis which consists of four stages, namely data collection, data reduction, data display and conclusion drawing or verification. Data obtained from the results of observations, interviews, and triangulation of the principal, head of the laboratory and physics subject teachers at the MaakereBhaktyarsa High School. The results showed that 1) Optimization of the use of physics at Bhakt Audience High School was optimal, this was indicated by the completeness of facilities and infrastructure, improvement in the ability and understanding of teachers about laboratory use, changes in laboratory functions and managers; 2) Obstacles faced in the use of physics laboratories are the limited time available, the lack of awareness and enthusiasm of students in the use of laboratories and the activities that occur outside the planned schedule.(3) The solutions used in overcoming obstacles are (a) preparation of planning especially on the schedule of laboratory activities. (b) Before practicum students are always directed and motivated about the benefits of practicum activities or activities in the physics laboratory.Keywords: Optimization, Laboratory Utilization, Physics Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana optimalisasi pemanfaatan laboratorium di SMAK BhaktyarsaMaumere?; 2) Apa Hambatan dalam pemanfaatan laboratorium  Fisika SMAK BhaktyarsaMaumere?; 3) Bagaimana solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pemanfaatan laboratorium fisika di SMAK BhaktyarsaMaumere?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitaitif yang terdiri dari empat tahapan yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau ferifikasi. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan triangulasi terhadap kepala sekolah, kepala laboratorium dan dan guru mata pelajaran fisika di SMAK BhaktyarsaMaumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Optimalisasi pemanfaatan fisika di SMAK Bhaktirsa sudah optimal, hal ini ditunjuk dengan kelengkapan sarana dan prasarana, peningkatan kemampuan dan pemahaman guru tentang pemanfaatan laboratorium, perubahan fungsi laboratorium dan pengelola. (2) Hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan laboratorium fisika yaitu keterbatasan waktu yang disediakan, minimnya kesadaran serta antusias siswa dalam pemanfaatan laboratorium dan adanya kegiatan yang terjadi diluar jadwal yang direncanakan. (3) Solusi yang digunakan dalam mengatasi hambatan yaitu (a) penyusunan perencanaan terutama pada jadwal kegiatan laboratorium. (b) Sebelum praktikum siswa selalu diarahkan dan diberi motivasi tentang manfaat kegiatan praktikum atau kegiatan dalam laboratorium fisika.Kata kunci: Optimalisasi, Pemanfaatan Laboratorium, Fisika
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Meningkatkan Disiplin Siswa Di SMA Negeri 1 Maumere Fransiskus Eduwart Taping; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11563

Abstract

Abstract: This study aims to determine the role of counseling guidance teachers in improving student discipline in Maumere 1 High School. This research uses descriptive qualitative research methods. This research was conducted at Maumere 1 Public High School. Data obtained through interviews, observations, and documents, then systematically described to produce a conclusion in the form of the role of counseling guidance teacher in improving student discipline by the mandate of the Ministry of Education and Culture No. 111 of 2014. The results showed that counseling guidance teachers played a role in disciplining in SMA Negeri 1 Maumere by giving outreach to parents/guardians of students, giving examples of discipline, recording the implementation of student discipline in the consultation book. parents play a role in supporting the disciplinary program by encouraging students and advising them if they violate the rules of conduct at SMA Negeri 1 Maumere. Factors inhibiting the implementation of discipline: Lack of parental motivation towards students in obeying discipline, Differences in students' maturity in responsibilities in school, especially in school discipline, Lack of teacher motivation towards students, especially in implementing school order. Supporting factors include The existence of the school code of conduct for students, a socialization of the code of conduct to parents or guardians of students.Keywords: Counseling Guidance, Student Discipline, Teacher Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Maumere. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Maumere. Data diperoleh melalui wawancara,observasi dan dokumen, kemudian diuraikan secara sistematis untuk menghasilkan suatu kesimpulan berupa peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan disiplin siswa sesuai dengan amanat permendikbud No 111 tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling berperan dalam penegakan kedisiplinan di SMA Negeri 1 Maumere dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua / wali murid, memberikan contoh kedisiplinan, mencatat pelaksanaan kedisiplinan siswa dalam buku konsultasi. orang tua berperan mendukung program kedisiplinan dengan memberikan dorongan kepada siswa dan menasehati apabila melanggar tata tertib di SMA Negeri 1 Maumere. Faktor penghambat pelaksanaan kedisiplinan: Kurangnya motivasi orang tua terhadap siswa dalam mentaati tata tertib, Perbedaan kematangan siswa dalam tanggung jawab di sekolah terutama dalam tata tertib sekolah, Kurangnya motivasi guru terhadap siswa terutama dalam pelaksanaan tata tertib sekolah. Faktor pendukung diantaranya: adanya tata tertib sekolah bagi siswa, adanya sosialisasi tata tertib kepada orang tua wali murid.Kata Kunci: Bimbingan Konseling, Disiplin Siswa, Guru
Pembinaan Guru Honorer Sekolah Dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya Marcelus Umbu Zasa; Endang Poerwanti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11564

Abstract

Abstract: This study aims to (1) knowing the formation of honorary primary school teachers in Southwest Sumba District; (2) knowing the supporting and inhibiting factors of the formation of honorary primary school teachers in Southwest Sumba district. The design of this research is to use a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out through interviews with the Head of the education office, Superintendent of primary schools, Principals and regional honorary teachers to find a picture of the performance and training techniques of regional honorary teachers and documentation techniques to strengthen the research results presented in the form of photographs. The results showed that 1) Regional Honorary Teacher's performance was classified as good and the training technique was still not effective. 2) Factors that support the improvement of the performance and guidance of regional honorary teachers in the Southwest Sumba District are from the school supervisor, the principal of the primary school, to participate in the coaching program that is held. Availability of transportation budget. The obstacle that arises is the lack of understanding of interest, there are still regional honorary teachers who copy-paste learning tools, motivation, and attitudes of regional honorary teachers about the importance of coaching which is still low as well as the techniques of guiding regional honorary teachers that have not been effective.Keywords: Coaching, Performance, Honorary Teacher Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui pembinaan guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya; (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya. Desain penelitian ini yaitu mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama Kepala dinas pendidikan, Pengawas sekolah dasar, Kepala sekolah dan guru honorer daerah untuk mengetahui gambaran kinerja dan teknik pembinaan guru honorer daerah dan teknik dokumentasi untuk memperkuat hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk foto. Hasil penelitian menunjukkan1) Kinerja Guru Honorer Daerah tergolong baik dan teknik pembinaan yang masih belum efektif. 2) Faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja dan pembinaan guru honorer daerah di kabupaten sumba barat daya adalah dari pengawas sekolah, Kepala sekolah dasar, untuk mengikuti program pembinaan yang diadakan. Tersedianya anggaran transportasi. Kendala yang muncul adalah kurangnya pemahaman minat, masih adanya guru honorer daerah yang mengkopi paste perangkat pembelajaran, motivasi dan sikap guru honorer daerah tentang pentingnya pembinaan yang masih rendah serta teknik pembinaan guru honorer daerah yang belum efektif.Kata kunci: Pembinaan, Kinerja, Guru honorer
Analisis Strategi Kebijakan Sistem Informasi Pelayanan Akademik Berbasis Teknologi Informasi Di IKIP Muhammadiyah Maumere Anisa Fitri; Moh. Mahfud Effendy
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11565

Abstract

Abstract: This research aims to analyze information technology policy strategies based on Information Technology academic services at IKIP Muhammadiyah Maumere. The method used in this research is descriptive qualitative. The subjects in this study were 2 campus staff, 2 BAAK staff, 2 study program leaders and the vice-chancellor. Data collection techniques using in-depth interviews, observation, and study of documents. The results showed that the Head of BAAK as a service leader at IKIP Muhammadiyah Maumere started from the first planning in the academic service information system policy in the process. Second, the implementation of an academic service information system policy strategy made. Third, service evaluation is carried out among others by carrying out services in the room. Evaluation activities that have many roles, namely BAAK staff, then the results of the evaluation will be followed up. Supporting and inhibiting factors in the application of information systems for academic services is the availability of inadequate infrastructure inadequate human resources lack consistency between planning and implementation delays to produce a low output. The results that will be achieved in the application of academic service information system policies, namely the head of BAAK strive and make every effort to build infrastructure and human resources, the quality and quantity can be improved. The Head of BAAK also developed staff expertise so that the quality of outputs could be improved.Keywords: Information Systems, Academic Services, Information Technology Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan sistem informasi pelayanan akademik berbasis Teknologi Informasi di IKIP Muhammadiyah Maumere. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang staf kampus, 2 orang staf BAAK, 2 orang ketua Prodi dan wakil rektor. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala BAAK sebagai pemimpin pelayanan di IKIP Muhammadiyah Maumere mulai dari pertama perencanaan yang dimiliki dalam kebijakan sistem informasi pelayanan akademik dalam proses. Kedua, pelaksanaan strategi kebijakan sistem informasi pelayanan akademik yang dibuat. Ketiga, evaluasi pelayanan antara lain dilakukan dengan cara ikut melakukan pelayanan di ruangan. Kegiatan evaluasi yang banyak berperan yaitu staf BAAK kemudian hasil dari evaluasi akan ditindak lanjut. Faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kebijakan sistem informasi pelayanan akademik yaitu ketersediaan sarana prasarana yang belum memadai sumber daya manusia yang belum memadai kurang konsisten antara perencanaan dan pelaksanaan keterlambatan sehingga menghasilkan output yang rendah. Hasil yang akan dicapai dalam penerapan kebijakan sistem informasi pelayanan akademik yaitu kepala BAAK berusaha dan berupaya semaksimal mungkin dalam membangun sarana prasarana dan sumber daya manusia, dapat ditingkatkan kualitas dan kuantitas. Kepala BAAK juga mengembangkan keahlian staf agar mutu output dapat ditingkatkanKata kunci: Sistem InformasiPelayanan Akademik, Teknologi Informasi
Analisis Dampak Penerapan Kebijakan 24 Jam Tatap Muka Bagi Guru SMA Di Kabupaten Sikka Gabriel Gleko; Akhsanul In'am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11566

Abstract

Abstract: This research aims to determine: 1) The application of a 24-hour face-to-face policy on the profession for high school teachers; 2) The impact of the implementation of the 24-hour face-to-face policy on the performance of high school teachers in Sikka Regency; 3) The impact on high school teachers whose number of hours does not meet the 24-hour face-to-face criteria. This research uses a descriptive qualitative approach. Data obtained from observations, and interviews with the head of the Sikka Regency PPO Office, the Chairperson of the Sikka Regency PGRI, 5 supervisors of high school subjects, 12 high school principals, and 24 certified teachers and 36 non-certified teachers. Technical analysis of data using data reduction, data presentation, conclusions, and data validity. The results of this study indicate that: 1) The impact of the implementation of 24-hour face-to-face teachers has an impact on the decline in teacher professionalism; 2) The impact of the implementation of the 24-hour face-to-face policy on teacher performance does not make an increase in teacher performance; 3) The impact of applying to non-certified teachers who have not met 24-hour face-to-face raises social jealousy towards certified teachers and many of the non-certification teachers must find other schools to meet 24-hour face to face.Keywords: Policy, Teacher, 24 Hours Face to Face Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penerapan kebijakan 24 jam tatap muka terhadap profesi bagi guru-guru SMA; 2) Dampak penerapan kebijakan 24 jam tatap muka terhadap kinerja guru SMA di Kabupaten Sikka; 3) Dampak bagi guru SMA yang jumlah jamnya tidak memenuhi kriteria 24 jam tatap muka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, dan wawancara terhadap kepala Dinas PPO Kabupaten Sikka, Ketua PGRI Kabupaten Sikka, 5 orang pengawas Mata Pelajaran SMA, 12 Kepala Sekolah SMA, dan 24 guru bersertifikasi dan 36 guru non sertifikasi. Teknis analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan keabsahan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Dampak penerapan 24 jam tatap muka terhadap guru ternyata berdampak pada penurunan profesionalisme guru; 2) Dampak penerapan kebijakan 24 jam tatap muka terhadap kinerja guru tidak membuat adanya peningkatan kinerja guru; 3) Dampak penerapan terhadap guru non-sertifikasi yang belum memenuhi 24 jam tatap muka memunculkan kecemburuan sosial terhadap guru bersertifikasi dan banyak dari guru non-sertifikasi harus mencari sekolah lain untuk memenuhi 24 jam tatap muka.Kata kunci: Kebijakan, Guru, 24 Jam Tatap Muka
Implementasi Tata Tertib Sekolah dalam Optimalisasi Budaya Disiplin Siswa Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure Fitriah Fitriah; Trisakti Handayani; Abdulkadir Rahardjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11567

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of school rules in optimizing the culture of student discipline, along with the obstacles encountered and the solutions implemented in the Muhammadiyah Nangahure Aliyah Madrasah. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were the principal, teachers, and students. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis using data reduction, data display and conclusion drawing. The validity checking technique uses source triangulation. The results of the study show that the principal in implementing discipline in optimizing the culture of student discipline is carried out through the application of regulations, penalties, and rewards. The value of discipline is consistent in its application for students. The application of punishment and rewards made by school principals and teachers in the form of coaching to students. Teachers to optimize the culture of student discipline at school through advice to always be disciplined, give direct examples and familiarize children with disciplined life through four disciplinary elements namely fixed rules, strict punishment appreciation, and consistency. Constraints faced are lack of awareness or concern for parents about education and lack of teacher discipline at school.Keywords: School rules, Character, Discipline culture Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi tata tertib sekolah dalam optimalisasi budaya disiplin siswa, beserta kendala–kendala yang dihadapi serta solusi yang diterapkan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru dan siswa.Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data analisis dengan menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan menggunakan triangulasi sumber.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah dalam mengimplementasikan tata tertib dalam optimalisasi budaya disiplin siswa dilakukan melalui penerapan peraturan, hukuman dan penghargaan. Nilai disiplin sudah konsisten penerapannnya bagi siswa. Penerapan hukuman dan penghargaan yang dilakukan kepala sekolah dan guru dalam bentuk pembinaan kepada siswa.Guru dalam upaya mengoptimalkan budaya disiplin siswa di sekolah melalui nasehat untuk selalu disiplin, memberi contoh langsung dan membiasakan anak hidup disiplin melalui empat unsur disiplin yaitu peraturan yang tetap, hukuman tegas, penghargaan dan konsistensi. Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya kesadaran atau kepedulian orang tua terhadap pendidikan dan kurangnya disiplin guru di sekolah.Kata kunci: Tata tertib sekolah, karakter, Budaya disiplin

Page 1 of 1 | Total Record : 10