cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD)
ISSN : 23381140     EISSN : 25273043     DOI : -
Core Subject : Education,
JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar) is a journal of Elementary School Teacher Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Malang. The scope of its journal is an elementary school, education, innovation of learning, learning methods and media, learning innovation, and learning management. This journal will be published twice in a year in April and September.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021" : 10 Documents clear
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa pada Mata Kuliah Perkembangan Masyarakat dan Budaya dengan Metode Field Trip Dhi Bramasta; Dedy Irawan
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.13256

Abstract

Mata kuliah perkembangan masyarakat dan budaya merupakan mata kuliah yang membahas tentang kehidupan masyarakat mulai dari masyarakat pra sejarah hingga masyarakat modern. Pada penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui peningkatkan Pemahaman Mahasiswa PGSD UMP semester VI kelas 6 E Terhadap Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Perlawanan Terhadap Kekuatan Asing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian mahasiswa PGSD UMP semester 6 kelas 6 E. Dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri 1 kali pertemuan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes (tes tertulis pemahaman materi perkuliahan dengan metode field trip) dan teknik non tes (penilaian laporan field trip). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan yang sedang dipelajari. Terbukti pada nilai rata-rata siklus I memperoleh 71, 64 dengan ketuntasan 63,88% dengan griding B mengalami peningkatan pada siklus II yang memperoleh nilai rata-rata 77, 21, kemudian ketuntasannya 77,77%. Mahasiswa yang tuntas sejumlah 28 mahasiswa dan yang belum tuntas 8 mahasiswa. Dengan kriteria griding B+, hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah mencapai indikator seperti yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman materi perkuliahan dapat ditingkatkan melalui penerapan metode field trip.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Penuntun Pratikum Berbasis Inkuiri Terbimbing Rona Taula Sari; Siska Angreni
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.14124

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA adalah dengan menerapkan pembelajaran menggunakan penuntun pratikum berbasis inkuiri terbimbing. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis Mahasiswa PGSD dalam pembelajaran IPA menggunakan penuntun pratikum berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment non equivalent pretest dan posttest. Populasi penelitian adalah Mahasiswa PGSD yang berjumlah 70 orang yang terdiri dari kelas 1 E dan 1 F yang berjumlah 35 orang. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes belajar kognitif yang dibuat berdasarkan kurikulum dan kisi-kisi soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang dilanjutkan dengan analisis n-gain. Berdasarkan analisis rata-rata postest kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD  dalam pembelajaran IPA menggunakan penuntun pratikum berbasis inkuiri terbimbing antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas kontrol, dan uji-t terhadap nilai postest menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara keduanya. Selanjutnya perhitungan rata-rata n-gain kelas eksperimen diperoleh nilai sebesar 0,53, lebih besar dari rata-rata n-gain kelas kontrol 0,50. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD meningkat dengan menggunakan penuntun pratikum berbasis inkuiri terbimbing dalam proses pembelajaran IPA
How To Teach Deaf Students In Elementary Schools? Otang Kurniaman; Eka Fauziah; Eddy Noviana
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.14969

Abstract

Deafness is a hearing loss that is different from other normal students so that a teacher must be able to provide optimal learning so that the purpose of this study provides an overview of the learning done by the teacher in teaching students. The use of this research method is a qualitative method using observation and interview instruments. Technical analysis of data 1) Reducing data means making a summary, choosing the main things, focusing on important things, looking for themes and patterns, discarding what is considered unnecessary. 2) Presentation of data is directed so that the results of the reduction data are organized, arranged in a relationship pattern so that it is more easily understood 3) The initial conclusions put forward by researchers are still temporary and will change if strong evidence is found that supports the next stage of data collection. The results of this study illustrate that learning for students with disabilities should pay more attention by giving views and touches so that they know that the teacher invites them to communicate that has a facial expression. Not too many methods are used in teaching but the approach is done by solving problems and providing concrete examples by maximizing voices and facial expressions in a voice in order to train the hearing of deaf students.
Peningkatan Minat Belajar Siswa Tunagrahita Menggunakan Model STAD Berbantuan Puzzle di Kelas 1 Sekolah Dasar Nia Dwi Mawanti; Yus Mochammad Cholily
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.15182

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa tunagrahita kelas 1 SD melalui strategi pembelajaran kooperatif gaya STAD berbantuan puzzle. Subjek penelitian ini adalah Mudayaroh, S. Pd selaku wali kelas 1 SD Islam Plus Al-Mudhofar dan Novia Fitri Iman Sari S. Pd selaku guru pendamping khusus yang bertindak sebagai subjek yang memberikan tindakan, Kepala SD Islam Plus Al-Mudhofar sebagai subjek yang membantu dalam pengumpulan data, sedangkan siswa kelas 1 tunagrahita SD Islam Plus Al-Mudhofar Tahun Ajaran 2020/ 2021 yang berjumlah 2 siswa perempuan sebagai subjek peneliti yang menerima tindakan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada siklus II, persentase nilai DS adalah:  82% untuk persentase menyebutkan angka, 82% untuk persentase menyamakan angka ,84% untuk persentase menambahkan angka, dan 87% untuk pesentase mengurangi angka. Sedangkan SH memperoleh persentase nilai 75% untuk menyebutkan angka, 75% untuk menyamakan angka, 78% untuk menambahkan angka, dan 74% untuk mengurangi angka, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif gaya STAD dengan menggunakan media puzzle bilangan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan minat belajar siswa SD tunagrahita kelas I.
Analisis Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Daring Menggunakan Ms. Teams pada Masa Pandemi Covid-19 Kunti Dian Ayu Afiani; Meirza Nanda Faradita
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.15971

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran daring menggunakan Ms. Teams pada masa pandemic covid-19 pada kelas IV SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Metode yang digunakan peneliti berupa metode penelitian kualitatif deskripstif sebab penjabarannya tidak menggunakan angka, statistik melainkan dijabarkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan observasi, angket terbuka, wawancara dan dokumentasi. Indikator yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan Ms. Teams yaitu (1) memperhatikan materi selama pembelajaran daring berlangsung, (2) mendengarkan guru saat pembelajaran daring berlangsung, (3) aktif bertanya pada  saat  pembelajaran  daring, (4) disiplin menyalin materi yang diberikan guru pada pembelajaran daring, (5) kreatif menanggapi penjelasan guru disaat pembelajaran daring, dan (6) bersemangat mengikuti pembelajaran daring dari awal sampai akhir pelajaran. Hasil  penelitian  aktivitas siswa selama pembelajaran daring menggunakan Ms. Teams pada masa pandemic covid-19 (1) siswa memperhatikan materi selama pembelajaran daring berlangsung, (2) siswa kurang yang tidak mendengarkan guru saat pembelajaran daring berlangsung, (3) siswa kurang bertanya pada  saat  pembelajaran  daring, (4) siswa menyalin materi yang diberikan guru pada pembelajaran daring, (5) siswa kurang kreatif menanggapi penjelasan guru disaat pembelajaran daring, dan (6) siswa bersemangat mengikuti pembelajaran daring dari awal sampai akhir pelajaran disertai kehadiran tepat waktu. Beberapa faktor kendala saat pembelajaran daring yaitu: (1) kurangnya kesadaran para orat tua atau wali siswa bahwa pembelajaran daring sangat penting, (2) keterbatasan fasilitas yang dimilik siswa, (3) kondisi jaringan yang tidak stabil.
Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah Indri Anugraheni
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.12457

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor kesulitan yang dialami guru sekolah dasar dalam penulisan karya ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Dasar di Gugus Joko Tingkir Salatiga.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kesulitan guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 faktor kesulitan yang dialami guru dalam membuat karya tulis ilmiah yaitu: 1) kesulitan guru dalam membuat karya tulis ilmiah yang berupa penelitian tindakan kelas, 2) kesulitan guru dalam membuat karya tulis ilmiah yang berupa publikasi artikel, 3) faktor eksternal dan internal dari guru. Karya tulis ilmiah yang berupa penelitian Tindakan kelas menunjukkan bahwa 42,11% guru mengalami kesultan dalam mengumpulkan data dan menganalisis data. Pada penulisan karya tulis ilmiah yang berupa publikasi ilmiah 52,63% guru mengalami kesulitan dalam menulis artikel ilmiah dan 54, 39% guru mengalami kesulitan dalam mempublikasikan artikel ilmiah. Faktor eksternal dan internal adalah kurangnya motivasi, keterbatasan waktu, keikutsertaan dalam pelatihan penulisan karya ilmiah, pendampingan dalam penulisan karya ilmiah
Manajemen Pendidikan Karakter Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Pada Kelas Inklusi di SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto Pradista Yuliana Mukti; Abdal Chaqil Harimi
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.15561

Abstract

Kesempatan diberikan pada anak berkebutuhan khusus untuk dapat belajar bersama-sama dengan anak lainnya disuatu sekolah diberikan dalam layanan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi diharapkan sebagai sebuah upaya untuk menyerap berbagai kemampuan siswa yang mempunyai perbedaan dan potensi yang bermacam-macam dan untuk memberikan dukungan untuk membuat mereka dapat turut serta dalam kegiatan pendidikan reguler sebanyak mungkin. Pendidikan inklusi dapat menjadi sarana yang tepat dalam penanaman nilai-nilai karakter siswa agar lebih menghargai perbedaan, menumbuhkan sikap untuk peduli, meningkatkan rasa untuk saling bekerja sama dan mempunyai rasa toleransi antar sesama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen pendidikan karakter bagi anak berkebutuhan khusus pada kelas inklusi di SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto. Hal-hal yang diteliti meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian pendidikan karakter. Subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru wali kelas, guru pendamping, koordinator ABK, siswa kelas V serta wali murid SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pengelolaan pendidikan karakter dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian sudah berjalan dengan baik, hal tersebut sejalan dengan adanya dukungan dari semua sumber daya yang terlibat yakni dari pihak sekolah, orangtua, keluarga dan lingkungan masyarakat. SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto memiliki 13 nilai karakter yang sudah diaplikasikan ke dalam kegiatan-kegiatan dalam bentuk pembelajaran, pembiasaan, keteladan serta penguatan. Para Ustadzah sudah memberikan pelayanan dan pendampingan yang baik sesuai dengan kebutuhan siswa meskipun banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, dari pihak sekolah berusaha semaksimal mungkin agar siswa dapat secara mandiri menginternalisasikan nilai-nilai karakter dalam perilaku sehari-hari sesuai dengan visi dan misi SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto
Guru Profesional: Pola Transformasi Implementasi Pembelajaran Online di Sekolah Dasar Kuncahyono; Dian Fitri Nur Aini
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.18386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan temuan-temuan pola strategi dalam implementasi pembelajaran daring di Sekolah Dasar selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei yang dilakukan secara online menggunakan Microsoft form. Subjek penelitian terdiri atas 36 guru sekolah dasar yang tersebar di lima Kecamatan Kota Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan survei online. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru-guru melaksanakan pembelajaran daring selama pandemi covid-19 secara variatif meliputi transformasi strategi, model, dan variasi platform aplikasi baik ketika pembelajaran berlangsung maupun proses evaluasi. Transformasi strategi dan model yang digunakan sebanyak 88% menggunakan model berbasis synchronous dan 10 % menggunakan asynchronous dengan memanfaatkan ragam platform. Adapun ragam transformasi platform synchronous yang digunakan meliputi google meet 80%, zoom meeting 15%, dan Microsoft team sebanyak 5%. Selanjutnya ragam platform asynchronous yang digunakan yaitu 88% menggunakan WhatsApps, 11 % menggunakan google classroom, dan 1 % menggunakan platform LMS (learning management system). Temuan lain dalam proses evaluasi menunjukkan bahwa 72% guru menggunakan google form, 21% menggunakan kahoot, 5 % menggunakan platform live worksheet, dan 2 % melalui proses konvensional.
Pemetaan Nilai Keunggulan Sekolah Dasar di Kota Malang Endang Poerwanti
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.18392

Abstract

Sekolah unggul atau yang diunggulkan oleh masyarakat adalah sekolah bermutu yang menjadi rujukan sekolah lain. Sekolah Unggul atau sering pula disebut sebagai sekolah  efektif. Sekolah Unggul sering disamakan artinya dengan tingginya kualitas sekolah,  namun dalam dunia  pendidikan, sekolah unggul mewadahi harapan-harapan pemangku kepentingan tentang kompetensi yang dimiliki oleh lulusannya, baik harapan siswa, orang tua, maupun masyarakat. Penelitian bertujuan untuk memetakan nilai keunggulan Sekolah Dasar di kota Malang dari konsep sekolah efektif,  berdasar peraturan formal dan sekolah unggul menurut persepsi stakeholder Pendidikan. Penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2018-2019 di 10 SD unggulan di kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sekolah unggul secara teoritis adalah ketercapaian SNP dan disamakan dengan konsep sekolah efektif, 10 sekolah yang menjadi sampel sudah memenuhinya dengan kualitas sangat baik dan sangat baik sekali, (2) Kualitas sekolah  secara formal adalah tingkat ketercapaian SNP. Hasil evaluasi diri akan dibandingkan dengan kondisi ideal SNP.  Program sekolah disusun dan dikembangkan dari kesenjangan antara hasil evaluasi diri dengan kondisi ideal dalam Standar Nasional, (3) Guru adalan kunci utama peningkatan kualitas pembelajaran dan berpengaruh yang besar terhadap budaya mutu di sekolah, Kepala sekolah sebagai sentral power sekaligus merupakan sumber semangat bagi warga sekolah. Budaya mutu terwujud dalam tindakan-tindakan manajemen  dalam satu keutuhan kompleksitas sistem
Pengembangan Media Interaktif Chesee (Cheerful House of Children) untuk Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar Kristin Puji Astutik; Tyas Deviana; Bustanol Arifin
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.18503

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengembangan media interaktif chesee (cheerful house of children) untuk pembelajaran tematik tema permainan tradisional pada kelas 3 sekolah dasar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan dengan pengembangan model Lee & Owens yang meliputi beberapa tahapan yaitu analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diambil dari kelas 3 SDN Torongrejo 1 sebanyak 10 peserta didik. penelitian ini menggunakan teknik pengumupulan data ini menggunakan observasi, wawancara, lembar angket, dan dokumentasi.Hasil penelitian menghasilkan produk berupa media interaktif Chesee (Cheerful House of Children) dengan menggunakan aplikasi articulate storyline 3 dan membuat buku panduan penggunaan media yang dicetak menggunakan artpaper. Data hasil presentase dari validasi media 94,23%, validasi materi 81,25%, respon pengguna guru 88,88%, respon pengguna peserta didik 1 94,44%, respon pengguna peserta didik 2 94,44%, dan hasil evaluasi peserta didik dengan nilai rata-rata 92, 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengembangan media layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan dari hasil respon pengguna media interaktif Chesee (Cheerful House of Children) dapat menarik dan efektif untuk peserta didik kelas 3 SD. saran yang diberikan yaitu penambahan video permainan tradisional jamuran dan dubbing

Page 1 of 1 | Total Record : 10