cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2007)" : 10 Documents clear
Pengembangan Metode Kapabilitas Efektif Untuk Perhitungan Penambahan Dan Pengurangan Pembangkit Hidro Termal Unit Three Kartini,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menghitung keandalan suatu sistem pembangkit yang terinterkoneksi yaitu dengan menambah atau mengurangi pembangkit baik hidro maupun termal sebagai alternatif untuk mendapatkan keandalan. Apabila  tingkat keandalan sistem pembangkitan yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka untuk mendapatkan keandalan sesuai dengan yang diharapkan tersebut diberikan alternatif penambahan unit pembangkit baru berdasarkan metode kapabilitas efektif unit pembangkit. Kapasitas unit pembangkit yang ditambahkan dihitung berdasarkan hubungan antara kapabilitas efektif unit pembangkit tersebut besarnya kemungkinan pembangkit tidak beroperasi, dan suatu parameter “m” sebagai karakteristik kemungkinan kehilangan beban dari sistem pembangkitan hidro termal. This provides a simple and effective technique for calculating the reability of the interconnecting system hidro termal. The avaibility of enough generating capacity to meet the load demand is the foremost priority at the planning level that ensures satisfactory operation of the power system. The application of effective capability methods enables quantitative prediction of the system reliability. The results obtained by capability techniques will only provide a criterion for evaluation of the situation rather than give a guaranteed result. And “m” parameter for characteristic calculation loss of load from hidro termal generation.When loss of load probability can be obtained by combining the system load duration curve with the capacity outage probability.It may be pointed that capacity outage may not necessarily result in loss of load.
Aplikasi Algoritma Genetika Untuk Simulasi Optimasi Sistem Multicarrier Direct Sequency/slow Frequency Hopping (DS/SFH) CDMA Lusia Rakhmawati,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem DS-CDMA banyak menimbulkan berbagai masalah yaitu near far dan multipath fading yang dapat membatasi kemampuan sistem CDMA. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah tersebut adalah sistem multicarrier DS/SFH CDMA. Dengan kombinasi multicarrier teknik frequency hopping diharapkan dapat menyediakan perluasan frekuensi yang memadai dan mengurangi multi acces interference secara serentak dan hasilnya mencapai komunikasi yang lebih baikKapasitas sistem yang paling optimal dapat diamati dengan mendapatkan nilai fitness  yang paling besar di dalam program genetika algoritma. Jumlah generasi populasi algoritma genetika sangat menentukan kecepatan tercapainya nilai optimal, semakin besar jumlah populasi maka semakin cepat mendapat nilai fitness yang optimal.  Sedangkan Bit error rate-nya (BER) sangat menentukan untuk mengukur optimasi kinerja sistem dimana semakin kecil bit error rate (BER) maka sistem semakin efisien. Dan dari hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem DS/SFH CDMA lebih efisien. Applying of DS-CDMA system has a lot of generating various problem that is near far and multipath fading which can limit the ability of CDMA system. One of approach to overcome the problem is multicarrier DS / SFH CDMA system. With the combination of multicarrier of technique of frequency hopping expected can provide the adequate frequency extension and lessen the multi acces interference at a time and its result reach the better communications.Most optimal system capacities can be perceived by getting biggest value fitness in program of genetica algorithm. Sum up the generation of population of genetic algorithm is very determining the pace of optimal value, ever greater sum up the population hence get the faster optimal fitness value. While bit error rate (BER) is very determining to measure the optimation of system performance whereabout  the smaller of bit error rate (BER) hence the system progressively efficient. And from simulation result indicate that the system DS / SFH CDMA is more efficient.
Pengembangan Sistem Informasi Evaluasi Diri Universitas Negeri Surabaya Wiyli Yustanti,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam perkembangan ilmu teknologi informasi terutama yang berkaitan dengan pengolahan database yang berukuran cukup besar, ada teknik pengolahan data yang disebut sebagai data mining. Adapun data mining ini merupakan proses ekplorasi informasi dari database yang ukuran sangat besar untuk mencari adanya trend atau pola-pola yang menarik yang bermanfaat bagi pemilik database tersebut. Adapun konsep dasar dari kegiatan ini adalah memanfaatkan data yang tersimpan dalam database akademik untuk dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi manajemen Unesa. Salah satu informasi penting yang dibutuhkan oleh jurusan, fakultas maupun universitas adalah data-data yang dibutuhkan dalam laporan Evaluasi Diri. Information Technology development especially related to database processing that its size very large, there is new field in database processing is called data mining. Data mining is exploration process to find interesting trend and pattern from large database that useful for owner. The basic concept in this process is using data that store in the repository about academic data to find useful information for management of Unesa. One of important informations is needed by department; faculty or university is self evaluation data.
Sebuah Prototipe Modul Pengamatan Sinyal Dalam Domain Waktu Dan Frekuensi Secara Real Time Untuk Praktikum Pengolahan Sinyal Digital Tri Budi Santoso, ; Hary Octavianto,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah prototype system pengolahan sinyal digital menggunakan TMS32C5402 yang didukung bahasa C disajikan pada paper ini. Prototipe ini sebagai sebuah educational tool dalam proses pembelajaran konsep pengolahan sinyal digital dan merealisasikannya secara real time. Pembentukan modul iperangkat lunak berbasis bahasa C yang sudah terintegrasi dalam paket DSP starter kit (DSK). Proses compiling, assembling dan downloading dilakukan secara otomatis ke board TMS32C5402. In this paper is presented a prototype of DSP system that use TMS 32C4502 and C language. The prototype is an educational tool to learn concept of DSP and to implement in real time. The module is integrated with C language in DSP starter kit. Compiling, assembling and downloading process are done automatically in board TMS32C4502.
Karakteristik Struktur Mikro Produk Brush Motor Listrik Dengan Proses Teknologi Serbuk (Powder Metallurgy) Slamet Riyanto,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi serbuk (powder metallurgy) merupakan pendekatan proses yang merupakan sub divisi dari teknologi pengerjaan logam. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki yaitu biaya yang ekonomis, sifat-sifat material tidak berubah meliputi sifat kimia, perlakuan panas (heat treatment), dan mikrostruktur, teknologi serbuk digunakan untuk membuat produk yang sifat-sifat kimianya terutama struktur mikro tidak berubah dari materialnya sehingga produk yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan keinginan pembuatnya.Dari data penelitian dan analisa dapat ditarik simpulan sebagai berikut: a) Karakterisasi part atau bagian meliputi sifat bahan berupa campuran serbuk tembaga dan karbon dengan kekerasan rata-rata 16,43 HBN/10Kg/10 pada tekanan kompaksi 375 MPa, b) Produk brush motor listrik yang dihasilkan dengan kualitas tinggi mempunyai sifat fisis kekerasan tidak melebihi 16,43 HBN/10kg/10. Dari hasil eksperimen, tekanan kompaksi yang paling mendekati adalah 375 MPa, suhu sinter 800oC dan lama pemanasan 30 menit, c) Proses pembentukan brush motor listrik dengan teknologi serbuk melalui tahapan sebagai berikut: a) pemilihan serbuk, b) mixing, c) kompaksi, dan d) sintering. Powder metallurgy is a processing approach which is subdivision of metalworking technologies. Powder metallurgy is very attractive because its ability to shape powders into a final component. Product made with powder metallurgy occasionally represents a mixture of different metal powders or non special metal to improve the quality of particle bonding and properties of product.From the research data and analysis, the following conclusions are gained: a) part characteristic include material properties that are mixture of copper powder and carbon with average hardness 16,43 HBN/10Kgs/10 compaction pressure 375 MPa, b) The brush of electric motor product with high quality hardness has hard characteristic which is lower than 16,43 HBN/10 kgs/10. From the experiment, the nearest compaction pressure is 375 MPa, sinter temperature 800oC and heating duration 30 minutes, c)  the electric motor brush formation process with powder metallurgy  is trough the following stages: a) powder selection, b) mixing, c) compaction, and d) sintering.
Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Tunggal Berpenampang Ellips Untuk Rasio Diametris 0,333 Dengan Penambahan Kekasaran Pada Leading Edge Priyo Heru Adiwibowo,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik aliran melalui silinder berpenampang ellips selalu menarik untuk dikaji. Penambahan kekasaran permukaan pada leading egde sebuah silinder berpenampang ellips diduga mampu menunda titik separasi aliran yang melintasi silinder ellips tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental di subsonic wind tunnel dengan model uji silinder tunggal berpenampang ellips. Model uji dialiri udara  pada dua bilangan Reynolds 3,8.104 dan 6,8.104 dengan angle of attack 0¢X. Bentuk model uji silinder berpenampang ellips dengan rasio diametris (t/c) =: 0,333 serta penambahan kekasaran(e/c)= 4,94 x 10-4 pada leading edge. Pada model uji dipasang pressure tap setiap 50 di sepanjang kontur silinder ellips untuk mengukur distribusi tekanan yang terjadi.Dari hasil pengujian dapat diperoleh kesimpulan bahwa kenaikan bilangan Reynolds akibat kenaikan kecepatan aliran untuk model uji tanpa kekasaran menyebabkan letak titik separasi mundur ke belakang sehingga luasan wake menyempit. Untuk Re=3,8.104, penambahan kekasaran  pada model uji akan menyebabkan titik separasi tertunda ke belakang dibanding bila model uji tanpa kekasaran. Untuk Re=6,8.104, penambahan kekasaran  pada leading edge model uji akan menyebabkan titik separasi lebih tertunda ke belakang dibanding bila tanpa kekasaran.  The flow characteristic across elliptical cylinder is still interest to be studied. This research  were conducted experimentally using subsonic wind tunnel with a single elliptical cylinder experiment model. The experiment model was streamed by air at two Reynolds number 3,8.104 and 6,8.104  with angle  of attack 0¢X. The ellipse model have a chord length (c) and the ratio of thickness 0.333. At the leading edge of ellipse was installed a perturbation by addition of surface roughness having relative (e/c) of about 4,94.10-4. Pressure taps were installed at the experiment model each 50  alongside contour of elliptical cylinder to measure pressure distribution that happened.The result of experiment showed that increasing of Reynolds number, due to increasing of velocity flow on smooth surface experiment model, will cause a delay of separation point, so the area wake decreased. At Reynolds number 3,8.104  addition of surface roughness at ellipse will cause the separation point delay than the smooth surface ellipse. For Reynolds number 6,8.104, the addition of surface roughness can more delay the separation point compared to the  smooth surface ellipse.
Aplikasi Metode Simulated Annealing Pada Traveling Salesman Problem (TSP) Dian Savitri,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian jarak terpendek yang optimal merupakan permasalahan Traveling Salesman Problem (TSP). Simulated Annealing adalah suatu metode dalam TSP yang akan digunakan dalam mencari solusi untuk penentuan jarak terpendek sehingga diperoleh hasil yang baik dan optimal. Kajian awal tulisan ini adalah membuat program dengan Matlab7 untuk menampilkan hasil simulasi aplikasi metode Simulated Annealing pada temperatur yang berbeda. Diharapkan akan diperoleh hasil simulasi untuk mencari teknik penyelesaian masalah yang sesuai dan memberikan solusi pada permasalahan Traveling Salesman Problem dengan titik tujuan dalam jumlah yang besar. The problem solving of optimization shortest route in Simulated Annealing was a case of Traveling Salesman Problem.  Simulated Annealing ia a method in TSP which is used to find solution for determining the shortest route in order to get the optimum result. The result of simulation with Matlab 7 would be acqoired for seeking problem solving and giving solution from Traveling Salesman Problem with many destination points.
Pengaruh Waktu Penyiraman Dengan Air Pada Proses Curing Beton Terhadap Kualitasnya Suprapto, ; Ninik Wahju Hidajati,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam pekerjaan beton adalah cara perawatan keras. Pekerjaan itu kurang mendapat perhatian dari para pelaksana. Hal ini mengakibatkan kualitas beton menurun. Fungsi perawatan keras adalah mengantisipasi agar proses hidrasi semen dan air dapat berlangsung sempurna. Oleh karena itu penelitian tentang perawatan keras perlu dilakukan.Dalam penelitian ini dicoba dengan penyiraman air pada waktu tertentu kemudian dibiarkan kena sinar matahari.Cara ini dipilih karena sudah sering dilakukan. Benda uji dibuat dengan bentuk silinder berdiameter 150 mm , tinggi 300 mm dengan 4 faktor air semen (fas). Setiap fas dilakukan 8 kondisi pada umur : 1, 4, 7, 10, 14, 18, 22, dan 28 hari. Kualitas beton yang diukur adalah kuat tekan dan kuat tarik. . Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin besar f.a.s. semakin singkat proses perawatan keras. Beton dengan f.a.s 0,60 penyiraman optimal 5 hari, f.a.s 0,50 penyiraman optimal 7 hari, f.a.s 0,45 penyiraman optimal 9 hari, f.a.s 0,40 penyiraman optimal 14 hari. Uji kuat tarik memperlihatkan besar kuat tarik normal sebesar 9% - 15% kuat tekan. One of the problems in the concrete construction is curing. Usually this process is not enough attention from some contractors. So that this effect is bad concrete quality. The role of curing to anticipated, in order to hydration process between portlandcement and water perfectly. There fore research about curing is important to do.This research to try to do this curing with sprayed water on the surface concrete. This methods is often did concrete sample cylindrical form diameter 150 mm, height 300 mm with four portlandcement water factor (pwf).  Every  sample to test in eight times, on 1stday, 4th, 7th, 10th, 14th, 18th, 22nd and 28th. As indicator concrete quality are strength and pressure. The result of this research that more high pwf more short this curing. Concrete pwf 0.6 optimal sprayed water in 5 days, concrete pwf 0.5 optimal sprayed water in 7 days, concrete pwf 0.45 optimal sprayed water in 9 days, and concrete pwf 0.4 optimal sprayed water in 14 days.  Strength concrete is about 9% - 15% pressure, it is normaly.
Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Lyn Jbm Trayek Joyoboyo - Bratang - Medokan Di Kota Surabaya Ari Widayanti, ; Tri Eko Purwanto,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya sebagai kota yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi mengakibatkan pertumbuhan mobilitas masyarakat yang harus didukung oleh prasarana dan sarana khususnya transportasi yang memadai. Banyaknya lyn yang beroperasi dan kemungkinan adanya tumpang tindih rute semakin meningkatkan kemacetan lalu lintas. Keberadaan lyn JBM turut berperan dalam aktivitas masyarakat Kota Surabaya karena banyak melewati pusat aktivitas masyarakat seperti Pasar Wonokromo/DTC dan lokasi bangkitan perjalanan yang lain.Pelayanan yang baik dari sektor angkutan umum sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini mempunyai tujuan supaya masyarakat dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga dapat mengurangi kemacetan yang terjadi. Untuk dapat menciptakan pelayanan yang baik pada masyarakat, maka perlu adanya evaluasi terhadap kinerja pelayanan angkutan umum lyn JBM.Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan melakukan survei primer dan survei sekunder. Hasil dari studi ini menunjukkan dari segi frekuensi, pelayanan lyn JBM masih kurang baik dengan nilai frekuensi 1-2 kend./jam. Headway menunjukkan pelayanan yang kurang baik, dengan nilai 30-40 menit, dan Load Factor menunjukkan pelayanan yang baik dengan nilai 27-70%. Waktu perjalanan dari Terminal Joyoboyo ke Pangkalan Gunung Anyar diperoleh 61,8 menit, sedangkan dari Pangkalan Gunung Anyar ke Terminal Joyoboyo sebesar 69,7 menit (sesuai standar ideal yang berlaku). Surabaya as a city is developed continually (from time to time).The development of population and economic activity result the growth of public mobility that  must be supported of good infrastructure and structure of adequate transportation. Many lyn which are operated and possibility of route overlapping increase traffic jam. The existence of lyn JBM partake in activity of Surabaya community because it’s through the central of business district, for example Wonokromo Market/DTC and the other trip generation place.The good service of public transportation is very required by public. This problem has a purpose so that public lessen the traffic jam that happened. To be able to create a good service at public, hence service performance evaluation of public transport of lyn JBM is required.The methode of this studi is by doing primary survey and secondary survey. The result of this study showed that service of lyn JBM is still be unfavourable with frequency value of 1–2 vehicles/hour. Headway also showed unfavourable service with value of 30–40 minutes. And load factor showed good service with value of 27–70%. Travel time from Terminal Joyoboyo to Pangkalan Gunung Anyar is 61,8 minutes, and travel time from Pangkalan Gunung Anyar to Terminal Joyoboyo is 69,7 minutes (according to ideal standart).
Permodelan Jaringan Transportasi Dan Distribusi Barang Menggunakan Model Transportasi Dan Linier Programming Arie Wardhono,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya transportasi dan distribusi barang yang paling murah untuk daerah pemasaran di Pulau Jawa berdasarkan tingkat pelayanan pada tiap distributor. Terdapat 4 pabrik yang melayani 34 distributor.Metode yang digunakan adalah dengan memodelkan jaringan transportasi dan distribusi barang sebagai model transportasi dan diselesaikan dengan metode linier programming. Model transportasi memodelkan bentuk pelayanan dan permintaan dari pabrik ke distributor. Sedangkan metode linier programming menyelesaikan  permodelan transportasi dengan bantuan software Lindo versi 6.1. Model transportasi distribusi dikembangkan dalam 4 model, yaitu tingkat pelayanan 0%, 10%, 20% dan 30%. Tiap model akan dicari bentuk permodelan jaringan dan biaya transportasi yang terjadi. Hasil permodelan menunjukkan biaya pada tingkat pelayanan 0%, 10%, 20% dan 30% berturut-turut: Rp 134.361.600, Rp 134.816.400, Rp 151.256.200, dan Rp 144.404.300. Namun pada tingkat pelayanan 0%, 7 distributor terabaikan (0% kapasitas distributor). Kesimpulan, permodelan yang digunakan adalah permodelan dengan tingkat pelayanan 10% dimana tiap distributor terpenuhi kapasitasnya dengan biaya transportasi dan distribusi sebesar Rp 134.816.400. The research objection is to determine the lowest cost of transportation and distribution in Java referring to serving capacity level on each distributor. There are 4 factories serving 34 distributors.The method is to make transportation network and distribution of goods as transportation model and finalized with linier programming method. Transportation model will form a model of supply and demand from factory to distributor. While programming linear method will finalize transportation model with help of software Lindo version 6.1. Transportation model of distribution will be developed in 4 forms of model with level of service of  0%, 10%, 20% and 30%. Each model will be found its network model form and its cost of transportation that happened. The result of model shows that cost on level of service 0%, 10%, 20% and 30% successively: Rp 134.361.600, Rp 134.816.400, Rp 151.256.200, and                Rp 144.404.300. But at level of service 0%, 7 neglected distributor occured (0% distributor capacity). The conclusion, model that applied is model with level of service of 10% where the capacity of each distributor is fulfilled with cost of transportation and distribution Rp 134.816.400.

Page 1 of 1 | Total Record : 10