cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 11 (2007)" : 5 Documents clear
PROFIL GURU GEOGRAFI YANG PROFESIONAL DALAM Syaiful Khafid,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 11 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Paradigma mengajar sudah waktunya berubah menjadi paradigma belajar yang menjadi kecenderungan pembelajaran saat ini. Pembelajaran pada paradigma belajar seharusnya menyenangkan siswa sehingga siswa memahami bagaimana belajar geografi tersebut yang kemudian merasakan bagaimana belajar geografi itu dan akhirnya siswa menyadari bagaimana belajar geografi itu. Pembelajaran yang menyenangkan tersebut tentu saja siswa terlibat aktif dalam membangun gagasan-gagasan geografi. Karena itu, guru dalam pembelajarannya perlu berwawasan pada paradigma belajar sebagai guru geografi yang profesional yang mampu membangun siswa berperilaku konstruktivis melalui maksimalisasi pembelajaran kontekstual
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD DALAM MATA KULIAH GEOGRAFI EKONOMI UNTUK MAHASISWA ANGKATAN 2003 Sri Murtini,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 11 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Model pembelajaran yang dilakukan  di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial, khususnya di Jurusan Geografi selama ini adalah ceramah dimana model ini  membuat mahasiswa merasa bosan dan jenuh, yang akhirnya mempengaruhi  prestasi hasil belajar mahasiswa. Tujuan penelitian adalah : 1) mengidentifikasi hasil belajar mahasiswa  dengan menggunakan cooperative learning STAD; 2)  mendiskripsikan peningkatan kualitas hasil belajar mahasiswa dengan cooperative learning STAD dan 3)  mengidentifikasi sikap mahasiswa terhadap pelaksanaan cooperative learning STAD. Penelitian ini  adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dengan 2 siklus. Sumber data berasal dari mahasiswa  geografi angkatan 2003 A yang memprogram mata kuliah geografi ekonomi yang berjumlah 49 mahasiswa. Data hasil belajar mahasiswa  berasal dari tes bekal awal, formatif, sumatif dan sub sumatif. Tingkat keberhasilan adalah sebagai berikut: untuk mengukur hasil belajar apabila mahasiswa menguasai minimal 66 % dari kompetensi yang ditetapkan, jika ada yang kurang harus dilakukan remidi; mahasiswa dianggap mengalami peningkatan pembelajaran apabila terjadi skor perkembangan yang selalu meningkat; dan mahasiswa dianggap bersikap positif  apabila merasa senang, aktif berpendapat baik lisan maupun tertulis minimal tiga kali dalam setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I: hasil belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran hanya sebesar 14 orang (30 %) menjawab dengan benar; terjadi peningkatan 20 skor. dan sebagian besar mahasiswa (85 %) menyatakan senang. Pada siklus II: hasil belajar mahasiswa, terdapat 19 mahasiswa yang telah berhasil menjawab soal dengan benar lebih dari 75 %; terjadi peningkatan skor sebanyak 45  dan sebagian besar mahasiswa  (88 %) menyatakan senang dengan model pembelajaran ini
KAJIAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA WANITA Wiwik Sri Utami,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 11 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengetahuan dan sikap remaja wanita terhadap kesehatan reproduksi, serta untuk mengkaji cara berpacaran remaja wanita. Penelitian i ni dilakukan di Kecamatan Tegalsari yang mewakili daerah urban dan Kecamatan Tandes yang mewakili daerah sub urban. Responden dalam penelitian ini adalah remaja wanita usia 15-24 tahun yang berjumlah 200 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji statistic chi-square dan uji fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang kesehatan reproduksi tergolong rendah atau  kurang.Secara geografis, pengetahuan kesehatan reproduksi responden yang ada di daerah sub urban lebih baik bila dibandingkan dengan pengetahuan responden yang ada di daerah  urban. Sikap responden tentang kesehatan reproduksi di kedua daerah tidak berbeda dengan tingkat kemaknaan masing-masing p = 0,142 dan p = 0,549 (lebih besar dari nilai 10%). Dengan demikian sikap responden tentang kesehatan reproduksi tidak tergantung pada pengetahuannya. Sebagian besar responden (80%)  telah berpacaran sejak berumur 12 tahun. Sebagian kecil responden telah melakukan hubungan sex selama masa berpacaran. Tempat yang sering digunakan responden untuk berpacaran antara lain hotel, cafe, mall dan tempat hiburan/rekreasi
HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN POLA PENDIDIKAN ANAK DI KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA Rindawati,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 11 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini mengkaji hubungan tingkat sosial ekonomi orang tua dan pola pendidikan terhadap anak di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Dilakukannya penelitian di daerah tersebut karena daerah itu telah banyak mengalami perubahan akibat industrilisasi. Tujuan penelitian yang ingin di capai adalah untuk menganalisis hubungan tingkat sosial ekonomi orang tua dengan pola pendidikan terhadap anak.Teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori stratifikasi sosial dari Lensky dan teori struktural fungsional dari Talcot Parsons. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara yang dilakukan terhadap 142 responden yaitu keluarga yang mempunyai anak usia 13 – 18 tahun. Penentuan sampel responden dilakukan dengan anak dari 9.027 populasi sedang analisis data menggunakan statistik rumus korelasi Spearman.Temuan data hasil analisis korelasi Spearman menyebutkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan pola pendidikan orang tua terhadap anak yaitu sebesar 0,40189 dan p (rho) = 0,0001. Dengan demikian pola pendidikan demokrasi telah banyak dilakukan oleh orang tua teruatama dari golongan ekonomi sedang dan tinggi
BENTUK LAHAN SEBAGAI KOMPONEN EKOHIDROLIK Nugroho Hari Purnomo,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 11 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Konsep ekohidrolik mulai disadari peranannya setelah terjadinya degradasi sungai sebagai akibat dari program pembangunan sungai yang didasari pemahaman hidraulik murni, sementara ekohidrolik berdasarkan pada pemahaman kombinasi ekologi dan hidrolik. Kajian deskriptif dengan metode studi literatur berdasarkan pendekatan analisis terapan bentuk lahan ini bertujuan untuk membahas kedudukan bentuk lahan dalam kajian ekohidrolik. Bentuk lahan merupakan unsur kenampakan bentang lahan dengan komposisi material yang merupakan hasil dari suatu genetik dan proses yang bekerja di atas struktur geologi dan litologi serta topografi tertentu. Secara geografis bentuk lahan merupakan tempat keberadaan material dan tempat proses berlangsung. Untuk pengelolaan sungai, secara umum bentuk lahan asal proses fluvial dan bentuk lahan asal proses marin memiliki peran penting, meskipun bentuk lahan lainnya di beberapa wilayah juga berperan. Ekohidrolik merupakan konsep pengelolaan sungai yang berpangkal dari paradigma sungai sebagai sistem alamiah yang kompleks dan teratur. Bentuk lahan sebagai bagian dari sistem alamiah yang merekam genetik, proses, dan material perkembangan bentang lahan. Dengan demikian konsep ekohidrolik harus mempertimbangkan bentuk lahan dalam kajian dan terapannya.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5