cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Otopro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2010)" : 6 Documents clear
Pengaruh Shot Peening Terhadap Kekuatan Tarik Pada Paduan Al 2024-T3 Sri Hartati,
Otopro Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh shot peening terhadap kekuatan tarik pada paduan Al 2024-T3. Awal kerusakan material atau komponen mesin selalu dimulai dari permukaannya, untuk itu penelitian perlakuan permukaan masih sangat dibutuhkan. Shot peening merupakan perlakuan permukaan yang sangat efektif untuk membentuk tegangan sisa tekan pada permukaan material. Dalam penelitian ini digunakan material aluminium 2024-T3 yang diberi perlakuan shot peening dengan berbagai variasi intensitas penembakan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh shot peening terhadap peningkatan kekuatan tarik pada material Al 2024-T3 berkisar antara 1,5 - 2 % yang berarti tidak signifikan. Peningkatan kekerasan akibat shot peening terjadi hingga kedalaman 600 μm dengan kekerasan lapisan maksimum 163 Hv pada kedalaman 100 μm. Semakin tinggi intensitas shot peening mengakibatkan kekasaran permukaan semakin besar. A research on the effect of shot peening on the tensile strength of Al 2024-T3 alloy. Early defects in materials or components of the machine always starts from the surface, to surface treatment while research is still urgently needed. Shot peening is a very effective treatment that surface to form the surface compressive residual stress of materials. This research used 2024-T3 aluminum material treated with a variety of shot peening intensity of the shooting. The results of this research indicate that the effect of shot peening to increase tensile strength in Al 2024-T3 material ranges from 1.5 - 2%, which means not significant. Increased violence due to shot peening occurs to depths of 600 μm with a maximum hardness of 163 Hv at a depth of 100 μm. The higher the shot peening intensity resulted in greater surface roughness.
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan Tingkat Resiko Sumber Bahaya Kecelakaan Arief Subekti,
Otopro Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini disajikan analisa penerapan SMK3 dan tingkat resiko sumber bahaya kecelakaan di PT Lotus Indah Textile Industri. Penilaian penerapan SMK3 berdasarkan Permenaker No.5/Men/1996 yaitu terdapat 12 kriteria audit SMK3 yaitu pembangunan dan pemeliharaan komitmen, strategi pendokumentasian, peninjauan ulang disain dan kontrak, pengendalian dokumen, pembelian, keamanan kerja, standar pemantauan, pelaporan dan perbaikan kekurangan, pengelolaan material dan pemindahannya, pengumpulan dan penggunaan data, pemeriksaan sistem manajemen, pengembangan keterampilan dan kemampuan. Sedangkan penilaian resiko sumber bahaya dibagi dalam 4 tingkat yaitu resiko ekstrim, resiko tinggi, resiko sedang dan resiko rendah. Hasil analisis perhitungan tingkat sumber bahaya diperoleh hasil jumlah sumber bahaya di PT Lotus Indah Textile Industri adalah 19 sumber bahaya, dengan level bahaya rendah 57,89%, level bahaya sedang 36,84%, level bahaya tinggi 5,26%, dan level bahaya ekstrim 0%. Kriteria implementasi terdiri dari 12 kriteria sesuai permenaker. Hasil identifikasi pencapaian implementasi SMK3 adalah level implementasi 0% - 59% adalah 16,67% (dua criteria), level implementasi 60% - 84% adalah 58,33% (7 kriteria), level implementasi 85% - 100% adalah 25% (3 kriteria). Rerata pencapaian implementasi SMK 3 adalah 70,74%. In this reserch is presented by analysis applying of SMK3 and risk level of source of accident danger in  PT Lotus of Industrial Textile. Assessment of applying of SMK3 pursuant to Permenaker No.5/Men/1996 that are 12 criterion make an audit of SMK3 that is development and conservancy of comitment, documentation strategy, review designed and contract, operation of document, purchasing, safety work, monitoring standard, reporting and repair of insuffiency, management of material handling, gathering and usage of data, inspection of management system, skilled development and ability. While assessment of risk of source of danger divided into 4 level:  that is risk of extrim, high risk, medium risk and low risk. Result of analysis calculation of level of source of danger obtained by result of amount of the source of danger in PT Lotus of Industrial Textile is 19 source of danger, with low danger level 57,89% danger level medium, 36,8% high danger level, 5,26%, and extreme danger level 0%. Implementation criterion consist of 12 criterion according to permenaker. Result identify attainment of implementation of SMK3  implementation level 0-59% is 16,67% (two criteria), implementation level 60-84% is 58,33% (7 criterion), imple-mentation level 85-100% is 25% (3 criterion). Average attainment of implementation of SMK3 is 70,74%.
Penggunaan Catalytic Converter dengan Filter Butiran Zeolite dalam Upaya Penurunan Kadar Gas Buang CO dan HO pada Motor 4 Langkah Widiyanti,
Otopro Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang otomotif dan perindustrian yang memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya berdampak negatif dengan peningkatan polusi udara yang dipicu oleh gas buang CO dan HC dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Uji coba catalytic converter dengan filter butiran zeolite diharapkan dapat mengurangi kadar emisi gas buang yaitu CO dan HC. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksi antara penggunaan catalytic converter standart, catalytic converter dengan filter butiran zeolite dan kenaikan RPM dari 1500, 2000, 2500, 3000, dan 3500 terhadap kadar gas buang CO dan HC. Uji coba dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang. Objek penelitian menggunakan mesin bensin Datsun 4 langkah berpendingin air dengan perbandingan kompresi 9:1. Analisis data menggunakan Anova dua jalan dengan taraf signifikansi 0,01 menggunakan fasilitas software SPSS 14 for windows Evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa catalytic converter dengan filter butiran zeolite berpengaruh terhadap kandungan gas buang bensin. Pada saat menggunakan catalytic converter dengan filter butiran zeolite, kadar emisi CO (0.80 % vol pada 3500 rpm) dan HC (83 ppm vol pada 3500 rpm) lebih rendah jika dibandingkan dengan menggunakan catalytic converter standart, kadar emisi CO (0.222 % vol pada 3500 rpm) dan HC (98 ppm vol pada 3500 rpm) dan kadar emisi CO2 dan O2 hanya sebagai indikator terjadinya pembakaran sempurna. Simpulan penelitian ini bahwa jenis catalytic converter, variasi putaran mesin dan interaksi antara jenis catalytic converter dan putaran mesin mempengaruhi kadar emisi CO dan HC. Technological growth area of automotive and industry giving amenity to human being in its life accomplishment affect the negativity with the make-up of air pollution triggered by gas throw away the CO and HC can generate assorted of disease like trouble of respiration and skin cancer. Affect the differ from air pollution that is as cause of functioning ozone coat attenuating as filter radiation sunshine. Test-Drive the catalytic converter by filter item zeolite expected can lessen the rate of gas emission throw away that is CO and HC. The purpose of this research is to describe of interaction between using of catalytic converter standart, catalytic converter by filter is item of zeolite and increase RPM from 1500, 2000, 2500, 3000, and 3500 to gas rate throw away the CO and HC. Test-Drive conducted in Motor Laboratory Burn The Brawijaya University of Malang. Research object use the gasoline engine Datsun 4 air-conditioned step irrigate with the comparison of compresion 9:1. Analysis the data use the Anova two way with the level signifikansi 0,01 using facility of software SPSS 14 for windows evaluation. Result of this research indicate that the catalytic converter by filter item zeolite have an effect on to gas content throw away the gasoline. At the time of using catalytic converter by filter item zeolite, rate of emission CO (0.80 % volume at 3500 rpm) and HC (83 ppm volume at 3500 rpm) lower in comparison with use the catalytic converter standart, rate of emission CO (0.222 % volume at 3500 rpm) and HC (98 ppm volume at 3500 rpm) and rate of emission of CO2 and O2 only as indicator the happening of perfect combustion. Conclude this research that type of catalytic converter, variation of rotation of machine and interaction between type of catalytic converter and rotation influence the rate of emission of CO and HC
Optimasi Umur Pahat HSS untuk Proses Pemesinan Baja Melalui Manipulasi Besaran Sudut Bebas dan Sudut Geram Ortogonal Dewanto,
Otopro Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar sudut pahat geram orthogonal dan sudut pahat bebas orthogonal yang paling optimal untuk pemesinan baja ST 42, ST 60 dan ST 70 agar dapat diperoleh umur pahat yang maksimal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan percobaan pemakaian sudut pahat yang berubah-ubah yaitu dengan sudut bebas orthogonal 40, 90, 140 dan geram orthogonal 60, 180, 300 tetapi dengan menggunakan pemakanan dan pengerjaan yang sama. Dari pengujian ini, setiap perubahan keausan pada pahat diukur dan dianalisa dengan regresi linier dan dibuat grafik untuk menampilkan harga sudut orthogonal yang optimal dari pahat untuk pengerjaan masing- masing baja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar dapat mencapai umur pahat yang maksimal maka pahatnya dapat diatur sebagai berikut: 1) untuk baja ST 42 sudut geram orthogonal yang optimal adalah 19,100 dengan T optimal 224,67 menit, dan sudut bebas orthogonalnya 9,830 dengan T optimal 225,70 menit; 2) Untuk baja ST 60 sudut geram orthogonal yang optimal adalah 17,920 dengan T optimal 212,80 menit, dan sudut bebas orthogonalnya 9,090 dengan T optimal 212,80 menit; 3) dan untuk baja ST 70 sudut geram orthogonal yang optimal adalah 17,010 dengan T optimal 191,24 menit dan sudut bebas orthogonalnya 8,520 dengan T optimal 191,69 menit. Untuk mendapatkan umur pahat yang maksimal maka proses pemesinan baja ST 42, ST 60 dan ST 70 disarankan berpedoman hasil penelitian ini. The purpose of this research is to find great angles and angle chisel growled free orthogonal to the most optimum for machining steel ST 42, ST 60 and ST 70 in order to obtain the maximum tool life. The method used is the experimental method with the experimental use of a chisel point which varies with the angle that is orthogonal Smoking: 40, 90, 140 and growled orthogonal 60, 180, 300 but using the same feed and workmanship. From this test every change of wear of the cutting tool is measured and analyzed with linear regression and created graphs to show the optimal price of the orthogonal corner chisel for the workmanship of each steel. The results showed that in order to achieve maximum tool life then chisel can be configured as follows: 1) for steel ST 42 orthogonal optimal angle is furious with T optimal 19.100 and 224.67 minutes, and free angle orthogonal 225.70 and 9.830 with an optimal T minutes; 2) For ST 60 steel orthogonal optimal angle is furious with T optimal 17.920 and 212.80 minutes, and corners free orthogonal 9.090 with optimal T 212.80 minutes; 3) and for steel ST 70 growled orthogonal optimal angle is 17.010 with the optimal T and angle 191.24 free minutes with T optimal orthogonal 8.520 and 191.69 minutes. To get the maximum tool life in the process of machining steel ST 42, ST 60 and ST 70 recommended guided by the results of this research.
Analisa Kapasitas Produksi dalam Mengantisipasi Kenaikan Jumlah Permintaan di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Tuban Umar Wiwi, ; Wahyu Dwi K,
Otopro Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meramalkan permintaan semen dan membandingkan apakah kapasitas yang tersedia di perusahaan bisa memenuhi kapasitas yang diperlukan di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Tuban, berapa tambahan kapasitas yang diperlukan dan berapa tambahan mesin untuk mengantisipasi permintaan. Metode penelitian yang digunakan adalah  diskriptif kuantitatif.Variabel penelitiannya adalah peramalan permintaan semen, kapasitas tersedia dan kapasitas yang diperlukan.Pengambilan data menggunakan metode observasi dan studi pustaka. Hasil yang dicapai: peramalan permintaan semen tahun 2006-2010 sebesar 6.530.641 ton, 6.873.941 ton, 7.235.288 ton, 7.615.629 ton, dan 7.986.280 ton, tambahan kapasityas yang diperlukan  pada tahun 2010, Mesin Limestone Crusher,  sebesar 47,77 jam, Mesin Clay Crusher 1.671,43 jam, Mesin Raw mill 2.315,38 jam; jumlah mesin yang harus ditambah : Limestone Crusher  1 unit tahun 2009; mesin Clay Crusher 1 unit ditambah tahun 2006 dan 1 unit lagi ditambah tahun 2009, sedangkan mesin  Raw mill  ditambah satu unit tahun 2008. The Objectives of this research are to forecast cement production demand, to make comparison between the available production capacity and the demand capacity at PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Tuban Factory, and to calculate how many additions of production capacity and the number of machine which are needed to anticipate increasing demand. The used methodology in this research is quantitave description method. The variables of research are cement production forecast demand, available capacity and the production capacity which is needed.  Observation method and literature study is used to collect the data.The obtain results are the forecasting of cement production demand at 2006 until 2010 about 6,530,641 ton, 6,873,941 ton, 7,235,288 ton, 7,615,629 ton, and 7,986,280 ton respectively. The additions of production capacity at 2010 are Limestone Crusher machine about 47.77 hours, Clay Crusher machine about 1,671.43 hours, and Raw mill machine about 2.315,38 hours. The additional numbers of machines are one unit of Limestone Crusher at 2009; one unit of Clay Crusher at 2006 and one more unit at 2009,  Raw mill machine is added one unit at 2008.
Perancangan Kolektor Surya Tipe Datar Sebagai Pengering Kerupuk Helmizar,
Otopro Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi radiasi matahari sebagai pengering selama ini dilakukan secara konvensional, yaitu dengan memaparkan bahan yang akan dikeringkan (misalnya ikan, kerupuk, dll) langsung dibawah terik matahari.  Proses pengeringan semacam ini memakan waktu yang relative lama, sebagai contoh pada pengeringan kerupuk setidaknya memakan waktu hingga 2 hari ketika cuaca sedang. Masalah lain yang muncul adalah  produk yang dikeringkan menjadi tidak higienis, dimana lalat kerap hinggap di kerupuk, dan juga kotor karena debu. Dalam perkembangan waktu muncul tuntutan agar supaya proses pengeringan kerupuk menjadi lebih cepat, dan juga kerupuk yang lebih higienis. Bertitik tolak dari tuntutan tersebut, maka pada penelitian ini dirancanglah alat pengering kerupuk yang memanfaatkan energi matahari berupa kolektor panas tipe plat datar. Alat ini dirancang dengan kapasitas kerupuk sebanyak 5 kg. Hasil dilapangan menunjukkan alat pengering ini mampu mengeringkan kerupuk dan siap digoreng sebanyak 5 kg selama 1,7 jam (6200s). Sebagai pembanding, jika dikeringkan secara konvensional, maka kerupuk sebanyak 5 kg ini menjadi kering dan siap digoreng selama 2 hari (24 jam) The using of Solar energy radiation as dryer was done through conventional way, i.e by flatting the goods (fish, chips, etc) directly under the shine of the sun. This kind of drying process consume much time, as example at drying of the chips need 2 day at sunny weather. Another problem is the product become unhygienic, because of the flies and dust. At present, it is needed drying process faster and hygienic. Based on this demand, the objective of this research is to design chips dryer equipment using solar energy. This equipment is a flat plate heat collector using solar energy. This equipment designed for 5 kg chips. The result show that this dryer equipment can dry 5 kg chips for 1.7 hours (6200s). As comparison by using conventional method its consume 2 days (24 hours).

Page 1 of 1 | Total Record : 6