cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI OLEH AKSEPTOR DI RUMAH SAKIT MANADO MEDICAL CENTER PERIODE JULI-DESEMBER 2018 Sinyal, Melisa P.; Rompas, Sefti; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22881

Abstract

Abstract : Contraception is an action that helps an individual or a married couple to get acertain objective, avoid unwanted births, get the desired birth, set the interval betweenpregnancies, control the time of birth and determine the number of children in the family. Thepurpose of this study was to determine the description of contraceptive use by acceptors atManado Medical Center Hospital in the period July-December 2018. Samples in this studywere 58 respondents. This research design is a type of descriptive study with a retrospectiveresearch design. The results of the using contraception according to age, the most are age 26-30 years and >30 years, then age 19-25 years. According to the level of education, there aremore educated high school and S1 than junior high school. Whereas according to work, thereare more people who work as entrepreneurs compared to civil servants/private sector,employees and IRTs. The most widely used contraception is injection contraception.Conclusion of this research is that injection contraception is the most widely usedcontraceptive device at Manado Medical Center Hospital in the period July-December 2018.Keywords : Contraception, Acceptors, Age, Knowledge, Job.Abstrak : Kontrasepsi adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istriuntuk mendapatkan objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval di antara kehamilan,mengontrol waktu saat kelahiran dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan alat kontrasepsi oleh akseptor di RumahSakit Manado Medical Center periode Juli-Desember 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah58 responden. Desain Penelitian ini adalah Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitianretrospektif. Hasil Penelitian penggunaan alat kontrasepsi menurut umur, yang paling banyakadalah umur 26-30 tahun dan >30 tahun, kemudian umur 19-25 tahun. Menurut tingkatpendidikan yaitu lebih banyak yang berpendidikan SLTA dan S1 dibandingkan SLTP.Sedangkan menurut pekerjaan, adalah lebih banyak yang bekerja sebagai wiraswastadibandingkan PNS/swasta, karyawan dan IRT. Kontrasepsi yang paling banyak digunakanyaitu kontrasepsi suntik. Kesimpulan bahwa alat kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsiyang paling banyak digunakan di Rumah Sakit Manado Medical Center periode Juli-Desember2018.Kata Kunci : Kontrasepsi, Umur, Pendidikan, Pekerjaan.
MEKANISME KOPING PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT PROF. Dr.R.D KANDOU MANADO Wurara, Yemima; Kanine, Esrom; Wowiling, Ferdinan
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2254

Abstract

Abstract: Patients who suffer from chronic kidney disease who are able to cope with the disease implements hemodialysis therapy as a substitute treatment for chronic kidney disease by removing the side-specific toxins or metabolic wastes from the blood circulation of humans, patients with chronic kidney disease who perform hemodialysis therapy would have a different perception or reaction (Koping). mechanism Koping patient is an active process in which the use of resources from the private patients and develop new behaviors that aims to grow the strength of an individual, even an emergency reduce the impact of stress in life, disability incurred Koping mechanism is adaptive and maladaptif . The purpose of this study is to find out how Koping mechanism in Chronic Kidney Disease patients undergoing hemodialysis therapy, this study is a type of descriptive research. Samples were in this study using Aksidental sampling method, namely determination technique based on the sample coincides with the total sample of 59 respondents based on a large sample formula determination. The instrument used in this study were made ​​by researchers Kuisioner and completed by respondents. Research result shows that respondents who use adaptive Koping 27 people (45.8%), whereas the use Koping maladaptif 32 people (54.2%), then it can be concluded that Chronic Kidney Disease patients undergoing hemodialysis therapy more Koping mechanisms maladaptif . Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Coping Mechanisms Abstrak: Penderita yang mengalami Penyakit ginjal kronik  dapat menanggulangi penyakit yang ada dengan dilaksanakannya terapi Hemodialisis sebagai pengobatan pengganti untuk penyakit ginjal kronik dengan  mengeluarkan sisi-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaraan darah manusia, pasien dengan penyakit ginjal kronik yang melaksanakan terapi Hemodialisis tentunya mempunyai berbagai tanggapan atau reaksi (koping).Mekanisme koping pasien merupakan proses yang aktif dimana menggunakan sumber-sumber dari dalam pribadi pasien dan mengembangkan perilaku baru yang bertujuan untuk menumbuhkan kekuatan dalam individu, mengurangi dampak kecemasan bahkan stress dalam kehidupan,upaya mekanisme koping yang dilakukan adalah adaptif dan maladaptif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk  mengetahui bagaimana mekanisme koping pada pasien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Terapi Hemodialisis, Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sempel dalam penelitian ini menggunakan metode Aksidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan dengan jumlah sampel 59 responden berdasarkan rumus penentuan besar sample. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuisioner yang dibuat oleh peneliti dan diisi oleh responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa responden yang menggunakan koping adaptif 27 orang (45,8%), sedangkan yang menggunakan koping maladaptif  32 orang (54,2 %), Maka dapat disimpulkan bahwa  pasien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani terapi hemodialisis lebih banyak menggunakan mekanisme koping maladaptif. Kata Kunci : Penyakit Ginjal Kronik,Hemodialisis, Mekanisme Koping
HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN SEMANGAT KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO Pangemanan, Damajanti; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25165

Abstract

Abstract : Self-Regulation is the ability of a person to organize, direct and control her/him self, generate thoughts, feelings, actions, planed and adjust her/him self to the environment, in order to be persistently on the goal which is intended to reach and to be based on the desired standard. Morale is the spiritual condition or work attitude individuals pose a pleasure to hard work and consistent in achieving goals in the set. The purpose of this study to exemine the realtion self-regulation and morale of nurse at psychiatric hospital Prof. DR. V. L. Ratumbuysang Manado Sampling research involved fiftinine nurse. The Method descriptive analytic with Cross-Sectional. The Result by Chi-Square there is a relationship between Self-Regulation and Morale of Nurse gained p=0,000 where the value α=0,05. Conclusion result showed the relationship self-regulation with morale of nurse at psychiatric hospital Prof. DR. V. L. Ratumbuysang Manado. Suggestion can be used as a reference for nurser to better regulated themselves so as motivation to work better in a comperehensive nursing careKeywords :self-regulation, morale of nurse.Abstract : Regulasi diri kemampuan seseorang untuk mengatur, mengarahkan, mengontrol diri, menghasilkan pikiran, perasaan, tindakan, merencanakan dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, agar tetap pada tujuan yang ingin dicapai dan sesuai dengan standar yang dikehendaki. Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau sikap individu yang menimbulkan kesenangan untuk bekerja keras dan konsekuen dalam mencpai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk menguji hubungan regulasi diri dengan semangat kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. V. L. Ratumbuysang Manado. Sampel penelitian adalah 59 perawat. Hasil Penelitian berdasarkan uji statistik chi-square terdapat hubungan antara regulasi diri dengan semangat kerja perawat di peroleh nilai p= 0,000 dimana nilai α= 0.05 Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan regulasi diri dengan semangat kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. V. L. Ratumbuysang Manado. Saran dapat dijadikan acuan bagi perawat agar lebih baik lagi meregulasi diri sendiri agar semangat dalam bekerja lebih baik dalam pelayanan keperawatan yang komperehensif.Kata Kunci : Regulasi Diri, Semangat Kerja, Perawat
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI SAAT ANTENATAL DAN INTRANATAL DENGAN BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU POST PARTUM DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Awalla, Sriniwandi; Kundre, Rina; Rompas, Sefty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7645

Abstract

Abstrack: During pregnancy a wife needs a pair of support that comes from the husband. Husband to the mother's lack of support will lead to not nurture drope affection between mother and baby or not nurtured bounding attachment to mother and baby. The purpose of this study was to determine the relationship of husband support during antenatal and intranatal with bounding attachment on post partum mothers at General Hospital Pancaran Kasih GMIM Manado. The design of this research was descriptive analytic cross sectional design. Samples were taken through out the post partum mothers in pavilium Maria at General Hospital Pancaran Kasih GMIM Manado numbered 34 people with the sampling technique was total sampling. The results of this study was the relationship of support from husband during antenatal with the bounding attachment obtained significant P value = 0.001 mean P value <0.05 and during intranatal with bounding attachment obtained P value = 0,037 mean P value <0,05. So it can be concluded that there is a relationship of husband support during antenatal and intranatal with bounding attachment on post partum mothers at General Hospital Pancaran Kasih GMIM Manado. This research was expected to provide antenatal and intranatal support to the wife in order to create a bounding attachment as early as possible. Keywords: Husband Support, BoundingAttachment Abstrak: Pada masa kehamilan seorang isteri membutuhkan suatu dukungan yang bersumber dari pasangan yaitu suami. Kurangnya dukungan suami ke ibu akan mengakibatkan tidak terbina ikatan tali kasih sayang antara ibu dan bayi atau tidak terbina bounding attachment pada ibu dan bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami saat antenatal dan intranatal dengan bounding attachment pada ibu post partum di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di Pavilium Maria RSU Pancaran Kasih GMIM Manado berjumlah 34 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian hubungan dukungan suami saat antenatal dengan bounding attachment didapatkan P value = 0,001 berarti P value< 0,05 dan hubungan dukungan suami saat intranatal dengan bounding attachment didapatkan P value = 0,037 berarti P value< 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan suami saat antenatal dan intranatal dengan bounding attachment pada ibu post partum di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Penelitian ini diharapkan bagi para suami untuk memberikan dukungan saat antenatal dan intranatal kepada isteri agar tercipta bounding attachment sedini mungkin. Kata Kunci: Dukungan Suami, Bounding Attachment
PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN ASI NON EKSLUSIF DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BAYI DI PUSKESMAS BAHU MANADO Lutur, Jane Kristin; Rottie, Julia; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12870

Abstract

Abstract:Exclusive breast milk is the milk given to babies from birth without be given other foods until the baby is 6 months old .A milk formula can be given to infants 0-6 months , but only given if milk production is not sufficient for the baby . Breast milk is a good protector for babies from a variety of diseases. A milk formula should be given the right dose with the baby's needs because excessive formula can lead to obesity in children. The Objective of this study was to know the differences between exclusive breast milk and non-exclusive breast milk with changes in the baby's weight in puskesmas bahu Manado. This research using by cross sectional Method. Sampling Technique using a total sampling, total sample same with the population is 38 babies. Collecting of data by using observation sheet and Health Card. Data Analysis were using Mann Whitney test with probability of 95% (α=0,05). The Result showed p value 0,000 which means p<0,05. Conclusions there are significant change differences about infant weight given exclusive breast milk with non-exclusive breast milk. Suggestion: more improve service, especially medical workers to recommend exclusive breast milk to breastfeeding mothers. Key words: Exclusive breast milk, Non-exclusive breast milk, Weight changes Abstrak: ASI ekslusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak lahir tanpa diberi makanan lain sampai bayi berusia 6 bulan. Susu formula dapat diberikan pada bayi 0-6 bulan, tetapi diberikan jika produksi ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi.ASI menjadi pelindung yang baik untuk bayi dari berbagai gangguan penyakit. Susu formula diberikan harus disesuaikan takaran dan kebutuhan bayi, karena pemberian susu formula yang berlebihan bisa mengakibatkan obesitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI ekslusif dan ASI non ekslusif dengan perubahan berat badan pada bayi di Puskesmas Bahu Manado.Penelitian ini dilaksanakan dengan metodecross sectional. Teknik Sampling, menggunakan total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi, yaitu sebanyak 38 bayi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan KMS (Kartu Menuju Sehat).Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney pada tingkat kemaknaan 95 (α < 0,05) Hasil Penelitian diperoleh nilai p= 0,000 yang berarti bahwa p < 0,05. Kesimpulan Terdapat perbedaan perubahan berat badan bayi yang diberi ASI ekslusif dengan yang diberi ASI non ekslusif di Puskesmas Bahu Manado.Saran lebih meningkatkan pelayanan khususnya mengenai kebiasaan tenaga kesehatan dalam menganjurkan pemberian ASI ekslusif kepada ibu menyusui. Kata Kunci : ASI ekslusif, ASI non ekslusif, Perubahan Berat Badan
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Kawulusan, Kevin B.; Katuuk, Mario E.; Bataha, Yolanda B.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.24340

Abstract

Abstrack: The non-adherence towards the medication of hypertension has become one of many affections in regard to control the blood pressure. Patient's belief in medication had turned into the determinant of health behaviour and it particularly shows in what extent were the patient's adherence in dealing with the medication. The aim of this research is to know the relationship between self-efficacy and medication adherence at Public Health Center of Ranotana Weru. Research Method : The method that used in this research is cross sectional method with sample collection method using purposive sampling technique. MASES-R as measuring instrument is used to measure the self-efficacy and adherence-questionnaires to measure the medication adherence of hypertension. Sample : 85 respondents were collected as samples. Result : The statistical analysis by using Fisher's exact results p values =0,000 with confidence level 95% level of significance α =0,05 means p=0,000 < p=0,05 for self-efficacy and medication adherence of hypertension. Conclusion : There is a significant relationship between self-efficacy and medication adherence at Public Health Center of Ranotana Weru.Keywords : Hypertension, Self-efficacy, Medication adherence.Abstrak : Ketidakpatuhan terhadap pengobatan anti-hipertensi menjadi salah satu penyebab kurangnya pengendalian tekanan darah. Keyakinan pasien terhadap pengobatan menjadi faktor penentu perilaku kesehatan serta sejauh mana kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Tujuan: mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Metode Penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. alat ukur yang digunakan dalah MASES-R untuk mengukur self-efficacy dan kuesioner kepatuhan untuk mengukur kepatuhan minum obat hipertensi. Sampel yang diproleh sebanyak 85 responden. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan nilai p = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95% derajat kemaknaan α = 0,05 yang berarti p = 0,000 < p = 0,05 untuk self-efficacy dan kepatuhan minum obat hipertensi. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado.Kata kunci : Hipertensi, Self-Efficacy, Kepatuhan Minum Obat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU DENGAN TERJADINYA KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA KRISTEN 1 TOMOHON Tulus, Christine Winnie Kumendong; Kundre, Rina M.; Bataha, Yolanda B.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5206

Abstract

Abstract : Vaginal discharge is one of the clinical disorder that is often complained by all women. For adolescent girls who are just entering puberty with all forms of phenomenon changes in them, if this problem is not treated early will have a negative impact in the future. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge and behaviour with the incidence of vaginal discharge of adolescent girls in eleventh grade of SMA Kristen 1 Tomohon. This study methods using Observasional Analytic with cross sectional approach. The population in this study were all adolescent girls in eleventh grade of SMA Kristen 1 Tomohon with sample of 64 people by using Purposive Sampling technique. The instrument used was questionnaires. The results of this study using Chi-Square test for knowledge with the incidence of vaginal discharge obtained value (p=1,000 > α 0,05) and behaviour with the incidence of vaginal discharge obtained value (p=0,016 < α 0,05). The conclusion is there is no correlation between knowledge wtih the incidence of vaginal discharge and there is a correlation between bahaviour with the incidence of vaginal discharge. Advicefor adolescent girlstobe more notice ofgoodpersonal hygienetopreventthe occurrence ofvaginal discharge. Keywords : Knowledge, Behaviour, Vaginal Discharge. Abstrak : Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Bagi remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk fenomena perubahan pada diri mereka, bila masalah ini tidak ditangani sejak dini akan berdampak negatif dikemudian hari. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku dengan terjadinya keputihan pada remaja putri kelas XI di SMA Kristen 1 Tomohon. Metode Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analytic dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMA Kristen 1 Tomohon dengan sampel sebanyak 64 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil Penelitian dengan menggunakan uji statistik Chi-Square untuk pengetahuan dengan terjadinya keputihan diperoleh nilai (p=1,000 > α 0,05) dan untuk perilaku dengan terjadinya keputihan nilai yang diperoleh (p=0,016 < α 0,05). Kesimpulan ialah tidak ada hubungan pengetahuan remaja putri dengan terjadinya keputihan dan ada hubungan perilaku remaja putri dengan terjadinya keputihan. Saran bagi remaja putri agar lebih memperhatikan personal hygiene yang baik untuk mencegah terjadinya keputihan. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Keputihan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP C1 RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Manuho, Elisabeth; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8136

Abstract

Abstrak : Beban kerja perawat adalah kemampuan tubuh seorang perawat dalam menerima tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Kinerja adalah prestasi yang dicapai dari kemampuan kerja yang dilakukan. Beban kerja merupakan unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasian dan produktifitas kerja yang tinggi. Apabila beban kerja yang harus ditanggung oleh perawat melebihi dari kapasitasnya, akan berdampak buruk bagi produktifitas kerja. Kinerja perawat yang sesuai dengan standar asuhan keperawatan akan menjamin tingginya mutu pelayanan keperawatan kepada pasien.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap C1 RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain Penelitian menggunakan survei analitik cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan total sampling yaitu 16 responden. Teknik analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ = 0,035 yang menunjukan bahwa nilai ρ lebih kecil dari nilai α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Rekomendasi tetap mempertahankan kinerja yang baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas bagi pasien.Kata Kunci : Beban Kerja, Kinerja Perawat
HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DENGAN TINGKAT KEPUASAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMUUT KECAMATAN PAAL II KOTA MANADO Saraisang, Cindy M.; Kumaat, Lucky T.; Katuuk, Mario E.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.18770

Abstract

Abstract : Integrated posyandu service of elderly is integrated service postal of the public for old age in a specific area which has been agreed, driven by a society where they can get health care. Our satisfaction of the patientis such a level of patient feelings that arise as a result of the performanceof the health care acquired after patient comparing it to what is satisfactory. Satisfaction of the elderly is one sign of the success of the implementation of the programs of integrated service post elderly. The aim of this research is to know the relationship of integrated service postal with the level of satisfaction of the elderly in region of Ranomuut public health center Paal II districts Manado city. Research of design uses descriptive correlation research and cross sectional design. Sample as many as 59 respondents taken using purposive sampling technique. The result collected from respondents using a questionnaire sheet integrated service postal and the level of satisfaction of the elderly. Then presented in the table 2x2 with the help of the computer program using Chi Square test 95% significance level α = 0,003. Research Results showed the existence of the relationship of integrated service postal with the level of satisfaction of the elderly in region of Ranomuut public health center Paal II districts Manado city. Keyword : Integrated service postal of elderly, level of satisfaction of the elderly. Abstrak : Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Kepuasan lansia adalah salah satu tanda keberhasilan terlaksananya program-grogram pelayanan posyandu lansia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan posyandu lansia dengan tingkat kepuasan lansi di wilayah kerja Puskesmas Ranomuut Kecamatan Paal II Kota Manado. Desain Penelitian yaitu menggunakan penelitian deskriptif kolerasi dengan rancangan Cross Sectional. Sampel sebanyak 59 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar kuesioner pelayanan posyandu dan tingkat kepuasan lansia. Kemudian disajikan dalam table 2x2 dengan bantuan program computer menggunakan uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% α = 0,003. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara pelayanan posyandu lansia dengan tingkat kepuasan lansia di wilayah kerja Puskesmas Ranomuut Kecamatan Paal II Kota Manado. Kata Kunci: Pelayanan posyandu lansia, tingkat kepuasan lansia.
GAMBARAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA WANITA OBES DAN NON OBES DI KELURAHAN LIRUNG LINGKUNGAN III DI KECAMATAN LIRUNG KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Bakari, Dian Rutwina; Suba, Baithesda; Wongkar, Djon
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2177

Abstract

Abstract: Background. Glucose is simple glucose as the main source of energy for human being’s life.  Glucose is produced in body by three different elements, which are protein, fat, and carbohydrate; however, most of the glucose amount is produced by carbohydrate.  Carbohydrate that is contained in food becomes the main reason for the level of glucose content to increase. Obesity, which is the increasing level of fat inside the body, causes the tendency of insulin’s action on  target tissue that creates the enhancement of glucose level inside the blood. Destination. This research aims to perceive the level of glucose in blood of obese woman and non obese woman in Lirung Villange Zone III, Lirung District, in the regency of Talaud. Objective. This is descriptive research to describe content of glucose level inside the blood on obese women and non-obese women that are on fasting in Lirung Village zone III, Lirung district, in the regency of Talaud.  There are a number of sample used for this research; this consists of 21 obese people and 18 non-obese people. Result. In this reseach, the classification of glucose level of 21 obese woman as respondents (53,85%) is at value of 70-115 mg/dL, while in blood of non obese woman responded by 5 woman (12,82%) is at the glucose level of less than 70 mg/dL, and there other 13 non obese respondents (33,33%) that have glucose level of 70-115 mg/dL. Conclusion. According to the result of this research, it can be concluded that glucose level in blood of obese women and non obese women in Lirung Village Zone III, Lirung District, in regency of Talaud, is at the average normal level of 70-115 mg/dL. KeyWord: Content of glucose in blood when fasting. Abstrak: Latar Belakang. Gula darah adalah gula sederhana sebagai sumber utama energi untuk kehidupan. Tubuh membuat gula dari ketiga elemen makanan, yaitu protein lemak dan karbohidrat, tetapi jumlah terbesar didapat dari karbohidrat. Karbohidrat yang ada dalam makanan menjadi alasan utama kadar gula darah naik. Obesitas yang berupa peningkatan lemak tubuh ini menimbulkan kecenderungan penurunan aksi insulin pada jaringan sasaran yang menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah puasa pada wanita obes dan non obes di kelurahan Lirung lingkungan III Kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan kadar gula darah puasa pada wanita obes dan non obes di kelurahan Lirung lingkungan III Kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 39 orang yang terdiri dari 21 orang obes dan 18 orang non obes. Hasil. Dalam penelitian ini klasifikasi Gula darah puasa pada wanita obes sebanyak 21 responden (53,85%) dengan nilai gula darah puasa 70-115 mg/dl sedangkan pada wanita non obes sebanyak 5 responden (12,82%) dengan nilai gula darah puasa < 70 mg/dl dan sebanyak 13 responden (33,33%) dengan nilai gula darah puasa 70-115 mg/dl pada wanita non obes. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar gula darah puasa pada wanita obes dan non obes di Kelurahan Lirung Lingkungan III Kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud berada pada rentang normal 70-115 mg/dL. Kata kunci. Kadar gula darah puasa, obesitas