cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017" : 10 Documents clear
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2 : 1 DI SUBAK PENYARINGAN, KECAMATAN MENDOYO, KABUPATEN JEMBRANA I Gede Bagus Dera Setiawan; Ni Wayan Sri Astiti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.591 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p01

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan petani terhadap motivasi petani, motivasi dan kesempatan petani untuk melakukan industrialisasi terhadap adopsi inovasi dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1 di Kecamatan Subak Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 50 anggota petani Subak Penyaringan dengan purposive diambil sesuai dengan yang sudah diketahui namun tidak menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (Sem PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani berpengaruh positif dan berpengaruh nyata terhadap motivasi petani. Motivasi petani berpengaruh positif dan sangat berpengaruh terhadap tingkat adopsi inovasi dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1. Pengaruh pengaruh industialis secara positif dan berpengaruh sangat signifikan terhadap adopsi tingkat inovasi dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1. Saran yang bisa penulis berikan adalah pemerintah daerah dan jalurnya harus memberi alat tanam untuk sistem tanam Legowo baris, subsidi frtilizer, dan benih bersertifikat secara merata kepada semua Subak di Kabupaten Jembrana, memberikan lebih banyak bimbingan teknis dan praktik (demonstrasi) dan selalu mentoring saat musim tanam sudah dimulai. Kata kunci: Motivasi petani, pengetahuan petani, kesempatan untuk industrialis, dan tingkat adopsi inovasi menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2: 1
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SRI A Faroby Falatehan; Jamal Othman
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.582 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p09

Abstract

Sistem Intensifikasi Padi (SRI) menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan sistem konvensional, penerapan SRI di kalangan petani di Indonesia masih sangat rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi SRI. Penelitian ini mensurvei sekitar 360 petani padi di daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat,yaitu Subang dan Karawang. Responden dikelompokkan menjadi petani SRI dan nonSRI.Hasil studi menemukan bahwa analisis fungsi produksi menunjukkan bahwa variabel dummySRI memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi bagi petani SRI, namun semua faktor produksi SRI tidak signifikan. Baik SRI maupun non SRI menunjukkan penurunan hasil pada skala teknologi produksi. Ini menyiratkan bahwa kedua sistem menunjukkan penurunan biaya rata-rata dalam jangka panjang.Temuan dari penelitian ini digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengembangan pertanian SRI di Indonesia.
NILAI EKONOMI TOTAL PERKEBUNAN KELAPA DI DESA SELUMBUNG, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM Ni Luh Made Indah Murdyani Dewi; I Wayan Budiasa; I Nyoman Gede Ustriyana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.377 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p05

Abstract

Total Economic Value (TEV) perkebunan kelapa adalah total yang diperoleh dari nilai penggunaan langsung, nilai penggunaan tidak langsung, nilai penggunaan opsi, dan nilai penggunaan eksistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pohon kelapa potensial yang digunakan sebagai kayu balok dan menghitung total nilai ekonomi keberadaan perkebunan kelapa di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Metode deskriptif kuantitatif berdasarkan TEV digunakan dalam penelitian ini. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan metode survei sampai 30 sampel petani untuk mendapatkan data nilai pakai langsung, nilai pakai opsi dan nilai pakai eksistensi. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka untuk mendapatkan nilai penggunaan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai potensial kayu kelapa adalah Rp 470.435.250,00 per tahun dari total luas 330,13 ha berdasarkan asumsi siklus pohon tebang untuk pohon kelapa berumur 100 tahun. Selanjutnya, TEV perkebunan kelapa adalah IDR 11.975.383.877,76 yang terdiri dari nilai pakai langsung IDR 5,140,940,181.36 (42,93%), nilai manfaat tidak langsung IDR 3,458,111,750,00 (28,88%), nilai opsi penggunaan IDR 3,136,108,890.34 (26,19%) dan penggunaan sebesar Rp 240,223,056,06 (2,00%). nilai. TEV sekitar 25,5 kali lebih besar dari nilai potensi penebangan kayu. Dengan demikian, perkebunan kelapa lebih baik disimpan dan dikelola dengan pemupukan untuk mendapatkan hasil yang optimal.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN GENDER RUMAH TANGGA PETANI PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH SISTEM SUBAK DI PERKOTAAN Wayan - Sudarta
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.687 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pengambilan keputusan gender (suami-istri) pada beragam kegiatan budidaya tanaman padi sawah yang berbasis sistem subak di perkotaan. Penelitian mengambil lokasi penelitan di Subak Anggabaya, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar sebagai suatu studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kegiatan sistem subak tipe pengambilan keputusan bersama istri dominan, umum berlaku pada bidang pengambilan keputusan kegiatan ritual secara kolektif. Tipe pengambilan keputusan suami sendiri tanpa berunding dengan istri, umum terjadi pada empat bidang dari lima bidang pengambilan keputusan. Kemudian pada kegiatan rumah tangga petani, sebagian besar dari bidang pengambilan keputusan (77%) umum terjadi tipe pengambilan keputusan suami sendiri, tanpa berunding dengan istri.
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PENGURUSAN SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN AGRIBISNIS MELALUI BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU PINTU DAN PENANAMAN MODAL KOTA DENPASAR NI PUTU VIVI FEBRYANA; Ketut Budi Susrusa; I Made Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.865 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p04

Abstract

Fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat. Meningkatnya kepuasan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Layanan lisensi usaha perdagangan untuk kegiatan investasi pertanian (agribisnis) merupakan salah satu layanan perizinan yang diberikan oleh Badan Pertanahan dan Penanaman Modal (BPPTSP dan PM) di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kepuasan Publik dalam pengelolaan izin Agribisnis di BPPTSP dan PM Kota Denpasar. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan program Smart PLS Version 3 yang mengukur kepuasan masyarakat dalam mengelola izin agribisnis berdasarkan tiga variabel yaitu; standar pelayanan, kinerja birokrasi, dan kualitas pelayanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut sangat berpengaruh positif terhadap kepuasan masyarakat dalam mengelola izin usaha Agribisnis di BPPTSP dan PM Denpasar. Peningkatan standar pelayanan, kinerja birokrasi dan kualitas layanan dalam pengelolaan izin usaha perdagangan di BPPTSP dan PM Kota Denpasar akan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pengaturan izin usaha, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk mengelola legalitas usaha mereka. mandiri. Peningkatan pengelolaan izin usaha perdagangan, khususnya di bidang Agribisnis akan mengurangi jumlah perusahaan ilegal di Kota Denpasar, sehingga perusahaan Agribisnis di Kota Denpasar dapat beroperasi di pasar secara legal dan aman, dan masyarakat dapat membeli produk agribisnis dengan aman tanpa rasa takut. dari konten berbahaya pada produk.
PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PTT DAN PRODUKTIVITAS PADI DI KABUPATEN BULELENG Putu Sugiarta -; I GAA Ambarawati; I Gede Setiawan Adi Putra
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.327 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p06

Abstract

Pengelolaan Tanaman Terpadu (ICM) adalah paket teknologi penanaman padi di lokasi tertentu, yang digunakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas beras. Keberhasilan penerapan teknologi ICM oleh petani tidak lepas dari peran penyuluh. Hal itu dapat dilihat dari perilaku petani (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) terhadap penerapan teknologi ICM yang berpengaruh terhadap produktivitas beras. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kinerja penyuluhan pertanian, (2) mengetahui pengaruh faktor penyuluhan pertanian terhadap kinerjanya, (3) mengetahui pengaruh kinerja penyuluhan pertanian terhadap perilaku petani. dan (4) dampak perilaku petani terhadap produktivitas padi di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan explanatory research design. Total responden 156 orang terdiri dari penyuluhan pertanian dan petani padi dan ditentukan oleh dua teknik, yaitu purposive sampling untuk sampel penyuluhan (39 orang) dan teknik simple random sampling untuk sampel petani (117 orang). Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (SEM-PLS). Studi ini menemukan bahwa (1) kinerja penyuluhan pertanian di Buleleng termasuk dalam kategori baik, (2) faktor penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyuluhan pertanian, (3) kinerja penyuluhan pertanian memiliki tingkat kepentingan positif dan tinggi secara signifikan terhadap perilaku petani dalam penerapan teknologi padi ICM dan (4) perilaku petani berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap produktivitas padi di Buleleng. Saran bagi pemerintah adalah untuk meningkatkan peran penyuluhan pertanian melalui mentoring petani dalam penerapan paket teknologi ICM dengan memilih metode dan teknik serta media yang tepat sesuai target dalam penyebaran teknologi. Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana dan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan penyuluhan. Kata kunci: pengelolaan tanaman terpadu, penyuluhan pertanian, kinerja, produktivitas padi.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI DAN PERSEPSI PETANI DALAM PROGRAM GERAKAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (GP-PTT) PADI DI KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM I PUTU EKA BUDI ANTARA; I GAA Ambarawati; Ketut Suamba
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.188 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p03

Abstract

Kabupaten Karangasem merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang melaksanakan program pengelolaan terpadu padi, yang dikenal dengan nama GP-PTT. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi secara nasional untuk ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani dan untuk mengetahui persepsi petani terhadap program pengelolaan terpadu padi serta hambatan dalam penerapan program. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bebandem, Kabupaten Karangasem, dipilih secara purposif, karena daerah ini memperoleh proporsi tertinggi dari wilayah program untuk melakukan operasi dibandingkan dengan daerah lain. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelitian deskriptif dan pencarian publikasi. Uji t dengan dua sampel independen dilakukan untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani antara petani dengan program GP-PTT dan tanpa program. Persepsi petani terhadap program dianalisis secara deskriptif secara kualitatif melalui penggunaan skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani di bawah program GP-PTT adalah Rp 14.180.962,04 per hektar per musim tanam dengan rasio R / C 2,8. Di sisi lain, pendapatan petani untuk non program adalah Rp 14.095.526,91 dengan R / C 3,23. Hasil uji-t menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua pendapatan tersebut. Persepsi petani terhadap program ini tergolong meragukan dengan skor 3,24. Hambatan teknis yang dihadapi petani adalah minimnya mesin tanam untuk mengikuti sistem legowo yang disarankan. Hambatan ekonomi yang dirasakan oleh petani adalah program ini menyebabkan kenaikan biaya tenaga kerja. Hal ini juga ditemukan pada sistem tanam dimana petani menghadapi kesulitan dalam menerapkan teknologi dugaan sistem legowo sementara petani terbiasa dengan sistem tegel. Untuk menindaklanjuti program GP-PTT, disarankan kepada pemerintah untuk mendukung petani secara terus menerus sampai mereka bersedia dan mampu menerapkan teknologi yang disarankan.
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN BERDASARKAN NILAI PRODUKSI DI KABUPATEN BULELENG Gede Yuda Paramartha; I Putu Gede Sukaatmadja; Ni Wayan Sri Astiti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.954 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p07

Abstract

Sektor terbesar yang berkontribusi terhadap PDB Kabupaten Buleleng adalah pertanian. Dalam rangka pengembangan sektor-sektor ini perlu diketahui komoditas apa saja yang tergolong unggulan. Penelitian ini memiliki tujuan: 1). Menganalisis berbagai komoditas pertanian di Kabupaten Buleleng yang sangat baik, dan 2). Menilai struktur pertumbuhan komoditas pertanian Kabupaten Buleleng. Studi ini dilaksanakan pada bulan April sampai November 2016 Buleleng di Kabupaten, Provinsi Bali. Data yang digunakan adalah data skunder. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient dan Typolegi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan dan struktur komoditas pertanian di Kabupaten Buleleng merupakan komoditas unggulan berdasarkan komoditas tanaman pangan dan tingkat pertumbuhannya adalah jagung. Kacang tanah dan padi tumbuh lambat, namun memiliki kontribusi yang besar. Komoditi tanaman sayuran unggulan di Kabupaten Buleleng pada tahun 2010 sampai 2015 adalah bawang putih dan cabe, karena merupakan komoditas unggulan. Komoditas bawang merah, tomat, kacang-kacangan dan kangkung merupakan komoditas yang tumbuh, meski belum menjadi komoditas unggulan, yang termasuk dalam komoditas potensial adalah kubis, sementara komoditas yang terbelakang adalah sawi dan kacang. Potensi komoditas tanaman bibit kabupaten buleleng 2015 tersebar di delapan kecamatan. Komoditi durian berpotensi dikembangkan di kecamatan Seririt, Busungbiu, Banjar, Sukasada, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula, sedangkan komoditas sawo dapat dikembangkan di semua wilayah Kabupaten Buleleng, karena di setiap kecamatan memiliki produksi sawo. Komoditas jambu biji berpotensi dikembangkan di tujuh kecamatan yaitu Grokgak, Seririt, Busunbiu, Banjar, Sukasada, Buleleng, dan Sawan. Komoditas pepaya bisa dikembangkan di semua wilayah kabupaten buleleng.Tanaman perkebunan secara keseluruhan pada tahun 2010 sampai 2015 menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat, namun hanya dua komoditas yang mengalami pertumbuhan lambat dibandingkan dengan Provinsi Bali yaitu vanili dan robusta kopi. Tingkat pertumbuhan rata-rata tumbuh cepat rata-rata selama tahun 2010 sampai 2015 adalah babi Bali, landrance, penggoda punggung, kambing, dan tangkapan ikan. Untuk ayam petelur dan ayam pedaging tidak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN PERTANIAN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI SUBAK SAIH DI KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG KADEK DWI ANDIKA; Wayan Windia; Ketut Suamba
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.363 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p02

Abstract

Konversi lahan pertanian menjadi salah satu dari banyak polemik yang dihadapi pertanian di Bali. Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan menurunnya output pertanian berimplikasi pada konversi lahan semakin tak terbendung. Menghadapi permasalahan tersebut, penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan pertanian dan hubungannya dengan kesejahteraan petani dilakukan untuk mendapatkan solusi terhadap fenomena tersebut. Rangkaian metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan sampel yang diambil secara proportional random sampling sebanyak 125 responden. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis statistik dilakukan melalui program SemPLS. Temuan yang diperoleh adalah: 1) konversi lahan di Saih Subak secara positif dipengaruhi oleh: faktor pertumbuhan kota, ekonomi, sosial, teknologi, aksesibilitas, risiko dan ketidakpastian dan tanah sebagai asset; 2) konversi lahan pertanian dan hubungannya dengan kesejahteraan petani menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan melalui aksesibilitas, ekonomi, lahan sebagai aset, pertumbuhan perkotaan, teknologi pertanian, risiko dan ketidakpastian, dan sosial dengan kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah dan Subak Saih harus mengendalikan laju konversi lahan yang terjadi. Perluasan dan intensifikasi pertanian perlu dilakukan untuk memperbaiki hasil pertanian, memperkuat peraturan pemerintah, memperbaiki pengelolaan pertanian dan asuransi pertanian sehingga petani dapat meminimalkan kerugian akibat bencana alam. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, teknologi dan pengembangan pengelolaan agribisnis sangat dibutuhkan agar pemanfaatan lahan dapat dikendalikan dan kesejahteraan dapat dicapai melalui kegiatan sektor pertanian. Kata kunci: konversi, kesejahteraan, Subak
RANTAI NILAI PEMASARAN AKAR WANGI INDONESIA V Rostwentivaivi -; I - Tustiyani
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.168 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p08

Abstract

Akar wangi memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat diproses menjadi produk olahan, seperti minyak atsiri dan produk kerajinan. Permintaan dan harga minyak atsiri meningkat sejak tiga tahun terakhir. Harga minyak atsiri tahun 2017 mencapai Rp. 4.000.000,- per kg. Kondisi ini mendorong petani untuk kembali melakukan budidaya akar wangi di lahan mereka. Area produksi akar wangi terbesar Indonesia berada di Kabupaten Garut. Kabupaten ini menyumbang 90 persen produksi akar wangi Indonesia. Terdapat enam kecamatan di Kabupaten Garut yang merupakan sentra produksi akar wangi. Penelitian ini dilaksanakan di empat kecamatan, yaitu Cilawu, Samarang, Bayongbong, dan Leles. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rantai nilai pemasaran akar wangi dan melihat struktur serta perilaku pasar. Metode penelitian menggunakan rantai nilai Porter. Struktur pasar membahas konsentrasi pasar dan hambatan masuk, sedangkan perilaku pasar melihat aktivitas lembaga pemasaran pada tiga fungsi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan struktur pasar akar wangi terkonsentrasi lemah dengan nilai 0,05 dan tidak ada hambatan masuk dengan nilai 5 persen. Lembaga pemasaran akar wangi melakukan fungsi-fungsi pemasaran (pertukaran, fisik, dan fasilitas) dan terdapat enam saluran pemasaran dari petani hingga konsumen. Tidak ada pelatihan dan pengembangan yang didapatkan pelaku usaha, kecuali pada sektor industri kerajinan akar wangi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10