cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Penguatan Aksesibilitas Perempuan Terhadap Modal Ekonomi Di Subak Guama, Tabanan-Bali Ni Wayan Sri Astiti; Dewa Raka Sarjana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.363 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p04

Abstract

Kajian ini membahas tentang partisipasi perempuan dalam pengelolaan modal ekonomi Subak Guama, Kecamatan Marga, Tabanan-Bali. Permasalahan yang ditemui adalah bagaimanakah akses perempuan dalam pengelolaan modal ekonomi (Kridit Usaha Mandiri/KUM) di Subak Guama. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui : akses perempuan terhadap modal Ekonomi KUM di Subak Guama, dan tingkat pendapatan perempuan dalam mengelola modal ekonomi KUM di subak Guama, serta kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Data dikumpulkan melalui proses observasi, studi dokumen, dan wawancara mendalam dan wawancara terstruktur dengan 30 orang petani perempuan yang berpartisipasi dalam pengelolaan KUM di Subak Guama. Analisis data menggunakan analiss deskriptif-intepretatif, kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa akses perempuan terhadap modal ekonomi KUM di subak Guama hanya mencapai 20% dari total peminjan KUM 256 orang. Usaha yang dkembangkan oleh petani perempuan di Subak Guama meliputi usaha dagang sayur mayur, dagang sarana upakara, usahatani padi, tukang jahit, pedagang pakan ternak, pedagang sate babi, produksi jaje begina, produksi aneka kue basah dan gorengan , warung makan dan produksi Betutu Ayam dan jamur tiram dengan rataan pinjaman kredit adalah Rp 6.963.000,-. Sedangkan rataan pendapatan dari usaha yang dikembangkan mencapai Rp 67,745,285.25,- per tahun, dengan total pendapatan rumahtangga sebesar Rp 125,615,276.5 per tahun. Dengan demikian kontribusi perempuan terhadap penadapat rumahtangga mencapai 53,93 %.
The Purchasing Decisions of Organic Vegetables at Outlets in Denpasar City Ni Kadek Ririn Diana; Made Antara; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.389 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p09

Abstract

The agricultural is the sector with the greatest strength in Indonesia. One of the potential agricultural products in Indonesia is vegetables. In our life, vegetables play an important role, such as fulfilling our food needs and improving the nutrition. It is because they are one of the sources of minerals, vitamins, fiber, antioxidants and energy needed by our body. Organic vegetables are horticultural commodities which have advantages of being free from pesticide residues and other dangerous chemicals. Nowadays, it becomes a trend among the community as a form of a healthy lifestyle. This study is aimed at analyzing the marketing mix system and the factors that influence the purchase of organic vegetables at outlets in Denpasar City. The technique of determining the sample in this study was done by accidental sampling, and it obtained 60 respondents. SEM-PLS is used as the technique of analyzing data. The results showed that the marketing mix system at the outlets in Denpasar City had implemented 5 variables, namely product, price, place, promotion and physical evidence, significantly, those 5 variables influenced the decision in purchasing organic vegetables.
A Water Price Analysis of Surface Water for Rice Farmingin Subak Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan District. Pande Made Ari Ananta Paramarta; Widhianthini Widhianthini; AA Wulandira Sawitri Djelantik
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.736 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p05

Abstract

Bengkel Subak is the widest subak in Kediri District, Tabanan Regency. Subak Bengkel has a total area of 329 hectares, which is divided into 19 Tempek, which is some kind of grouping. Bengkel Subak is located on two villages, Bengkel Village and Pangkung Tibah Village. The water acquisition is also agreed based on the water debit in each place. This study aims to determine the price of water used by farmers in Subak Bengkel paddy farming, also to know the influence of production and constraints factors experienced in rice farming. The results calculation with the use of value of marginal product (VMP) approach showed that the price of water for irrigated paddy in Subak Bengkel was Rp 413,593.85 / ha / year, around 206,796.92 / ha / planting season or around Rp 206.79 / m3, where the most influential factor is seedlings with an elasticity coefficient of 0.861 affecting production of 8.61 percent. The most common obstacle experienced by Subak Bengkel farmers is the pest in the form of crabs that damage the rice field dike. In the future, Bengkel Subak will include water discharge as an production input in rice farming for appreciation of water resources.
Organic Rice Marketing Strategy In Gapoktan Simpatik Tasikmalaya Ade Resha Nova Dwiastuty; Agriani Hermita Sadeli; Sri Fatimah; Nur Syamsiyah
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.518 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p01

Abstract

Kebutuhan akan beras organik setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan sebesar 5%. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai memperhatikan pola hidup sehat. Sehingga hal tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha atau kelompok tani untuk mengembangkan bisnis beras organik. Salah satu pelaku usaha atau kelompok tani yang mengembangkan bisnis beras organik yaitu Gapoktan Simpatik. Pangsa pasar beras organik Gapoktan Simpatik mencakup pasar lokal dan internasional. Tetapi semenjak tahun 2014, penjualan beras organik di Gapoktan Simpatik cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya persaingan bisnis beras organik di pasar global. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kembali penjualan beras organik perlu dilakukan perumusan strategi pemasaran. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh Gapoktan Simpatik dalam memecahkan masalah tersebut agar pengembangan bisnis beras organik Gapoktan Simpatik dapat berjalan dengan baik dan optimal. Perumusan strategi pemasaran dalam penelitian ini dilakukan dengan melalui analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan perhitungan matriks IE dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya tingkat persaingan tinggi yang menjadi ancaman bagi Gapoktan Simpatik dalam mengembangkan bisnis beras organik sehingga menyebabkan kurangnya pangsa pasar bagi Gapoktan Simpatik. Alternatif strategi yang harus dilakukan oleh Gapoktan Simpatik yaitu meningkatkan kerjasama dengan berbagai mitra yang terkait. Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Beras Organik, QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks)
Adoption of Computer Information Technology and The Implications for Agriculture In Bali Komang Suarsana; Ni Ketut Karyati
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.54 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p06

Abstract

Secara historis pertanian di Bali telah menjadi bagian dari budaya masyarakat perdesaan yang bersifat tradisional. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK ) pada sektor pertanian di Bali masih langka. Oleh karena itu, penelitian tentang adopsi TIK di sektor pertanian menjadi sebuah kebutuhan mendesak saat ini. Penelitian ini berkontribusi untuk memahami adopsi dan penggunaan TIK, mengidentifikasi kendala yang terkait dengan penggunaan TIK dan mengusulkan rekomendasi dengan implikasi manajerial terhadap peningkatan sistem TIK saat ini di sektor pertanian Bali. Penelitian dilakukan dengan cara membuat kuesioner tentang pengetahuan dan TIK untuk pertanian. Berdasarkan penelitian, terdapat 93,7% dari total responden menggunakan setidaknya salah satu peralatan terkait atau fasilitas TIK untuk usaha pertanian mereka. Sebanyak 74,1% responden yang mengadopsi TIK dapat mengatasi masalah-masalah usahatani. Para petani responden merasakan TIK sebagai faktor penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan pemerintah kepada mereka. Implikasi TIK dalam pengembangan pertanian di Bali dirasakan sangat penting, khususnya pada kegiatan penyuluhan. Ketersediaan akses internet erta kemampuan dan ketrampilan para petugas pendamping cukup memudahkan petani, kelompok, atau gapoktan memperoleh informasi berupa inovasi teknologi dan kelembagaan. Informasi tersebut dibutuhkan dalam mengupayakan kesejahteraan petani. TIK menjadi sumber informasi praktis yang formal dan informal. Informasi dapat diakses setiap saat setiap hari. Sejumlah situs pertanian, menyediakan prakiraan cuaca, harga tanaman, jasa keuangan dan industri, serta berita umum lainnya. Koneksi internet menyediakan berbagai fungsi dan manfaat kepada produsen pertanian. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan internet dan tujuan yang digunakan mungkin berbeda-beda menurut jenis operasionalnya.
Feasibility Study of Integrated Rice Processing Plant in Badung Regency Marcella Wayan Kartika Rini; I Wayan Budiasa; widhianthini -
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p02

Abstract

Provinsi Bali perlu mendirikan pabrik penggilingan padi terintegrasi untuk mencukupi kebutuhan beras sendiri yang dapat menjamin, tidak hanya kuantitas, namun juga kualitas. Kabupaten Badung dipilih sebagai lokasi pendirian pabrik karena dinilai strategis, dekat dengan bahan baku, gabah kering panen, dan pasar. Hasil yang diperoleh dari studi kelayakan investasi, pabrik ini layak didirikan dilihat dari aspek non keuangan dan keuangan yang digambarkan oleh nilai berikut secara berturut-turut tanpa pembiayaan-dengan pembiayaan bank: NPV Rp 38.270.154.230,00, net B/C ratio 1,99-3,48, IRR pada 24,85%-46,69%. Aspek keuangan lainnya yang mendukung kelayakan, yaitu payback period 6,3-10,53 tahun, profitability index 1,49-1,04, dan average rate of return 18,39-14,39%. Diketahui pula bahwa investasi sensitif terhadap perubahan penerimaan dan biaya operasional namun tidak sensitif terhadap perubahan jumlah bahan baku yang diolah. Beberapa asumsi relevan digunakan dalam penilaian kelayakan tersebut. Setelah pendirian pabrik dinilai layak, maka disarankan untuk segera mendirikan pabrik ini serta melakukan penelitian mengenai dampak sosial yang ditimbulkan terhadap penduduk di sekitar pabrik. Keberadaan pabrik ini hendaknya mampu membantu petani memperoleh harga layak serta membuka lapangan kerja baru.
Socio-Economic Conditions of Fruits Seller Collectors in Ubung Kaja Village, North Denpasar Sub-district, Denpasar City NP Kanya Mitha; Widhianthini Widhianthini; Ketut Rantau
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p03

Abstract

Kondisi sosial ekonomi merupakan suatu kedudukan manusia yang dilihat dari jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, usia, jenis rumah tinggal, dan kekayaan yang dimiliki. Pedagang pengepul buah di Desa Ubung Kaja Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar merupakan usaha milik pribadi yang tidak termasuk pada pasar, sementara pasar diatur dan dikembangkan oleh Perusahaan Daerah Pasar. Berkumpulnya pedagang pengepul buah di lokasi yang cukup dekat dengan pasar akan menimbulkan persaingan antara pedagang buah di dalam dan pedagang pengepul buah di luar pasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi sosial ekonomi pedagang pengepul buah, kendala ekonomi, sosial, dan kelembagaan, serta strategi untuk mengatasi kendala. Kondisi sosial ekonomi pada penelitian ini meliputi pendapatan, modal awal, umur, jumlah karyawan, tingkat pendidikan, lama usaha, dan lama jam kerja. Sampel penelitian sebanyak 40 pedagang pengepul buah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan Model Interpretatif Struktural (Interpretive Structural ModellingSM). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pedagang pengepul buah termasuk dalam kategori usaha kecil dan lima diantaranya usaha mikro dengan usia yang produktif dan tingkat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah. Elemen kendala pada pedagang usaha mikro yang harus mendapat perhatian yaitu pendapatan pedagang pengepul buah. Strategi untuk mengatasinya yaitu dengan memasarkan buah secara online. Saran yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, bagi pemerintah adalah mengoptimalkan bantuan Kredit Usaha Rakyat dan bagi pedagang pengepul buah sebaiknya tetap berinovasi dan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan media sosial.
Income and Affecting Factors Analysis of System Rice of Intensification (SRI) Application in Trasan Village Bandongan Subdistrict Magelang District Leo Rio Ependi Malau; Yulisa Andriani Ginting
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p07

Abstract

System of Rice Intensification (SRI) merupakan salah satu teknologi dalam meningkatkan produktivitas padi. SRI mulai diperkenalkan pada tahun 2009 namun belum diterapkan oleh seluruh petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani metode SRI dan non SRI dan mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode SRI. Penelitian ini dilakukan di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang menerapkan SRI dan tidak menerapkan SRI dengan jumlah masing-masing 30 petani. Data dianalisis menggunakan R/C rasio dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan metode SRI lebih menguntungkan dibandingkan non SRI karena peningkatan produkivitas padi sehingga berpengaruh terhadap penerimaan dan pendapatan usahatani. Namun total biaya metode SRI lebih besar dibandingkan non SRI karena peningkatan penggunaan tenaga kerja dan pupuk organik. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode SRI adalah usia, pengalaman usahatani, tingkat pendidikan, status usahatani, luas lahan garapan, produktivitas dan pendapatan usahatani.
Management of Utilization of Sweet Stem Sorghum on Bali Cows I Made Londra; Putu Sutami
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p08

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemberian sorgum batang manis terhadap induk sapi bali dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Desember 2016. bertempat desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, menggunakan 21 ekor sapi betina bunting dengan berat berkisar antara 200 - 250 kg/ekor pada fase kebuntingan ke-2 sampai ke-4 kali. Ke 21 ekor sapi tersebut dipelihara oleh petani kooperator. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 Perlakuan, masing-masing perlakuan menggunakan 7 ekor induk sapi Bali yang sedang bunting 7 bulan sebagai ulangan. Adapun perlakuan sebagai berikut : P1 = Cara Petani 100%, P2 = Pakan cara petani 75%+batang sorgum (25%), P3 = Pakan cara petani 50%+ batang sorgum (50%). Data dianalisis dengan analisa sidik ragam berdasarkan Program GenStat Release 12.2 dengan tingkat kesalahan 1 – 5 %. Apabila pengujian sidik ragam menunjukkan pengaruh perbedaan yang nyata , maka pengujian diantara rataan dua perlakuan dilakukan dengan LSD. Hasil Penelitian menunjukkan sapi-sapi pada perlakuan P3 menghasilkan anak dengan bobot lahir dan sapih terbesar diikuti oleh perlakuan P2 dan terakhir P1, masing-masing 19,00±1,79 kg, 17,50±1,76 kg dan 15,17±1,4 kg, dengan bobot sapih masing-masing 99,50±5,32 kg, 95,33±4,63 kg dan 87,33±8,36 kg. Selain itu birahi pasca melahirkan tercepat pada perlakuan P3 diikuti oleh perlakuan P2 dan terakhir P1 masing-masing 93,67±3,61 hari, 94,67±4,59 hari dan 105,83±8,40 hari.
Consumer Perception And Desire To Buy Pure Milk During The Covid-19 Pandemic Daniel Anton Kriswandi; Maria - -
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p03

Abstract

During the current Covid-19 pandemic, many people increase their immune system by consuming whole milk. This study aims to identify consumer characteristics, analyze the influence of lifestyle, price, place, promotion, product quality on the desire to buy whole milk pillow packaging during the Covid-19 pandemic and identify the purchasing decision making process. This research was conducted in July-September 2020 in Salatiga City. This type of research is descriptive quantitative. The sampling method used in this study was purposive sampling. The sample collected by 60 respondents was with the criteria of consumers who had consumed more than once and the age of respondents more than 16 years. The analysis method used is multiple regression analysis techniques. The results showed that: the characteristics of the respondents were the most 41 people (68.3%) is female, 24 people (40%) 21-30 years of age, based on the employment of 25 people (41.7%) is a student, monthly income of Rp.500,001–Rp.2,000,000 with a total of 30 people (50%), buying whole milk more than 3 times as many as 47 people (78.3%), and as many as 31 people (51.7%) milk product information from a friend. Lifestyle (X1), place (X3), promotion (X4) has a significant effect on the desire to buy, while the price (X2) and product quality (X5) have no significant effect on the desire to buy. When making a purchase of whole milk CV pillow packaging. National Mind, problem recognition is the most important component (weight 6.25) that consumers consider in making decisions. While the least consideration done by consumers is the alternative evaluation stage (4.65) because consumers are already convinced that when consuming cv whole milk. The National Mind can meet the needs desired by consumers.