cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
The Contribution of Fermentation Technology to the Value Added of Certification Cocoa in the Subak Abian Amerta Nadi Tuwed Village Melaya District Jembrana Regency Luh Putu Intarini; I Wayan Budiasa; I Made Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p04

Abstract

Perkembangan kakao sebagai komoditi ekspor menjadi isu penting di sektor perdagangan global, dimana kakao merupakan salah satu komoditi ekspor. Pelaksanaan program sertifikasi berkelanjutan dengan pengolahan fermentasi sangat penting, hal ini dikarenakan tuntutan konsumen yang semakin kritis terutama dalam aspek kualitas, kesehatan dan keamanan produk sampai kepada bagaimana produk tersebut dapat bermanfaat secara sosial dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian dilakukan terhadap petani kakao sertifikasi UTZ berkelanjutan di Kabupaten Jembrana. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) sebanyak 40 responden melakukan fermentasi kakao dan sebanyak 30 responden yang tidak melakukan fermentasi kakao yang diambil dengan metode survei. Teknik analisis data menggunakan analisis uji beda dan analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani kakao mengalami peningkatan, secara signifikan pada proses pengolahan fermentasi dan non fermentasi. Proses produksi fermentasi dengan output sebanyak 118 kg/proses memperoleh keuntungan sebesar Rp. 8.911,- dengan persentase atau tingkat keuntungan sebesar 39,27 persen dari nilai output sebesar Rp 20.911, sehingga dari perhitungan marjin keuntungan dalam proses fermentasi kakao. Keuntungan bersih yang diterima oleh petani sebesar Rp. 8.065,- per proses produksi. Berdasarkan analisis pendapatan petani dan analisis nilai tambah fermentasi kakao, pendapatan petani yang melakukan sertifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan non-sertifikasi, dan ada nilai tambah yang diperoleh petani yang melakukan fermentasi kakao. Manfaat yang diperoleh petani kakao di Kabupaten Jembrana selain meningkatkan pendapatan, memperoleh harga primum, dan dapat mempertahankan mutu kakao. Diharapkan bagi petani kakao yang mengikuti sertifikasi UTZ agar melakukan pengolahan fermentasi untuk meningkatkan mutu biji kakao dan meningkatkan pendapatan petani kakao. Diharapkan dukungan dari pemerintah, maupun pihak selaku steakholder dalam pengawasan pengendalian mutu kakao. Petani kakao diberikan sosialisasi dan bimbingan teknis meningkatkan kualitas mutu kakao, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun pasar global dan berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Analysis of Volume and Value of Food Loss of Rice Commodities in Karawang Districts Hastuti Hastuti; Yusman Syaukat; Arini Hardjanto; Fitria Dewi Raswatie; Dea Amanda; Nizar Nasrullah; A Faroby Falatehan
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p08

Abstract

Peningkatan produksi dan pengendalian kehilangan pangan (food loss) merupakan dua cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan ketersediaan pangan (beras). Food loss dapat dilakukan dengan menekan kehilangan pada tahap produksi maupun distribusi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besarnya volume dan nilai food loss komoditas beras pada tahap pemanenan, perontokan, pengeringan, penggilingan, dan distribusi beras di Kabupaten Karawang. Metode analisis yang digunakan ialah analisis kuantitatif berupa tabulasi data dan analisis deskripsi kualitatif, dengan menggunakan metode penghitungan kehilangan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan beras terjadi pada seluruh proses yaitu pemanenan, perontokan, pengeringan, penggilingan dan distribusi dengan kehilangan terbesar ada pada proses penggilingan. Estimasi nilai kehilangan beras di Kabupaten Karawang sekitar Rp. 1.03 triliun/tahun, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk mengurangi kerugian tersebut.
The Effect of Housing Management on Parasite Worm Infection in Gembrong Goats in Two Different Places in Bali Province I Made Londra; I Wayan Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p09

Abstract

Kendala dihadapi peternak dalam pemeliharaan Kambing Gembrong di Bali antara lain parasit cacing. Infeksi cacing gastrointestinal pada kambing menimbulkan dampak berupa penurunan bobot badan, anemia, diare, penurunan produktivitas, serta menimbulkan kerugian ekonomi. Telah dilakukan penelitian didusun Beraban dan Abang pada bulan September hingga Nopember 2018 bertujuan mengetahui pengaruh tata laksana perkandangan terhadap infeksi cacing pada kambing gembrong di Bali. Penelitian menggunakan sampel feses sebanyak 20 ekor kambing gembrong umur 7- 15 bulan tanpa membedakan jenis kelamin dipelihara dalam kandang panggung bersekat dan kandang postal, sampel dimasukkan kedalam kantong plastik kecil yang berisi larutan formalin 10 %. Sampel diperiksa ke BB –Vet Denpasar dan diuji dengan metode konsentrasi pengapungan, dan identifikasi telur berdasarkan morfologi. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Hasil pemeriksaan terhadap 20 sampel ditemukan 9 sampel positif pada kandang panggung dan 13 sampel positif pada kandang postal terinfeksi sebesar 22 % %. Setelah diidentifikasi berdasarkan morfologi telur ditemukan pada pola kandang panggung sebanyak 1.020 butir gram ./feses sedangkan pola kandang postal sebanyak : 1.560 butir garam/feses. Tingkat infeksi cacing gastrointestinal berada dalam tahap infeksi sedang.
Analysis of Income and Factors Affecting Farmers' Decisions to Join Corporate Farming (Case Study: Tawangsari District, Sukoharjo Regency) Duwi - Apriyani; A Faroby Falatehan; Memen Surahman
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p04

Abstract

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo membentuk program corporate farming di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo sejak tahun 2017 sebagai contoh pengembangan pertanian modern di pedesaan. Namun demikian, program corporate farming tersebut belum berjalan terus menerus karena terkendala modal dan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap keputusan para stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi persepsi petani terhadap program corporate farming; (2) mengidentifikasi dan menganalisis tingkat kepentingan dan pengaruh stakeholder corporate farming di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo; (3) menganalisis dampak penerapan corporate farming terhadap pendapatan petani anggota dan bukan anggota corporate farming; dan (4) menganalisis tingkat pengaruh faktor-faktor karakteristik petani terhadap keputusan mengikuti corporate farming. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis stakeholder, analisis pendapatan R/C ratio dan B/C ratio, dan analisis regresi binomial logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden petani setuju bahwa pelaksanaan corporate farming di Desa Dalangan dapat meningkatkan kinerja usahatani, namun corporate farming belum mempermudah akses petani terhadap permodalan gapoktan. Berdasarkan analisis stakeholder, Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo dan Gapoktan Tani Mandiri memiliki tingkat kepentingan dan pengaruh tertinggi dalam pelaksanaan corporate farming. Berdasarkan analisis pendapatan, nilai R/C ratio dan B/C ratio atas biaya tunai pada petani anggota dan bukan anggota corporate farming lebih dari 1, sehingga usahatani pada kelompok menguntungkan dan layak diusahakan. Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani mengikuti corporate farming yaitu jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan usahatani. Kata kunci : analisis deskriptif, analisis R/C ratio, analisis regresi binomial logistik, analisis stakeholder, corporate farming
Prospect of Sustainability Rural Agribusiness Business Development Programs In Purwakarta District Lena Puspa Aswara; Ma’mun Sarma; Lukman M Baga
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p05

Abstract

Program PUAP merupakan fasilitas bantuan modal bagi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Purwakarta adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menerima program PUAP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemanfaatan dana PUAP, menganalisis dampak PUAP, mengevaluasi program bantuan, dan merumuskan program berdasarkan prospek keberlanjutan PUAP. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk petani yang menerima dana PUAP dan yang tidak (NON PUAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total input produksi petani PUAP lebih besar daripada petani NON PUAP. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara total biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh petani PUAP dan petani NON PUAP. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan bersih petani PUAP dan petani NON PUAP. Program bantuan diberikan oleh penyuluh pertanian, penyuluh pertanian lepas lepas harian (THL-TBPP), Pengawas Mitra Petani (PMT) dan Agen Saprodi. Implikasi kebijakan yang dapat dirumuskan untuk keberlanjutan program PUAP di Kabupaten Purwakarta adalah: 1) Pembinaan lembaga usaha pangan masyarakat; 2) DAK Reguler Bidang Pertanian Sektor Ketahanan Pangan (DAK 2019); 3) Program peningkatan kesejahteraan petani; 4) Pemberdayaan kelompok pengembangan usaha dan pengolahan hasil pertanian; 5) Program Peningkatan Pemasaran Produk Pertanian; 6) Pendampingan Kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Padi; 7) Peningkatan Kapasitas penyuluh pertanian.
Effect of Regulation, Supervision, Village Head and Village Facilitator on The Performance of Village-Fund Management in Bogor Regency Ketsia Aprilianny Laya; Yusman Syaukat; Ma’mun Sarma Sarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dari regulasi, sistem pengawasan, kepala desa serta pendamping desa terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kabupaten Bogor. Sampel pada penelitian ini sebanyak 51 responden yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling dan terdiri dari perangkat desa (Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Seksi/Kepala Urusan), masyarakat desa, pendamping desa serta perwakilan pemerintah daerah yang menangani pembinaan dan pengawasan Desa pada Kabupatan Bogor. Data dianalisis menggunakan instrumen skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel regulasi, sistem pengawasan, kepala desa serta pendamping desa berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengelolaan dana desa jika diuji bersamaan (uji F), namun hanya variabel regulasi yang berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan dana desa di Kabupaten Bogor jika dilakukan uji parsial (uji t). Nilai adjusted R-square yaitu sebesar 0,442 atau 44,2% yang berarti bahwa 44,2% variabel kinerja Pengelolaan dana desa dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen yaitu regulasi, sistem pengawasan, kepala desa, dan pendamping desa, sedangkan sisanya sebesar 55,8% dijelaskan oleh variabel independen lain di luar model yang di teliti
Strategies for Improvement of Government Budget Absorption of Bogor City Gustawan Rachman; Ma’mun Sarma; Dwi Rachmina
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam penyerapan anggaran belanja Pemerintah Kota Bogor supaya dapat dirumuskan suatu strategi untuk meningkatkan kinerja penyerapan anggaran. Pencarian variabel yang membentuk faktor-faktor penyebab dilakukan dengan pengamatan langsung dan pencarian data pustaka. Exploratory Factor Analysis (EFA) digunakan untuk mencari faktor-faktor utama yang diekstraksi dari variabelvariabel pembentuk faktor. Pencarian strategi alternatif untuk meningkatkan kinerja penyerapan anggaran dilakukan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis EFA menemukan lima faktor utama yang menyebabkan keterlambatan dalam penyerapan belanja anggaran, yaitu faktor dalam kegiatan perencanaan anggaran, faktor dalam peraturan pemerintah dan birokrasi, faktor kondisi kerja, faktor yang mempengaruhi kegiatan keuangan dan pencairan anggaran Pemerintah, dan sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN). Analisis AHP menunjukkan bahwa dari lima Perangkat Daerah yang berperan sebagai key-leader dalam meningkatkan kinerja penyerapan anggaran adalah 2 Sekretariat Daerah. Hambatan utama dalam meningkatkan penyerapan anggaran adalah intervensi internal dan eksternal. Strategi utama untuk memperbaiki keterlambatan dalam pengeluaran adalah untuk meningkatkan kualitas perencanaan anggaran dan pengadaan barang jasa.
Strategy to Improve the use Of Village and Regional Information Systems (SIDEKA) In Cianjur District Eka Chandra Kusuma; Harianto Harianto; Lala M Kolopaking
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Pendanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkatkan kesuksesan penggunaan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA). Dalam penelitian ini, menggunakan Confirmatory Factor Analisis (CFA) terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan penerapan SIDEKA di Kabupaten menunjukan bahwa pendanaan alokasi SIDEKA, SDM pendidikan pengelola dan pendamping SIDEKA berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesukesaan penerapan SIDEKA. Beberapa alternatif strategi telah berhasil dirumuskan dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threaths (SWOT) terhadap faktor-faktor internal dan eksternal. Strategi prioritas yang dipilih berdasarkan penilaian responden adalah strategi kelemahan dan peluang (WO) diantaranya pertama mengalokasikan dan peningkatan dana SIDEKA. Kedua, melakukan kerja sama pendidikan dan pelatihan untuk pengelola. Dan ketiga, peningkatan jaringan Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Cianjur
Strategy for Improving The Quality of Education Through Special Allocation Funds (DAK) Physical Education of Lebak District, Banten Province Muhamad Ridwan; Faroby Faletehan; Anna Fariyanti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p05

Abstract

Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan merupakan desentralisasi fiskal dengan tujuan agar tidak terjadinya ketimpangan sarana prasarana SMP di Kabupaten Lebak. Sebagai daerah yang dekat dengan ibukota negara, keadaan sarana prasarana sekolah SMP jauh dari standart kelayakan yang sudah di tentukan oleh Kemendikbud. namun penyaluran DAK fisik pendidikan tiap tahunnya tidak digunakan secara maksimal dan menyisakan anggaran. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi sarana prasarana dan tenaga pendidik pada sekolah tingkat SMP dan tenaga pengajar sesusai dengan standart yang berlaku, dan menetukan strategi peningkatan mutu pendidikan melalui DAK fisik pendidikan di Kabupaten Lebak. metode yang digunakan adalah analisis deskriftif dengan menggunakan kesesuaian Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 16 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 24 Tahun 2007 dan analytical network process (ANP). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa sarana dan prasarana pendidikan serta tenaga pendidik pada tingkat SMP di Kabupaten Lebak kondisinya tidak sesuai dengan tidak sesuai dengan standartnya. Sedangkan hasil analytical network process (ANP) tentang alternative kebijakan untuk verifikasi data akurat DAPODIK (0.433), Membuat Payung Hukum Pelaksanaan Teknis DAK Fisik (0.256), Kelembagaan (0.322), Operator Dapodik (0.124), belumada payung hukum pelaksana teknis DAK Pendidikan (0.305).
The Strategy of Budget Disbursement Optimization in The Agency of Public Works and Spatial Planning of Bogor Regency Tatu Rizkia; Dedi Budiman Hakim; A Faroby Falatehan
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p06

Abstract

Penelitian ini didasari laporan realisasi anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor. DPUPR Kabupaten Bogor merupakan Satuan Kerja Perangkat Dearah (SKPD) yang mempunyai persentase realisasi anggaran terendah diantara seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab utama kurang optimalnya penyerapan anggaran belanja langsung serta merumuskan strategi guna mengoptimalkan penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor. Analisis skala likert digunakan untuk menentukan penyebab utama kurang optimalnya realisasi penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab utama kurang optimalnya realisasi penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor adalah penyedia barang/jasa (rekanan) yang mengajukan pencairan sekaligus di akhir tahun, tidak bertahap sesuai dengan termin pembayaran yang ada dalam dokumen kontrak. Strategi yang terpilih untuk optimalisasi penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor berdasarkan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) adalah dibuatnya regulasi yang sangat mengikat bagi penyedia jasa agar tertib administrasi (Peraturan Daerah/Peraturan Bupati).