cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Farmers Household Food Security in Subak Sembung During the Covid-19 Pandemic Ni Putu Ratih Pradnyadewi; Dwi Putra Darmawan; Gede Mekse Korri Arisena
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p10

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sehingga harus selalu terjamin ketersediaannya. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali tahun 2020 menyatakan bahwa proporsi pengeluaran pangan masyarakat Provinsi Bali tahun 2019 sebesar 43,92% dan masih tergolong tahan pangan, namun belum menjamin ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan karena kehilangan pekerjaan semakin menambah tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketahanan pangan rumah tangga petani yang dilihat berdasarkan proporsi pengeluaran pangan rumah tangga, tingkat konsumsi energi (TKE) dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Subak Sembung dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang petani subak dan dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis silang dan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar rumah tangga petani berada pada kondisi rentan pangan karena banyak rumah tangga dengan proporsi pengeluaran pangan tinggi (>60%). Variabel pendapatan usahatani, pendapatan non usahatani, pengeluaran pangan dan harga beras berpengaruh signifikan terhadap proporsi pengeluaran pangan yang juga berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani. Upaya memperbaiki kondisi ketahanan pangan diharapkan dapat dilakukan dengan mengurangi proporsi pengeluaran pangan pada masing-masing rumah tangga.
The Sustainability of Upland Rice Farming in Bangli District, Bali Province I Made Atmika; I Made Sudarma; Ketut Budi Susrusa
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks dan status keberlanjutan usahatani padi gogo ditinjau dari dimensi ekonomi, ekologi, sosial budaya, hukum dan kelembagaan serta teknologi dan infrastruktur, untuk mengetahui atribut yang sensitif terhadap keberlanjutan usahatani padi gogo, dan untuk menetapkan strategi keberlanjutan usahatani padi gogo di Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Analisis data dilakukan dengan RAP-FARM melalui metode Multidimensional Scaling (MDS), analisis leverage dan analisis prospektif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi gogo untuk dimensi ekologi (60,21) dan sosial budaya (56,98) termasuk kedalam kategori status cukup berkelanjutan, sedangkan untuk dimensi ekonomi (41,53), hukum dan kelembagaan (27,80) serta teknologi dan infrastruktur (36,61) berada pada status kurang berkelanjutan. Secara multidimensi nilai indeks dan status keberlanjutan usahatani padi gogo di Kabupaten Bangli sebesar 44,63 yang tergolong dalam kategori kurang berkelanjutan. Pada analisis leverage diperoleh 15 atribut sensitif dari lima dimensi keberlanjutan yang diteliti. Pada analisis prospektif diperoleh enam variabel kunci yang mempunyai pengaruh kuat terhadap keberlanjutan usahatani padi gogo, yaitu subsidi pemerintah dalam lima tahun terakhir, tingkat pengunaan pupuk anorganik, tingkat penggunaan pupuk organik, pemanfaatan jerami sebagai pupuk organik, stabilitas harga beras ditingkat petani, dan frekuensi kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Untuk keberlanjutan usahatani padi gogo sebaiknya dilakukan upaya peningkatan status keberlanjutan usahatani padi gogo melalui intervensi terhadap atribut sensitif dan menetapkan strategi keberlanjutan.
Comparative Analysis of Competitive Advantages of Rice Paddy and Oil Palm Farming in Mukomuko Regency, Bengkulu Province Ana N Nurmalia; Rasoki Timbul; Asnamawati Lina
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p02

Abstract

Perluasan lahan perkebunan kelapa sawit melalui alih fungsi lahan padi sawah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit telah menjadi perdebatan panjang karena tidak sesuai dengan visi misi Kabupaten Mukomuko tentang kemandirian pangan, namun beberapa tahun belakangan terjadi alih fungsi lahan perkebunan kelapa sawit ke padi sawah. Sekitar 370 hektar lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, diubah menjadi sawah baru. Hal ini menarik untuk diteliti karena fenomena ini dianggap unik saat di wilayah lain masyarakat berbondong bondong untuk mengalih fungsikan lahan pangan ke perkebunan sawit, sebaliknya di Kabupaten Mukomuko masyarakat yang melakukan alih fungsi lahan dari perkebunan sawit ke padi sawah, padahal selama ini usaha tani kelapa sawit. Pemilihan Lokasi dilakukan yaitu secara purposive dan penentuan responden dilakukan dengan metode solvin yang mana diperoleh sebanyak 181 Responden. Pengumpulan data menggunakan metode survey dengan pembagian kuisioner kepada responden. Untuk analisa data menggunakan metode keuntungan privat dan Privat Cost Ratio. Hasil penelitian menjelaskan keuntungan privat (Private Profitability) dan efisiensi finansial (Private Cost Ratio). Dimana keuntungan privat padi sawah (Private Profitability) sebesar Rp. 38.173.833,-/Ut/Ha/Th - sedangkan untuk usaha tani kelapa sawit memperoleh keuntungan privat (Private Profitability) sebesar Rp.28.308.303,-/Ut/Ha/Th. Hal ini bermakna jika dilihat dari sisi keuntungan privat, maka padi sawah lebih kompetitif. Namun jika dilihat dari efisiensi finansial (Private Cost Ratio) usaha tani padi sawah sebesar 0,31 sedangkan untuk usaha tani kelapa sawit sebesar 0,24 yang mana artinnya kedua nilai PCR usahatani padi sawah dan kelapa sawit yang di dapat lebih kecil dari 1, jadi keduanya memiliki tingkat keunggulan kompetitif dan mempunyai daya saing, jika dibandingkan maka nilai PCR kelapa sawit < PCR Padi Sawah (024<0,31) yang artinya secara efisiensi finansial usaha tani kelapa sawit lebih efisien.
The Impact of Conflict and Job Satisfaction Toward Employee Performance in Moena Fresh Bali Septian Wahyu Firmansyah; I Gusti Agung Ayu Ambarawati; Dwi Putra Darmawan
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p06

Abstract

Moena Fresh Bali merupakan perusahaan yang dari awal berdirinya pada tahun 1992 telah memberikan perhatian lebih terhadap buah-buahan lokal di Bali. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah sumber daya manusia, sebab sumber daya manusia ini terdiri dari berbagai individu dengan karakteristik yang berbeda-beda, dengan bermacam latar belakang, pendidikan, dan sifat yang berbeda sehingga perselisihan dapat muncul setiap saat. Konflik dan kepuasan kerja merupakan salah satu masalah yang mungkin timbul dalam aktifitas perusahaan. Oleh karena itu, penelitian mengenai konflik dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai perlu dilakukan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis bagaimana pengaruh konflik dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Moena Fresh Bali. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Moena Fresh Bali yang berjumlah 86 orang. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus Slovin. Sampel berjumlah 46 orang dengan metode Simple Random sampling. Penelitian dilakukan dengan kuesioner yang pada pelaksanaanya terdapat wawancara dan dokumentasi dimana variabel diukur menggunakan instrumen skala ordinal dan alat analisis yang digunakan yaitu Partial Least Square (SEM-PLS).
The Conversion of Rice Field Functions in North Badung Ni Made Ayu Krisna Wati; I Made Sudarma; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p07

Abstract

Tanah merupakan sumber daya utama dalam menjalankan pembangunan. Berkurangnya luas lahan khususnya lahan pertanian untuk pembangunan juga berdampak pada luas lahan pertanian di Bali khususnya di Kabupaten Badung. Pembangunan akomodasi untuk menunjang sektor pariwisata menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian di Kabupaten Badung yang banyak terdapat di Badung Selatan. Badung Utara yang tidak memiliki objek wisata sebanyak di Badung Selatan ternyata juga mengalami alih fungsi lahan pertanian khususnya persawahan seperti yang terjadi di Kecamatan Abiansemal dan Mengwi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konversi lahan sawah di Kecamatan Badung Utara dan menentukan strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Badung Utara. Teknik penentuan informan kunci dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 20 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konversi sawah atau lahan sawah di Badung Utara adalah unsur ekonomi yaitu pendapatan usahatani padi, stabilitas harga panen, akses pemasaran hasil panen dan harga lahan padi. Unsur sosial yaitu partisipasi keluarga dalam pengelolaan sawah, pengaruh modernisasi terhadap pertanian, jumlah anggota keluarga yang ditampung dan kaderisasi pengelolaan sawah. Unsur ketiga adalah lingkungan, yaitu tingkat pengairan sawah, hama penyakit, dan kebutuhan perumahan akibat pertambahan penduduk. Strategi pengendalian konversi lahan basah di Badung Utara yang dapat dilakukan berdasarkan prioritas pengelolaan jangka pendek di sektor mandiri adalah program Milenial Farmer.
Strategy to Increase Food Security in Bogor Regency Syifa Putri Kusumaningrum; Yusman - Syaukat; Muhammad - Firdaus
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i02.p08

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bogor mengalami permasalahan berupa peningkatan konversi lahan sawah dan produktivitas padi yang cenderung tidak meningkat. Permasalahan ini menyebabkan produksi padi menjadi tidak optimal sehingga tidak tercapai kemandirian pangan utama di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan ketahanan pangan Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, regresi berganda, SWOT dan QSPM. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa produktivitas berpengaruh signifikan terhadap produksi padi di Kabupaten Bogor, sedangkan konversi lahan tidak berpengaruh signifikan. Perumusan SWOT menghasilkan beberapa rumusan strategis, antara lain kerjasama dengan daerah lain yang surplus beras, pemberdayaan SDM pertanian, revitalisasi pertanian, penghentian konversi lahan, dan peningkatan sinergi program lintas sektor. Hasil analisis QSPM dengan nilai TAS tertinggi adalah menghentikan alih fungsi lahan.
Financial Analysis of Kelor Agroindustry in PT. Bali Agro Investama Ni Made Losvitasari; I Wayan Budiasa; I GAA Ambarawati
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i02.p04

Abstract

Kelor memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia diantaranya memperbaiki lahan kritis, meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, penjernih air alami, dan sumber energi terbaru. Permintaan pasar internasional terhadap tepung kelor sangat tinggi yang dimana bahan bakunya berasal dari daun kelor. Saat ini ada satu lembaga di Bali yang mencoba melakukan pengolahan daun kelor menjadi tepung yaitu PT. Bali Agro Investama (PT. BAI). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pengolahan daun kelor menjadi tepung; (2) Menganalisis kelayakan usaha agroindustri pengolahan daun kelor menjadi tepung kelor secara finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima tahap pengolahan daun kelor menjadi tepung yaitu (1) pencucian daun kelor dengan ozonisasi, (2) penirisan daun kelor yang telah disortasi, (3) sortasi daun kelor yang rusak, (4) pengeringan daun kelor, (5) penepungan daun kelor menggunakan mesin. Analisis kelayakan usaha menggunakan kriteria investasi didapat hasil yaitu sebagai berikut (1) NPV tanpa pembiayaan bank dan NPV dengan pembiayaan bank bernilai sama yaitu sebesar Rp 628.512.833,00 (2) IRR sebesar 34,55% ketika tanpa pembiayaan bank dan jika menggunakan pembiayaan bank yaitu sebesar 41,87%. (3) Net B/C tanpa pembiayaan bank diperoleh 1,43 dan dengan pembiayaan bank sebesar 2,37. (4) Payback period tanpa pembiayaan bank selama 5,3 tahun dan dengan pembiayaan bank selama 8,8 tahun. Berdasarkan hasil analisis sesitivitas, proyek ini sensitif terhadap perubahan biaya operasional dan perubahan penerimaan.
Marketing Model for Strengthening the Tumpangsari Farmer Group Chili-Tobacco in Bali Province I Nengah Surata Adnyana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i02.p09

Abstract

Komoditi cabai dan tembakau merupakan komoditi unggulan daripada pemerintah. Komoditi cabai dan tembakau ini sering menyebabkan inflasi bagi perekonomian bangsa, sehingga perlu diusahatanikan secara baik. Perkembangan kedua komoditas ini di provinsi Bali sering diusahatanikan secara tumpangsari, yang sangat berpotensi untuk berproduksi secara maksimal. Penelitian dilakukan di Provinsi Bali dipilih secara purposive. Populasi berjumlah 1.482 orang. Sampel penelitian sebanyak 315 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan secara proportional random sampling. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Semua indikator dari variabel penelitian tersebut menggunakan skala ordinal 1 sampai 5. Penentuan kategori variabel berdasarkan skor, dengan menggunakan rumus interval class. Tujuan penelitian ini (1) menganalisis subsistem pemasaran usahatani tumpangsari cabai-tembakau terhadap penguatan kelompok tani tumpangsari cabai-tembakau di Provinsi Bali, (2) membuat model pemasaran yang sesuai untuk penguatan kelompok tani tumpangsari cabai-tembakau Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subsistem pemasaran hasil Subsistem pemasaran hasil yang meliputi wilayah penjualan, tempat penjualan, penentuan harga, dan informasi pasar termasuk kedalam kategori rendah, (2) Model pemasaran untuk penguatan kelompok tani cabai-tembakau dapat dilakukan dengan pembentukan koperasi/Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) secara profesional, dengan menjual komoditi yang masih utuh maupun komoditi cabai dan tembakau yang sudah mengalami pengolahan hasil. Saran yang dapat diberikan : (1) wilayah penjualan, tempat penjualan hendaknya diperluas kembali ke sekup yang lebih luas, (2) penentuan harga komoditi cabai-tembakau hendaknya berdasarkan analisa usahatani yang dilakukan oleh petani, (3) Informasi pasar bagi petani ditingkatkan kembali, (4) pembentukan lembaga koperasi atau Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) yang sudah terbentuk segera dimanfaatkan untuk menangani pemasaran hasil cabai-tembakau.
Feasibility Study of Moringa and Pandan Wangi Coconut Farm at PT. Bali Agro Investama Penyaringan Plantation Unit, Jembrana Putu Sri Adnyasari; I GAA Ambarawati; I Wayan Budiasa
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i02.p05

Abstract

Bali Agro Investama, the filtering plantation unit, Jembrana, is one of the ones that has high potential in the development of Moringa and fragrant pandan coconut. This study aims to (1) analyze the feasibility of moringa and coconut farming at PT. Bali Agro Investama; (2) To analyze the feasibility of moringa and coconut farming at PT. Bali Agro Investama. The data used are primary data and secondary data. Designed with descriptive analysis and business feasibility analysis using investment criteria, namely NPV (Net Present Value (NPV)), IRR (Internal Rate of Return (IRR)), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), payback period, and analysis sensitivity. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and literature study. There are two variables in this study, namely the benefits and costs variables. The results of research on non-financial aspects where this company meets five aspects, namely legal aspects, marketing aspects, management aspects, and technical aspects. Business feasibility analysis using investment criteria obtained the following results (1) NPV > 0 (2) IRR > 1%. (3) Net B/C > 1. (4) Payback period without bank financing is 6.85 years and with bank financing is 7.52 years. Based on the results of sensitivity analysis, this project is sensitive to changes in operating costs and changes in revenue. From the results of this study it can be concluded that the farming of Moringa and Pandan Fragrant Coconut at PT. BAI deserves to be run. The results of this study are expected to be a reference for those in need
The Influence of Edelweis Park Agrotourism Attributes and Service Quality on Tourist Satisfaction and Revisit Intention in The Middle of The COVID-19 Ni Made Classia Sukendar; I Gde Pitana; I Ketut Surya Diarta
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i02.p10

Abstract

Agrowisata Taman Edelweis merupakan agrowisata unggulan yang dikembangkan sebagai DTW di Kabupaten Karangasem. Meskipun popularitasnya semakin meningkat, pengetahuan mengenai pengaruh atribut DTW dan kualitas layanan terhadap kepuasan dan niat berkunjung kembali wisatawatan selama pandemi COVID-19 masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk (a) menganalisis pengaruh atribut DTW agrowisata terhadap kepuasan pengunjung; (b) menganalisis pengaruh atribut DTW agrowisata terhadap niat kunjungan kembali; (c) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan agrowisata terhadap kepuasan pengunjung; (d) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan agrowisata terhadap niat kunjungan kembali; (e) menganalisis kepuasan pengunjung agrowisata terhadap niat kunjungan kembali wisatawan di tengah pandemi COVID-19. Mengingat sejumlah keterbatasan, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling, dengan pemilihan 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) atribut DTW agrowisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung; (b) atribut DTW agrowisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali; (c) kualitas pelayanan agrowisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung; (d) kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung kembali wisatawan, (e) kepuasan pengunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel niat berkunjung kembali, namun variabel kepercayaan merupakan variabel moderasi yang bersifat lemah terhadap variabel kepuasan pengunjung dan niat berkunjung kembali. Dengan demikian disarankan agar mempertahankan atribut DTW, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan perhatian kepada kepuasan wisatawan. Melakukan penelitian lebih lanjut seperti menganalisis pengaruh citra destinasi terhadap kepuasan dan niat berkunjung kembali wisatawan.