cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 4 (2012)" : 10 Documents clear
ULUL ALBAB SEBAGAI SOSOK DAN KARAKTER SAINTIS YANG PARIPURNA Basid, Abdul
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.006 KB)

Abstract

Saintis ulul albab merupakan sosok ilmuwan yang memiliki kedalaman spiritual (dzikir), intelektualitas yang mapan (fikir), kretatifitas dan aktivitas yang positif (amal shaleh). Sosok ulul albab meyakini bahwa dalam penciptaan alam semesta tersurat dan tersirat sumber-sumber ilmu pengetahuan. Ada empat karakteristik saintis ulul albab, Pertama, saintis ulul albab senantiasa mengingat akan Allah Swt dalam segala keadaan dan aktivitas, Kedua, saintis ulul albab terus-menerus melaklukan aktivitas ilmiah dengan meneliti dan mempelajari akan penciptaan alam semesta dan segala sesuatu yang menyertai penciptaan tersebut. Ketiga, dalam setiap akhir aktivitas ilmiahnya selalu diperoleh kesimpulan akhir bahwa segala seuatu yang diciptakan Allah Swt tiada yang sia-sia, Keempat, saintis ulul albab selalu yakin bahwa akan ada hari esok, oleh karena itu setelah melalukan perenungan, pemikiran dan penelitian selalu mensucikan Sang Sencipta seraya memohon supaya dihindarkan dari azab di hari kemudian jika selama melakukan aktivitas ilmiahnya melalaikan kemahakuasaan Allah Swt atas segala ilmu pengetahuan.                     Kata Kunci : Ulul Albab, Saintis, Paripurna
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FISIKA YANGMENARIKDAN MENANTANG DI SEKOLAH AKSELERASI Sunarno, Widha
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.612 KB)

Abstract

Kurikulum Pembelajaran Fisika di sekolah akselerasi ditengarai sama dengan kurikulum sekolah regular hanya dilakukan penambahan jumlah jam pelajaran khususnya pelajaran MIPA, sehingga satu satuan jenjang pendidikan yang seharusnya tiga tahun dapat ditempuh hanya dua tahun. Ini mengakibatkan siswa akselerasi sangat disibukkan dengan tugas-tugas dari semua mata pelajaran.Penyelenggaraan Sekolah Akselerasi sebaiknya disesuaikan dengan  karakteristik siswa, guru, kurikulum dan sistem pembelajaran fisika yang disajikan. Sekolah Akselerasi perlu mengembangakan model pembelajaran dan media pembelajaran fisika yang sesuai dengan kebutuhan. Di Sekolah Akselerasi perlu dikembangkan model pembelajaran fisika yang menarik dan menantang bagi siswa maupun bagi guru sebagai pasilitatornya. Hal ini dimaksudkan  agar para siswa selalu bergairah dalam melakukan pembelajaran Fisika baik di sekolah maupun di rumah. Kajian ini dilakuakan secara deskriptif kualitatif, dan dilakukan atau berlaku bagi SMA yang menyelenggarakan akselerasi. Keluaran yang dihasilkan dapat berupa model dan media pembelajaran fisika yang sesuai dengan siswa akselerasi.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PEMBINAAN NILAI-NILAI RELIGI Yusliana Ekawati, Elvin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.794 KB)

Abstract

Internalisasi pendidikan karakter  dalam pembelajaran Fisika sangat tergantung dari peran guru dalam pengelolaan pembelajaran. Pada kajian ini, dibahas tentang pendidikan karakter yang berbasis pembinaan nilai-nilai religi dengan mengembangkan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran Fisika. Unsur penilaian menjadi salah satu faktor yang menjadi ujung tombak dalam keberhasilan proses pembinaan tersebut. Intrumen penilaian sikap ilmiah merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang perlu dipersiapkan oleh seorang guru.Bentuk instrumen penilaian sikap ilmiah yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran Fisika yang berbasis pembinaan nilai-nilai religi antara lain: angket terbuka untuk self assessment (penilaian diri), lembar observasi, jurnal kelas, dan daftar pertanyaan untuk wawancara/diskusi kelas. Adapun beberapa nilai religi yang dapat dibina dengan memanfaatkan  instrumen tersebut, antara lain: sikap jujur, khusnudzon (berpikir positif), kedisiplinan, rendah hati dan saling menghargai. Agar pemanfaatan instrumen tersebut dapat digunakan dengan optimal, maka pembinaan nilai-nilai religi diterapkan sebagai amalan ibadah dalam kehidupan sehari-hari siswa yang dapat dipantau oleh guru, atau yang dapat dilaksanakan selama pembelajaran IPA di kelas.Kata Kunci: Penilaian Sikap Ilmiah, Pembelajaran Fisika, Nilai Religi
STUDI EKSPLORASI CARA MENDIDIK ANAK BERKARAKTER Jamzuri, Jamzuri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.591 KB)

Abstract

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.Konfigurasi karakter dalam proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), Olah Rasa Karsa (Affective and Creativity development). Cara Mendidik Anak Berkarakter, pada gambar 1 ada tiga masalah yang harus diolah ketika pendidik menghadapi manusia, ialah : memberi isi kepala (head) berkaitan dengan otak (kognitip), memberi isi hati berkaitan dengan nilai agama (moral) dan memberi keterampilan tangan (psikomotorik). Sehingga ketiganya membentuk sikap berbasis aqidah yang benar yang menumbuhkan akhlaq mulia, bermotivasi untuk mandiri dan berprestasi.Khusus untuk sekolah yang berbasis agama Islam ada 5 konsep yang dapat diterapkan dalam mengelola sekolah, sebagai berikut :Menanamkanaqidah yang benarbertaqwa hanya kepada Alloh.Membentukakhlak mulia mengacu pada panutan  Nabi Muhammad saw.Meningkatkan motivasi belajarmendorong  semangat belajar.Menumbuhkan kemandirianMelatih belajar mandiri.Menghasilkanprestasi tertinggiNilai UAN  tinggi masukrangking. Kata Kunci : Karakter nilai-nilai perilaku Manusia
INTEGRASI-INTERKONEKSI KEILMUAN SAINS DAN ISLAM DALAM PROSES PEMBELAJARAN FISIKA Makhdum Noor, Faiq
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.375 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sebuah sintaks pembelajaran terpadu antara materi fisika dan Al-Qur’an sehingga dapat membantu guru dalam melakukan proses pembelajaran terpadu tahap demi tahap.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini diawali dengan mengamati proses pembelajaran yang telah dilakukan guru. Desain sintaks pembelajaran terpadu disusun oleh pengamat berdasarkan proses pembelajaran di kelas. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah desain sintaks pembelajaran terpadu. Desain tersebut diperoleh berdasarkan saran dari guru, konsultasi dengan dosen pembimbing dan dosen ahli lainnya. Sintaks pembelajaran terpadu dapat menjadi panduan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran terpadu di kelas. Selain itu, siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh dari sudut pandang sains dan Islam.Data instrumen penelitian menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap persepsi dari penerapan proses pembelajaran terpadu. Instrumen berdasarkan persepsi guru (76,19%), persepsi siswa (63,25%) dan persepsi pengamat (47,62%) mengindikasikan bahwa tidak semua sekolah telah menerapkan proses pembelajaran terpadu.Kata kunci: Proses pembelajaran, sintaks pembelajaran terpadu.
STUDI EKSPLORASI KECOCOKAN PEMBELAJARAN FISIKA BERKARAKTER BERBASIS POTENSI PENCIPTAAN DAN FILOSOFI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN ILMIAH Siti Aminah, Nonoh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.284 KB)

Abstract

Jika ditinjau penciptaan manusia yang secara basyar dan insan sudah dirancang oleh Sang Pencipta manusia menjadi sedemikian rupa sehingga mampu belajar untuk tidak sekedar pandai tetapi lebih utama menjadi mulia atau berkarakter.Homo concord setara  makhluk adaptif dan transformatif , sebagai akibat dari sifat homo faber dan homo mensura. Sehingga manusia mampu belajar (homo educancum) sebagai modal untuk bertahan hidup bahkan merubah lingkungan sosialnya agar menjadi aman dan nyaman sesuai kehendakNyaSelain dari faktor kecerdasan, prestasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh lingkungan siswa baik di sekolah, di rumah, maupun di luar rumah. Lingkungan yang kurang mendukung serta kurangnya perhatian orangtua siswa dalam mendukung anak-anaknya mengenyam dunia pendidikan dapat menyebabkan perkembangan kognitif, afektif, psikomotorik dan kepribadian anak atau siswa kurang  optimal.Struktur pembelajaran ilmiah menurut Prof Walter Klinger Phd (1997): Motivasi, penjabaran masalah,penyusunan Opini, perencanaan, percobaan, kesimpulan, abstraksi dan konsolidasi. Hal ini merupakan bagian dari sifat manusia sebagai insan yaitu memiliki Kemampuan untuk mendengar, melihat dan merasa. (76:2, 7:179, 46:26), Kemampuan untuk berbicara.(55:4), Kemampuan mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, (96:4-5), Kemampuan berteknologi kekuatan (55:33), Kemampuan untuk berbuat baik atau menjadi bermoral (31:14) Kata Kunci : Karakter, homo faber, homo mensura, homo concord.
ANALISIS REPRESENTASI MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN FISIKA Murtono, Murtono
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.824 KB)

Abstract

Dalam mengungkapkan konsep Fisika yang dipahami oleh mahasiswa dapat dilakukan dengan soal tes berbagai representasi. Bagi mahasiswa yang paham suatu konsep tidak akan mendapat kesuliatan untuk menyatakan pemahamannya dalam bermacam bentuk representasi. Dalam paper ini telah dilakukan evaluasi terhadap pemahaman mahasiswa dengan format berbagai representasi.  Fokus yang dilakukan adalah mahasiswa diminta menyelesaikan masalah soal test dengan empat bentuk representasi yaitu verbal, matematik, gambar dan grafik untuk materi pemantulan sempurna. Dari hasil jawaban dapat diketahui secara komprehensip terhadap konsep yang dipahami. Selain itu dapat diketahui pada representasi yang manakah mahasiswa mengalami kesulitan.  Ada beberapa mahasiswa yang dapat menjawab dengan benar pada salah satu representasi, namun salah dalam menjawab representasi yang lainnya dan sebaliknya.Kata kunci : Representasi, Kemampuan Fisika
REFLEKSI UJI KOMPETENSI GURU IPA TAHUN 2012 Sarwanto, Sarwanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.417 KB)

Abstract

Tahun 2012 Kementerian Pendidikan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG). Hasil UKG cukup mengecewakan, disamping masalah teknis pelaksanaan ujian online, juga kompetensi professional peserta UKG hanya 44,55. Dilakukan penelitian untuk menganalisis rendahnya hasil UKG tahun 2012. Penelitian dilakukan dengan metode diskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Kota Madiun. Diperoleh hasil penelitian sbb: meskipun guru IPA sejak awal memposisikan sebagai guru fisika atau biologi namun tidak ada perbedaan yang signifikan kompetensi professional guru IPA dalam menganalisis fakta-fakta fisika; kemampuan berfikir guru IPA cenderung tekstual; lingkungan dan Lab belum digunakan secara maksimal sebagai sumber belajar IPA; kemampuan berfikir tingkat tinggi masih lemah.Kata kunci: Uji Kompetensi Guru, Guru IPA, Profesionalitas
LITERASI PEMBELAJARAN ASTRONOMI BERBASIS INTEGRASI SAINS, TEKNOLOGI DAN RELIGI Melati, Asih
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.906 KB)

Abstract

Literasi pembelajaran astronomi baik dikalangan siswa maupun mahasiswa calon guru mengalami dikotomi permasalahan pokok yakni persepsio sains astronomi sebagai sains, sains Astronomi sebagai mata pelajaran, dan sains astronomi sebagai sains lomba. Sains astronomi yang berbasis Sains, Teknologi dan  Religi diharapkan mampu mengurangi permasalahan yang ada dalam dunia sains Astronomi. Pembelajaran sains Astronomi yang selama ini diajarkan dalam ruang kelas dan laboratorium seolah terpisah dari kehidupan sehari-hari dan jauh dari nilai teknologi dan religi. Metode pembelajaran sains Astronomi yang ideal hendaknya terintegrasikan antara sains (terkait dengan mekanika benda langit), teknologi (terkait dengan software pendukung astronomi:Moon Phase,Stellarium, Irris, dsb) dan yang terakhir memberikan pendidikan karakter religi pada setiap content sains Astronomi. Artikel ini merupakan studi deskriptif studi pembelajaran sains Astronomi dan memberikan solusi dari permasalahan tersebut dengan metode perkuliahan sains Astronomi terintegrasi sebagai sains, teknologi dan religi untuk  membekali siswa maupun mahasiswa calon pendidik.Kata kunci : Metode Pembelajaran, Astronomi, Sains dan Religi
TUGAS PRAKTIKUM KELOMPOK (TPK) FISIKA SEBAGAI ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN LKS COMPETENCE BASED PROCESS SKILLS Wenno, I.H.
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.628 KB)

Abstract

The aim of learning and teaching process are depends on involve betwen teacher and student and fasility that are same with combined in material was learned. In the physics learning, it is usually used by TPK with eksperimental method there is a skill process approach used by teacher to increase the student learning result. The TPK are purposeses to make the student exercise learn in groups, and make teacher easy to look for personal  student ability.   To evaluate stutent ability, the method used are discriftif method applied with LKS (Student Work Sheet) is prepared by researcher and all laboratory equipments, than students try to arrange the eksperimental design according to the instructions.This research found that all of laerning result of students are 85 %. It means that TPK as an evaluation instrument of skill process approach developed by teacher, can be optimalisation as an intruments of student learning assesment. Finally, this research conclude that student skill process can be increase rapidly in the short time of all learning process.  Key Words :    Groups      practically     task,  Skill    Process    Approach, Physics Learning In School.

Page 1 of 1 | Total Record : 10