cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
Pengaruh Kalium Pada Jus Pisang Terhadap Fungsi Mitokondria Sel Otot Skeletal Pada Tikus Wistar Yang Diberikan Latihan Fisik Budi Santoso; Swanny; Adnan Faris
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v5i3.107

Abstract

Perubahan elektrolit dalam tubuh akan mempengaruhi kontraksi otot. Pisang mengandung beberapa elektrolit yang dibutuhkan untuk kontraksi otot seperti kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kalium pada jus pisang terhadap fungsi mitokondria sel otot skeletal setelah latihan fisik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Tikus Rattus novergicus galur wistar jantan dengan umur 6-8 dengan perlakuan selama 8 minggu. Fungsi mitokondria sel diketahui dengan mengukur kadar protein PGC1 alfa dengan tes ELISA dari specimen otot gastrocnemius. Sebanyak 28 ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok: (1) Kontrol (2) tikus dengan jus pisang (3) tikus dengan latihan fisik (4) tikus dengan jus pisang + latihan fisik. Hasil penelitian didapatkan kadar PGC1 alfa pada kelompok1yaitu109,421+ 25,509 pg/ml,kelompok2 =113,604 +18,723 pg/mlkelompok3 =100,901 +9,521 pg/ml dan kelompok 4 =92,278 +7,488 pg/ml. Kesimpulan: tidak terdapat perbedaan kadar PGC1 alfa yang bermakna antar kelompok tikus (p=0,14).
Pengaruh terapi warna hijau terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di RW 3 wilayah kerja puskesmas Cimahi Tengah Galih Jatnika; Hikmat Rudyana; Fida U Br Simamarta
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i1.108

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit penyebab utama kematian nomor 1 di Indonesia. Prevalensi penyakit hipertensi lebih tinggi terjadi pada usia lansia yaitu sebesar 20,5%, dan di Puskesmas Cimahi Tengah terdapat 931 kasus hipertensi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi pada penyakit hipertensi adalah terapi warna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi warna hijau terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi di RW 3 wilayah kerja Puskesmas Cimahi Tengah. Metode Penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pendekatan non equivalent with control group. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 22 orang lansia yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 11 orang kelompok intervensi dan 11 orang kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi warna hijau dengan cara menempatkan responden dalam ruangan yang dicat warna hijau dan dibantu penggunaan sinar warna hijau dari layar infokus selama 2 menit dilakukan 1 kali sehari selama 7 hari. Pada kelompok kontrol tidak diberikan terapi warna hijau. Analisis data menggunakanuji t-independen dan uji repeated anova.Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pada uji repeated anova didapatkan p value0,039 untuk tekanan darah sistolik. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang bermakna tekanan darah sistolik pada hari ke 4 dan 7 pada kelompok intervensi akan tetapi untuk tekanan darah diastolik tidak didapatkan penurunan tekanan darah yang bermakna p value 0,426.Bagi lansia disarankan untuk tetap melakukanterapiwarnahijau dengan durasi yang lebih lama yaitu 10 menit agardidapatkan penurunan tekanan darah sampai dicapai kategori tekanan darah normal.
Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian infestasi Soil–transmitted Helminths pada pekerja perkebunan kopi Sumber Wadung Kabupaten Jember Ahmad Hasbi Al-Muzaky; Bagus Hermansyah; Enny Suswati; Yunita Armiyanti; Yudha Nurdian
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i1.109

Abstract

Infestasi Soil - Transmitted Helminths (STH) merupakan masalah kesehatan yang masih sering ditemukan di negara beriklim tropis, salah satunya di Indonesia. Hal ini dikarenakan perkembangan STH membutuhkan kondisi lingkungan yang hangat dan lembab, serta memerlukan media tanah untuk menjadi fase infektif yang disebut soil - transmitted helminth.Kondisi ini dapat ditemukan di lingkungan perkebunan yang sangat menguntungkan bagi perkembangan STH. Hal ini menyebabkan para pekerja perkebunan sangat beresiko terinfestasi oleh STH. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian infestasi STH pada pekerja perkebunan kopi. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Perkebunan yang dipilih adalah Perkebunan Kopi Sumber Wadung di Kabupaten Jember dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang responden dan diberikan kuisioer PHBS. Pemeriksaan infestasi STH dilakukan dengan dua metode yaitu flotasi dan sedimentasi. Dari 100 responden, 28 pekerja (28%) terinfestasi oleh STH. Kemudian dilakukan uji analisis chi-square antara PHBS dengan kejadian infestasi STH dan didapatkan adanya hubungan antara PHBS dengan kejadian infestasi STH pada pekerja (<0,05).
Hubungan usia menarche dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) remaja di Kota Palembang Minerva Riani Kadir; Felicia Linardi; Aditiawati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i1.110

Abstract

Beberapa tahun terakhir, awitan pubertas dan menarche terjadi pada usia yang semakin dini pada remaja di berbagai negara termasuk Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak dan remaja di Indonesia pun cenderung meningkat. Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh berpengaruh terhadap terjadinya pubertas dini yang merupakan faktor resiko berbagai penyakit.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche dengan Indeks Massa Tubuh pada remaja di Palembang.Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi di 4 SD dan 4 SMP di Palembang yang dipilih melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 388 responden memenuhi kriteria inklusi. Data usia menarche dan Indeks Massa Tubuh yang didapat melalui kuesioner dan pengukuran antropometri dianalisis menggunakan uji Chisquare.Dari 388 responden, sebanyak 49,5% mengalami menarche pada usia yang lebih awal dibanding rerata yaitu 12,36 tahun dan sekitar 20,1% berstatus gizi berlebih. Usia menarchererataresponden yang berstatus gizi berlebih lebih muda dibanding kelompok status gizi normal dan kurang. Hasil analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara usia menarche dengan Indeks Massa tubuh (p=0,000).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan Terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche dan Indeks Massa Tubuh. Pengawasan ketat terhadap Indeks Massa Tubuh siswi sekolah dasar dan menengah diperlukan untuk mencegah terjadinya pubertas dini.
Perbandingan uji diagnostik GeneXpert MTB/RIF untuk mendeteksi resistensi rifampicin Mycobacterium tuberculosis pada pasien Tb paru di RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang Erizka Rivani; Tia Sabrina; Venny Patricia
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i1.111

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah global. TB menduduki peringkat kedua penyebab kematian dari seluruh penyakit infeksi di dunia. Kelemahan dalam mendiagnosis dan pengobatan cepat selain dapat berdampak pada pasien, juga terhadap perkembangan resistensi sekunder dan penyebaran dari penyakit ini. Sebagai alternatif, teknik molekuler diagnostik dapat mempercepat TAT dan meningkatkan sensitifitas dan spesifisitas. Tes GeneXpert MTB/RIF merupakan mesin otomatis dengan penggunaan mudah dan cepat yang menggunakan prinsip nested real-time PCR dan teknologi molekuler untuk mendeteksi M. tuberculosis (MTB) dan resistensi obat rifampicin (RIF). Penelitian ini merupakan studi observasional analitik di laboratorium dengan pendekatan purposive sampling. Penilaian hasil sensitivitas dan spesifisitas GE memiliki nilai 97% dan 93% terhadap mikroskopis BTA; Sensitivitas dan spesifisitas GE memiliki nilai 97% dan 62% terhadap kultur MTBC; Persentase deteksi Rifampisin resisten pada GE sebesar 167(31%) lebih tinggi dari pada kultur MTBC sebesar 103(21.7%); Ada 3 sampel dari 5 sampel yang hasil BTA positif dan GE negatif yang memiliki gen hsp65 yang menunjukkan adanya bakteri MOTT.
Pengaruh jenis zat dan teman sebaya dengan kejadian relaps pada penyalahguna narkotika di Rehabilitasi IPWL RS Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Zuhro Haris; MT Kamaluddin; Rico J. Sitorus
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i1.112

Abstract

Data BNN Provinsi Sumatera Selatan Desember 2015 menyatakan 80% dari 98.000 pecandu narkotika menggunakan narkotika golongan Stimulansia Amfet/ Metamfetamin. Sebagian dari mereka mengalami relaps setelah menjalani program terapi dan rehabilitasi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis zat narkotika dan teman sebaya dengan kejadian relaps pada penyalaguna narkotika. Desain penelitian adalah cross sectional dengan menggunakan kuisioner untuk 165 pasien yang kontrol ulang di Poli IPWL RS Ernaldi Bahar pada Bulan Maret sampai April 2017. Hasil temuan diperoleh data bahwa faktor dominan penentu relaps disebabkan pengaruh jenis zat narkotika golongan stimulansia (met/amphetamin/Shabu) sebesar 93,7% dan pengaruh teman sebaya sebesar 93,2%. Analisis statistik (Pvalue 0.008, 95% Confidence 1nterval 1.483 – 13.689), risiko relaps penyalahguna jenis narkotika stimulansia 4,5 kali dibanding penyalahguna yang menggunakan jenis zat halusinogen. Pengaruh teman sebaya(teman yang paling sering interaksi) dengan kejadian relaps (Pvalue 0.010,tingkat kepercayaan 95% Confident Interval 1.388 – 10.839) risiko relaps sebesar 3.8 kali bila penyalahguna berinteraksi dengan teman penyalahguna narkotika. Kesimpulan bahwa jenis zat dan teman sebaya berpengaruh terhadap kejadian relaps. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Ernaldi Bahar dalam penyusunan program terapi rehabilitasi pengendalian efek euforia (efek yang sangat menyenangkan) dan program pasca rehabilitasi untuk pencegahan relaps penyalaguna narkotika.
Peranan miRNA-200 dalam tahapan metastasis kanker Salinah; Puspita Eka Wuyung
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i1.113

Abstract

MikroRNA merupakan bagian dari keluarga besar non-coding RNA yang secara negatif meregulasi ekspresi gen pengkode protein paska transkripsi melalui pasangan basa antara 5’ seed region miRNA dengan 3’ untranslated region dari mRNA. Berbagai studi telah menunjukkan adanya peran penting miRNA pada perkembangan kanker. Keluarga miR-200 termasuk mikroRNA yang berperan dalam inisiasi hingga tahap metastasis kanker. miR-200 terdiri dari 5 anggota yaitu miR-200a, -200b, -200c, -141, dan -429. Keluarga miR-200 berperan pada tiap tahapan metastasis yaitu mulai dari pertumbuhan tumor, angiogenesis, invasi ke jaringan sekitar, transisi dari epitelial ke mesenkimal, migrasi sel tumor, intravasasi sel tumor, kemampuan survival sel tumor di dalam sirkulasi, dan ekstravasasi sel tumor serta kolonisasinya.
Komitmen Sekolah dalam Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah SMP dan MTS Wilayah Brebes Selatan Anna Maulina L.; Antono Suryoputro; Bagoes Widjanarko
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i2.114

Abstract

Pembentukan peraturan kawasan tanpa rokok oleh pemerintah daerah melalui Undang-Undang Republik Indonesia no.36 tahun 2009 tentang kesehatan pada bagian ketujuh belas pasal 115 telah enam tahun diberlakukan, tetapi tidak menunjukan hasil yang signifikan. Hal ini menggambarkan belum meratanya kesadaran Pemerintah Daerah menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok. Pelaksanaan KTR di sekolah di Kabupaten Brebes belum diterapkan hal ini terbukti masih banyak guru atau tenaga pengajar yang merokok di lingkungan sekolah, dan belum adanya dukungan berupa peraturan atau himbauan larangan guru merokok di SMP dan MTS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sikap dan pengawasan internal dalam komitmen penerapan KTR di lingkungan Sekolah SMP dan MTs wilayah Brebes Selatan Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Intstrumen penelitian menggunakan angket. Populasi dalam penelitian adalah seluruh sekolah SMP dan MTs wilayah Brebes Selatan yakni sebanyak 111 sekolah. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic versi 23 dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan komitmen dalam penerapan KTR di sekolah dengan nilai p value = 0,038, dan ada hubungan yang signifikan antara pengawasan internal dengan komitmen dalam penerapan KTR dengan nilai p value = 0,004.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap dan pengawasan internal berhubungan dengan komitmen dalam penerapan KTR di lingkungan sekolah SMP dan MTs.
Riwayat Hipertensi terhadap Kejadian Abnormalitas Gambaran Elektrokardiogram (EKG) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Mayasari NME; Salsabiilah R
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i2.115

Abstract

Angka penderita Diabetes Melitus (DM) masih tercatat tinggi di dunia maupun di Indonesia dan diperkirakan pada tahun 2035 akan meningkat sebesar 55%. Hipertensi merupakan faktro risiko pernyakit kardiovaskular dan bersamaDM bertanggung jawab atas separuh dari mortalitas penyakit kardiovaskular (PKV).Salah satu alat diagnosis dini untuk komplikasi PKV pada DM tipe 2 adalah Elektrokardiogram (EKG). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganriwayat hipertensi terhadapkejadian abnormalitas gambaran EKG pada pasienDM tipe 2. Penelitian ini berupa analitik observasional dengan desain cross sectional study. Sampel yang diambil adalah dataprimerEKG pasien rawat inap dan rawat jalan dengan DM tipe 2 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Interpretasi EKG dilakukan olehsatu orang ahli, selamabulanoktobertahun 2018 secara total sampling.Hasil penelitian didapatkan 104 sampel dengan usia terbanyak 50-59 tahun (39,4%) dan berjenis kelamin perempuan (68,3%). Jumlah pasien yang mengalami hipertensi adalah sebanyak 29 orang dan jumlah gambaran EKG abnormal adalah sebanyak 62 EKG (60,6%). Berdasarkan hasil uji chi square antara riwayat hipertensi dan gambaran EKG abnormal didapatkan nilai p=0.001 (p<0.005).Terdapat hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian abnormalitas gambaran EKG dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p<0,05).
Diagnosis Klinis Morbus Hansen Tipe Mid Borderline (BB) dengan Gambaran Histopatologis Morbus Hansen Tipe Borderline Tuberculoid (BT) Reza Mayasari; Rusmawardiana; Fifa Argentina; Ika Sartika; Suly Auline Rusminan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i2.116

Abstract

Morbus Hansen (MH) merupakan salah satu penyakit tropis yang terabaikan dan membutuhkan perhatian khusus. Morbus Hansen memiliki berbagai gambaran klinis, mikrobiologis,dan histopatologis. Ketidaksesuaian antara gambaran klinis dan histopatologis menyebabkan kesulitan diagnosis tipe MH. Hal ini berdampak pada pemilihan obat MH yang mempengaruhi transmisi penyakit, relaps, kecacatan, dan deformitas. Dilaporkan kasusseorang laki-laki, 55 tahun dengan bercak merah meninggi di wajah, badan, kedua lengan dan tungkai yang bertambah banyak sejak 1 pekan lalu. Pada pemeriksaan saraf perifer ditemukan pembesaran nervus aurikularis magnus sinistra, penurunan fungsi sensorik digiti III, IV,V palmar manus sinistra, plantar pedis bilateral, dan penurunan fungsi motoriknervus medianus dekstra et sinistra dan nervus peroneus komunis sinistra. Pemeriksaan BTA mikroskopis ditemukan indeks bakteri (IB) +1 dan indeks morfologi (IM) 82%. Pemeriksaan histopatologis kesan MH tipe BT. Pasien mendapat terapi MDT MB dan mengalami perbaikan klinis. Diagnosis tipe MH yang ideal tidak dapat ditentukan hanya dengan gambaran klinis saja atau histopatologis saja. Korelasi gambaran klinis dan histopatologis disertai indeks bakteriologis lebih berguna untuk menentukan tipe MH secara lebih tepat dibandingkan hanya mempertimbangkan salah satu parameter saja. Jika ditemukan perbedaan antara gambaran klinis dan histopatologis, maka pasien diterapi berdasarkan tipe MH yang lebih berat, yaitu ke arah kutub lepromatosa untuk mencegah pengobatan tidak adekuat.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue