cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
Gambaran Histologi Ketebalan Jaringan Granulasi pada Tikus Wistar Jantan dengan Luka Bakar Setelah Pemberian Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomun burmanii) Riana Sari Puspita Rasyid; Iche Andriyani Liberty; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.127

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan menjadi masalah global di masyarakat. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Pembentukan jaringan granulasi adalah tahap yang penting dalam fase proliferasi dan penyembuhan luka.Saat ini, selain menggunakan obat modern seperti antibiotika silver sulfadiazine 1%, penelitian untuk pengobatan luka bakar menggunakan bahan-bahan herbal mulai banyak dilakukan oleh para peneliti. Salah satu bahan herbal yang digunakan untuk mengobati luka adalah Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi baru pemanfaatan kayu manis sebagai penyembuh luka dan dapat dikembangkan sebagai terapi komplementer yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan Silver Sulfadiazine 1% Dibandingkan Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii) pada Proses Pembentukan Jaringan Granulasi Tikus Wistar dengan Luka Bakar Derajat II. Penelitian ini merupakan studi eksperimentalmenggunakan rancangan penelitian post test only control group designyangdilaksanakan pada bulan September-November 2018 di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, di Animal House Fakultas Kedokteran Unsri dan Laboratorium Patologi RSUP dr.Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 30 sampel dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu I (kontrol negatif), II (diberikan salep ekstrak kayu manis dosis 10%), III (dosis 20%), IV (dosis 40%) dan V (kelompok kontrol positif diberikan Silver Sulfadiazine 1%). Data dianalisis dengan menggunakan program STATA 15 yaitu dengan uji homogenitas, uji OneWay Anova dan dilanjutkan uji post hoc multiple comparisons.
Isolasi dan Identifikasi Spesies Dermatofita Penyebab Tinea Kruris di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer Inda Astri Aryani; Fifa Argentina; Sarah Diba; Hari Darmawan; Grady Garfendo
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.128

Abstract

Dermatofita merupakan kelompok jamur yang mampu menginvasi keratin (kulit, kuku, rambut). Dermatofitosis di pangkal paha, genitalia, pubis, perineum, dan perianal disebut tinea kruris. Diagnosis ditegakkan berdasarkan klinis dan diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopis dan biakan. Isolasi spesies jamur dilakukan dengan agar dekstrosa Saboraud dan identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopik menggunakan lactophenol cotton blue. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan rancangan potong lintang dilakukan pada pasien tinea kruris di pusat kesehatan primer Palembangpada 60 subjek penelitian yang termasuk kriteria inklusi. Berdasarkan hasil biakan, ditemukan 25 biakan jamur positif. Insidensi terbanyak pada usia kisaran 15-24 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Sebagian besar pasien memiliki riwayat higienitas kurang baik dan tidak memiliki hewan peliharaan. Jamur Tricophyton rubrum diisolasi dari sebagian besar biakan (56%).
Peranan Gen HOXA10 terhadap Infertilitas Terkait Endometriosis Salinah; Ria Kodariah; Puspita Eka Wuyung
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.129

Abstract

Endometriosis merupakan penyakit yang bersifat progresif, kronik, rekuren dan hingga saat ini etiologi pastinya belum diketahui. Gejala yang ditimbulkan endometriosis bervariasi mulai dari asimptomatik, nyeri pelvis hingga infertilitas. Beberapa studi terakhir di bidang biologi molekular menunjukkan adanya kemungkinan endometriosis sebagai penyakit epigenetik dan salah satu gen yang diketahui mengalami perubahan epigenetik adalah gen HOXA10. Gen HOXA10 berperan mengatur reseptivitas endometrium selama proses implantasi. Keberhasilan proses implantasi merupakan salah satu faktor yang berperan pada fertilitas wanita dan Gen HOXA10 memiliki peranan penting dalam proses implantasi tersebut.Metilasi gen HOXA10 mengalami peningkatan yang signifikan pada endometrium eutopik wanita yang mengalami endometriosis. Pada endometrium wanita yang mengalami endometriosis terdapat penurunan ekspresi HOXA10 yang signifikan dan hal tersebut mengindikasikan adanya gangguan pada reseptivitas uterus yang dapat berperan dalam menurunnya tingkat kesuburan.
Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Citrus nobilis Sebagai Larvasida Larva Ae. albopictus Instar III Gianina Angelina Santoso; Hebert Adrianto; Arief Gunawan Darmanto
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.130

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes. Benua Asia menempati urutan pertama dengan jumlah penderita DBD terbanyak setiap tahunnya. Jumlah kasus DBD yang tinggi namun belum ditemukannya vaksin dan obatDBD, maka tindakan diprioritaskan pada pengendalian populasi vektor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak kulit Citrus nobilis terhadap kematian larva Ae. albopictus. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium rancangan acak lengkap Post Test Only Control Group Design, dengan lima konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu 700 ppm 1200 ppm, 1800 ppm, 2400 ppm, 3000 ppm, kontrol positif (abate), serta kontrol negatif (aquades) sebanyak empat replikasi. Masing-masing gelas diberi 20 ekor larva Ae. albopictus instar II. Data mortalitas larva diamati setelah 24 jam dan dianalisis dengan analisis probit. Hasil penelitian ini adalah ekstrak kulit Citrus nobilis memberikan efek larvasida pada larva Ae. albopictus, konsentrasi optimal ekstrak dinyatakan dengan LC90 sebesar 2335ppm.
Efektivitas Dry-Needling Terhadap Spastisitas, Range of Motion, dan Intensitas Nyeri Pasien Paska Stroke di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Henry Sugiharto; Melka Novera Sari; Pinto Desti Romadhoni; Nyimas Fatimah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.131

Abstract

Spastisitas merupakan kelainan motorik yang ditandai dengan peningkatan kecepatan refleks regang otot dan peningkatan hentakan tendon sebagai sindrom upper motor neuron (UMN). Prevalensi spastisitas adalah 43% pada 6 bulan setelah serangan pertama stroke dan 38% pada 1 tahun setelah stroke. Spastisitas dapat menurunkan kualitas hidup, sehingga diperlukan terapi untuk memperbaikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dry needling (DN) terhadap spastisitas, Range of Motion (ROM), status fungsional dan intensitas nyeri pada pasien paska stroke di RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah uji klinik randomized control trial (RCT) add on, double blind. Terdapat 20 subyek yang secara random terbagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kedua kelompok menjalani terapi standar rehabilitasi medik dan kelompok perlakuan diberikan terapi DN sebanyak 4 sesi, 1 kali perminggu. Evaluasi dilakukan dengan menilai Modified Modified Asworth Scale (MMAS), ROM, Upper Extremity Functional Index (UEFI) dan Numeric Rating Scale (NRS) penderita. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbaikan MMAS, ROM, UEFI, dan NRS pada kelompok perlakuan selama evaluasi paska intervensi setiap minggu hingga minggu ke-4 dan bertahan hingga minggu ke-8 (4 minggu paska intervensi). Perbedaan yang signifikan didapatkan antar kelompok sejak minggu ke-2 hingga minggu ke-8 dengan p<0,05 pada MMAS fleksor siku, sedangkan MMAS fleksor pergelangan tangan berbeda signifikan pada minggu ke-3 (p=0,021). Perbedaan signifikan pada minggu ke-8 juga didapatkan pada nilai ROM (p=0,029 untuk fleksor siku dan p=0,036 untuk fleksor pergelangan tangan), UEFI (p=0,036), dan NRS (p=0,037). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa DN terbukti efektif memperbaiki spastisitas, ROM, status fungsional dan intensitas nyeri dibandingkan dengan sham needling.
Gambaran spur calcaneus dan korelasinya dengan plantar fasciitis Shafira Ramadani Nasution; Hanna Marsinta Uli; Tri Suciati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.132

Abstract

Nyeri tumit adalah suatu gangguan pada sistem muskuloskeletal yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Penyebab tersering adalah plantar fasciitis dengan atau tanpa spur calcaneus, namun hubungan keduanya masih diperdebatkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi pasien plantar fasciitis dan spur calcaneus, distribusi tipe spur calcaneus pada pasien plantar fasciitis, dan hubungan antara spur calcaneus dengan plantar fasciitis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini menggunakan data rekam medik pasien dengan diagnosis plantar fasciitis dan bukan plantar fasciitis di Poli Penyakit Dalam dan Bedah Orthopedi serta memiliki foto pedis sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi di Instalasi Rekam Medik dan Radiologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Data tersebut dikumpulkan dan dinilai kesesuaian dengan penelitian, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.Dari 92 kasus nyeri tumit didapatkan 51 orang (55,4%) pasien plantar fasciitis dan 41 orang (44,6%) pasien bukan plantar fasciitis. Proporsi terbanyak pasien plantar fasciitis yaitu berusia 28-37 tahun, berjenis kelamin perempuan, pekerja swasta, overweight, dan tipe spur yang menyertai adalah tipe medium. Prevalensi spur calcaneus cukup tinggi pada pasien plantar fasciitis dibandingkan dengan kelompok pembandingnya yaitu sebanyak 32 orang (62,7%) dan 9 orang (22%). Hasil analisisbivariatditemukanhubunganantara spur calcaneus dan plantar faciitis,nilai p 0,000 dengan prevalence rate 2,858, dan confidence interval (1,546±5,285).Terdapat hubungan yang signifikan antara spur calcaneus dengan plantar fasciitis dan secara bermakna plantar fasciitis dapat meningkatkan kejadian spur calcaneus 2,858 kali dibandingkan bukan plantar fasciitis
Risiko Ergonomi dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pengrajin Tenun di Palembang Tiara Putri Yosineba; Erial Bahar; Msy Rulan Adnindya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.133

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya cedera pada otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, kartilago, tulang, atau pembuluh darah. Salah satu faktor risiko MSDs adalah postur kerja. Pengrajin tenun merupakan salah satu pekerjaan yang terancam mengalami keluhan MSDs karena mempunyai postur kerja yang berisiko yaitu posisi duduk yang statis dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara risiko ergonomi terkait postur kerja dengan keluhan MSDs pada Pengrajin Tenun di Palembang. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian merupakan pengrajin Tenun di Palembang yang berjumlah 35 orang. Variabel keluhan MSDs pada pekerja dinilai dengan cara wawancara berdasarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan variabel risiko egonomi terkait postur kerja dinilai berdasarkan lembar kerja Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses memproduksi tenun terdapat dua kategori postur kerja yaitu postur kerja risiko tinggi (88.6%) dan postur kerja risiko sangat ringgi (11.4%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lokasi keluhan MSDs yang paling banyak dirasakan oleh pekerja adalah leher atas (67.5%), leher bawah (57.1%), pinggang (54.1%) dan pinggul (42.9%). Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan terdapat korelasi sedang (r=0.573) yang signifikan (p=0.000) antara risiko ergonomi dan keluhan MSDs.
Disfungsi Mitokondria Pada Gagal Jantung Akut Yose Ramda Ilhami
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.134

Abstract

Mitokondria merupakan organel penting yang bermanfaat dalam homeostasis tubuh tidak hanya pada pembentukan ATP saja tetapi juga memiliki fungsi lain seperti mengatur pensinyalan sel dengan memodulasi keadaan redoks, memberikan cofactor untuk reaksi biokimia dan menghasilkan ligand untuk transduksi sinyal. Pada keadaan gagal jantung terjadi gangguan mitokondria yang diakibatkan oleh berbagai mekanisme meliputi hiperasetilasi protein, gangguan homeostasis kalsium, pembentukan spesies oksigen reaktif dan peningkatan respons inflamasi. Kata kunci: mitokondria, gagal jantung, mekanisme gangguan mitokondria
Study of Bengkuang Mask Formulation (PachyrhizusErosus L) with Ethanol Extract of Sweet Potato Leaves (Ipomoea Batatas L) as Antioxidant Irma Zarwinda; Azmalina Adriani; Al FhahyalAulia Yunas
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.135

Abstract

The leaves of purple sweet potato or purple yam contain compounds that are essential and provide a good benefits for human health such as vitamins, protein, calcium, iron, beta-carotene, and etc. As antioxidant source, it can be added as an active compounds to mask which mostly used in this era. The present study aims to prepare and characterize the mask prepared using bengkuangor Jicama/Mexican turnip as basic mask, combined with an ethanol extract of sweet potato eaves as antioxidant. Mask formulation was made by the experimental method.The face mask formulation was made by mixing three ingredients namely bengkuangpowder, ethanol extract of purple sweet potato and real honey.The organoleptic test, irritation test and preference test (probandus) were used to characterized three as-prepared masks (F1, F2, and F3). The results showed that the liquid (F1) and semi-solid (F2 and F3) masks, ethanol extract of purple sweet potato leaves provides an additional aroma to the as prepared mask in wich the F3 mask has the best aroma compared to the other mask. In irritation testing, no irritation occurred after 2 weeks for the 3 formulas that were made. The subsequent studies are changes in facial skin after wearing a mask for 2 weeks, the face felt every probandus face becomes a little more moist and smoother. Therefore, the face mask type 3 (F3) was the best formulation for considered for further application.
Korelasi Anion Gap Calculated dengan Strong Ion Gap dalam Evaluasi Keadaan Asidosis Metabolik pada Pasien Critically Ill Donaliazarti; Deinike W Marwan; May Valzon
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i2.136

Abstract

Asidosis metabolik merupakan gangguan asam basa paling sering pada pasien critically ill dengan penyebab umum berupa peningkatan anion yang tidak terukur. Penilaian adanya anion tidak terukur dapat dilakukan dengan tradisional (AGcalculated ) dan alternatif (SIG). Strong ion gap paling umum digunakan namun membutuhkan sejumlah besar komponen dalam perhitungannya dibandingkan dengan AGcalculated.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara AGcalculated dengan SIG dalam evaluasi keadaan asidosis metabolik pada pasien critically ill. Penelitian dilakukan terhadap 84 pasien critically ill yang dirawat di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang. Analisis gas darah, elektrolit, dan albumin diukur dengan metode potensiometri, amperometri dan spektrofotometri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman untuk mengetahui korelasi antara kadar AGcalculated dengan SIG yang dinyatakan bermakna jika nilai p < 0,05. Rerata nilai pH, pO2, pCO2, Ca ion, HCO3 - , BE, Na, K, Cl, dan albumin berturut-turut adalah 7,26(0,1); 193,71(90,26); 36,62(7,77); 0,62(0,16); 17,39(4,36); -9,1(5,11); 134(6,64); 4,19(0,97); 107(5,7); dan 2,43(0,78). Nilai tengah (median) AGcalculated dan SIG adalah 18,52(3,14) dan 7,76(3,31). Uji Spearman menunjukkan korelasi AGcalculated dan SIG memberikan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara AGcalculated dan SIG serta nilai r sebesar 0,997 yang berarti korelasinya sangat kuat, sehingga AGcalculated dapat digunakan untuk menentukan adanya anion yang tidak terukur sebagai penyebab asidosis metabolik di tempat dengan fasilitas pemeriksaan yang terbatas.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue