cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
INSIDENSI DAN FAKTOR RISIKO CORONARY SLOW FLOW: SYSTEMATIC REVIEW Aulia Firdha Tariza; Yudhie Tanta; Emma Novita
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.347

Abstract

Studi epidemiologis tentang kejadian CSF penting untuk lebih memahami faktor risiko dan menentukan riwayat alami kondisi tersebut. Oleh karena itu, systematic review ini dibuat untuk membahas insiden terjadinya CSF, serta mengetahui berbagai prediktor yang terkait dengan terjadinya CSF. Tinjauan sistematis ini dianalisis dengan menggunakan metode PRISMA-P 2015. Berdasarkan hasil pencarian, terdapat 10 artikel relevan yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil analisis didapatkan hasil kejadian CSF 34% dan 34,2% pada artikel berdesain case control, sedangkan 1 artikel berdesain cross sectional yang didapatkan 1,43% kejadian CSF. Faktor risiko terkait atau prediktor terkait dengan terjadinya fenomena coronary slow flow (CSF) yaitu, BMI tinggi, lingkar pinggang tinggi,hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, merokok dan jenis kelamin laki-laki, usia >50 tahun, tingkat SII (systemic immune inflammation), kadar urotensin II, dan faktor psikologis. Kesimpulan didapatkan Angka kejadian coronary slow flow (CSF)cukup tinggi. Berbagai faktor risiko atau prediktor fenomena CSF terdapat faktor yang bisa diubah maupun yang tidak bisa diubah.
FUNCTIONAL ANATOMY OF MANDIBULAR NERVE Msy Rulan Adnindya; Indri Seta Septadina; Tri Suciati, Wardiansah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.348

Abstract

The mandibular nerve is the largest branch of the trigeminal nerve. It innervates the mandibular teeth, gums, skin of the temporal region, ear, lower lip, the lower part of the face, muscles of mastication, and mucous membrane of the anterior 2/3 of the tongue. The mandibular nerve is the main pharyngeal nerve arch. The sensory and motor fibers in the mandibular nerve originate from two roots: the sensory root, which originates from the semilunar ganglion, and the motor root, which originates from the motor nucleus. The mandibular nerve has a mixture of sensory and motor nerves and motor and sensory functions. Face, cheeks and temples, oral cavity, teeth and gums, nasal cavity and sinuses, and temporomandibular joints and muscles. Trauma to the mandible can damage or tear the inferior alveolar nerve in the mandibular canal, causing sensory loss distal to the lesion. Local anesthesia of the inferior alveolar nerve is generally reserved for dental procedures. Local anesthetic injection into the oral mucosa on the medial side of the mandible can also involve the nearby lingual nerve, thus affecting the tongue and the inside of the mouth. The close connection between the submandibular canal and the lingual nerve is important in root canal infections and surgical procedures.
RESULTS OF INTRAVENOUS ALINAMIN AND ALCOHOL EXAMINATION RESULTS IN PATIENTS COMPLAINTS OF SNACTING DISORDERS AT RSMH PALEMBANG Yoan Levia Magdi; Guntur Bayu Bima Pratama; Erial Bahar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.349

Abstract

Bau adalah zat kimia yang tercampur di udara yang dirasakan manusia dengan indra penciumannya. Hilangnya penciuman atau hilangnya penciuman menjadi hal yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini penelitian mengenai bau sangat menarik karena dapat mengetahui jenis bau, serta fungsi penciuman. Pemeriksaan tes penciuman melalui infus dan tes penciuman alkohol merupakan salah satu pemeriksaan gold standard yang dapat dilakukan untuk mengetahui jenis gangguan penciuman. Untuk mengetahui kesesuaian hasil pemeriksaan penciuman alinamin intravena dengan pemeriksaan penciuman alkohol pada pasien gangguan penciuman di RSMH Palembang. Penelitian observasional dan analitik menggunakan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Oktober 2022 sampai Januari 2023. Data dianalisis dengan IBM SPSS 25. Pada penelitian ini terdapat 49 pasien dengan keluhan gangguan penciuman ke bagian THTBKL. RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Rerata usia penelitian adalah 33 tahun dengan populasi paling rentan berusia <20 tahun (26,5%). Dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (57,1%). Sedangkan sebagian besar pekerjanya sebagian besar adalah pelajar (26,5%) dan mengeluhkan gangguan bau secara bertahap (91,8%). Pasien yang datang dengan keluhan gangguan penciuman terbanyak adalah pasien dengan massa sinonasal (53,1%). Korelasi antara uji alinamin intravena dengan penciuman alkohol dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi yang sangat kuat (r=0,908) dan pada uji kesesuaian menggunakan Cohen’s kappa diperoleh nilai sebesar 1,000 yang berarti tercapai kesepakatan sempurna antara kedua uji tersebut. Terdapat kesesuaian hasil pemeriksaan antara tes penciuman alinamin dengan tes penciuman alkohol pada pasien dengan keluhan gangguan penciuman.
PERBEDAAN LATIHAN FISIK PAGI HARI DAN MALAM HARI TERHADAP PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA PESILAT Aini Yatuz Zulfa; Rochman Basuki; Bintang Tatius
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.350

Abstract

Pencak silat merupakan latihan fisik tipe aerobik dan tergolong intensitas berat ini berhubungan erat dengan kelincahan dan berat badan. Kedua hal tersebut dipengaruhi oleh kadar lemak tubuh. Distribusi lemak tubuh dipengaruhi oleh proses lipolisis yang distimulasi oleh hormon kortisol yang diatur oleh irama sirkadian. Proses lipolisis dipengaruhi adanya perbedaan waktu latihan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persentase lemak tubuh antara kelompok latihan fisik pagi hari dan malam hari pada pesilat PSHT Kota Semarang. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Latihan fisik pagi hari dan malam hari sebagai variabel bebas dan persentase lemak tubuh sebagai variabel terikat. Sampel penelitian berjumlah 34 pesilat PSHT Kota Semarang lalu dibagi menjadi 2 kelompok dan dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data menggunakan data primer. Persentase lemak tubuh (PLT) diukur menggunakan skinfold caliper lalu hasil ukurnya dikonversikan ke dalam rumus Durnin-Womersley dan Siri. Pengolahan data menggunakan uji T Independen dengan p < 0,05. Rerata dari PLT 17 data pada kelompok pagi hari 13,37% dan PLT 17 data kelompok malam hari 16,7%. Kedua rerata kelompok dikategorikan normal. Uji T Independen perbedaan latihan fisik pagi hari dan malam hari terhadap PLT menghasilkan p = 0,009. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan fisik pagi hari dan malam hari terhadap persentase lemak tubuh pada pesilat. Latihan pagi hari lebih efektif memperoleh PLT yang normal.
DIFFERENCES OF SHORT-TERM CONSUMPTION OF SEMENDO ROBUSTA AND ARABICA COFFEE TOWARDS SWEET TASTE SENSITIVITY Alifia Salsabila; Shanty Chairani; Irfannuddin; Pudji Handayani; Nursiah Nasution
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.351

Abstract

The most consumed and cultivated coffee in Indonesia is robusta and arabica coffee. Robusta and arabica coffee have different characteristics such as morphology, contents, and taste. Coffee consumption could cause alteration in taste sensitivity, especially sweet taste. Those could affect daily sugar consumption. The present study aimed to determine the differences of short-term consumption of semendo robusta and arabica coffee towards sweet taste sensitivity. This study used experimental study with a cross-over design approach that involved 21 students from the Faculty of Medicine Sriwijaya University. Semendo robusta and arabica coffee are used in this study. Sweet taste sensitivity was tested using the whole mouth test method by rinsed with sucrose solution at a concentration of 0,16, 0,32, 0,64, and 1,28 mol/l, which was given from the lowest concentration. Sweet taste sensitivity scores were rated at baseline and after the consumption of semendo robusta and arabica coffee which took place on different days. The lowest sucrose concentration that was correctly interpreted by the subject was noted as a taste sensitivity score. Data were analyzed using the Chi-square test. The chi-square test showed that the decrease in sweet taste sensitivity was more frequently happening after semendo arabica coffee consumption than semendo robusta coffee consumption (p<0,05). Short-term consumption of semendo arabica coffee has significantly increased the risk of sweet taste sensitivity reduction 4 times greater than semendo robusta coffee. There were differences in sweet taste sensitivity between short-term consumption of semendo robusta and arabica coffee.
KADAR GLUKOSA MUS MUSCULUS MODEL DIABETES DENGAN PERLAKUAN BEBERAPA JENIS MAKANAN LOKAL Dewi Permatasari Akyuwen; Veince Benjamin Silahooy
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.355

Abstract

Penatalaksanaan penyakit diabetes bertujuan untuk mengendalikan kadar glukosa. Pengendalian dapat dilakukan bersama dengan adaptasi gaya hidup dan pola makan. Penerapan diet yang salah dapat memperburuk kondisi penderita diabetes. Terdapat beberapa temuan di wilayah kerja puskesmas taniwel dimana pasien beranggapan bahwa beras subsidi dan beberapa jenis makanan lokal memiliki kadar glukosa yang rendah, sehingga dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak. Untuk membuktikan itu perlu diuji secara ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji beberapa makanan lokal yang dianggap memiliki kadar glukosa rendah terhadap penderita diabetes. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Data kemudian dianalisa dengan ANOVA one-way dan uji lanjut LSD. Hasil menunjukkan perbedaan penurunan kadar glukosa pada K+, P1, P2, dan P3. K- tidak mengalami penurunan GDS dari menit 30 sampai 120. Uji anova menunjukan nilai signifikansi 0,001. Hasil uji lanjut LSD menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p > 0,05) pada kelompok K+, P1, P2, dan P3. Hasil analisa ini menyimpulkan bahwa kadar glukosa mencit yang mengkonsumsi beras subsidi, beras komersil, keladi dan pisang tidak memiliki perbedaan bermakna dalam penurunan kadar glukosa. Konsumsi berlebih tidak dianjurkan, sehingga diet dengan makanan lokal ini tetap perlu mendapatkan anjuran dan pengawasan dari tenaga kesehatan.
POLA ASUH PEMBERIAN STIMULASI BERBAHASA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI PUSKESMAS WILAYAH BANTEN Angeline Wijaya; Herwanto
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.356

Abstract

Peran orang tua dalam mengasuh merupakan faktor yang penting dalam mencapai perkembangan anak yang optimal termasuk perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa yang optimal dapat didukung dengan pemberian stimulasi berbahasa secara berkesinambungan, seperti bermain bersama, membaca buku dongeng, mengajak anak bernyanyi, memberikan buku bergambar, bahkan berdialog dengan anak mampu meningkatkan pemahaman dan respon anak dalam berbahasa. Interaksi antar aorag tua dan anak juga dibutuhkan untuk pemantauan tumbuh kembang agar dapat melakukan deteksi dini bila terjadi perkembangan bahasa yang tidak sesuai atau keterlambatan bicara. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pemberian stimulasi berbahasa terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 3-5 tahun di Puskesmas Wilayah Banten. Penelitian merupakan studi analitik observatif menggunakan metode potong melintang. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik konsekutif dengan subyek orang tua serta anak usia 3-5 tahun sebanyak 71 responden. Pengambilan data penelitian dilakukan menggunakan kuesioner pemberian stimulus dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), kedua kuesioner tersebut digunakan untuk menilai frekuensi orang tua dalam pemberian stimulus dan perkembangan bahasa pada anak. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik Chi- square, dan dari hasil analisis pada penelitian ini didapatkan nilai p < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian stimulasi berbahasa dengan perkembangan bahasa anak.
MANIFESTASI KLINIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Enny Nugraheni; Debie Rizqoh; Mulya Sundari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.357

Abstract

Demam Berdarah Dengue ada penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue. Manusia akan terinfeksi setelah diinfeksi oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus DENV. Virus dengue terdiri dari 4 serotipe yaitu DENV-1, 2, 3 dan 4. Virus dengue dapat menyebabkan dua tipe infeksi yaitu infeksi primer dan infeksi sekunder. Infeksi primer dapat muncul sebagai demam akut atau disebut demam dengue yang akan dinetralisir dalam tujuh hari oleh respon imun. Sedangkan infeksi sekunder cenderung akan lebih berat dan akan mengakibatkan demam berdarah dengue (DBD) atau sindrom renjatan dengue (SRD).Manifestasi klinis DBD dapat diklasifikasikan berdasarkan kondisi klinis pasien dan hasil pemeriksaan penunjang. Kasus simptomatik dapat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi diantaranya adalah undifferentiated febrile illness (UF), Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD), sindrom renjatan dengue (SRD) dan unusual dengue (UD). Manifestasi klinis dapat berdampak pada organ dan sistem yang ada di seluruh tubuh. Manifestasi klinis dengue bervariasi dari yang ringan sampai dengan berat. Manifestasi utama berupa adanya plasma leakage yang digambarkan pada fase awal adanya pendarahan ringan sampai berat. Tanda plasma leakage juga dapat ditemukan pada multiple organ Klasifikasi DBD dapat dilakukan berdasarkan WHO 1997 dan WHO 2009. Manifestasi klinis ini penting diketahui dan dipahami untuk menegakkan diagnosis yang cepat sehingga dapat melakukan penatalaksanaan DBD dengan baik sehingga mengurangi angka morbiditas dan mortalitas.
TERATOMA KISTIK MATUR DENGAN TRANSFORMASI KEGANASAN TIPE KARSINOMA PAPILER TIROID VARIAN FOLIKULAR PADA OVARIUM KANAN Maria Ulfa; Khalif Anfasa; Siti Fatimah Azzahra
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.358

Abstract

Teratoma kistik matur merupakan tumor ovarium yang paling sering terjadi pada wanita usia reproduktif. Transformasi keganasan pada teratoma kistik matur jarang terjadi. Transformasi keganasan yang paling umum pada teratoma kistik matur adalah karsinoma sel skuamosa, sedangkan karsinoma tiroid papiler merupakan kejadian yang sangat langka. Kami melaporkan satu kasus Karsinoma Papiler Tiroid Varian Folikular yang timbul dari teratoma kistik matur di ovarium kanan, pada wanita berusia 34 tahun dengan teratoma kistik matur bilateral. Pasien menjalani tindakan salpingo-ooforektomi bilateral. Pemeriksaan mikroskopis ovarium kanan dan kiri menunjukkan gambaran kista dilapisi epitel skuamosa kompleks dengan adneksa kulit berupa folikel rambut dan kelenjar sebacea serta dijumpai tulang rawan matur. Pada ovarium kanan ditemukan komponen jaringan tiroid, membentuk struktur folikular padat, sedikit struktur papiler, dilapisi epitel kuboid hingga kolumner, selapis hingga pseudostratifikasi, inti Sebagian overlapping, bulat-ovoid, pleomorfik, gambaran inti menunjukkan nuclear groove, nuclear clearing, Orphan Annie eyes, dan nuclear pseudo- inclusi, sitoplasma eosinofilik. Jumlah mitosis sedikit. Pengecatan IHK TTF-1 menunjukkan hasil positif. Ahli patologi harus melaporkan transformasi keganasan pada teratoma kistik matur agar klinisi dapat memberikan terapi yang spesifik dan adekuat pada pasien
AKURASI REAL TIME - POLYMERASE CHAIN REACTION DALAM MENGIDENTIFIKASI STREPTOCOCCUS HAEMOLYTICUS GRUP B PADA WANITA HAMIL DAN BAYI BARU LAHIR Atika Akbari; Risma Kerina Kaban
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.359

Abstract

Sebagian besar wanita hamil mengalami kolonisasi Streptococcus haemolyticus grup B (SGB) di saluran urogenital yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan bayi. Deteksi SGB intrapartum perlu pemeriksaan yang cepat dan sensitif. Pemeriksaan mikrobiologi untuk mendeteksi SGB menggunakan metode kultur dan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) telah digunakan untuk mendukung diagnosis, namun penggunaannya untuk skrining pada ibu hamil belum pernah diuji keakuratannya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode terbaik untuk mendeteksi kolonisasi SGB pada ibu hamil sekaligus menilai akurasi uji RT-PCR. Penelitian dengan metode potong lintang pada wanita hamil kurang dari 37 minggu dengan ketuban pecah di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan, serta bayi baru lahir dengan tersangka sepsis neonatorum awitan dini yang lahir dari ibu tersebut di RSCM. Swab rektovaginal ibu dan darah bayi untuk pemeriksaan tes RT-PCR dan kultur pada 3 media: agar darah (AD), agar darah Columbia (ADC), dan CHROMagar (CA). Ada 50 ibu dan 25 bayi direkrut dalam penelitian ini. Prevalensi SGB pada ibu hamil 24%, 2 bayi meninggal. Dibandingkan dengan kultur dengan media ADC, tes RT- PCR mempunyai sensitivitas 83,33%, spesifisitas 86,84 %, NPP 66,67 %, NPN 94,29 %, dan akurasi 86,00 %. Media CA menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam hal sensitivitas 100%, spesifisitas 100%, NPP 100%, NPN 100%, dan akurasi 100 %, dengan hasil lebih singkat, praktis, dan murah. Pemeriksaan RT-PCR menjadi pilihan dalam skrining SGB intrapartum, dengan alternatif media CA.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue