cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal KALAM
ISSN : 08539510     EISSN : 25407759     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
KALAM (ISSN 0853-9510; E-ISSN: 2540-7759) is a journal published by the Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KALAM published twice a year. KALAM focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Theology, and Mysticism. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by Kalam will review by two peer review through a double-blind review process. KALAM has been accredited by The Ministry of Research, Technology, and Higher Education, the Republic of Indonesia as an academic journal (SK Dirjen PRP Kemenristekdikti No. 1/E/KPT/2015).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Akulturasi Islam dan Nilai lokal Dalamm Perspektif Psikologi Saloom, Gazi
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.17

Abstract

Akulturasi Islam dan nilai lokal adalah fakta sejarah sosial yang dapat disaksikan sampai saat ini. Keberagamaan dan spiritualitas menjadi ranah utama di mana terjadi akulturasi di antara keduanya.Psikologi terutama psikologi lingkungan dan budaya melihat bahwa manusia tidak bisa dilepaskan dari ikatan lokal atau ikatan tempat. Ikatan seseorang dengan tempat tertentu menimbulkan proses timbal balik secara pikiran, emosi dan tindakan. Proses pikiran, emosi dan tindakan itu membawa seseorang atau kelompok untuk mengaitkan keberagamaan dan ritual keagamaan dengan nilai-nilai lokal yang mewarnai kehidupan individu dan kelompok. Artikel ini hendak menegaskan bahwa akulturasi Islam dan nilai lokal adalah proses psiko-sosial-keagamaan yang bisa dijelaskan secara ilmiah dari perspektif psikologi.
Interelasi Nilai Jawa dan Islam dalam Berbagai Aspek Kehidupan Kamal, Muhammad Ali Mustofa
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.18

Abstract

Artikel ini mengkaji proses akulturasi budaya Jawa dan Islam dengan mengeksplorasi berbagai aspek interelasi nilai dari berbagai segi kehidupan melalui pendekatan antropologi budaya. Keadaan masyarakat Jawa, sebelum munculnya berbagai asimilasi agama dan budaya asli, telah memiliki peradaban Jawa yang khas yang tercermin dalam sistem sosial dan norma kemasyarakatan. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan proses akulturasi antara budaya Jawa dengan Islam tak terlepas dari proses penyebaran Islam yang masuk ke tanah Jawa secara damai. Akulturasi antara Islam dengan budaya Jawa terbukti dapat melahirkan kedewasaan masyarakat dalam beragama, baik dalam karya sastranya, system ekonomi, mistisme, pola kepercayaan budaya dan ritual. Penyatuan antara budaya Jawa dengan Islam nampak jelas dalam kecenderungan masyarakat Muslim Jawa yang taat agama namun tetap tidak bisa meninggalkan tradisi ke-Jawanya.
Analisis Simbolik Penggunaaaan Ayat-ayat Al-Qur`an Sebagai Jimat Dalam Kehidupapan Masyarakat Ponorogo Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.159

Abstract

Artikel ini menganalisis fenomena jimat dalam masyarakat Islam Ponorogo. Tujuannya untuk mengetahui ragam ayat al-Qur`an yang digunakan dalam jimat dan bagaimana masyarakat memaknainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jimat yang digunakan oleh masyarakat Ponorogo bermacam-macam, mulai dari jimat yang ditujukan untuk mengusir/melindungi gangguan makhluk halus atau Jin, jimat pagar rumah, jimat kekebalan, jimat penglaris, hingga jimat penyubur tanah. Sebagian besar ayat dan surat al-Qur`an yang digunakan meliputi Surat al-Fātihah, Ayat Kursi, Surat Yāsin, Surat al-Syu’arā, Surat Thaha ayat 39, Surat al-Ikhlāsh, al-Falaq, dan al-Nas. Praktik ini dikombinasikan dengan unsur budaya lokal seperti selametan dan puasa mutih. Jimat tersebut. Bagi masyarakat Ponorogo, ayat-ayat al-Qur`an yang digunakan dalam jimat adalah wahyu yang memiliki kekuatan luar biasa yang diturunkan Allah SWT dan hanya dapat dicapai oleh orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan supernatural, yang disebut sebagai wong pinter.
Tafsir Kultural Jawa: Studi Penafsiran Surat Luqman Menurut KH. Bisri Musthofa Faiqoh, Lilik
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.160

Abstract

Penelitian ini menelaah Penafsiran Surat Luqman menurut Perpektif KH Bisri Musthofa dalam kitab Tafsir Al-Ibriz. Pertanyaan penting yang diajukan meliputi Historisitas Surat Luqman, biografi KH Bisri Musthofa, sejarah al-Ibriz, dan bagaimana Kontektualisasi Penafsiran Mauizah dalam Surat Lukman kaitannya dengan Budaya Lokal dalam pandangan KH. Bisri Musthofa. Metode analisis yang digunakan adalah metode konten analisis untuk menjelaskan perspektif KH Bisri Musthofa terhadap konsep Mauizah dalam surat Luqman dan hubungannnya dengan Tafsir Tradisi Kultural Jawa.
Islam dan Budaya Di Banten: Menelisik Tradisi Debus Dan Maulid Said, Hasani Ahmad
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.338

Abstract

Sejarah mencatat pada awal abad 19, Banten menjadi rujukan para ulama di Nusantara, bahkan di Asia Tenggara, khususnya tentang ilmu keIslaman. Kebudayaan Banten, yang nampak sederhana, sesungguhnya memiliki kompleksitas yang tinggi. Artikel ini mengetengahkan potret budaya Banten dengan memfokuskan pada dua pokok bahasan yakni atraksi debus dan tradisi Panjang Maulid. Penelitian menemukan bahwa beragamnya seni pertunjukan kesenian rakyat Banten, yang berkembang secara turun temurun, tidak terlepas dari pengaruh keagamaan, khususnya Islam.
Islam, Tradisi Lokal, dan Konservasi Alam: Studi Kasus di Kampung Dukuh Kabupaten Garut Syukur, Abdul; Qodim, Husnul
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.339

Abstract

Kampung Dukuh di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut merupakan salah satu kampung adat yang ada di Jawa Barat. Selain tradisi warisan Islam yang masih kuat, masyarakat Kampung ini mempunyai tradisi tersendiri seperti kepercayaan terhadap mitos-mitos leluhur, sanksi gaib, dan ritual-ritual tertentu terkait kepercayaan tersebut. Masyarakat Kampung Dukuh juga memiliki kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam lewat mana mereka turut serta dalam menghadapi isu-isu pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change). Keberhasilan warga Kampung Dukuh dalam melestarikan alam bukan karena pengaruh doktrin Islam tetapi lebih disebabkan oleh tradisi dan kearifan lokal warisan nenek moyang. Hal ini dikarenakan masyarakat Kampung Dukuh cenderung memahami Islam sebagai seperangkat aturan/hukum berkaitan dengan sistem peribadatan (fiqih ibadah), tidak sampai menyentuh aspek-aspek lain di luar sistem itu.
Nilai-nilai Islam dalam Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Yusuf, HImyari
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.340

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai/filsafat hidup masyarakat Lampung, khususnya masyarakt Lampung Pepadun, untuk mengetahui apakah nilai-nilai itu bertentangan dengan nilai-nilai agama (Islam) atau tidak. Pertanyan-pertanyan semacam ini, sampai pada tarap tertentu, sering menggangu kreativitas dan aktivitas kehidupan masyarakat Lampung dan berakibat filsafat hidup mereka, yang dikenal dengan sebutan Piil Pesenggiri itu, menjadi terasingkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Setelah melakukan kajian secara menyeluruh dan mendalam, studi ini menemukan fakta bahwa berbagai nilai dan filsafat hidup Piil Pesenggiri secara filosofis sesungguhnya koheren dengan nilai-nilai Islam dan bahkan juga relevan dengan nilai-nilai Pancasila
Simbol Islam dan Adat dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun Isnaeni, Ahmad; Hakiki, Kiki Muhamad
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.341

Abstract

Masyarakat pribumi Lampung mempunyai berbagai macam bentuk kebudayaan daerah yang unik yang salah satunya terdapat pada tradisi upacara perkawinan. Sebagai akibat dari akulturasi budaya dan agama di kalangan masyarakat Lampung, maka tidak heran jika upacara adat perkawinan masyarakat Lampung bercorak Islam. Memang, Relasi antara Islam dan budaya Lampung ini dapat diibaratkan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Pada satu sisi, kedatangan Islam di tanah Lampung memperkaya budaya masyarakat Lampung; Sementara pada sisi lain, kultur atau budaya masyarakat Lampung berpengaruh pada pengamalan ajaran Islam di masyarakat. Inkulturasi Islam sebagai ajaran baru ke dalam konteks kebudayaan lokal Lampung berjalan secara akomodatif atau adaptif sehingga Islam mewarnai budaya lokal tanpa kehilangan identitasnya.
Makna Simbolik Topeng Sakura Pada Masyarakat Adat Lampung Fauzan, Fauzan
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.342

Abstract

Sakura merupakan tradisi yang dikembangkan oleh masyarakat adat Lampung di wilayah Lampung Barat. Dalam pelaksanaannya, sakura dilakukan dengan kegiatan pawai tari-tarian dengan mengenakan topeng. Sakura mengandung makna simbolik dan melambangkan bermacam-macam karakter yang bisa dimainkan oleh manusia. Setiap orang bebas menentukan karakter dan peran yang akan dimainkannya dalam kehidupan. Jenis sakura helau dan sakura kamak mengandung makna ajakan pada kelompok masyarakat yang kaya dan kelompok miskin untuk menghilangkan perbedaan status sosial serta bersatu padu dalam memajukan daerahnya.
Khitan Perempuan Antara Tradisi dan Syari’ah Hermanto, Agus
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.343

Abstract

Artikel ini membahas tentang praktek khitan untuk kaum perempuan melalui perspektif hukum Islam. Khitan perempuan dilakukan dengan memotong, melukai dan menghilangkan sebagian dari alat vital yang terpenting dan terkait alat reproduksi perempuan. Praktik ini sesungguhnya tidak harus dilakukan oleh setiap perempuan. Khitan dapat dilakukan oleh perempuan jika ia memiliki libido seksual yang tinggi sehingga dihawatirkan akan membawanya ke jurang kemaksiatan. Namun jika khitan itu tidak mendatangkan manfaat, bahkan merusak organ perempuan, maka perbuatan itu harus ditinggalkan. Dalam Kaidah Fiqh kalau suatu perbuatan mendatangkan lebih banyak mudharat daripada kemaslahatan, (la dharara wa la dhirara), maka hukumnya adalah makruh dan harus ditinggalkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10