cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal KALAM
ISSN : 08539510     EISSN : 25407759     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
KALAM (ISSN 0853-9510; E-ISSN: 2540-7759) is a journal published by the Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KALAM published twice a year. KALAM focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Theology, and Mysticism. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by Kalam will review by two peer review through a double-blind review process. KALAM has been accredited by The Ministry of Research, Technology, and Higher Education, the Republic of Indonesia as an academic journal (SK Dirjen PRP Kemenristekdikti No. 1/E/KPT/2015).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2015)" : 10 Documents clear
AGAMA, KEKERASAN DAN PLURALISME DALAM ISLAM Wibisono, M. Yusuf
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.328

Abstract

Konflik antar agama/keyakinan yang disertai kekerasan telah menimbulkan banyak kerusakan baik secara fisik maupun psikologis pada para penganut agama. Padahal, kehadiran agama seharusnya justru menjadi solusi dalam mencegah konflik antar sesama umat manusia melalui pemahaman yang benar terhadap dalil Ilahiyah yang sakral. Islam, sebagai ajaran kasih sayang (rahmatan lil alamin) menawarkan spirit pluralisme sebagaimana termaktub dalam al-Qura’an. Menurut prinsip dasar Islam, manusia harus mampu menangani perbedaan-perbedaan keyakinan di antara mereka dengan cara berkeadaban, sambil menyerahkan penilaian akhir mengenai kebenaran yang absolut kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana.
Islam dan Radikalisme: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya Ruslan, Idrus
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.329

Abstract

Sejak tragedi pemboman WTC tanggal 11 September 2001 yang disusul dengan rangkaian peledakan bom di sejumlah negara, banyak orang non Muslim yang berasumsi bahwa ajaran Islam identik dengan radikalisme. Walaupun assumsi yang berkembang itu dapat dimaklumi, namun keyakinan tersebut tentu saja tidak sepenuhnya benar. Karena meskipun terdapat sekelompok orang Islam yang berbuat radikal, akan tetapi mayoritas Muslim justru bertentangan dengan mereka. Lagi pula, jika dicermati secara mendalam, sesungguhnya Islam sama sekali tidak mentolerir tindakan radikal. Ia adalah agama kasih sayang yang sangat mendodrong penganutnya untuk berbuat baik terhadap orang lain, termasuk kepada orang-orang non-Muslim. Artikel ini menawarkan beberapa upaya strategis dalam mengantisipasi dan menanggulangi bahaya radikalisme-terorisme.
Membendung Radikalisme Dalam Dunia Pendidikan Melalui Pendekatan Brain Based Learning Sesmiarni, Zulfani
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.330

Abstract

Dunia pendidikan dewasa ini sering diwarnai oleh tindak kekerasan, tawuran antar sekolah, perkelahian antar pelajar sampai kepada pembunuhan antar pelajar. Ironisnya masalah tersebut terjadi pada lembaga pendidikan formal yang menjadi tempat pembentukan budaya dan karekter peserta didik. Artikel ini ini menawarkan suatu solusi untuk mencegah/menekan aksi kekerasan di kalangan pelajar melalui penggunaan metode pembelajaran brain-based teaching Metode ini menggabungkan 5 aspek pembelajaran yakni aspek emosional, sosial, kognitif, fisik dan reflektif. Pembentukan pribadi peserta didik dimulai dalam bentuk pembelajaran di kelas untuk mengembangkan kemampuan, potensi dan kompetensi peserta didik. Dengan cara ini peserta didik diharapkan terhindar dari berbagai kekerasan dan sikap apatis lainnya karena mereka telah dididik dalam suasana pembelajaran yang damai dan menyenangkan.
Radikalisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas Asrori, Ahmad
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.331

Abstract

Studi ini mencoba menganalisis faktor-faktor yang mendorong munculnya radikalisme di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sekurang-kurangnya ada 3 faktor, yakni pertama, perkembangan di tingkat global, Kedua, penyebaran paham Wahabisme dan yang ketiga adalah kemiskinan. Situasi yang kacau di negara-negara Timur Tengah khususnya di Afghanistan, Palestina, Irak, Yaman, Mesir, Syiria, dan Turki, dipandang oleh kelompok-radikal sebagai akibat dari campur tangan Amerika, Israel, dan sekutunya. Pada saat yang sama, Masuknya faham Wahabisme yang mengagungkan budaya Islam ala Arab yang konservatif ke Indonesia telah ikut mendorong timbulnya kelompok eksklusif yang sering menuduh orang lain yang berada di luar kelompok mereka sebagai musuh, kafir dan boleh diperangi. Faktor ketiga adalah kemiskinan. Meski faktor ini tidak secara langsung berpengaruh terhadap merebaknya aksi radikalisme, namun perasaan sebagai elemen masyarakat yang termarjinalkan dapat menjadi faktor pendorong bagi seseorang untuk terjebak dalam proganda radikalisme.
KONTRIBUSI FILSAFAT PERENIAL DALAM MEMINIMALISIR GERAKAN RADIKAL Nur, Muhammad
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.332

Abstract

Artikel ini menawarkan suatu solusi strategis yang dapat diterapkan dalam rangka mengcounter dan mencegah berkembangnya ideologi radikal melalui pendekatan filsafat perennial. Agama, pada satu sisi, bisa menjadi sumber perdamaian. Namun, pada sisi yang lain, agama juga bisa dijadikan stimulan untuk menciptakan konflik. Titik lemah inilah yang dimanfaatkan oleh kelompok radikal-fundamentalis untuk menjadikan agama sebagai alat jastifikasi bagi aksi dan propaganda mereka. Dengan menggunakan pendekatan filsafat perennial, propaganda ekslusifisme yang dikembangkan oleh kelompok radikal dapat dilawan. Lebih jauh lagi, Melalui cara ini pula, upaya memperkuat konsep Bhinneka tunggal Ika dalam rangka membangun masyarakat Indonesia yang sadar pluralitas dapat lebih mudah dilaksanakan.
DĀR AL-HARB DAN DĀR AL-ISLĀM: Dwipolar Politik Islam Ritaudin, M. Sidi
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.333

Abstract

Artikel ini mengulas masalah Da>r al-harb vis a vis Dar al-Isla>m, suatu isu yang biasanya melekat dalam setiap gerakan terorisme. Pada tingkat aksi, sekelompok pemikir Islam yang menganut Paradigma Dwipolar menjadikan doktrin tersebut sebagai dasar dalam menggalang semangat jihad (perang suci) ke tengah-tengah masyarakat Muslim. Dalam pandangan mereka, konsep Da>r Al-Harb dan Da>r Al-Isla>m merupakan doktrin politik Islam yang amat penting sekaligus menjadi jiwa bagi setiap kegiatan jihad. Masalahnya sekarang adalah apakah konsep tersebut masih relevan dengan kondisi peta politik masa kini di mana interaksi umat manusia di gelanggang Internasional telah sedemikian intens dan manusia secara berangsur-angsur terlebur menjadi masyarakat yang plural.
Karakteristik Politik Islam: Mencari Relevansi antara Doktrin dan Realitas Empirik Kasdi, Abdurrahman
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.334

Abstract

Artikel ini mencoba mengkaji masalah relasi antara Islam dengan Negara. Hampir setiap muslim meyakini pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan politik. Namun, karena karakteristik Islam yang multi interpretatif, maka tidak pernah ada pandangan tunggal tentang bagaimana Islam dan politik harus berkorelasi dengan benar. Bahkan, sepanjang perjalanan sejarah intelektual dan praktek politik Islam, ada dua spektrum pemikiran yang berbeda tentang politik Islam. Keduanya mengakui pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam setiap aspek kehidupan, namun keduanya memiliki interpretasi yang berbeda tentang ajaran-ajaran Islam dan relevansinya dalam kehidupan modern. Perbedaan tersebut bersumber pada bagaimana menafsirkan teks-teks agama yang berkaitan dengan hubungan agama (Islam) dan negara (politik).
Pemikiran Politik Abu al-A'la al-Mawdudi Kesuma, Arsyad Sobby
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.335

Abstract

Kajian tentang hubungan agama Islam dan politik di dunia Islam adalah salah satu tema kajian yang tidak pernah usai dan mencapai kata mufakat pada ranah final. Berbagai macam teori telah dimunculkan dan ditawarkan oleh kalangan cendikiawan Islam—baik itu masa klasik maupun modern; Bahkan, kaum intelektual Barat, walaupun tidak mempercayai doktrin ajaran Islam, juga ikut terlibat dalam mencari formula baru tentang bagaimana seharusnya hubungan antara agama Islam dan politik. Artikel ini mencoba menelaah pandangan politik Abū Al-A’la> Al-Mawdu>di>, seorang pemikir politik Muslim dari Pakistan, yang menawarkan suatu sintesa untuk mendamaikan faham demokrasi sekuler Barat dengan konsep teokrasi Islam.
Pemikiran Politik Ibnu Rusyd Fauzan, Fauzan
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.336

Abstract

Problem utama yang dihadapi pemikiran politik Islam adalah keberadaannya yang tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai “ilmu Pengetahuan”. Hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat sesuatu yang bersifat “divine”, ilahiyah. Sehingga kehadirannya cenderung berbentuk “doktrin politik” ketimbang “falsafah politik”. Menghadapi kenyataan tersebut, Ibnu Rusyd merekonstruksi metodologis pemikiran politik Plato dan menghasilkan sebuah bangunan pemikiran politik yang ilmiah, realistis, dan responsif. Ibnu Rusyd mengusung konsep demokrasi, sebuah sistem yang menurutnya lebih sesuai dengan hukum-hukum dasar fitriyah manusia. Sebagai realisasi ide demokrasi yang diusungnya, Ibnu Rusyd menawarkan konsep “kedaulatan rakyat” (al-siyadah) yang di dalamnya terkandung tiga prinsip dasar demokrasi, yaitu kebebasan atau kemerdekaan (al-hurriyah), persamaan (al-musawah), dan keberagaman (pluralisme).
KONSEP HERMENEUTIKA OTORITATIF KHALED ABOU EL-FADL Sofyan, Muhammad
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.337

Abstract

Tulisan ini memaparkan secara kritis Hermeneutika Otoritatif Khaled Abou el-Fadl dalam membaca teks-teks keagamaan. Dari paparan tersebut didapati bahwa hermeneutika Khaled secara implisit mengandung semangat Gadamerian yang membaca teks secara subjektif. Walaupun ia membuat beberapa persyaratan bagi para pembaca, namun persyaratan itu tampak kontradiktif dan memberikan ruang interpretasi al-Qur’an dengan tidak memperhatikan mana yang bersifat tsawa>bit dan mutaghayyira>t, atau ushu>l dan furu>’. Kelemahan ini dapat dilihat ketika perangkat yang ditawarkan Khaled dipraktikan dalam membaca beberapa ayat-ayat hukum, dimana Khaled lebih mengedepankan rasionalitas daripada aturan-aturan wahyu yang dijelaskan oleh sunnah kenabian dan disepakati oleh Ijma’. Implikasinya seluruh interpretasi tidaklah bersifat final, namun relatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10