cover
Contact Name
Muhtarom
Contact Email
taromfu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteologia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Theologia
ISSN : 08533857     EISSN : 2540847X     DOI : -
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM" : 28 Documents clear
PREVENTING RELIGIOUS PERSECUTION AGAINST AHMADIYAH Anshori, Afnan
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1801

Abstract

As a global phenomenon, religious persecution might occur within all religions as well as nations. In  Indonesia, this phenomenon occurs within Islam. One of the most controversial cases regarding religious persecution is the discrimination experienced by Ahmadiyah. Here, they could not perform religious active­tie­s freely as they are prohibited to do so. In ad­dition, their properties as well as their religious and educational facilities have been destroyed. To resolve this case, there are at least, two approaches that can be used, which include judicial and non-judicial strategies. This resear­ch suggests the use of non-judicial strategies, which aim at eradicating religious persecution experienced by Ahmadis by raising people’s consciousness about religious tolerance and human rights. This includes intra-religious di­alog­ue and multicultural and human rights education. In terms of dialogue, this research suggests the use of intra-religious dialogue within Islam, especially between Ahmadiyah and orthodox Muslims.
DECLARATION TOWARD A GLOBAL ETHIC OF THE PARLIAMENT OF THE WORLD’S RELIGIONS AND BUILDING WORLD PEACE Sholihan, Sholihan
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1758

Abstract

Tulisan ini  membahas Etika Global Deklarasi Parlemen Agama-agama Dunia dan signifi­kan­sinya bagi penciptaan dunia yang damai, dalam pengertiannya sebagai  negative peace ataupun positive peace. Ada beberapa nilai yang harus ada dalam dunia yang damai, yaitu: non-keke­rasan, kesejahteraan ekonomi, keadilan sosial, keseimbangan ekologis, dan kesetaraan, khu­sus­­nya keseteraan gender. Nilai- nilai ini pulalah yang dipromosikan oleh Deklarasi Etika Global  yaitu, komitmen pada budaya non-kekerasan dan hormat pada kehidupan,  komitmen pada bu­daya solidaritas dan tata ekonomi yang adil, komitmen pada budaya toleransi dan hidup yang benar, dan komitmen pada budaya per­samaan hak dan kemitrasejajaran antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian jelaslah signifikansi deklarasi etika global bagi upaya penciptaan dunia yang damai
TOLERANSI BERAGAMA DAN MAHABBAH DALAM PERSPEKTIF SUFI Muzakkir, Muzakkir
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1763

Abstract

Dalam kacamata kaum sufi, tidak ada orang lain (the other) di duniaini. Mereka melihat orang lain sebagai sebuah kesatuan makhlukyang bernaung di bawah kasih sayang Tuhan. Landasan cintamerupakan titik berpijak bagi mereka untuk melihat orang lain.Dalam pandangan kaum sufi, semua manusia adalah indah.Keindahan dalam pandangan itulah yang membimbing merekauntuk tidak melihat orang lain secara lebih rendah. Keindahanpandangan itu juga meliputi para penganut agama yang berbedabeda. Ajaran kedamaian, cinta dan kasih sayang yang diususng parasufi, bagian yang cukup menarik untuk disingkap, sekaligus sebagaiupaya membangun hubungan umat beragama yang harmonis.Tulisan ini akan memaparkan kasih sayang dan toleransi beragamadalam persektif tasawuf.
KARAKTER KEILMUAN ISLAM DI PESISIR UTARA DAN PEDALAMAN JAWA TENGAH, NUSANTARA ABAD KE 15-17 WATI, ISMA
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1803

Abstract

Awal penyebaran keilmuan Islam di pesisir utara dan pedalaman Jawa Tengah memiliki rentang waktu berbeda. Di pesisir utara ma­sya­rakat menerima penyebaran lebih dahulu dibanding daerah pedalaman. Hal ini meng­akibat­kan perbedaan tingkat pemahaman di antara dua entitas masyarakat tersebut. Peng­ajaran agama di pesisir utara didahului dengan pengajaran membaca al-Qur’an sebagai elemen penting dalam praktik keagamaan, dilanjutkan membaca dan menulis huruf Arab di rumah-rumah atau di mushalla. Anak-anak muda me­lan­jutkan belajar pengetahuan yang tingkatnya lebih tinggi, berupa naskah klasik berbahasa Arab dan tarekat Syattariyah. Karakter ke­il­muan Islam di pesisir utara Jawa Tengah mem­per­li­hatkan corak legalistik dan menjaga dari aspek mistisisme yang menye­sat­kan. Sementara di daerah pedalaman Jawa Tengah pengajaran ke­ilmuan Islam menekan­kan aspek tarekat yang bercorak heterodoks. Ke­ilmuan ini bermula dari ajaran Syaikh Siti Jenar dan pengaruh Hindu yang lama berakar pada masyarakat Jawa, sehingga keilmuan Islam berkarakter kurang memperhatikan aspek legalistik.
PAHAM INGKAR SUNAH DI INDONESIA (STUDI TENTANG PEMIKIRANNYA) Khon, Abdul Majid
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1759

Abstract

Paham Ingkar Sunah Indonesia timbul dari ketidak tahuannya tentang status Sunah dalam beragama dan tentang fungsi Sunah  terhadap al-Qur’an. Semangat belajar mereka hanya pada  al-Qur’an. Tetapi  sayangnya mereka sangat minim penguasaan ilmu-ilmu dasar untuk memahami al-Qur’an seperti bahasa Arab,  tata bahasa dan  sastranya, ilmu-ilmu Tafsir dan lain-lain. Mayoritas  ide-ide penolakan  Sunah ditransfer dari orientalis yang sengaja meng­hembuskan di dunia Islam untuk menyesatkan umat. Inti  pandangan mereka  bahwa dalam beragama  hanyalah al-Qur’an karena kesem­pur­­naannya sedangkan Sunah atau hadis dipan­dang sebagai dongeng yang diciptakan oleh se­bagian umat Islam belakangan. Mengikuti Hadis mimicu perpecahan umat yang  meneybabkan kelemahan dan kehancuran umat
RELASI MISTICAL EXPERIENCE DAN RIYADLAH AN-NAFS Arikhah, Arikhah
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1764

Abstract

Pengalaman beragama merupakan sebuah pencapaian seseorangkondisi yang menggambarkan hubungan antara sang Khaliq danmakhluknya. Kadang kondisi ini dipahami sebagai pencapaian yangsupranatural dan tidak dapat diperoleh secara tiba-tiba. Seseorangyang mengalami kondisi ini biasanya sedang melaksanakan sebuahritaul yang keagaman keagamaan yang sunguh-sungguh dan sangatserius (muja>hadah) yang memfasilitasi pengalaman terebut.Bahkan, banyak ahli tasawuf menyebutkan bahwa muja>hadahatau sering disebut pula dengan riyadah an-nafs adalah jalan satusatunya mendapatkan pengalaman keagamaan dan pencerahan yangsesungguhnya. Oleh karena itu, riyadah tidak lain merupakanmemperoleh pengalaman keberagamaan dengan melalui upayapembenahan, pembinaan dan peningkatan pribadi seseorang menujukehidupan yang baik.
REFLEKSI HISTORIS PENDIDIKAN RASULULLAH Potret Untuk Pendidikan Karakter Anak Bangsa AHMAD, ASKAR
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1804

Abstract

Pendidikan karakter adalah kata kunci untuk membentuk dan memperkuat kepribadian anak bangsa. Kartakter yang kuat merupakan modal utama dalam mengembangkan bangsa yang berperadaban untuk memasuki percaturan dan persaingan yang semakin mengglobal. Bangsa yang berkarakter kuat sangat ditentukan oleh proses pendidikan. Proses pendidikan dan pembelajaran yang berkarakter merupakan kunci utama bagi terbentuknya kepribadian yang berkarakter, hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh proses pendidikan dan pembelajaran yang dilalui dan dikembangkan oleh Rasulullah saw.
TAFSIR AYAT-AYAT KASIH SAYANG DALAM MASYARAKAT PLURAL Irawan, Bambang
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1760

Abstract

Islam sangat menghargai harkat kemanusiaan universal, menganjurkan hidup dengan damai dan saling menyayangi. Melakukan  kekerasan dan pembunuhan terhadap seorang manusia tanpa ada alasan yang benar, sama halnya dengan telah membunuh manusia sejagat. Namun, di tengah riuhnya tuntutan tersebut, muncul para­doks: yaitu intensitas ritual keagamaan menjadi sangat romantik dan marak, namun dalam kehi­dup­an sehari-hari belum mampu melahirkan ke­sa­lehan diri, apalagi kesalehan sosial. Ke­hi­dup­an beragama tampak meriah dalam rutinitasnya, namun tanpa disertai dengan keprihatinan dan tanggung jawab sosial. Tulisan berikut adalah upaya sederhana menggali dan menafsirkan ayat-ayat al-qur’an yang terkait dengan cara hidup yang damai dan kasih sayang dalam masyarakat yang plural
REPRODUKSI GENDER MELALUI TRANSMISI TEKS AGAMA Elizabeth, Misbah Zulfa
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1766

Abstract

The sustainability and cultural change, including gender, was associated with the delivery of value between generations. The existence of well-established interpretation of the text, which does not allow a new interpretation of the text, which is delivered to religious community make gender values remained relatively unchanged, even continuously reproduced. In this case, the transmitter of religious value, the preachers, seen in the Muslim community as the respectable and credible persons. Therefore, the doctrine they convey tend to be trusted and obeyed, without any possibility of other interpretations. The delivery model of one-direction model of messages delivery with lack of dialogue and participation of the audiences, no chance to new interpretations are another causes that led the concept of gender relatively unchanged
Dari Ilmu Tauhid/Ilmu Kalam ke Teologi: Analisis Epistemologis Syafii, Syafii
Jurnal THEOLOGIA Vol 23, No 1 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2012.23.1.1756

Abstract

Artikel ini membahas tentang paradigma baru dalam kajian ilmu tauhid dan ilmu kalam ke arah teologi dengan mengusung berbagai ke­pen­tingan kehidupan manusia di era kekinian.  Kajian yang ada dalam ilmu tauhid dan ilmu kalam secara epis­te­mologis dapat dijadikan se­bagai modal keaga­ma­an. Namun, dalam se­jarahnya kajian yang ada menjadi sesuatu yang cenderung mengada-ada dan kurang menyen­tuh pada persoalan praktis umat manusia. Apa yang digagas oleh ulama terdahulu merupakan res­pon ke­sejarahan dan konsekuensi logis ter­ha­dap kebutuhan umat saat itu. Pergeseran epis­te­­mo­logis merupakan suatu keharusan dan mut­lak dilakukan untuk menjadikan keagamaan manusia lebih segar dan dinamis.

Page 1 of 3 | Total Record : 28