cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
Pemberdayaan Perempuan Nelayan Bale Bungo (Oxyeleotriks Marmorata) sebagai Upaya Pengembangan Usaha Produk Oleh-Oleh Khas Wajo An Ras Try Astuti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.101 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.5833

Abstract

This research aims to design an empowerment model that is appropriate to the character of the community in Wajo, South Sulawesi. The focus of this research-based empowerment activity is the development of the business of women fisherman Bale Bungo (oxyeleotris marmorata). This study uses a qualitative approach model with a participatory action research (PAR) method. The research subjects consisted of the head of the sub-district, the village head and the fisherman Women's Community. The data of this study were obtained by observation, interview and documentation techniques. The results of the study are as follows. (1) Identification of community needs through Brainstorming (2) Mapping of Village Potential (3) Planning and increasing the capacity of group members through a series of training and focus group discussions (FGD). Indicators of successful training include increasing knowledge and skills to process Bungo into value-added souvenirs. Fisherman women, as well as the increasing economic income of the surrounding community. In addition, it is expected that in the future there will be a Sustainability of women's empowerment program in developing business products in order to compete and compete at the national and international levels. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain model pemberdayaan yang sesuai dengan karakter masyarakat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Fokus pada kegiatan pemberdayaan berbasis penelitian ini adalah pengembangan usaha perempuan nelayan Bale Bungo (oxyeleotris marmorata) Penelitian  ini  menggunakan model pendekatan kualitatif dengan metode  participatory  action  research  (PAR).Subjek  penelitian  terdiri  dari  kepala kecamatan dan Komunitas Perempuan nelayan.  Data penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Identifikasi kebutuhan masyarakat melalui Brainstorming (2) Pemetaan Potensi (3) Perencanaan dan melakukan peningkatan kapasitas anggota kelompok Melalui serangkaian pelatihan dan focus group discussion (FGD). Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah ikan bungo menjadi produk oleh-oleh yang bernilai tambah ekonomis. Perempuan nelayan, serta meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, diharapkan kedepannya akan ada Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan dalam pengembangan produk usaha agar dapat bersaing dan berkompetisi ditingkat nasional dan international  
Pendampingan Kader Pesantren Sebagai Aset Modal Sosial dalam Penguatan Moderasi Beragama Wildani Hefni; Qurrotul Uyun
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.94 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.5452

Abstract

Islamic boarding schools are an important element of education in Indonesia. Islamic boarding school educates students to understand and practice religion with a sense of tolerance and moderate. However, recently, the moderate nature of Indonesian Islam is challenged by the spirit of radicalism and conservatism Islam. In this context, this community service on mainstreaming religious moderation among students at Darus Sholah Islamic boarding school is very relevant to spread moderation and tolerant values in religious understanding. Strengthening religious moderatism among students at an Islamic boarding school is one of the strategies to prevent radicalism. Santri as a part of Islamic boarding schools plays an important role to build a social life in the process of socialization and internalization of socio-cultural values about harmony and peace as social capital. The result of this community service on strengthening religious moderatism among students of Islamic boarding schools will make the community of students at Islamic boarding school more aware and contribute to conveying religious understanding following the Islamic boarding school traditions. Pondok pesantren adalah satu elemen penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pondok pesantren telah lama mengajarkan ilmu agama dengan nilai-nilai yang penuh toleransi dan moderat. Namun akhir-akhir ini, moderatisme Islam menghadapi tantangan dengan lahirnya pemahaman keislaman yang radikal dan konservatif. Dalam konteks ini, program pendampingan dan pemberdayaan kader pesantren di Darus Sholah menemukan relevansinya dengan tujuan untuk menguatkan serta menyebarluaskan pemahaman yang moderat dan toleran. Penguatan moderasi beragama dikalangan para santri merupakan salah satu strategi untuk mencegah lahirnya radikalisme. Santri sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia pesantren memiliki peran yang cukup signifikan untuk menumbuhkan kehidupan sosial yang harmoni dan penuh dengan nilai perdamaian. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya kepada para kader pesantren untuk lebih sigap dalam membumikan nilai-nilai pesantren yang moderat dan toleran.
Media Sosial Sebagai Sarana Pemasaran Konten Edukasi Islami Untuk Masyarakat Semarang Siti Rohma; Mokh. Sya’roni; Solkhah Mufrihah; Ahmad Tajuddin Arafat
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.092 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6712

Abstract

The increasing use of social media (Sosmed) in Indonesia is the reason Sosmed is used as tool in marketing products and content created by institutions/agencies. A lot of research that examines media marketing through social media. The results of these studies are, it can be proven that social media is effective enough to be used as a medium in marketing products. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The results showed that during this pandemic, it is hoped that social media can disseminate product/content and serve as the right media to market Islamic education to the wider community, especially in the Semarang and surrounding areas. Meningkatnya penggunaan media Sosial (Medsos) di Indonesia menjadi alasan Medsos dijadikan sebagai alat dalam memasarkan produk maupun konten yang dibuat oleh lembaga/Instansi. Banyak peneliti yang mengkaji tentang pemasaran melalui media sosial (Social Media Marketing). Dari hasil penelitian tersebut dapat dibuktikan bahwa, Medsos cukup efektif untuk digunakan sebagai media dalam memasarkan produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan di masa pandemi ini, Medsos dapat menyebarluaskan produk/konten dan sebagai media yang tepat untuk memasarkan konten edukasi islami kepada masyarakat luas khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya.
Pembuatan Buku Ajar Hadis Tarbawi Sebagai Usaha Peningkatan Pemahaman Hadis-Hadis Pendidikan Bagi Mahasiswa Ahmad Zaenuri
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.414 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.5418

Abstract

The main problem faced by many Islamic higher education students in Tarbawi hadith courses is the lack of understanding of references in Arabic classical books (al-Turats al-Islamiyyah). Meanwhile, in the course, the knowledge of the intended knowledge is needed. In hindsight, until now there has been no textbook that specifically uses the easiest method of understanding Tarbawi Hadith. This service aims to make textbooks and student assistance in understanding the educational traditions of the classical books. The method used in this assistance is participatory action research with the use of lidwa library software or the book of nine priests. The results of this service show that there are significant changes in knowledge before and after using Tarbawi hadith textbooks. Masalah utama yang banyak dihadapi mahasiswa perguruan tinggi agama Islam, pada mata kuliah hadis tarbawi yaitu kurangnya pemahaman akan referensi kitab-kitab klasik berbahasa arab (al-Turats al-Islamiyyah). Sementara itu, pada mata kuliah tersebut pengetahuan ilmu dimaksud sangat dibutuhkan. Jika dilihat kebelakang, hingga saat ini belum terdapat buku ajar yang secara khusus menggunakan metode termudah dalam memahami hadis tarbawi. Pengabdian ini bertujuan melakukan pembuatan buku ajar dan pendampingan mahasiswa dalam memahami hadis-hadis pendidikan dari kitab-kitab klasik. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini yaitu participatory action research dengan pemanfaatan software lidwa pustaka atau kitab sembilan imam. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan buku ajar hadis tarbawi. 
Pelaksanaan Kebijakan Desa Tanggap Covid-19 Berdasarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Desa Tanggap Covid-19 di Desa Kepuhrejo Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang Iin Indriani; Inggitta Khusnul Qotimah; Nurlailatul Musyafa'ah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.205 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6162

Abstract

Pandemi COVID-19 masih terus menyebar di berbagai wilayah dan menimbulkan banyak korban setiap harinya serta berdampak besar bagi masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah mengeluarkan kebijakan Desa Tanggap COVID-19 yang disebutkan dalam Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di desa dengan membentuk Relawan Desa Lawan COVID-19 dan penggunaan dana desa untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan-kebijakan Desa Tanggap COVID-19 yang diterapkan di Desa Kepuhrejo Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Desa Nomor 8 Tahun 2020 dan kebijakan lain yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dimana sumber utama yang diperoleh melalui penelitian lapangan dengan mengamati fenomena yang terjadi, dan melakukan wawancara, serta menggunakan pendekatan normatif. Kesimpulan yang didapatkan bahwa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana untuk pemudik yang melakukan isolasi di gedung SD tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dimana segala kebutuhan konsumsi yang dibutuhkan oleh pemudik tersebut tidak disediakan oleh pemerintah desa, kemudian penjaga pos pantau COVID-19 yang bertugas di beberapa titik desa tidak memperolah upah atas tenaga dan waktunya, dan keluarga miskin dan masyarakat marjinal yang memperoleh bantuan sosial yang berasal penggunaan dana APBDes.
Strategi Survival Masyarakat Pesisir dan Pedalaman Sumenep di Tengah Krisis Ekologi dan Industrialisasi Shohebul Umam
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.599 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.5495

Abstract

This study discusses poverty, which until now is still a major problem for the Indonesian state. The effort to eradicate poverty becomes a big commitment through the projected Sustainable Development Goal's (SDG's) which are determined to reduce the number of poor people to 50% in the next 2030. Instead of alleviating poverty, SDG's which insinuate welfare are more and more pressed by poverty itself. Global warming which drives climate change is uncertain, causes an ecological crisis on one side, and creates a consumptive culture of society on the other side. This research uses a qualitative method, in which coastal communities and inland farmers become in Sumenep, Madura is the object of this study. due to climate change that is getting worse, fishermen and farmers, must rearrange their survival strategies to meet the needs of family income. The government, in this case, must be encouraged to be a catalyst for change, in order to realize the social welfare of the community through the development of community-based communities that are independent and sustainable.  Penelitian ini membahas tentang kemiskinan, yang sampai saat ini masih menjadi persoalan utama negara Indonesia. Upaya untuk mengentaskan kemiskinan menjadi komitmen besar melalui proyeksi Sustainable Development Goal’s (SDG’s) yang bertekad untuk menekan jumlah penduduk miskin hingga 50% pada 2030 mendatang. Alih-alih mengentaskan kemiskinan, SDG’s yang meng-insinuasikan kesejahteraan justru samakan terdesak oleh kemiskinan itu sendiri. Global warming yang mendorong perubahan iklim tidak menentu, menyebabkan krisis ekologi pada satu sisi, dan menciptakan budaya konsumtif masyarakat pada sisi yang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana masyarakat pesisir dan petani pedalaman menjadi di Sumenep, Madura menjadi objek kajian ini. akibat perubahan iklim yang semakin buruk, nelayan dan petani, harus mengatur kembali strategi survival mereka untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Pemerintah dalam hal ini, mesti didorong untuk menjadi katalisator perubahan, demi mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat melalui pengembangan masyarakat berbasis komunitas yang bersifat mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kopi Robusta di Indrokilo Erna Wijayanti; Jeshica Ayu Rachmawati; Titik Rahmawati; Ira Nailas Sa'adah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.598 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6400

Abstract

Coffee is one of the main potentials of Indrokilo Hamlet, Lerep Village, West Ungaran District.  The abundance of the coffee harvest in this region has not been matched by the community's ability to process resources optimally. This service program aimed to provide assistance and training in coffee management according to the standards so that the quality of Indrokilo Robusta Coffee can be optimized. The subjects of this study were the community of Dusun Indrokilo who were the members of the Kelompok Wanita Tani (KWT), community shops, and youth groups. The companion partners in this research are the Community Empowerment Team of Djarum Scholarship Plus and the Komunitas Tangan Di Atas (TDA).  The techniques used in this mentoring are in the form of training and coffee processing practices followed by monitoring and evaluation of the end of the activity. The results of this assistance made the community more aware of the importance of Quality Control of coffee;  the importance of product marketing through E-Commerce;  construction of a special drying house for coffee, sorting practices, storage and drying of coffee beans;  assistance and training procedures for processing and packaging of coffee products according to standards. Kopi merupakan salah satu potensi utama Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat. Melimpahnya hasil panen kopi di wilayah ini belum diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk mengolah sumber daya dengan optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan pengelolaan kopi sesuai standar agar kualitas dan harga jual Kopi Robusta Indrokilo dapat dioptimalkan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Dusun Indrokilo yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda. Mitra pendamping dalam penelitian ini yaitu Tim Community Empowerment Djarum Beasiswa Plus dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Teknik yang digunakan dalam pendampingan ini berbentuk pelatihan dan praktek pengolahan kopi yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi akhir kegiatan. Hasil dari pendampingan ini membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya Quality Control kopi; pentingnya pemasaran produk melalui E-Commerce; serta pembangunan rumah jemur khusus kopi dan praktek sortasi, penyimpanan dan penjemuran biji kopi; tata cara pengolahan dan pengemasan produk kopi sesuai standar.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Stunting Sejak Dini di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara Hidayatu Munawaroh; Moh Syakur; Nur Fitriana; Rifqi Muntaqo
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.71 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6654

Abstract

This study examines the problem most basic health problem for children in Indonesia today is in their growth and development, in other words, it is a problem of stunting. The government has made various efforts to prevent stunting, one of which is specifically intervening in child nutrition. In order to support government programs, we carry out a community service activity with the aim of detecting and detecting children's nutritional development. The Banjarnegara City Government has detected that 29% of children are still affected by stunting. By involving local health workers totaling 35 cadres in these activities. In the process of implementing the activity, it is divided into 3 terms in one day, while the methods used are counseling, discussion and practice. Based on the results of the activity, the cadres experienced an increase in quality. Previously, knowledge of health cadres was only in the range of 37.14%, but after participating in the activity, there was a significant increase of 80%. Likewise, there was an increase (p = 0.000; α 0.05) since this intervention. The recommendation is that there should be activities like this on an ongoing basis and if necessary, early detection of stunting. ­Penelitian ini mengkaji permasalahan kesehatan pada anak di Indonesia yang paling mendasar saat ini adalah pada pertumbuhan dan perkembangannya, dengan kata lain ini adalah masalah stunting. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menangani stunting ini, salah satunya mengintervensi gizi anak secara spesifik. Dalam rangka mendukung program pemerintah, kami melakukan suatu kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan mendeteksi sekaligus mendeteksi perkembangan gizi anak. Pemerintah Kota Banjarnegara mendeteksi adanya 29 % anak masih terdampak stunting. Dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat berjumlah 35 kader dalam kegiatan tersebut. Pada proses pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi 3 termin dalam satu hari, adapun metode yang digunakan yakni penyuluhan, diskusi dan praktek. Berdasarkan hasil kegiatan, kader mengalami peningkatan kualitas. Sebelumnya pengetahuan tenaga kesehatan hanya pada kisaran 37,14%, namun setelah mengikuti kegiatan mengalami peningkatan yang signifikan 80%. Begitu juga, terjadi peningkatan (p = 0,000; α 0,05) semenjak adanya intervensi ini. Rekomendasinya adalah perlu adanya kegiatan seperti ini secara berkelanjutan dan bila perlu adanya pendeteksian stunting sejak dini.

Page 1 of 1 | Total Record : 8