cover
Contact Name
Haris Murwadi
Contact Email
editor.j@ubl.ac.id
Phone
+6281977948802
Journal Mail Official
editor.j@ubl.ac.id
Editorial Address
Universitas Bandar Lampung Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.26 Labuhanratu Bandar Lampung 35142 Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
Core Subject : Social, Engineering,
arsitektur dan lingkungan binaan, serta bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2019): Juli" : 6 Documents clear
Tipologi Bentuk Atap pada Arsitektur Jawa Josephine Roosandriantini; Angelina Novemita Santoso; Catherina Novita Ambarwati
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.407 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1257

Abstract

Bentuk awal hasil karya Arsitektur Jawa adalah tempat tinggal Masyarakat Jawa. Manusia Jawa sangat memperhatikan orientasi diri dan refleksi sikap hidup mereka dan memasukkannya ke dalam berbagai simbol. Simbol-simbol ini kemudian diaplikasikan ke dalam Arsitektur Jawa, sehingga dapat dikatakan bahwa Arsitektur Jawa mencerminkan kedudukan pemiliknya. Tipologi arsitektur nusantara sendiri terbagi atas karakter atap dan pembagian ruang. Diantara kedua aspek tipologi tersebut, wujud fisik Arsitektur Jawa yang paling mudah diidentifikasi adalah bentuk atap. Bentuk atap rumah Arsitektur Jawa yang dibahas dalam penelitian ini adalah atap rumah bentuk Joglo, Limasan, dan Kampung. Penelitian ini memakai metode deskriptif. Data yang diambil dari buku maupun internet dikumpulkan, dijabarkan secara deskrptif, dan kesimpulan diambil dari data yang ada. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk atap suatu arsitektur Jawa adalah kedudukan sosial pemilik dan kedudukan ekonomi pemilik.
Identifikasi Respon Pengunjung mengenai Keberadaan Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo Lampung Dadang Hartabela; Yuni Masito
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.279 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1258

Abstract

Indonesia memiliki banyak tempat tujuan wisata mulai dari wisata alam, bahari, sejarah, kuliner, maupun yang lainnya. Salah satunya adalah Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo. Lokasinya berada di kabupaten Lampung Timur yang berlokasi di Kecamatan Sekampung Udik, Provinsi Lampung. Menurunnya jumlah pengunjung Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo dalam berapa tahun terakhir menjadi permasalahan yang menarik untuk diteliti. Sehingga perlu diketahui bagaimana Respon pengunjung terhadap kenyamanan, kepuasan dan pengetahuannya agar dapat diminati kembali oleh para pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif- deskriptif dengan bantuan software berbasis olah data excel kemudian dideskripsikan ke dalam kalimat- kalimat penjelas. Faktor- faktor yang dianalisis terbagi menjadi tiga, yaitu tingkat kenyamanan, tingkat kepuasan, dan tingkat pengetahuan pengunjung. Tingkat kenyamanan terdiri dari kenyamanan visual, aroma, suara, dan penghawaan. Sedangkan tingkat kepuasan terdiri dari kondisi infrastruktur, transportasi, keterjangkauan lokasi, fasilitas Desa Wisata, dan nilai manfaatnya bagi masyarakat. Untuk tingkat pengetahuan dilihat dari pengetahuan pengunjung dan sumber informasi yang didapatkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo ini masih cukup diminati oleh wisatawan, namun masih perlu banyak peningkatan dan perbaikan. Terutama dalam hal infrastrktur atau sarana prasarana yang disediakan. Untuk penelitian selanjutnya, perlu diketahui lebih dalam mengenai harapan masyarakat setempat dan pengunjung untuk pengembangan Desa Wisata ini. Sehingga hasil temuan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo sebagai Desa Wisata favorit sepanjang masa dan ramah terhadap lingkungan.
Fenomena Terbentuknya Ruang Spatio-Temporal Di Kawasan Stadion Pahoman Bandarlampung M. Shubhi Yuda Wibawa
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.241 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1259

Abstract

Aktivitas masyarakat Kota Bandarlampung yang semakin variatif membentuk hadirnya ruang-ruang publik yang tidak terencana. Ruang publik yang terbentuk hadir pada waktu-waktu tertentu. Dalam hal ini, ruang dan waktu mempunyai keterikatan yang kuat dalam kehidupan masyarakat perkotaan dan kebutuhan akan ruang publik. Dimensi waktu dalam konteks perancangan urban diistilahkan dengan “temporal”, sedangkan ruang yang dapat berfungsi mewadahi transformasi aktivitas sesuai dengan transformasi waktu disebut ruang “spatio-temporal”. Ruang spatio-temporal ini terlihat hadir di Kawasan Stadion Pahoman, Bandarlampung di mana kawasan ini mempunyai fungsi yang beragam sesuai dengan pergantian waktunya. Dengan menggunakan metoda fenomenologi, penelitian ini akan menganalisis ruang dan aktivitas apa saja yang terbentuk di kawasan Stadion Pahoman, dari pagi hingga malam dan dari Senin sampai Minggu. Hasil dari riset ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan kawasan Stadion Pahoman di masa mendatang.
Identifikasi Area Berpotensi Macet di Kawasan Pendidikan Jl. Z.A. Pagar Alam Bandarlampung Satrio Agung Perwira; Haris Murwadi; Ai Siti Munawaroh; Shofia Islamia Ishar
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1638.233 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1260

Abstract

Jalan raya merupakan jalan utama yang dapat menghubungkan satu kawasan ke kawasan lainnya. Salah satu jalan raya di Bandarlampung yang memiliki peran sangat penting yaitu Jl. Z.A. Pagar Alam. Jalan ini menghubungkan kawasan-kawasan penting di Kota Bandarlampung. Beberapa titik pada jalanan ini selalu terdapat kemacetan, khususnya pada jam-jam sibuk. Salah satu indikasi kemacetan yang terjadi adalah kendaraan yang ada saat ini sudah sangat banyak namun luasan jalan raya belum menyesuaikannya. Penyebab lainnya juga adalah perilaku pengguna jalan raya yang memarkirkan kendaraan mereka yang illegal. Identifikasi ini bertujuan untuk menganalisa kemacetan yang ada di kawasan pendidikan di Jl. Z.A. Pagar Alam. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan keadaan dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukan 1) area parkir illegal pada kawasan ini merupakan tindakan yang didasari oleh tidak tersedianya lahan parkir yang cukup; 2) parkir ilegal di area ini juga dikarenakan bangunan pendukung seperti warung makan, tempat print dan photocopy yang tidak memiliki lahan parkir sehingga menggunakan bagian jalan raya untuk parkir illegal; 3) Kemacetan yang terjadi pada beberapa titik ini didasari oleh fenomena yang disebut bottleneck atau penyempitan jalur yang pada akhirnya membuat pengendara harus mengambil jalur tengah atau tindakan bergeser atau zig zag; 4) Parkir illegal pada beberapa titik di kawasan ini merupakan area yang tidak seharusnya ada tempat parkir illegal dikarenakan beberapa titik seperti pada titik A, C, D, dan E merupakan area dengan pertemuan jalan penghubung lainnya yang menjadikan area ini cukup terhambat pergerakan kendaraannya. Solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan yaitu: dilakukan pelebaran jalan, diberikan kantung parkir, merelokasi pedagang pinggir jalan ke jalan gang, dan memberikan ruang pada area kendaraan yang akan berbalik arah.
Analisis Penerapan Art Deco Pada Rumah Di Bandung Periode Perang Dunia I-II Studi Kasus: Tiga Villa dan Perumahan Dosen UPI Dewi Fadilasari
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.966 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1256

Abstract

Gaya Art Deco merupakan gaya yang berkembang pertama kali di Perancis, pada periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II, yang dikenal juga dengan periode interwar. Perkembangan gaya Art Deco pada bangunan di Indonesia dibawa oleh para arsitek Belanda yang bekerja sekaligus menetap di Indonesia dan salah satu kota di Indonesia yang paling kaya akan bangunan bergaya Art Deco adalah kota Bandung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana gaya Art Deco diterapkan pada bangunan yang memiliki fungsi awal sebagai rumah tinggal di Bandung, periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II, berikut faktorfaktor yang mempengaruhi penerapannya, sehingga didapatkan gambaran yang pasti mengenai Art Deco pada bangunan-bangunan rumah tinggal tersebut, yang dalam penelitian ini mengambil studi kasus bangunan Tiga Villa dan Perumahan Dosen UPI. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan kejelasan mengenai penerapan Art Deco pada bangunan-bangunan rumah tinggal di Bandung, periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II. Dimana hal tersebut mencakup sejarah masuknya Art Deco ke Bandung, dan pengkajian teori-teori mengenai Art Deco, berikut perubahan-perubahan yang terjadi, beserta faktor penyebab perubahan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bangunan Tiga Villa dan Perumahan Dosen UPI ini secara keseluruhan berbentuk utilitarian house, dimana bentuk ini merupakan bentuk bangunan yang masif, yang dipadukan dengan bentuk-bentuk streamline dengan balkon dan lantai atap bangunan yang berbentuk melengkung plastis mengalir (streamline) dan masif. Sedangkan penerapan Art Deco pada bentuk fasad bangunan terlihat dari permainan perbedaan ketinggian fasad, dan kanopi-kanopi yang membentuk elemen garis horisontal, hingga penerapan bentuk-bentuk porthole dan garis-garis fasad yang tegas. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, penerapan gaya Art Deco pada bangunanbangunan rumah tinggal di Bandung periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1914 – 1943, berupa penggunaan bentuk-bentuk streamline plastis maupun masif, atau geometris dan linear, ataupun penggabungan kedua bentuk tersebut pada bentuk badan bangunan. Sementara itu, dekorasi yang banyak dipakai adalah berupa garis-garis lurus vertikal dan horisontal, kurva melengkung, serta bentuk geometris.
Manfaat Ruang Terbuka dan Hubungannya dengan Kegiatan Interaksi Sosial Studi Kasus: Perumahan Nusa Tamalanrea Indah Makassar Nurhijrah Nurhijrah; Ria Wikantaria
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.351 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang terbuka, kegiatan interaksi sosial masyarakat di ruang terbuka, dan hubungan antara ruang terbuka dan kegiatan interaksi pada Perumahan Nusa Tamalanrea Indah di Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan survei lokasi, teknik angket dengan 42 sampel pelaku kegiatan interaksi, dan dokumentasi kegiatan masyarakat perumahan tersebut untuk kemudian dianalisis dengan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan yang didapatkan bahwa karakteristik ruang terbuka yang digunakan untuk melakukan kegiatan interaksi yaitu: 1) Letaknya di depan rumah, halaman masjid, tepi taman, jalan dan tanah kosong, jaraknya dari rumah sekitar 0-100 m dengan luasan ruang terbuka yang dominan digunakan ialah sekitar 0-12 m2, serta perabot ruang terbuka seperti: lampu taman dan tempat duduk dan pohon peneduh. 2) Kegiatan interaksi seperti: bercerita, bermain, menelpon dan bertransaksi jual beli. Adapun intensitas kegiatan interaksi yang dilakukan ialah dominan beberapa kali seminggu dengan durasi kegiatan sekitar 15-30 menit. 3) Variabel karakteristik ruang terbuka dan karakteristik responden yang signifikan bepengaruh terhadap terjadinya interaksi sosial ialah letak ruang terbuka tersebut, jarak ruang terbuka dari rumah, luasan ruang terbuka dan perabot ruang terbuka. Dari hasil penelitian, disarankan untuk mengelola kembali ruang terbuka yang sudah ada dan lengkapi dengan fasilitas, agar interaksi warga dapat berjalan dengan lebih baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6