cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
PENGEMBANGAN GALERI NASIONAL INDONESIA DI JAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR KONTEMPORER Rachmaputra, dimas; supriyadi, bambang; wijayanti, wijayanti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2953.3 KB)

Abstract

Galeri Nasional Indonesia (GNI) merupakan salah satu lembaga kebudayaan berupa museum khusus dan pusat kegiatan seni rupa, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertugas melaksanakan pengkajian, pengumpulan, registrasi, perawatan, pengamanan, penyajian dan pameran karya seni rupa. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Galeri Nasional Indonesia menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pengkajian, pengumpulan dan registrasi, perawatan dan pengamanan, penyajian dan pameran, kemitraan, layanan edukasi, pendokumentasian, publikasi, dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Galeri Nasional Indonesia. Sejalan dengan perkembangan zaman, dapat terlihat bahwa Galeri Nasional Indonesia mempunyai banyak koleksi dan kegiatan yang cukup banyak dan padat, sementara kondisi GNI saat ini masih menggunakan bangunan eksisting peninggalan sekolah yang dirasa kurang untuk menampung segala aktivitas dalam GNI. Maka untuk mendukung proses terwujudnya kegiatan tersebut, serta dalam menyelaraskan visi dan misi GNI, maka perlu diadakannya perubahan berupa pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia dengan tetap memperhatikan kaidah kaidah konservasi pada bangunan eksistingnya. Dengan adanya suatu fasilitas Gedung Galeri yang telah diperbaiki, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan aktifitas di dalam Galeri yang nyaman dan representatif.
SKATEPARK ARENA INDOOR DAN OUTDOOR DI KOTA SEMARANG Perkasa, Reangga; Rukayah, R. Siti; Woro Murtini, Titien
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.849 KB)

Abstract

Perkembangan dunia skateboard di Indonesia saat ini sudah semakin dikenal dan tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sendiri. Skateboard sangat kental kaitannya dengan kehidupan bersosial di tengah masyarakat kita ini, dimulai dari anak-anak sampai dengan orang tua mengenal skateboard dan tertarik dengan adanya skateboard. Keberadaan skateboard juga tidak jauh dengan adanya sebuah permasalahan. Hal ini disebabkan karena kurang adanya sarana prasarana dalam memenuhi kebutuhan bermain skateboard. Banyak skateboarder yang bermain menggunakan fasilitas umum, sehingga mengguna pengguna fasilitas umum seharusnya. Dengan adanya sebuah permasalahan ini maka muncul sebuah tuntutan untuk memenuhi kebutuhan skateboarder yaitu membuat sebuah arena bermain skateboard berupa skatepark. Dengan adanya sebuah skatepark yang memenuhi standar internasional maka pemenuhan akan kebutuhan yang terjadi akibat adanya sebuah permasalahan dapat teratasi dengan baik. skatepark yang ada pada saat ini di Kota Semarang provinsi Jawa Tengah adalah skatepark taman KB yang dimiliki pemerintah kota semarang. Keadaan eksisiting skatepark ini sangat tidak memenuhi persyaratan standar sebuah skatepark dan luas areanya sangat kecil sehingga tidak mencakup jumlah skateboarder yang ada di Kota Semarang. Pertumbuhan jumlah skateboarder di Kota Semarang sangat pesat dan mulai banyak kompetisi yang berlangsung namun fasilitas yang ada kurang memenuhi sehingga penyelenggara harus membawa alat portable  dan kembali lagi harus menggunakan area yang luas pada fasilitas umum. Dengan adanya sebuah skatepark yang memiliki standar internasional dengan arena khusus kompetisi indoor dan arena bermain bebas pada bagian outdoor diharapkan skateboarder tidak menggunakan fasilitas umum lagi sebagai arena bermain dan animo masyarakat akan skateboard semakin meningkat serta menjalin kesinambungan yang baik diantara mereka.
REDESAIN ASRAMA MAHASISWA DI JAKARTA BARAT bonny, okto; werdiningsih, hermin; suyono, bambang
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.642 KB)

Abstract

Dunia pendidikan di Kota DKI Jakarta yang terus bertumbuh tentunya akan menarik banyakminat  para pelajar, tak  hanya dari dalam kota. Dari luar kota pun banyak  yang rela merantau keIbukota  demi  mengejar cita  cita,  banyaknya lembaga pedidikan negeri  ataupun swasta di DKIJakarta  adalah salah satu faktor  berkembangnya ranah pendidikan di  Ibukota.  Banyaknya parapelajar dari luar ibukota juga menjadi sasaran empuk bagi para pencari peluang usaha di luar duniapendidikan. Bidang usaha yang digeluti dan ditargetkan untuk para pendatang ini biasanya adalahjasa tempat tinggal sementara. Jenis tempat tinggal sementara ini banyak ragamnya mulai dari jenisrumah kost, kontrakan, asrama, atau apartemen bagi pelajar dengan tarif sewa murah.Tak sedikit lembaga pendidikan di ibukota bahkan sudah menyiapkan sarana tempat tinggalsementara bagi  para pelajar di  lembaga tersebut.  Seperti  contohnya Rusunawa  UniversitasDiponegoro,  Rumah Susun Mahasiswa  Universitas  Teknik  Surabaya,  dan Binus  Square  oleh BinaNusantara University.  Dari  beberapa sarana tempat  tinggal  bagi  pelajar  diatas.  Yang berada diJakarta  adalah Binus  Square.  Bina Nusantara atau Binus  sudah menjadi  lembaga pendidikan bagipelajar  Strata 1 hingga Strata  3  sejak  lama.  Namun berdirinya Binus Square  baru tahun 2010.Dengan desain menyerupai  apartemen. Binus  Square langsung diminati  sejak  pertama  kalidiresmikan.Dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ada, Binus Square memang dikatakan nyarissempurna bagi para mahasiswa. Namun ternyata tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilihtidak  tinggal  di  Binus  Square  dengan baragam  alasan.  Mulai  dari  biaya sewa yang mahal  bagisebagian mahasiswa,  jauh dari  tempat makan,  tidak  bebas,  kamar  yang terbatas,  tidak  terlalunyaman jika sudah dikamar,  ukuran ruangan kamar  yang dirasa  kurang manuasiawi  danterbatasnya pengunjung yang boleh  bertamu. Sehingga membuat  beberapa mahasiswa lebih relamenghabiskan Rp1.000.000 di rumah kost atau kontrakan karena dirasa berharga dibanding di BinusSquare.Dunia pendidikan di Kota DKI Jakarta yang terus bertumbuh tentunya akan menarik banyakminat  para pelajar, tak  hanya dari dalam kota. Dari luar kota pun banyak  yang rela merantau keIbukota  demi  mengejar cita  cita,  banyaknya lembaga pedidikan negeri  ataupun swasta di DKIJakarta  adalah salah satu faktor  berkembangnya ranah pendidikan di  Ibukota.  Banyaknya parapelajar dari luar ibukota juga menjadi sasaran empuk bagi para pencari peluang usaha di luar duniapendidikan. Bidang usaha yang digeluti dan ditargetkan untuk para pendatang ini biasanya adalahjasa tempat tinggal sementara. Jenis tempat tinggal sementara ini banyak ragamnya mulai dari jenisrumah kost, kontrakan, asrama, atau apartemen bagi pelajar dengan tarif sewa murah.Tak sedikit lembaga pendidikan di ibukota bahkan sudah menyiapkan sarana tempat tinggalsementara bagi  para pelajar di  lembaga tersebut.  Seperti  contohnya Rusunawa  UniversitasDiponegoro,  Rumah Susun Mahasiswa  Universitas  Teknik  Surabaya,  dan Binus  Square  oleh BinaNusantara University.  Dari  beberapa sarana tempat  tinggal  bagi  pelajar  diatas.  Yang berada diJakarta  adalah Binus  Square.  Bina Nusantara atau Binus  sudah menjadi  lembaga pendidikan bagipelajar  Strata 1 hingga Strata  3  sejak  lama.  Namun berdirinya Binus Square  baru tahun 2010.Dengan desain menyerupai  apartemen. Binus  Square langsung diminati  sejak  pertama  kalidiresmikan.Dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ada, Binus Square memang dikatakan nyarissempurna bagi para mahasiswa. Namun ternyata tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilihtidak  tinggal  di  Binus  Square  dengan baragam  alasan.  Mulai  dari  biaya sewa yang mahal  bagisebagian mahasiswa,  jauh dari  tempat makan,  tidak  bebas,  kamar  yang terbatas,  tidak  terlalunyaman jika sudah dikamar,  ukuran ruangan kamar  yang dirasa  kurang manuasiawi  danterbatasnya pengunjung yang boleh  bertamu. Sehingga membuat  beberapa mahasiswa lebih relamenghabiskan Rp1.000.000 di rumah kost atau kontrakan karena dirasa berharga dibanding di BinusSquare.
TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA KULONPROGO, YOGYAKARTA prasetyawan, arieffian; nugroho, satrio; indarto, eddy
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.782 KB)

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta  merupakan salah satu  provinsi  di Indonesia  dengankeistimewaan  sebagai  sebuah provinsi  Daerah Istimewa,  menjadi  salah satu  provinsi  yang masihmempertahankan nilai budaya Jawa dengan nilai Keraton yang nyata dan masih kental di Indonesia,dapat dilihat dengan Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja menduduki jabatan Gubernur sebuahprovinsi Hal  tersebut membuat  Yogyakarta  memiliki  daya tarik  pariwisata baik  domestik maupunmancanegara. Dibuktikan dengan tingkat jumlah pengunjung Yogyakarta yang semakin meningkat ditiap tahunnya.Selain berbagai  fasilitas  tersebut,  transportasi  menjadi  hal  yang tidak kalah penting untukmendukung potensi kepariwisataan sebayai suatu daerah. Selain transpotasi dalam provinsi saranadan prasarana transportasi sebagai gerbang masuk juga tidak kalah penting. Salah satunya Bandarudara. Bandar  Udara  sebagai  salah satu  media  transportasi  udara  sudah menjadi  pendukungkebutuhan transportasi masyarakat yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi untuk berpindah darisatu kota ke kota yang lain. Selain sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat yang supersibuk, Saatini peran Bandar Udara menjadi sangat penting dalam perkembangan suatu kota bahkan provinsi yaitusebagai salah jalur masuk baik wisatawan maupun pembisnis. Tidak terkecuali di salah satu provinsidengan keistimewaan daerahnya, Yogyakarta.Adi  Sucipto merupakan  Bandara  eksisting yang dimiliki Yogyakarta  sebagai  akses  masukmelalui  udara  ke  Yogyakarta.  Akan tetapi  kondisi  bandara  tersebut dirasa  kurang dapat  memadaikebutuhan aksesibilitas lintas  domestik dan akses masuk dalam  skala  kegunaan puluhan tahunmendatang. Maka dari itu terdapat perencanaan untuk merencanakan pembuatan Bandara Yogyakrtabaru di Kulonprogo dengan skala yang lebih besar untuk dapat mendukung perkembangan pariwisataalam dan budaya Yogykarta puluhan tahun yang akan datang.Daerah Istimewa Yogyakarta  merupakan salah satu  provinsi  di Indonesia  dengankeistimewaan  sebagai  sebuah provinsi  Daerah Istimewa,  menjadi  salah satu  provinsi  yang masihmempertahankan nilai budaya Jawa dengan nilai Keraton yang nyata dan masih kental di Indonesia,dapat dilihat dengan Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja menduduki jabatan Gubernur sebuahprovinsi Hal  tersebut membuat  Yogyakarta  memiliki  daya tarik  pariwisata baik  domestik maupunmancanegara. Dibuktikan dengan tingkat jumlah pengunjung Yogyakarta yang semakin meningkat ditiap tahunnya.Selain berbagai  fasilitas  tersebut,  transportasi  menjadi  hal  yang tidak kalah penting untukmendukung potensi kepariwisataan sebayai suatu daerah. Selain transpotasi dalam provinsi saranadan prasarana transportasi sebagai gerbang masuk juga tidak kalah penting. Salah satunya Bandarudara. Bandar  Udara  sebagai  salah satu  media  transportasi  udara  sudah menjadi  pendukungkebutuhan transportasi masyarakat yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi untuk berpindah darisatu kota ke kota yang lain. Selain sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat yang supersibuk, Saatini peran Bandar Udara menjadi sangat penting dalam perkembangan suatu kota bahkan provinsi yaitusebagai salah jalur masuk baik wisatawan maupun pembisnis. Tidak terkecuali di salah satu provinsidengan keistimewaan daerahnya, Yogyakarta.Adi  Sucipto merupakan  Bandara  eksisting yang dimiliki Yogyakarta  sebagai  akses  masukmelalui  udara  ke  Yogyakarta.  Akan tetapi  kondisi  bandara  tersebut dirasa  kurang dapat  memadaikebutuhan aksesibilitas lintas  domestik dan akses masuk dalam  skala  kegunaan puluhan tahunmendatang. Maka dari itu terdapat perencanaan untuk merencanakan pembuatan Bandara Yogyakrtabaru di Kulonprogo dengan skala yang lebih besar untuk dapat mendukung perkembangan pariwisataalam dan budaya Yogykarta puluhan tahun yang akan datang.
TERMINAL PENUMPANG BANDARA PUSAKO ANAK NAGARI KAB. PASAMAN BARAT Masri, Ricky; malik, abdul; bharoto, bharoto
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.434 KB)

Abstract

Keberadaan Bandar Udara Pusako Anak Nagari Kabupaten Pasaman Barat, tadinya hanya berupa sarana penunjang transportasi bagi pejabat pemerintah setempat. Namun perkembangan transportasi udara dewasa ini yang terus meningkat membuat pemerintah daerah berupaya untuk mengembangkan bandara tersebut sebagai prasarana transportasi bagi masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat sehingga nantinya mampu memberikan andil yang cukup besar bagi perkembangan perekonomian wilayah baik regional maupun nasional, terutama dalam memberikan kemudahan mobilitas bagi para pelaku ekonomi dan masyarakat. Pengembangan bandara ini didasari perkiraan peningkatan jasa pengguna transportasi udara di Pasaman Barat dalam 10 tahun kedepan dimana terdapat lonjakan pengguna trasnportasi udara baik penumpang maupun kargo. Dalam  Master Plan Bandara Pusako Anak Nagari yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 446 Tahun 2012 menunjukan tahap pengembangan bandara yang membutuhkan sebuah bangunan terminal penumpang yang layak daripada bangunan saat ini yang hanya berfungsi sebagai kantor operasional.Terminal Penumpang Bandara Pusako Anak Nagari Kab. Pasaman Barat adalah bangunan masa tunggal dengan pemenuhan kebutuhan penggunaan bandar udara, baik penumpang, pengantar dan penjemput, karyawan maskapai, petugas pemerintah, dan pengelola Bandar udara. Sebagai hal yang paling pertama dilihat oleh pengunjung suatu daerah yang menggunakan transportasi udara, maka Bandar udara harus menjadi hal yang paling pertama kali memunculkan kesan ciri khas dari daerah tersebut. Maka acuan desain Bandar udara yang tepat di Bandara Pusako Anak Nagari adalah desain yang berdasarkan kebudayaan dan sejarah daerah tersebut yaitu kebudayaan Minangkabau yang menjadi suku nenek moyang masyarakat Pasaman Barat, sehingga bisa memunculkan citra dari daerah tersebut yang sulit untuk dilupakan.          Keberadaan Bandar Udara Pusako Anak Nagari Kabupaten Pasaman Barat, tadinya hanya berupa sarana penunjang transportasi bagi pejabat pemerintah setempat. Namun perkembangan transportasi udara dewasa ini yang terus meningkat membuat pemerintah daerah berupaya untuk mengembangkan bandara tersebut sebagai prasarana transportasi bagi masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat sehingga nantinya mampu memberikan andil yang cukup besar bagi perkembangan perekonomian wilayah baik regional maupun nasional, terutama dalam memberikan kemudahan mobilitas bagi para pelaku ekonomi dan masyarakat. Pengembangan bandara ini didasari perkiraan peningkatan jasa pengguna transportasi udara di Pasaman Barat dalam 10 tahun kedepan dimana terdapat lonjakan pengguna trasnportasi udara baik penumpang maupun kargo. Dalam  Master Plan Bandara Pusako Anak Nagari yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 446 Tahun 2012 menunjukan tahap pengembangan bandara yang membutuhkan sebuah bangunan terminal penumpang yang layak daripada bangunan saat ini yang hanya berfungsi sebagai kantor operasional.Terminal Penumpang Bandara Pusako Anak Nagari Kab. Pasaman Barat adalah bangunan masa tunggal dengan pemenuhan kebutuhan penggunaan bandar udara, baik penumpang, pengantar dan penjemput, karyawan maskapai, petugas pemerintah, dan pengelola Bandar udara. Sebagai hal yang paling pertama dilihat oleh pengunjung suatu daerah yang menggunakan transportasi udara, maka Bandar udara harus menjadi hal yang paling pertama kali memunculkan kesan ciri khas dari daerah tersebut. Maka acuan desain Bandar udara yang tepat di Bandara Pusako Anak Nagari adalah desain yang berdasarkan kebudayaan dan sejarah daerah tersebut yaitu kebudayaan Minangkabau yang menjadi suku nenek moyang masyarakat Pasaman Barat, sehingga bisa memunculkan citra dari daerah tersebut yang sulit untuk dilupakan. 
RUMAH SUSUN MILIK DI JAKARTA maulani, sevi; indrosaptono, djoko; riskiyanto, resza
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.125 KB)

Abstract

Kebutuhan tempat  tinggal  merupakan kebutuhan primer manusia. Berbagai  macam upaya  pemenuhkebutuhan ini terwujud dengan semakin banyaknya proyek-proyek perumahan, rumah susun dan apartemen.Dengan melihat demografi penduduk di Indonesia yang cenderung terpusat di kota-kota besar sebagai efeksentralisasi  pemerintahan dan bisnis, kebutuhan rumah di kota-kota besar pun akan sulit  ditangani  melihatketerbatasan lahan yang terjadi  dari  waktu ke waktu. Sejak  tahun 2010,  Indonesia  terus  mengalamikekurangan pasokan perumahan yang bisa akan terus  bertambah seiring pertumbuhan penduduk.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Di  sisi  lain, tinggal  di  hunian vertikal  dewasa ini  juga mulai  menjadi  trend gaya  hidup masyarakatmodern di  kota-kota besar dan berkembang.  Perlahan paradigma bahwa apartemen atau hunian  vertikalhanya untuk kalangan elit sudah mulai berubah dengan banyak munculnya proyek apartemen dengan hargayang cukup variatif berkisar antara ratusan juta hingga milyaran rupiah Kebutuhan tempat  tinggal  merupakan kebutuhan primer manusia. Berbagai  macam upaya  pemenuhkebutuhan ini terwujud dengan semakin banyaknya proyek-proyek perumahan, rumah susun dan apartemen.Dengan melihat demografi penduduk di Indonesia yang cenderung terpusat di kota-kota besar sebagai efeksentralisasi  pemerintahan dan bisnis, kebutuhan rumah di kota-kota besar pun akan sulit  ditangani  melihatketerbatasan lahan yang terjadi  dari  waktu ke waktu. Sejak  tahun 2010,  Indonesia  terus  mengalamikekurangan pasokan perumahan yang bisa akan terus  bertambah seiring pertumbuhan penduduk.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Di  sisi  lain, tinggal  di  hunian vertikal  dewasa ini  juga mulai  menjadi  trend gaya  hidup masyarakatmodern di  kota-kota besar dan berkembang.  Perlahan paradigma bahwa apartemen atau hunian  vertikalhanya untuk kalangan elit sudah mulai berubah dengan banyak munculnya proyek apartemen dengan hargayang cukup variatif berkisar antara ratusan juta hingga milyaran rupiah
CITY HOTEL BINTANG TIGA SEMARANG muncar, imantaka; sukawi, sukawi; pribadi, septana
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.561 KB)

Abstract

Kota Semarang sebagai  salah satu kota besar di Propinsi Jawa Tengah merupakanpusat segala kegiatan aktifitas baik ekonomi, perdagangan, jasa dan industri serta menjadikota sentral wilayah Jawa Tengah . Kota Semarang dapat berperan langsung dalam lingkupinternational.  Semakin banyak diadakan hubungan dengan  negara lain akan membukapeluang masuknya wisatawan asing yang bertujuan untuk berbisnis maupun menanamkanmodal di Kota Semarang mengingat berkembang pesatnya perekonomian di wilayah sekitar.Untuk mengantisipasi  kedatangan wisatawan dalam  negeri  maupun asing keSemarang  untuk kegiatan berbisnis, maka Semarang memerlukan  fasilitas  pendukungseperti  akomodasi  untuk tempat menginap,  salah  satunya adalah  hotel  bintang yangmenyediakan fasilitas lengkap untuk pertemuan bisnis sekaligus untuk tempat rekreasi.Akhir – akhir ini  bisnis  perhotelan di  Semarang menunjukkan prospek  yangcenderung meningkat,  hal  ini  ditunjukkan  dengan meningkatnya  jumlah wisatawan  yangmenginap  dihotel,  khususnya di hotel  bintang. Selama beberapa  tahun terahir ini,  tingkathunian  hotel  berbintang terhitung  tertinggi. Salah satu  penyebabnya adalah banyaknyakegiatan  konvensi  seperti  rapat dan seminar  yang  dilakukan  oleh  instansi – instansipemerintah dan swasta baik dalam tingkat local maupun nasional yang diselenggarakan diKota Semarang dan  juga  dengan diberlakukannya visit Jawa Tengah dan  Ayo  Wisata KeSemarang  yang memang  bertujuan untuk menarik wisatawan  sebanyak-banyaknya keSemarang.Dari aktualita dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Kota Semarang saat inimasih  membutuhkan dibangunnya hotel  baru,  khususnya city hotel  berbintang.  Sebagaisuatu  sarana  akomodasi  untuk memenuhi  kebutuhan wisatawan-wisatawan  baik yangberorientasi bisnis maupun yang orientasinya hanyalah rekreasi belaka, untuk itu dalam haltempat menginap harus juga juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang kegiatan ber bisnisseperti  ruang pertemuan.  Selain  itu  juga  sebagai  tempat menginapnya wisatawan yangmemiliki tujuan utama berekreasi di Kota Semarang dan sekitarnya.Kota Semarang sebagai  salah satu kota besar di Propinsi Jawa Tengah merupakanpusat segala kegiatan aktifitas baik ekonomi, perdagangan, jasa dan industri serta menjadikota sentral wilayah Jawa Tengah . Kota Semarang dapat berperan langsung dalam lingkupinternational.  Semakin banyak diadakan hubungan dengan  negara lain akan membukapeluang masuknya wisatawan asing yang bertujuan untuk berbisnis maupun menanamkanmodal di Kota Semarang mengingat berkembang pesatnya perekonomian di wilayah sekitar.Untuk mengantisipasi  kedatangan wisatawan dalam  negeri  maupun asing keSemarang  untuk kegiatan berbisnis, maka Semarang memerlukan  fasilitas  pendukungseperti  akomodasi  untuk tempat menginap,  salah  satunya adalah  hotel  bintang yangmenyediakan fasilitas lengkap untuk pertemuan bisnis sekaligus untuk tempat rekreasi.Akhir – akhir ini  bisnis  perhotelan di  Semarang menunjukkan prospek  yangcenderung meningkat,  hal  ini  ditunjukkan  dengan meningkatnya  jumlah wisatawan  yangmenginap  dihotel,  khususnya di hotel  bintang. Selama beberapa  tahun terahir ini,  tingkathunian  hotel  berbintang terhitung  tertinggi. Salah satu  penyebabnya adalah banyaknyakegiatan  konvensi  seperti  rapat dan seminar  yang  dilakukan  oleh  instansi – instansipemerintah dan swasta baik dalam tingkat local maupun nasional yang diselenggarakan diKota Semarang dan  juga  dengan diberlakukannya visit Jawa Tengah dan  Ayo  Wisata KeSemarang  yang memang  bertujuan untuk menarik wisatawan  sebanyak-banyaknya keSemarang.Dari aktualita dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Kota Semarang saat inimasih  membutuhkan dibangunnya hotel  baru,  khususnya city hotel  berbintang.  Sebagaisuatu  sarana  akomodasi  untuk memenuhi  kebutuhan wisatawan-wisatawan  baik yangberorientasi bisnis maupun yang orientasinya hanyalah rekreasi belaka, untuk itu dalam haltempat menginap harus juga juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang kegiatan ber bisnisseperti  ruang pertemuan.  Selain  itu  juga  sebagai  tempat menginapnya wisatawan yangmemiliki tujuan utama berekreasi di Kota Semarang dan sekitarnya.
STASIUN MASS RAPID TRANSIT Merliana, Anashia; indarto, Eddy; nugroho, satrio
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.496 KB)

Abstract

Perkembangan kota Jakarta sebagai ibu kota dan pusat perekonomian di Indonesia sudahseharusnya sejajar dengan kota-kota di dunia. Dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi tiaptahunnya, menjadikan kota Jakarta sebagai salah satu kota tersibuk di dunia.Mass Rapid Transit Blok M sebagai salah satu kawasan yang mendukung pengembangan tahap 1
SMP-SMA ALAM AR-RIDHO SEMARANG Arif, Nur; pandelaki, edward; suprapti, atiek
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.808 KB)

Abstract

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang memiliki akal dan budi. Hal tersebut yang mampu membedakan manusia dengan makhluk Tuhan yang lain. Dalam mengembangkan atau mengasah akal dan budinya manusia membutuhkan suatu proses untuk menjadi lebih baik. Proses inilah yang sering disebut dengan belajar. Dalam proses belajar ini dibutuhkan suatu wadah yang khusus bergerak dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk sarana pendidikan adalah sekolah. Sekolah merupakan wadah untuk mendidik masyarakat agar mampu mengembangkan kemampuan dan melatih akal serta budi manusia. Di era saat ini, sekolah memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan konagtif para siswa. Namun pada umumnya sekolah yang ada saat ini memprioritaskan untuk mengembangkan aspek kognitif para siswa saja dalam proses belajar mengajar. Kebanyakan sekolah lebih memprioritaskan evaluasi pada kemampuan akademis semata, karena telah terdapat pedoman penilaian yang jelas dan dapat mudah dipahami oleh orang tua. Padahal untuk menghadapi dunia yang selalu berubah saat ini kemampuan menghafal saja masih dianggap kurang. Ada hal yang lebih penting dari itu yaitu kemampuan dalam memperoleh informasi atau data, memahami, mengelola dan memanfaatkanya agar dapat menjawab tantangan dan memecahkan persoalan kehidupan.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang sekolah alam, pengertian dan standar-standar mengenai fasilitas-fasilitas sekolah alam serta studi banding beberapa sekolah alam yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan fasilitas di kota tersebut . Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep ekologis. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, uraian program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
RESORT APUNG DI PULAU PEUCANG TAMAN NASIONAL UJUNG KULON DENGAN PENEKANAN DESAIN EKO ARSITEKTUR rizki, rahmi nur; murtini, titin; hardiman, gagoek
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.572 KB)

Abstract

Pulau Peucang memiliki potensi wisata alam yang sangat besar menjadikan Pulau Peucangsebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan wisata alam di Taman Nasional Ujung Kulon yangmerupakan kawasan konservasi sehingga keberadaan alam yang berada  dikawasan ini terlindungi.Dari tahun ke tahun jumlah pengunjung Taman Nasional Ujung Kulon terus meningkat dan sebagianbesar pengunjung Taman Nasional ujung kulon bertujuan untuk rekreasi, sementara itu penginapanyang ada  di  kawasan  Taman Nasional  Ujung Kulon  saat  ini  hanya  terdapat di  Pulau Peucang danPulau Handeuleum dengan total kapasitas ± 58 orang Peningkatan fasilitas resort dengan penekanan desain eko arsitektur menjadi upaya terkiniuntuk menunjang pariwisata di Taman Nasional Ujung Kulon tanpa merusak keberlangsungan alamsekitar. Keberhasilan resort  tersebut  dalam menunjang pariwisata di Taman Nasional Ujung Kulondapat meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pendapatan di sektor usaha perhotelan, rumahmakan dan hiburan, transportasi serta pedagangan jasa dan lainnya.Pulau Peucang memiliki potensi wisata alam yang sangat besar menjadikan Pulau Peucangsebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan wisata alam di Taman Nasional Ujung Kulon yangmerupakan kawasan konservasi sehingga keberadaan alam yang berada  dikawasan ini terlindungi.Dari tahun ke tahun jumlah pengunjung Taman Nasional Ujung Kulon terus meningkat dan sebagianbesar pengunjung Taman Nasional ujung kulon bertujuan untuk rekreasi, sementara itu penginapanyang ada  di  kawasan  Taman Nasional  Ujung Kulon  saat  ini  hanya  terdapat di  Pulau Peucang danPulau Handeuleum dengan total kapasitas ± 58 orang Peningkatan fasilitas resort dengan penekanan desain eko arsitektur menjadi upaya terkiniuntuk menunjang pariwisata di Taman Nasional Ujung Kulon tanpa merusak keberlangsungan alamsekitar. Keberhasilan resort  tersebut  dalam menunjang pariwisata di Taman Nasional Ujung Kulondapat meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pendapatan di sektor usaha perhotelan, rumahmakan dan hiburan, transportasi serta pedagangan jasa dan lainnya.