cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
REDESAIN KANTOR DINAS PERHUBUNGAN,KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KUDUS riyanda, arief; indraswara, sahid; pribadi, septana
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.961 KB)

Abstract

Kabupaten Kudus terkenal sebagai kota  kretek yang melakukan banyak eksporrokok ke  berbagai kota  dan  sebagai penghubung daerah jawa  tengah dan  ibukota ,maka  banyak pula  kendaraan  muatan yang  melewati kabupaten  ini, maka  untukmerawat  jalan agar  tidak banyak berlubang dan awet  serta  melancarkan programpemerintah mengenai perhubungan jalan, Dinas  Perhubungan kabupaten  Kudusmemiliki tempat atau bangunan yang di fungsikan sebagai transit kendaraan bermuatanatau  umum untuk  melakuka uji kendaraan bermotor.Untuk  memenuhi persyaratankelengkapan UU PU dan kenyamanan termal , maka redesain kantor dinas perhubungansangat di butuhkan.Kabupaten Kudus terkenal sebagai kota  kretek yang melakukan banyak eksporrokok ke  berbagai kota  dan  sebagai penghubung daerah jawa  tengah dan  ibukota ,maka  banyak pula  kendaraan  muatan yang  melewati kabupaten  ini, maka  untukmerawat  jalan agar  tidak banyak berlubang dan awet  serta  melancarkan programpemerintah mengenai perhubungan jalan, Dinas  Perhubungan kabupaten  Kudusmemiliki tempat atau bangunan yang di fungsikan sebagai transit kendaraan bermuatanatau  umum untuk  melakuka uji kendaraan bermotor.Untuk  memenuhi persyaratankelengkapan UU PU dan kenyamanan termal , maka redesain kantor dinas perhubungansangat di butuhkan.
MUSEUM GUNUNG KRAKATAU DI ANYER, BANTEN aditya, bayu; Riskiyanto, resza; Indrosaptono, Djoko
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.483 KB)

Abstract

Gunung Krakatau terletak ditengah laut. Tepatnya di Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Berjarak +45 km dari bibir pantai Desa Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang. Keberadaan Gunung Anak Krakatau ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan domestic dan mancanegara. Ditambah lagi Gunung Anak Krakatau ini terletak di Kawasan Wisata Pantai Anyer.  Mengingat dalam sejarah peradaban manusia modern saat ini  Letusan Gunung Krakatau pada 1883 adalah letusan gunung berapi paling dahsyat sepanjang sejarah (Sumber: Guiness Book Of Record).Maka perlu dibangun sebuah museum untuk mengenang bencana alam paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah. Dan juga untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada seluruh lapisan masyarakat, wisatawan domestic & mancanegara berkaitan tentang sejarah letusan Gunung Krakatau dan apa potensi bencana yang terjadi bila sewaktu-waktu Gunung Anak Krakatau meletus lagi. Tentunya menambah pengetahuan tentang evakuasi bencana bagi masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di pesisir pantai anyer dan sekitarnya. 
INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DENGAN KONSEP WISATA KELUARGA DI BANYUMAS Yuliasari, Selia stefi; Dwiyanto, Agung; indriastjario, indriastjario
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.848 KB)

Abstract

Banyak  faktor yang melatarbelakangi  urgensi  perancangan Industri  Pengolahan Susudengan Konsep Wisata Keluarga di Banyumas ini. Mulai dari tingkat konsumsi susu Kab. Banyumasyang meningkat setiap tahun Produksi susu ini bermerk dagang MILBA Industri  pengolahan Susu  ini  diharapkan  dapat  memenuhi  kebutuhan regional  akankonsumsi  susu masyarakat  Banyumas  dengan jenis  susu UHT,  sekaligus  dapat  memfasilitasimasyarakat Banyumas dengan adanya konsep wisata keluarga sebagai sarana meningkatkan minatdan pengetahuan masyarakat Banyumas pada khususnya, tentang proses pengolahan susu.Banyak  faktor yang melatarbelakangi  urgensi  perancangan Industri  Pengolahan Susudengan Konsep Wisata Keluarga di Banyumas ini. Mulai dari tingkat konsumsi susu Kab. Banyumasyang meningkat setiap tahun Produksi susu ini bermerk dagang MILBA Industri  pengolahan Susu  ini  diharapkan  dapat  memenuhi  kebutuhan regional  akankonsumsi  susu masyarakat  Banyumas  dengan jenis  susu UHT,  sekaligus  dapat  memfasilitasimasyarakat Banyumas dengan adanya konsep wisata keluarga sebagai sarana meningkatkan minatdan pengetahuan masyarakat Banyumas pada khususnya, tentang proses pengolahan susu.
TASPEN TOWER OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN POST MODERN hariara, gerry; pribadi, septana
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.212 KB)

Abstract

Sebagai perusahaan BUMN, PT. TASPEN PERSERO KCU Semarang yang bergerak dalam bidangtabungan pensiunan PNS sudah seharusnya dapat melayani setiap kliennya dengan performa yangmaksimal. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu visi "Menjadi pengelola Dana Pensiun danTHT eŒša  jauivav } ial laivvÇaY— dav ui i  "Manfaat  dan pelayanan yang semakin baik.."  olehkarena itu pelayanan yang optimal tentunya menjadi goal dari perusahaan taspen ini terutama padakantor cabang utama untuk di provinsi Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang.Oleh karena sebab itu bangunan PT TASPEN Melihat Semarang pada saat ini telah menjadi salah satu daerah urban yang merupakan sentrapertumbuhan ekonomi  khususnya bagi  Jawa  Tengah. Setyo Maharso,  Ketua Umum Real EstatIndonesia  Dengan fenomena tersebut sudah semestinya PT. Taspen dapat menangkap sebuah kesempatanuntuk menambah bidang usaha. Penambahan di sektor property dinilai sebagai langkah yang sangatbijak,  oleh  karean itu  pada grand design kantor taspen nantinya dirasa cukup bijak  untukmenambahkan fungsi kantor sewa pada bangunan Kantor cabang utama PT. Taspen di  Semarang.Sebagai perusahaan BUMN, PT. TASPEN PERSERO KCU Semarang yang bergerak dalam bidangtabungan pensiunan PNS sudah seharusnya dapat melayani setiap kliennya dengan performa yangmaksimal. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu visi "Menjadi pengelola Dana Pensiun danTHT eŒša  jauivav } ial laivvÇaY— dav ui i  "Manfaat  dan pelayanan yang semakin baik.."  olehkarena itu pelayanan yang optimal tentunya menjadi goal dari perusahaan taspen ini terutama padakantor cabang utama untuk di provinsi Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang.Oleh karena sebab itu bangunan PT TASPEN Melihat Semarang pada saat ini telah menjadi salah satu daerah urban yang merupakan sentrapertumbuhan ekonomi  khususnya bagi  Jawa  Tengah. Setyo Maharso,  Ketua Umum Real EstatIndonesia  Dengan fenomena tersebut sudah semestinya PT. Taspen dapat menangkap sebuah kesempatanuntuk menambah bidang usaha. Penambahan di sektor property dinilai sebagai langkah yang sangatbijak,  oleh  karean itu  pada grand design kantor taspen nantinya dirasa cukup bijak  untukmenambahkan fungsi kantor sewa pada bangunan Kantor cabang utama PT. Taspen di  Semarang.
RELOKASI STADION LEBAK BULUS, JAKARTA Dwi, Amalia; Darmawan, Edy; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.508 KB)

Abstract

Stadion Lebak Bulus sebagai salah satu stadion kebanggaan warga Jakarta, merupakan homebase dariklub Persija Jakarta.  Dahulu, stadion ini  sering dipakai  untuk  penyelenggaraan event olahraga sepakbolaseperti  ISL  tetangga. Namun, sejak tahun 2008, PT. Liga Indonesia memutuskan untuk tidak menggunakan Stadion LebakBulus karena kapasitasnya yang kurang memadai untuk menyelenggarakan pertandingan sepakbola tingkatregional, nasional, ataupun internasional. Dengan demikian, Stadion Lebak Bulus dianggap tidak memiliki nilaidaya jualnya kembali.Di lain sisi, terdapat kabar yang menyatakan bahwa Stadion Lebak Bulus akan digusur karena bangunantersebut terkena dampak pembangunan stasiun MRT Mengenai penggusurannya pun harus menaati Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga, bahwa untukmerobohkan sebuah stadion diperlukan sebuah stadion pengganti, sehingga nantinya Stadion Lebak  Bulusharus direlokasi. Wilayah Ulujami merupakan lokasi yang dinilai strategis karena para penggemar sepakboladiberikan kemudahan untuk mengakses  stadion,  tidak  hanya  lewat  jalan raya, namun bisa denganmenggunakan kereta. Selain itu, lokasinya tidak jauh dengan akses Tol Bintaro sehingga semakin mudah untukdijangkau.
PENGEMBANGAN PANTAI TIRTA SAMUDRA BANDENGAN JEPARA SEBAGAI PUSAT WISATA BAHARI Penekanan Desain Arsitektur Post Modern Budi Utami, Erni; Indraswara, Sahid; Murtini, Titien Woro
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7691.13 KB)

Abstract

Kota Jepara merupakan kota pesisir yang memiliki banyak pantai yang dapat dijadikan obyek wisata, salah satunya adalah Pantai Tirta Samudra di daerah Bandengan. Pantai ini berpasir putih dengan kemiringan yang relatif landai, dengan ombak yang tenang. Berdasarkan data, terjadi peningkatan jumlah pengunjung selama kurun waktu 10 tahun. Namun peningkatan pengunjung dan potensi alam yang ada kurang dapat dikelola secara maksimal. Fasilitas yang belum memadai dan kurang tertata, membuat potensi alam yang ada kurang dapat maksimal untuk dinikmati oleh pengunjung. Untuk itulah dibutuhkan sebuah perencanaan pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara sebagai pusat wisata bahari.Kajian diawali dengan melakukan analisa kebutuhan ruang dan fasilitas pada area tapak, dilanjutkan dengan studi banding pada area wisata pantai seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Wisata Bahari Lamongan. Kajian mengenai standar besaran ruang baik berdasar literatur maupun studi banding, diikuti juga dengan kajian berupa kebutuhan ruang sesuai dengan aktivitas yang telah direncanakan. Tapak yang digunakan adalah pengembangan tapak eksisting dari area wisata Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan ”Pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara Sebagai Pusat Wisata Bahari”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Post Modern untuk bangunannya, dan menggunakan konsep organik untuk sirkulasinya. Bangunan inti pada pusat wisata bahari ini terinspirasi dari bentuk dasar paying atau tenda yang identik dengan suasana pantai. Selain itu kesan ringan, ceria, dan menarik dapat terwujud dengan bangunan berbentuk tenda yang berwarna mencolok. Sedangkan konsep organic, diterapkan untuk membuat sirkulasi pada area wisata terkesan tidak monoton, dan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung saat mengitari area wisata.
PANTI WREDHA DI KOTA SEMARANG Eka Kristi Pratiwi, Busada; Budiarto, Atiek; Woro Murtini, Titin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.595 KB)

Abstract

Proses lahir, tumbuh dan berkembang lalu menjadi tua merupakan sebuah proses yang dialami oleh semua manusia. Proses perkembangan itu akan diiringi pula oleh perubahan-perubahan. Proses perkembangan menjadi tua,akan diiringi dengan kemunduran-kemunduran kondisi fisik tubuh, yang berdampak pada menurunnya fungsi organ tubuh dan berubahnya kegiatan sehari-hari. Karena kekurangan ini, lansia seseorang yang telah mencapai umur (60+) termasuk dalam golongan manusia yang memiliki kemampuan yang berbeda. Karena lansia memiliki kemampuan yang berbeda, maka kebutuhan lansia berbeda pula dengan manusia normal lainnya.Pola kehidupan masyarakat kota yang modern, banyaknya jumlah lansia yang ada di Kota Semarang, keterbatasan fisik lansia dan kurangnya fasilitas yang ada ini sudah selayaknya mendapat perhatian khusus.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang lansia, pengelompokkan lansia, prinsip desain ruang untuk lansia, pengertian panti wredha, fungsi dan peran panti wredha, jenis ruang panti wredha, serta psikologi ruang panti wredha. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur Tropis dengan tidak meninggalkan prinsip-prinsip Universal Design. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan.Sebagai kesimpulan, terdapat luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain
PENATAAN PEMUKIMAN NELAYAN TAMBAK MULYO SEMARANG Dengan Lingkup Mikro BANGUNAN INDUSTRI PENGASAPAN IKAN wahyu firmandani, satriya; setioko, bambang; setyowati, erni
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.609 KB)

Abstract

Pemukiman  nelayan  merupakan  suatu  aset  berharga  di  setiap  daerahnya.  Pemukiman  ini  menjadi tumpuan  perdagangan  hasil  laut  di  daerahnya.  Sama  halnya  dengan  pemukiman  nelayan  Tambak  Mulyo Semarang  yang  menjadi  pusat  perdagangan  hasil  laut  di  Semarang  dan  sekitarnya.  Namun  ironisnya pemukiman nelayan Tambak Mulyo justru kumuh, padat dan tidak tertata, terlebih dengan bencana rob yang melanda hampir  setiap harinya. Pemukiman nelayan  sejatinya  tidak hanya berkutat dengan  kehidupan  para nelayan yang mencari ikan  di laut, Namun juga menampung kegiatan pengolahan hasil laut tersebut. Selain pemukiman  nelayan  secara  makro,  dalam  proyek  penataan  ini  akan  lebih  dititik  beratkan  pada  kawasan bangunan industri pengasapan ikan yang ada di dalamnya. Ide ini didapatkan dari   menyikapi kondisi buruknya sentra  industri  pengasapan  ikan  di  Bandarharjo  Semarang  yang  sekaligus  akan  ditata  bersamaan  masuk  ke dalam pemukiman nelayan Tambak Mulyo. Penataan  kawasan  industri  pengaspan  ikan  disini  berkonsep  arsitektur  vernakular  demi  melestarikan pemikira-pemikiran lokal  dalam  menghadapi  masalah-masalah  di industri  pengasapan  ikan  seperti bentukan cerobong,  tata  ruang,  bahan  bangunan  dan  lain-lain.  Kawasan  industri  pengasapan  ikan  sebagai  fokus penataan disini pastinya akan memiliki dampak tertentu terhadap lingkungan sekitar di pemukiman nelayan seperti  banyaknya  asap  yang  dihasilkan  oleh  industri  pengasapan  ikan  yang  mencemari  lingkungan  sekitar. Menyikapi  hal  tersebut,  penataan  industri  pengasapan  ikan  secara  mikro  harus  mempertimbangkan keberadaan  lingkungan  sekitar dengan beberapa  solusi desain  seperti  (1)pola  penataan  pemukiman nelayan secara  makro dengan aksis arah angin,  hal  ini berfungsi untuk  mengatur arah  asap  yang dihasilka n industri pengasapan  ikan,  (2)perancangan  barrier  asap  berupa  pepohonan  mengelilingi  industri  pengasapan  ikan, (3)menata ruang dalam industri pengasapan ikan dan bentukan cerobong dengan pendekatan vernakular agar desain sesuai dengan perilaku masyarakat setempat. Penekanan desain pada arsitektur vernakular  juga memiliki peranan penting dalam citra bangunan dan kawasan  yang  dihasilkan  nantinya.  Dengan  konsep  vernakular,  hasil  akhir  desain  disini  juga  memiliki keindahan/estetika,  kesesuaian  dengan  perilaku  setempat,  kemudahan  mendapatkan  material,  kemudahan dalam perbaikan bangunan bila dilakukan oleh masyarakat sendiri, serta menyikapi kondisi alam seperti cuaca dan bencana dalam desain.
PENATAAN KAMPUNG SENTRA INDUSTRI PERKALENGAN BUGANGAN PENEKANAN DESAIN ECO ARCHITECTURE Fadhilah, arief; Murtini, Titien Woro; Supriyadi, Bambang
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.44 KB)

Abstract

Pertumbuhan Kota Semarang sebagai kota perdagangan, industri dan jasa memberikan tawarankepada masyarakat akan segala macam usaha baik skala kecil maupun besar dengan harapan dapat terusmeningkatkan ekonomi masyarakat. Namun tanpa dibarengi dengan perencanaan dan perancangan yang baik,maka harapan tersebut tidak akan tercapai. Sebut saja sebuah sentra industri di Kelurahan BuganganSemarang Timur yang terkenal dengan produksi kompor sumbunya, salah satu diantara banyak usaha mikroyang sudah ada sejak tahun 1970-an. Semakin tingginya tingkat aktivitas di kampung sentra industri tersebuttanpa diimbangi dengan fasilitas yang memadai menyebabkan berbagai permasalahan baik dari aspekproduksi, kebutuhan pemasaran, hunian, dan limbah yang mempengaruhi ekologi lingkungan. Oleh sebab itu,kampung sentra industri yang berada di bantaran sungai Banjir Kanal Barat ini memerlukan penataan kembaliyang dapat mengakomodir aktivitas produksi, pemasaran, dan hunian yang tetap memperhatikan aspekekologi lingkungan. Mengenali lokasi adalah hal utama yang dilakukan penulis, melalui observasi langsung, pendekatanpelaku secara natural dan pengumpulan data sebagai dasar utama dalam merumuskan program perancangan.Untuk melengkapi dasar perancangan, dilakukan studi banding kebeberapa objek sentra industri di Kota Solodan Yogyakarta seperti Kampung Blangkon, Kampung Shuttlecock, Kampung Batik, dan lainnya. Pendalamankonsep ekologi sebagai dasar perancangan yang merespon lingkungan dilakukan dengan studi literatur.Penataan dilakukan pada lokasi tapak yang sama dan perhitungan kebutuhan luas lahan didasarkan pada studiruang dan bangunan yang dibutuhkan dengan memperhatikan regulasi seperti Garis Sepadan Bangunan (GSB),KDB, KLB, dan Garis Sepadan Sungai (GSS). Tata massa bangunan, tampilan, struktur, dan utilitas lingkungandirancang dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar yang tidak dapat dipisahkan dalam prosesperancangan. Banjir Kanal Timur Semarang adalah salah satu potensi kampung ini yang saat ini tidak mendapatperhatian. Menjadikan sungai sebagai orientasi perancangan menjadi pelengkap konsep eko arsitektur yangakan mendasari penataan kawasan hingga dalam skala mikro (bangunan, manajemen limbah, dansebagainya). Memperhatikan potensi angin, respon terhadap matahari, pemanfaatan air hujan, pemakaianbahan-bahan bekas, penghematan energi, dan manajemen lingkungan adalah suatu sistem holistik yang akandiperhatikan dalam penataan kampung sentra industri perkalengan di Bugangan Semarang.
SOLO EXHIBITION AND CONVENTION CENTER Green Architecture dengan Penerapan Unsur Budaya Lokal Rusjdi, Hanif; indriastjario, indriastjario; Sudarwanto, Budi
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2123.684 KB)

Abstract

Kota Solo telah berkembang tidak hanya sekedar menjadi Kota Budaya, tetapi juga menjadi salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Hal ini terlihat dengan semakin menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan di tengah kota maupun hotel-hotel berbintang di pusat kota. Apalagi dengan adanya wacana dari pemerintah yang ingin mewujudkan Kota Solo sebagai destinasi MICE di Indonesia. Berkaitan dengan perkembangan wisata MICE di kota solo maka kebutuhan akan sarana dan prasarana kegiatan konvensi maupun ekshibisi di Kota Solo dirasa sangat penting mengingat kemajuan Kota Solo yang bisa dikatakan sangat pesat.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai kegiatan konvensi dan ekshibisi, standar-standar mengenai tata ruang dalam bangunan convention and exhibition center, studi banding beberapa bangunan convention and exhibition center di Indonesia dan studi banding pustaka beberapa bangunan convention center di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi bangunan Solo Exhibition and Convention Center yang akan bertempat di Kota Solo dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Green Architecture. Tapak yang digunakan adalah tapak hasil dari pemilihan beberapa alternatife tapak yang ada di Kota Solo yang sesuai dengan luasan kebutuhan ruang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Solo Exhibition and Convention Center”.Konsep perancanganditekankanpada penekanan Green Architecture, dimana konsep perancangan bangunan diharapkan dapat bersahabat dengan lingkungan, dalam artian ketika bangunan tersebut berdiri di tengah lingkungan tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan sekitar baik itu dari masa konstruksi hingga masa maintenance bangunan.Bangunan Solo Exhibition and Convention Center dihadirkan dengan bentuk yang kontemporer dengan bahan prefabrikasi yang merefleksikan masa modern atau masa yang akan datang. Tidak lupa untuk menerapkan unsur-unsur budaya lokal pada bangunan untuk menjaga kesan kedaerahan. Dalam hal ini pemilihan motif batik “Kawung” sebagai motif batik khas solo ke dalam fasade bangunan diharapkan dapat menjaga identitas kota solo yang dibawa pada konsep modernitas. Untuk material bangunannya sendiri dipilih bahan-bahan prefabrikasi yang memiliki sifat fleksibel dan efisien. Dari segi struktur diterapkan modul slab and grid pada penopang lantai bangunan dan sistem struktur space frame atau space beam pada struktur penopang atap.