cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
SALON PERAWATAN DAN BENGKEL VARIASI MOBIL DI SEMARANG Bagas, Ardhita; Dharmawan, Eddy; Malik, Abdul
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.915 KB)

Abstract

Dengan makin meningkatnya pertumbuhan jumlah mobil dan minat masyarakat menggunakankendaraan pribadi di Kota Semarang dan kepadatan mobilitas masyarakatnya menyebabkan masyarakat diKota Semarang ini akan semakin membutuhkan sebuah tempat yang menawarkan jasa perawatan mobil.Apalagi dengan mobilitas masyarakat Kota Semarang yang padat menyebabkan pemilik kendaraan pribadimelewatkan perawatan mobil mereka sendiri. Mereka yang tidak memiliki waktu lebih dalam merawat mobilakan menyerahkan perawatan mobil mereka kepada tempat yang khusus memberikan jasa perawatan ini. Kajian diawali dengan mempelajari teknologi, alat, prinsip kerja, dan kontrol alat pada salonperawatan mobil dan bengkel variasi mobil itu sendiri. Di sini dijabarkan mengenai teknologi dan alat yangdigunakan pada sebuah tempat cuci mobil dan salon mobil serta pada prinsip-prinsip kerja standar padasebuah bengkel mobil yang melakukan spesialisasi pada kaki-kaki mobil. Dilakukan juga tinjauan mengenaisegala aktifitas dan fasilitas yang terjadi di dalam area kerja salon perawatan dan bengkel variasi mobiltersebut. Pemilihan lokasi tapak dilakukan dengan melakukan analisa, yaitu dengan mempelajari potensi tapakserta kriteria pemilihan lokasi untuk mendapatkan tapak yang dimaksud. Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Modern, yaitu kesan sederhana tetapimengutamakan fungsi utama sebagai suatu salon perawatan dan bengkel variasi mobil yang ditonjolkan.Konsep modern ini juga diterapkan pada fasilitas yang digunakan pada bangunan ini nantinya. Kesan ArsitekturModern ini juga ditampilkan pada tampilan fasad bangunan yang akan mengambil gubahan massa sebuahbentuk kotak atau kubus.
RUMAH SUSUN SEWA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Pudji Lestari, Kartika; Pandelaki, Edward Endrianto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.9 KB)

Abstract

Pengembangan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) kini tengah digencarkan oleh pemerintah tepatnya Kementerian Perumahan Rakyat. Pembangunan Rusunawa termasuk Rusunawa Mahasiswa di seluruh Indonesia masuk kedalam salah satu program pemerintah pusat yang di kenal dengan nama “Program Seribu Tower”. Program ini merupakan salah satu kebijakan strategis yang dianggap tepat karena melihat pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup pesat pertahunnya. Diketahui rata – rata pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 2,5 % per-tahun maka sampai tahun 2025 menurut ahli demografi jumlah penduduk Indonesia akan mencapai dua kalilipat dari jumlah sekarang. Karena itu diperlukan suatu perencanaan jangka panjang kedepan untuk mengantasipasi kebutuhan penduduk akan permukiman atau hunian.Adanya Rusunawa mahasiswa yang dibangun di setiap kampus selain sebagai fasilitas tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lingkungan kampus, bagi mahasiswa tahun pertama, juga bisa menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiwa tinggal di hunian vertikal. Dengan tinggal di Rusunawa, mahasiswa secara tuntas dapat menyelesaikan masa transisi perkembangan hidup dan mengenal sosio-budaya perguruan tinggi dan masyarakat kampus.Rusunawa selain sebagai rumah tinggal yang nyaman bagi mahasiswa sekaligus sebagai tempat pembinaan mahasiswa sehingga memiliki kualitas intelektual, sosial, emosional, dan spiritual yang memadai.
RUMAH SAKIT UMUM KELAS C KABUPATEN CIREBON chaerudin, abu
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.26 KB)

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang sedang berkembang, sepertiyang tercatat dalam Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon pada tahun 2010 adalah313.692 jiwa semakin padat karena pertumbuhannya setiap tahun berkisar 2 persen. Cepat atau lambatKabupaten Cirebon akan bertambahnya beberapa aktivitas. Seiring dengan bertambahnya penduduk danaktivitas masyarakat yang ada mendorong untuk membuat sarana dan prasarana umum / sarana sosial yangharus diperhatikan dan pembangunannya harus direncanakan secara matang untuk memenuhi akankebutuhan mengenai sarana kesehatan, yang sudah direncanakan dalam RTRW Kabupaten Cirebon denganmenyediakan lahan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit Umum Kelas C. Seperti yang di ungkapkan dalamteori HL. Blum, “Derajat Kesehatan Dipengaruhi oleh empat faktor besar yaitu Lingkungan, Prilaku, PelayananKesehatan dan faktor Keturunan”. (Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Cirebon 2010, Dinas KesehatanKabupaten Cirebon). Kajian diawali dengan dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rumah SakitUmum terlebih lagi mengenai Rumah Sakit Umum Kelas C. Serta melalui pendekatan program, Prosespendekatan program ini dilakukan untuk mempunyai gambaran secara mendalam tentang analisis besaran,fungsi dan persyaratan ruang dan program arsitektur dalam sebuah bangunan Rumah Sakit Umum Kelas C.pendekatan ini berdasarkan studi litelatur/referensi dan studi banding/survey pada fasilitas yang sejenis. Rumah Sakit Umum Kelas C ini hadir sebagai pusat pelayan kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebonyang rencananya akan diletakan di daerah sekitar Kecamatan Gebang. Diharapkan dapat mengintregasikansegala pelayanan kesehatan masyarakat dengan lebih berkualitas, efisien, efektif, nyaman dan bahkanmenaikkan standar pelayanan yang berkelas namun tidak mahal. 
GERIATRI HOSPITAL KOTA SEMARANG Saiful, Fajriyan; Supriyadi, Bambang; Trilistyo, Hendro
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.087 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang sedang maju untuk saat ini. Dewasa ini tingkat populasi lansia, baik di Asia hingga seluruh dunia meningkat dengan pesatnya. Dan hal tersebut membutuhkan sebuah penanganan yang cukup serius, dan apabila sampai terabaikan akan mendatangkan masalah yang cukup serius dikemudian hari. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa jumlah lansia relatif besar, sehingga kebutuhan Rumah Geriatri sangat diperlukan. Dengan dibangunnya Rumah Sakit Geriatri yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal, akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angka kematian akibat penyakit menua berkurang.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit secara umum,rumah sakit Menurut Undang Undang Pemerintah, dan rumah sakit secara khusus yaitu Rumah Sakit Geriatri, serta mempelajari standar-standar mengenai tata ruang dalam Rumah Sakit Geriatri, studi banding beberapa Rumah Sakit Geriatri dan Panti Lansia di Semarang. Mempelajari tentang Arsitektur Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi RSUD Kariadi di Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak di daerah Tembalang yaitu daerah Meteseh Raya. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Geriatri Hospital Kota Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern, yaitu dengan memadukan unsur tropis dan Green Building agar terlihat sejuk dan lebih menekankan pada konsep bangunan tropis.Di bagian bangunan ada Roof Garden yang merupakan unsur Green Building yang dapat memberikan kesejukan dan ketenangan hati.Desain bangunan di bentuk seperti mikroskop yang memberi icon kesehatan suatu Rumah Sakit.
KANTOR GUBERNUR SUMATERA SELATAN Rahmiati, Desti; Setioko, Bambang; Hardiman, Gagoek
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.8 KB)

Abstract

Kota Palembang dalam 5 tahun terakhir ini mengalami kemajuan yang begitu pesat, terlihatnya dari maraknya pertumbuhan infrastruktur, sarana dan prasarana kota, dan roda perekonomian yang terus menggeliat. Berdasarkan fenomena tersebut, potensi kota Palembang untuk berkembang sangat besar. Hal inilah yang mendasari penetapan suatu visi strategis, yaitu Palembang sebagai kota bertaraf internasional. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah provinsi Sumatera Selatan berencana untuk merelokasi Kantor Gubernur Sumatera Selatan sebagai salah satu program pengembangan kawasan Jakabaring sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi kota Palembang.Kajian diawali dengan penelusuran mengenai gedung pemerintahan, filosofi struktur pemerintahan provinsi, standar-standar dan kebijakan mengenai tata ruang dalam kantor Gubernur, studi banding beberapa Kantor Gubernur di Provinsi Jawa. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi kantor Gubernur Sumatera Selatan dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Tapak yang digunakan adalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai zona pemerintahan. Selain itu, dibahas pula mengenai massa dan tata ruang, penampilan bangunan, struktur serta utilitas yang diterapkan dalam perancangan “Kantor Gubernur Sumatera Selatan”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu langgam arsitektur yang memunculkan kembali unsur tradisional setempat kedalam bangunan modern. Penekanan desain arsitektur neo-vernakular diharapkan dapat menghasilkan suatu rancangan kantor pemerintah provinsi yang sesuai standar, yang juga mampu mencerminkan eksistensi dari berdirinya lembaga pemerintahan daerah dan sebagai lambang kebanggaan daerah. Untuk bangunan kantor Gubernur Sumatera Selatan, dirancang dengan konsep denah berbentuk simetris yang mengesankan kesan megah pada bangunan.
SEKOLAH LUAR BIASA TIPE D DI KOTA SEMARANG Fajri Setiani, Rahmalia; bagus pribadi, septana; setyowati, erni
IMAJI Vol 2, No 1 (2013): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.446 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Tengah yang pastinya mengalami pertumbuhan kota yang lebih pesat dari kota-kota lain di Jawa Tengah. Seiring dengan perkembangan jaman yang disertai dengan perkembangan di berbagai sektor diantaranya perindustrian, transportasi dan kesehatan di Indonesia khususnya di Semarang, terdapat kecenderungan akan semakin meningkatnya jumlah kecelakaan pada sektor-sektor tersebut dimana adanya kecacatan khususnya cacat tubuh merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan dari kecelakaan tersebut. Para penyandang cacat tubuh yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat pun tetap harus diperhatikan dan diberi bimbingan secara khusus agar mereka dapat melaksanakan fungsi social/berinteraksi secara wajar dalam keberadaan mereka di masyarakat masyarakat, sehingga kecacatannya tidak menjadi halangan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Pola kehidupan masyarakat kota yang modern, banyaknya jumlah penyandang cacat tubuh yang ada dikota Semarang, dan kurangnya fasilitas yang ada ini sudah selayaknya mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu perlu adanya sebuah tempat pendidikan yang terpadu dari pendidikan hingga rehabilitasi untuk para penyandang cacat di Kota Semarang ini. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang penyandang cacat, pengertian tentang sekolah luar biasa, pengelompokkan penyandang cacat berdasarkan kecacatannya, perbedaan sekolah biasa dan sekolah luar biasa dalam hal bangunan yang menyesuaikan dan kurikulum yang ada juga mempelajari standar-standar yang harus dipenuhi dalam merancang sebuah sekolah luar biasa tipe-D. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Perilaku Penyandang Cacat dalam Arsitektur dengan substansi penerapan Universal Design dengan mengidentifikasi prinsip-prinsip Universal Design dan contoh-contoh penerapannya dalam bangunan. Selain itu, dilakukan dengan pendekatan fungsional, kontekstual, teknis dan kinerja. Sebagai kesimpulan, program ruang yang diperlukan, tapak terpilih serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
GALERI SENI RUPA KONTEMPORER DI SEMARANG listiani, Arta Okta; Prianto, Eddy; Dwiyanto, Agung
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.369 KB)

Abstract

Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah, memiliki perkembangan pesat di bidang seni. Seni yang sedangberkembang adalah seni rupa kontemporer. Pesatnya perkembangan seni dan minat masyarakat Semarangterhadap seni tidak di imbangi dengan fasilitas kesenian yang ada di Semarang. Pameran seni di Semarangbiasanya hanya dilakukan di lobby hotel, sehingga tidak menarik minat masyarakat. Belum adanya ruang yangcukup untuk melakukan eksplorasi dan eskperimentasi berkesenian di Semarang membuat kota Semarang(nyaris) kehilangan “aura" keseniannya. Kini, sulit ditemukan gedung-gedung “bergengsi” yang berkenanmenampung agenda-agenda kesenian lantaran secara finansial dianggap sangat tidak menguntungkan.Pentas-pentas seni kontemporer hanya digelar di ruang-ruang sempit yang relatif tidak memiliki saranamemadai dan “magnet” yang mampu menyedot publik untuk berduyun-duyun mendatanginya. Oleh karena itudiperlukan sebuah wadah berupa Galeri Seni di Semarang yang mampu menampung seluruh kegiatan yangberkaitan dengan hasil karya seni di Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal – hal mendasar mengenai Galeri , pengertianseni rupa kontemporer itu sendiri, standart–standart mengenai tata ruang dalam Galeri, studi bandingbeberapa Galeri Seni Rupa di Semarang dan Galeri – Galeri Seni Rupa Kontemporer di luar Kota Semarang.Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Galeri Seni Rupa Semarang dan pembahasan konsep perancangandengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak yang berada di KotaSemarang yang sesuai dengan tempat untuk Galeri Seni. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa danruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Galeri SeniRupa Kontemporer di Semarang”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern, yaitu menggunakan banyak jendela padabangunan Galeri Seni Rupa Semarang ini. Untuk konsep bangunan Galeri ini berupa single building denganfasilitas penunjang yang menjadi daya tarik pengunjung. Dengan demikian masyarakat secara umum memilikikesempatan untuk mengenal, melihat, dan mempelajari seni rupa secara edukatif, efektif, dan rekreatif. 
GALERI SENI PERTUNJUKAN JAWA DI SURAKARTA hidayah al amin, miftahul; Sudarwanto, Budi; wijayanti, wijayanti
IMAJI Vol 3, No 1 (2014): jurnal IMAJI - Januari 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.691 KB)

Abstract

Kota Surakarta memiliki dua keraton yakni Kasunanan dan Mangkunegaran, di masa lampau kota ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga berfungsi sebagai pusat perkembangan seni dan budaya di wilayah propinsi Jawa Tengah. Posisi kota Surakarta yang demikian sentral itulah yang kemudian melahirkan ekspresi seni, terutama seni pertunjukan seperti; seni teater, musik, karawitan, tari, pendalangan, dan seni rupa baik yang bersifat modern, kontemporer maupun tradisional. Frekuensi kegiatan seni pertunjukan di Surakarta memang cukup baik, namun informasi, publikasi, dan promosi kegiatannya kurang terkoordinasi dan kurang terlihat. Oleh karena itu, tidak cukup banyak menjaring pengunjung dan konsumen, baik dari masyarakat maupun wisatawan. salah satu penyebabnya adalah kurangnya tempat mengekspresikan seni pertunjukan jawa di Surakarta. Sehingga dibutuhkan tempat/wadah yang dapat menampung para pecinta seni pertunjukan untuk mengekspresikan seni dan melestarikannya sebagai budaya daerah kota Surakarta.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian mendasar mengenai Seni Pertunjukan Jawa, standar-standar mengenai tata ruang dalam panggung pertunjukan, studi banding beberapa tempat yang berkaitan dengan seni pertunjukan di Surakarta dan Galeri Seni Pertunjukan melalui website. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi tapak yang akan digunakan dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neovernakular. Tapak yang digunakan berada di pusat kota Surakarta tepatnya di jalan Mayjen Sunaryo. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Galeri Seni Pertunjukan Jawa Di Surakarta”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Neovernakular, sebagai wujud penyesuaian bangunan di sekitar tapak. Konsep dan filosofi massa bangunan Galeri ini mengadopsi tatanan massa bangunan pada Keraton Surakarta, dengan vocal point pada atrium pertunjukan terbuka yang berada di tengah-tengah massa bangunan pendukung kegiatan utama. Bentuk massa bangunannya mengikuti pola dasar bentuk site yakni kombinasi bentuk lingkaran dan persegi panjang. Arsitektur neovernakular Galeri ini muncul pada bentuk atap dan elemen-elemen yang dipakai pada setiap massa bangunanya.
COMMUNITY CENTER DI BSD CITY Hasyyati, Almesa Yuli; Prianto, Eddy; Suprapti, Atiek
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2633.345 KB)

Abstract

Oleh : Almesa Yuli Hasyyati, Eddy Prianto, Atiek Suprapti Budiarto BSD City yang berada di Kota Tangerang Selatan di mana mayoritas penduduknya adalah wargapendatang atau kaum urban diprediksi akan terus meningkat dan tentunya komunitas-komunitas yang ada dikota ini pun akan semakin beragam. Oleh karena itu, dengan semakin bertambahnya penduduk BSD,kebutuhan masyarakat pun makin beragam sehingga dibutuhkan suatu Community Center untuk menampungaktivitas-aktivitas masyarakat yang beragam untuk mewadahi komunitas-komunitas yang berada di dalamnya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Community Center,persyaratan perencanaan dan perancangan Community Center, studi banding beberapa fasilitas yang serupadengan Community Center seperti Club House dan referensi Community Center di beberapa negara. Tapakterpilih dari beberapa alternatif tapak yaitu tapak yang berada di Jl. BSD Boulevard Barat BSD City. Selain itujuga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yangdipakai dalam perancangan “Community Center di BSD City”. Konsep perancangan menggunakan penekanan desain Green Architecture sesuai dengan konsep yangdiusung BSD City, yaitu sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadaplingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yangdilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energy dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.Penerapan konsep ini dapat terlihat dari fasad bangunan-bangunan di Community Center yang menggunakanbambu sebagai material utamanya serta penerapan rain water harvesting hampir di seluruh bangunannya.
WATERPARK DAN RESORT TELAGA SILATING PEMALANG Yusti Nagara, Gardian; Werdiningsih, Hermin; Darmawan, Edy
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.542 KB)

Abstract

Kehidupan masyarakat belakangan ini yang sangat padat terutama masyarakat perkotaan telah mengurangi waktu untuk berekreasi, beristirahat dari kepenatan sehari-hari. Sebuah wahana rekreasi adalah salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat akan rekreasi.Waterpark merupakan wahana rekreasi yang familiar di masyarakat. Jenis rekreasi keluarga ini bisa menjadi alternatif bagi keluarga. Resort adalah tempat tinggal sementara dengan tujuan untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Waterpark dan Resort adalah kombinasi yang saling berkesinambungan. Karena bisa menjadi obyek untuk peristirahatan sekaligus permainan. Resort bisa mempunyai fasilitas permainan bagi para pengunjungnya dan Waterpark bisa mempunyai fasilitas peristirahatan bagi pengunjungnya. Telaga Silating merupakan sebuah telaga yang terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Telaga ini merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Pemalang. Telaga ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk sebuah obyek rekreasi. Dengan kehadiran Waterpark dan Resort di Telaga Silating diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada dan menjadikan Telaga Silating salah satu destinasi wisata utama di Pemalang. Metode pendekatan digunakan sebagai acuan dalam Perencanaan dan Perancangan Waterpark dan Resort Telaga Silating Pemalang antara lain aspek Kontekstual, aspek Fungsional dan aspek Teknis.Untuk kesimpulan dari program luasan ruang, desain 2 dimensi dan 3 dimensi digunakan ilustrasi desain berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi.