cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
RELOKASI MUSEUM KRETEK KUDUS DENGAN PENEKANAN DESAIN NEO-VERNAKULAR sasongko, bayu; Pandelaki, Edward Endriarto; Supriyadi, Bambang
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.066 KB)

Abstract

Kota Kudus dikenal dengan Kota Kretek, karena kisah kretek bermula dari Kota Kudus. Akan tetapi untukdunia pariwisata Kabupaten Kudus terkenal dengan pariwisata religiusnya karena terdapat dua makam yaituSunan Muria berada di Muria dan Sunan Kudus berada di tengah Kota Kudus, satu kompleks dengan Masjiddan Menara Kudus. Karena kedua makam tersebut, Kudus dikunjungi tiap tahun begitu banyak peziarah dari kota manapun,membuat Kudus mudah dan melekat pada ingatan masyarakat luas bahkan sampai beberapa negara tetanggakita. Begitu bagusnya potensi itu sudah selayaknya dunia kepariwisataan di Kabupaten Kudus digarap denganserius. Menggali semua potensi pariwisata yang belum digali dan memaksimalkan potensi (aset) wisata yangsudah ada di Kudus ini merupakan dua hal yang perlu dilakukan dengan serius. Maka dari itu perlu ditingkatkanlagi tentang potensi sejarah kretek yang berkembang di Kota Kudus dengan adanya Museum Kretek. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai kretek, standarstandarmengenai tata ruang dalam museum, studi banding beberapa museum di Indonesia. Dilakukan jugatinjauan mengenai lokasi Museum Kretek Kudus dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanandesain Arsitektur Neo-vernakular. Tapak yang digunakan adalah tapak asli relokasi. Selain itu juga dibahasmengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalamperancangan “Relokasi Museum Kretek dengan Penekanan Desain Neo-Vernakular”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Neo-vernakular Yulianto Sumalyo (1997:451) mengartikan vernakular sebagai bahasa setempat yang dalam arsitekturistilah ini menyebut bentuk-bentuk yang menerapkan unsure-unsur budaya setempat. Lingkungan termasukiklim setempat diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektural (tata letak, denah, struktur, detail-detail bagian,ornament, dll). Dengan batasan tersebut maka arsitektural tradisional dalam bentuk permukiman maupununit-unit bangunan di dalamnya dapat dikategorikan vernakular murni, terbentuk oleh tradisi turun temuruntanpa poengaruh dari luar. Dalam perkembangan arsitektur modern, ada suatu bentuk yang mengacupada bahasa setempatdengan mengambil elemen-elemen arsitektural yang ada ke dalam bentuk-bentuk modern yaitu neovernakular.Sedangkan tujuan arsitek neo-vernakular memiliki tujuan melestarikan unsur budaya lokalsetempat yang secara empiris terbentuk oleh perilaku dan tradisi turun temurun termasuk bentuk dansistemnya.
KANTOR PEMERINTAHAN TERPADU KABUPATEN WONOSOBO Shintania, Prita; wijayanti, wijayanti; setyowati, erni
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.399 KB)

Abstract

Seiring dengan laju pertumbuhan perekonomian dan pembangunan yang semakin pesat  dan jumlah penduduk  yang  terus  meningkat,  maka  meningkat  pula  tuntutan  masyarakat  terhadap  pelayanan pemerintahan  yang  profesional,  efisien,  efektif,  transparan,  partisipatif,  dan  tanggap  terhadap  aspirasi masyarakat.  Melihat  fenomena  tersebut,  Pemerintah  Kabupaten  Wonosobo  berupaya  memusatkan  semua instansi  di  dalam  satu  lokasi,  dikarenakan  letak  beberapa  instansi  saat  ini  menyebar  di  seluruh  Kabupaten Wonosobo.  Hal  ini  menyebabkan  kurang  terpadunya  kinerja  antar  instansi  sehingga  pelayanan  kepada masyarakat kurang optimal.  Dengan adanya Kantor Pemerintahan Terpadu, diharapkan kinerja antar instansi dapat lebih optimal. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai  Pemerintah Daerah, standar-standar  mengenai  bangunan  kantor,  studi  banding  beberapa  Kantor  Pemerintahan,  dan  Tinjauan Pemerintah  Daerah  Kabupaten  Wonosobo.    Tapak  yang  digunakan  adalah  tapak  yang  berada  di  Jalan Banyumas Wonosobo dengan luas ± 3,1 ha.  Selain itu juga dibahas mengenai tata massa bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Wonosobo”Konsep  perancangan  ditekankan  dengan  penekanan  desain  Neo  Vernakular,  yaitu  arsitektur  yang menerapkan  bentuk  yang  mengambil  unsur  budaya  setempat,  lingkungan,  dan  iklim  setempat  yang diungkapkan pada bentuk dasar arsitektur. Untuk bangunan Kantor sendiri, dirancang dengan konsep  terpadu, yaitu  terhubung  antar  bangunan  satu  dengan  bangunan  yang  lain  dengan  menggunakan  flying  corridoor  di setiap bangunan. Kata Kunci : Kantor Pe
GRAHA LANSIA DI TANGERANG Martiani, Erna Rita; Setioko, Bambang
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.77 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang ekonomi, jasa dan perdagangan di Tangerang Selatan dibarengi dengan kemajuan bidang kesehatan dan pendidikan yang bermuara dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat akan usia harapan hidup sehingga menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Angka harapan hidup Provinsi Banten menunjukkan kenaikan dari 62,4 tahun pada tahun 2007 menjadi 68. Dan angka harapan hidup tertinggi dicapai oleh Kabupaten Tangerang Selatan sebesar 68,2 tahun. (Sumber : Dokumen RPJM Prov. Banten Tahun 2007 - 2012). Disisi lain, meningkatnya bidang perekonomian di Tangerang Selatan sendiri, membuat para masyarakatnya memiliki mobilitas yang cukup tinggi dan terkesan melalikan kewajibannya dalam mengurus orang tua, terutama bagi lansia yang memiliki kelemahan kesehatan. Hal ini sangat mencolok ketika kedua orang tua tersebut tidak tinggal dalam satu atap dan jarang menjenguk maka lansia akan merasa terabaikan dan terasingkan. Maka dari sinilah kebanyakan para lansia memiliih untuk tinggal d panti wredha/panti jompo yang ditempat tersebut mereka akan bertemu dengan para lansia lain yang merasa senasib.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai lansia dan standar-standar mengenai bangunan bagi lansia, studi banding dilakukan ke Panti Jompo yang di kecamatan-kecamatan di Tangerang. Dilakukan juga tinjauan mengenai pertumbuhan jumlah lansia dan kebutuhan para lansia dip anti jompo dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan universal design. Lokasi tapak yang dipilih adalah tapak yang sesuai dengan persyaratan bangunan bagi lansia. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Grha lansia Di Tangerang Selatan”.Konsep perancangan ditekankan desain Universal,yang memiliki 7 prinsip yang sudah dikenal dimana-mana. Prinsip-prinsip itulah yang nantinya akan menjadi pedoman atau dasar adalam mendesain suatu produk maupun rancanngan lingkungan yang dapat digunakan oleh semua kalamngan umur, terutama untuk para lansia. Prinsip tersebut diantaranya : Penggunaan yang Merata, Penggunaan yang Fleksibel, Sederhana dan Intuitif, Informasi yang jelas dan mudah dimengerti, Toleransi akan kesalahan, Meminimalkan usaha dan menghindari bahaya atau hal-hal yang tidak diinginkan, Ukuran dan Ruang untuk Pendekatan dan Penggunaan.
BALAI LATIHAN KERJA KOTA SEMARANG Yunanto, Lukman; indriastjario, indriastjario; Rusmanto, Totok
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan pusat kegiatan segala sektor di Jawa Tengah. Banyaknya penduduk dengan tingkat kompetensi yang beragam ada di kota ini. Banyaknya para pencari kerja dan lulusan dari berbagai daerah berkumpul dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak di Kota Semarang. Seiring dengan perkembangannya, jumlah angkatan kerja kota Semarang terus meningkat, namun hal itu tidak diikuti dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dan kompetensi kerja. Masyarakat kota Semarang mempunyai keuntungan dan kerugian akibat adanya pendatang luar yang bekerja di kota ini. Segi positifnya, tingkat ekonomi mereka akan ikut meningkat seiring makin meningkatnya pendatang dari luar kota, namun dasi sisi negatifnya, jumlah persaingan untuk mendapatkan peluang kerja semakin kecil. Untuk itu dibutuhkan tempat untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi kerja di lingkungan kota Semarang.Dengan makin meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Menengah, makin banyak pula jumlah angkatan kerja yang belum memiliki kompetensi kerja yang mumpuni. Maka kota Semarang membutuhkan Balai Latihan yang sanggup meningkatkan kompetensi dalam bekerja.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Balai Latihan Kerja, standar - standar mengenai jenis ruangan yang ada di Balai Latihan Kerja, serta studi banding terhadap bangunan- bangunan yang memiliki fungsi sama dengan Balai Latihan Kerja. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Balai Latihan Kerja Kota Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Tropis dan Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak baru dengan diperluas kawasannya sesuai dengan kebutuhan bangunan dan ruang yang ada.Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Balai Latihan Kerja Kota Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Tropis dengan bentuk kokoh dan berkesan modern ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan.Untuk kawasan sendiri, dirancang dengan pola berbentuk grid dan penghubung antar bangunan dengan jalan pedestrian.sedangkan bangunan sendiri berbentuk geometri yang fungsional dengan atap berbentuk pelana dan setengah pelana tetapi tetap menanggapi tuntutan curah hujan maupun panas pada daerah tropis.
ART CENTER YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN NEO-VERNACULAR Putra, Ardian; Murtini, Titien Woro; Pribadi, Septana Bagus
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.027 KB)

Abstract

Yogyakarta, bila mendengar kata kota tersebut dalam pikiran pastilah kota tujuan wisata keseniandan kebudayaan. Kesenian di Daerah Istimewa Yogyakarta sangatlah kental dikarnakan masyarat yang masihmenjungjung tinggi nilai seni dan budaya. Yogyakarta memiliki banyak macam kesenian yang antara lain hampir punah dikarnakan tidak adnyaregenerasi yang melanjutkan kebudayaan dan kesenian tersebut dalam Website Provensi DIY terdapat kesenian yang 30% diantaranya hanya di ketahui orang – orang tua. Yogyakarta juga terkenal akan seniman –seniman besar yang memiliki karya –karya yang tidak hanya dikenal oleh orang dalam negri melainkan jugadikenal di dunia internasional.
HOTEL RESORT DI KAWASAN MANDEH KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Oktora, Feby; Sudarwanto, Budi; indriastjario, indriastjario
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.228 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Mandeh yang berada di Kecamantan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan termasuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPINNAS) untuk kunjungan tempat wisata. Kawasan ini, merupakan salah satu tempat tujuan wisata pantai yang memiliki potensi alam yang sangat indah berupa tanjung yang melingkar seperti kuali, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dan dijuluki The Paradise in the South (surga di Selatan). Namun kawasan ini belum memiliki fasilitas akomodasi yang memadai berupa hotel resort. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangannya, diperlukan pengadaan fasilitas akomodasi Hotel Resort Waterfront yang dapat mengakomodasi dan menyediakan fasilitas berlibur, rekreasi, serta menunjukkan ciri khas daerah yang dapat diminati semua orang (ecotourism).Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal yang berhubungan dengan hotel resort, pengelompokan hotel, klasifikasi, fasilitas, struktur organisasi, dan studi banding beberapa hotel resort di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan lokasi dan tapak Hotel Resort di kawasan Mandeh. Tapak yang digunakan adalah mengacu pada Master Plan Pengembangan Pariwisata di kawasan Mandeh yang diperuntukkan untuk hotel resort. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Hotel Resort di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.”Konsep perancangan yang ditekankan adalah desain arsitektur tropis dengan memadukan ciri khas arsitektur tradisional Minangkabau. Hal ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi alam dengan tetap menjaga pelestarian budaya dan arsitektur tradisional serta menunjukkan ciri khas daerah.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KELAS C DI KABUPATEN SEMARANG Dengan Penekanan Desain Arsitektur Neo-Vernakular Rahmahana, Adelina Noor; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.558 KB)

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan pembangunan nasional.Kualitas dan kuantitas sarana kesehatan yang ada di suatu daerah secara teoritis berbanding lurus dengantingkat kesehatan masyarakatnya. Tingkat hunian yang sangat tinggi berdampak kurang baik dalampeningkatan mutu pelayanan karena sumber daya manusia yang ada tidak mendapatkan kesempatan untukberistirahat sehingga kelelahan dan mengakibatkan tidak cermat dalam melihat kondisi pasien. Sarana danprasarana pun tidak sempat diganti dan dibesihkan karena segera dipergunakan oleh pasien berikutnya. Metode yang digunakan adalah dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai RumahSakit Umum Daerah Kelas C, standar-standar mengenai tata ruang dalam Rumah Sakit Umum Kelas C, studibanding beberapa Rumah Sakit Umum Kelas C, serta mendalami langgam arsitektur neo-vernakular. Tapakyang digunakan adalah tapak yang berada di Desa Klero Kecamatan Tengaran. Selain itu dibahas pulamengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dalamperancangan “Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C di Kabupaten Semarang”. Konsep perancangan Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C di Kabupaten Semarang mewujudkan bangunankesehatan yang representatif sehingga dapat memberikan alternatif bagi masyarakat dalam pelayanankesehatan. Dengan penekanan desain neo-vernakular diharapkan desain rumah sakit ini dapat seiring denganperkembangan jaman yang modern namun tetap mengadopsi unsur budaya lokal dan sesuai dengan konseprumah sakit di daerah tropis. Dengan beberapa penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat. Bentukbangunan tradisional mempunyai atap yang tinggi dan tritisan yang lebar untuk mengatasi curah hujan danantisipasi terhadap sinar matahari yang melimpah, yang merupakan ciri iklim tropis lembab di Indonesia.
RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI DI JAKARTA aini, nurul; setyowati, erni; indriastjario, indriastjario
IMAJI Vol 2, No 1 (2013): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.024 KB)

Abstract

Kota Jakarta merupakan kota besar di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat di segala bidang, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun ilmu dan pengetahuan yang akan mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Terutama dalam pertumbuhan jumlah penduduk, hal ini mempengaruhi segala aktivitas masyarakat Kota Jakarta termasuk perihal kesehatan dan keselamatan jiwa. Seiring dengan perkembangan kota tersebut, kasus dan insiden yang terjadi di Kota Jakarta juga ikut bertambah. Pemilihan fungsi fasilitas kesehatan yang mewadahi penanganan kasus trauma sangat dibutuhkan. Dalam ilmu kesehatan di Indonesia, fasilitas tersebut ditangani oleh bidang traumatologi. Ilmu traumatologi ini berkaitan erat dengan kondisi tulang karena itu merupakan subspesialis dari ilmu bedah tulang (ortopedi). Oleh karena itu, keberadaan fasilitas yang menangani ortopedi dan traumatologi sangat dibutuhkan di kota besar seperti Jakarta, yaitu berupa Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Jakarta. Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Jakarta tersebut mengusung konsep arsitektur modern tropis. Mengunggulkan kemodernan namun tidak melupakan lingkungan dan iklim setempat karena dibangun di Kota Jakarta yang merupakan bagian dari Indonesia sebagai negara tropis. Menggabungkan sisi arsitektural dan lansekap sekitar, diharapkan menjadi destinasi para peneliti baik skala nasional maupun skala internasional. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang rumah sakit, pengertian dan standar-standar mengenai rumah sakit khusus ortopedi dan traumatologi, serta studi banding beberapa rumah sakit ortopedi dan traumatologi yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Jakarta, perkembangan rumah sakit ortopedi dan traumatologi di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep arsitektur modern tropis. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
SMA ISLAM UNGGULAN DI SEMARANG Murti Sari, Dewi; Darmawan, Edy; Prianto, Eddy
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.969 KB)

Abstract

Kota Semarang saat ini memiliki fasilitas pendidikan dengan jumlah yang relatif cukup banyak. Dengan jumlah penduduk kota Semarang yang semakin meningkat, semakin bertambah pula kebutuhan masyarakat akan fasilitas pendidikan yang berkualitas. Karena saat ini masyarakat lebih jeli dalam memilih fasilitas pendidikan yang dikehendaki. Masyarakat menginginkan peningkatan pendidikan secara kuantitas dan juga peningkatan pendidikan secara kualitas. Dengan mayoritas pemeluk agama Islam, Semarang mengindikasikan peningkatan peminat fasilitas pendidikan Islam yang ada. Namun banyak wadah pendidikan Islam yang hanya berorientasi pada ilmu-ilmu teoritis Islam saja sehingga menghasilkan lulusan yang pasif dan statis. Sementara jumlah pendaftar yang meningkat secara signifikan, SMA Islam yang ada tidak mampu menampung banyaknya pendaftar dikarenakan terbatasnya kapasitas. Dengan demikian dibutuhkan sebuah SMA Islam Unggulan yang mampu mewadahi peserta pendidikan tidak hanya secara kuantitas tetapi juga kualitas pemenuhan iptek dan imtaq.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai SMA unggulan, arsitektur Islam, standar-standar mengenai tata ruang SMA, serta studi banding beberapa SMA Islam Unggulan di Semarang. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi SMA Islam Unggulan di Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain arsitektur islam. Tapak yang digunakan adalah berada di BWK VI yaitu di Kec.Tembalang tepatnya di jalan Graha Panorama. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “SMA Islam Unggulan di Semarang”.Konsep perancangan ditekankan menggunakan desain arsitektur Islam. Tapak bangunan diatur sedemikian rupa mengambil bentuk dari simbol Islami berbentuk segi delapan. Dengan demikian delapan bangunan utama disesuaikan penempatannya dengan bentuk lahan. Kemudian fasad bangunan, pintu gerbang, serta model atap mengambil motif dari simbol Islami pula. Bangunan masjid ditempatkan pada tengah tapak sebagai simbol Ka’bah yang menjadi pusat kegiatan beribadah umat Islam
SEKOLAH MUSIK KARAWITAN LOKANANTA DI SURAKARTA Berliani, Mira
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1911.688 KB)

Abstract

Lokananta adalah perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah. Sebagai Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta kegiatannya antara lain recording, music studio, broadcasting, serta percetakan dan penerbitan. Lokananta mempunyai koleksi ribuan lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia (Ethnic/World Music/foklor) dan lagu-lagu pop lama termasuk diantaranya lagu-lagu keroncong. Memiliki luas lahan ± 21.150 m2 yang berada di kota Surakarta dan dengan kondisi bangunan yang sudah tidak terawat lagi, Lokananta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat informasi budaya seni nasional, agar masyarakat mau mengenal dan menghargai tentang sejarah musiknya.Kegemaran akan bermusik kian marak dengan didukung kemajuan media audio (radio dan televisi). Ditandai dengan munculnya fenomena pemusik yang tetap mengusung tema atau pola music daerah, sebut saja salah satunya Jogja Hip Hop Fondation yang kini marak diperbincangkan, sebuah grup music hiphop yang mengusung tema pop namun tetap memiliki pattern keroncong ataupun seni sinden.Surakarta yang kental akan budaya Jawanya memiliki music khas Indonesia yaitu seni Karawitan. Karawitan memiliki pakem-pakemnya sendiri dan merupakan suatu seni music, berupa instrumental dan seni olah vocal yang menganut sebuah pakem susunan nada dari kesenian tradisional Jawa.Dengan memadukan potensi Lokananta sebagai pusat informasi budaya seni nasional dan Surakarta sebagai asal dari sebuah kesenian Karawitan, maka dapat memberikan usulan dibentuknya Sekolah Musik Karawitan Lokananta di Surakarta. Dengan membentuk sekolah seni musik karawitan Lokananta ini secara langsung dapat meningkatkan potensi Lokananta, selain itu juga bertujuan melestarikan Karawitan sebagai seni budaya asli Indonesia. Sekolah Musik Karawitan Lokananta memfasilitasi kegiatan pendidikan dan pelatihan musik Karawitan, ruang pertunjukan, dan studio rekaman di Surakarta sebagai media pelestarian, pengembangan, dan penyampaian apresiasi hasil karya seni musik berkualitas