cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
YAMAHA MUSIK DI SEMARANG Effendi, Faizal Bachtiar; Iswanto, Dhanoe; Adji Murtomo, Bambang
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.893 KB)

Abstract

Salah satu bentuk hiburan yang paling digemari di Kota Semarang adalah musik. Sebagai salah satu cabang seni paling universal, musik telah menjadi komoditi yang berkembang cukup pesat di Kota Semarang. Perkembangan masyarakat baru ini perlu mendapat perhatian karena nilai-nilai dan pengaruh hiburan tersebut banyak menentukan arah dan sifat perkembangan masyarakat. Hal ini ditandai dengan seringnya Semarang menjadi ajang pentas musisi-musisi terkenal baik yang berskala internasional, nasional, maupun lokal. Di Semarang sebenarnya hanya terdapat sedikit lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan musik. Namun lembaga–lembaga tersebut tidak mempunyai fasilitas yang lengkap untuk menunjang perkembangan musik di Semarang. Dengan makin bertambahnya jumlah pecinta musik dan makin tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain Sekolah musik yang berskala lebih besar.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Yamaha Musik, studi banding beberapa Sekolah Yamaha Musik di Semarang dan Yamaha Musik Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Yamaha Musik Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak yang telah terpilih sesuai kebutuhan yang ada. Yaitu di jalan Perintis Kemerdekaan Banyumanik. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Yamaha Musik di Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di jaman modern. Untuk bangunan Yamaha Musik itu sendiri, dirancang dengan konsep tampilan bangunan seperti alat musik piano. Dengan tujuan dapat menarik minat para pecinta musik yang sedang melintasi daerah tersebut.
RUMAH PRODUKSI VIDEO GAME INDIE DI BANDUNG Irwan Aryadi, Denny; Bharoto, Bharoto; Sardjono, Agung Budi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.316 KB)

Abstract

Selama ini video game dianggap hanya sebuah media untuk bermain semata dan hanya ditujukan kepada kaum muda (anak-anak) saja. Video game dianggap sebagai sarana hiburan yang banyak menghabiskan waktu beraktivitas dan tidak berguna. Tidak semua pendapat tersebut adalah benar. Selain sebagai sarana hiburan, video game juga memiliki fungsi lain seperti sebagai media belajar yang menyenangkan tidak hanya untuk kaum muda (anak-anak) namun juga bagi kaum dewasa. Perpaduan antara pendidikan, seni, dan teknologi menjadi video game, membuat bisnis pengembangan video game banyak diminati karena memiliki potensi bisnis yang cukup besar. Hal ini ditandai dengan berbagai nama pengembang video game dengan rumah produksinya yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia seperti Capcom, Konami, Rockstar Game, Naughty Dog, Team Bondi, dan masih banyak lagi. Tidak hanya pengembang besar saja, pasar video game juga banyak diminati oleh developer video game indie lokal yang sudah mulai banyak bermunculan. Beberapa di antaranya mulai bekerja secara profesional dengan adanya rumah produksi video game indie yang mereka bentuk sebagai wadah bekerja bagi para developer video game indie tersebut.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah produksi video game, standar-standar mengenai tata ruang dalam rumah produksi video game, studi banding beberapa rumah produksi video game di Bandung dan rumah produksi video game di dunia, serta teknologi motion capture sebagai teknologi terkini yang digunakan dalam proses pembuatan video game. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Bandung, perkembangan dunia video game terutama indie di kota tersebut, serta beberapa event seputar dunia video game di Bandung.Sebagai produk, dilakukan perancangan desain Rumah Produksi Video Game Indie berupa gambar 2 dimensi dan 3 dimensi.
SHOPPING MALL DI KOTA PEKALONGAN (dengan penekanan desain Arsitektur Post Modern) sugianto, heri; setyowati, erni; hardiman, gagoek
IMAJI Vol 2, No 1 (2013): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.164 KB)

Abstract

Kota  Pekalongan  merupakan  salah  satu  kota  yang  mengalami  perkembangan  pesat.  Perkembangan  dalam dalam segala bidang  memberikan dampak  semakin meningkatnya  taraf hidup  dan  kebutuhan  masyarakat,  sertadiiringi  dengan  sifat  konsumerisme  semakin  tinggi.  Berdasarkan  fenomena  tersebut,  baik  tuntutan  kebutuhan manusia,  gaya  hidup,  pemanfaatan  lahan  perkotaan,  keberadaan  sebuah  S hopping  Mall  Di  Kota  Pekalongan  . Kajian  ini  diawali dengan mempelajari  tinjauan Shopping Mall,  yang  meliputi pengertian,  jenis-jenis karakteristik fisik  dan  non-fisik,  data  Kota  Pekalongan,  potensi,  serta  kebijakan  rencana  detail  tata  ruang  Kota  Pekalongan.Konsep perancangan ditekankan  pada arsitektur post modern di mana dapat menginterpretasikan  bangunan yang atraktif, rekreatif, dinamis dan elegan untuk sebuah Shopping M all yang melayani kalangan menengah ke atas.
KAWASAN WISATA TAMAN AIR (WATER PARK) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KABUPATEN GUNUNG KIDUL Ariyansyah, Ariyansyah; Murtini, Titien Woro; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.125 KB)

Abstract

Fenomena Water Park menjadi tren tempat wisata yang dikunjungi pada musim libur panjang sekolahpertengahan tahun ini. Sehingga perkembangan fenomena Water Park tersebut disambut hangat denganmunculnya banyak Water Park di seluruh Indonesia. Ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Belakangan, wisataini sangat banyak digemari oleh kalangan masyarakat (dewasa ataupun anak) dan bisa dikatakan sedang“happening”. Seperti di Surabaya yang terkenal dengan Ciputra Water Park, daerah Purbalingga yang terkenaldengan Owabong Water park, Kota Solo dengan Pandawa Waterworld, bahkan di Semarang dengan WaterBlaster. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Water Park, Pariwisata, pengertian dan standarstandarmengenai Water Park, serta studi banding beberapa Water Park yang telah ada. Dilakukan jugatinjauan mengenai Kota Yogyakarta, Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pendekatanfungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi denganmenggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3dimensi sebagai ilustrasi desain. 
GEDUNG PERKULIAHAN JURUSAN TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG dewi asmara, masayu; Darmawan, Edy; Dwiyanto, Agung
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.776 KB)

Abstract

Kemajuan zaman menuntut semua orang untuk lebih maju lagi, terutama bagi para generasi muda. Mengenyam pendidikan setinggi mungkin dengan tujuan memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk kemudian hari. Universitas merupakan salah satu tempat pendidikan untuk jenjang yang paling tinggi. Universitas Diponegoro merupakan salah satu universitas negeri di Indonesia yang mempunyai beberapa jurusan untuk mendukung pendidikan mahasiswa dalam mengikuti perkembangan zaman, termasuk di dalamnya adalah Jurusan Geodesi.Jurusan Geodesi adalah jurusan yang masih tergolong sangat sedikit di beberapa universitas di Indonesia. Di Indonesia Jurusan Geodesi hanya terdapat pada empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan lima Perguruan Tinggi Swasta (PTS), salah satu PTN tersebut di antaranya adalah Universitas Diponegoro. Oleh karena itu Jurusan Geodesi masih sangat dapat dikembangkan kembali. Tetapi sayangnya Undip belum memiliki gedung perkuliahan sendiri untuk Jurusan Geodesi, gedung kuliah jurusan ini masih bergabung dengan jurusan teknik yang lain yaitu Jurusan Perkapalan, dan Sistem Komputer. Maka dari itu perlu dibangunnya gedung perkuliahan sendiri untuk Jurusan Geodesi agar dapat menampung segala kegiatan yang dibutuhkan oleh mahasiswa geodesi.Kajian diawali dengan mengetahui pengertian dari sebuah kampus dengan cara studi banding pada kampus Geodesi pada universitas lainnya. Kemudian menjadikan hasil studi banding sebagai acuan dalam membuat program ruang. Sedangkan konsep dari gedung ini sendiri adalah Green Architecture dengan pendekatan efisiensi energi dan konseravasi. Dengan konsep ini berarti gedung kuliah tersebut berkonsep ramah lingkungan, dan mengusahakan untuk dapat menghemat energi sebaik mungkin, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mengatasi global warming. Untuk konsep bentuk dari gedung itu sendiri adalah mengadopsi dari bentuk sebuah kawah dan topografi tanah yang tidak selalu rata.
PASAR KLIWON KUDUS DENGAN PENEKANAN DESAIN THOMAS KARSTEN Agustin, Alin Pradita; Hardiman, Gagoek; Rukayah, Siti
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Potensi pasar tradisional di Indonesia sangat besar sebab retribusi dari pasar tradisional cukup besarkontribusinya bagi pendapatan daerah. Akan tetapi perkembangan pasar tradisional tidak mendapat perhatianyang lebih dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kudus merupakan daerah yang memilikipertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Dalam survei pendataan pasar di Kudus tahun 2010, terdapat 23pasar di Kabupaten Kudus. Peran pasar tradisional di Kabupaten Kudus cukup besar, tidak hanya dalammeningkatkan pendapatan daerah, tetapi berperan langsung terhadap pendapatan pekerja maupun pedagang.Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor mutlak yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan suatubangunan yang bersifat publik. Thomas Karsten merupakan sosok arsitek pada zaman kolonial Belanda yangdianggap paling unggul karena mampu membangun pasar yang mempertimbangkan kenyamanan pedagangdengan menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Kajian ini diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai pasar, pasartradisional, standar-standar mengenai pasar, persyaratan khusus pasar sehat, dan studi banding beberapapasar tradisional karya Thomas Karsen. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Pasar Kliwon Kudus danpembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Thomas Karsten. Tapak yang digunakan adalahtapak asli dari Pasar Kliwon Kudus, yang kemudian diperluas sesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu jugadibahas mengenai penataan massa dan ruang dalam bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitasyang dipakai dalam perancangan “Pasar Kliwon Kudus dengan Penekanan Desain Thomas Karsten”. Konsep perancangan ditekankan pada prinsip Thomas Karsten, dimana prinsip desain ditemukanmelalui penelitian arsitektur kecil yang dilakukan pada pasar-pasar karya Karsten. Konsep desain Karstendiaplikasikan secara eksplisit maupun konseptual dalam perancangan bangunan Pasar Kliwon Kudus.
RUSUNAWA KODAM IV/DIPONEGORO Reni, Fransisca; Indraswara, Sahid; Bagus Pribadi, Septana
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.721 KB)

Abstract

Konflik kepentingan rumah negara antara penghuni rumah negara (Purnawirawan dan Wredatama) dengan Satker di lingkungan Kemhan dan TNI sebagai pengelola, sangat mencolok dan sempat booming pemberitaannya di media cetak dan media elektronik, sehingga banyak menimbulkan pro dan kontra atas pemberitaan tersebut. Permasalahan itu timbul karena masih banyak anggota TNI dan PNS aktif yang belum mendapatkan atau menghuni rumah negara, sementara anggota TNI yang telah pensiun tidak menyerahkan rumah yang dihuninya kepada satker atau ke institusi. Dalam upaya mengatasi permasalahan penyediaan kebutuhan perumahan anggota TNI dan PNS aktif tersebut, khususnya di lingkungan TNI AD Kodam IV/Diponegoro, dengan mempertimbangkan juga bahwa Kota Semarang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi sehingga menyebabkan pula pada pertumbuhan permintaan rumah tinggal, maka membangun hunian vertikal merupakan salah satu solusi efektif untuk menyelesaikan masalah perumahan di tengah kelangkaan tanah di pusat kota. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan perumahan anggota TNI AD Kodam IV/Diponegoro, dilakukan melalui pengadaan perumahan siap huni berupa rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rusunawa, tinjauan rumah negara, tinjauan pendayagunaan rumah dinas TNI-AD Kodam IV/Diponegoro, studi banding RusunawaKodam Jaya/Jayakarta dan Rusunawa Kodam V/Brawijaya serta dua Rusunawa di Kota Semarang. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rusunawa Kodam IV/Diponegoro dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Tropis. Tapak yang digunakan di Jl. Perintis Kemerdekaan, Watugong Semarang (Jalan Raya Semarang – Solo) yang secara umum berada di Komplek Perumahan Prajurit Diponegoro (Komplek Perumahan Wiratama) dan tepat berada di depan Makodam IV/Diponegoro. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rusunawa Kodam IV/Diponegoro”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Tropis, dirancang untuk memodifikasi iklim tropis luar yang tidak nyaman menjadi iklim tropis yang nyaman di dalam bangunan. Bangunan yang didesain nantinya diharapkan dapat menghemat penggunaan energi dengan mengantisipasi iklim di lokasi bangunan, menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi, nyaman bagi penggunanya serta memiliki perfoma tinggi.
GREEN CITY HOTEL DI SEMARANG Sasongko, Enggar; Wijayanti, Wijayanti; Sudarwanto, Budi
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4314.478 KB)

Abstract

Perkembangan sektor ekonomi di Kota Semarang tak lepas dari lokasi Kota Semarang yang berada pada jalur penghubung dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta dan Surabaya. Kota Semarang yang juga merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah juga mempengaruhi perkembangan sektor ekonomi. Dengan berkembangnya sektor perekonomian di Kota Semarang, maka berdampak juga dengan jumlah kunjungan wisatawan baik untuk tujuan bisnis maupun rekreasi. Dengan bertambahnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang, maka dibutuhkan bangunan komersial yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan khususnya dalam hal hunian sementara yaitu hotel. Hotel yang direncanakan merupakan City Hotel karena berlokasi di pusat kota dan dekat dengan area bisnis maupun tempat wisata.Kajian yang dilakukan adalah dengan mempelajari pengertian tentang hotel, pengertian City Hotel, Karakteristik City Hotel, pengelolaan hotel, kebutuhan dan pengelompokkan ruang hotel, dan studi banding beberapa City Hotel di Semarang. Dilakukan juga pembahasan tentang konsep perancangan hotel dengan penekanan desain Green Arsitektur.Lokasi yang digunakan untuk perancangan “Green City Hotel di Semarang” ini berada di pusat kota dan dekat dengan area bisnis dan tempat wisata di Semarang. Tapak yang dipilih berada di Jalan Imam Bonjol Semarang karena berada di pusat kota dan dapat dengan mudah dicapai. Selain itu, tapak ini juga berada di BWK I yang difokuskan untuk perkantoran, perdagangan dan jasa (Perda Kota Semarang No. 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031).Penekanan desain yang diterapkan adalah Green Arsitektur. Prinsip-prinsip dan sifat-sifat bangunan berkonsep Green Arsitektur diterapkan dalam perancangan City Hotel agar dapat mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak terbarukan.
SOLO CONVENTION HALL Lestari, Ayudia Kanthi; Sudarwanto, Budi; Setyowati, Erni
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.079 KB)

Abstract

Jawa Tengah memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dijadikan tujuan dari agenda MICE (meeting,incentive, convention, exhibition) tetapi hal tersebut tidak didukung dengan fasilitas konvensi yangberkapasitas ribuan orang. Kota Solo berpotensi dalam sektor bisnis, perdagangan, dan potensi seni budayalokal. Hal ini dapat mendukung potensi Kota Solo sebagai kota tujuan MICE. Akhir-akhir ini juga bisnisperhotelan di Kota Solo mengalami penurunan, karena sedikitnya pertemuan-pertemuan akbar yang digelar diKota Solo. Hal ini yerjadi karena di Kota Solo belum terdapat fasilitas gedung konvensi yang berkapasitasribuan orang, sehingga saat pemilihan tuang rumah kegiatan konvensi, Kota Solo pasti dikesampingkan.Sekarang sedang dilakukan pengembangan potensi Kota Solo, saat ini merupakan saat yang tepat untukmerealisasikan dibangunnya sebuah bangunan konvensi yang berstandar internasional di Kota Solo. Kajian diawali dengan mempelajari pengertiandan hal-hal mendasar tentang gedung konvensi,standar-standar mengenai tata ruang di dalam gedung konensi, studi banding beberapa gedung konvensi diIndonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi gedung Solo Convention Hall dan pembahasan konsepperancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Selain itu juga dibahas mengenai tataruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “SoloConvention Hall”. Konsep perancangan ditekankan Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu konsep transformasi identitas KotaSurakarta ke dalam konsep modern, karena bangunan konvensi merupakan bangunan umum yang digunakanoleh berbagai kalangan dan unutk aktivitas modern. Konsep ini sesuai dengan spirit Kota Surakarta “Solo’s Pastas Solo’s Future”, yaitu spirit pembangunan Kota Surakarta yang tidak meninggalkan identitas masa lampaudan menjadikan karakter budaya lokal sebagai dasar pengembangan modernitas Kota Surakarta. Padabangunan ini mengambil konsep dari pendapa yang fungsinya juga sebagai tempat pertemuan bagi orangJawa. Pendapa yang berbentuk joglo merupakan bangunan dengan dominasi atap, hal tersebut menyiratkanbahwa orang Jawa mementingkan bagian kepala yaitu akal dan pikiran. Karena dengan akal dan pikiran,manusia dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum bertemu Tuhan (mati).
REDESAIN SMKN 11 SEMARANG fatoni, muhammad; bagus pribadi, septana; indriastjario, indriastjario
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.912 KB)

Abstract

Pada tahun 2007 Depdiknas menargetkan perbandingan atau porsi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 70% dan Sekolah Menengah Umum (SMA) sebesar 30%. SMKN 11 Semarang merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang di proyeksikan kedalam sekolah bertaraf internasional, karena itu SMKN 11 Semarang perlu berbenah dalam kurikulum maupun dari segi sarana prasarana pendidikan.Oleh karena itu diperlukan desain sekolah yang memenuhi sekolah bertarap internasional dalam hal ini SMKN 11 Semarang untuk membantu keberlangsungan proses belajar mengajar untuk mencapai visi, misi dan tujuan yang diharapkan sekolah khususnya dan tujuan pendidikan nasional pada umumnya.Redesain ini diawalai dengan kajian mengenai standar-standar kebutuhan Sekolah Betaraf Internasional (SBI), studi banding beberapa sekolah beraraf Internasional khususnya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), Tinjauan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Semarang, studi ruang mengenai kebutuhan sekolah bertaraf Internasional, Analisa Tapak yang dilakukan pada tapak existing yaitu tapak SMKN 11 Semarang yang terletak di Jalan Grafika. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, sirkulasi, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Redesain SMKN 11 Semarang”.Konsep perancangan yang digunakan adalah konsep arsitektur Neoverkaular, yaitu aliran yang suatu paham dari aliran Arsitektur Post-Modern yang lahir sebagai respon dan kritik atas modernisme yang mengutamakan nilai rasionalisme dan fungsionalisme yang dipengaruhi perkembangan teknologi industri. Karena bangunan SMKN 11 merupakan bangunan sekolah yang bersifat resmi, maka wujud desain yang ditampakkkan adalah desain dengan kesan formal dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria desain sekolah