cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
PASAR BUKU KOTA SEMARANG Nugroho, Aryo Seto; Suprapti, Atik; Roesmanto, Totok
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3808.419 KB)

Abstract

Kota Semarang telah berkembang menjadi Kota yang siap di sejajarkan dengan Kota Kota besar yangberada di Indonesia, yaitu dalam pengembangan kegiatan industri, Perdagangan, Pendidikan, Transportasi,Telekomunikasi, dan sistem informasi. Informasi pengetahuan bagi masyarakat kota Semarang sudah menjadikebutuhan, terbukti dengan banyaknya fasilitas pendidikan formal dari tingkat TK hingga SMA, Begitu jugadengan fasilitas pendidikan berupa pendidikan Perguruan Tinggi, dimana terdapat Perguruan Tinggi Negeri danPerguruan Tinggi Swasta yang berjumlah 64 di Kota Semarang. Dengan adanya keberadaan Pendidikan formal dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi danmasyarakat umum Kota Semarang merupakan sasaran potensi pemasaran dengan adanya Pasar Buku KotaSemarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian Pasar Buku, studi lapangan dengan kios buku diStadion Diponegoro dan Kios Buku Pasar Johar sehingga dapat diketahui mengenai potensi jumlah padagangkios buku yang ada di Semarang. Selain itu studi banding juga di lakukan di Pasar Buku Shooping Yogyakartadan Pasar Buku Palasari Bandung. Dari hasil studi banding dapat diperoleh mengenai standar standar ruangkios buku dan beberapa ruang penunjang yang ada di dalam Pasar Buku. Pada bangunan Pasar Buku Kota Semarang ini menggunakan desain Arsitektur Post Modern (DoubleCouding) yang berusaha menggabungkan unsur tradisional dengan unsur modern. Beberapa hal yangditonjolkan pada bangunan ini yaitu : Penerapan antara perpaduan unsur lokal dan non lokal denganmenyesuaikan kondisi lingkungan setempat, jadi dapat beradaptasi dengan bangunan lainnya. SehinggaBangunan Pasar ini lebih dekat dengan masyarakat. Rencana lokasi site yang akan digunakan yaitu pada Jalanhayam wuruk kawasan kampus undip pleburan (bekas kampus sastra undip).
CITY HOTEL DI KAWASAN STASIUN TUGU KOTA YOGYAKARTA Kurniadi, Gembong; Hartuti W, Sri; Bharoto, Bharoto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.552 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan tolak ukur bagi kemajuan berbagai sektor yang ada pada provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam provinsi DIY pada umumnya dan Kota Yogyakarta pada khususnya, adalah pada sektor pariwisata. Pertumbuhan sektor pariwisata ini turut berimbas kepada sektor lain, yang juga ikut memperlihatkan kemajuan. Sektor – sektor tersebut antara lain sektor perhubungan dan sektor ekonomi. Untuk menunjang pertumbuhan sektor – sektor tersebut maka perlu adanya peningkatan fasilitas – fasilitas infrastruktur yang memadai pada Kota Yogyakarta. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pertumbuhan pariwisata adalah pembangunan bangunan – bangunan hotel.Diawali dari mempelajari kebutuhan fasilitas penginanpan pada Kota Yogyakarta, dan lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan hotel tersebut. Didapatkan area Stasiun Tugu sebagai area yang dapat dikembangkan, dan membutuhkan hotel sebagai fasilitas transit dan menginap para bisnisman dan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Area ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan ekonomi terpadu.Konsep gaya bangunan ditekankan pada konsep kontekstualisme. Yaitu sebuah konsep dimana gaya bangunan akan mengkuti konteks – konteks yang ada pada lingkungan sekitar. Dalam konteks ini perlu dibatasi cakupan wilayah yang akan diambil, sehingga tidak terlalu luas. Wilayah yang diambil adalah pada kawasan Stasiun Tugu dan Kawasan Malioboro yang merupakan ikon Kota Yogyakarta. Konsep ini dipakai agar bangunan tetap menampilkan nuansa daerah setempat, yang merupakan sebuah nilai postif dari Kota Yogyakarta.
RENTAL OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE Alifiani, Amalia,; Supriyadi, Bambang; Prianto, Eddy
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.462 KB)

Abstract

Semarang sebagai pusat bisnis eksklusif di Jawa Tengah memiliki potensi yang paling mewadahi yaitupada sektor perdagangan dan jasa. Sarana perkantoran merupakan suatu wadah bagi masyarakat yangbergerak pada sektor perdagangan dan jasa yang di dalamnya menjadi suatu pusat pengolahan informasi,pengambilan keputusan dan kebijaksanaan bisnis. Di sisi lain, pekerja jasa, pekerja profesi, dan pekerja bisnisatau sering disebut freelancer lebih cenderung memilih membangun kantor-kantor pribadi dan ditempati pulasecara pribadi. Akibatnya terjadi persaingan pemanfaatan ruang kota dan penampilan fisik fasilitas-fasilitaskota yang menyebabkan lahan semakin terbatas dan harga semakin mahal.Oleh karena itu perlu suatu upayaperencanaan dan perancangan ke arah Green Architecture yang dapat meminimalkan dampak negatif yangditimbulkan oleh suatu bangunan. Konsep perancangan ditekankan desain Green Architecture yaitu demi menciptakan kenyamanan danpola hidup sehat bagi pengguna dan lingkungan bangunan tersebut.Konsep dan filosofi Green Architectureditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan. Melihat potensi yang ada pada tapak,maka penekanan konsep desain lebih difokuskan pada aspek tepat guna lahan (appropriate site development).Untuk konsep fisik bangunan Rental Office itu sendiri mengadaptasi dari potensi lingkungan yang ada denganmengambil filosofi keteduhan dari vegetasi yang sangat dominan pada tapak sehingga semaksimal mungkindipertahankan keberadaannya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rental Office, standarstandarmengenai tata ruang dalam Rental Office, studi banding beberapa Rental Office di Semarang dan diJakarta yang sesuai dengan konsep perkantoran yang dibutuhkan para freelancer yaitu perkantoran yangstategis dan eksklusif namun dengan harga terjangkau sesuai dengan alokasi dana masing-masing instansiatau perusahaan tersebut. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rental Office. Tapak yang digunakanadalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai kawasan bisnis sesuai kebutuhan lahan sesuai dengan hasilstudi ruang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan,struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rental Office di Semarang dengan penekanan desainGreen Architecture”. 
TAMAN BERTEMA INDOOR TRANS STUDIO SEMARANG erik extrada; edy darmawan; bambang suyono
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.947 KB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan wisata di dalamnya. Hal ini dibuktikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting dalam hal perekonomian bangsa. Berdasarkan dari data pariwisata indonesia menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa. Dari sumber devisa tersebut banyak tempat wisata yang telah dikunjungi turis, beberapa wisata ini tersebar dalam berbagai provinsi di Indonesia. Beberapa provinsi yang sering dikunjungi adalah Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, beberapa provinsi di Sumatera, dan provinsi yang berada di wilayah Indonesia Timur. Sebagian turis yang datang ke indonesia merupakan bertujuan menikmati liburan, dan sebagian kecil yang datang untuk berbisnis. Pilihan wisata di indonesia sangat beragam, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan budaya, wisata belanja, wisata keagamaan serta yang paling baru dan berkembang adalah wisata taman bertema atau dengan kata lain sering disebut Theme Park. Theme Park itu merupakan sebuah tempat atau sarana rekreasi yang memiliki ide dasar khusus yang mencirikan seluruh tempat rekreasi tersebut. Dari setiap Taman Hiburan ini terbukti berhasil meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, meskipun lokasi-lokasi setiap taman hiburan sudah cukup menyebar, namun masih relatif jauh jaraknya dari Jawa Tengah. Padahal di Provinsi Jawa Tengah ini merupakan provinsi yang tidak kalah potensialnya dengan provinsi lain di Indonesia pada umumnya dan di Pulau Jawa pada khususnya karena termasuk dalam Provinsi yang paling sering dikunjungi wisatawan. Di Jawa Tengah terdapat kota kota besar yang berpengaruh dalam bidang budaya dan pariwisata di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memang setara dengan Provinsi besar lainnya di Indonesia. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan karakteristik dari taman bertema, tinjauan mengenai theme park, serta studi banding beberapa Taman Rekreasi yang telah ada di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai persebaran Taman Rekreasi yang telah ada di Kota Semarang.Pendekatan perancngan arsitektural dilakukan dengan konsep Modern Architecture. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis dan konstekstual.Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matrik pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
BALAI LATIHAN KERJA KOTA SEMARANG Lukman Yunanto; indriastjario indriastjario; Totok Rusmanto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan pusat kegiatan segala sektor di Jawa Tengah. Banyaknya penduduk dengan tingkat kompetensi yang beragam ada di kota ini. Banyaknya para pencari kerja dan lulusan dari berbagai daerah berkumpul dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak di Kota Semarang. Seiring dengan perkembangannya, jumlah angkatan kerja kota Semarang terus meningkat, namun hal itu tidak diikuti dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dan kompetensi kerja. Masyarakat kota Semarang mempunyai keuntungan dan kerugian akibat adanya pendatang luar yang bekerja di kota ini. Segi positifnya, tingkat ekonomi mereka akan ikut meningkat seiring makin meningkatnya pendatang dari luar kota, namun dasi sisi negatifnya, jumlah persaingan untuk mendapatkan peluang kerja semakin kecil. Untuk itu dibutuhkan tempat untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi kerja di lingkungan kota Semarang.Dengan makin meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Menengah, makin banyak pula jumlah angkatan kerja yang belum memiliki kompetensi kerja yang mumpuni. Maka kota Semarang membutuhkan Balai Latihan yang sanggup meningkatkan kompetensi dalam bekerja.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Balai Latihan Kerja, standar - standar mengenai jenis ruangan yang ada di Balai Latihan Kerja, serta studi banding terhadap bangunan- bangunan yang memiliki fungsi sama dengan Balai Latihan Kerja. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Balai Latihan Kerja Kota Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Tropis dan Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak baru dengan diperluas kawasannya sesuai dengan kebutuhan bangunan dan ruang yang ada.Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Balai Latihan Kerja Kota Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Tropis dengan bentuk kokoh dan berkesan modern ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan.Untuk kawasan sendiri, dirancang dengan pola berbentuk grid dan penghubung antar bangunan dengan jalan pedestrian.sedangkan bangunan sendiri berbentuk geometri yang fungsional dengan atap berbentuk pelana dan setengah pelana tetapi tetap menanggapi tuntutan curah hujan maupun panas pada daerah tropis.
REDESAIN TERMINAL BUILDING BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN BIMA rayhan sujati; hendro trilistyo; totok roesmanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.233 KB)

Abstract

Kebutuhan penerbangan di kabupaten Bima saat ini di akomodasi oleh Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin yang merupakan satu-satunya Bandar Udara yang ada di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Bandara sultan Muhammad Salahuddin tergolong dalam bandar udara provinsi dan memiliki peran penting sebagai pintu gerbang utama daerah provinsi dan gerbang masuk daerah timur. Bandara sultan Muhammad Salahuddin juga tergolong bandar udara yang agak ramai dipakai dengan jumlah penumpang 250.000 pertahun, memiliki landasan pacu dengan konstruksi aspal, panjang 1.650 meter dan lebar 30 meter. Pesawat yang dilayani adalah jenis turbo-prop atau jet kecil seperti Fokker-27, Tetuko 234, Fokker-28, dlsb. Berdasarkan estimasi tahun 2025 jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan udara dari dan ke Bima diperkirakan berjumlah >500.000 orang pertahun. Sejak tahun 2009 frekuensi kedatangan dan keberangkatan Pesawat Udara di Bandara Muhammad Salahuddin sampai pada tahun 2013 cenderung meningkat. Akibat terus bertambah banyaknya arus penumpang, kapasitas Bandara yang ada sekarang diperkirakan pada tahun-tahun berikutnya tidak akan memadai lagi, dikeranakan beberapa maskapai penerbangan akan membuka rute penerbangan baru dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin ke berbagai Kota di dalam Negeri. Hal ini merupakan sebuah kemajuan pesat yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bima. Maka dari itu kondisi perkiraan ini harus di antisipasi sedini mungkin dengan melakukan perluasan terhadap Bandara Sultan Muhammad Salahuddin dengan meredesain Bandara (Terminal Building) dari kelas III menuju kelas II dalam skala penerbangan Dometik. Sehingga dapat mengatasi semua permasalahan yang muncul terutama ansipasi terhadap lonjakan arus penumpang yang semakin tinggi, dapat menampung dan melayani segala aktifitas penerbangan secara efektif dan efisien serta dapat memberikan pelayanan yang nyaman dan memuaskan bagi para pengguna jasa penerbangan di Kabupaten Bima.
PASAR IKAN KABUPATEN KENDAL Enggar Sari
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.416 KB)

Abstract

Pasar yang merupakan salah satu fasilitas ekonomi dan perdagangan pada suatu kota, memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Sebagai kota pesisir yang berada di bagian utara Provinsi Jawa Tengah, Kota Kendal merupakan kota yang mempunyai banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satu potensi tersebut adalah hasil lautnya. Dengan adanya produksi hasil laut tersebut maka akan mempengaruhi pada peningkatan sektor ekonomi Kota Kendal. Namun dengan adanya potensi yang cukup besar pada hasil laut tersebut, tidak cukup menarik para wisatawan dari kota lain untuk berkunjung atau berwisata ke Kota Kendal. Di Kabupaten Kendal, TPI masih sebagai gedung yang merupakan pusat penjualan ikan yang sering dikunjungi oleh penggemar ikan untuk membeli ikan yang masih segar yang didapatkan dari nelayan secara langsung. Untuk memanfaatkan potensi hasil laut di Kendal tersebut, maka dibutuhkan suatu gagasan yang dapat mengembangkan potensi perikanan. Yaitu dengan membuat fasilitas publik atau gedung yang menjadi pusat pemasaran perikanan dari seluruh TPI yang tersebar di Kendal. Dengan kebutuhan fasilitas tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kota Kendal membutuhkan tempat atau pusat berupa sebuah pasar ikan yaitu Pasar Ikan kabupaten Kendal yang di dalamnya harus memiliki berbagai macam fasilitas yang memadai untuk menunjang pemasaran hasil laut berupa seafood dari daerah Kendal. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian pasar, jenis-jenis pasar dan Berisi mengenai tinjauan tentang pasar dan Kebijakan Dinas terkait di Kabupaten Kendal. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep arsitektural neo-vernakular. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
REDESAIN PASAR INDUK TANAH TINGGI TANGERANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS anastasia Anggraini; bambang adji murtomo; wijayanti wijayanti
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.095 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Tangerang telah berusaha untuk memenuhi segala tuntutan dan kebutuhanmasyarakatnya,  salah  satu  usaha  pemerintah  untuk  memenuhinya  adalah  dengan  menyediakanberbagai macam  fasilitas umum yang  memadai.  Salah  satu  fasilitas  umum yang  disediakanpemerintah adalah pasar, yang digunaka masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli barang ataujasa.  Pasar merupakan  fasilitas  umum yang  bersifat komersialdan  mempunyai peranan  pentingsebagai penyedia berbagai macam kebutuhan masyarakat.Di kota  Tangerang ini telah  berdiri sebuah  pasar induk  guna mewadahi aktifitas  jual belibarang atau jasa dan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan masyarakat. Pada awalnya, PasarInduk  Tanah  Tinggi Tangerang  ini  mampu  melaksanakan  fungsinya  yaitu  sebagai  wadah  aktifitasperekonomian  bagi masyarakat Tangerang  dan  sekitarnya.  Namum seiring berjalannya  waktuterdapat masalah-masalah yang  menghampiri keberadaan  Pasar  Induk  Tanah Tinggi Tangerangtersebut terkait dengan fungsinya.Menyadari akan  hal ini maka  perlu  dipikirkan  adanya  pemecahan  dari masalah-masalahyang timbul dan belum dapat terselesaikan dengan baik pada Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerangtersebut. Dalam hal ini tentunya perlu ada penataan ulang kembali bangunan pasar tersebut agardapat berfungsi dengan baik dan memenuhi aspek kenyamanan bagi seluruh pengguna pasar tersebutserta  memanfaatkan  potensi yang  ada  dengan  menambahkan  beberapa fasilitas  tambahandidalamnya.Pemerintah Kota Tangerang telah berusaha untuk memenuhi segala tuntutan dan kebutuhanmasyarakatnya,  salah  satu  usaha  pemerintah  untuk  memenuhinya  adalah  dengan  menyediakanberbagai macam  fasilitas umum yang  memadai.  Salah  satu  fasilitas  umum yang  disediakanpemerintah adalah pasar, yang digunaka masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli barang ataujasa.  Pasar merupakan  fasilitas  umum yang  bersifat komersialdan  mempunyai peranan  pentingsebagai penyedia berbagai macam kebutuhan masyarakat.Di kota  Tangerang ini telah  berdiri sebuah  pasar induk  guna mewadahi aktifitas  jual belibarang atau jasa dan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan masyarakat. Pada awalnya, PasarInduk  Tanah  Tinggi Tangerang  ini  mampu  melaksanakan  fungsinya  yaitu  sebagai  wadah  aktifitasperekonomian  bagi masyarakat Tangerang  dan  sekitarnya.  Namum seiring berjalannya  waktuterdapat masalah-masalah yang  menghampiri keberadaan  Pasar  Induk  Tanah Tinggi Tangerangtersebut terkait dengan fungsinya.Menyadari akan  hal ini maka  perlu  dipikirkan  adanya  pemecahan  dari masalah-masalahyang timbul dan belum dapat terselesaikan dengan baik pada Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerangtersebut. Dalam hal ini tentunya perlu ada penataan ulang kembali bangunan pasar tersebut agardapat berfungsi dengan baik dan memenuhi aspek kenyamanan bagi seluruh pengguna pasar tersebutserta  memanfaatkan  potensi yang  ada  dengan  menambahkan  beberapa fasilitas  tambahandidalamnya.
MULTI SENSORY SCHOOL FOR THE BLIND IN PEMALANG Kenyo Ati
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.776 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan hal setiap warna negara dan setiap warga nega berhak memperoleh penddikan yang layak. Tuna netra merupakan orang yang mengalami gangguan penglihatan, sehingga mengalami banyak kendala dalam menjalani kehidupan sehari – harinya, karenanya tuna netra memerlukan sekolah yang mampu memberi mereka ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk menjalani hidup. Pemalang merupakan kabupaten yang hingga saat ini masih menjadi pusat konsentrasi kegiatan pendidikan siswa tuna netra di Provinsi Jawa Tengah. Namun, sekolah tuna netra yang ada saatini belum di desain khusuus pengguna tuna netra sesuai dengan kebutuhan dan karakter mereka. Kajian diiiawali dengan memplajari tentang pengertian pendidikan khusus, pengertian dan karakter tuna netra,kajian tentang penerapatan warna dan elemen sensorik pada ruang untuk pendidikan, serta studi preseden pada beberapa sekolah khusus tuna netra yang ada dan studi eksisting mengenai sekolah khusus tuna netra di Pemalang. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten Pemalang , perkembangan pendidikan tuna netra serta kurikulum pembelajaran, dan komparasi antara studi preseden dan studi eksisting. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan menggunakan penerapan elemen-elemen multi sensori yang diperlukan oleh tuna netra sesuai dengan karakter mereka, selain itu dilakukan pendekatan kelompok kegiatan, pendekatan kapasitas dan besaran ruang,n tapak terplih menggunakan tapak eksisting SLB N 1 Pemalang. Sebagai kesimpilan, luaran program ruang yang diperlukan serta gambar – gambar dua dimensi dan tiga dimensi sebagai ilustrasi desain.
ART CENTER YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN NEO-VERNACULAR Ardian Putra; Titien Woro Murtini; Septana Bagus Pribadi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.027 KB)

Abstract

Yogyakarta, bila mendengar kata kota tersebut dalam pikiran pastilah kota tujuan wisata keseniandan kebudayaan. Kesenian di Daerah Istimewa Yogyakarta sangatlah kental dikarnakan masyarat yang masihmenjungjung tinggi nilai seni dan budaya. Yogyakarta memiliki banyak macam kesenian yang antara lain hampir punah dikarnakan tidak adnyaregenerasi yang melanjutkan kebudayaan dan kesenian tersebut dalam Website Provensi DIY terdapat kesenian yang 30% diantaranya hanya di ketahui orang – orang tua. Yogyakarta juga terkenal akan seniman –seniman besar yang memiliki karya –karya yang tidak hanya dikenal oleh orang dalam negri melainkan jugadikenal di dunia internasional.