cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
BOUTIQUE HOSTEL DI SOLO khusnul, nurinda; riskiyanto, resza; indrosaptono, djoko
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6389.772 KB)

Abstract

Dalam beberapa waktu terakhir, tren generasi muda untuk berwisata secara backpacking semakin meningkat. Kota Solo termasuk salah satu kota yang sering dijadikan destinasi bagi para backpacker. Selama di Solo tentunya para backpacker akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengunjungi berbagai tempat wisata, sehingga diperlukan tempat menginap yang layak dengan biaya terjangkau. Tempat menginap yang paling cocok untuk para backpacker adalah hostel. Hostel adalah tempat penginapan yang berupa dormitory di mana satu kamar terdiri dari beberapa tempat tidur, yang biasanya berupa tempat tidur bertingkat (bunk bed). Hostel tidak lagi hanya sekedar tren. Hostel berkembang di seluruh dunia karena banyaknya wisatawan yang mencari fasilitas penginapan yang menggabungkan kekuatan dari hotel dan hostel. Hostel menjadi sebuah tempat menginap dengan gaya dan desain yang trendi. Tipe hostel yang berfokus pada interior dengan kualitas yang lebih ini lebih umum disebut dengan Boutique Hostel.
SHOPPING MALL DENGAN KONSEP CITY WALK DI SEMARANG wibawanto, deni; hardiman, gagoek; rukayah, siti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8011.02 KB)

Abstract

Kota Semarang saat ini adalah kota bisnis yang sedang berkembang menuju kota metropolitan. Kota Semarang sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan penting baik dalam kegiatan sosial ekonomi maupun pusat distribusi jasa yang melayani kegiatan lokal maupun regional. Karena peran tersebut maka kota Semarang menjadi kawasan komersial kota.. Seiring berkembangnya kegiatan perdagangan dan jasa di kota Semarang maka meningkat pula pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang kegiatan tersebut, yakni berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan / mall di kota Semarang. Pada awal tahun 90-an mulai marak dibangun pusat-pusat perbelanjaan (shopping center) yang kemudian seiring perkembangannya dipadukan dengan konsep hiburan (entertaintment), Saat ini di kota Semarang tercatat ada lima mall terbesar untuk skala perkotaan yaitu Citraland mall, Matahari Dept. Store, Dp Mall, Paragon City, dan Java Mall. Dari semua pusat perbelanjaan tersebut konKota Semarang saat ini adalah kota bisnis yang sedang berkembang menuju kota metropolitan. Kota Semarang sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan penting baik dalam kegiatan sosial ekonomi maupun pusat distribusi jasa yang melayani kegiatan lokal maupun regional. Karena peran tersebut maka kota Semarang menjadi kawasan komersial kota.. Seiring berkembangnya kegiatan perdagangan dan jasa di kota Semarang maka meningkat pula pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang kegiatan tersebut, yakni berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan / mall di kota Semarang. Pada awal tahun 90-an mulai marak dibangun pusat-pusat perbelanjaan (shopping center) yang kemudian seiring perkembangannya dipadukan dengan konsep hiburan (entertaintment), Saat ini di kota Semarang tercatat ada lima mall terbesar untuk skala perkotaan yaitu Citraland mall, Matahari Dept. Store, Dp Mall, Paragon City, dan Java Mall. Dari semua pusat perbelanjaan tersebut konsep – konsep mall yang ditawarkan hampir semuanya mirip, yaitu sangat di dominasi oleh unsur-unsur bangunan mall-nya, walaupun mempunyai fasilitas-fasilitas yang berbeda beda.sep – konsep mall yang ditawarkan hampir semuanya mirip, yaitu sangat di dominasi oleh unsur-unsur bangunan mall-nya, walaupun mempunyai fasilitas-fasilitas yang berbeda beda.
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KOTA SEMARANG DENGAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT dwi, indah; wijayanti, wijayanti; supriyadi, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2461.24 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk Kota Semarang menurut Profil Kependudukan Kota Semarang oleh BPS sampai dengan akhir Desember 2012 sebesar 1.559.198 jiwa, terdiri dari 775.793 jiwa penduduk laki-laki dan 783.405 jiwa penduduk perempuan, dan 151.138 perempuan yang termasuk dalam kelompok wanita usia subur yang berpotensi menjadi ibu hamil. (Kota Semarang Dalam Angka 2012,BPS). Dengan jumlah potensi sebesar itu Kota Semarang belum memiliki fasilitas kesehatan khusus bagi ibu dan anak yang memadai. Rumah Sakit Ibu dan Anak merupakan salah satu jenis rumah sakit khusus yang memberikan pelayanan kesehatan bagi Ibu dan Anak dengan pendekatan pemeliharaan kesehatan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (PerMenKes No. 340/Menkes/PER/III/2010).
TERMINAL BUS TYPE A KABUPATEN PATI widayanto, tri; iswanto, dhanoe; riskiyanto, resza
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.126 KB)

Abstract

Terminal bus merupakan sarana wadah yang penting untuk transportasi umum jalur darat. Sebuah terminal harus dapat menampung semua moda umum yang ada di setiap desa hingga kota. Terminal juga harus dapat memberi rasa nyaman pada pengguna maupun pengelolanya. Sebuah terminal dinyatakan layak operasional harus sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan. Terminal bus ada berbagai type A, B, C, dan Terminal khusus, semua itu mempunyai standarisasi berbeda dari luasan lahan, jumlah moda, dan fasilitas yang ada. Kabupaten Pati sendiri merupakan Kabupaten yang berada di jalur pantai utara jawa atau yang biasa disebut dengan pantura. Jalur pantura merupakan jalur utama dari transportasi umum dari Barat Indonesia sampai timur. Kabupaten Pati sudah mempunyai terminal type B tetapai dari segi pencapainan, luasan, fasilitas masih kurang dan belum sesuai dengan standar terminal type B. Pemerintah Kabupaten Pati sudah merencanakan proyek jangka untuk pembuatan terminal type A untuk menampung transportasi umum yang berada di Kabupaten Pati khususnya bus. dan sudah melakukan Study Relokasi untuk menentukan lokasi yang tepat yang berada di Kecamatan Sukokulon yang terletak di jalur lingkar selatan Kabupaten Pati.
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR DI YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN lestariani, ayuta; darmawan, eddy; werdiningsih, hermin
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.643 KB)

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah berpotensi untuk mewujudkan rencana institusi ini. Seperti yang kita ketahui bersama,Kota Yogyakarta ini dikenal sebagai kota pelajar, hal ini dibuktikan dengan banyaknya sekolah dan perguruan tinggi baik negri maupun swasta yang berada di kota ini. ATA YKPN adalah satu-satunya akademi arsitektur yang berada di Pulau Jawa. Sebagai akademi arsitektur, ATA YKPN hanya menyediakan jenjang pendidikan D3 saja tanpa ada S1 dan S2. Namun, seiring dengan perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir,Kampus ini makin kehilangan peminat pelajar yang ingin belajar ilmu arsitektur disana. Padahal pada kenyataannya,minat pelajar terhadap ilmu arsitektur semakin tahun semakin bertambah.Hal ini disebabkan karena YKPN hanya menawarkan program D3 untuk disiplin ilmu arsitektur, sementara pelajar cenderung lebih banyak yang berminat untuk melanjutkan ke jenjang S1. Sebuah akademi arsitektur memiliki standar tertentu yang berupa standar ruang serta standar ukuran kawasan yang menjadikan tempat tersebut maksimal sebagai lembaga pendidikan arsitektur. ATA YKPN sendiri hanya memiliki luas kurang lebih 3500m2 ,padahal untuk standar akademi luas minimal yang dibutuhkan adalah 5000 m2 dengan fasilitas yang berupa ruang kelas, ruang laboratorium computer,studio gambar dan perpustakaan disamping jenjang pendidikan yang hanya jenjang D3 (Diploma 3) saja.
Taman Budaya Sriwedari dulu merupakan fenomena wisata budaya di Surakarta, karena tingkat kualitas karakteristik budaya yang mempunyai nilai sejarah yang merupakan daya tarik bagi wisatawan. Dampak positif adanya kegiatan pariwisata yang terkait dengan irfansyah, rio; pribadi, septana; sukawi, sukawi
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2117.454 KB)

Abstract

Taman Budaya Sriwedari dulu merupakan fenomena wisata budaya di Surakarta, karena tingkat kualitas karakteristik budaya yang mempunyai nilai sejarah yang merupakan daya tarik bagi wisatawan. Dampak positif adanya kegiatan pariwisata yang terkait dengan budaya adalah semakin tingginya nilai budaya yang mengharuskan setiap orang untuk melestarikan kebudayaan. Taman Sriwedari lebih menonjolkan unsur budaya serta tidak lupa unsur leisuneteisme atau wisata. Maka hal itu justru yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Taman Sriwedari untuk dikembangkan. Unsur budaya, wisata adalah potensi yang menonjolkan untuk dijadikan sebagai motivator bagi pengunjung. Banyaknya pengunjung yang datang dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun wisatawan untuk lebih memahami budaya Surakarta. Taman Sriwedari diharapkan dapat mengarahkan fungsi rekreasi dan wisata budaya dalam perkembangan kota Surakarta serta menjadikan Taman Sriwedari sebagai pusat pameran dan Konvensi melalui penataan ulang dengan penekanan desin arsitektur Organik, yaitu sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam melalui desain yang mendekatkan dengan harmonis antara lokasi bangunan, perabot, dan lingkungan menjadi bagian dari suatu komposisi, di persatukan dan saling berhubungan. Serta menjadikan Taman Sriwedari sebgai tempat rekreasi serta sarana belajar andalan bagi pariwisata Surakarta dan yang lebih penting lagi Taman Budaya Sriwedari diharapkan dapat menjadi ajang promosi di seluruh Indonesia.
PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SENTRA BATIK & TENUN DI PEKALONGAN DENGAN PENEKANAN DESAIN SUSTAINABLE SETTLEMENT fatmatina, fathulia; rukayah, siti; murtini, titien
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.34 KB)

Abstract

Sebagai komoditas batik, Kota Pekalongan memiliki produk unggulan dan kebanggaan tersendiri yang pada dasarnya adalah salah satu warisan budaya dunia, ini terbukti dengan sebutan Kota Pekalongan sebagai Kota Batik serta dengan adanya sebutan baru saat – saat ini yaitu The World City Of Batik. Selain batik ada juga kerajinan khas Indonesia yang tidak kalah dengan corak dan motif Batik, kerajinan ini juga hampir dimiliki setiap daerah yang ada di Indonesia, yaitu Tenun Tradisional. Tenun tradisional ini dibuat dengan menggunakan tenaga manusia bukan tenaga mesin. Salah satu daerah penghasil tenun ATBM adalah Kota Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan terus berusaha mengembangkan kerajinan tenun ATBM tersebut. Salah satu programnya dengan sentralisasi industri tenun ATBM. Sentra industri tenun ATBM yang dapat ditemukan di Kota Pekalongan berada di Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat. Puluhan tenaga kerja terserap dalam usaha tenun ini. Industri di sentra tenun ATBM Medono ini termasuk katagori industri kecil menengah. Para pengrajin yang rumahnya berada di jalan utama meciptakan sebuah showroom di rumah tinggalnya. Maka muncullah rumah - rumah produksi yang merupakan gabungan dari rumah tinggal, showroom, dan workshop (bengkel kerja). Perkembangan industri batik & tenun medono hanya memperhatikan aspek ekonomi dan kurang mempedulikan aspek lingkungan dan sosial. Ketidakseimbangan ini yang mengancam keberlanjutan kawasan sentra batik & tenun Pekalongan itu sendiri. Konsep window shopping ini diharapkan mampu mendorong sektor industri batik lebih maju dan semakin memperkenalkan proses produksi batik & tenun kepada masyarakat luas. Konsep desain di dalam penataan kawasan ini mengacu pada sustainable settlement yang diharapkan mampu menciptakan sebuah kawasan permukiman industri kecil yang secara berkelanjutan dapat memberdayakan masyarakat setempat sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakatnya saat ini maupun di masa mendatang tanpa meninggalkan perhatian pada lingkungan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang dapat menjadi pemecahan masalah antara industri, permukiman dan lingkungan yang menjadi perpaduan permasalahan yang ada di kawasan Karya Bakti.
SMK PARIWISATA DI KOTA PEMALANG ayu, purdyah; hermanto, eddy; roesmanto, totok
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4798.622 KB)

Abstract

Dalam standar sarana dan prasarana pendidikan, gedung sekolah merupakan hal yang sangat menentukan dan berpengaruh dalam proses pendidikan. Menteri Pendidikan Nasional melalui Permen Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), telah menetapkan kriteria-kriteria pemenuhan standar sarana prasarana, diantaranya berkaitan dengan satuan pendidikan, lahan, bangunan gedung dan kelengkapan sarana dan prasarana. Pemenuhan terhadap kriteria tersebut, menjadi dasar pemenuhan standar minimal sarana dan prasarana, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kota Pemalang memiliki SMK dengan bidang keahlian pariwisata yaitu SMK Pariwisata Liberty Pemalang. Namun sayangnya, saat ini SMK Pariwisata Liberty belum memiliki gedung tersendiri. Untuk pelaksanaan kegiatannya SMK ini masih menggunakan salah satu gedung di komplek Gedung Serbaguna Kabupaten Pemalang. Oleh karena itu, di Kota Pemalang berpotensi untuk dirancang dan dibangunnya gedung SMK Pariwisata Liberty.
REDESAIN FASILITAS PENUNJANG SIRKUIT SENTUL, BOGOR (PENEKANAN DESAIN MODERN ARCHITECTURE) dionisius, dionisius; murtomo, bambang; wijayanti, wijayanti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.786 KB)

Abstract

Dunia otomotif merupakan sebuah bidang yang sangat banyak diminati oleh berbagai kalanganbaik secara nasional maupun kalangan internasional. Dunia otomotif berkembang sangat pesat seiring berjalannya waktu, semakin banyak kendaraan-kendaraan yang bermunculan dengan tujuauntuk diperlombakan, maupun dipergunakan untuk kebutuhan komersial. Semakin banyak juga kendaraan yang diperuntukkan sebagai keperluan balap, semakin banyak juga sirkuit-sirkuit yang harus dimiliki, paling tidak untuk membenahi sirkuit-sirkuit yag sudah dimiliki. Kajian diawali dengan mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan standar-standasebuah sirkuit, regulasi-regulasi pengadaan sebuah sirkuit yang memenuhi standar internasional. Mengkaji tentang lokasi eksisting sebuah sirkuit, mencari data-data yang berhubungan dengan eksisting sebuah sirkuit. Serta mengkaji tentang arsitektur modern sebagai acuan desain sebuah bangunan dalam perancangan desain ini. Sebagai kesimpulan, luasan ruang yang diperlukan dalam bentuk program ruang, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA WADUK JATIBARANG DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKOWISATA Ernadia, Loretta; werdiningsih, hermin; suyono, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.481 KB)

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang terletak di Semarang, tepatnya dalam wilayah Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Pelaksanaan konservasi Sabuk Hijau pada tahap pembangunan Waduk Jatibarang penting untuk menjaga konservasi dan menjaga umur dari waduk. Diharapkan dengan adanya sabuk hijau dapat mengurangi sedimentasi dan meningkatkan suplai air bersih, serta dapat dikembangkan menjadi kawasan pemukiman, perdagangan, pariwisata yang menarik. Untuk memudahkan wilayah kerja sendiri,wilayah sabuk hijau Waduk Jatibarang dibagi menjadi 6 segmen, termasuk segmen 2 yang berfungsi sebagai kawasan wisata. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 – 2031 pasal 120 dijelaskan bahwa pada kawasan Waduk Jatibarang diizinkan untuk menjadi tempat wisata, yang didukung dengan adanya objek wisata Goa Kreo, yang merupakan salah satu wisata alam yang potensial di Semarang, sehingga waduk ini tidak hanya bermanfaat sebagai solusi banjir dan sumber air baku, juga bermanfaat sebagai objek wisata yang potensial. Kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga konservasi dan umur waduk merupakan salah satu aspek yang berperan besar untuk mempertahan kelestarian waduk. Kawasan wisata ini terletak pada daerah konservasi. Kawasan wisata dengan penekanan desain ekowisata merupakan suatu bentuk kawasan wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam, memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat sekitar, dan tetap mempertahankan budaya.

Page 7 of 45 | Total Record : 446